Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah
Pembentukan karakter siswa di sekolah diaplikasikan melalui program Sabtu Budaya, Siswa diajak menghormati dan bangga dengan budaya lokal
BIMA.lombokjournal.com ~ Program Sabtu Budaya di lingkungan satuan pendidikan, merupakan wadah pembentukan karakter siswa, melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan sekaligus bermanfaat di sekolah.
Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan itu, saat meninjau vaksinasi di SMAN 4 Kota Bima, Jum’at (25/02/22).
“Sehingga membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.
Dijelaskannya, kegiatan Sabtu Budaya mengajak siswa belajar memiliki rasa kasih sayang, cinta kasih, rasa peduli, toleransi, hormat menghormati dan bangga dengan budaya lokal dan tradisional.
“Berbagai aktivitas dan kegiatan yang dikemas pada acara Sabtu Budaya, seperti gotong royong, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni budaya, harus terus berjalan dan berkesinambungan untuk dapat mengubah pola pikir atau perilaku siswa,” jelas Wagub didampingi Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidy Furqon.
Wagub mencontohkan, misalnya cara pandang siswa tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuah sampah sembarangan hingga memanfaatkan sampah dan mengolahnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Tadi Saya lihat hasil karya kreatifitas siswa memanfaatkan limbah sampah dari botol plastik dan gelas plastik sangat luar biasa ” pujinya.
Selain itu, cucu pahlawan asal NTB ini juga berpesan agar siswa dan guru segera divaksin untuk menjaga dari penyebaran Covid-19.
“Karena Covid-19 hanya bisa dihadapi dengan vaksin dan memakai masker,” tutup Ummi Rohmi.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Waka Polres Kota Bima, Dandim, Asisten 1, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadikes, Karo Kesra, dan Asisten 1 Kota Bima.***
Wagub Sitti Rohmi Mengaku Belajar dari Siswa SLB
Menurut wagub, anak-anak yang belajar di SLB bukan kurang dari kita tapi mereka diberikan hal yang berbeda
DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku banyak belajar dari para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Dompu yang dikunjunginya.
“Ada hal- hal yang kita punya, mereka tidak punya. Namun banyak yang mereka punya dan bisa sedangkan kita tidak. Kami yang sebenarnya belajar banyak,” ucap Ummi Rohmi, Kamis (24/02/22) di SLB Negeri Dompu.
Ummi Rohmi juga memuji para guru dan siswa SLB Negeri Dompu, tak terkecuali Iza Tunnafsia, yang menyambut rombongan dengan puisi berjudul “Setitik Cahaya”.
Bahkan Ummi Rohmi, Bupati Dompu dan Istri juga terlihat sempat menitikkan air mata saat mendengarkan puisi indah tersebut.
“Mereka bukan kurang dari kita, namun Allah SWT menitipkan hal berbeda kepada mereka. Kalian hebat kalian luar biasa..” puji Ummi Rohmi.
“Terima kasih sudah memberikan pelajaran berharga kepada kami..” tutup Wagub diiringi tepuk tangan undangan dan tamu yang hadir.
Sementara itu Bupati Dompu Kader Jaelani mengungkapkan, pengalaman pertama mengunjungi SLB Negeri Dompu ini adalah pelajaran untuk terus bersyukuratas nikmat Allah SWT.
“Mereka mungkin memiliki keterbatasan. Tidak bisa melihat, keterbatasan kaki atau tangan. Namun mereka bisa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua yang diberikan nikmat sehat,” ucap Bupati.
Terakhir Bupati mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur di Dompu.
“Saya merasa bangga kepada bu Wagub yang sudah hadir disini. Saya berterima kasih banyak.. Mudah-mudahan kehadiran Bu Wagub membawanya berkah bagi daerah kami” katanya.***
Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima
Wagub Sitti Rohmi memuji Bank Sampah di Bima yang menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah
BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau dua bank sampah di Kabupaten Bima yang dinilai telah berhasil dalam implementasi dan pemberdayaan, Rabu (23/02/22) .
