“Awalnya saya membawa vespa ingin membawa sepeda kemana-mana, sehingga saya membuat sesuatu yang orang lain belum tepikirkan, lahirlah sepeda unik ini,” tuturnya.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengaku kepincut dengan sepeda unik kreatif karya Putra Daerah NTB dengan memanfaatkan barang bekas.
Tak tanggung-tanggung, Dubernur NTB mengapresiasi karya dari Mayung dengan memesan sebanyak 20 sepeda.
“Kami pesan 20 unit ya, ini bisa kita persembahkan besok untuk para pembalap WSBK,” ucap Gubernur NTB saat menerima kehadiran sepeda unik di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (26/07/22).
Tentu saja Mayung sangat bangga dan berterima kasih atas apresiasi Gubernur NTB, dan ia pun mempersiapkan diri untuk membuat pesanan 20 unit sepeda pesanan Gubernur.
“Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi saya, dipesan sebanyak 20 unit sepeda, nanti akan khusus kita berikan untuk Pak Gubernur,” ujar Mayung. ***
Gubernur NTB Minta KNPI Mulai Berorientasi Ekonomi
Gubernur NTB berharap KNPI bisa membawa perubahan, dan bekerja dengan rendah hati
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc meminta pengurus terpilih Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB periode 2022 – 2025 bekerja dengan rendah hati.
“Saya berharap KNPI bisa membawa perubahan. Bekerja seiring zaman yang berubah juga tapi dengan kerendah hatian,” ujar Gubernur saat menerima pengurus KNPI terpilih di ruang kerja, Selasa (26/07/22).
Menurutnya, cara pandang organisasi terlebih kepemudaan harus mulai berorientasi pengembangan ekonomi. Berbeda dengan era lalu yang dipenuhi oleh aktivis politik.
“Tidak lagi mengurusi hal hal kecil karena pemimpin tidak hanya pemimpin politik tapi juga ekonomi,” tegas gubernur.
Sebagaimana diketahui, H Baihaqi ST terpilih menjadi Ketua KNPI Provinsi NTB periode 2022-2025 dalam Musda XIII KNPI NTB, Februari lalu.
Pelantikan pengurus baru yang rencananya akan dilakukan 3 Agustus mendatang.
KNPI NTB sendiri segera melakukan konsolidasi dan telah membentuk kepengurusan KNPI NTB periode 2022-2025.
“Kepengurusan juga mengakomodir semua sektor termasuk pengusaha, akademisi dan lain lain,” kata Baihaqi. ***
Sekda NTB Ingatkan Beratnya Tugas Jadi Pengayom Masyarakat
Menjadi Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang baik sekaligus pengayom masyarakat itu berat implementasinya, ini kata Sekda NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Menjadi Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang baik sekaligus sebagai pengayom masyarakat itu berat.
Sekda NTB, HL. Gita Ariadi menyampaikan itu saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pol PP bertajuk “Optimalisasi Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja Berbasis Kinerja Menuju Pemerintahan Yang Agile” di Gedung BPSDM Prov. NTB, Mataram, Selasa (26/07/22).
Bimtek Pol PP
“Dalam bait 10, 11 dan 12 Mars Pol PP itu rela berkorban pengayom masyarakat dicintai rakyat. Indah dalam narasinya untuk diorasikan tetapi menjadi berat untuk diimplementasikan,” kata Sejda NTB.
Sekda menyampaikan mengapresiasi atas kerja keras mewujudkan bagaimana kerja-kerja Pol PP yang ideal dengan segala keterbatasan, dalam menjaga keamanan keselamatan pimpinan sebagai bentuk kerja nyata.
“Mudah-mudahan, teman-teman Satpol PP diberikan kekuatan bimbingan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tutup Miq Gita.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB, Najamudin Amy menginginkan pejabat fungsional ini memahami bahwa saat ini era sudah berubah. Zaman juga sudah pesat berkembang, media sosial menjadi keseharian.
Dalam pelaksanaan tugas ini beralih dari pelaksana menjadi pejabat fungsional sehingga apa yang mesti dilakukan kedepannya.
“Upgrading capacity menjadi keharusan. Selain itu harus merefres kembali perilaku kita menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Kasat Pol PP juga menyebutkan, kehadiran satpol PP menjadi kebutuhan.
