Diskominfotik NTB akan Perkuat Kerjasama bersama Media

Dalam Silaturrahmi bersama Media, Baiq Nelly Yuniarti menganggap penting Diskominfotik NTB tingkatkan kerjasama dengan media 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Plt Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Nelly Yuniarti menyampaikan terimakasih atas kehadiran para wartawan Pemprov NTB. 

BACA JUGA: Sambut MXGP of Indonesia 2022, Akomodasi Siap

Diskominfotik NTB harus bekerjasama dengan media
Baiq Nelly Yuniarti

Dirinya mengajak pada pertemuan pertama ini sebagai langkah memperkuat kalaborasi dan kerjasama, agar ke depan lebih baik dalam menyampaikan pesan informasi positif kepada masyarakat apa adanya.

“Sebagus apapun informasi namun tidak sampai ke masyarakat maka tidak ada maknanya,” jelas Nelly sapaan akrab Plt Kadiskominfotik.

Ia mengatakan itu pada pertemuan silaturahmi dengan para awak media, bertempat di Aula Kantor Diskominfotik, Rabu (08/06/22).

Nelly menekankan pentingnya kerjasama dengan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat

Menurut Nelly, pemerintah tidak bisa sendiri dalam bekerja terlebih dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. 

Sehingga diharapkan ke depan ada kerjasama dan kalaborasi menjadi lebih baik. ***

BACA JUGA: Bunda Niken di Lobar, Menguatkan Manajemen PKK

 

 




Bupati Djohan Lepas Peserta Latsitardanus XLII

Saat melepas taruna peserta Latsitarda XLII Nusantara, Bupati Djohan berharap bukan akhir  hubungan silaturrahmi 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu, melepas taruna serta perwakilan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, dilangsungkan di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung, Selasa (07/06/22). 

Pelepasan itu dilakukan setelah sebulan penuh taruna dari Akademi Angkatan Darat, Akademi Angkatan Udara, Akademi Angkatan Laut, Akademi Kepolisian, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri, melaksanakan kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Wasil taruna yang dilepas Bupati Djohan Sjamsu

Sebelum upacara pelepasan, para peserta Latsitardanus melakukan Kirab Drum Band dilepas oleh Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R, ST, M.Eng dari Masjid Nurul Islam Tanaq Song Desa Jenggala. 

BACA JUGA: Teater Tradisi Cupak Grantang di Ambang Punah

Bupati Djohan mengaku bangga terselenggaranya kegiatan Latsitardanus XLII di KLU. Dikatakan, Lombok Utara perekonomiannya harus bangkit, kemiskinan dan pengangguran mesti menurun, kesehatan warga mesti meningkat, serta SDM masyarakat harus maju dan berdaya saing. 

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Terima kasih kepada para peserta yang telah mengabdikan diri dan membantu Pemda dalam mengupayakan kesejahteraan masyarakat. Ini sebagai bekal abadi anak-anak dalam menyongsong masa depan,” kata bupati. 

Berakhirnya Latsitardanus XLII para taruna dapat mendayagunakan wawasan selama latihan, menguatkan soliditas serta melatih jiwa kepemimpinan sehingga bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. 

Bupati Djohan menyampaikan pesan untuk para peserta Latsitardanus, agar mampu memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan saat pendidikan untuk modal mengarungi kehidupan.

BACA JUGA: Upacara Pelepasan Akhiri Kegiatan Latsitardanus XLII 

“Serta mampu menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” katanya. 

Peserta Latsitardanus diminta menumbuhkan tekad yang kuat, dan memberikan motivasi untuk anak-anak muda, sehingga sehingga ikut berpacu dalam posisi sebagai generasi yang lebih baik. 

Pelepasan peserta Latsitardanus tersebut bukan menjadi akhir dari segala bentuk hubungan silaturrahmi antara pemerintah KLU dengan para peserta. 