Dua bank sampah yang ditinjau Wagub Sitti Rohmi saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Bima tersebut adalah Bank Sampah “Teke Berdaya” Kec. Palibelo Kab. Bima dan Bank Sampah Samili di Kecamatan Woha.
“Bank sampah ini bisa menjadi media pembelajaran yang baik mengenai ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.” kata wagub.
Menurutnya, Bank sampah kita di Bima ada yang telah menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah
Ummi Rohmi memuji produk Bank Sampah tersebut dan yakin, dengan konsistensi yang telah ditunjukkan, akan terus lahir produk – produk dari bank sampah.
“InsyaAllah, produk-produk dari limbah pengolahan sampah akan hadir dari bank sampah lainnya di NTB,” ucap Wagub.
Bank sampah sendiri merupakan suatu gerakan dan inisiasi warga dan penggiat lingkungan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.
Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilahakan diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomis. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.
Turut hadir mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Setda NTB, Kadis LHk, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Sekretaris Dikbud, Karo Kesra, dan tim NTB Care.***
Wagub Tinjau Implementasi “Zero Waste” di Sekolah
Dalam kunker di sekolah di Bima, Wagub Sitti Rohmi menganjurkan agar menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah
BIMA.lombokjournal..com ~ Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Bima, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah turut meninjau implementasi program Zero Waste di sekolah. SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) Kab. Bima menjadi sekolah yang dikunjungi Ummi Rohmi kali ini.
Wagub Sitti Rohmi
“Apa yang telah dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo sudah luar biasa” puji Ummi Rohmi sapaan Wagub, didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di SMAN 1 Palibelo Kab. Bima.
Siswa-siswi dan guru dianjurkan memanfaatkan botol bekas atau gelas plastik dari rumah atau lingkungannya. Untuk kemudian dikelola menjadi Ecobrick di sekolah
“Harus kita sadari, bahwa sampah itu sesuatu yang membawa berkah jika mampu dikelola dengan baik. Membuat nama taman sekolah dari botol bekas, membuat bunga matahari yang cantik dan indah dan produksi dari limbah botol plastik lainnya. Ini luar biasa” ucap Wagub.
Namun Wagub berharap agar kedepannya pihak sekolah dapat menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah yang telah ada di Kab Bima.
“Sehingga siswa bisa membuka tabungannya, lumayan hasilnya ,”pesan mantan ketua DPRD Kab. Lotim ini.
Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan bahwa merasa bangga dan mengapresiasi kunjungan kerja Wagub ke SMA 1 Palibelo.
“Kunker Ibu Wagub ingin melihat langsung pengelolaan zero waste di sekolah kami dan memantau pelaksanaan vaksin,” kata Kepsek.
Mendukung visi NTB Gemilang dalam program Zero Waste, melalui ektrakurikuler peduli lingkungan, pihak sekolah mengelola limbah sampah dari botol air minum kemasan.
“Ada limbah botol yang ukuran kecil, sedang maupun yang besar,”jelasnya.
Pihak selolah juga mewajibkan 557 siswanya untuk mengumpulkan botol kemasan ataupun botol minuman gelas, sejak tahun 2020.
Dari hasil produksi siswa dengan kreatifitasnya menghasilkan meja, kursi, papan nama taman, gerbang bunga, semuanya terbuat dari botol kemasan dan gelas plastik.
“Sehingga sekolah kami sudah dipenuhi spot foto yang membuat siswa betah di sekolah,” tuturnya.***
Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya
Saat tinjau vaksinasi siswa di SMAN 1 Palibelo Wagub Sitti Rohmi berpesan agar siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker untuk mencegah Covid-19
BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berpesan agar para siswa SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) jangan takut untuk divaksin.
Ia mengimbau seluruh siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker, karena itu merupakan kunci melawan pandemi Covid-19.
