Rekor Aksi Donor Darah Terbesar di NTB, Dilakukan INTI NTB

 Aksi kemanusiaan donor darah yang dilakukan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB mencatat rekor sebagai aksi terbesar sejak 2019

MATARAM.lombokjournal.com ~ Aksi kemanusiaan Donor Darah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB hari Sabtu (15/01/22) di Epicentrum Mall Mataram yang berhasil menghimpun 574 kantong darah, merupakan  rekor terbanyak di NTB. 

Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Lobar, dokter Ratna menegaskan catatan rekor donor itu di Sekretariat INTI NTB, Jum’at (21/01/22).

‘’Selama dua tahun terakhir ini yang terbesar,’’ ujar Ratna didampingi stafnya, Hasyim dan Andre.. 

UDD PMI Lobar, kata Ratna, mengucaapkan terima kasih atas aksi kemanusiaan donor darah ini. 

‘’Tidak pernah ada donor darah seperti yang dilaksanakan INTI,’’ bebernya. 

BACA JUGA: Pemerintah Siap Sukseskan World Halal Tourism Summit NTB

Ratna mengakui, donor darah INTI NTB ini sangat membludak pesertanya, yang mendaftar sekitar seribuan. 

Bahkan ada yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan, ada pula yang pulang karena kelelahan menunggu. 

Ke depan, kalau INTI NTB menggelar donor darah lagi ada beberapa catatan dan evaluasi yang perlu diperbaiki. 

Koordinator Acara sekaligus MC top, Ari Po memberikan masukan kaitan dengan pelaksanaan yang perlu diperbaiki. 

Demikian juga Ko Budi yang aktif di lapangan memberi saran agar pelaksanaan donor darah lebih bagus lagi. 

Ketua Perhimpunan INTI NTB, Alwan S Theo menyatakan pelaksanaan aksi kemanusiaan Donor darah ini perlu ditingkatkan karena masih banyak yang butuh darah. 

Sehingga kebutuhan darah masyarakat bisa teratasi dengan adanya donor darah. ‘’Kerjasama dengan PMI perlu kita tingkatkan, itu saja pesan saya,’’ katanya singkat dibarengi tepuk tangan semua peserta. 

Dengan donor darah INTI NTB yang mencapai 574 kantong, dokter Ratna menyatakan ini bisa mencukupi untuk cadangan darah setahun. 

‘’Terima kasih banyak INTI NTB,’’ tandasnya. 

BACA JUGA:  UMKM Lokal Harus Difasilitasi Jual Produknya di Event MotoGP 

Sekjen INTI, Candra Jap yang datang khusus dari Jakarta di acara Penyerahan Piagam oleh UDD PMI Lobar mengatakan apa yang dilaksanakan INTI NTB ini surprise awal tahun yang akan dilaporkan ke Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto dan pengurus lainnya. ‘

’Hebatnya INTI NTB ini karena kerja gotong royong,’’ katanya tampak bangga. 

Dengan semangat gotong royong yang guyub dari INTI NTB, semua terasa ringan. 

‘’Nah, kalau bisa dilaksanakan di Epicentrum dengan ruangan besar, ini adalah rahasia dari INTI NTB, dan Pak Ketua INTI NTB,’’ katanya disambut aplaus tepuk tangan. 

Ketua Harian INTI, S Widjanarko menyatakan aksi kemanusiaan Donor Darah INTI 15 Januari 2022 adalah yang keempat. 

‘’Sejak pelantikan Perhimpunan INTI NTB ini donor darah keempat, dan kita selalu ramai karena dukungan semua pihak, kami ucapkan terima kasih banyak kepada pendonor, sponsorship, PMI, semua panitia dan manajemen Epicentrum yang telah mendukung kegiatan kami,’’ ujar Widjanarko.

Ketua Panitia, Rudi Hidayat senang kalau ada organisasi lain bisa pecahkan rekor aksi kemanusiaan ini.

 Atau INTI NTB yang mecahkan rekor lagi untuk aksi kemanusiaan donor darah terbesar di masa yang akan datang. (*) 

 

 

 




Audiensi PERDATIN NTB, Wagub Minta Tingkatkan Kompetensi

Wagub berharap dokter yang berhimpun dalam PERDATIN NTB selalu mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetens, agar tak tertinggal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) NTB diharapkan  mengupdate Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan meningkatkan kompetensinya.