“Semoga jalinan silaturrahmi di antara kita tidak berakhir sampai disini. Saya harap cerita dan budaya yang baik dari KLU dapat dikenang dan dipromosikan kepada masyarakat luas, khususnya di tempat adik-adik ditugaskan nantinya. Tentu pula dapat berkunjung kembali ke bumi Tioq Tata Tunaq,” kata bupati. 

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Prasasti dan Penyerahan Cinderamata dari Komandan Satlat Macan kepada Bupati Lombok Utara. 

BACA JUGA: Desa Kumbang, Lotim, Calon Percontohan Desa Antikorupsi

Tampak hadir dalam upacara penutupan seluruh rangkaian Latsitardanus XLII tersebut, di antaranya Pabung Dandim 1606/Mataram Letkol Inf. Ibnu Haban, Wakapolres Lotara Kompol Samnurdin, SH, Pj. Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi, S.STP, MM, para Kepala PD lingkup Pemda KLU, serta para undangan lainnya.***

 




Teater Tradisi Cupak Gerantang di Ambang Punah

Teater tradisi Cupak Gerantang yang kerap mengisi berbagai acara hiburan masyarakat Lombok Utara, kini terancam punah

TANJUNG.lombokjournal.com ~. Pasalnya generasi yang bakal melanjukan kesenian teater tradisi Cupak Gerantang hampir tak ada lagi, terutama di kalangan pendidikan atau sekolah-sekolah.  

Tempo dulu, kesenian Cupak Gerantang ini kerap mengisi acara acara keluarga maupun acara pemerintah sebagai sarana dalam misi membawa pesan yang cukup sederhana namun bermakna.   

Teater tradisi yang hidup di Lombok
Cupak Grantang

Setidaknya ada empat karya budaya tradisional yang sering tampil di acara acara keluarga dan pemerintah yaitu, Cupak Gerantang, Wayang kulit, Rudat, Sireh, dan lain lain.

Teater tradisi Cupak Grantang adalah salah satu pertunjukan teater rakyat khas Lombok yang menceritakan dua sisi sifat buruk manusia yaitu; Cupak sifat yang yang buruk pada diri manusia, ia rakus, suka mendengki, seringkali berkhianat bahkan suka mencur.

BACA JUGA: Wayang Sasak, Media Awal Penyebaran Islam di Lombok

Dan Grantang mewakili figur yang rendah hati, jujur, budi pekertinya baik, dan tutur katanya pun sopan.

Cupak Grantang adalah pertunjukan teater tradisi yang pernah jaya pada masanya di Bali dan Lombok. Dengan perangkat alat musik yang sederhana, yakni alat musik Gerantang sebagai salah satu pengiring teater rakyat ini. 

Tokoh hitam putih

Ceritanya berpusat pada dua tokoh kakak beradik yaitu Cupak dan Grantang. Cupak mencerminkan semua sifat yang yang buruk pada manusia, yang rakus, dengki, seringkali berkhianat bahkan suka mencuri. 

Seperti karakter dalam teater tradisi yang digambarkan hitam putih. Karakter Cupak tergambar dengan topeng berwajah buruk rupa, berbadan tambun, dan gerak geriknya mencerminkan sifat culas. 

Karakter Grantang sang adik, digambarkan sebaliknya, yakni seorang yang rendah hati, jujur, budi pekertinya baik, dan tutur katanya pun sopan. 

Grantang digambarkan sebagai pemuda yang tampan, bertubuh bagai ksatria tegap namun luwes, gagah dan gerak-geriknya halus. 

Karakter Cupak dari teater tradisi
Tokoh Cupak

Satu catatan kecil, ketika dipentaskan seringkali tokoh Gerantang yang lelaki ini diperankan oleh seorang wanita, untuk memudahkan diperlihatkannya ketampanan dan gerak gerik yang halus.

Sang kakak Cupak seringkali mencurangi bahkan dalam salah satu lakon berusaha membunuh Grantang. 

