Gubernur NTB: Banyak Anak Muda Kaya Karena Pendidikannya

Kata Gubernur Zul, banyak anak muda kaya karena pendikan dan pengetahuannya, sehingga mampu menghampiri sumber finansial seluruh dunia

LOTENG.lombokjournal.com ~ Perkembangan yang dialami Kabupaten Lombok Tengah cukup pesat sehingga menjadi episentrum baru di NTB. 

Hari ini adalah hari kedua pramusim atau free session MotoGP, dan tamu-tamu di bandara banyak sekali. Mudah-mudahan  pengunjung yang datang, suatu saat nanti mereka akan berkunjung ke tempat ini, karena tempatnya sangat indah.

Gubernur Zul menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada kegiatan Festival Olahraga Seni Budaya dan Permainan Tradisional bertempat di Taman Wisata Aiq Bukak Batukliang Utara Lombok Tengah, Sabu (12/02/22).

“Saat mengelilingi Lombok Tengah, saya saksikan banyak anak-anak muda yang sudah memiliki properti yang luar biasa mahalnya, tapi mereka bukan orang dari kita, bukan karena kaya, bukan karena punya uang tetapi karena pendidikan dan ilmu pengetahuan, mereka mampu menyapa dan menghampiri sumber finansial di seluruh dunia,” pungkas Bang Zul.

Ditambahkan Bang Zul, membangun destinasi wisata disini tidak cukup dengan menari, joget-joget, menghibur seketika saja.

BACA JUGA: Masyarakat Rembitan, Siap Sukseskan Event MotoGP

Tapi perlu beberapa anak muda untuk di-upgrade kemampuan disuruh sekolah untuk kemudian memikirkan pengembangan finansial destinasi wisata di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lalu  Hizzi, S. Pd menjelaskan KORMI ini sejajar dengan KONI, jadi jenis-jenis olahraga non prestasi olahraga tradisional, sport tourism terakomodir di KORMI termasuk senam Zumba dan senam-senam kreasi lainnya.

“Kami butuh perhatian dari pemerintah daerah agar olahraga non prestasi ini betul-betul diperhatikan dan didukung sepenuhnya untuk keberlangsungan kedepannya,” jelas Lalu Hizzi.

Disebutkan Lalu Hizzi, ada beberapa jenis permainan tradisional di antaranya Gangsingan yang terpusat di Kopang, Presean terpusat di Sinet, sementara Bejaguran Ngelanjakan masih diupayakan untuk dilaksanakan. 

Gubernur Zul bersama pencina olahraga seni buda dan permainan tradisional

Untuk Desa Karang Sidemen sesuai permintaan akan menjadi pusat permainan Enjang atau Enjang-enjang.

“Semoga Festival Olahraga Seni Budaya dan permainan tradisional ini bisa mengolahragakan semua masyarakat karena 5 tahun Masyarakat disibukkan dengan urusan Politik Pilpres, Pilgub, Pilkades dan seterusnya. Sehingga lupa berolahraga. Karena Moto KORMI adalah Sehat Bugar dan Gembira,” tandasnya.

BACA JUGA: Vaksinasi Booster Berlangsung Serentak di Lombok Utara

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Lombok Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Camat Batukliang Utara, Para Kepala Desa Se-Batukliang Utara dan tamu undangan lainnya.***

 




Vaksinasi Booster Serentak Berlangsung di Lombok Utara

Pelaksanaan vaksinasi Booster untuk para ASN di lingkup Pemda KLU dipantau secara virtual oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 (Booster) serentak  bagi seluruh ASN, Non ASN lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara serta masyarakat yang dipantau oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui Virtual Zoom Meeting yang berlangsung di Aula Bupati, Jum’at (11/02/22). 

Vaksinasi Booster untuk para ASN di lingkup Pemda KLU

Pelaksanaan vaksinasi iu dilakukan  dalam upaya  menekan angka dan mengendalikan sebaran virus Covid 19 varian Omicron.  Pemerintah melaksanakan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. 

Menguatkan kekebalan tubuh merupakan salah satu cara mencegah atau menangkal virus Covid 19. Terlebih saat ini menyebar virus Covid-19 varia Omicron yang penularannya 6 kali lipat lebih cepat dibandingkan varian delta.

Pj.Sekda Anding Dwi Cahyadi menyampaikan, untuk menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, harus menjaga diri  dan memberikan contoh pada masyarakat yang kita layani. 

