Bantuan Renovasi Rumah Warga Loteng, HBK Serahkan Kunci

Bantuan Renovasi Rumah 50 Keluarga di Lombok Tengah (Loteng) Rampung, HBK Siapkan Program Serupa Tahun 2022

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menyerahkan rumah yang sudah direnovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Penyerahan dilakukan secara simbolis dengan memberikan kunci rumah.

Bantuan renovasi rumah diteruskan tahun 2022
Di Dusun Anggur

Menjelng penyerahan kunci rumah bntun renovasi

Total ada 50 rumah yang direnovasi melalui program BSPS tahun 2021.

“Tahun 2022 ini saya akan perjuangkan tambahan untuk masyarakat Pulau Lombok. Saya mohon do’anya,” kata HBK di hadapan warga saat penyerahan.

BACA JUGA: Wabup Lombok Utara Tanam Maangrove di Danau Gili Meno

Penyerahan dipusatkan di Dusun Selusuh, Desa Mas-Mas, Kecamatan Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah, Sabtu (08/01/22).

HBK dalam sambutannya menyebutkan, bantuan BSPS Kab. Lombok Tengah untuk tahun anggaran 2021 sebanyak 50 rumah tersebar di beberapa Kecamatan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengharapkan program BSPS yang diberikan tersebut bisa membantu meringankan beban warga yang belum mampu memperbaiki rumah mereka.

Apalagi di tengah serangan Covid-19 yang menyebabkan banyak masyarakat menghadapi kesulitan.

Hasil dari BSPS ini adalah terwujudnya rumah layak huni dengan pemberi bantuan yang tepat sasaran, tepat prosedur, tepat waktu, bermanfaat, dan akuntabel.

HBK menyebutkan, program BSPS atau bedah rumah, merupakan program dari Kementerian PUPR yang diperjuangkannya di Senayan.

“Biarpun saya di Komisi I, tapi alhamdulillah, saya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan P. Lombok ini secara lintas Komisi,” ujar pria yang juga dikenal sebagai Samurai Prabowo Subianto ini.

Seperti diketahui, impitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih dirasakan masyarakat Indonesia. Tak kecuali di NTB.

Hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak tak terkecuali bagi legislator yang dikenal rajin berbagi ini.

Sementara itu, Nurjanah salah satu warga yang menerima bantuan BSPS ini mengaku sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan.

BACA JUGA: Rawat Sinergitas, Forkompinda NTB Olahraga Bersama

“Saya mendo’akan pak HBK tetap sehat dan terus berbuat untuk masyarakat di Pulau Lombok,” katanya.

Kunjungi Dusun Anggur di Lombok Utara

Sehari sebelumnya, HBK mengunjungi Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kab. Lombok Utara. Dusun yang dikenal sebagai salah satu Kampung Anggur di Gumi Dayan Gunung.

Dalam kunjungannya, HBK didampingi oleh putri tercinta Rannya Agustyra Kristiono, Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Carter Febrianto Ridawan, anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra dapil Lobar-KLU, Sudirsah Sujanto dan sejumlah anggota HBK Peduli.

Di kampung Anggur ini dibudidayakan puluhan varietas anggur seperti Dixon, Monel, Trans, Gospy, Velles, Banana, CRV, dan lain-lain.

Dalam diskusi dengan warga, HBK mendapatkan informasi bibit anggur yang dijual cukup mahal.

Kelompok warga biasanya mengeluarkan iuran untuk membelinya, harganya pun bisa berkisar RP450 ribu sampai Rp1 juta.

“Saya akan perjuangkan bagaimana caranya masyarakat Dusun Rebakong bisa mendapatkan bibit yang murah dan terjangkau. Nanti saya cek di Komisi IV DPR RI,” kata HBK menjawab keluhan warga.

Selain itu, HBK juga menilai Dusun Rebakong bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk memanfaatkan halaman rumah menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.

“Prospek kampung ini untuk dikembangkan menjadi tujuan rekreasi alternatif sangatlah besar,” kata HBK.

Apalagi nanti bila digandeng dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan memanfaatkan mediA sosial untuk promosi agar wilayah ini makin terkenal.

“Saya mendorong anak muda disini untuk tidak hanya memanfaatkan media sosial sebagai sarana hiburan tapi juga promosi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rannya mengaku sangat senang bisa mengunjungi Dusun Anggur tersebut. Dia bahkan langsung mencoba memanen buah anggur dan mencicipinya.

“Tekstur buahnya kenyal dan manis,” kata Rannya.

