Posyandu Keluarga Kunci Pencegahan ATM di NTB

Dengan edukasi terus menerus melalui Posyandu Keluarga, merupakan kunci memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga sebagai pusat edukasi berbasis dusun dapat menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan di NTB. 

Secara khusus dalam memerangi penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi (PTI) AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) di Provinsi NTB yang merupakan salah satu kegiatan RSSH (Resistent And Sustainable System For Healthy) secara daring di Mataram, Rabu (06/07/22). 

BACA JUGA: Media Didorong Manfaatkan Potensi NTB untuk Promosi Daerah

Ummi Rohmi sapaan Wagub menekankan, dengan edukasi yang dilakukan secara terus menerus melalui Posyandu Keluarga, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut. 

Dengan catatan, diimbangi dengan peningkatan Posyandu Keluarga itu sendiri. 

“Berbicara tentang kesehatan, tentunya bukan tentang bagaimana kita mengobati tetapi yang terpenting adalah bagaimana mencegah,” tutur Wagub. 

Dengan adanya kolaborasi yang kuat dalam Posyandu Keluarga, maka proses identifikasi atau penemuan kasus juga bisa di lakukan dengan cepat dan tanggap. 

Serta tahu bagaimana cara untuk menyikapinya maka target-target tersebut bukan tidak mungkin bahkan bisa lebih cepat dicapai. 

Wagub juga menjelaskan, permasalahan kesehatan harus betul-betul diseriusi.

 Dengan adanya kolaborasi dari seluruh pihak, sehingga setiap pihak betul-betul bisa melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. 

“Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan harapan hidup masyarakat NTB dan bagaimana mewujudkan masyarakat NTB yang sehat, pola hidup bersih dan sehat yang dapat dijadikan pedoman oleh masyarakat NTB ini,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Acara tersebut diikuti oleh Direktur singkronisasi Pemerintah Daerah, Ditjen Kemendagri, Direktur pencegahan dan penyakit menular, Kementrian Kesehatan RI, Kepala Bapeda NTB, 10 Kabupaten/Kota yang hadir, Kepala OPD NTB, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas. ***

 




Media Didorong Manfaatkan Potensi NTB untuk Promosi Daerah

Wagub NTB hadirnya media baru diharapkan memberikan kontribusi promosi daerah kepada masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hadirnya berbagai platform informasi mengharuskan media memanfaatkan seluruh potensi NTB untuk publikasi dan promosi daerah.

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Mendorong media promosikan daerah

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah menerima redaksi Mandalika.com di ruang kerja, Selasa (05/07). 

Wagub mengatakan, trend media sosial dan publikasi audio video harus dimaksimalkan. Begitupula dengan hadirnya media baru seperti mandalika.com diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi daerah dalam memberikan informasi kepada masyarakat tidak hanya NTB namun dunia. 

Sementara itu, pemimpin redaksi mandalika. com, Abdul Karim mengatakan, media yang  akan segera hadir di NTB ini memiliki konten kreator yang siap mengemas informasi tentang daerah. 

“Kita akan launching bulan depan. Selain informasi teks, kita akan memperkuat informasi dalam format video bahkan film dokumenter pendek”, jelasnya. 

Ia berharap, media NTB akan semakin mendapatkan tempat di masyarakat dan mewarnai dunia informasi dan pemberitaan. ***

BACA JUGA: NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

 




Cerita Rakyat yang Terserak Penting Diaktualisasikan 

Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan Mi6 menganggap penting aktualisasi Cerita Rakyat yang terserak, agar warisan budaya kuno leluhur tetap terjaga.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 melihat ada kecendrungan kuat keanekaragaman khasanah warisan budaya tradisional  para Leluhur Lombok/Sasak banyak terdiaspora // terserak //menjadi rangkaian cerita rakyat menjadi pengetahuan terbatas pada sub kultur kedatuan. 

Hal ini karena rangkaian Folklore itu hanya  terkomunikasikan pada lingkup tatanan sosial  komunitas budaya/tradisi terdekat. 

BACA JUGA: Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Selain itu kuat dugaan tidak meluasnya cerita rakyat karena  kurang masifnya ‘syiar’ keluar kedatuan, selain terkendala  alat transportasi yang terbatas serta tehnologi yang belum berkembang.

