NTB Care Tangani Aduan ASN Terkena Gejala Kaki Gajah 

ASN yang setahun terakhir menderita gejala sakit kaki gajah dan diabetes dan tak pernah ditangani perawatan medis, NTB Care segera mengevakuasi ke rumah sakit

MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah mendapatkan pengaduan terkait ASN warga Timbrah Kelurahan Pagesangan Barat, yang diduga menderita gejala sakit kaki gajah, NTB Care merespon cepat bersama Dinas Sosial, Lurah dan RSU Kota Mataram.

“Setelah mendapat laporan, NTB Care bersama Dinas Sosial, Pemkot Mataram langsung,  menindaklanjutinya dengan mengevakuasi, untuk penanganan lebih awal terhadap warga tersebut,” jelas Hizam, Anggota Tim NTB, Rabu (28/7)2022) di Kota Mataram.

BACA JUGA: NTB Evakuasi Warga Penderita Kanker Paru-paru

Pengidap gejala kaki gajah dievakuasi ke rumah sakit oleh NTB Care

Diakui Hizam bahwa selama ini kondisi ASN sangat memprihatinkan. Karena hanya melakukan pengobatan secara tradisional,  tanpa tersentuh medis dan pengobatannya memakai obat-obat warung dan tawas mekah.

Setelah diedukasi oleh Lurah Pagesangan Barat, Nakes Puskesmas, Dinas Sosial NTB dan RSUD Kota Mataram, ASN akhirnya mau dibawa ke Rumas Sakit untuk diberikan penanganan medis.

“Berdasarkan hasil asesmen, ASN menderita down syndrom dan setahun terakhir menderita gejala sakit kaki gajah dan diabetes. Belum pernah dirawat di faskes karena takut,” jelasnya.

Sementara dr. Nurul dari Puskesmas Pagesangan Kota Mataram yang menangani awal pasien di lapangan mengaku, setelah dilakukan pemeriksaan, memang ada pembekakan di kaki kiri pasien. Karena setelah setahun, berdasarkan keterangan pasien, belum mengarah ke penyakit kaki gajah. 

“Untuk memastikannya, nanti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan dari pihak RSU Kota Mataram,”j elas dr. Nurul

Sementara itu Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah, S. STP mengapresiasi kehadiran dan kolaborasi NTB Care dalam menangani aduan warga. 

Selain karena cepat tanggap, realisasinya juga sangat membantu masyarakat.

BACA JUGA: Alumni Ponpes Harus Jadi Inspirasi, Ini Ajakan Gubernur NTB

“Alhamdulillah, dengan sosial media, Warga yang mungkin selama ini belum terjangkau kini dapat dilakukan penanganan segera,” jelas Lurah termuda di Kota Mataram tersebut. ***

 

 




Alumni Ponpes Harus Jadi Inspirasi, Ini Ajakan Gubernur NTB

Hadiri Reuni Akbar IKTASABA, Gubernur NTB mengajak santri terpacu mengikuti jejak keberhasilan para alumni Ponpes 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengajak alumni Pondok Pesantren Al Badriyah, Desa Rarang, menjadi inspirasi bagi para santri dan santriwati, atas keberhasilannya menjalani kehidupan.

“Reuni harus menjadi momentum, untuk memberikan inpirasi bagi adik-adik santri kita, atas keberhasilannya didunia kerja, usaha atau keberhasilan lainnya ditengah masyarakat,” kata Gubernur NTB.

Ia mengatakan itu pada acara silaturahmi dengan Pondok Pesantren Al-Badriyah dan Reuni Akbar Ikatan Alumni Santri Al Badriyah (IKTASABA), Rabu (27/07/22) di Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Diharapkan, para santri dan santiwati terus terpacu untuk mengikuti jejak keberhasilan para senior-senior yang terlebih dahulu sukses dengan berbagai prestasi.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Harus Berorientasi Lingkungan

Gubernur NTB mengajak alumni Ponpes mengikuti beasiswa ke luar negeri

Bang Zul sapaan Gubernur NTB juga mengajak santri dan santriwati serta para alumni Pondok Pesantren Al-Badriyah, untuk mengikuti program beasiswa ke luar negeri yang digagas Pemprov. NTB.