Wagub bersama dokter yang berhimpun dalam Perdatin NTB

“Karena ilmu dan teknologi kedokteran,terus berkembang setiap saat,” pesan Ummi Rohmi sapaan Wagub, saat silaturahmi dan audiens dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) NTB, Jum’at (21/01/22) di Aula Pendopo Wagub.

Menurut Ummi Rohmi, kalau tidak terus mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetensi, maka SDM di bidang ilmu kesehatan akan tertinggal dengan perkembangan Iptek dan IT yang pesat.

Mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetensi itu bisa bisa melalui seminar, workshop, sarasehan dan media edukasi lain. 

Hanya dengan cara itu, maka pusat layanan kesehatan dapat memberikan kemudahan dalam penanganan kesehatan di NTB.

Disampaikan Wagub, RSUP Provinsi juga telah memiliki berbagai fasilitas kesehatan dibidang kedokteran yang canggih. Termasuk SDM dibidang kedokteran juga sudah mumpuni.

“Kita tidak perlu berobat jauh keluar daerah, karena memang fasilitas dan teknologi kedokteran kita sudah lengkap,” katanya.

Hal itu perlu secara masif disosialisasikan kepada publik. Bahkan ikhtiar ke depan, RSUP dapat menjadi pusat layanan kesehatan di Indonesia bagian timur.

BACA JUGA: Pemerintah Siap Sukseskan World Tourism Summit NTB 

“Semoga kedepan Perdatin lebih maju, lebih bermanfaat utk masyarakat dan lebih baik lagi,”tutup mantan ketua DPRD Lombok Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua Perdatin NTB, dr. Suryadi, meminta agar Wagub mendukung dan mensuport kegiatan dan program para dokter spesial ini.

“Seperti seminar melalui webinar dan kegiatan lain,” kata Suryadi.

Disampaikannya, Perdatin awalnya tergabung dengan Persatuan Dokter Ahli, namun, Juni tahun lalu telah dibentuk secara terpisah.

“Di NTB jumlah anggotanya sangat sedikit. Hanya ada 23 dokter se-NTB,” ujar dokter Suryadi.

Mengingat keberadaan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, dapat mendukung dokter bedah dan operasi di rumah sakit Kabupaten/Kota.

BACA JUGA : Pelantikan Kades di KLU, Bupati Kades Harus Kreatif

Dokter spesialis Anestesi masih kurang 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengaku, dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, masih sangat kurang di NTB.

Secara keseluruhan ada 426 dokter spesialis di NTB. Sedangkan kalau Dokter Spesialis Anestesi hanya ada 23 orang se-NTB.

“Tersebar di 10 Kabupaten/Kota dan Provinsi,” kata mantan Dirut RSUP NTB.

Distribusi dan penyebarannya juga belum merata. Ada 2 Kabupaten yang belum memikili dokter ppesialis Anestesi, yaitu Kabupaten Dompu dan KSB.

Menurut dokter Fikri, untuk mengantisipasi hal tersebut harus ada permintaan dari daerah. Termasuk daerah harus berani menginvestasikan SDM, untuk menempuh pendidikan dokter spesialis ini.

“Termasuk kedepan kami akan distribusikan. Baik yang kontrak, P3K atau PNS. Pernah di usulkan formasinya tapi tidak ada yang ikut,”ujar dokter Fikri.

Selain itu ia juga mengatakan RSUP harus terus maju dan berkembang. Bahkan RSUP didorong untuk menjadi RS pendidikan. Jadi yang ingin menempuh pendidikan specialis bedah dan beberapa special lainnya, dapat ikut di RSUP.

“Kami juga terus beriktiar membangun RSUPagar dapat naik kelas ke tipe A, karena segala fasilitas dan SDM sudah memenuhi. Salahsatunya kita memiliki teknologi menangani ibu melahirkan tanpa rasa sakit,” kata Kadikes NTB.***

 

 




Pemerintah Siap Sukseskan World Halal Tourism Summit NTB

Pemerintah Provinsi NTB terus menggaungkan dan mematangkan konsep wisata halal jelang perhelatan World Halal Tourism Summit (WHTS) bulan November

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam perhelatan World Halal Tourism Summit (WHTS) 2022 di Lombok, NTB, bulan November mendatang, .Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB siap mendukung dan mensukseskan penyelenggaraannya.

