Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata 

Dinas Pariwisata Lombok Utara lakukan survei ke sejumlah destinasi, untuk menyusun program penataan sektor pariwisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara mulai membenahi, menata dan menyusun program strategis bangkitkan sektor pariwisata. 

Tim dari Dinas Pariwisata KLU, terdiri dari Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Kepala Bidang Pemasaran, masing-masing Raden Santio Wibowo, Wayan Subada dan Hepi Yuliati, melakukan survei ke sejumlah destinasi wisata di Desa Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno, Selasa  (14/06/22).

Dinas Pariwisata Klu susun program strategis

“Tim Dinas Pariwisata melakukan survei selama tiga hari, untuk menata kembali daerah abrasi yang makin meluas di sepanjang pantai di Tiga Gili,” kata Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Lombok Utara, Drs. Ainal Yakin, saat ditemui di sela-sela kesibukan di kantornya.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

Survei di tiga Gili (Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno) untuk melakukan penataan, mengingat Tiga Gili merupakan destinasi wisata unggulan Lombok Utara. 

“Insya Allah, program yang kita wacanakan semoga terealisasikan pada tahun 2023,” kata Ainal Yakin.

Diungkapkan, beberapa program yang sudah tersusun untuk penataan pariwisata, di antaranya penanganan abrasi di tiga Gili, pembangunan jalan Lingkar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan bangunan lapak dan beberapa program strategis lainnya.  

Hal sama juga disampaikan Kabid Destinasi Wisata, Drs. I Wayan Subada Iwandana, 

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata, Raden Santyo Wibowo, Adyatama, Hepy Yuliati dan Fadli. 

Wayan Subada Iwandana, saat melaksanakan survei ke Gili Indah (Gili Air) mengatakan, 

terus berupaya agar seluruh objek wisata di Lombok Utara bisa berkembang nantinya.

 “Kita berharap, ke depan sektor wisata ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menambah PAD (pendapatan asli daerah) yang sempat turun drastis akibat gempa 2018 dan Covid 19,” harapnya.

Dinas Pariwisata sedang intens melakukan riset dan survei demi terbentuknya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, ungkap tim ini saat di temui di lapangan.

Dengan survei ini juga akan memperkaya konsep penataan pariwisata lebih baik, dan dalam pelaksanaan nanti tidak mengalami kendala.

Ini Program Nasional yang anggarannya dan bersumber dari DAK dan Unesco, tutur Subada. 

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Ke depann, sektor pariwisata di KLU terus dibenahi dan ditata agar mampu menarik pengunjung dan para investor yang ingin bekerja sama dengan pemerintah setempat. Subada dan anggota timnya mengungkapkan, pihaknya sangat butuh dukungan semua stakeholder agar program menjadikan KLU sebagai kawasan tujuan wisata bisa terealisasi. 

Dinas Pariwisata KLU lakukan survei di destinasi wisata

“Jika pembenahan semua sektor pariwisata bisa terealisasi, diharapkan masyarakat yang berada di sekitar dan dekat dengan lokasi objek wisata sama-sama menjaga aset dan potensi yang bisa mendongkrak sektor perekonomian warga setempat,” harapnya.

Disisi lain, Asisten 2, Rusdi, ST pimpin rapat koordinasi di Desa Gili Indah bersama OPD, Dinas Prindakop dan UKM KLU, Drs Abdul Hamid, OPD Perhubungan KLU, M Wahyu Darmawan, SMI.

Rapat ini dimaksudkan mensingkronkan sejumlah program pembenahan kawasan pariwisata di tiga Gili. ***

 




Aset Pemkab Bima, Para Pihak Diminta Duduk Bersama

Wagub NTB minta DPRD setempat membantu verifikasi agar Penyerahan aset dari Pemkab Bima ke Pemkot Bima segera tuntas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Kabupaten Bimdan dan Pemerintah Kota Bima harus duduk bersama, guna menyelesaikan serah terima aset Pemerintah Kota Bima dari Pemerintah kabupaten Bima. 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah meminta DPRD agar membantu verifikasi data 391 aset menjadi kendala di lapangan.

DPRD diminta membantu verifikasi aset Pemkab Bima

“DPRD agar membantu verifikasi seluruh aset dalam perjanjian serah terima,” kata wagub. Ia menyampaikan itu saat menerima Wakil Ketua DPRD Bima dan Ketua Komisi 2 Bidang Aset di ruang kerjanya, Selasa (14/06/22). 

