Jelang MotoGP, Publikasi Budaya dan Potensi Wisata Harus Masif

Ini pesan Wagub NTB, agar KPID dan LPP masif publikasikan budaya dan potensi wisata NTB jelang MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang perhelatan MotoGP Maret mendatang, Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) diminta secara masif mempublikasikan budaya dan potensi pariwisata di Provinsi NTB.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada acara Anugerah Penyiaran KPID NTB 2022, Kamis (17/02/2022) di Lombok Raya Mataram.

Penanugerahan KPID yang menyinggung jelang MotoGP

Menurutnya, Provinsi NTB memiliki ragam dan budaya serta potensi destinasi wisata yang harus dipublikasi kepada masyarakat NTB dan Indonesia, bahkan masyarakat dunia.

“Saat ini, kami memiliki triger, yaitu sirkuit mandalika. Satu-satunya sirkuit yang diakui terindah di dunia,” ujar Wagub yang didampingi Kadis Kominfotik NTB Najamuddin Amy.

Bahkan, NTB memiliki destinasi wisata dari puncak gunung hingga dasar laut. 

Mulai dari hamparan pegunungan dan perbukitan yang indah, pantai yang bersih dengan air lautnya yang jernih.

KPID dan LPP harus terus mensiarkan informasi-informasi dan kabar dalam bentuk konten-konten lokal, dan konten yang bernilai positif dan sehat untuk masyarakat di NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dorong Keteribatan EO dan Talent Lokal di Event Internasional

Demi menguatkan media publikasi seperti televisi, maka dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini, LPP harus siap dan segera mungkin untuk migrasi dari TV analog ke Digital.

“Perkembangan teknoligi itu sebuah keniscayaan yang harus diikuti. Karena kalau tidak kita ketinggalan,” tegas Wagub..

Apalagi potensi TV digital kedepan memiliki benefit yang sangat menjanjikan baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Agung Suprio mengakui potensi yang dimiliki NTB sangat banyak.

Menurutnya, ada 2 hal yang mewakili modernitas NTB, yang pertama Sirkuit Mandalika. sebagai simbol modernitas untuk menambah inkam. 

Kedua KPID sebagai wakil kontinitas yang memajukan tv dan radio untuk selalu menekankan tayangan yang sehat dan positif.

“Di tengah gempuran era global, KPID harus menegaskan agar LPP wajib menyiarkan tayangan yang sehat serta kearifan lokal di daerah,” kata ketua KPI.

Diingatkannya, analog switch off akan dilakukan pada tanggal 2 November 2022. Sehingga sebelum itu LPP wajib berbenah dan segera bermigrasi dari analog ke digital TV.

“Konsekuensi dari migrasi ini, akan banyak tv yang bermunculan kedepan,” terangnya.

Hal Ini merupakan kesempatan bagi Pemda untuk membuat tv pemerintah. Kanal yang tersisa dari LPP dapat dipakai Pemprov NTB, Kabupaten/Kota dan masyarakat.

Perubahan selanjutnya, ketika migrasi ini adalah internet. 

Dari jaringan 4G akan berubah menjadi 5G. Sehingga kecepatan internet akan semakin lancar ketika dimanfaatkan untuk migrasi tv analog ke digital.

BACA JUGA: Awardee Beasiswa NTB Terpilih Pimpin Mahasiswa Internasional

Ketua KPID Provinsi NTB, Ajeng Rosalinda Motimori melaporkan ada 70 lembaga dan penyiaran se-NTB yang melakukan siaran langsung acara Anugerah KPUD tahun 2022.

Disampaikannya, Anugerah KPID 2022 merupakan salah satu cara untuk memberikan apresiasi dukungan kepada LPP, di tengah lesunya ekonomi saat pandemi Covid-19.

Di akhir acara, Kepala OPD seperti Kadis Kominfotik, PUPR, Dikes, Kasat Pol PP, BPSDM dan sejumlah kadis lainnya menyerahkan anugerah pada masing-masing pemenang kategori Anugerah KPID NTB. 