Namun Grantang adalah seorang yang pemaaf dan tak pernah menyimpan dendam pada kakaknya. Hubungan di antara keduanya memang dimaksudkan untuk menggambarkan dua sifat pada manusia,baik dan buruk, yang terus mengalami pertentangan. 

Namun sebagai cerita rakyat yang mendidik, Lakon ini selalu diakhiri dengan menangnya sifat baik yang ada dalam diri manusia.

Lakon Cupak Grantang ini pada awalnya adalah sebuah bentuk seni tari topeng yang lama-kelamaan dikembangkan menjadi lakon teater tradisi, dengan tujuan menjadi media pendidikan agar mudah dicerna anak-anak, sehingga penuh dengan humor.

BACA JUGA: Desa Kumbang, Lotim, Jadi Calon Percontohan Desa Antikorupsi

Fragmen dalam pertunjukan Cupak Gerantang sebenarnya sudah sangat umum di Nusantara. 

Jaharudin (penulis) dan Raden Gedarip

Cerita tentang si baik dan si buruk berikut nasib yang menyertai dalam kehidupan mereka. Tentunya nilai-nilai seperti sangat universal dan umum. Sisipan nilai-nilai seperti ini acap ditemui dalam folklore yang ada di Nusantara.

Menurut salah seorang tokoh adat Bayan sekaligus pelaku Kesenian Cupak Geratang,  Raden Gedarip (75), pertunjukan Cupak Gerantang memiliki tema dari fragmen besar watak manusia, baik dan buruk, termasuk konflik-konflik di dalamnya. 

“Itulah mengapa saya menganggap pertunjukan Cupak Gerantang tak sekedar hiburan, fungsinya lebih jauh daripada itu, pertunjukan ini juga menjadi sarana pengingat moral, jadi sungguh filosofis,” kata Raden Gedarip, Selasa (07/06/22) .

Ia mengaku sering didatangi warga untuk tampil dalam acara tertentu, namun karena usianya yang sudah Uzur, lebih sering Ia menolak. 

Raden Gedarip sangat berharap ada pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memasukkan kesenian Cupak Gurantang dalam kegiatan exrakulikuler anak anak di SMP, SMA sederajat.

“Agar teater tradisi Cupak Gerantang tidak punah ditelan zaman,” ungkapnya. ***

 




Kader PKK Diajak Bimbing Orang Tua Bina Karakter Anak

Bunda Niken mengajak kader PKK mengedukasi orang tua agar dapat membimbing anak

KLU.lombokjournal.com ~  Seluruh kader TP – PKK diajak membina dan  membimbing para orang tua, agar menjadi memperhatikan pembinaan karakter dan penguatan karakter anak. 

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat melakukan kunjungan Pelayanan KB, Display Diversifikasi Pangan lokal, dan UP2K PKK di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin (06/06/22).

Ajak kader PKK bimbing orang tua

“Peran TP PKK dapat memberikan  edukasi kepada orang tua agar dapat membimbing anak, diberikan penjelasan bahwa jangan cepat – cepat menikahkan anak, jangan melihat menikahkan anak bahwa kita bebas, sebenarnya tidak,” ungkap Bunda Niken .

Ia menjelaskan terkait  program Dasawisma merupakan program kerja PKK mulai dari pusat sampai ke desa-desa. Terdiri dari kelompok ibu dari 10 Kepala Keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga. 

BACA JUGA: Roadshow PKK di Lombok Utara, Bahas Stunting 

Terutama kegiatan mewujudkan program-program dalam bidang meningkatkan ketahanan keluarga, baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

“Harapan saya ada satu dasawisma yang aktif yang akan dibina langsung oleh ibu Ketua TP PKK desa,” kata Bunda Niken.