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

“Penuntasan penyerahan aset tersebut diberikan tenggat waktu oleh Kementerian Dalam Negeri pada 20 Juni 2022,” ujar wagub.. 

Penyelesaian persoalan aset dan verifikasi 391 aset yang tak kunjung selesai sejak terbentuknya Pemerintah Kota Bima pada 2002 

Sebenarnya, penyerahan aset dari Pemkab Bima kepada Pemkot Bima telah dilakukan dua kali perjanjian yakni pada tahun 2019 dan 2020 lalu. 

Namun, meski kedua pihak telah sepakat, verifikasi 391 aset tersebut menjadi kendala di lapangan

Karena itu Wagub Sitti Rohmi berharap, DPRD bisa memfasilitasi dengan memanggil kedua belah pihak. 

Ia pun menyarankan, agar komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dilakukan segera untuk meminta waktu penyelesaian verifikasi aset. 

Wagub mengatakan, fasilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat agar kelalaian selama 19 tahun persoalan aset ini segera tuntas. 

Terlebih, pihak legislatif belum pernah memanggil secara resmi kedua pihak. 

“Ini kan aset milik masyarakat jadi seharusnya para pihak tidak melalaikan persoalan,” tegas Wagub.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Aminurlah mengakui, pihaknya  belum pernah melakukan pemanggilan secara resmi meski pertemuan dengan Bupati Bima pernah dilakukan. 

BACA JUGA: Investasi NTB Dipaparkan ke Komite IV DPD RI

Pihaknya menilai, kedua pihak juga belum pernah melibatkan DPRD dalam proses verifikasi aset.

Dalam waktu singkat ini, DPRD akan melakukan pemanggilan dan mendorong kedua pihak segera menuntaskan persoalan aset ini. 

“Kami secara kelembagaan akan segera mengundang kedua belah pihak dan akan melakukan komunikasi dengan KPK,” sebut Aminurlah. ***

 




Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD 

Penerapan Eco Office diapresiasi Wagub NTB, dan mendorong agar Eco Office tetap diterapkan secara konsisten

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., didampingi Asisten l Setda,  Kadis LHK, dan Karo Umum meninjau pelaksanaan Eco Office di Kantor Gubernur, Mataram, Selasa  (14/06/22).

Ia mengapresiasi telah diterapkan Eco Office di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Progresnya dinilai cukup bagus meski belum sempurna. 

BACA JUGA: Krame Dise Gagak Hitam Bantu TNI-POLRI Jaga Kamtibmas

Pelaksanaan eco officr ditinjau Wagub NTB

Dan Umi Rohmi sapaan akrab wagub menginginkan kantor Setda NTB bisa menjadi barometer OPD lainnya.

“Untuk mencapai kesempurnaan itu, perlu kita dorong tahun 2022 ini Eco Office tetap diterapkan secara konsisten,” tegasnya.

Mengenai pengelolaan sampah dinilai sudah bagus, semua orang di kantor tidak memakai pupuk anorganik tapi sekarang harus menggunakan pupuk organik.

“Semuanya harus menggunakan pupuk organik karena sudah bisa produk pupuk begitu juga di tempat lain seperti Bappeda dan banyak OPD lain sudah banyak diproduksi,” katanya.

Umi Rohmi menginginkan lebih sempurna karena harus membuat contoh kepada masyarakat sehingga penerapan Eco Office harus lebih baik. 

Ia meminta pegawai lingkup Pemprov NTB jangan buang sampah sembarangan.

“Jangan menganggap seperti ini enteng, satu plastik pun tidak boleh ada di bawah,” tegasnya.

Umi Rohmi mengharapkan tidak hanya slogan Eco Office saja ditempel, yang penting  melainkan pelaksanaannya. Contohnya, taman-tamannya sudah bagus, tapi kalau rumputnya seperti ini (tidak terawat) bukan taman namanya.

Menurut catatan Lombok Journal.com, penerapan eco office atau kantor ramah lingkungan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB, mulai diungkapkan sejak awal Agustus 2021.

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Penerapan Eco Office memberikan dampak positif, yakni pengelolaan sampah, melakukan pengelolaan limbah, penghematan air bersih, penghematan listrik, penghematan ATK, adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), menjaga kerapihan, kebersihan dan keindahan, pengadaan barang dan peralatan lingkungan.