Pemenang kategori radio program berita terbaik (RRI Mataram), dialog interaktif terbaik (Global FM), ramah anak terbaik (SGM FM), ILM terbaik (Insania Network), Penyiar terbaik (Coki Cahaya FM), Religi Terbaik (Radio Hamzanwadi), Pemenang kategori TV Program berita terbaik (SCTV), Dialog Interaktif Terbaik (BIMA TV), Ramah Anak Terbaik (TVRI), ILM Tebaik (TV9), Presenter Terbaik (Ridha Pateroi INEWS TV, Religi Terbaik (Selaparang TV). *** 

 

 

 




Awardee Beasiswa NTB Terpilih Pimpin Mahasiswa Internasional 

Terbukti, awardee beasiswa NTB bukan hanya aspek akademik dan bahasa saja, tapi juga menguasai aspek kepemimpinan

MALAYSIA.lombokjournal.com ~ Kualitas penerima Beasiswa NTB kembali berhasil membuktikan kualitasnya. 

Pasalnya, Nurul Anwar, salah seorang awardee, menjadi pimpinan sementara komunitas mahasiswa Internasional (International Student Society(ISS)) Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia. 

Awardee beasiswa dari NTB yang masih di lar

Keputusan ini dihasilkan setelah pihak Pusat Internasional (International Centre) UniSZa mengadakan dialog bersama 30 orang mahasiswa Internasional, di Dewan Kuliah Utama, UniSZA, Selasa (15/02/22) .

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, H. Wirawan Ahmad, menyebutkan prestasi yang diraih awardee Beasiswa NTB tersebut menunjukkan, proses seleksi yang dilakukan oleh Pemprov NTB melalui LPP sudah berada pada jalur yang benar sehingga menghasilkan awardee berkualitas.

“Kriteria seleksi tidak hanya berdasar pada kemampuan akademik dan bahasa semata, tapi juga aspek kepemimpinan,” sebutnya. 

Wirawan menambahkan, pola seleksi beasiswa yang telah dijalankan akan diteruskan dalam menjadikan program beasiswa NTB sebagai salah satu kanal rekrutmen pemimpin di masa depan.

BACA JUGA: Munas PAPPRI, akan Banyak Penyanyi dan Pencipta Lagu ke NTB

Senada dengan hal tersebut, Sri Hastuti Novila Anggraini Saiful, M.TESOL selaku Kepala Sub Bidang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIDA NTB, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Nurul Anwar. 

Nurul Anwar membuktikan, anak daerah mampu menunjukkan taring di kancah internasional. 

“Pada intinya kami bangga dengan prestasi anak2 NTB di tempat studi. 

Mereka gak kalah hebat dengan yang lain,” tandasnya.

BACA JUGA: Budidaya Udang Vaname, Gencar di Empat Kecamatan di KLU

Beasiswa NTB atau 1000 Cendikia sendiri adalah program unggulan Pemerintah Provinsi NTB melalui LPP NTB yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di NTB. 

Beasiswa NTB terus konsisten mengirim dan membiayai anak daerah berprestasi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya, baik itu untuk jenjang S1, S2 maupun S3. ***

 




Budidaya Udang Vaname, Gencar di Empat Kecamatan KLU

Masyarakat pesisir di KLU minatnya besar dalam budidaya udang Vaname, namun Pemda masih belum sepenuhnya bisa memfasilitasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU melakukan pemulihan ekonomi masyarakat dengan pengembangan tambak udang Vaname di sejumlah titik di KLU.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan DKP3 KLU, melalui Kabid Perikanan Sugiatradi,SP, menjelaskan tingginya harapan masyarakat untuk pengembangan udang Vaname. 

Namun saat ini baru empat Kecamatan di Lombok Utara yang gencar mengembangkan budidaya udang Vanami. Empat kecamatan yang dimaksud yaitu Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga dan Kecamatan Pamenang.

BACA JUGA: Prospek Udang Vaname di Lombok Utara Menjanjikan

Miat masyarakat budidaya udang

Mereka menangkap peluang pengembangan usaha tambak udang Vaname.  

Pengembangan budidaya udang itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah KLU dalam pemulihan ekonomi, khususnya  masyarakat pesisir.

Pemda memberikan informasi terbaru, akurat dan komprehensif tentang potensi dan peluang usaha udang Vaname. 

Serta potensi daerah yang cocok untuk pegembangannya d kepada calon investor dan stakeholder.

“Permintaan kelompok pengembangan udang Vaname dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pesisir di KLU cukup banyak,” jelas Sugiartadi  saat Kunjungan ke sejumlah titik lokasi tambak udang Vaname, Kamis (17/02/22).