Dara yang sedang kuliah di London, Inggris ini mengaku sangat berbahagia bisa ikut ayahnya datang langsung ke lokasi kampung anggur di Lombok Utara ini.

“Saya lihat postingannya di media sosial. Alhamdulillah, bisa langsung kesini dan bisa mencicipi buah anggur langsung dari pohonnya,” ungkapnya riang gembira.***

 




Wabup Lombok Utara Tanam Mangrove di Danau Gili Meno

FGD dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, diharapkan ada output yang mengupakan agar Gili makin indah dan keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng hadiri acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD) dan Rehabilitasi Mangrove Danau Gili Meno di Desa Gili Indah, Sabtu (08/01/21).

Membuka FGD di Gili Meno

Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Rusdianto, M.Si, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayu Aji, Kapolsek Pemenang IPTU Lalu Eka Arya serta undangan lainnya.

Wabup Danny dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara yang telah menginisiasi acara FGD dan rehabilitasi.

“Acara ini menunjukan bahwa selangkah demi selangkah kita telah mulai bangkit untuk kemajuan daerah setelah terpaan dua bencana besar yakni Gempa 2018 dan Covid-19,” tuturnya.

Kata Wabup, Pemda KLU telah berupaya secara bertahap untuk pemulihan ke tiga Gili baik infrastuktur dan lainya.

Kegiatan FGD dan rehabilitasi mampu menciptakan suasana Gili Meno yang makin indah dan terjaga supaya keindahan ini bisa dinikmati generasi selanjutnya.

BACA JUGA: Menderita Sakit Lutut? Cobalah Pengobatan Rumahan Ini

Objek wisata yang ada bukan hanya tanggung jawab kelompok, perorangan ataupun pemda, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Diharapkan, melalui FGD ini ada output maksimal yang nantinya bisa diterapkan.

“Saya harap pemuda nantinya bisa membranding tempat wisata ini supaya makin menarik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Gili Indah Wardana, S.Pd menuturkan, danau yang ada bisa dijadikan objek wisata tambahan bahkan utama, karena selain laut ada danau yang bisa menjadi objek menarik bagi wisatawan.

“Apresiasi sebesar-besarnya bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini,” katanya.

Di akhir acara, Wabup Danny bersama para tamu undangan melepas bibit ikan di Danau Gili Meno dan dilanjutkannya dengan penanaman pohon mangrove.

@ng




Rawat Sinergitas, Forkompinda NTB Gelar Olahraga Bersama

Untuk merawat Sinergitas antar Forkompinda NTB, dilakukan olahraga bersama di halaman Makorem 162/Wiarbhakti

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk merawat keguyuban dan kekompakan bersama antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi NTB, anggota Forkompinda NTB menggelar olahraga bersama  di halaman olahraga Makorem 162/WB, Jumat (07/01/22).

Gubernur dan unsur Forkompinda menjaga sinergitas

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menjelaskan, olahraga bersama antar Forkopimda ini merupakan silaturahmi antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri dalam merawat sinergi membangun NTB gemilang ke depan.

“Pagi ini Forkopimda berolah raga di Korem 162. Sederhana, murah, meriah untuk menjaga keguyuban dan kekompakan. Terima kasih Pak Danrem sudah menjadi Tuan Rumah yg luar biasa,” kata Gubernur usai mengikuti olahraga bersama.

Olahraga bersama ini dimaksudkan juga untuk menjaga sinergi, kekompakan dan kolaborasi untuk mensukseskan berbagai event-event internasional yang digelar di NTB.

Olahraga bersama ini mengusung tema “Jadilah Prajurit TNI AD yang Profesional Adaptif dan Dicintai Rakyat”.

BACA JUGA: Pisah Sambut Danlanal Mataram, Gubernur NTB Tekankan Kekompakan

Olahraga bersama ini diikuti oleh seluruh Forkopimda NTB seperti tuan rumah Danrem 162/WB, Kolonel Czi Lalu Rudy Ilham Srigede, Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto,  Ketua DPRD, Baiq Isvie Rupaeda, Kabinda, Danlanud, Kepala BNN NTB, Sekda NTB dan seluruh kepala OPD Lingkung Pemerintah Provinsi NTB.

Adapun olahraga yang diikuti Forkopimda di antaranya, main bola, tenis meja, fitnes, voli bersama. Semua nampak begitu akrab mengikuti olahraga bersama di Makorem 162/WB.