Penting aktualisasi cerita rakyat        penting untuk ektualisasi cerita rakyat untuk menjaga warisan leluhur

“Akibatnya masing-masing sub kultur budaya kedatuan  tersebut memiliki awiq-awiq atau peraturan adat yang khas  pada setiap wilayahnya,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi melalui Siaran Pers, Rabu (06/07/22) . 

Menurut Ruslan Turmuzi, kajian ini berdasarkan informasi dan temuan cerita rakyat yang berkembang d isetiap desa/dusun yang ditelusuri oleh Tim Ekspedisi Mistis terhadap Petilasan yang dituturkan oleh masyarakat setempat. 

“Tim Ekspedisi Mistis menyakini, di balik beragamnya cerita rakyat maupun temuan petilasan yang dibeberapa wilayah merupakan rangkaian peninggalan budaya leluhur  yang saling berkaitan satu sama lain,” ujarnya. 

Ruslan melanjutkan, misalnya mitos kedatuan benue yang diduga kuat ada di Dasan Lekong, Lombok Tengah, berdasarkan bukti bukti artefak temuan warga bisa jadi menjadi poros utama kebudayaan Suku Sasak yang tertua, sebelum munculnya kedatuan yang lain atau kerajaan Sasak. 

“Dilihat dari corak dan bentuk artefak yang ditemukan seperti mata uang yang bercorak rare, tembikar, guci, mata tombak, beras hitam, dan lain lain, mengisyaratkan usia peninggalan petilasan kedatuan benue tergolong sangat tua,” tuturnya. 

Ruslan berharap untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya leluhur tersebut pemerintah perlu melakukan ekskavasi secara menyeluruh untuk mengungkap misteri temuan-temuan artefak kuno tersebut. 

“Setidaknya dengan ekskavasi tersebut peninggalan warisan leluhur suku sasak tidak sebatas menjadi cerita rakyat,” ungkapnya. 

Aktualisasi Foklor yang Terserak

Sementara itu Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 , Bambang Mei Finarwanto menegaskan, Tim Ekspedisi Mistis akan terus ungkap dan telusuri sisi lain Mitologi atau Cerita Rakyat yang terserak agar  Kebudayaan Kuno Leluhur bisa diaktualisasikan dan diketahui oleh publik dalam spektrum yang lebih meluas. 

Hal ini penting agar generasi sekarang tidak terealinasi ataupun kehilangan rekam jejak epik heroik para Leluhur dalam mewariskan budaya dan petilasan untuk anak cucunya. 

“Dengan mengungkap aktivitas sejarah Leluhur Suku Sasak yang terdiaspora dalam beragam folklor tersebut, Tim Ekspedisi Mistis ingin mengaktualisasikan dari sisi berbeda agar budaya lokal tersebut tidak hanya menjadi cerita rakyat pada lingkup yang terbatas,” ujar lelaki yang akrab disapa Didu. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

Selanjutnya Didu mengatakan, Tim Ekspedisi Mistik juga akan terus membuka tabir mitos dan misteri yang tidak terpecahkan menjadi pengetahuan baru untuk pencerahan dan edukasi. 

“Harus diakui , dari sekian kisah folklor yang berkembang saat ini, secara logika banyak yang tidak masuk akal. Disinilah urgensi menggabungkan  disiplin ilmu sains dan non sains ( metafisika ) dalam mengambil konklusi akhir sebagai kompromi dalam menyikapi fenomena yang belum terpecahkan,” ujar Didu. ***

 

 




Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

Hadiri Rakor TPID, Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dengan banyaknya berbagai perhelatan berskala Nasional maupun Internasional terselenggara di Provinsi NTB, sehingga penting  pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

BACA JUGA: Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah

“Banyak Event Internasional maka harus dibarengi dengan pengendalian inflasi, karena jika harga tinggi maka akan ada kenaikan harga, karena demandnya tinggi,” ungkap Bang Zul saat menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bertajuk “Pentingnya Sinergitas Untuk Menjaga Ketersediaan dan Pengendalian Bahan Pokok” Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H berlangsung di Hotel Lombok Raya, Selasa (05/07/22).

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB, H. Wirajaya  megatakan, Rakor TPID diadakan untuk mendapatkan strategi apa yang bisa di intervensi.

“Menjelang Hari Raya Besar kita melakukan rakor supaya kita mendapatkan strategi apa yang bisa kita intervensi, dimana ada kelebihan stok disitu kita bisa distribusikan,” tutur Kepala Biro Ekonomi.

Ia juga menganalogikan inflasi seperti mengukur tensi darah, tidak boleh teralu tinggi dan terlalu rendah, harus dalam posisi normal. 