Namun Pemerintah Daerah belum mampu sepenuhnya dalam penanganan lantaran kondisi keuangan daerah yang masih difokuskan dengan penanganan pasca bencana.

Saat ini pendapatan daerah yang selama ini banyak bertumpu di sektor Pariwisata melorot tajam.

Demikian halnya di sektor Pertanian sebagai penunjang destinasi wisata di KLU ikut berdampak hingga saat ini. 

“Antara kondisi keuangan daerah dan prospek yang menjanjikan ini, masih menjadi pemikiran,” ungkap Sugiatradi. 

BACA JUGA: Munas PAPPRI, akan Banyak Penyanyi dan Pencipta Lagu ke NTB

Harapannya, baik pihak eksekutif, legislatif, maupun investor agar bersama sama melirik prospek tambak udang Vaname yang bisa jadi salah satu jalan mendongkrak pendapatan daerah untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

Gencarnya pengembangan udang Vaname

Hampir seluruh daerah di Indonesia gencar mengembangkan budidaya Vaname.. 

Sebab saat ini permintaan udang Vaname cukup besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Saat ini komoditas udang dunia bernilai ekonomi mencapai USD 250 miliar atau sekitar Rp 3,6 triliun setiap tahun.

lokasi budidaya udang Vaname

Udang Vaname memiliki karakteristik spesifik, seperti mampu hidup pada kisaran salinitas yang luas, mampu beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah, memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang tinggi, dan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap penyakit sehingga cocok untuk dibudidayakan di tambak.

Beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sekitar tahun 2019, mengawali pengembangan budidaya udang Vaname yang merupakan salah satu terobosan untuk pemulihan perekonomian masyarakat pasca bencana.

Setelah gempa bumi 5 Juli 2018 melanda daerah Lombok Utara dan disusul bencana non alam yaitu pandemi Covid 19.***

 

 




OJK Telah Setujui Rencana Merger 8 BPR se-NTB

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setujui rancangan penggabungan 8 BPR di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui proses pengajuan penggabungan (merger) 8 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Perekonomian  Setda Provinsi NTB, Hj.Eva Dewiyani, SP, bahwa 8 BPR di NTB telah disetujui rancangan penggabungannya oleh OJK. 

“Saat ini, sebanyak 8 BPR milik Pemerintah Provinsi dan  Kabupaten/Kota se-NTB telah disetujui rancang :an penggabungan:nya oleh OJK, kemudian setelah RUPSLB ini akan dilanjutkan dengan pengurusan izin operasionalnya,” jelas Hj. Eva.

BACA JUGA: Prospek Udang Vaname di Lombok Utara Menjanjikan

Ia menyampaikannya saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa di Hotel Santika Mataram, Selasa (15/02/22).

Sebagai informasi, 8 BPR yang dimaksud yaitu termasuk BPR Mataram yang menjadi BPR penerima penggabungan dari 7 BPR yang lain.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus baru BPR se-NTB.

“Selamat kepada pengurus-pengurus baru BPR se-NTB,” ucap Gubernur Zul.

Bertindak sebagai pimpinan rapat, Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, juga menyampaikan, terdapat tiga agenda rapat, yaitu pengesahan rancangan penggabungan, susunan pengurus, dan penyelesaian keberatan pengurus BPR NTB dan kreditur.

“Dalam kesempatan ini kita akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa untuk membahas tiga hal, yaitu menyepakati pengesahan rancangan penggabungan yang disusun oleh PB BPR se-NTB, kemudian menetapkan susunan pengurus dan menyelesaikan keberatan tentang pengurus dan kreditur,” jelas Bang Zul.

BACA JUGA: MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Turut hadir hadir dalam rapat umum tersebut, yaitu Bupati dan Walikota se-NTB sebagai pemegang saham BPR se-NTB.***

 




Munas PAPPRI, akan Banyak Penyanyi dan Pencipta Lagu ke NTB

Peyanyi dan penipta lagu dari asosiasi PAPPRI rencanakan menyelenggarakan Munas di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Artis, Penyanyi dan Pencipta Lagu Republik Indonesia (PAPPRI) yang rencananya berlangsung tanggal 7-8 Maret mendatang akan diselenggarakan di Provinsi NTB. 

Menjadi tuan rumah Munas PAPPRI itu berarti NTB akan kedatangan banyak peyanyi dan pencipta lagu. 

Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik recana tersebut. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Wagub mendengar penjelasan rencana Munas PAPPRI

“Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan nasional yang diadakan di NTB, dapat membuat provinsi ini dikenal di seluruh penjuru,” kata wagub.

Dan hal itu berdampak positif bagi daerah dan masyarakat pada umumnya, tuturnya. 

Wagub Sitti Rohmi mengungkapkan itu saat menerima kunjungan PAPPRI di ruang kerjanya, Selasa (15/02/22).

Ketua DPD PAPPRI NTB, Hj Mas Khayangan menjelaskan acara Munas PAPPRI akan dilaksanakan tanggal 7-8 maret mendatang. 

Munas tersebut akan dihadiri oleh Pengurus DPP dan seluruh pengurus DPD se-Indonesia serta belasan artis kenamaan yang juga tergabung dalam organisasi PAPPRI.

BACA JUGA: OJK Telah Setujui Rencana Merger 8 BPR se NTB

PAPPRI menyampaikan renncana Munas

“Belasan artis kenamaan PAPPRI juga akan turut meramaikan acara ini,” ujarnya. ***

 




Prospek Udang Vaname di Lombok Utara Menjanjikan 

Budidaya udang Vaname bisa menjadi salah satu prospek pemulihan ekonomi, khususnya masyarakat pesisir di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Budidaya udang Vaname di Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu yang membuka peluang ekonomi yang sangat menjanjikan..

Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU menjadikan budidaya udang Vaname sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.

Dan mulai menjamur di banyak kelompok yang melakukan budidaya udang Vaname. 

Membicarakan prospek udang Vaname

Menurut Kabid Perikanan, Sugirtadi, SP Dinas DKP3 KLU, budidaya udang ini peluangnya sangat bagus.

“Peluang bagus ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan lapangan kerja, serta menghadapi tekanan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19,” kata Sugirtadi, Rabu (16/02/22) yang didampingi Kasi Perikanan Budidaya Saiful Ramdan,SP dan Kasi Pengolahan Perikanan H Nasiadi, SPI. 

BACA JUGA: Dapat Tawaran Kerjasama, Wabup Danny Ajak Bumdes Profesional

Menurutnya, permintaan pasar banyak dan masih bisa masuk peluang untuk masyarakat luas. 

Beberapa keunggulan dari usaha ini, antara lain modal yang diperlukan relatif terjangkau, padahal penjualan udang ini harganya mahal.

Sebagai pemula bisa dari kolam terpal, artinya tidak perlu perlengkapan khusus dan lahan yang luas. 

Jenis pakan yang diperlukan juga tidak mahal, udang vaname sendiri tidak memerlukan asupan protein.

Menurut Sugirtadi, pembudidayaan dari benur sampai panen bisa cepat, sekitar 3 gram per minggu, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk panen. 

Karena Vaname merupakan jenis udang unggulan jadi permintaan pasar tetap banyak.

Hal yang sama di jelaskan H Tony Himawan selaku manager UD Mumbulsari Aquacultur di Dusun Lokok Mumbul,  Desa Akar Aka,r Kecamatan Bayan. Ia berhasil mengembangkan udang Vaname pada lahan seluas 4 hektare, yang sebelumnya bermula dari luasan 40 are. Menurut H Tony, meski sudah mengelola lahat pengembangan 4 hektare, masyarakat masih banyak yang menawarkan kerja sama pengembangan udang Vaname, bahkan dengan SMK NW Mamba’ul Bayan.

Ia juga memiliki tenaga kerja sebanyak 50 orang, dengan gaji berkisar Rp2,5 juta/bulan termasuk biaya makan. Selain itu seluruh karyawannya mendapat insentif setiap panen minimal Rp8 hingga Rp12 juta/orang.

Indonesia sebagai salah satu pengekspor besar udang, masih mempunyai peluang besar melalui pengembangan di setiap daerah.

Dan ia membenarkan potensi untung besar dan menjanjikan memang benar adanya

Prospek udang Vaname menjanjika.BACA JUGA: Presiden Jokowi Hasilkan Mega Proyek di KSB

“Meskipun (dalam praktiknya) tidak semudah teori yang diomongkan.” katanya. 

Hasil besar itu perlu usaha dan kerja keras, agar semua dapat membuahkan hasil sesuai harapan. 