“Untuk itu kita saling mengingatkan dan  sama-sama mengikuti dan mentaati anjuran dari dari pemerintah pusat,” kata Anding.

BACA JUGA: Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid-19

Dikatakan, vaksinasi Booster harus disukseskan, sama halnya dengan vaksinasi  dosis pertama dan kedua sebelumnya.

 Di Lombok Utara pelaksanaan vaksinasi dosis pertama  mencapai  89 persen, kemudian vaksin dosis kedua mencapai 79 persen. Jika dibandingkan daerah lain, tentu capaian vaksinasi ini masih  dianggap baik. 

 “Program vaksinasi tahap tiga ini harus gencar dilakukan guna kita saling menjaga menjaga diri kita, keluarga dan orang lain dari terpaparnya virus Covid 19,” kata Anding..

Diharapkan tidak ada peningkatan kasus lagi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas sebagaimana mestinya. Dan vaksinasi booster merupakan tahap akhir vaksinasi.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara, AKBP I Wayan Sudarmanta menuturkan, pelaksanaan vaksinasi Booster ditujukan bagi seluruh ASN di lingkup Pemda KLU. Setelah seluruh ASN melakukan vaksin tahap tiga, kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat luas.

“Vaksinasi tahap 3 harus terlaksana dengan sebaik mungkin agar dapat menambah kekebalan tubuh melawan virus covid-19,” tuturnya.

Percepatan vaksinasi dosis  ketiga dilakukan, setelah  Lombok Utara mencapai vaksinasi dosis pertama kisaran 89 persen kemudian vaksin dosis kedua 79 persen.

“Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain tentu kita masih bagus, namun vaksinasi booster ini datanya hingga saa ini baru 1 persen,” ungkap Kapolres.

BACA JUGA: Gubernur Yakin, NTB Daerah Ramah dan Kondusif Jelang MotoGP

vaksinasi Booster untuk ASN lingkup Pemda KLU

Diharapkan sinergitas semua pihak-pihak, seluruh aparat Pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu membahu dalam mensukseskan percepatan vaksin Covid-19 dosis ketiga ini.

Kegiatan vaksinasi tahap ketiga ini juga dihadiri Pabung Dandim 1606/Mataram Mayor (Inf) Ibnu Haban,  Staf Ahli Bupati  H. Simparudin, SH, Para Kepala OPD, Para ASN, Tokoh Agama, para Kades dan Kadus.***

 




Gubernur Yakin, NTB Daerah Ramah dan Kondusif Jelang MotoGP

Gubernur Zulikieflimansyah mengaku akan bekerja keras agar NTB jadi lingkungan kondusif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Provinsi NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah menyatakan, Provinsi NTB akan menjadi daerah yang ramah dan kondusif terhadap aktifitas bisnis serta pengunjung, jelang MotoGP di Mandalika pada Maret mendatang.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara pada Webinar Launching TribunLombok.com, Kamis (10/02/22).

Gubernur Zul yakin NTB kondusif
Gubernur Zul

“NTB will be very friendly to business community. Kami akan bekerja keras sehingga NTB menjelma menjadi lingkungan yang kondusif,” ungkap Gubernur Zul. 

Dr. Ekonomi Industri tersebut juga menjelaskan, jelang Pre-Season MotoGP, promosi-promosi daerah NTB oleh para riders MotoGP di sosial media juga menjadi global coverage yang sangat besar bagi NTB.

“Sekarang para riders GP mengupload aktifitas-aktifitas mereka, global coverage nya benar-benar luar biasa dan tak ternilai harganya dibanding dengan promosi cara konvensional,” jelas Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Bahkan Gubernur meyakini tidak hanya big events seperti MotoGP yang akan diselenggarakan di Mandalika, tetapi ajang balap sekelas F1 juga sangat mungkin untuk diadakan.

BACA JUGA: Media Center Diresmikan, Memudahkan Wartawan Meliput MotoGP

“Kami sangat yakin, bahkan bukan hanya MotoGP tapi F1 akan sangat mungkin dilaksanakan di Mandalika,” jelasnya.