“Karena kunci mencegah Covid-19, hanya dapat dilakukan dengan Vaksin dan memakai masker,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.
Hal itu dikatakannya saat meninjau vaksinasi di SMAN 1 Palibelo Kab. Bima sekaligus melihat implementasi “Zero Waste” di sekolah tersebut.
“Jangan takut ya, tetap semangat, hanya disuntik sebentar saja,” pesan alumni ITS Surabaya tersebut didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di Bima.
Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian vaksin di Kabupaten Bima sendiri per 22 Februari 2022 telah mencapai 75 persen pada vaksinasi pertama dan 32 pesen pada capaian vaksinasi kedua. ***
Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu
Berikhtiar mewujudkan NTB Hijau, Wagub Sitti Rohmi mengharapkan gerakan masif penanaman pohon
BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menanam 18 pohon Ketapang Kencana di sepanjang jalan lintas Bima – Dompu, Rabu (23/2/2022).
Ia menekankan gerakan masif penanaman pohon.
Wagub Sitti Rohmi
“Demi mewujudkan NTB Hijau,” kata Wagub didampingi Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Nur, usai melakukan penanaman pohon dalam kunkernya ke Bima.
Ia berharap sepanjang jalan lintas Bima-Domp terlihat hijau dan sejuk. Di Sekitar kantor Bupati Bima juga harus dihijaukan dengan penanaman pohon.
Wagub berpesan agar pohon yang ditanam harus terus dilakukan perawatan juga.
“Saya titip pohon ini, tolong diperhatikan dan dirawat hingga tumbuh besar,” imbau Wagub Ummi Rohmi.
Sementara itu Kadis LHK Provinsi NTB yang diwakili Kabid Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran, Firmansyah, S. Hut, M. Si menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah untuk program NTB Hijau. Khususnya di pulau Sumbawa yang kerusakan hutannya sudah cukup parah.
“Ini merupakan rangkaian dari ikhtiar Gubernur dan wakil Gubernur NTB, khususnya untuk ruas jalan Nasional dan Provinsi dengan jenis ketapang kencana dan tabebuya,” jelas Firman.
“InsyaAllah ini akan jadi edukasi yang baik untuk masyarakat, khususnya tentang gerakan menanam,” tuturnya.
Turut mendampingi Wagub Asisten 1 Setda NTB, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Kesehatan, Sekdis Dikbud, Kepala Biro Adpim dan Karo Kesra.***
Gubernur Bersama KASAD Tanam Pohon dan Tinjau Sirkuit Mandalika
Selain menanam Mangrove dan bagi-bagi sembagi, KASAD didampingi Gubernur NTB juga meninjau Sirkuit Mandalika
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Penanaman pohon Mangrove dan pemberian paket sembako untuk warga sekitar lingkar Mandalika dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, Selasa (22/02/22) di Desa Mertak, Kecamatan Pujut Loteng.
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah ikut mendampingi Jenderal Dudung dalam penanaman Mangrove tersebut.
“Selain penanaman pohon dan pemberian sembako, kami berkeliling bersama Pak Kasad, melihat pembangunan dan lintasan sirkuit Mandalika, jelang MotoGP,” kata Gubernur Zul, yang turut didampingi oleh Sari Komisi III DPR RI.
Sirkuit Mandalika membawa multiplier effect untuk kebangkitan pariwisata NTB Indonesia dan geliat sektor ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, mengatakan, kunjungan kerjanya ke Mandalika untuk melihat pengerjaan sirkuit Mandalika, sebagai program prioritas strategis pemerintah.
“Kami ingin melihat langsung sejauh mana peran dan keterlibatan TNI AD, yaitu jajaran Korem 162/WB terhadap mensukseskan pembangunan sirkuit Mandalika dan program-program pemerintah di provinsi NTB,” kata Jenderal Dudung.
Termasuk kelanjutan program penghijauan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa bulan yang lalu.