Ssejumlah petani yang memiliki kebun kelapa di sekitar mengaku, ketimbang hasil buah kelapa dalam tiga tahun, lebih besar hasil kerja sama udang Vaname satu siklus (satu kali panen) selama 3 bulan sekali. Ini pegakuan beberapa orang yang sebeumnya hanya mengandalkan panen kelapa. ***

 




 Vaksinasi Covid-19 di KSB, Gubernur NTB: Luar Biasa!

Dalam kujungan kerja di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Gubernur Zul memuji pelaksanaan vaksinasi di kabupaten itu

TALIWANG.lombokjournal.com ~ Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., bersilaturahim dengan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W.Musyafirin, M.M dalam rangka monitoring sekaligus memastikan kelancaran vaksinasi Covid-19. 

Kunjungan tersebut dilakukan usai sehari sebelumnya meninjau dan dan memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Kec Alas Kabupaten Sumbawa

BACA JUGA: Omicron Aman, Kabupaten/Kota Diminta Fokus Vaksinasi

Guberur monitoring pelaksanaan vaksinasi

“Alhamdulillah vaksinasi di KSB berjalan sangat baik. Luar biasa!” ungkap Bang Zul, di Kantor Bupati KSB, Selasa (16/02/22).

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, cakupan Vaksinasi Covid-19 Provinsi NTB pertanggal 15 Februari 2022 di Kabupaten Sumbawa Barat, Dosis 1 96,44% dosis 2 81,83%.

Selain memantau perkembangan vaksinasi,gubernur juga mendiskusikan solusi agar tamu dari Mandalika saat event MotoGP juga bisa mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat. 

“Kami juga mendiskusikan jalan cepat dari Mandalika ke Labuan Lalar agar penonton yang dari Mandalika ada juga bisa singgah ke KSB,” jelas Gubernur Zul

Setelah mengunjungi Bupati KSB, dilanjutkan agenda bersilaturahim ke kediaman Ustadz Nun di Taliwang Sumbawa Barat.

BACA JUGA: MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

“Bersilaturrahim ke rumah Ayahanda Ustadz  Nun di Taliwang Sumbawa Barat. Sehat selalu Ustadz. Mengalir bersama masyarakat,” doa orang nomor satu di NTB itu.*** 

 




MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, event MotoGP yang berlangsung di tengah pandemi harus jaga kewaspadaan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang MotoGP bulan Maret mendatang, semua pihak meningkatkan kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19, terutama men

Peringatan itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dalam rapat koordinasi dengan kabupaten/kota di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (15/02/22)

“Penanganan pandemi sudah berjalan sangat baik. Dengan travel bubble kemarin mudah-mudahan gelaran MotoGP akan berjalan cukup aman dan kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan”, ujar Gubernur saat . 

Direktur RSUP NTB, dr.Herman Mahaputra menjelaskan, kondisi fasilitas kesehatan dan penanganan  pasien Covid-19 di Provinsi NTB.

BACA JUGA: Omicron Aman, Kabupaten/Kota Diminta Fokus Vaksinasi

Ditegaskannya, kondisi rumah sakit  dan fasilitas layanan bagi pasien Covid-19 yang sudah sangat baik. 

“Kita sudah bersiap dan secara medis varian Omicron ini memang menyebar sangat cepat tapi penyembuhannya juga cepat. Jumlah pasien dengan kasus berat yang rawat inap di rumah sakit juga masih kecil angkanya, dan pasien ICU belum tercatat. Sehingga diharapkan semua faskes di bawah rumah sakit bisa menangani pasien”, jelasnya. 

Diungkapkan Herman, pasien  Covid-19 terbanyak karena komorbid dan belum pernah divaksin. 

MEngenai fasilitas, saat ini ketersediaan kamar sudah 4000 dari 2000 kamar yang disyaratkan tersedia, dan  ruang isolasi  sebanyak 1.956 kamar dan fasilitas ICU yang telah diupgrade. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Terkait lansia dan komorbid, data tersebut telah ada di Puskesmas sehingga diharapkan penanganan kasus dimulai dari faskes di bawah rumah sakit. ***

 

 




Omicron di NTB Aman, Kabupaten/Kota Diminta Fokus Vaksinasi 

Penyebaran Omicron dianggap masih aman, di tap kabupaten/kota harus fokus vaksinasi dan Kontrol Parameter Level PPKM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyebaran varian Omicron di NTB masih aman. Pengendalian pandemi Covid 19 oleh Satgas di tiap kabupaten/ kota diminta fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM. 

Itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dalam rapat koordinasi penanganan pandemi bersama seluruh kabupaten/ kota di ruang rapat utama kantor Gubernur, Selasa (15/02). 

“Indikasi aman itu dilihat dari ketersediaan kamar di rumah sakit, penelusuran kontak erat  angkanya di atas batas rata rata nasional juga ketersediaan oksigen dan obat obatan,” jelas Wagub.

Ia minta semua kabupaten/kota menyelesaikan target vaksin kedua sebelum 20 Maret menjelang MotoGP. 

Ditegaskannya, penanganan harus fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM, Dan Dinas Kesehatan diminta memastikan stok dan upaya vaksinasi, khususnya Bima dan kabupaten Bima untuk melakukan percepatan. 

Sasaran vaksinasi NTB sebanyak 3.910.638 sudah melakukan vaksinasi pertama 90,34 persen, vaksin kedua 61,64 persen dan dosis ketiga 1,87 persen. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Sementara itu, kondisi terkini penanganan pandemi Covid 19 seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan, dr L Hamzi Fikri, sesuai asesmen harian, level PPKM NTB sekarang per tanggal 15 berada di level tiga dari tanggal 13 Februari. 

“Salah satu yang harus dipertahankan agar level tidak meningkat adalah penelusuran kontak 23 orang per kasus dan pelaporan kasus kesembuhan sehingga memenuhi paramater dalam Inmendagri terbaru tentang PPKM,” jelas Fikri. 

Sedangkan target vaksinasi 80 persen harus dilakukan dengan target vaksinasi harian dengan catatan pembaruan data segera dilakukan agar selisih data dari kabupaten/ kota tidak mempengaruhi parameter penentuan level PPKM. 

Seperti dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru nomor 11 Tahun 2022 terkait aturan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), perubahan dalam Inmendagri 11/2022.

Di antaranya indikator untuk melakukan evaluasi pada daerah di luar Jawa Bali diberikan kekhususan untuk dapat mencapai target vaksinasi dosis kedua dan lansia di atas 60 tahun, dengan diberikan waktu 2 minggu tambahan terhitung dari 15 Februari 2022.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Menghasilkan Mega Proyek di KSB

Dan beberapa pengaturan kegiatan masyarakat sesuai level PPKM daerah terkait.

Inmendagri ini berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali mulai hari ini, Selasa 15 hingga 28 Februari 2022.***

 

 




Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Zero Waste Gaspol, untuk mengatasi sampah plastik segera dibangun  pabrik pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB bersama PT. Geo Trash Management akan segera mendirikan pabrik pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dengan kapasitas 20 ton per hari yang berlokasi di wilayah TPA Regional Kebon Kongok.

Merencaakan pabrik pengolahan sampah plastik
Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, agar bahan baku sampah plastik yang dibutuhkan pabrik tersebut harus benar-benar diperhatikan ketersediaannya

“Kita juga harus memperhatikan agar bahan baku yang diperlukan oleh pabrik tetap kontinyu, sehingga harus dikoordinir setiap bank sampah dan dapat mengumpulkan sampah plastik sesuai dengan yang dibutuhkan,” tegas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Ia mengetakannyai saat menerima audiensi PT. Geo Trash Management di Ruang Kerja Wagub, Senin (14/02/22).

Jjika pabrik tersebut akan menghasilkan sola, Wagub Sitti Rohmi mengusulkan, agar Pemerintah Provinsi dapat menggunakan BBM jenis solar tersebut. 

“Nanti semua kendaraan di Pemprov NTB juga bisa menggunakan BBM ini, harus kita dukung,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom mengatakan, bahan baku yang diperlukan sudah tersedia. 

BACA JUGA: Omicron Melonjak, Wagub NTB Minta Tenang dan Jaga Prokes

Wagub membbicarakan pembangunan pabrik pengolaa

“Kita sudah mengkoordinir Bank Sampah dan juga akan dibangun pabrik pusat daur ulang pengolahan yang berkapasitas 120 ton per hari itu akan dipilah jadi kompos, RDF dan batu bara dan juga sampah plastik yang pasti akan terdistribusi kesana juga,” ungkapnya.

Pembangunan Pabrik Pengolah Plastik diperkirakan  berlangsung di pertengahan tahun 2022 dengan luas 60 are.***