Ia mengatakan,  Dasawisma ini nanti akan dilombakan, dasawisma yang aktif, mempunyai buku dasawisma yang memiliki berbagai kegiatan, memiliki kebun sendiri, dan punya P2K. “Jadi kalo sudah aktif dasawismanya sangat bagus,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, agar setiap dasawisma di NTB dapat memiliki produk, yang dapat didukung berbagai stakeholder seperti Kantor Desa untuk kegiatan hajatan dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

“Semua harus dari desa tersebut jangan beli ditempat lain, sehingga ibu-bu dapat mendukung permasalahan di desa masing – Masing,” tuturnya. ***

 




Pemkab Lombok Utara Serahkan SK 97 Guru PPPK  

Pemkab Lombok Utara Tahap Dua Tahun 2021 menyerahkan SK kepada PPPK Formasi Guru Tahap Dua tahun 2021

TANJUNG.lombokjouenal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Guru Tahap Dua tahun 2021 kepada 97 orang, di Aula Segara Anak RSUD Lombok Utara, Senin (06/06/22). 

Penyerahan SK dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu, dihadiri Wakil Bupati Danny Karter Febrianto

Ridawan.

BACA JUGA: Evaluasi Bagi PPPK akan Dilakukan Tiap Tahun

Pemkab KLU serahkan SK PPPK kepada 97 guru
Penyerahan oleh Wabup Danny

Saat penyerahan SK itu, Bupati Djohan berharap, semua guru yang sudah dapat menerima SK PPPK agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.

“Ini untuk kepentingan pendidikan anak-anak Lombok Utara, agar menjadi generasi yang maju dan berdaya saing,’’ harap bupati. 

BACA JUGA: Roadshow PKK NTB di Lombok Utara, Bahas Stunting

Bupati Djohan juga menekankan disiplin waktu maupun disiplin kerja kepada para ASN. 

Jika hal keduanya tidak dilaksanakan dengan baik, Pemerintah Daerah dapat mengevaluasi kembali. Bahkan bisa mencabut status ASN dari perjanjian kerjanya. 

‘’Kabupaten Lombok Utara ini telah memasuki usia 13 tahun, tetapi angka kemiskinan masih tertinggi di Provinsi NTB,’’ ujar Ketua DPC PKB KLU ini. 

Dalam penyerahan SK PPPK tersebut, bupati juga berharap para pelaku usaha kecil dan menengah meminjam uang di Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, dengan bunga pinjaman akan dibayarkan Pemerintah Daerah. 

“Kita ketahui, tagun 2018 daerah kita dilanda dengan gempa berkekuatan 7,0 SR mengakibatkan semua fasilitas milik pemerintah, hunian masyarakat serta fasilitas lainnya hampir semuanya rusak. Alhamdulillah setelah melewati proses sedikit demi sedikit persoalan itu kita selesaikan. Tidak sampai disitu tahun 2020 KLU juga dilanda Covid-19 berdampak besar terhadap kondisi ekonomi hingga sosial masyarakat. Sektor pariwisata sebagai penunjang PAD KLU yang paling terdampak oleh Pandemi Covid 19,” pungkas kata Bupati Djohan. 

Sementara Kepala BKPSDM KLU Tri Dharma Sudiana menyampaikan selamat kepada para guru penerima SK PPPK. Diakuinya, untuk menerima SK itu harus menunggu lama dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

Para guru yang lulus PPPK tersebut sudah melakukan tes pada Desember tahun 2021. 

“Para peserta PPPK guru hari ini langsung dapat menerima SK dan buku rekening tabungan,” kata Tri Dharma. 

Penyerahan SK itu dihadiri Pj. Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi, S.STP, MM, Inspektur KLU H. Zulfadli SE, Kepala Dikbudpora Adnan, S.Pd, M.Pd, Direktur Bank NTB Syariah Cabang Tanjung Umarta, SH. ***

 




Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan NTB 

Program unggulan Pemrov NTB dinilai Menkes selangkah lebih maju, sejalan dengan program transformasi kesehatan Kemenkes

LOBAR.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin selangkah lebih maju, meliputi enam aspek transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan. 