Adanya sirkuit ini, akan memunculkan banyak event dan kegiatan lain di Mandalika, sehingga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Mandalika dan NTB pada umumnya.
“Intinya TNI AD mendukung sepenuhnya proses pembangunan di Mandalika, sehingga cepat selesai. Karena sirkuit bertaraf internasional ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tutupnya.
Selain itu Gubernur Zul bersama KASAD, Pangdam, Danrem, Polda dan jajaran TNI AD sempat melihat langsung progres pembangunan di Bukit 360 Sirkuit Mandalika, dan dilanjutkan kegiatan Penanaman Pohon Kenangan atau Pohon Pule.
Kemudian dilanjutkan dengan meninjau Race Control, mengelilingi Sirkuit, meninjau Observation Deck atau bukit Jokowi dan ditutup dengan Makan Siang di Royal Box.
Usai kegiatan di Mandalika, Gubernur Doktor Zul, mengantarkan kepulangan KASAD menuju kembali ke Jakarta di bandara Bizam. ***
PWI NTB Rapat Seleksi Calon Atlet Porwanas
Pengurus PWI Kabupaten/Kota se NTB rapat perekrutan atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) di Malang, Jawa Timur
MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) XIII yang dijadwalkan bulan Oktober 2021 di Malang, Jawa Timur, segenap perwakilan pengurus PWI Kabupaten/Kota Se Nusa Tenggara Barat menghadiri rapat persiapan perekrutan atlet yang akan mengikuti 11 Cabang Olahraga (Cabor).
Rapat yang dirangkaikan dengan syukuran telah berlangsungnya pelaksanaan Hari Pers Nasional HPN yang dipusatkan di Kendari baru baru ini, PWI NTB juga melaksanakan kegiatan di daerah.
Kegiatan yang dimaksud yaitu pelepasan 100 ribu bibit ikan, bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTN menebar 100 ribu benih ikan di sejumlah sungai dan bendungan di Pulau Lombok.
“Inilah bentuk kebaikan yang bisa dilakukan wartawan,” kata Ketua PWI NTB,Nasrudin.
Dia mengatakan, penebaran benih ikan yang merupakan rangkaian peringatan HPN 2022 di NTB ini membuktikan wartawan tidak hanya terbiasa menulis berita.
Tetapi mengetahui cara mengaplikasikan apa yang ditulis di tengah masyarakat.
Masih dalam HPN, pada persiapan PORWANAS Oktober 2022 kali ini, H Nasrudin selaku Ketua PWI NTB membentuk Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI NTB akan menggelar seleksi atlet dari kalangan jurnalis di seluruh Kabupaten/Kota, di Jalik-Rumbuk Mataram Rabu (23/02/22).
“Setiap cabor kita seleksi dan itu dilakukan oleh masing-masing koordinator cabang dan hasilnya langsung kita lakukan pemusatan latihan,” ungkap Ketua SIWO PWI NTB, kepada awak media, yang hadir di lokasi kegiatan (Kedai Dewan Penasehat PWI, Ir H Sukisman Azmy yang sekaligus merupakan Anggota DPD RI Dapil NTB).
H Nasrudin menegaskan, wartawan yang ikut seleksi harus mengantongi dua persyaratan wajib, yaitu harus memiliki Kartu Biru PWI dan Kartu Kompetensi dari Dewan Pers.
“Apabila tidak punya mohon maaf tidak bisa ikut dan bagi yang masa berlakunya habis segera diurus dan diaktifkan sebelum kegiatan seleksi,” tegasnya.
“Soal batasan usia belum dapat info pastinya, tapi yang jelas kita ikut sebelas cabor yang direncanakan termasuk Renang,” tambah H Nasrudin.
Sementara Dewan Penasehat PWI NTB, Ir H. Sukisman, H Sukisman Azmy
“Jangan sampai sudah lolos seleksi, tapi kartunya belum terbit. Jadi percuma saja tidak bisa tanding juga,” ungkap jurnalis senior ini.