IKP

 




Pisah Sambut Danlanal Mataram, Gubernur NTB Tekankan Kekompakan

Dalam acara pisah sambut dari Danlanal Mataram yang lama ke pejabat baru, Gubernur Zul mengatakan, kekompakan dan persaudaraan modal besar NTB

MATARARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasi  dan ucapan terimakasih atas kebersamaan dan sinergiritas, pejabat lama Komandan pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram Kolonel. Laut (P) Suratun, dalam kontribusi dan perannya mensukseskan berbagai program dan agenda pembangunan di NTB, selama menjabat.

Sambutan Gubernur NTB saat acara pisah sambut Danlanal Mataram

“Kekompakan dan rasa persaudaraan yang tinggi adalah modal besar kita untuk memikul beban besar Di NTB ini. Kompak selalu!” kata gubernur yang didampingi Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Gubernur Zul menyampaikan itu saat pisah sambut komandan pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram dari Kolonel. Laut (P) Suratun, S.H. (pejabat lama) kepada Kolonel. Laut (P) Djawara Heny Twies Wimbo A (pejabat baru), Jum’at (7/1/2021) di Pendopo Gubernur NTB.

Menurut Gubernur Zul, merawat dan menjaga silaturahmi, kebersamaan dan persahabatan jauh lebih penting, dibanding jabatan yang melekat pada diri masing-masing.

Berbicara dengan hati ke hati dan rasa persahabatan antar stakeholder, maka semua program pemerintah dan urusan  akan dapat diselesaikan dengan baik.

BACA JUGA: Gejolak Sosial di Lotim Butuh Gerak Cepat Gubernur

“Itulah pentingnya hubungan dan relasi yang baik dengan semua orang,” ujar gubernur yang didampingi Istri Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah.

Diakuinya, selama ini Kolonel Laut (P) Suratun, sudah seringkali bersama, bahkan sempat mendatangi dan bermalam d ibeberapa pulau terluar di NTB, untuk mengetahui keadaan masyarakat terpencil.

Gubernur  berharap agar sinergi dan silaturahmi seperti ini akan terus terawat baik di NTB maupun di tempat baru.

“Selamat bertugas ditempat baru Pak Suratun, dan selamat datang Pak Djawara Heny Twies Wimbo,” tutur gubernur.

Pejabat lama Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Suratun, SH., menyampaikan syukur dan terharu, karena Gubernur NTB memberikan kesempatan untuk menyelenggarakan pisah sambut Danlanal Mataram.

“Terimakasih Pak Gubernur yang sudah jadi partner yang sangat luar biasa, dan Ibu Niken yang mengenalkan NTB kepada Istri kami,” kata Suratun.

Dikatakannya, pesan seniornya saat datang ke NTB telah dijalaninya. Kehadirannya diterima di lingkungan, kehadirannya bermanfaat di lingkungan dan silaturahmi terjalin dengan baik.

“Sosok Gubernur NTB, sungguh luar biasa menjaga dan terus membangun silaturahmi dengan kami dan semua komponen di NTB dan pusat,”ujar kolonel laut ini.

BACA JUGA: Menderita Sakit Lutut? Cobalah Pengobatan Rumahan Ini

Keberhasilannya selama 1 tahun 7 bulan di NTB, menekan penangkapan ikan dengan peledak di sekitar laut Lotim dan penggagalan penyelundupan hewan ternak dari NTT ke NTB merupakan prestasi luar biasa akibat sinergi bersama Pemda, Pemprov. NTB, Korem, dan Polda NTB.

“Untuk itu, penting sekali  kedepan, relasi dan hubungan serta sinergi dan kebersamaan harus tetap terjaga,”pesannya.

Sementara itu, pejabat baru Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Djawara Whimbo, mengatakan akan meneruskan apa yang dilakukan oleh pendahulu.

“Insya Allah kami akan terus melakukan sinergi seperti sebuah simponi dalam orkestra,”kata Kolonel laut asal Surabaya ini.

Saling melengkapi dan saling membantu untuk mensukaeskan semua hajatan daerah maupun nasional di NTB.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VII Kupang Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, menyampaikan ucapan terimaksih atas penyelenggaraan acara pusah sambut oleh Gubernur dan jajaran pemeritah Provinsi NTB.

“Kami merasa bangga TNI AL, khusus pangkalan Mataram dapat berperan positif di NTB,” kata Aribawa.