Para pejabat fungsional harus memaknai, fungsinya sebagai polisi pamong praja tidak hanya mengawal, mengamankan pimpinan dan objek vital lainnya di provinsi maupun kabupaten/kota di NTB.
Tapi juga mengawal kebutuhan kepentingan apa yang menjadi kehendak masyarakat umumnya.
Dalam proses pendidikan sebagai bentuk cara menambah wawasan dan pengetahuan itu adalah keniscayaan yang harus dilakukan.
Sehingga rencana ke depan, Kasat Pol PP akan lebih banyak melakukan bimtek dan pelatihan minimal sebulan sekali baik pelatihan hard skill maupun soft skill. ***
PKB Yakin Menang Pemilu, Jadi Representasi Pemilih Muslim
PKB (Partai Kebangkiyan Bangsa) bisa menjadi representasi sebagai partai yang mewakili aspirasi pemilih muslim
MATARAM.lombokjournal.com ~ Rayakan Harlah ke-24, Partai Kebangkitan Bangsa besutan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin optimistis memenangkan Pemilu 2024.
Partai Kebangkitan Bangsa Rayakan Harlah ke-24
“Sebagai partai berbasis Islam, PKB siap menjadi rumah bagi seluruh umat Muslim di Indonesia,” kata Ketua DPW PKB NTB H Lalu Hadrian Irfani, di sela perayaan Harlah, Sabtu (23/07/2022) malam.
Nilai perjuangan Islam Ahlussunnah Waljama’ah yang rahmatan lil alamin menjadi kekuatan utama partai yang didirikan para kiai dan ulama ini.
Di NTB, perayaan Harlah dipusatkan di kantor DPW PKB NTB di Mataram. Perayaan ini dilakukan secara bersama-sama DPP, DPW dan DPC PKB seluruh Indonesia secara virtual.
Sebagaimana tradisi PKB, perayaan ualng tahun itu dirangkaikan pula dengan berbagai kegiatan seperti istighosah, santuan sejumlah anak yatim, dan pemotongan tumpeng.
Hadrian Irfani menegaskan, dalam situasi saat ini, PKB diuntungkan dengan banyaknya fenomena keagamaan yang sering muncul dalam dinamika berbangsa dan bernegara.
Dan hal tersebut kata Anggota DPRD NTB ini, sangat sejalan dengan nilai perjuangan PKB.
“Karena itu, PKB bisa menjadi representasi sebagai partai yang mewakili aspirasi pemilih muslim,” imbuh Hardian.
Tokoh NTB yang dikenal humble ini menekankan, NTB adalah daerah berpenduduk mayoritas muslim yang sangat taat.
Juga sangat nasionalis dan sangat fanatik dalam berbangsa. Hal tersebut sangat sejalan dengan nilai perjuangan PKB.
PKB pun memasang target tinggi dalam Pemilu 2024 di NTB. PKB mengincar kursi pimpinan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh NTB.
PKB kini sedang menggelar konsolidasi masif dengan DPC se-NTB untuk memenangkan Pemilu dan Pilpres 2024 yang akan datang.
Di sisi lain, menindaklanjuti arahan Ketua Umum DPP, pihaknya juga kata Hadrian akan langsung mengagendakan silaturrahim ke tokoh-tokoh PKB dan NU NTB seperti TGH Turmudzi Badarudin di Bagu dan ketua PW NU NTB Prof H Masnun Tahir.
Silaturahmi tersebut akan paralel dengan kegiatan roadshow ke DPC se-NTB sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda konsolidasi.
Dalam perayaan Harlah ke-24 tersebut, Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato politiknya secara virtual karena sedang berada di London, Inggris, selepas manunaikan ibadah haji.
Wakil Ketua DPR RI tersebut menekankan, salah satu kekuatan bangsa Indonesia adalah keagamaan dan keberagaman.
“Kekuatan ini harus dikelola dengan baik melalui potensi kader-kader Partai Kebangkitan Bangsa,” kata Muhaimin menegaskan.
Gus Muhaimin yang kini diusung partainya untuk maju sebagai calon presiden itu menegaskan agar seluruh kader di semua tingkatan melakukan kosolidasi lebih masif menghadapi Pemilu 2024.
“PKB harus mewujudkan target 100 kursi parlemen DPR RI dan menang dalam Pilpres 2024,” tegasnya.
Terwujudnya target tersebut, menurut Gus Muhaimin, akan memberikan kesempatan kepada PKB untuk memimpin Indonesia menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.