Wagub Sitti Rohmi waktu itu mengatakan, agar penerapan Eco Office yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup di seluruh OPD dapat dimulai pada bulan Agustus 2021.*** 

 

 

 

 




Krame Dise Gagak Hitam Bantu TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Gubernur NTB minta Krame Dise Gagak Hitam ikut membantu menjaga kamtibmas di wilayahnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui Pengurus Krame Dise Gagak Pujut, Loteng diminta membantu TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menerima Pengurus Krame Dise Gagak Hitam Pujut, di Pendopo Gubernur NTB,Senin (13/06/22) malam.

Krame Dise Gagak Hitam Pujut, diminta bantu jaga Kamtibmas

Bang Zul menekankan. seluruh elemen masyarakat bersama sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah Usia Dini

“Kepada Pengurus Krame Dise Gagak Hitam Pujut saya berharap bisa membantu pemerintah dan TNI-Polri menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing demi keberlangsungan kehidupan yang rukun, damai dan sejahtera. Terutama di wilayah Kecamatan Pujut yang saat ini sudah menjadi perhatian dunia,” pinta Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), termasuk di dalamnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang selama ini menjadi perhatian dunia dengan digelarnya dua event internasional WSBK dan MotoGP. 

“Selain aset pemerintah pusat yang triliunan rupiah itu, akan banyak investasi di KEK Mandalika. Baik sekali kalau Gagak Hitam ikut terlibat,” ujarnya.

Sementara itu. Ketua Umum DPP Pasukan Krame Dise Gagak Hitam NTB, HM. Jidan Hadi berterimakasih atas bantuan dan dukungan pemerintah kepada Gagak Hitam dan terus ambil bagian bersama pemerintah, TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas di KEK Mandalika

“Tentu ini tantangan kita bersama untuk terus menjaga Kamtibmas. Seperti yang diharapkan pak Gubernur,” kata Hadi singkat. 

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Sudah Menjajagi Investasi di Samota

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Kesbangpoldagri NTB HL Abdul Wahid dan pengurus DPP Gagak Hitam lainnya.*** 

 




Baiq Eva 36 Tahun Mengabdi, Kini Sudah Purna Tugas

Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, setelah 36 tahun mengabdi sebagai ASN, kini sudah mengakhiri masa pengabdiannya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, telah purna tugas. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih yang hampir 36 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mendedikasikan pengabdiannya dalam pembangunan di NTB.

BACA JUGA: Menjomblo Saja Daripada Menikah pada Usia Dini

Gubernur dan Wagub memberikan cendera mata untuk Baiq Eva

“Beliau merupakan salah satu orang yang memberikan penuh warna di Pemprov NTB, sehingga orang di sekitarnya merasa tentram dan nyaman bila didekatnya,” ucap Bang Zul, panggilan akrab Gubernur, di Aula Tengah Pendopo Gubernur NTB, Senin (13/06/22).

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah turut menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang diberikan terhadap Pemerintah Provinsi NTB. 

Ia mengagumi kerja keras Baiq Eva, yang disebutnya tak pernah mengeluh. 

“Ibu Eva adalah orang yang selalu siap jika diberikan tugas, tidak pernah mengeluh walaupun tugas berat sekalipun dan beliau ini murah senyum. Itu membuat kagum dan nyaman jika saya berada dekat beliau,” ungkap Wagub.

Sementara itu, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, mengapresiasi atas kehangatan dan keakraban untuk melepas masa baktinya. 

Ia berpesan hal ini bukan merupakan perpisahan namun ia berjanji akan selalu menjalin tali silahturahmi.

“Terimakasih Pak Gubernur, Ibu Wagub dan teman-teman semua untuk kesempatannya hadir secara langsung pada kegitan ini. Saya tidak ingin mengatakan pertemuan ini akan menjadi yang terakhir tapi saya janji akan selalu menjalin silahturahmi dengan Pak Gubernur, Ibu Wagub dan teman-teman Kepala OPD,” tuturnya.

BACA JUGA: Investasi di NTB Dipaparka ke Komite IV DPD RI

Selama mengabdi di Pemerintah Provinsi NTB, Baiq Exa pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Perindustrian hingga Asisiten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTB.***

 




Investasi di NTB Dipaparkan ke Komite IV DPD RI

Sekda NTB paparkan kinerja investasi, termasuk KEK Mandalika yang memberikan kemudahan bagi investor

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kawasan ekonomi berstatus khusus suatu daerah,menjadikan kawasan kawasan tersebut berlisensi dalam penilaian para  investor. 

Seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diberikan kemudahan oleh Pemerintah bagi para investor untuk dapat berinvestasi.

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Mulai Menjajagi Investasi di Samota

Menjelaskan kondisi kinerja investasi
Lalu Gita Ariadi

Kondisi umum perekonomian dan kinerja investasi di Provinsi NTB disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, saat Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (13/06/22).

“Kawasan ekonomi yang berstatus tentu dibarengi dengan keindahan yang dimiliki, proses perijinan,, bahkan insentif investasi bagi para investor, sebagaimana halnya di KEK Mandalika. Pemerintah memberikan berbagai kemudahan bagi para investor,” jelas Miq Gite. 

Disampaikan, NTB tidak lama lagi menggelar perhelatan MXGP Samota 2022, pada tanggal 24 – 26 Juni 2022 di Samota, Sumbawa.

“Banyak event berlangsung di Provinsi NTB, salah satunya MXGP dan sebelumnya sudah berlangsung WSBK, MotoGP dan lain sebagainya,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, M.T., menyampaikan kinerja DPMPTSP Provinsi NTB terkait realisasi investasi yang sangat bagus. 

BACA JUGA: Sosialisasi BPJS untuk Pekerja Kontrak di Lombok Utara

“Pada tahun 2021 realisasi investasi melampaui target dari yang sudah ditentukan oleh BKPM RI. Dari segi infrastruktur juga sangat memadai, memiliki sumber daya listrik besar,  akses jaringan internet, pelabuhan bagus dan bandara internasional,” ungkapnya***

 

 




Wabup Danny Hadiri Pelepasan Siswa, Ini Pesannya 

Kata Wabup Danny, belajar tak menjamin seseorang untuk sukses, tapi dengan belajar mempermudah jalan mencapai kesuksesan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Siswa dan siswi lulusan  dari SMKN 1 Tanjung diharapkan menjadi anak muda berprestasi,  kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

“Sehingga dapat berpacu dengan anak muda dari daerah lain serta mampu memberikan sumbangsih dalam membangun Kabupaten Lombok Utara ke depan,” kata Wakil Bupati Lombok Utara, Dany Karter Febrianto R ST, M.Eng. 

Wabup Fanny hadiri pelepasan siswa

Wabup Danny mengatakan itu saat menghadiri pelepasan Siswa Siswi Kelas XII SMK Negeri 1 Tanjung KLU, Senin (13/06/22).

BACA JUGA: Sosialisasi BPJS untu Tenaga Kontrak di Lombok Utara

“Mari siapkan diri kita untuk menjadi anak-anak yang berfikir cerdas, berkarakter dan mampu berkompetisi,” tegas Wabup.

Para siswa yang lulus diminta terus menggali potensi yang dimiliki, belajar tidak menjamin diri seseorang untuk sukses. Tapi dengan belajar dapat mempermudah jalan adik-adik dalam mencapai kesuksesan dimasa depan.

“Selamat kepada seluruh siswa dan siswi  SMKN 1 Tanjung yang telah dinyatakan lulus UN,” kata Wabup Danny

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN q Tanjung melaporkan, jumlah siswa SMKN 1 Tanjung sebanyak 856  siswa. Yang Kelas XII berjumlah 348 siswa, dan lulus UN sebanyak 343 siswa.

“Adapun 5 siswa yang tidak lulus dikarenakan tidak mengikuti ujian Nasional,” jelas Kepala Sekolah.

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU, Jadi Obyek Wisata

Hadir dalam acara pelepasdan siswa itu, Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi S.Sos, Kepala UPTD Dikbud NTB, para siswa dan siswi Kelas XII l, serta undangan lainnya.***

 




Sosialisasi BPJS Untuk Pekerja Kontrak di Lombok Utara

Penjabat Sekda KLU gelar sosialisasi kepersertaan BPJS untuk pegawai tenaga kontrak (PTT) atau Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN)

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Pj. Setda KLU Anding  Duwi Cahyadi, S.STP, MM membuka sosialisasi kepersertaan BPJS dan mekanisme pendaftaran bagi Pekerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri ( PPNPN)  atau Pegawai Tenaga Kontrak (PTT) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor bupati, Senin (13/06/22).