“Kami gencar mengirim anak-anak NTB untuk kuliah diluar negeri. Tujuannya agar mereka terbuka cara berpikirnya tentang luas dunia,” jelasnya di depan Pengasuh Pondok Pesantren Al Badriyah Sundak,  TGH. Lalu M. Thahir Badri.

Menurut Gubernur, kuliah di luar negeri ini banyak manfaat. Apalagi anak NTB memiliki pemahaman tentang agama yang baik.

Minimal baca alfatiha dan adzan serta bisa jadi imam. Sehingga menjadi modal untuk kehidupan dan bersosial kemasyarakatan di luar negeri.

“Mudah-mudahan ada alumni yang ikut beasiswa keluar negeri,” ucap Bang Zul.

Ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih, kepada Pondok Pesantren Al Badriyah, yang telah berkiprah mencetak para santri dan santriwati sebagai generasi penerus bangsa.

Ribuan santri hingga di luar negeri

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Badriyah Ust. H. Lalu M. Baehaqi Thahir, M. Pd., menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur NTB, merupakan suatu yang membanggakan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al Badriyah.

BACA JUGA: NTB Care Evakuasi Warga Penderita Kanker Paru-paru

“Di tengah kesibukan dan agenda yang padat, Gubernur NTB masih menyempatkan waktu dan kesempatannya untuk hadir dan bersilaturahmi dengan kita semua, kami ucapkan terimakasih Pak Gubernur,” katanya.

Dikatakannya, ada sekitar 6.000 orang alumni Pondok Pesantren Al Badriyah, yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Para alumni ini terhitung sejak yayasan berdiri tahun 1986.  Kini Ponpes sudah Genap 36 tahun. Sedangkan santri-santriwati Ponpes dari RA hingga SMA, ada 1.000 orang.

Turut mendampingi Gubernur, Asisten 1 Setda Provinsi NTB dan Kadis Sosial Provinsi NTB. Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al Badriyah, Ketua Panitia Reuni Akbar dan Ketua IKTASABA.***

 




Gubernur NTB Sambut Hangat Kedatangan Anggota VI BPK RI

Hadiri Executive Meeting BPK, Gubernur NTB mengaku banyak bantuan BPK untuk Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah menyambut hangat kedatangan Anggota VI BPK RI, Dr. Pius Lustrilanang S.IP., M.Si., CSFA, CFrA di Provinsi NTB untuk memastikan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi dari Hasil Pemeriksaan BPK RI.

Gubernur NTB menyambut Anggota VI BPK RI, Dr. Pius Lustrilanang

“Selamat datang untuk Pak Pius di NTB, mudah-mudahan waktu yang dihabiskan di NTB ini bisa berkenan,” ucap Gubernur saat menghadiri Executive Meeting Anggota VI BPK RI dengan Kepala Daerah se-Wilayah Provinsi NTB di Hotel Aruna Senggigi Kab. Lombok Barat, Rabu (27/07/22).

BACA JUGA: Wagub NTB: APBN Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

“Terima kasih, banyak sekali bantuan bagi Pemprov dari BPK disini,” lanjut Bang Zul, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Anggota VI BPK RI, Dr. Pius Lustrilanang S.IP., M.Si., CSFA, CFrA berharap dengan diadakannya pertemuan tersebut akan dapat mewujudkan pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

“Terima kasih kepada pemerintah provinsi dan daerah, semoga dengan adanya percepatan tindak lanjut ini, dapat mewujudkan pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel,” ucap Pius.

Senada dengan Dr. Pius, Kepala Perwakilan BPK Provinsi NTB, Ade Iwan Rusmana juga menyatakan, acara executive meeting tersebut menjadi penting krena merupakan langkah awal untuk percepatan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

“Semoga dengan adanya pertemuan kita pada hari ini menjadi langkah awal kita dalam percepatan tindak lanjut rekomendasi terhadap hasil pemeriksaan BPK,” kata Ade.

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu, Kepala Daerah se-Wilayah Provinsi NTB serta Inspektur Inspektorat Provinsi NTB. ***

 

 




NTB Care Evakuasi Warga Penderita Kanker Paru-Paru

Mendapat laporan adanya warga yang selama setahun menderita sakit paru paru, tim NTB Care langsung mengevakuasi ke rumah sakit 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim NTB Care  bergerak cepat mengevakuasi Sahabudin warga Sekarbela, Kota Mataram yang menderita kanker paru-paru ke RSUD Provinsi NTB.