Pemerintah Provinsi siap sukseskan pertemuan wisata halal di Lombok
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB,  H. Zulkieflimansyah menegaskannya saat menerima audiensi Dewan Pimpinan MUI terkait rencana Konferensi Wisata Halal Dunia, di ruang kerjanya, Jumat (21/01/22).

“Pemerintah akan terus menggaungkan dan mematangkan konsep wisata halal di NTB, mengingat NTB sebagai salah satu daerah yang concern akan hal itu,” ungkapnya. 

Bang Zul sapaan akrab gubernur menjelaskan, penerapan konsep wisata halal di NTB bertujuan untuk memudahkan layanan bagi wisatawan muslim saat berlibur di Lombok tanpa membatasi pergerakan wisata konvensional yang telah ada.

Dengan kata lain, pemerintah tidak mewajibkan wisatawan-wisatawan yang datang ke Lombok untuk makan dan menginap di tempat-tempat tertentu. Hal itu tetap menjadi hak para wisatawan. 

BACA JUGA: UMKM Lokal Harus Difasilitasi Jual Produknya di Event MotoGP 

“Karena mayoritas di NTB muslim, jadi konsep wisata halal ini tentunya akan memudahkan para wisatawan muslim, mulai dari makanan, tempat ibadah, hotel dan lain-lain, tapi juga tidak akan mematikan konsep wisata konvensional kita,” jelas Bang Zul.

Pemerintah Provinsi NTB kian fokus dalam memperkuat penerapan konsep wisata halal guna mempersiapkan World Halal Tourism Summit pada bulan November 2022 mendatang. 

Sebagai informasi, pada tahun 2015 lalu, NTB berhasil meraih penghargaan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam acara Wor ld Halal Travel Award 2015.

BACA JUGA: Gubernur Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

adir mendampingi Gubernur NTB pada audiensi tersebut, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesra Provinsi NTB.***

 

 

 




UMKM Lokal Harus Difasilitasi Jual Produknya di Event MotoGP

 BUMD, BUMN & Swasta diminta fasilitasi UMKM lokal agar mampu bepatisipasi menjual produknya saat event MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta swasta, diminta berpartisipasi membantu dan menfasilitasi UMKM lokal NTB, agar mampu menjual hasil produknya dalam pelaksanaan Internasional Event MotoGP Tahun 2022.

Sekretaris Daerah (Sekd  NTB, H. Lalu Gita Ariadi mengatakan itu saat rapat terkait keterlibatan UMKM untuk berpartisipasi mempromosikan hasil karya serta produk unggulan Provinsi NTB pada event MotoGP di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur  Jum’at (21/01/22) 

BUMD, BUMN dan swasta saat rapatterkait fasilitasi UMKM Lokal

“Difasilitasi sarana dan prasarannya, agar mudah menjual produknya,” tegas Sekda.

Dengan demikian pelaku UMKM se-NTB yang akan berpartisipasi di ajang MotoGP, tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh tempat atau stand, tenda, meja dan lainnya.

Peran BUMD, BUMN dan pihak swasta, akan bertanggungjawab memfasilitasi  UMKM yang telah dibagi beberapa titik.

Tidak hanya itu, UMKM juga harus diedukasi agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas karya maupun produknya. 

Karena bukan hanya angka pengunjung yang ditarget, namun nilai ekonominya juga harus dirasakan masyarakat.

Harapan Sekda, produk yang akan dipasarkan harus produk terbaik. Baik itu produk dari UMKM kuliner, fashion, kerajinan, industri otomotif, tenun dan lainnya.

“Sedangkan saya menekankan agar produk kuliner harus diperhatikan kesehatan dan kebersihannya,” kata Sekda. 

BACA JUGA :  Pemerintah Siap Sukseskan World Halal Tourism Summit NTB

UMKM dari Pulau Sumbawa juga harus diberi ruang dan dimobilisasi untuk dapat hadir di sirkuit mandalika. 