Pesanya, Danlanal baru dapat meneruskan pondasi yang selama ini dilakukan pejabat lama. Menjaga sinergi dan kolaborasi dengan Forkopimda di NTB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danrem 162/WB, Kapolda NTB, Kejati, Kepala BNN, Kepala Pengadilan Tinggi, Kabinda, Danlanud ZAM, Sekda NTB, Kepala OJK, Kepala BPK, Kakanwil Kemenkum HAM, GM PT. PLN NTB, Instansi vertikal di NTB, Forkopimda dan kepala OPD lingkup Pemprov.NTB. ***

 




Gejolak Sosial di Lotim Butuh Gerak Cepat Gubernur

Anggota Komisi I DPRD NTB TGH Najamuddin Moestafa mengungkapkan gejolak sosial di Lotim meluas sampai ke Sumbawa, ia mendesak Gubernur Zulkieflimansyah segera merespon

MATARAM.lombokjournal.com ~ Seruan Anggota Komisi VIII DPR RI H Rachmat Hidayat agar Pemprov NTB tidak lepas tangan menyusul eskalasi gejolak sosial di Lotim yang terus meningkat, mendapat tanggapan dan dukungan dari wakil rakyat di DPRD NTB.

Gejolak sosil di Lotim harus segera direspon gubernur

“Apa yang menjadi kekhawatiran beliau, kami dukung seribu persen. Beliau benar. Pemprov NTB memang tidak boleh lepas tangan dalam upaya mencari penyelesaian masalah ini,” kata Anggota Komisi I DPRD NTB TGH Najamuddin Moestafa di Mataram, kemarin (07/01/22).

Dia menegaskan, kekhawatiran yang disampaikan Rachmat, harusnya menjadi kekhawatiran semua pihak. Gejolak sosial dengan eskalasi yang terus meningkat ini, bukanlah pertanda baik bagi kondusivitas daerah.

Tokoh agama dari Lombok Timur ini menegaskan, gejolak sosial tersebut kini bukan hanya meluas di Pulau Lombok saja. Melainkan juga sudah sampai ke Pulau Sumbawa.

Dia menerima informasi, bagaimana kelompok masyarakat dari Pulau Sumbawa juga hendak datang untuk menggelar aksi ke Pulau Lombok atas insiden yang terjadi di Lombok Timur tersebut.

BACA JUGA: Dunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Media Sosial

Karena itu, jika Pemprov NTB tidak memberikan respons memadai, maka persoalan ini dikhawatirkan menjadi bias,.

Hal ini tentu akan menjadi hal yang tidak bagus untuk kondusivitas Bumi Gora yang selama ini dikenal sebagai daerah yang memberi kenyamanan bagi penghuninya.

“Kami dari DPRD NTB mendesak agar Gubernur segera merespons apa yang disampaikan wakil rakyat kita di DPR RI. Kalau tidak, persoalan ini bisa menjadi bias horizontal,” tandas Najamuddin khawatir.

Akan menjadi sangat tidak elok, jika Pemerintah Pusat hanya menerima laporan penanganan gejolak sosial yang terjadi di NTB ini dari pemerintah kabupaten/kota saja.

Sementara Pemprov NTB sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah, justru hanya bertindak sebagai pihak yang meneruskan laporan imbas lepas tangan lantaran mereduksi gejolak sosial yang terjadi hanya menjadi masalah di kabupaten/kota.

Tokoh yang dikenal identik dengan peci hitam khasnya ini juga mengingatkan, agar Pemprov NTB tidak setengah-setengah dalam merespons gejolak sosial ini.

BACA JUGA: Insiden di Lotim, Pemprov NTB Jangan Lepas Tangan

Najamuddin sepakat, menyerahkan persoalan ini sepenuhnya pada aparat penegak hukum semata, bukanlah pilihan bijak. Sebab, hal tersebut sama saja menghadap-hadapkan aparat kepolisian dengan masyarakat.

Jika itu terjadi, Najamuddin khawatir akan muncul berbagai macam tudingan dari mereka yang tidak bertanggung jawab.

Salah satunya dengan memainkan sentimen negatif bahwa telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama. Hal yang tentu saja tidak boleh terjadi.

“Itulah pentingnya Gubernur dan Pemprov NTB merespons secara tepat. Agar persoalan ini menjadi terang benderang. Nggak boleh ada grey area di sini,” tandas politisi Partai Amanat Nasional ini.

Saat ini kata Najamuddin, NTB adalah epicentrum kemajuan Indonesia. Sebagai tuan rumah event bergengsi tingkat internasional, bukan hanya mata warga negara Indonesia yang tertuju ke NTB.

Tapi mata seluruh dunia juga akan menoleh ke Bumi Gora. Karena itu, jika gejolak sosial ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian komprehensif, maka sudah pasti hal tersebut akan memantik perhatian nasional dan juga internasional.