“Sebagai tindakan promotif preventif (sosialisasi dan pencegahan) kesehatan masyarakat, Posyandu Keluarga yang sudah kita mulai sejak 2019 dinilai Menkes langkah maju dari transformasi kesehatan yang dicanangkan Pemerintah Pusat,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah usai bertemu Menkes di Hotel Aruna, Senggigi, Senin (06/06/22). 

Menkes mengapresiasi program Posyandu Keluarga

Ditambahkan Wagub, intervensi kesehatan masyarakat yang dikerjakan oleh kader Posyandu Keluarga di desa, sejalan (inline) dengan program transformasi kesehatan Kemenkes.

NTB dinilai layak menjadi model (pilot project di KLU dan Bima) penerapan transformasi kesehatan nasional. Salah satunya adalah penguatan layanan kesehatan dasar   di Posyandu Keluarga dan Puskesmas. 

Dalam pemaparannya, Wagub menjelaskan perkembangan Posyandu Keluarga se NTB yang telah mencapai 7. 656 unit per April 2022. 

BACA JUGA: Wagub NTB Kenakan Rimpu saat Puncak Festival Tambora 2022

Sedangkan pengisian data EPPBGM tahun 2021 sebesar 99 persen dari kasus stunting sebanyak 19,23 persen, dan di tahun 2022 sebesar 93 persen dengan program penanganan kasus stunting sebanyak 22,30 persen. 

Sementara kasus kematian ibu, dari 144 kasus di tahun 2021 saat ini tercatat 40 kasus per April 2022. 

Sedangkan kematian bayi, tercatat sebanyak 250 kasus per April 2022 dari 811 kasus di tahun sebelumnya yang dinilai sebagai keberhasilan intervensi Posyandu Keluarga. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menginisiasi transformasi kesehatan yang dilakukan, yakni Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan dan Teknologi Kesehatan.

“Layanan primer ini yang paling penting di promotif preventif, yang kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit, ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan ini kalau ada pandemi lagi supaya kita lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan, termasuk surveilan terhadap penyakit menular baik lokal, nasional, maupun regional harus siap,” katanya,

Secara lebih detail, Kepala Dinas Kesehatan, NTB, L Hamzi Fikri menjelaskan, salah satu korelasi transformasi kesehatan tersebut adalah penggunaan data kesehatan masyarakat dalam penanganan stunting (EPPBGM), atau elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang telah dikerjakan Pemprov NTB melalui Posyandu Keluarga sebesar 95 persen. 

Hal ini membuat konsistensi data lebih baik penggunaannya, untuk penguatan kelembagaan Posyandu Keluarga dan sarana prasarana penunjang penanganan dari data survey WHO. Karena berbasis data dan alamat rIil. 

Misalnya, sarana alat ukur tinggi dan berat badan yang berstandar digital. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

“Program pusat yang sejalan  dengan trasnformasi kesehatan itu dinamakan Posyandu Prima. Sedangkan kita NTB, bertahap sarana tersebut akan dilengkapi dari Kementerian mulai tahun  ini untuk Posyandu Keluarga kita,” sebut Fikri. 

Hal lain dalam pertemuan tersebut seperti diungkapkan Kadikes adalah penguatan sumberdaya tenaga spesialis dari hulu ke hilir, dengan membuka fakultas kedokteran spesialis baru untuk penyakit beresiko tinggi seperti stroke, jantung,  kanker dan lainnya. Selain beasiswa luar negeri untuk kebutuhan dokter spesialis secara nasional, begitu pula untuk kebutuhan NTB khususnya seperti penanganan penyakit jantung yang kebijakan nasionalnya harus dapat dilakukan di rumah sakit Kabupaten/kota. ***

 

 




Wagub NTB Kenakan Rimpu di Puncak Festival Tambora 2022

Wagub NTB menekankan tradisi kearifan lokal harus dipertahankan, menjadi pendukung keragaman potensi budaya dan seni di Tambora

DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., berpesan agar tradisi kearifan lokal terus diperhankan dan dilestarikan.