Mengingat angka pengunjung yang akan menonton MotoGP sebanyak 100.000 seat. Lebih banyak dari penonton WSBK yang hanya 25.000 penonton.

Sekda mengingatkan, agar mempersiapkan dengan baik keberadaan UMKM ini. Selain di Mandalika, di tempat-tempat publik baik di seluruh Lombok Tengah, Lotim, Lobar, KLU, dan Mataram, harus ada usaha-usaha kuliner masyarakat yang siap menjajal produknya.

“UMKM dan usaha masyarakat lain harus banyak, baik di kawasan Mandalika hingga se Lombok, sebab orang ingin juga menikmati keindahan alam kita,” jelas Sekda.

Selain hotel, homestay huntara, rumah penduduk, namun fasilitas pemerintah, sekolah bahkan masjid juga harus mulai dibenahi dan ditata, karena usaha masyarakat maupun UMKM juga dapat menjajal produknya di lokasi alternatif tersebut,” tutur Miq Gite.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, diharapkan BUMD dan BUMN dapat memaksimalkan peran UMKM, termasuk binaannya.

“Ada 103.284 UMKM/September 2021, bahkan jumlahnya akan bertambah bila masuk laporan update dari Kabupaten/kota se-NTB,” kata Mashuri

BACA JUGA: Audensi PERDATIN NTB, Wagub: Harus Tingkatkan Kompetensi

Sedangkan yang terlibat pada event WSBK 2021 tahun lalu, hanya 330 UMKM dan ratusan UMKM. Rencana pada MotoGP telah dibagi beberapa titik lokasi UMKM.  Di ITDC 5 titik, parkir Barat 1 titik, dan 3 titik Sirkuit.

Sebanyak 70-80 persen adalah UMKM yang bergerak pada sektor kuliner.  Sedangkan 20-30 persen UMKM lainnnya..

Rencana penyebaran spot UMKM, langsung bersama BUMD dan BUMN yang mensponsorinya, berada di 12 titik dengan melibatkan 1. 023 UMKM. 

“Misalnya di parkir Timur, ada 30 UMKM food n drink, disponsori PT. Aman Mineral, BRI dan PNM, yang menfasilitasi tenda ber AC, meja, kursi, flooring dan instalasi listrik,” terang Kadiskop.

Hadir pada rapat tersebut Asisten 2 Setda, Dinas Perindustrian, Dinas Pedagangan, Dinas Pariwisata Prov. NTB, OJK, BI, ITDC, perbankan, Telkom, PLN, GNE,  dan seluruh BUMD, BUMN dan perusahaan swasta se-NTB. ***

 

 




Mahasiswa KKN Unram, Adakan Penyuluhan Stunting di Loteng

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Unram mengadakan penyuluhan stunting dan pemberian makanan tambahan gandeng DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram mengajak masyarakat Desa Beber, Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah ikut andil dalam kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT), Kamis (20/01/22)

Kegiatan ini untuk memberi pemahaman masyarakat dalam mencegah stunting pada anak di Desa Beber.

Mahasiswa KKN unrm melakukan penyuluhan stunting dan pmberian makanan tambahan
Penyuluhan stunting

Penyuluhan ini mendorong masyarakat di Desa Beber melawan dan memberikan pemahaman tentang stunting kepada masyarakat. 

Dengan demikian masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuan seputar stunting, sekaligus memanfaatkan hasil tani, daun kelor dan penciptaan lingkungan yang bersih. 

“Agar masyarakat mudah mencegah stunting pada anak,” ungkap Ketua Kelompok KKN-Tematik Desa Beber, Afran, Kamis (20/01/22).

Afran berharap, masyarakat Desa Beber dapat mengatasi masalah stunting dan memutuskan rantai penyebarannya di Desa Beber dengan mandiri, dalam kurun waktu yang lama. 

“Dan ke depan generasi Desa Beber menjadi anak-anak yang berkualitas dan melanjutkan estapet kepemimpinan dan berguna bagi nusa dan bangsa,”.lanjut Afran,

BACA JUGA: Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Penyuluhan stunting dan Pembagian Makanan Tambahan (PMT) ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertema ‘Stunting’ di Desa Beber kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pencegahan stunting

Kegiatan mahasiswa KKN Tematik itu menggandeng narasumber dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah, H. Dim Junaidin, SK.,MM.