“Jangan sampai agenda besar yang telah disiapkan Presiden Jokowi untuk kemajuan dan kemaslahatan seluruh masyarakat NTB, justru dicederai hanya karena respons Pemprov NTB yang tidak memadai terhadap gejolak sosial ini,” kata Najamuddin mengingatkan. ***

 

 




Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) XI Walhi NTB

Penyelenggaraan Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) XI Walhi NTB, diramaikan dengan pemilihan Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI NTB Periode 2022 – 2027

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pertemuan Derah lingkungan Hidup (PDLH) ke XI dilaksanakan WALHI NTB, hari Kamis hingga Jum’at, 6 – 7 Januari 2022,, di Hotel Senggi Beach, yang diikuti lebih dari 35 undangan yang terdiri dari anggota lembaga dan anggota individu, Sahabat WALHI Se Nusa Tenggara Barat.

Sebelum sidang-sidang dilangsungkan, PDLH dibuka dengan Diskusi yang bertema, “Memperkuat wilayah kelola rakyat sebagai basis gerakan pemulihan lingkungan hidup di Nusa Tenggara Barat”.

Pertemuan Daerah Walhi NTB diikuti 35 undangan

Orgnisasi baru mewarnai pertemuan daerah Walhi NTB

Pembicaranya antara lain: Farid Riduanudin, Asmar Aswar, Amin Abdullah yang dipandu oleh Ogik.

BACA JUGA: Bupati Buka Pameraan Pesona Bonsai Dayan Gunung

Diskusi berkembang untuk mendorong WALHI menjadi organisasi yang didukung oleh basis yang kuat sehingga bisa melakukan advokasi dengan lebih efektif.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Sidang-sidang PDLH XI WALHI NTB dengan agenda Pertanggung jawaban Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI Periode 2017 – 202021, penetapan anggota baru WALHI NTB, yakni Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungam Hidup (OPAL KLU) dan  PAS Sembalun Lotim.

Puncak acara yang ditunggu-tunggu dalam perhelatan PDLH WALHI NTB adalah pemilihan Direktur Eksekutif dan Dewan Daerah WALHI NTB Periode 2022 – 2027. Setelah melalui kampanye, pemilihan dan penghitungan suara, maka terpilih Amri menjadi Eksekutif Daerah (ED) WALHI NTB Periode 2022 – 2027.

Dewan Daerah WALHI NTB sendiri ada Lima (5) orang dari 6 calon mensaftar, satu diantaranya mengundurkan diri setelah penyampaian Visi Misi.

Sisi lain, partisipasi Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL – KLU) yang dimulai hanya sebatas diikutsertakan sebagai peserta peninjau dalam kegiatan yang diselenggarakan, sejak PNLH XVIII tahun 2016, di Makassar dan PNLH XIX di Jogja 2011 yang lalu.

Demikian halnya pada pelaksanaan PDLH XI yang di selenggarakan  selama dua hari sejak tanggal 6 – 7 Januari 2022, Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL – KLU) di usianya ke 14 tahun berdiri, kemudian di undang sebagai peserta peninjau yang kemudian di tapkan OPAL KLU sebagai anggota WALHI pada PDLH XI di Mataram.

Dengan di tetapkannya status keanggotaan OPAL KLU, maka jumlah organisasi yang tergabung secara resmi pada PDLH Ke XI Walhi NTB, Jum’at 7 Januati 2022, berjumlah 31 Lembaga.

BACA JUGA: Dunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Media Sosial

Gerakan partisipan dan atau anggota-anggota kendati sebagian besar lebih berorientasi pada program/pendamping masyarakat, terutama berkaitan dengan pemberian motivasi dan pemahaman pengembangan ekonomi dan kependudukan.

Keikutsertaan anggota baru WALHI NTB memberikan warna terhadap kegiatan kegiatan WALHI NTB pada tahun ini dan selanjutnya di masa masa yang akan datang, untuk “Memperkuat wilayah kelola rakyat sebagai basis gerakan pemulihan lingkungan hidup di Nusa Tenggara Barat ”

Pimpinan sidang Zico yang di dampingi Waton dan Baiq Nuraeni menetapkan Eksrkutif Daerah (ED) Walhi NTB Amri Nuryadin, dengan perolehan 19 suara. Sementara Rina Antika hanya memperoleh 11 suara.