H Sukisman mengakui, pada PORWANAS terdahulu, atlet Wartawan NTB cukup diperhitungkan. Dikatakannya, untuk Porwanas, PWI bersama SIWO PWI NTB juga terus mempersiapkan diri.
Beberapa Cabang Olahraga (Cabor) yang akan mereka ikut sama seperti Porwanas sebelumnya. Beberapa cabor telah dipersiapkan untuk mengikuti ajang tersebut di antaranya bulu tangkis, catur, dan futsal.
“Jadwal kegiatan Porwanas seyogyanya dilaksanakan tahun 2020 lalu, hanya saja karena pandemic jadwalnya diundur hingga Oktober tahun ini. Kita berharap pada bulan September nanti wabah Covid-19 sudah bisa diatasi dan,” ungkap Sukusman.
Lebih jauh Ketua PWI NTB menambahkan, pihaknya sendiri juga membutuhkan support dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait akan diikutinya Porwanas oleh kontingen SIWO PWI Provinsi NTB. Perihal tersebut sejauh ini pihaknya sudah menyampaikan usulan kebutuhan anggaran biaya untuk keberangkatan tim kepada Pemda Provinsi.
“Kebutuhan sudah kita usulkan dan mudah-mudahan sudah masuk dalam anggaran pemerintah daerah. Harapan kita, dalam Porwanas nanti tim yang kita berangkatkan mampu meraih prestasi lebih baik dari Porwanas yang diikuti sebelumnya,” pungkasnya. ***
Wayang Sasak, Lalu Nasib; Tontonan dan Tuntunan Masyarakat
Seni tradisi Wayang sangat digemari di masyarakat Sasak, salah satunya karena kepiawaian dalang Lalu Nasib yang menjadikan wayang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lalu Nasib sukses menyesuaikan pertunjukan wayangnya dengan situasi terkini Ini wawancara Nanik I Taufan, yang menggali sisi lain dalang berusia lebih 72 tahun tapi tetap bersemangat itu
MATARAM.lombokjournal.com ~ Lalu Nasib, dalang Wayang Sasak, namanya tersohor hingga ke pelosok desa di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok.
Kiprahnya sebagai seorang dalang terbilang fenomenal, sebab ia memiliki ciri khas sendiri. Lucu dan segar, setidaknya itulah suasana yang bisa dinikmati penonton tatkala Lalu Nasib memainkan wayang-wayangnya.
Lalu Nasib
Lalu Nasib menggemari wayang sejak kanak-kanak. Kegemarannya menonton wayang ia lalu membuat dan memainkan wayang-wayangan dari kardus. Bermula dari kegemaran menonton dan memainkan wayang itu, Lalu Nasib akhirnya memilih menjadi seorang dalang sejak tahun 1965.
Sejak itu ia menjadi dalang yang mampu membius para penonton. Meski kini usianya telah menginjak 72 tahun lebih, Lalu Nasib tetap bersemangat memainkan wayangnya dan tetap tampil dengan penuh percaya diri.
“Saya memang sangat menyukai dan senang menonton wayang sejak masa kanak-kanak,” katanya.
Salah satu kelebihan Lalu Nasib sepanjang 55 tahun memainkan wayangnya, adalah mampu menyatu dengan penontonnya. Ia senantiasa sukses menyesuaikan pertunjukannya dengan situasi terkini, dengan ragam kisah yang up to date. Ia selalu menggunakan bahasa sehari-hari yang mewakili perasaan masyarakat kalangan bawah.
Sebagai seorang dalang yang lebih dari setengah abad berkarya, Lalu Nasib memiliki kharisma yang mampu membius para penonton. Ia memiliki kemampuan menciptakan pakem, gaya, genre, dan falsafah tersendiri dalam dunia pewayangan Sasak (Lombok), sehingga ia diterima dan diakui semua orang yang menjadikannya seorang Maestro.