Pesan itu disampaikan Wagub NTB pada puncak rangkaian Festival Tambora tahun 2022, di pos 1 lokasi pendakian gunung Tambora, Minggu (05/06/22).

Wagub mengenakan Rimpu pada Puncak acara Festival Tambora
Wagun Sitti Rohmi

“Saya mengenakan pakaian adat Rimpu dengan menggunakan Tembe Nggoli, pada acara festival tambora,  di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu,” kata Ummi Rohm sapaan wagub.

Menurut cucuh pahlawan nasional asal NTB ini, tradisi Rimpu harus terus dijaga dan dilestarikan untuk mempertahankan kearifan lokal masyarakat Bima dan Dompu.

Karena menjadi pendukung keragaman potensi budaya dan seni di Tambora, untuk menuju destinasi wisata kelas dunia. 

Wagub NTB tampak anggun mengenakan pakian adat Rimpu yang menjadi pakian khas masyarakat Bima dan Dompu.

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

Wagub bersama Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenpar ekraf RI Reza Pahlevi dan rombongan tamu lain, juga disambut dengan tarian budaya, maka tua dalam proses sambutan oleh majelis adat Dompu dan keturunan kerajaan Sanggar bersama Bupati Dompu Kader Jaelani.

Bahkan salahsatu pimpinan penari,  mengajak Ummi Rohmi sapaan Wagub untuk ikut menari bersama, mengikuti seni gerakan tarian tradisional tersebut.

Dengan lincah dan gemulai Wagub Ummi Rohmi dapat dengan cepat menyesuaikan gerakan tari dan seni tradisional masyarakat Bima dan Dompu tersebut.

Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Jasa Kawasan Konswrvasi Dirjen Kementerian Sumber Daya Alam dan Ekonomi Kementerian LHK Dr. Nanang Prihadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Dompu mensuksekan kegiatan ini.

Dikatakannya, kearifan lokal dan budaya menjadi pelengkap dari 3 hal, yaitu konservasi, komunitas dan komoditas, sebagai tempat destinasi wisata pegunungan kelas dunia.

“Mengelola Tambora harus ada hal tersebut,” paparnya.

BACA JUGA: Kawasan Tambora Bisa Jadi Destinasi Kelas Dunia

Ditambahkan Direktur Even Daerah Direktur Produk Wisata Kemenparekraf RI, Reza Pahlevi bahwa sinergi dan kolaborasi Pemprov. NTB melalui Geopark Tambora, Dispar, DLHK, Dikbud NTB bersama denga Pemkan Dompu, Balai Taman Nasional dan Kementeria terkait menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung Tambora jadi destinasi kelas dunia, kawasan wisat ini menjadi surganya penikmat gunung,” katanya.

Sehingga melaui pariwasata dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteaan masyarakat.

Festival Tambora yang sudah masuk dalam Kelender Even Nadional (KEN) yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 4-5 Juni 2022, diikuti oleh ribuan masyarakat. Festival ini juga merupakan momentum memperingati meletusnya Gunung Tambora 207 tahun yang lalu.

Hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kementerian dan Lembaga Pusat, Kadis Priwisata, dan sejumlah OPD lingkup Pemprov. NTB,  Forkopimda Dompu, Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, majelis adat Dompu, OPD lingkup Pemkab. Dompu, TP. PKK Dompu, kesultanan Sanggar, tokoh agama dan masyarakat. ***

 

 




Kirab Drumband Meriahkan Desa Segara Katon di KLU

Kirab drumband akademi TNI/POLRI dan IPDN Satlat 1 Macan Latsitardanus XLII meriahkan peresmian Desa Segara Katon

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Drumband dari Akademi TNI/POLRI dan IPDN yang tergabung dalam satuan latihan 1 Macan Latsitardanus XLII meriahkan hari jadi  1 tahun  Desa Segara Katon.