Mski demikian, terlepas dari euforia bahagia menjadi Host MotoGP tersebut, Gubernur Zul tetap mengingatkan pentingnya vaksinasi dosis penuh dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

BACA JUGA: Tarif Air Perumda Air Minum Dayan Gunung Dinaikkan

“Walaupun kita ada euforia tentang MotoGP, tapi kita harus tetap ingat bahwa kita masih dalam pandemi. Vaksinasi tidak boleh kurang dan protokol kesehatan tetap dijaga. Kita harus mulai bisa berdamai dengan pandemi ini,” kata Gubernur Zul.***

 




Media Center Diresmikan, Memudahkan Wartawan Meliput MotoGP

Media Center Indonesia (MCI) yang difasilitasi oleh Kementerian Kominfo RI diharapkan mengabarkan hal baik dari event MotoGP 

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Peresmian penggunaan Media Center Indonesia (MCI) MotoGP 2022,  di sirkuit Mandalika Lombok Tengah, dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dan Komandan Lapangan MotoGP Mandalika, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, Kamis (10/02/22)

Gubernur NTB menyambut baik keberadaan Media Center Indonesia (MCI) yang difasilitasi oleh Kementerian Kominfo RI bekerjasama dengan Pemprov. NTB, Polda NTB dan Kabupaten Lombok Tengah.

Meresmikan Medi Center Indonesia (MCI)
Gubernur Zulkieflimansyah dan Menparekraf Sandiaga Un0

“Semoga, dapat memudahkan dan membantu jurnalis, mengabarkan hal baik dari event MotoGP ini,” kata Gubernur Zul, didampingi Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy.

BACA JUGA: Tes Pramusim MotoGP, Disiapkan Media Center untuk Fasilitasi Media Lokal

Hal sama disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

MCI ini diharapkan menghasilkan narasi-narasi positif dari kegiatan MotoGP.

“Tentunya dengan kaidah-kaidah jurnalistik yang ada,” pesan Sandi.

Sementara itu, Komandan Lapangan MotoGP Mandalika, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto mendukung kehadiran MCI ini.

Ia mengajak seluruh awak media untuk bekerja sama mendukung kesuksesan kegiatan MotoGP

“Jika ada hal yang perlu ditanyakan, silakan kontak saya. Saya siap menjawab seluruh pertanyaan rekan-rekan media. karena saya selalu berada di Mandalika untuk mensukseskan event ini, atas perintah Presiden Jokowi,” ujar mantan Panglima TNI itu.

Selain itu, diingatkannya agar seluruh awak media tetap menjaga protokol kesehatan selama berada di MCI dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Direktur Infomasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan, MCI diperuntukkan bagi seluruh wartawan nasional dan daerah yang melakukan peliputan event MotoGP 2022.

Mulai dari tes ketiga resmi pramusim, 11-13 Februari 2022 maupun saat Pertamina Grand Prix of Indonesia, 18-20 Maret 2022 mendatang. 

BACA JUGA: Gubernur Yakin, NTB Daerah yag Ramah dan Kondusif Jelang MotoGP

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan penunjang untuk kemudahan peliputan bagi awak media selama berada di dalam MCI,” terangnya.

Gubernur NTB, Menteri MenparEkraf, Komandan Lapangan MotoGP Mandalika, menyempatkan diri melihat fasilitas yang terdapat di dalam MCI, yang memiliki luas 200 meter persegi dan dibangun di lokasi Sirkuit  Mandalika. ***

 




Tes Pramusim MotoGP, Disiapkan Media Center Fasilitasi Media Lokal

Jelang Tes Pramusim MotoGP,  di Mandalika dibangun Media Center Indonesia untuk fasilitasi media lokal NTB

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Jelang tes pramusim MotoGP tahun 2022 di Mandalika  Pemprov NTB bersama Kementerian Kominfo RI, Polda dan Pemkab Lombok Tengah, sepakat membangun Media Center Indonesia (MCI). 

Hal tersebut dilakukan untuk memfasilitasi media lokal memberitakan sisi lain (side event) pada event internasional tersebut.

Kepala Dinas Kominfotik Dr. Najamuddin Amy, menyampaikan,  MCI dibangun untuk wadah para jurnalis lokal memberitakan Motogp. 

Menjelaskan tujuan dibangunnya media center
Najamuddin Amy

“Karena banyak sisi lain disekitar kawasan sirkuit yang harus diberitakan untuk masyarakat,” kata Bang Najam sapaan Kadis, Kamis (10/2/2022) di Mataram.

Untuk itu, mantan Komisioner Komisi Informasi NTB ini berharap agar media atau jurnalis menyampaikan pemberitaan dan informasi yang membangun citra baik sekaligus membangkitkan pariwisata dan ekonomi di NTB.