Ia mampu mengikuti perkembangan zaman dengan tetap eksis dalam dunia pewayangan hingga saat ini.
Bagaimana tidak, meski tetap memperhatikan pakem asli pewayangan Sasak, ia berinisiatif memasukkan benda-benda modern dalam pagelarannya, seperti alat transportasi tradisional Sasak berupa Cidomo. Bahkan hingga pesawat antariksa Apollo ada dalam pertunjukan wayangnya.
Awalnya modifikasi ini mengagetkan, namun secara tidak langsung ternyata mampu mewakili kebutuhan hiburan masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah sebagai komunitas pendukung wayang Sasak. Kreativitas Lal Nasib akhirnya diterima sebagai salah satu ciri khas dari inovasi dalang Sasak.
Tidak itu saja, pergaulannya yang luas membuat Lalu Nasib mampu menciptakan tokoh-tokoh yang mewakili kalangan bawah. Ia menciptakan sendiri tokoh-tokoh wayang Sasak yang mewakili kalangan bawah yakni Rerencek dan Punakawan.
Lalu Nasib mampu menghadirkan tokoh tokoh wayangnya dengan karakter lokal, Inak Ocong, Amak Ocong, Amak Amat, Amak Baok, dan Inak Etet. Tokoh-tokoh ini sangat mewakili masyarakat kelas bawah. Tokoh-tokoh wayang ini kini sangat terkenal di Lombok khususnya, sebab memiliki karakter masing-masing yang mewakili kelas bawah baik karakter maupun caranya berkomunikasi.
“Saya bergaul dengan semua kalangan, dari berbagai suku bangsa,” ungkapnya.
Kecerdasan Lalu Nasib dalam menciptakan tokoh-tokoh lokal ini dilakukannya berdasarkan pengamatan lapangan. Bukan hanya pada orang Sasak Lombok, melainkan pengamatan menyeluruh pada berbagai karakter masyarakat di Nusa Tenggara Barat, yang memiliki tiga etnis besar, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo. Termasuk tipikal karakter orang Jawa bahkan etnis lainnya yang bisa mengundang gelak tawa.
Naluri penciptaannya tak pernah mati. Lihat saja, di tengah gencarnya Pemerintah Provinsi NTB yang memfokuskan diri dalam bidang pariwisata dengan target jutaan wisatawan, Lalu Nasib juga akhirnya menciptakan tokoh wayang ‘bernuansa’ bule.
Sebab itulah dalam memainkan wayangnya, Lalu Nasib senantiasa mengemas cerita dan memakai bahasa yang bisa merangkul ketiga etnis tersebut.
Salah satu keahlian langka yang tidak dimiliki dalang lain di Lombok khususnya, adalah kepiawaian Lalu Nasib mempertontonkan pertunjukan wayang Sasak yang menawarkan celoteh jenaka dari Sang Maestro Lalu Nasib.
Ia tidak hanya memainkan wayang dengan kisah cerita, pakem dan tokoh aslinya, melainkan ia selalu merespon situasi terkini, topik yang tengah hangat di masyarakat, menjadi kekuatan petunjukan wayang Lalu Nasib. Ia paham memainkan wayangnya sebagaimana fenomena yang tengah berkembang. Untuk bisa menguasai materi pertunjukan, Lalu Nasib rajin membaca koran, mendengarkan radio dan berbincang dengan banyak kalangan.
“Saya pelajari semua topik dan perkembangan informasi dari media massa dan pergaulan dengan banyak orang,” ujarnya.
Tak ayal, sepanjang pergelarannya ia mampu membuat penonton terhibur dengan gelak tawa yang garing. Satu hal yang tidak boleh dilupakan dari Dalang Lalu Nasib adalah kemampuannya menguasai semua bidang, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Kebudayaan, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Ipoleksosbudkam) yang menjadi materi dalam setiap pertunjukannya.