Kirab drumband itu berlangsung sepanjang jalan menuju Balai Rakyat Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga,Lombok Utara, Sabtu (04/06/22).

Merencanakan kirab drumband

Warga dari desa lain yang merupakan bagian dari kecamatan Gangga, juga berpartisipasi merngikuti kirab ini. Mereka mengenakan pakaian adat setempat dan membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat atas 1 tahun peresmian Desa Segara Katon. 

Ada juga yang membawa senjata khas daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekitar. 

Salah satu rombongan kirab – dengan pengeras suara – mengucapkan doa dan harapan kepada Desa Segara Katon agar diberikan kelancaran, kesuksesan, makmur serta dimajukan perekonomiannya, kuat dan tangguh dalam segala kondisi. 

BACA JUGA: Bersihkan Bandara Rame-rame, Semarakkan Hari Lingkungan Hidup

Sepanjang jalan, warga berbondong – bondong datang untuk melihat pertunjukan kirab yang sedang berlangsung. 

Anak-anak sangat senang dengan aksi drumband yang ditampilkan oleh Taruna maupun Praja. Mereka bersorak gembira setiap kali barisan drumband melambaikan tangan ke arah mereka.

Sampai di Balai Rakyat Segara Katon, barisan kirab dipersilahkan untuk meletakkan perlengkapan mereka di tempat yang sudah disediakan dan beristirahat, karena jarak yang dilewati cukup jauh. 

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan peresmian Balai Rakyat Segara Katon, Kecamatan Gangga, oleh Dansatlat 1 Macan Latsitardanus XLII, Mayor Arm Debi Irawan, S.IP. 

Balai Rakyat ini merupakan salah satu sasaran fisik yang menjadi bagian program kerja peserta Latsitarda.

“Saya berterimakasih kepada peserta Latsitarda beserta seluruh unsur pendukung, yang telah bekerja maksimal, sehingga Balai Rakyat ini dapat diselesaikan dengan baik, ini menjadi salah satu wujud integrasi yang baik antara pemuda – pemudi terbaik dari AAL, AAU, AKMIL, AKPOL, IPDN beserta warga sekitar.  Semoga Balai Rakyat ini dapat bermanfaat positif bagi seluruh warga Desa Segara Katon,” ungkap Dansatlat.

BACA JUGA: Merubah Gaya Hidup yang Lebih Positif dan Langgeng 

Tokoh desa menyambut kirab drumband

Acara peresmian dihadiri oleh para pejabat desa dan aparat TNI/Polri desa setempat. Mereka berterimakasih atas banyaknya jasa yang diberikan oleh para peserta Latsitarda kepada seluruh warga Lombok Utara. Semoga hubungan positif ini dapat selalu terjalin dengan baik sekarang dan seterusnya nanti. ***

 

 




Diskominfotik NTB Sekarang Dipimpin Baiq Nelly Yuniarti

Dalam Pisah Sambut pejabat lama dan pejabat baru, Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, minta ASN di Diskominfotik NTB memiliki dan aktif memanfaatkan medsos

MATARAM.lombokjournal.com ~ Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si  yang kini menjabat Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, minta seluruh ASN dan Non ASN di Diskominfotik yang dipimpinnya memiliki sosial media (medsos), karena penyebaran informasi saat ini banyak memanfaatkan sosial media. 

Karena Dinas Kominfotik NTB selaku leading sector dari informasi Pemerintah Provinsi seharusnya memiliki dan memanfaatkan medsos

Acara pisah sambut lingkup Diskominfotik NTB

“Saya yakin bapak ibu memiliki sosial media yang banyak, minimal di like saja, jangan sampai punya kita sendiri tidak dilike, harapan saya agar  ini menjadi kerjasama kita semua,” tuturnya. 