BACA JUGA: Kader Siaga Rabies se Puau Sumbawa Diajak Nonton MotoGP

Selain itu, Pria yang pernah menjabat Karo Humas NTB juga menyampaikan  apresiasi kepada Kemenkominfo RI, yang sudah menfasilitasi media lokal untuk memudahkan akses peliputan di event MotoGP.

“Kami terus berusaha siang dan malam bersinergi dan berkolaborasi dengan Kominfo RI, Kabid Humas Polda NTB dan Diskominfo Kabupaten Lombok Tengah, bersama ITDC mengupayakan kemudahan akses liputan untuk media lokal,” kata Najam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, kehadiran Media Center ini menjadi sarana menfasilitasi media lokal di NTB. 

Sehingga untuk memperlancar kegiatan jurnalis maka harus memahami rekayasa lalu lintas yang dilakukan Polda NTB. 

Hal ini sangat penting untuk diketahui media atau pers yang akan bertugas di Media Center Indonesia. Agar memahami jalur kendaraan dan penyekatan lalu lintas di beberapa titik.

Dijelaskan akan ada 5 pintu koridor masuk di NTB, pelabuhan bangsal, pelabuhan lembar, pelabuhan gili mas kedatangan kapal besar, lapangan ex bandara, bandara Bizam dan pelabuhan kayangan.

“Masing-masing titik akan dijemput bus yang mengantar ke kawasan sirkuit Mandalika,” jelasnya.

Dari situ, bus akan mengantar ke parkir barat dan timur sesuai tiket. Komposisi kapasitas parkir di kawasan Mandalika terdiri dari  70 persen di sisi timur dan  30 persen barat.

Kendaraan awak media akan dilabeli dengan stiker khusus hingga masuk parkir. “Saya sudah koordinasi dengan Satlantas,” terangnya.

Ada 5 unit kendaraan yang disediakan untuk khusus menjemput awak media dari parkiran menuju media center Indonesia.

Perwakilan  dari Kemenkominfo RI, Yudi mengatakan, Menteri Kominfo RI, mendukung penuh MotoGP, terutama penyediaan infrastruktur. Termasuk informasi dan komunikasi publik.

Oleh sebab itu, komitmen untuk menyampaikan semua informasi tentang kegiatan di perhelatan MotoGP dari sesi sesi tes hingga pelaksanaan, dapat tersiar dan diakses oleh seluruh masyarakat indonesia.

BACA JUGA : Peringatan HPN 2022, Pers Penting Bagi Kemajuan Daerah

“Kehadiran Media Center Indonesia di MotoGP, diharapkan menjadi tempat untuk media menyampaikan kabar positif indonesia,” ungkap Yudi.

Dikatakan juga, media yang akan melakukan peliputan merupakan media yang terdaftar dan teregistrasi di Kemenkominfo dan Dinas Kominfotik NTB. 

wartawan yang akan melaporkan Motogp di media center

Media dianjurkan tetap menjaga Prokes dan menjauhi kerumunan dan melakukan PCR.

Media hanya bisa meliput di sekitar area kawasan Sirkuit, bukan di Pedok, mematuhi aturan sesuai ketentuan dari official MotoGP.

Kadis Kominfo Lombok Tengah menyampaikan apresiasi kepada Kemenkominfo RI, Dinas Kominfotik NTB dan Polda, atas sinergi membangun media center indonesia di MotoGP.

“Sehingga semakin mematangkan kita untuk melayani dan menyampaikan informasi tentang perhelatan MotoGP Kepada seluruh masyarakat Indonesia,” katanya. ***

 

 




Tarif Air Perumda Air Minum Dayan Gunung Dinaikkan 

Setelah 10 tahun tidak ada kenaikan, akhirnya tarif air Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung Dinaikkan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung, Kabupaten Lombok Utara, akhirnya resmi menaikkan tarif air minum, yang efektif diberakukan bulan Maret 2022.

Penyesuaian tarif baru ini dilaksanakan atas dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan Keputusan Gubernur Nomor 690 – 579 Tahun 2021 Tentang Besaran Tarif Batas Bawah Dan Tarif Batas Atas Air Minum Kabupaten/Kota Se – Nusa Tenggara Barat Tahun 2022.

Rapat kenaikan tarif air

Direktur Utama Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung Firmansyah, ST, memaparkan, dari keputusan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi tersebut, proses penarikan tarif air minum ini harus disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), yaitu sebesar Rp.2.183.883.