Ini menjadi nilai penting dari keberadaannya sebagai seorang dalang. Sebab itu ia tetap mampu menjadikan pertunjukan Wayang Sasak sebagai tontonan dan tuntunan yang sesuai dengan masanya.
Itulah sebabnya Lalu Nasib menjadi dalang fenomenal yang langka milik Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, perjalanan karir dan karyanya yang begitu panjang dalam dunia pewayangan Sasak tersebut, sejauh ini, tidak banyak terdokumentasi dengan lengkap. Padahal, nama dan kiprahnya di dunia seni pertunjukan pewayangan Sasak khususnya, dikenal hingga ke pelosok desa.
Bisa dikatakan bahwa dari tidak banyak lagi dalang wayang Sasak di Lombok (hanya sekitar 50-an dalang) saat ini, hanya nama Lalu Nasib yang masih dikenal luas dan tetap bertahan di hati masyarakat hingga hari ini. Kehadirannya dalam dunia seni pertunjukan tradisi pewayangan Sasak, tidak lekang oleh waktu, tak tergoyahkan oleh kemajuan zaman yang begitu pesat.
Ia tetap menjadi dalang idola yang pertunjukan-pertunjukannya selalu dinanti sebab ia mampu mampu mewakili kebutuhan masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah.
Tawaran tontonan televisi dan berkembangnya media sosial yang melintasi teknologi canggih yang semakin beragam, tidak mampu sepenuhnya ‘mematikan’ kecintaan masyarakat terhadap keberadaan pertunjukan wayang Lalu Nasib.
Meski mengalami pergeseran pada soal waktu dan volume pertunjukan serta lainnya, pertunjukan wayang Lalu Nasib masih ditanggap hingga saat ini. Ia tetap bisa menghadirkan pertunjukan yang mampu menjadi tontonan dan tuntunan bagi penikmat wayang Sasak.
“Hanya satu yang selalu saya ingat, untuk menjadikan pertunjukan wayang sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat,” katanya.***
Pandemi Covid-19 Ajarkan UMKM Sadar Digital
Selama pandemi, Bunda Niken mendorong UMKM belajar cepat beradaptasi memanfaatkan digitalisasi dalam proses berbisnis
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 mengajarkan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB untuk sadar digital.
UMKM dituntut belajar cepat untuk beradaptasi, meningkatkan inovasi, bersinergi dan memperluas jaringan.
Hj. Niken Saptarini Widyawati
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat acara DigiTalk “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” yang berlangsung di Novotel Hotel, Mandalika, Selasa (22/02/22).
“Selama pandemi Covid – 19 di NTB memang mengalami banyak perubahan, selama pandemi membuat kita semua berubah dan harus beradaptasi, inovasi serta bersinergi dengan cara cara yang tidak biasa,” tutur Bunda Niken.
Dikatakan, pemanfaatan digitalisasi para UMKM sudah tidak ada hambatan lagi, mulai dari proses jual beli, bahkan kurasi bisa secara digital.
“Kurasi bisa dilakukan secara digital, dengan interview, pemasaran juga bisa dilakukan secara digital. Kita berharap UKM – UKM dapat melakukan adaptasi dalam proses bisnis ini dengan baik,” katanya.
Bunda Niken mengungkapkan agar para UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Dan terus belajar dari berbagai ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas.
“Kegiatan ini menjadi suatu bagian dari upaya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM di NTB,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan banyak ikhtiar untuk UMKM, seperti menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Bela dan Beli Produk Lokal.
Termasuk, penyediaan aplikasi marketplace NTB Mall, mendirikan NTB Mall offline store, hingga membentuk ekosistem dan Komunitas Start Up lokal NTB.
Dalam kegiatan ini hadir Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, S.Sos.,M.Si, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Founder & CEO Ladaea, Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M dan Ketua Lombok Womenpreneur Club (LWC) Indah Purwanti Ningsih.***