PKB berkomitmen mengimpelementasikan pasal 33 UUD 1945, di mana bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.***
Lampan Lahat, Fragmen Wayang Sasak Taruhannya Nyawa
Sebuah fragmen Wayang Sasak yaitu Lampan Lahat dikenal lakon paling horor dan mistis, tidak semua dalang berani memainkan
LOTIM.lombokjournal.com ~ Sebuah fragmen dalam kisah serat menak di Wayang Sasak yakni fragmen Lampan Lahat yang terkenal sarat akan mistis, tidak sembarang dalang mampu memainkannya.
Konon, jika dalang salah-salah dalam memainkan fragmen Lampan Lahat, taruhannya adalah nyawa dirinya bahkan keturunannya.
Ki Dalang Wildan
Hanyal dalang yang sudah paripurna mampu mementaskan Lampan Lahat.
Seorang dalang dari Desa Rumbuk, Lombok Timur, Ki Dalang Wildan mengatakan, banyak ritual khusus yang digunakan dalang untuk memainkan Lampan Lahat.
Mula-mula sebelum pementasan, di depan panggung harus disembelih kambing hitam mulus.
Selain itu, dalang maupun semua yang terlibat dalam pementasan wayang tidak boleh putus dalam wudhu. Karena itu, disiapkan air khusus di belakang panggung untuk berwudhu.
“Dalang dan pembantu dalang akan mengenakan pakaian ihram. Pembantu dalang di kiri dan kanan harus Tuan Guru (kiyai) saat pementasan,” katanya.
Ia mengatakan itu saat ditemui di kediamannya di Rumbuk, Kamis (21/07/22).
Panggung dipenuhi leak atau tuselak
Syarat lainnya, selama pementasan Lampan Lahat tidak boleh dijeda atau istirahat. Pementasan harus terus dilaksanakan hingga segmen tersebut berakhir.
Bahkan pengunjung atau penonton tidak boleh pergi sebelum pementasan berakhir. Sayangnya, tidak dijelaskan apa resiko yang akan menimpa penonton yang meninggalkan pertunjukan sebelum usai.
Fragmen Lampan Lahat penuh aura mistis, khususnya saat pementasan berlangsung suasana akan berubah.
Di atas panggung dipenuhi leak atau tuselak, yaitu mahluk halus yang akan bertarung satu dengan lainnya.
“Cerita Lampan Lahat harus sempurna, tidak boleh ditambah atau dikurangi. Orang yang betul-betul suci yang bisa memainkan. Jika masih pikir duniawi, tidak akan mampu,” ujar Wildan.
Jika terjadi kesalahan dalam pementasan Lampan Lahat, diyakini akan ada kejadian tak terduga yang memakan korban jiwa, baik dalang atau orang yang mengundang dalang untuk memainkannya.
“Di situ akan keluar leak tuselak. Yang ngundang atau kita yang mainkan itu akan jadi korban. Seolah kita mengundang jin semua di atas,” katanya.
Mengapa Lampan Lahat begitu penuh dengan aura mistis?
Ki Dalang Wildan mengatakan, dalam kisah Serat Menak menceritakan perjalanan paman Rasulullah SAW yaitu Amir Hamzah atau dalam pewayangan dikenal dengan Jayeng Rane. Kisah tersebut menceritakan Jayeng Rane menyebarkan Islam dan menumpas musuh Islam.
Lampan berarti adalah judul atau cerita, sementara Lahat adalah jebakan atau kuburan. Kisah atau fragmen Lampan Lahat berisi akhir hidup Jayeng Rane yang gugur di medan perang melawan musuh Islam.
Dalam Islam, Amir Hamzah gugur dalam perang Uhud.
“Di lahat atau lubang, bisa juga dimaknai sebagai kubur. Di situlah sejarah Jayeng Rane berakhir bersama kuda perangnya,” katanya.
Ki Dalang Wildan bahkan tegas mengatakan tidak akan berani memainkan Lampan Lahat meskipun dibayar berapa pun.
“Jika ada yang kasi saya Rp100 juta untuk memainkan (Lampan Lahat), saya tidak akan berani. Mohon maaf, salah-salah bisa lari ke keturunan (jadi korban),” ujarnya.
Ki Dalang Wildan menjelaskan, Jayeng Rane dalam wayang Sasak digambarkan dengan ciri khas sederhana.