Sosialisasi tersebut mendorong terwujudnya jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten  Lombok  Utara.

sosialisasi jaminan kesehatan untuk pegawai tenaga kontrak

Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang  Mataram semakin gencar meningkatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata

Dalam sosialisasi itu tampak hadir pula Kepala Cabang BPJS Mataram Sarman  Palipadang, S.Farm,  M.Kes, Kepala BKAD  Sahabuddin, S.Sos,M.Si,serta perwakilan PD lingkup Pemda KLU.

Dalam sambutannya Pj. Setda KLU Anding  dalam  menyampaikan,  ASN merupakan bagian pekerjaan serta tanggung jawab dari tugas yang diberikan pada kita sebagai abdi negara.

“Budaya disiplin dalam  waktu  dan disiplin kerja harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dimana pada Tanggal 28 November 2023 tidak lagi namanya pegawai kontrak di seluruh Indonesia baik di  pusat maupun di daerah.

Jika mekanismenya  menggunakan outsourcing maka pemerintah daerah tidak mampu untuk memberikan gaji dikarenakan keuangan daerah.

Di hadapan para peserta Sosialisasi Pj. Sekda yang juga Asiten III ini menghimbau pada seluruh PNS  untuk mulai belajar dan beradaptasi menggunakan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan. 

Karena selama ini banyak pekerjaan PNS  dilaksanakan oleh pegawai PTT atau Tenaga kontrak.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Mataram, Sarman Palipadang mengungkapkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta program Jaminan  Kesehatan Nasional ( JKN ).

BACA JUGA: Roadshow ke Loteng, PKK NTB Menilai Lomba UP2K

“Pemda KLU sangat memperhatikan kesehatan bagi warganya, khususnya kesehatan pekerja Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN),” ungkapnya 

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 disebutkan, pemberi kerja wajib memberikan jaminan kesehatan bagi pekerjanya, baik itu pekerja tetap maupun pekerja kontrak. 

“PPNPN di setiap instansi pemerintah wajib didaftarkan kedalam program JKN-KIS,” tutup Sarman  Palipadang.***

 




Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata 

Rektor Unram didampingi Wabup KLU kunjungi areal kebun kopi untuk pusat pendidikan dan penataan obyek wisata

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Rektor Universitas Mataram (UNRAM), Prof. Ir,  Bambang Hari Kusumo,M.Agr, ST, P.hd, bersama Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng, meninjau areal kebun kopi seluas 230 hektare.

Areal kebun kopi itu akan menjadi pusat pendidikan Unram, sekaligus persiapan untuk ditata sebagai obyek wisata. 

Rektor Unram menjelaskan seputar kopi di Lombok Utara

Jadi, kebun kopi dan kawasan hutan pendidikan sekaligus dijadikan sebagai objek wisata pendidikan, dan Downhill sepeda gunung, Glamping Tent, Camping Literasi, Spot Selfie dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Pacuan Kuda Ikut Meriahkan MXGP Samota di Sumbawa

Di sisi lain, Rektor Unram juga membicarakan potensi kopi Lombok, khususnya di Lombok Utara. 

“Kopi Lombok Utara itu memiliki banyak varian seperti kopi di daerah lain,” kata Bambang saat berkunjung bersama beberapa anggota timnya, Jum’at (10/06/22)

Menurutnya, kopi Lombok bisa berkembang baik, karena potensinya yang cukup banyak,” katanya.

Kopi Lombok bakal bisa bersaing dengan kopi lainnya di tingkat nasional, asal pengembangan terus ditingkatkan. Saat ini produksi kopi Lombok tidak dikirim ke luar daerah lain, dan habis untuk konsumsi lokal di Lombok.

Bambang menjelaskan, lahan budidaya kopi itu harus luas, supaya memiliki varian untuk menentukan target pasar. 

Kalau tidak ada target pasar, petani kopi ke depan akan berkurang.

Banyaknya event internasional di Lombok, seperti ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, harus dijadikan peluang pasar mengenalkan kopi Lombok kepada dunia melalui wisatawan yang datang. 

“Momen ini harus bisa dimanfaatkan oleh para petani atau pelaku UMKM di Lombok,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana pada wartawan mengatakan, pihak Unram sangat bangga menjadi warga yang berdomisili di Lombok, karena potensi alamnya cukup banyak selain kopi maupun lainnya. 

“Potensi yang ada itu harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga,” harapnya.

Pasalnya, kata dia, selama ini produksi kopi dan hulu ke hilir di Lomvok Utara digarap sekadarnya, hal itu sangat mempengaruhi kualitasnya. 