”Dan tidak melampaui 4 persen  dari pendapatan masyarakat pelanggan,” kata Firman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (09/02/2022) siang.

Untuk Kabupaten Lombok Utara sendiri, Firman menyebut,  tarif batas atas Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung ditetapkan maksimal sebesar Rp. 8.375 per-meter kubik. Sedangkan tarif batas bawah mencapai Rp. 4.095 per-meter kubik .

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Pelayanan Lambat

“Setiap Kabupaten atau Kota yang ada di Nusa Tenggara Barat ini tidak boleh menjual lebih murah atau lebih tinggi dari tarif itu, karena sudah ditentukan standar harganya,” jelas Firman.

Menurutnya, perubahan tarif air minum ini dinilainya sesuatu yang lumrah dan wajar. Sebab dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tarif air minum di Kabupaten Lombok Utara tidak pernah mengalami kenaikan.

Bahkan dari 10 Kabupaten/Kota, Kabupaten Lombok Utara adalah kabupaten yang menarik tarif air minum paling rendah.

“Daerah lain sudah melakukan perubahan tarif dua hingga tiga kali, kita masih di posisi itu. Jadi wajarlah kita anggap mengingat kebutuhan operasional semakin tinggi,” katanya.

Firman menjelaskan, apabila Kabupaten/Kota menetapkan tarif di bawah pemulihan biaya (Full Cost Recovery) untuk menutup seluruh kebutuhan operasional perusahaan, maka Bupati/Walikota wajib memberikan subsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Namun, melihat kondisi keuangan daerah yang terpuruk akibat Covid-19 sekarang ini, Firman mengungkapkan, Pemda Lombok Utara belum mampu untuk membiayai beban yang ditanggung para pelanggan Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung.

Perhitungan rata-rata dari 20.000 pelanggan Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung saat ini, pemakaian air minum untuk golongan rumah tangga paling minim sebanyak 10 m³. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Terima Penghargaan Kepatuhan Tinggi Pelayanan Publik

Jika dikalikan besaran kenaikan saat ini Rp. 1.100, maka beban subsidi per-bulan yang harus ditanggung Pemda adalah sebesar Rp. 220.000.000. 

Artinya jika diakumulasikan kembali dalam setahun, APBD Lombok Utara akan terkuras sebesar Rp. 2.640.000.000.

“Rata-rata masyarakat sih umumnya pakai sekitar 15 – 16 m³, hitungannya itu sudah irit, bagaimana dengan yang lain. Tidak mungkin bisa tercover akan sangat berat lah,” ucapnya.

Untuk menindaklanjuti kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi tersebut, Firman menuturkan, Pemerintah Daerah Lombok Utara telah mengeluarkan Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 58 Tahun 2021 Tentang Tarif Air Minum pada Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung yang meliputi; 

  1. Penyesuaian  Golongan pelanggan pada Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung, 
  2. Penyesuaian Tarif Air Minum pada Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung.

Firman menambahkan, secara khusus Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH meminta agar Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung menghapus atau melakukan pemutihan tunggakan dan beban masyarakat yang masih ditanggung, semenjak berdirinya Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung ini.***

 




Kader Siaga Rabies se Pulau Sumbawa Diajak Nonton MotoGP 

Peserta yang yang mengikuti Launching Kader Siaga Rabies (KASIRA), yang berasal dari 20 provinsi, diajak menikmati keindahan destinasi pulau Lombok dan Sumbawa 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak peserta yang mengikuti

Mengajark kader nonton MotoGP
Gubernur Zulkieflimansyah

Launching Kader Siaga Rabies (KASIRA) se Pulau Sumbawa, untuk menonton event MotGP.  

Sebelum kembali ke daerah masing-masing para kader itu bisa menikmati keindahan destinasi pulau Lombok dan Sumbawa 

“NTB pada Maret mendatang akan menjadi tuan rumah gelaran event internasional MotoGP tahun 2022, oleh sebab itu sayang sekali kalau dilewati,” kata Gubernur Zul.

Itu dikatakannya saat melaunching Kader Siaga Rabies (KASIRA) se Pulau Sumbawa, Rabu (09/02/22).

Ajakan orang nomor satu di NTB ini dikemukakannya, mengingat peserta yang hadir pada launching ini terdiri dari Kepala Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan di 20 provinsi dan Kepala Kepolisian Daerah di 20 provinsi se-Indonesia.