Berbeda dengan wayang Jawa, Jayeng Rane digambarkan sebagai Arjuna dengan menggunakan perhiasan mahkota dan gelang.
“Jayeng Rane kalau di wayang Jawa itu Arjuna. Banyak gelang, mahkota, kalau di wayang Sasak bentuknya polos sebagai simbol kesederhanaan,” katanya.
Dijelaskan, karakter dalam wayang dibagi dua yaitu wayang kiri dan kanan, dan satunya adalah gunungan wayang. Wayang kiri menggambarkan sosok antagonis berwatak sombong, dan wayang kanan menggambarkan tokoh utama atau pahlawan dan sosok yang baik.
Dalam wayang Sasak menggunakan bahasa Kawi. Bahasa tersebut untuk memudahkan penonton, karena menggabungkan tiga bahasa, seperti Sasak, Jawa dan Bali.
“Kenapa pakai bahasa Kawi wayang Sasak, diambil garis tengah bahasa Sasak masuk, bahasa Jawa masuk dan bahasa Bali masuk. Cepat dicerna publik,” ujarnya.
Ki Dalang Wildan sejak tahun 1973 telah menjadi dalang. Bahkan saat usia sekolah, dia selalu belajar membuat dan memainkan wayang. Itu membuat dirinya kini sering dipanggil untuk pertunjukan wayang.
Seperti tiang panggung berjumlah sembilan yang artinya sembilan wali yang menyebarkan Islam, bangunan panggung segi empat yang memiliki filosofis empat mahzab dalam Islam, musik pengiring atau gendang berjumlah lima yang artinya rukun Islam.
“Sebenarnya gendang berjumlah enam. Tapi Lanang dan Wadon adalah suami istri, sehingga dihitung satu,” katanya.
Begitu juga dengan dalang dan semua yang terlibat dalam pementasan berjumlah 13 orang, yang memiliki filosofis jumlah rukun salat. Bahkan, ritual mengeluarkan wayang tidak asal-asalan, ada doa khusus yang diucapkan.
PDIP NTB bantu 50 juta untuk Wayang Sasak
Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 berusaha untuk mempromosikan wayang Sasak sebagai bagian dari tradisi masyarakat Lombok.
Tidak cuma itu, Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat melalui Ketua dan Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro dan Ahmad Amrullah menyalurkan bantuan Rp 50 juta terhadap Ki Dalang Wildan untuk mengembangkan Wayang Kulit Sasak.
Ahmad Amrullah mengatakan, bantuan tersebut sebagai upaya PDIP NTB menjaga wayang Sasak tetap eksis, karena menjadi bagian dari budaya leluhur Sasak.
“Karena wayang Sasak ini menjadi bagian dari budaya leluhur Sasak yang harus dijaga agar tetap berkembang,” ujar Amrullah yang juga Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis.
Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto menegaskan, wayang Sasak tidak hanya sebatas pertunjukan seni semata, namun menyimpan nilai-nilai filosofis yang islami.
“Masyarakat harus paham, wayang Sasak dipenuhi berbagai kisah dan memiliki makna filosofis. Seperti nilai-nilai yang terkandung dalam kisah serat menak maupun simbol-simbol islami sebagai syarat dalam pementasan wayang,” ujarnya.***
Spirit ’Perjalanan Panjang Dimulai Dari Langkah Pertama’
Spirit yang menjadi tagline membangun daerah untuk mensejahterakan amasyarakat NTB
LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah kerap mengungkapkan “Setiap Perjalanan Panjang Haruslah Dimulai Dari Langkah Pertama”.
Dan itu merupakan spirit Bang Zul dalam membangun daerah yang dalam tagline sebagai pemantik menggesa perubahan dengan berbagai inovasi yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan, semua pihak harus bergerak cepat melakukan berbagai terobosan, inovasi, meski di tengah keterbatasan fiscal, dan menjadi solusi untuk mensejahterakan masyarakat.
Bang Zul selalu memacu untuk mencari cara lain untuk mensejahterakan masyarakat NTB. “Even MotoGP dan MXGP misalnya telah mampu menjadi magnit peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.
Ia mengatakan itu saat Rapim bersama Wagub, Sekda dan seluruh Kepala OPD Pemprov NTB di Wisata Agro, Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (22/07/22).
Gubernur memahami dalam setiap program Pemprov NTB yang dilakukannya, selalu ada riak-riak dan itu sebagai bentuk kepedulian mayarakat dalam turut membangun NTB.