“Ketika dijual petani atau produsen itu untung, tetapi masyarakat dapat membeli dengan harga yang terjangkau dan layak, sehingga prinsipnya ada keseimbangan antara produksi dengan harga jual tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

Ia menjelaskan terkait optimalisasi 4K, yaitu Ketersediaan stok, Kelancaran Retsribusi, Komunikasi Efektif dan Ketergantungan Harga. Hal ini dikarenakan untuk menjaga agar supaya bahan pokok tersedia dan harga – harga terjangkau ditengah masyarakat.***

 

 




Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Wagub Ummi Rohmi menyatakan Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB siap bila dipilih atau ditunjuk menjadi salah satu daerah Pilot Project Green Energy

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan kesiapan itu di hadapan Tim Pengkaji Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dalam kegiatan pendalaman materi kajian jangka panjang yang bertajuk “Implementasi Green Economy Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional” di wilayah Provinsi NTB, Selasa (05/07/22) di Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur  NTB.

Wagub lebih lanjut menyatakan, Provinsi NTB memiliki banyak potensi dalam mewujudkan Green Energy.

Wagub jelaskan, Provinsi NTB punya roadmap jelas terkait pengurangan emisi karbon

 Pemrov NTB memiliki target ambisius bebas emisi karbon atau net zero emission tahun 2050. Sedangkan Pemerintah Pusat menargetkan bebas emisi karbon pada 2060. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beri Penghargaan Kerja Keras POLRI Melayani Rakyat

Wagub juga mengakui, Provinsi NTB sebagai daerah yang punya roadmap yang jelas terkait dengan pengurangan emisi karbon.

 “Kami memliki banyak potensi untuk mewujudkan green energy. Terlebih lagi kami memiliki target nol emisi tahun 2050. Lebih cepat 10 tahun dari target pemerintah pusat. Dan kami juga telah menyiapkan road map dan langkah-langkah hingga 2050 kedepan,” ucapnya.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini menjelaskan, untuk mengejar target bebas emisi karbon 2050, Pemprov NTB menjadikan pembangunan di bidang lingkungan menjadi prioritas daerah. 

Yang dijabarkan dalam salah satu misinya yaitu NTB Asri dan Lestari untuk mewujudkan NTB Bersih dan Hijau. 

“Di NTB kami punya misi Asri dan Lestari. Hal ini merupakan wujud nyata kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” terangnya.

Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P., mengucapkan tereimakasih atas informasi yang telah dipaparkan terhadapnya. 

Segala masukan dan saran dari Pemrov NTB akan ditampung.

BACA JUGA; Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

“Terimakasih atas informasi yang telah ibu Wagub sampaikan kepada kami. Kami akan tampung seluruh masukan dan saran untuk nantinya akan kami sampaikan ke pimpinan” ungkapnya.***

 

 




Pembangunan Kantor Bupati KLU, Rampung Akhir 2022 

Diperkirakan pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara rampung akhir tahun ini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Sesuai harapan Bupati Djohan Sjamsu, diperkirakan di akhir tahun 2022, pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara sudah rampung. 

Hal itu disampaikan Parihin,S.Sos, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) KLU, Selasa (05/07/22) kepada wartawan di kantornya.

Menurutnya, progres pembangunannya saat ini sudah mencapai 43 persen. 

Perkirakan pembangunan Kantor Bupati KLU rampung akhir tahun 2022
Parihin, S.Sos

“Mudah mudahan rencana mulia ini mendapat Ridho dari Allah subahanahuataala, Amin, kata Parihin.

BACA JUGA: Bupati Sikapi Kisruh yang Terjadi di Tiga Gili

Keberadaan Kantor Pusat Pemerintahan Lombok Utara itu sebagai ikon daerah, Selain mempercantik landscape tata ruang wilayah Kabupaten Lombok Utara, juga sebagai kenang-kenangan Pemerintahan Bupati, H Djohan Sjamsu. 

“Selain sebagai lokus sentral aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, keberadaan kantor ini juga sebagai ikon daerah dan mempercantik landscape tata ruang wilayah KLU,” kata Parihin. 

Parihin mengatakan, di tengah situasi pasca gempa bumi 2018 lalu dan pandemi Covid 19, pemerintah Kabupaten Lombok Utara bertekad membangun Kantor Bupati sebagai lokus sentral aktivitas pemerintahan untuk pelayanan masyarakat

Minimnya APBD akibat gempa bumi 2018 dan Covid 19 sejak 2020 tidak menyurutkan semangat Pemda KLU untuk segera memiliki Kantor Bupati yang permanen. 