BACA JUGA: Pemprov NTB Menerima Penghargaan Kepatuhan Tinggi Pelayanan Publik

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini menyebutkan, selain MotoGP pada Maret mendatang, di tiga kawasan wisata di Sumbawa yakni Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (Samota) Pulau Sumbawa juga akan menjadi tuan rumah MXGP pada bulan Juni 2022 mendatang. 

Kemudian pada akhir tahun 2022, kembali NTB akan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional WSBK di Sirkuit Mandalika.

“Dikatakan, isu dan informasi tentang rabies ini harus segera ditanggulangi, agar citra kita di mata dunia semakin nyaman untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Dan orang yang akan menikmati keindahan dua pulau yang memiliki keaneragaman alam yang indah, budaya, kuliner, tenunan, kerajinan dan sebagainya. Ingat dengan adanya Kader Siaga Rabies (KASIRA) yang tersebar di Pulau Sumbawa, dapat menanggulangi bahaya Rabies,” kata Bang Zul.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI diwakili Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Syamsul Ma,arif, M,Si mengatakan, sebagai daerah pariwisata dan akan menyambut MotoGP dan berbagai event internasional, isu rabies harus segera diatasi. 

Merunut data kasus rabies pertama di Provinsi NTB khususnya Pulau Sumbawa, Syamsul Ma,arif menjelaskan, awalnya kasus ini terjadi di Kabupaten Dompu tahun 2019. Korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) sebanyak 735 orang. 

Pihaknya terus berkomitmen untuk terus berupaya membebaskan kembali Pulau Sumbawa terhadap rabies. 

BACA JUGA: Pasien Kanker Butuh Dukungan Moril Semua Pihak

Dan sebagai upaya mendorong pembebasan rabies berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat khususnya di Pulau Sumbawa, sejak tahun 2021 Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner telah membentuk Kader Siaga Rabies (Kasira) di 5 kabupaten/kota, di 5 kecamatan dengan masing-masing kecamatan terdiri dari 5 desa terpilih yang memiliki kasus rabies tertinggi.  

“Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi, yang dilanjutkan dengan pembentukan kader dan bimbingan teknis bagi para kader,” ujarnya.

mengajar kader onton MotoGP

 Harapannya, keberadaan Kasira ini mampu mempercepat proses pelaporan kasus dan respon, meningkatkan cakupan vaksinasi anjing, memperluas penyebaran informasi serta meningkatkan pengetahuan sikap dan praktik masyarakat dalam pemeliharaan HPR yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan sehingga mensupport program pengendalian rabies.  

Turut hadir dalam launching tersebut, Bupati dan Walikota se Pulau Sumbawa, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktur Kesehatan Hewan, Kepala Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, IPB University dan Kadis Peternakan dan kesehatan Hewan se-Pulau Sumbawa.***

 




Pemprov NTB Terima Penghargaan Kepatuhan Tinggi Pelayanan Publik 

Ombudsman RI memberi penghargaan Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik kepada Pemprov NTB sebagai pesan dari program prioritas nasional 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menerima penghargaan Pelayanan Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik tahun 2021 dari Ombudsman RI. 

Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan rasa syukur dan trimakasihnya kepada semua pihak yang turut berperan. 

Mewaili Pemprov NTB menerima penghargaan
Gubernur Zulkieflimansyah

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak. Mudah-mudahan pelayanan publik di NTB di masa mendatang bisa kita tingkatkan,” ungkap Gubernur Zul di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi NTB, Rabu (09/02/22).

Ia menyatakan, kehadiran Ombudsman RI Perwakilan NTB membawa banyak manfaat melalui berbagai dialog untuk memperbaharui kemampuan Pemerintah Daerah dalam melayani masyarakat.

“Terimakasih juga kepada Ombudsman NTB yang dalam dialog-dialog formal sering bertukar pikiran, sehingga semua feedback dan aduan dari masyarakat dapat diselesaikan dengan cepat dan baik,” kata Gubernur Zul yang pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2004-2018 tersebut.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Tidak Ada Tempat Bagi Pelayanan Lambat

Acara penyerahan sertifikat tersebut sebagai tindak lanjut selebrasi penganugerahan piagam kepatuhan yang telah dilaksanakan di Jakarta akhir Desember 2021 lalu secara terbatas. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ombudsman RI Moh. Najih, SH., M.Hum., Ph.D.