“Dan apa yang kita lakukan seperti MotoGP, MXGP telah memberikan inspirasi di tengah keterbatasan APBD kita. Apa yang pernah kita lakukan kita inginkan punya nilai tinggi untuk kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik,” tandas Bang Zul.
Ia menambahkan, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan NTB bakal diramaikan kembali dengan event penting berskala regional, nasional bahkan event rutin skala internasional.
Ia merinci event yang dimaksud itu, di antaranya pada Januari mendatang akan dimulai musim balap motor (Pre Seasion), Maret 2023 ada MotorGP, MXGP 2 seri pertama di Samota 26 Juni.
Menyusul MXGP di Sirkuit Lantan 459 Motocross, Lombok Tengah Juli 2023 dan selanjutnya ada Word Superbike (WSBK) Mandalika.
Dengan adanya event-event besar seperti ini hendaknya ada outputnya bagi masyarakat dan dampaknya bagi sektor-sektor lain.
“Sektor lain terdampak seperti UMKM, obyek wisata menarik, agrowisata, kuliner, cendramata. Dengan begitu para penonton atau wisatawan akan pulang dalam keadaan tersenyum puas dan ingin mengulangi kedatangannya ke NTB lagi tahun depan dengan membawa kerabat, keluarga yang lebih banyak lagi ke NTB,” tutur Bang Zul.
Seluruh perangkat daerah diminta untuk menyiapkan diri sejak awal untuk turut terlibat dan berpartisipasi aktif dalam menghadapi event-event besar besar yang akan digelar di NTB. Ke depan, hampir tiap bulan NTB akan diramaikan dengan event-event nasional dan internasional. ***
Gubernur NTB: Rehabilitasi Narkoba Solusi bagi Pengguna
Gubernur NTB menilai pembangunan Balai Rehabilitasi Adhyaksa merupakan solusi bagi pengguna narkoba yang bukan pengedar atau bagian dari jaringan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mendukung langkah Kejaksaan Tinggi NTB mendirikan Balai Rehabilitasi Adhyaksa bagi pengguna narkoba.
“Daripada dipenjara tidak membuat pelaku menjadi baik. Dengan direhabilitasi juga solusi untuk kasus narkoba, yang membuat penjara tidak over kapasitas,” ujar Gubernur menghadiri peresmian Balai Rehabilitasi Adhyaksa di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Selagalas, Jumat (22/07/22).
Gubernur juga menekankan agar peran penting rumah sakit jiwa sebagai fasilitas pemeriksaan kesehatan psikologi dimanfaatkan pula oleh siapa saja.
Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Sungarpin mengatakan, Balai Rehabilitasi Adhyaksa dibangun untuk kebutuhan keadilan restoratif bagi pengguna narkoba yang dinilai sebagai korban kejahatan.
“Ada penilaian (asesmen) dari tim khusus untuk menentukan seseorang pengguna dan bukan pengedar atau bagian dari jaringan,” kata Sungarpin.
Oleh karena itu, para pengguna narkoba tak harus menghadapi proses pengadilan.
Kasus narkotika yang terjadi selama ini mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan sebesar 70 persen.
Pedoman Jaksa Agung nomor 18 Tahun 2001 tentang Penyelesaian Tindak Pidana Narkotika melalui rehabilitasi dengan pendekatan restorative justice menjadi solusi untuk penanganan narkotikasendiri.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dalam upaya pencegahan dan penanganan narkotika, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik dengan proses pembangunan yang cepat dan gedung yang terletak dalam komplek RSJ Mutiara Sukma.
Hadir pula dalam kegiatan peluncuran Balai Rehabilitasi Adhyaksa, Wakil Gubernur, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Direktur RSJ Mutiara Sukma dan para Asisten serta kepala OPD.***
Air Pancuran Bertuah di Desa Rumbuk, Lombok Timur
Banyak orang datang berobat dibimbing Lewat Mimpi, dan air pancuran itu diyakini bisa Sembuhkan Segala Penyakit
LOTIM.lombokjournal.com ~ Ini salah satu lokasi yang menyimpan aura mistis di Pulau Lombok, yaitu sebuah Air Pancuran Bertuah di Kampung Pancuran, Desa Rumbuk, Lombok Timur.
Air Pancuran Bertuah ini lokasinya di Mushola Al-Kautsar. Persis di samping mushola, yang tiap hari digunakan warga setempat untuk mandi atau mencuci.