Untuk ketua Dewan Daerah (DD) Walhi NTB, Juaen. (*)

 




Bupati Buka Pameran Pesona Bonsai Dayan Gunung

Pameran Pesona Bonsai Dayan Gunung yang dibuka Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu berharap melahirkan pembonsai yang makin memperindah daerah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Untuk menggali kreativitas dan inovasi dari  masyarakat pecinta Bonsai di Lombok, khususnya di Kabupaten Lombok Utara, Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) KLU menggelar Pameran dan Konteks Bonsai Lokal yang bertajuk ‘Pesona Bonsai Dayan Gunung’ yang berlangsung di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung (07/01/21).

Pameran Bonsai yang dibuka Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu ini, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PPBI KLU, Loteng, Lobar, Lotim, KSB yang dilakukan Ketua PPBI Pusat H. Erwin Lismar.

Bupti Djohn membuka pameran pesona bonsai

Pembukaan Pameran Pesona Bonsai

Bupati Djohan mengatakan, dalam pameran bonsai banyak karya-karya yang diciptakan yang indah dipandang mata.

BACA JUGA: Dunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Media Sosial

“Lewat kesempatan ini pula saya menyampaikan selamat mengemban amanah kepada pengurus PPBI yang baru saja dilantik oleh Ketua PPBI Pusat,” ucap bupati.

Dikatakan, pameran dan kontes bonsai ini akan melahirkan para pembonsai baru yang akan menambah keindahan daerah. Karya Bonsai yang indah, tidak semua orang yang bisa membuatnya, tapi banyak penggemarnya.

“Lewat kontes bonsai ini, doa kita supaya covid-19 juga harus berakhir ,” tuturnya.

Silaturrahmi sambil berkreasi

Ketua PPBI Pusat H. Erwin menyampaikan, lewat Pameran Bonsai tentu akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap masyarakat penggemar bonsai untuk mempererat silaturahmi sembari berkreasi.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi PPBI cabang di daerah lain untuk membuat pameran,”tuturnya

Lewat kegiatan pameran bonsai diharapkan banyak hal yang tercapai, seperti kerjasama dan dapat diwujudkan dalam program pameran dan kontes bersama guna mendukung program pemerintah di bidang pariwisata seni dan budaya.

“Dalam setiap acara yang diselenggarakan pameran bonsai saya menekankan kepada panitia, agar masyarakat dari semua golongan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengunjungi memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat terutama bagi para remaja,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasli SPd dalam laporannya menuturkan, kegiatan pameran dan konvensi diikuti oleh para penghias bonsai  yang ada di Pulau Lombok. Jumlah pohon yang dipamerkan sebanyak 400 pohon, terdiri dari dua kelas yaitu kelas prospek dengan jumlah 240 pohon dan kelas regional 160 pohon.

“Harapan besar kita pada Pemda beserta jajarannya yang telah memberikan support dan mendukung kegiatan ini, ke depan bisa menjadi agenda tahunan,” harapnya.

Kegiatan pameran pesona bonsai dayan gunung  dalam rangka mengakomodir kreativitas dan inovasi dari para pemuda yang ada di KLU dan Provinsi NTB pada umumnya.

“Semoga kreativitas dan inovasi dari para pemuda yang ada di KLU ini bisa kita akomodir dalam sebuah kegiatan pameran dan kontes bonsai,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikan pembukaannya Pesona Bonsai Dayan Gunung Tahun 2022, dilanjutkan dengan penancapan bendera pada bonsai terbaik oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD KLU, dan Pj Sekda yang disaksikan undangan lainnya.

Tampak hadir dalam pameran Bonsai, antara lain Ketua DPRD KLU Nasrudin SHi,Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua TP PKK KLU Hj.Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu,Pj. Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM,Kapolsek Tanjung,Kepala OPD serta undangan lainnya.

@ng

 




Dunia Penyiaran Ujung Tombak Revolusi Media Sosial

Kerja di dunia penyiaran tidak gampang, hanya orang yang mempunyai talenta khusus sehingga tidak semua orang mampu menjalani

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah  mengungkapkan, di era revolusi media sosial, dunia penyiaran merupakan ujung tombak dari segala perubahan.

gubbernur diskusi dengan wrtawan penyiaran

“Revolusi medi sosial yang terjadi menyebabkan adanya peningkatan harapan masyarakat terhadap kita, untuk terus berkontribusi dalam menyampaikan informasi dan teman-teman yang bekerja di dunia penyiaran akan menjadi ujung tombak itu semua,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Ia mengatakan itu dalam acara diskusi bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB, Kamis (06/01/22).