Dim Junaidin menjelaskan beberapa point penting pencegahan stunting pada anak, yang harus dimulai sejak calon pengantin, ibu hamil dan sampai pada anak dikategorikan stunting.

Menurutnya, penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dibuat oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Beber sangat bagus.

Karena tujuannya membantu mencegah, dan mengatasi permasalahan stunting di Desa Beber. Pencegahan stunting juga menjadi program kerja dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

“Dan kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) ini,” katanya.

Ia menjelaskaN, pencegahan stunting menjadi program kerja unggulan dari Pemerintah Pusat. 

“Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting,” tegasnya.

BACAJUGA: Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Enterpreneur

Dikatakan Junaidin, salah satu cara atau pencegahan stunting adalah memperhatikan asupan gizi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) pada balita sejak mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 24 bulan, pengASIHan dan pengASAHan pada balita dengan teratur. 

Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa Beber sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Beber tersebut..

Kepala Desa Bapak Ersan Julianto sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa KKN bertemakan stunting. 

Menurutnya, hal itu membantu mencegah masalah stunting yang juga menjadi salah satu program kerja di Desa Beber. Dan ia mengajak masyarakat agar memperhatikan dengan baik materi selama kegiatan penyuluhan berlangsung, agar masyarakat bisa mandiri dalam melawan stunting.

“Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting oleh Kelompok KKN-Tematik Universitas Mataram ini, memberikan manfaat yang baik terhadap masyarakat guna melawan stunting hingga waktu yang lama,”.ungkap Ersan Julianto, Kepala Desa Beber.***.

 




Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Gubernur Zukiefimansyah bersemangat mendukung IDI Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI 2024 yang akan membawa dampak positif bagi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB siap membantu Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kota Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. 

Terlebih lagi Muktamar IDI ini merupakan event skala Nasional yang akan membawa dampak positif bagi NTB nantinya.

IDI Mataram bersilaturrahmi dengan Gubernur Zul

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengaku bersemangat dan bahagia dengan keinginan para dokter yang menginginkan Kota Mataram menjadi tuan rumah terselenggaranya Muktamar IDI pada tahun 2024. 

“Apalagi hal ini merupakan event nasioanal, tentunya akan berdampak positif bagi Kota Mataram dan tentunya NTB.” ungkapnya saat menerima silaturahim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Mataram di Pendopo Gubernur, Kamis (20/01/22).

Gubernur  Zul akan mendukung segala bentuk tindakan demi terwujudnya Muktamar IDI tahun 2024 yang akan terlaksana di Kota Mataram.

“Tiada alasan bagi kami selain mensuport sepenuhnya upaya dari teman-teman IDI Kota Mataram ini agar Muktamar IDI terlaksana di Mataram. NTB memiliki banyak tempat yang indah dan kuliner yang tidak kalah enak dengan daerah lain. Jadi saya kira cukup menarik membincangkan banyak persoalan strategis dunia kedokteran di NTB ini,” katanya. 

BACA JUGA: Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

Gubernur dukung IDI Mataram

Muktamar IDI merupakan musyawarah nasional dokter Indonesia yang diadakan tiga tahun sekali, untuk menetapkan pedoman pokok tatalaksana organisasi dan kebijakan strategis nasional. 

Kgiatan tersebut bakal dihadiri seluruh cabang  IDI se-Indonesia.

Ketua IDI Kota Mataram dr. Akhada Maulana, Sp.U berterimakasih kepada Gubernur NTB, yang bersemangat dalam mendukung keinginan IDI Mataram untuk menyelenggarakan Muktamar di Kota Mataram.