Namun di salah satu pancuran yang berada di pancuran wanita, diyakini memiliki penghuni tak kasat mata.
Sosok gaib bertubuh tinggi dan besar, diyakini menjadi penunggu pancuran. Namun uniknya, tidak menyakiti atau mencelakakan warga yang beraktivitas di pancuran.
Ada juga ular mistis yang sering muncul di balik bebatuan pancuran. Anehnya, ular itu dengan sekejap mata menghilang.
Sementara itu, masyarakat kampung Pancuran menyakini yang pertama kali menemukan Pancuran Air Bertuah itu adalah Datu Daluminda Parayuga, sekitar abad 16 Masehi dan beliau dimakamkan di desa Sapit.
Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Ali, menuturkan banyak sekali orang dari luar kampung hingga dari Sumbawa datang untuk mandi di pancuran tersebut.
Tujuannya untuk berobat segala macam penyakit.
Uniknya, orang-orang yang datang berobat setelah melalui petunjuk mimpi. Mereka mimpi mandi di pancuran tersebut untuk menghilangkan penyakit atau meniatkan sesuatu.
“Bahkan dari Sumbawa datang ke sini karena dapat petunjuk dari mimpi,” kata Muhammad Ali, Kamis (21/07/22).
Ada juga perempuan yang ingin memiliki anak. Dia bermimpi mandi di pancuran tersebut agar kelak mendapatkan anak. Ajaibnya setelah mandi, dia dikaruniai anak.
“Ini sangat aneh, namun nyata itu terjadi,” imbuhnya.
Pada pancuran tersebut juga memiliki kolam. Meskipun musim kemarau saat ini, air di kolam tersebut tidak pernah surut.
Pernah suatu ketika air tidak muncul pada kolam tersebut. Warga kemudian menggelar ritual dengan menghadirkan atraksi Gendang Beleq, sebuah alat musik tradisional Sasak. Ajaibnya, usai ritual digelar, air kembali menyembur dengan cukup deras.
“Selesai ritual, air yang semula tidak mengalir, hingga sekarang mengalir dengan lancar. Meskipun di musim kemarau volumenya sedikit berkurang,” katanya.
Ada juga kisah seorang kepala dusun setempat menemukan ular misteri di pancuran tersebut. Namun saat ditangkap dan dimasukan dalam sebuah bungkusan, ular tersebut berubah menjadi keris.
Perjalanan melacak jejak mistis di Lombok merupakan rangkaian dari ekspedisi mistis yang digelar PDIP NTB dan Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16
Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Ahmad Amrullah, mengatakan ekspedisi mistis tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk melacak jejak-jejak tradisi dan mistis masyarakat NTB.
“Ekspedisi Mistis kali ini dilakukan di Desa Rumbuk, untuk melacak budaya dan fenomena magis di tengah masyarakat, sebagai ciri khas masyarakat Lombok,” kata Amrullah.
Dia mengatakan, akan banyak ekspedisi lainnya yang akan mengungkapkan kisah atau legenda di tengah masyarakat, sehingga kisah-kisah tersebut tidak hanya menjadi folklor atau cerita rakyat semata, tapi juga dapat dibuktikan.
“Sehingga setiap kisah atau cerita di masyarakat kita tidak hanya dimaknai sebagai cerita rakyat semata, tetapi memang kisah yang benar-benar ada,” tukasnya.***
Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik
Dalam Rakor percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak, Wagub NTB mengungkapkan, seluruh stakeholder bersinergi menghadapi PMK
MATARAM.lombokjournal.com ~ Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di NTB berjalan baik.
Seluruh stakeholder terkait bersinergi dan terus bergerak menghadapi PMK dengan tenang. Bahkan, Idul Adha bisa dilewati dengan lancar.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Kamis, (21/07/22).
Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Penanganan PMK di NTB berjalan baik, karena Pemprov NTB banyak belajar dari penangan kasus Pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Sehingga, treatment penanganannya bisa lebih cepat dan tepat.
“Banyak hal yang bisa kita adopsi dari pandemi dalam mengatasi PMK,” tutur Ummi Rohmi.
Ke depan, diharapkan proses penanganannya berjalan baik. Sehingga NTB, khususnya pulau Lombok yang berstatus Wabah PMK, terbebas dari penyakit tersebut.