Menurut Bang Zul, kerja di penyiaran itu tidak gampang dan harus memiliki talenta khusus sehingga tidak semua orang mampu menjalani itu.

Ia mengingatkan, ke depa tantangan bisnis akan semakin banyak.

Kemajuan teknologi dan informasi di era digitalisasi dan revolusi industri menjadikan dunia penyiaran harus benar-benar siap dan pandai mencari peluang.

BACA JUGA: Penting Peran Psikolog Tangani Problematika Remaja NTB

“Kemajuan teknologi yang unstoppable menyebabkan dunia penyiaran harus mampu menemukan pasar dan cara bisnisnya sendiri. Karena kita tahu bahwa bisnis TV dan Radio itu susah. Jangan sampai karena kita terlalu asik dengan cara lama sehingga tidak tahu kalau zaman sudah berubah,” tegas Bang Zul.

Bang Zul mengapresiasi para wartawan yang telah berusaha maksimal dalam menjalankan tugasnya meskipun tidak mudah.

Acara tersebut diselenggarakan untuk melakukan diskusi dan sharing serta mencari solusi terkait berbagai permasalahan yang masih dihadapi para wartawan dalam menyampaikan informasi ke publik.

BACA JUGA: Insiden di Lotim, Pemprov NTB Jangan Lepas  Tangan

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB diwakili Sekretaris Dinas Kominfotik, Kepala TVRI Provinsi NTB, Ketua KPID Provinsi NTB serta wartawan lingkup Pemprov NTB.***

 




Penting Peran Psikolog Tangani Problematika Remaja di NTB

Psikolog berperan penting dalam penanganan problematika remaja, dan Pemprov NTB akan bekerjasama dengan psikolog mengungkap penyebab problem remaja

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sangat penting peran dan keterlibatan para psikolog untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh para remaja di NTB

Masalah narkoba, pernikahan anak, depresi dan berbagai masalah lainnya harus benar-benar ditangani dengan bai,k termasuk kolaborasi pemerintah dengan psikolog.

audensi dengann psikolog Sri Helmi

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menerima Audiensi Psikolog, Sri Helmi Hayati di ruang kerjanya, Kamis (06/01/22).

“Ini PR yang harus kita tangani bersama. Kita juga bisa bekerja sama dengan psikolog untuk menangani berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para remaja di NTB,” ungkap Wagub

Menurutnya, penanganan terhadap problematika remaja memang tidak cukup hanya dengan program pelatihan dan edukasi.

Keterlibatan para psikolog menjadi faktor penting yang bisa mengungkapkan penyebab dan pemicu problem remaja.

BACA JUGA: Insiden di Lotim, Pemprov NTB Jangan Lepas Tangan

Misalnya, kenapa banyak remaja yang terlibat dalam yang tidak inginkan, seperti narkoba, pergaulan bebas, pernikahan anak dapat diminimalisir sedini mungkin.

“Pemerintah provinsi akan lebih intens melalukan koordinasi dengan kabupaten kota terutama dalam kegiatan training of trainer bersama psikolog. Kemudian kabupaten kota akan melakukan skop nya di tingkat kecamatan dan seterusnya,” jelas Ummi Rohmi

Psikolog Sri Helmi Hayati yang juga penulis Buku “Problematika Remaja dan Program Revitalisasi Posyandu Keluarga” mengungkapkan, buku yang ditulisnya bisa dijadikan sebagai pedoman dalam memberikan edukasi kepada para remaja di NTB.

“Buku yang saya tulis ini berawal dari penelitian yang saya lakukan di setiap remaja sekolah. Hasilnya, ternyata banyak remaja-remaja siswa yang sudah pernah melakukan hubungan seks di usia yang sangat muda,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, berdasarkan penelitian itu, dari sekian banyak remaja yang memiliki problematika itu mengalami depresi yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

Apalagi ketika dirinya memberikan pelatihan kesehatan reproduksi di beberapa sekolah, banyak juga remaja yang sudah mengaku melakukan hal yang serupa.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Tidak Berbahaya Bagi Ibu Hamil

“Oleh karenanya, dengan adanya buku ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama guru dalam mengedukasi terkait problem yang dihadapi oleh remaja,” jelasnya.

Ia berharap, kepada pemerintah selain melakukan edukasi di setiap sekolah di NTB juga harus ada kerja sama dengan para Psikolog untuk menangani masalah-masalah tersebut dari hulu hingga hilir para remaja. ***

 




Insiden di Lotim, Pemprov NTB Jangan Lepas Tangan

Merebaknya gejolak sosial yang dipicu insiden ceramah agama salah seorang ustadz di Lotim, penyelesaiannya tak bisa sepenuhya diserahkan ke Pemkab Lotim

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gejolak sosial di Lombok Timur (Lotim) merembet ke kabupaten lain, Pemprov NTB diingatkan jangan lepas tangan.