BACA JUGA: Pelantikan Kades di KLU, Bupati: Kades Harus Kreatif

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pak Gubernur, Insyaallah kami seluruh pengurus IDI Kota Mataram akan mempersiapkan semuanya demi terlaksananya Muktamar IDI di Kota Mataram,” kata Akhada.***

 

 




Pelantikan Kades di KLU, Bupati: Kades Harus Kreatif

Bupati Djohan melantik Kepala Desa hasil Pilkades sebanyak 3 orang, sedang 1 orang hasil Pilkades sistem PAW dengan sisa masa jabatan kurang lebih satu setengah tahun

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH melantik Kepala Desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan Pemilihan Pergantian Antar Waktu (PAW) 2021, berlangsung di Aula Segara Anak RSUD KLU, Kamis (20/01/22).

Kades bersama bupati dan wakil bupato
Kades yang dilantik

Adapun kepala desa yang dilantik hasil Pilkades serentak sebanyak 13 orang di antaranya Lalu Sapta (Kepala Desa Menggala), Sutiadi (Kepala Desa Sokong), Sutarjo (Kepala Desa Sama Guna), Judin, SH (Kepala Desa Selelos), Ramdan (Kepala Desa Segara Katon), Muliadi (Kepala Desa Rempek Darussalam), Edy Kartono, SE (Kepala Desa Kayangan), M. Abu Agus Salim Tohiruddin (Kepala Desa Pendua), Hermanto (Kepala Desa Santong Mulia), Airman S.Pd (Kepala Desa Pansor), Junaikin, S.Sos (Kepala Desa Gunjan Asri), Megawadi (Kepala Desa Andalan), dan Rismana (Kepala Desa Batu Rakit). 

Sementara Sajudin, S.Sos (Kepala Desa Sambik Bangkol) adalah hasil Pilkades sistem PAW dengan sisa masa jabatan kurang lebih satu setengah tahun.

Pelantikan para Kepala Desa oleh bupati dirangkaikan dengan pengukuhan serta penyematan tanda jabatan Ketua TPPKK Desa oleh Ketua TPPKK KLU Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu.

BACA JUGA: Gubernur Zul: Industriaisasi NTB Sejalan Dengan Prinsip Ekonomi Islam

Usai seremonial pelantikan Bupati Djohan menyampaikan, pada 21 Desember tahun 2021, telah dilaksanakan pesta demokrasi desa secara serentak di 13 desa dan 1 (satu) desa dengan sistem pemilihan PAW.

“Alhamdulillah, pemilihan kepala desa ini dapat terlaksana dengan lancar, aman, tertib, kondusif, dan demokratis,” tutur Bupati Djohan.

Dikatakan, kelembagaan masyarakat desa haruslah diupayakan dengan maksimal untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, melalui kebijakan, program, dan kegiatan sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.

“Prosesnya perlu dilakukan secara terkoordinasi, terintegrasi, inklusif, dan berkesinambungan, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan desa,” pinta Bupati.

BACA JUGA: Wabup Danny Serah Terimakan Tempat Pengolahan Sampah

Dipaparkan pula, dalam konteks penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kepala Desa mesti mampu menstimulasi tumbuh dan berkembangnya partisipasi dan peran masyarakat dalam siklus pemerintahan, pembangunan, pembinaan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik secara terbuka dan berkeadilan.

“Terpilihnya saudara sebagai Kepala Desa adalah cermin dari besarnya harapan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Desa di tempat saudara memimpin,” pesannya.

Untuk menjalankan nakhoda kepemimpinan desa, kepala desa dituntut lebih visioner, kreatif dan inovatif. Sebab Kepala Desa memiliki kewenangan mengatur kehidupan masyarakat dituangkan dalam peraturan desa.

Diharapkan, Kepala Desa Dharus harus lebih kreatif mewujudkan harapan masyarakat dengan tidak semata-mata mengandalkan bantuan pemerintah, melainkan mampu menggali pelbagai potensi aset-aset desa.

“Kami harapkan kepala desa yang dilantik mesti senantiasa memperhatikan beberapa hal dalam menunjang pelaksanaan fungsi dan tugas penyelenggaraan pemerintahan desa,” harap bupati.

Usai Bupati melantik Kades Giliran TP PKK Desa
Pengukuhan TP PKK Desa

 Pada kesempatan yang sama, dikukuhkan penetapan Ketua TP PKK Desa yang baru.

“Harapan kami ketua TP PKK Desa dapat berperan aktif mendukung kinerja kades nantinya,” harapnya.