Baiq Nelly mengatakan itu saat seluruh ASN dan Non ASN lingkup Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provini NTB mengadakan kegiatan Pisah Sambut pejabat lama dan pejabat baru, yang berlangsung di Aula Diskominfotik NTB, Jum’at (03/06/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Memotibasi Lulusan Sekolah Kejuruan

Selain mantan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy kini menjadi Kepala Satuan Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi NTB, beberapa pejabat eselon di bawahnya juga dimutasi.

Sekretaris Dinas Kominfotik NTB, Heri Agustiadi, menjadi Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan Kepala Bidang IKP Dinas Kominfotik NTB, Athar, S.IP menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Ekonomi Dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB.

Sementara itu, pejabat baru Sekretaris Dinas sekaligus Plt Kepala Dinas Kominfotik NTB, yaitu Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si, dan Kepala Bidang IKP, Lalu Ismunandar Eka Saputra, S.STP., M.H.

Jabatan itu amanah

Kasat Pol PP, Najamuddin Amy mengatakan, tidak ada jabatan yang berlaku selamanya, namun kapan saja bisa berpindah dan pergi.

“Tidak ada jabatan yang harus selamanya kita berada didalam genggaman kita,” kata Najam.

Semua boleh datang namun semua juga harus pergi. Kepergian ini tentu memberikan hikmah, jabatan itu harus kita letakkan di telapak tangan kita.

“Setiap waktu angin berhembus dia akan pergi, jabatan hanya amanah sementara bukan amanah selamanya,” ungkap Najam. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Mengapresiasi Penanaman Pohon di Komplek Perumahan

Sekretaris Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Heri Agustiadi, S.Sos., M.M mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh karyawan dan karyawati dan tetap menjalin silaturahmi.

“Kita tetap menjalin silaturahim, pertemanan kita tidak boleh putus, hanya kita berbeda tempat,” tuturnya. 

Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Ekonomi Dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Athar, S.IP berpesan kepada seluruh Bidang IKP agar kebersamaan dan semangat harus terus ditingkatkan.

“Kolaborasi kerjasama saling membahu di antara kita harus ditingkatkan, apalagi kita akan menyambut perhelatan MXGP Samota,” pesannya. ***




Harga Jagung Membaik, Petani Diminta Melapor Serapan Harga Jagung

Ini Keterangan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB terkait membaiknya harga jagung

MATARAM.lombokjournal.com ~Menindaklanjuti instruksi khusus Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, untuk serius membantu turunnya harga jagung, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, Fathul Ghani, M.Si., mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Beberapa upaya yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil, kini harga jagung semakin membaik.

Ilustrasi panen jagung

“Alhamdulillah, harga jagung berangsur membaik,” kata Kadis Distanbun, Kamis (2/6/2022) di Mataram.

Di tengah harga jagung yang anjlog beberapa waktu terakhir, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan upaya memperbaiki harga jagung di tingkat petani

BACA JUGA: Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi

Salah satunya dengan menfasilitasi petani dengan pembeli jagung. 

Dijelaskan Kadis Pertanian dan Perkebunan yang baru saja dilantik ini, bahwa harga pembelian jagung gudang PT. Seger sebesar Rp. 4.200,-/kg, harga gudang UD. Subur Sumbawa di Kabupaten Sumbawa sebesar Rp. 4.250,-/kg.

Sedangkan di Kabupaten Dompu, harga pembelian digudang sebesar Rp. 4.200,-/kg, dan harga pembelian di gudang UD. Pemuda Kreatif yang ada di Kabupaten Bima sebesar Rp. 4.400,-/kg.

“Ini berdasarkan hasil pantauan Distambun Provinsi NTB berkoordinasi dengan petugas Pelayanan Informasi Pasar  (PIP) Lapangan Kabupaten/Kota tentang harga jagung pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022,” terangnya. 

BACA JUGA: SELAQ MARONG, Mata Merah sang ‘Pembunuh’ di Arena Peresean

Selanjutnya ia berharap, para petani jagung ikut proaktif memantau dan melaporkan harga serapan jagung yang ada di lapangan.***