Ia mencontohkan, seperti masyarakat memetik biji kopi masih berusia muda, demikian pula dengan proses pemanggangannya yang tidak memiliki standar.

BACA JUGA: Setelah MXGP, Inronman Kelas Dunia Segera Digelar

Menurutnya, kehadiran para ahli dari Unram bisa merubah prilaku petani. 

“Ini bisa menjadi salah satu cara merubah prilaku petani pada panen kopi agar memetik buah yang sudah matang atau merah,” katanya. 

Tidak menutup kemungkinan,edukasi tersebut akan dilakukan ke sejumlah desa lainnya yang merupakan penghasil kopii. 

“Optimalisasi kopi di daerah, mengingat daerah Lombok Utara sebagai salah satu daerah produksi kopi robusta,” katanya.***

 

 




Event MXGP Pacu Pertumbuhan Investasi Daerah

Terobosan Gubernur NTB dengan penyelenggaraan event MXGP serta berbagai event internasional, memacu pertumbuhan investasi daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Belum lama event  internasional WSBK dan MotoGP sukses dihelat di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, kini gelaran kelas dunia bakal digeber kembali yakni Motorcross GranPrix (MXGP) Samota, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat 24-26 juni 2022 mendatang. 

Terobosan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ini memacu pertumbuhan investasi daerah.

“Trobosan Gubernur kita Bang Zul yang mampu menggerakkan (Strigger) WSBK dan MotoGP yang digelar sukses dan gaungnya mendunia. Diharapkan gelaran MXGP Samota-Sumbawa juga menjadikan Pulau Sumbawa ini makin mendunia,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, di Mataram, Jumat (10/06/22).

Sebelumnya nama NTB tidak begitu dikenal, yang dikenal hanya Bali dengan kemajuan pariwisatanya. Namun setelah digelarnya berbagai event internasional di NTB mulai dari WSBK, MotoGP dan yang akan berlangsung yaitu MXGP di Samota, banyak orang tahu tentang NTB. 

Terobosan adanya event MXGP menguntungkan sisi investasi
Event MXGP

NTB sendiri tidak saja unggul dari sektor pariwisata, namun juga memiki potensi alam dan keunggulan lainnnya dari berbagai sektor. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak KSB Hadirkan Event Internasional

Dengan digelarnya event-event berskala internasional di NTB selain memacu pesatnya pertumbuhan pariwisata juga akan memberikan dampak cukup signifikan pada sektor lainnya.

“Dampak ini tentu dari sisi investasi di NTB akan semakin menggeliat. Adannya MXGP nantinya juga menjadi event keseimbangan antara Lombok dan Sumbawa yang kerap kali disebutkan Gubernur NTB,” tukas Rum, yang sebelumnya pernah sebagai Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB ini.

“Namun kita berpikir jauh ke depan dampaknya akan sangat luar biasa. Sebutlah misalnya, dulunya Bandara, Pelabuhan kita, jalan-jalan kita yang dulunya rendah, sekarang ditingkatkan untuk meyesuaikan.  Ini dampak positifnya dan ini yang patut kita syukuri,” ujarnya.

Dengan gelaran MXGP, lebih menguntungkan dari sisi investasi, membuat lebih enak jualan potensi daerah. Sebutlah bagaimana potensi Teluk Saleh dengan panorama teluknya dengan ikan hiu pausnya yang cukup menjanjikan. 

Selanjutnya potensi perikanan tangkap. Pulau Moyo yang eksotis dan pernah viral karena kunjungan mendiang Ratu Lady Dina ke Moyo tahun 1993. 

“Jadi dengan digelarnya MXGP nanti wisatawan lokal dan mancanegara akan lebih tahu banyak tentang Pulau Moyo itu sendiri yang merupakan bagian dari Samota yang mana  di tempat event MXGP internasional satu provinsi dengan Mandalika MotoGP yang sudah mendunia,” kata Rum. 

BACA JUGA: Latsitardanus XLII Jasi Inspirasi Pelajar, Ini kata Sekda NTB

Selanjutnya Rum juga menyebut MXGP juga akan menjadikan Gunung Tambora lebih dikenal. Dimana sebelumnya dalam sejarah Letusan Gunung Tambora telah menggoncang dunia. 

Dan saat digelarnya MXGP Tambora kembali akan mengguncang dunia dengan kedatangan wisatawan dunia untuk menyaksikan gelaran MXGP dan bisa melihat potensi lainnya di kawasan Samota, Sumbawa. ***