Menurut bupati, hal itu dapat terwujud jika dilandasi oleh sinergi serasi TPPKK Kecamatan dan Kabupaten, mendorong peningkatan peran gender, terutama memprioritaskan program-program pemberdayaan perempuan

“Terakhir saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam ajang Pilkades 2021. Hal ini bermakna kesuksesan bagi seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara,” tutup bupati.

Hadir dalam acara pelantikan itu  antara lain Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST, M.Eng., Anggota Forkopimda KLU, Ketua TPPKK KLU. Selain itu hadir dari kalangan organissi wanita, yaitu Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu, Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter Febrianto, Ketua DWP Baiq Hurniwati S.Pd, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Kepala OPD, Camat se-KLU serta para undangan.***

 

 




Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Entrepreneur

Wagub Sitti Rohmi yang akrab disapa Ummi Rohmi ajak kader Himmah NWDI bisa bertahan hadapi perkembangan zaman

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sit Rohmi Djalillah mengajak para kader Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (Himmah NWDI) untuk menjadi entrepreneur.

Karena seorang entrepreneur dapat membentuk karakter dan bisa bertahan untuk menghadapi perkembangan zaman. 

Wagub ajak kader HIMMA NWDI jadi wirausaha
Wagub Hj. Sitti Rohmi Jalillah

“Saya pengen melihat para kader Himmah NWDI jadi entrepreneur yang bisa berwirausaha. Menjadi wirausaha mengajarkan kita memiliki usaha lebih, mau berjuang dan terus belajar” tutur Ummi Rohmi.

Itu dikatakan wagub saat menerima audiensi Kader Himmah NWDI Kota Mataram di Ruang Kerja Wagub NTB, Kamis (20/01/22).

Selain itu, Ummi Rohmi juga mengatakan pada para kader Himmah, agar menjadi rujukan bagi mahasiswa lainnya, karena berbagai program yang akan diusung harus memiliki prinsip dan berkah.

“Segala hal yang kita lakukan harus dengan niat yang benar, semua konteksnya ibadah,” tutur Ummi Rohmi.

Ia juga menceritakan pengalaman masa kecil yang sederhana namun bermakna, mulai dari pakaian hingga jilbab yang dikenakan. 

BACA JUGA: Gubernur Zul Industrialisasi NB Sejalan dengan Prinsip Ekonomi Islam

“Saya dididik dari kecil, segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini yang kita cari adalah barokahnya,” ucap Ummi Rohmi

Sementara itu, Ketua Himmah NWDI Kota Mataram, Sihabuddin Billati Waddin mengungkapkan, kehadiran Himmah NWDI Kota Mataram untuk dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Wagub: SDM Penggerak Utama Tercapainya NTB Gemilang

“Kami ingin berkontribusi, berkolaborasi dengan Pemprov NTB seperti halnya program zero waste yang biasanya kami lakukan bersama dengan teman-teman menanam pohon dan pembentukan bank sampah,” tuturnya.***

 




Gubernur Zul: Industrialisasi NTB Sejalan Prinsip Ekonomi Islam

Industrialisasi NTB dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang memperoleh manfaat, sejaan dengan prinsip ekonomi Islam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Di NTB, industrialisasi adalah kesadaran tidak menjual bahan mentah, tapi mengolah bahan mentah menjadi komoditas lokal.

Sehingga dalam prosesnya makin banyak orang yang mendapatkan  manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri. 

Gubernur Zul dan Gubernur Jatim bicara industrialisasi

Hal ini sejalan dengan prinsip ekononi Islam. 

Gubernur NTB mengatakan itu saat memberikan sambutan pada kuliah umum Gubernur Jawa Timur, Dr Hj. Khofiffah Indar Parawansa tentang ekonomi Islam di depan civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB di Hotel Primepark, Mataram, Rabu (19/01/22). 

“Dengan sentuhan teknologi, harus makin banyak bahan mentah yang ditemukan dan diolah menjadi produk baru sebagai nilai tambah,” jelas gubernur. 

Dikatakan Bang Zul, Islam menurut pakar, siklus perputarannya seperti lingkaran yang dapat dimulai dari arah mana saja. 