“Penyerahan penghargaan terhadap pemerintahan daerah yang mencapai kepatuhan tinggi ini merupakan suatu pesan dari program prioritas nasional dan sebagai tindak lanjut acara penganugerahan di Jakarta pada Desember 2021 lalu,” ungkap Moh. Najih. 

Sebagai informasi, beberapa daerah yang masuk ke dalam Zona Hijau Kepatuhan Tingkat Tinggi adalah Provinsi NTB, Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Pemprov sampaikan rasa syukur atas penerimanaan penghargaan

Sedangkan Kabupaten lain di NTB seperti Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima masih berada pada Zona Kuning atau Tingkat Kepatuhan Sedang.

BACA JUGA: Peringatan HPN 2022, Pers Penting Bagi Kemajuan Daerah

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Wakil Gubernur NTB, Bupati/Walikota se-NTB, Danrem 162/WB, Ketua Ombudsman RI Perwakilan NTB, dan Forkopimda ruang lingkup NTB.***

 




 M16: Penjabat Kepala Daerah tahun 2023 Wajib Sosok Netral

Penjabat Kepala Daerah yang ditempatkan jelang pemilihan Kepala Daerah harus netral, tidak berpihak kepada siapa pun yang ikut kontestasi politik,

MATARAM,lombokjournal.com ~ -Pemerintah agar hati-hati menunjuk penjabat (Pj) Kepala Daerah untuk mengisi kekosongan jabatan pada 2023 di NTB.

 Netralitas para Penjabat Kepala Daerah tersebut adalah prioritas utama selain integritas dan rekam jejak mereka.

 Direktur  Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto  mengingatkan itu di kantornya di Mataram, Rabu  (9/2/2022).

“Pejabat yang ditempatkan itu harus yang benar-benar netral. Tidak berpihak kepada siapapun nanti yang ikut dalam kontestasi politik,” katanya.

Pada 19 September 2023, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB akan berakhir masa jabatannya. Mengingat Pilkada berikutnya baru digelar pada 27 November 2024, maka pemerintah akan menunjuk Penjabat Gubernur untuk Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Peringatan HPN 2022, Pers Penting Bagi Kemajuan Daerah

Penjabat ini akan bertugas hingga terpilihnya kepala daerah defenitif berikutnya. Selain di tingkat provinsi, penjabat kepala daerah juga harus disiapkan di Lombok Timur dan juga di Kota Bima. Di kedua daerah ini, bupati dan wali kotanya akan berakhir masa jabatannya pada 26 September 2023.

 “Pemerintah harus selektif. Jangan lupa, penjabat kepala daerah ini memiliki kewenangan yang sama seperti kepala daerah defenitif. Karena itu, sosok yang ditunjuk haruslah yang paham pemerintahan dan punya leadership,” kata Bambang mengingatkan.

Sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, maka Penjabat Gubernur akan diajukan Kementerian Dalam Negeri lalu dipilih langsung oleh presiden. Sementara, untuk Penjabat Bupati dan Wali Kota, diajukan oleh Gubernur dan dipilih oleh Kementerian Dalam Negeri.

Dalam mekanismenya, akan diajukan tiga nama, dan dari tiga nama tersebut akan ditetapkan satu nama Penjabat Kepala Daerah.

 Penjabat Bupati atau Wali Kota, akan diangkat dari pimpinan tinggi pratama setingkat eselon dua. 

Sedangkan Penjabat Gubernur akan berasal dari pejabat pimpinan tinggi madya setingkat eselon satu. 

Dalam struktur pemerintahan, jabatan ini setingkat dengan direktur jenderal, sekretaris jenderal, kepala badan, sekretaris menteri, atau staf ahli menteri serta jabatan lainnya yang setara.

Bambang Mei menegaskan, Penjabat Kepala Daerah yang tidak netral akan berimplikasi pada kualitas pemilu mendatang. Sebab, Penjabat Kepala Daerah yang tidak netral tersebut bisa saja berpihak pada kekuatan politik tertentu.

“Akan menjadi sangat berbahaya kalau misalnya yang ditempatkan itu posisinya tidak netral dan berpihak pada suatu kekuatan politik tertentu,” kata pria yang karib disapa Didu ini.

 Tantangan yang akan dihadapi para Penjabat Kepala Daerah ini juga menurut Didu tidak akan ringan. 