Hingga kini tercatat, dari populasi hewan rentan PMK (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 950.551 ekor di NTB.
Jumlah kasus, 83.387 ekor, sakit 13.392 ekor, sembuh 69.580 ekor, potong bersyarat 221 ekor dan mati 194 ekor.
Sementara untuk vaksinasi gelombang 1 sejumlah 2.400 dosis, vaksin Gelombang 2 sejumlah 2.600 dosis, vaksin Gelombang 3 sejumlah 35.000 dosis.
Total alokasi 40.000 dosis. Jenis vaksin Aftopor. Suntikan 4.880 dosis. Sisa 35.120 dosis. Kebutuhan 418.721 dosis (sapi dan kerbau). ***
Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun
Dengan penanganan yang masif dan baik, sebaran kasus PMK dapat teratasi dan trendnya menurun
MATARAM.lombokjournal.com ~ Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) trennya semakin menurun, seiring dengan penanganan yang masif dan baik.
“Penanganan wabah PMK pada ternak yang merata terjadi di lima kabupaten dan kota di Pulau Lombok, kini mulai dapat teratasi dan trendnya turun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi,M.Si.
Sekda mengungkapkan itu pada rapat membahas perkembangan penanganan PMK yang dipimpin kepala BNPB, Kamis (14/07/22) di Mataram.
Menurutnya, sebaran PMK di NTB, terdiri dari dua kategori wilayah, yaitu daerah wabah ada 4 Kabupaten, 37 kecamatan dan 424 desa dan kelurahan.
Sedangkan daerah tertular ada 1 kota, 6 kecamatan dan 19 kelurahan.
Perkembangan PMK di pulau Lombok, hingga tanggal 13 Juli 2022 berdasarkan data, ada 950.551 ekor populasi hewan rentan PMK yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.
Dari angka tersebut, jumlah kasus sebanyak 75.487 ekor, yang sakit sebanyak 14.839 ekor dan sembuh 60.289 ekor.
Sekda yang juga Selaku Ketua Satgas Penanganan PMK Prov. NTB menjelaskan, setelah dilakukan penanganan dengan pengobatan ternak sakit, isolasi ternak, desinfeksi kandang, dan diberikan vaksin, maka ternak sapi yang terinveksi PMK kesembuhan semakin meningkat.
“Sehingga ternak sapi yang sakit semakin menurun, ini terjadi di semua Kabupaten,” jelas Miq Gite sapaan Sekda.
Serapan vaksin ternak juga telah dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Namun, kebutuhan vaksin untuk ternak masih kurang, oleh sebab telah dilakukan pengajuan alokasi vaksin yang akan segera dikirim oleh Pemerintah Pusat.
Untuk kebutuhan vaksin yang diterima sebanyak 5.000 Dosis, terdiri dari jenis Vaksin Aftopor dan telah disuntikan sebanyak 4.008 Dosis.
Sehingga sisanya masih ada 992 Dosis. Kemudian tambahan alokasi vaksin ada 38.000 Dosis. Sedangkan kebutuhan vaksin sebanyak 418.721 Dosis untuk Sapi dan Kerbau.
“Target akhir kami, Provinsi NTB harus bebas PMK,” kata Lalu Gita.
Sementara itu, pihaknya juga akan tetap mempertahankan pulau Sumbawa untuk tetap bebas PMK,
Langkah yang ditempuh seperti menutup masuknya hewan rentan PMK ke pulau Sumbawa, melakukan protokol biosecurity di pintu-pintu masuk (pelabuhan) ke pulau Sumbawa dan mengusulkan vaksinasi di pulau Sumbawa.
“Langkah penanganan PMK, telah kami lakukan, dengan membentuk satgas dan posko, memperketat dan mengawasi lalu lintas ternak, menyediakan dan menyiapkan logistic penunjan seperti antibiotic, melakukan vaksinasi, menyiapkan SDM dilapangan seperti dokter hewan, dan sosialiasi serta edukasi kepadamasyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut tambah Miq Gite, bahwa terbentuknya Satgas penanagan wabah PMK di 6 Kabupaten/ kota, termasuk di Kabupaten Sumbawa, menjadi kunci percepatan penanganan kasus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, NTB.
“Sehingga,dalam waktu dekat, kepala BNPB berencana akan berkunjung ke NTB untuk meninjau perkembangan penanganan PMK,”ungkap pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setda Provinsi NTB ini. ***