BACA JUGA: Wagub Minta APWI NTB Fokus pada Sinergi, Inovasi dan TI

Tidak seperti teori ekonomi konvensional yang persamaannya bersifat linear. Dalam ekonomi Islam, memungkinkan setiap orang memiliki kesempatan yang adil untuk sejahtera bersama. 

Sementara itu, Gubernur Khofifah yang juga Ketua PB NU ini menjelaskan, program program ekonomi Islam yang sedang dikerjakannya di antaranya, industri berbasis pesantren dengan one pesantren one product, sistem informasi produk halal dan ekonomi berbasis masjid dengan program zakat produktif. 

“Saya meyakini epicentrum Islam akan berangkat dari Indonesia. Bukan karena jumlah penduduk Muslim yang besar tapi infrastruktur ekonomi Islam ada sejak lama,” kata Khofifah. 

Pemprov Jatim sedang membangun Indonesian Islamic Park di Madura yang menyimpan koleksi sejarah Islam dan manuskrip pengetahuan tentang Islam. 

BACA JUGA: Wagub:SDM Penggerak Utama Tercapainya NTB Gemilang 

“NTB dan Jatim juga bekerjasama menghidupkan UMKM dengan menawarkan Kawasan Industri Halal di Sidoarjo yang akan segera dibangun di NTB,” jelasnya. 

Peserta kuliah umum dihadiri pula oleh pengurus NU se kabupaten/ kota se NTB, Pimpinan Pondok Pesantren dan Nahdliyin.***

 

 




Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

Dalam menghadapi bayi bermasalah kini Pemprov NTB-UNICEF bekerjasama melakukan inovasi pemantauann kesehatan bayi baru lahir

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kurangnya pengetahuan memadai masyarakat tentang tindakan atau perlakuan khusus pasca melahirkan, menimbulkan kelahiran bayi bermasalah  

Nah, menghadapi masalah bayi, kini Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan UNICEF meluncurkan inovasi sistem pemantauan kesehatan bayi lahir.

Bunda Niken

Membahas Inovasi pemantauan bayi bau lahir

Selain buku KIA (Kesehatan Ibu dan Aanak) yang sudah dikenal masyarakat, sekarang dilengkapi formulir pendataan dan langkah langkah pemantauan yang lebih sistematis, dalam bentuk tabel perkembangan dan masalah yang dihadapi.

BACA JUGA: Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Entrepreneur

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Zulkieflimansyah berharap inovasi pemantauan kesehatan bayi  baru lahir ini dapat diketahui oleh masyarakat melalui kerja kolaboratif.

“Di satu sisi, fasilitas kesehatan terutama di pelosok masih terbatas tapi di sisi lain, perilaku masyarakat tentang kurangnya pengetahuan bisa diintervensi melalui Dasawisma PKK dan lembaga lain,”,ujar Bunda Niken di Hotel Aston dalam kegiatan Sosialisasi Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi, Kamis (20/01/22).

Kepala Dinas Kesehatan, dr Hamzi Fikri mengatakan, angka kematian bayi 0 sampai 11 bulan dari 1000 kelahiran di NTB terus menurun sejak 2007 (57 persen) namun belum mencapai target SDGs 23 persen.

“Penyebab terbesar karena berat badan kurang dan aneksia atau kekurangan oksigen. Dan  intervensi sebenarnya sudah dilakukan sejak remaja. Tinggal konsistensi pelaksanaannya,” jelas Fikri.

 Sistem pemantauan selama 30 hari pertama ini detail mencatat perkembangan bayi dan telah diujicobakan di Lobar,  Lotim dan delapan provinsi lain.

Sementara perwakilan UNICEF, Yudistira Yewangoe mengatakan, kemampuan dan pengetahuan pemantauan ini sangat penting di tengah pandemi.

BACA JUGA: Gubernur: Industrialisasi NTB Sejalan Dengan Prinsip Ekonomi Islam

“Karena dalam prosesnya juga dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi.

“Harapannya, NTB bisa melakukan praktik baik terkait sistem pemantauan ini,” kata Yudistira.

Hadir dalam sosialisasi, kader Posyandu se kabupaten/ kota, Puskesmas se NTB dan kader organisasi Pita Putih Indonesia.***