Eskalasi gejolak sosial yang terus merebak di Lotim itu dipicu beredarnya video ceramah agama Ustadz Qudsiyah yang diduga mengandung ujaran kebencian terkait makam ulama.

Insiden di Lotim, Pemprov harus menyiapkan solusinya
H Rachmat Hidayat

Anggota Komisi VIII DPR RI H Rachmat Hidayat mengatakan, menyerahkan penyelesaian gejolak sosial itu sepenuhya ke Pemkab Lombok Timur sudah tidak tepat.

Sebab eskalasi gejolak sosial sudah merembet ke kabupaten/kota lain di Pulau Lombok.

“Gejolak sosial yang terjadi sudah lintas kabupaten/kota. Kita ingin agar Pemprov NTB hadir untuk turut mengambil peran menyiapkan solusi menyelesaikan permasalahan,” kata H Rachmat Hidayat, Kamis (06/01/22).

Rachmat merujuk pada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Pemerintah Provinsi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Pusat, memiliki tanggung jawab mengatasi permasalahan yang eskalasinya sudah lintas kabupaten/kota.

“Pemprov NTB harus segera turun tangan menangani. Bukan hanya di Lombok Timur. Sekarang eskalasinya sudah ke Lombok Tengah. Aksi-aksi unjuk rasa bahkan terjadi di Kota Mataram,” katanya.

BACA JUGA: Pimpinan OPD Provinsi, Fokus Sukseskan Event di Mandalika

Rachmat sendiri sepanjang hari kemarin (Rabu, 05/01) ada di Lotim turun langsung menenangkan masyarakat.

Masyarakat diminta memercayakan sepenuhnya penanganan insiden ceramah salah seorang ustadz itu pada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Menurut Rachmat, penyelesaiannya harus komprehensif dan tuntas, jangan sampai persoalan ini menjadi semacam “bara dalam sekam”, yang bisa memicu insiden serupa di kemudian hari.

Menyerahkan penyelesaian persoalan sepenuhnya kepada Pemkab Lombok Timur maupun kepada aparat keamanan dalam hal ini Polda NTB, juga tidak tepat.

“Pemprov NTB harus berada di garda terdepan. Mengharapkan penyelesaian persoalan dengan pendekatan keamanan akan sama saja menghadap-hadapkan aparat kepolisian dan TNI dengan rakyat,” imbuhnya.

Seharusnya aparat keamanan yakni kepolisian dan TNI hanya mem-back up Pemerintah Daerah.

Bila penyelesaiannya berlarut-larut, akan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar NTB.

BACA JUGA: Bupati Serahkan Buku Tabungan RTG di Kecamatan Tanjung

Rachmat mengingatkan, dalam hitungan bulan NTB akan menjadi tuan rumah event balap motor paling akbar di dunia yakni MotoGP.

Tes pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika akan digelar pada 11-13 Februari. Seluruh pembalap MotoGP akan hadir pada latihan resmi tersebut. Kemudian race utama akan digelar sebulan setelahnya, tepatnya pada 20 Maret.

NTB juga masih akan menjadi tuan rumah event-event internasional yang lain. Misalnya ajang balap motorcross paling bergengsi di dunia yakni MXGP. Event ini diagendakan digelar tengah tahun ini.

Di akhir tahun, akan ada event World Superbike, ajang balap motor internasional yang dipastikan akan mengarahkan perhatian seluruh dunia ke NTB.

Rachmat mengingatkan, event-event internasional yang diback-up penuh oleh Pemerintah Pusat tersebut tak boleh gagal, hanya dengan stigma bahwa NTB adalah daerah yang tidak kondusif.

Itu sebabnya, Pemprov NTB diminta tak menyia-nyiakan momentum untuk menyelesaikan gejolak sosial  secepatnya.

Rachmat mendapat informasi, jika tak ada aral melintang, pekan depan, Presiden Joko Widodo akan berkunjung dan melihat langsung kesiapan NTB sebagai tuan rumah MotoGP.

Tentu menjadi komitmen semua pihak di Bumi Gora, untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

“Jangan sampai masalah ini melebar kemana-mana. NTB ini milik kita semua. Karena itu, NTB ini kita jaga bersama-sama,” imbuhnya.***

Me