Kebutuhan anggaran total dengan biaya  mencapai sekitar Rp45 milyar, dengan rincian Rp2 miliyar biaya konsultan dan Rp43 miliyar untuk pembangunannya. 

progres pembangunan Kantor Bupati sudah 43 persen

Luas lahan untuk lokasi pembangunan Kantor Bupati KLU sekitar 2,6 hektare, untuk bangunan kantor mencapai 2.332 meter persegi. Gedung kantor direncanakan terdiri atas empat lantai.

“Sebagai warga Lombok Utara patut bersyukur karena di usia yang masuk ke 14 tahun berdirinya Kabupaten Lombok Utara, baru saat ini bisa membangun Kantor Bupati,” ujar  Parihin, menirukan ucapan Bupati Djohan Syamsu.***

BACA JUGA: Gubernur Apresiasi Organisasi Katolik NTB

 

 




Gubernur Apresiasi Organisasi Katolik NTB

Untuk merawat keberagaman dan keharmonisan, Gubernur Zul mendukung kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di organisasi tersebut. 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Zulkieflimansyah mengaku senang dengan terbentuknya Pemuda Katolik NTB. 

Selain itu, ia juga mengapresiasi Pimpinan Ummat Katolik dan Organisasi Katolik NTB atas perannya dalam merawat keberagaman dan keharmonisan.

Gubernur akan mendukung kegiatan pemuda Katolik

Gubernur NTB akan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di organisasi tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Dukung Gawah Lauk Foundation

“Saya ucapkan selamat atas terbentuknya Pemuda Katolik NTB, semoga di seluruh kabupten/kota di NTB akan menyusul terbentuknya organisasi ini. Segela bentuk kegiatan tentu kami dukung,” ungkap Gubernur Zul.

Ia menyampaikan itu saat menerima silahturahmi Pemuda Katolik NTB bersama dengan Pimpinan Ummat Katolik,di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Senin (04/07/22).  

“Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya untuk merawat keberagaman dan keharmonisan di provinsi NTB yg kita cintai ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik NTB, Theofilus Nurak, SH. mengatakan terimakasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan.

Sehingga tujuan dan maksud Pemuda Katolik NTB datang secara langsung, telah tersampaikan langsung ke Gubernur.

“Terimakasih banyak telah menerima silahturahmi kami pak Gubernur. Tak lupa maksud dan tujuan kami sudah direspon dengan baik secara langsung oleh pak Gubernur,” terangnya secara terpisah. 

BACA JUGA: Gubernur Zul Berharap Marjis Jadi Sentra Pembangunan Umat

Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang dibahas, anatara lain pelantikan Pemuda Katolik NTB, pelaksanaan Pesta Paduan suara Gerejani (Pesparani) dan batuan dibidang kesehatan.***

 




Kecamatan Gangga Deklarasi Tiga Pilar STBM

Bupati Djohan berharap, dideklarasikan tiga pilar STBM di Kecamatan Gangga merupakan penerapan pola hidup sehat 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Seluruh Pemerintah Desa di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara medeklarasikan  tiga  Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Aula Kantor Camat Gangga, Selasa (05/07/22).

Deklarasi seluruh desa itu dihadiri Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu SH, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara Hj. Galur Nurdiah Djohan Sjamsu, Kapolsek Gangga AKP Remanto SH, Kepala PD terkait,Kepala Puskesmas Gangga Sabri SKM, serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Pembangunan Kantor Bupati KLU Rampung Akhir 2022

Bupati hadiri deklarasi tiga pilar STBM di Kecamatan Gangga

Pembacaan deklarasi sendiri dipimpin oleh Camat Gangga Kariadi SP yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gangga.

Dalam sambutannya Bupati Djohan mengatakan, dengan dideklarasikan tiga pilar STBM menjadi statemen dan tekad dalam rangka menciptakan masyarakat Kabupaten Lombok Utara yang dapat hidup bersih dan sehat.

“Harapan kita dengan di terapkan tiga pilar STBM ini mampu penerapan pola hidup sehat melalui tiga pilar STBM, serta dapat melindungi keluarga dari penyakit,” kata Bupati Djohan

Dengan sinergi bersama kita mampu menjadikan Lombok Utara menjadi daerah yang sehat dan bersih. 