Sebab, tak ada yang dapat memastikan apakah pada 2023 pandemi Covid-19 sudah berakhir atau belum.

 Karena itu kata Didu, mutlak selain netralitas, maka pemahaman Penjabat Kepala Daerah pada pengelolaan pemerintahan dan leadership menjadi sangat penting. Sebab, mereka berpotensi masih akan memimpin dalam situasi krisis.

“Dalam hal ini, integritas dan rekam jejak Penjabat tersebut menjadi sangat penting,” tandas Didu.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Jaga Kamtibmas dan Pengaruh Narkoba

 Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini juga mengingatkan, meski dipimpin oleh Penjabat Kepala Daerah, program-program strategis di pemerintahan juga harus tetap berjalan.

Karenanya, para pejabat kepala daerah tersebut sudah pasti akan memiliki peran yang sangat sentral.

 “Penjabat Kepala Daerah akan menjadi kunci efektivitas dan kesinambungan pemerintahan berikutnya setelah Kepala Daerah defenitif terpilih,” kata Didu.***

 




Peringatan HPN 2022, Pers Penting Bagi Kemajuan Daerah

Pers berperan jadi fasilitator, menyebarkan apa yang dilakukan pemerintah diketahui masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari peranan pers. Pembangunan suatu daerah harus melibatkan masyarakat agar dikatakan sukses dan berhasil. 

Maka dari itu program-program pemerintah harus dipahami terlebih dahulu. Peran pers sebagai fasilitator yang membantu apa yang dilakukan oleh pemerintah diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat ikut terlibat.

Wagub menyampaikan pesan hari pers nasional
Wagub Hj Sitti Rohmi

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menghadiri acara Coffe Morning dalam rangka Hari Pers Nasional Tahun 2022 di Aula Gemilang Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Rabu (09/02/22).

Lanjutnya Ummi Rohmi sapaan Wagub, berharap Hari Pers Nasional ditahun ini agar insan pers selalu tetap menjaga sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah Provinsi NTB . 

“Selamat Hari Pers dan terimakasih untuk seluruh insan pers khusunya NTB mudah-mudahan kita selalu menjaga sinergi dan kolaborasi bersama-sama untuk mewujudkan NTB Gemilang.“ harapnya.

Tidak lupa Wagub berpesan kepada seluruh stakeholders yang hadir, NTB saat ini telah menjadi pusat dunia.

BACA JUGA: Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Mengangkat Isu Lingkungan

Dengan banyaknya event-event Internasioanal seperti MotoGP, IATC, Lomba balap sepeda L’etape dan WSBK. Maka dari itu perlunya penyebaran-penyebaran informasi yang positif kepada masyarakat.

“Mari kita jalin kolaborasi ini dengan menyebarkan informasi-informasi yang positif kepada masyarakat. Banyak sektor akan diuntungkan dengan adanya event-event ini. Dengan kerja sama antara pers, masyarakat dan Pemprov. NTB., Insyaallah event-event ini sukses” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Najamuddin Amy. dalam laporannya menyebutkan kolaborasi sudah lama dilaksanakan antara Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Insan Pers. 

Salah satunya adalah meningkatkan Kualitas Wartawan Lokal NTB.

“Wujud kolaborasi dan sinegitas kami dengan PWI ditahun lalu salah satunya adalah turut andil memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di NTB. Insyaallah ditahun ini akan tetap kami fasilitasi” kata mantan Karo Humas NTB tersebut.

Senada dengan hal tersebut Sekretaris PWI (Persatuan Wartawan Indopnesia) H. Rachman Hakim berterima kasih, atas apa yang dilakukan oleh Pemprov NTB untuk kemajuan insan pers di NTB. Khusunya dalam hal peningkatan kompetensi wartawan lokal NTB.

BACA JUGA: Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

wagub bersama insan pers

“Terimakasih kepada Bu Wagub dan Dinas Kominfotik telah membantu kami untuk mewujudkan kegiatan UKW ditahun lalu. Selanjutnta dengan berita baik dari pak kadis yang menyatakan siap memfasilitasi UKW ditahun ini kami bahagia dan lega. Target kami ditahun ini akan memfasilitasi 80-100 wartwan lokal NTB.,” ungkapnya.

Kegiatan Coffe Morning ini dihadiri oleh Kepala TVRI NTB, Kepala RRI Mataram, seluruh Humas Forkopimda NTB dan Insan Pers lokal NTB.***