Kegiatan deklarasi dapat mengawali sinergi yang baik antara desa, kecamatan dan kabupaten dalam bersama membangun daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi atas  deklarasi tiga pilar STBM, kita harapkan  desa yang ada di kecamatan lain segara menyusul apa yang dilakukan oleh Kecamatan Pemenang dan Gangga,” kata bupati.***

BACA JUGA; Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat




Gubernur NTB Dukung Gawah Lauk Foundation

Menurut Gubernur Zul, langkah Gawah Lauk Foundation sejalan dengan program pemerintah di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lembaga Gawah Lauk Foundation (GLF) yang bergerak di bidang sosial, di antarannya pendampingan bagi pasien hingga pembinaan-pembinaan bagi masyarakat, mendapat dukungan Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur Zul dukung langkah Gawah Lauk Foundation

Dukungan itu disampaikan oleh Gubernur Zul saat pertemuan dengan jajaran Gawah Lauk Foundation di Pendopo Gubernur, Mataram, Senin (04/07/22).

BACA JUGA: Bupati Sikapi Kisruh yang terjadi di Tiga Gili

“Niat baik teman-teman ini tentu sejalan dengan program pemerintah di NTB. Salah satunya dengan membantu masyarakat kami yang sedang sakit atau membutuhkan. Tentu kami dukung,” kata gubernur.

Pembina Gawah Lauk Foundation, Rozi mengungkapkan, pihaknya merasa senang telah diterima di Provinsi NTB. Tak hanya itu, Gubernur NTB juga memberikan masukan dan saran yang positif agar ke depannya organisasi ini berjalan dengan baik.

“Terimakasih atas arahan, masukan hingga petunjuknya terhadap GLF semoga kedepannya GLF dapat membantu masyarakat di NTB lebih baik lagi,” terangnya. ***

BACA JUGA: Pesan Gubernur Zul pada Rakerda DPD KNPI NTB

 

 




Guberbur Zul berharap, Masjid Jadi Sentra Pembangunan Umat

Dewan Masjid Indonesia (DMI) diharapkan menjadi sentra pembangunan umat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat memborong tujuh penghargaan dalam acara nasional Dewan Masjid Indonesia (DMI) Awards 2022.

Karena itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendukung DMI Awards diselenggarakan juga di tingkat Provinsi. 

Hal tersebut disampaikan gubernur saat menerima audiensi DPW DMI NTB di ruang kerja Pendopo Gubernur, Senin (04/07/22).

BACA JUGA: NTB Jadi Tuan Rumah PIRN 2022 

Gubernur mendorong masjid jadi pemberdayaan umat

“Selanjutnya DMI akan terjun ke Kabupaten dan Kota untuk membimbing dan memberikan penguatan agar masjid-masjid se NTB bisa menjadi sentra pembangunan ummat yang bisa diandalkan,” tutur Bang Zul.

Sementara itu, Ketua DPW DMI NTB Dr. Mansyur menjelaskan lebih jauh terkait penghargaan yang didapatkan oleh masjid-masjid di NTB.

Penghargaan tersebut di antaranya, NTB mendapat juara 1 untuk kategori masjid raya terbaik tingkat Provinsi se- Indonesia, yakni Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Mataram. 

Dalam penempatan ini, dijelaskan Mansyur, Nusa Tenggara Barat mendapatkan 4 peringkat yaitu: Aspek kesehatan dan sumber daya lingkungan berbasis masjid. Dari kategori dakwah dan pendidikan NTB mendapatkan juara 3. Dari pemberdayaan Ekonomi dan wiraswasta berbasis masjid juara 3. Dari aspek dakwah dan hukum juara 2.

NTB juga mendapatkan juara 2 nasional untuk kategori jumlah masjid terbanyak yang melakukan registrasi untuk mendapatkan id masjid. Selain itu, masjid Agung “Masjid Al-mutaqqin” yang berada di Cakra memenangkan tingkat kabupaten kota mendapat juara 3 nasional.

BACA JUGA: Bupati Sikapi Kisruh yang terjadi di Tiga Gili

Mansyur melanjutkan, dengan diselenggarakannya DMI awards di tingkat provinsi merupakan sebuah tahahapan agar  NTB memiliki Big Data Masjid NTB. 

“DMI Awards ini adalah sebuah tahapan untuk melakukan pendataan terhadap masjid. Sehingga ke depannya dewan masjid memiliki big data,” tuturnya.***