Respon yang dilakukan Tim NTB Care bermula dari laporan Agus Putrawan, adanya warga tidak mampu yang menderita penyakit paru-paru. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Harus Berorientasi Lingkungan

NTB Care bergerak cedpat mengevakuasi warga ke rumah sakit

Sahabudin selama setahun terakhir mengeluh sakit paru paru. Kondisinya sangat memprihatinkan, karena tidak pernah lagi tersentuh oleh penanganan medis dan hanya terbaring di rumah saja. 

Diperparah dengan kondisi rumah  yang berada langsung di bibir pantai dan rawan abrasi. Sementara Jalan masuk ke rumahnya harus melewati pinggir pantai. Karena akses sebelumnya sudah ditutup oleh pemilik lahan kebun

Agus Putrawan, selaku pelapor mengapresiasi respon cepat NTB Care bersama Pemkot Mataram, selain dengan cepat mengevakuasi ke rumah sakit sekaligus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Saya melapor ke NTB Care,  Alhamdulilah direspon dengan cepat, untuk disurvei, dan pagi ini langsung dievakuasi, setelah diperiksa oleh tim kesehatan,” kata Agus, Selasa (26/07/22) di Mapak Jempong Baru Kota Mataram.

Sementara itu, Lurah Jempong Baru Kecamatan Sekarbela, Fika Wulan Hartati, S. STP, menyampaikan apresiasi atas kerjasama NTB Care, dalam mengevakuasi Sahabudin untuk ditangani lebih baik lagi di Rumah Sakit.

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

“Terimakasih NTB Care yang telah membantu warga kami. Dengan sosial media kita bisa melayani warga yang selama belum terjangkau,” ucap Lurah Jempong Baru usai evakuasi. ***

 




Wagub NTB: APBN Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Kata Wagub NTB, APBN dengan aturan Juklak dan Juknis yang lengkap, sehingga anggaran dari pusat itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dimanfaatkan sebaik mungkin, dibarengi peraturan-peraturan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang sangat lengkap.

Sehingga tidak ada alasan bagi daerah untuk menunda penggunaan anggaran tersebut.

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus Dari Rumah Tangga

Wagub NTB berharap tidak ada alasan penundaan penggunaan anggaran pusat

“Kita sangat butuh anggaran dari pusat, sehingga bagaimana anggaran-anggaran dari pusat dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Ia mengungkapkan itu saat menghadiri Rapat Asistensi Kegiatan Dekonsentrasi Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat, yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Rabu (27/07/22).

“Kami berharap rapat pada hari ini bisa berjalan dengan efektif dan membawa kebermanfaatan, karena memang banyak sekali hal hal yang harus kita improve ke depan,” tutur Wahub NTB.

Award dari presiden

Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerjasama, Kemendagri RI, Dr. Prabawa Eka Soesanta, S. Sos, M. Si membahas terkait instrumen Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP). 

Dan akan dibentuk instrumen untuk menilai kerja GWPP, dan pada tahun 2023 akan mendapatkan penghargaan dari presiden untuk Gubernur yang melaksanakan tugas GWPP terbaik.

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

“Tahun 2023, seluruh kewenangan GWPP harus dilakukan semua oleh satuan kerja (Pemerintah Daerah) dengan mengoptimalkan anggaran yang ada, dan akan ada award dari presiden untuk Gubernur yang melaksanakan tugas GWPP terbaik pada awal tahun 2023,” ungkapnya. ***

 




Wagub NTB: Pembangunan Harus Berorientasi Lingkungan

Wagub NTB menegaskan, pembangunan yang tidak berorientasi lingkungan harus dihentikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Seluruh masyarakat diajak agar pembangunan di Provinsi NTB makin berorientasi pada lingkungan.

“Mari kita stop untuk melakukan pembangunan yang tidak berorientasi lingkungan, apalagi dunia saat ini orientasinya adalah blue, green and circular economy,” kata Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Jalillah.

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Wagub NTB menekankan pembangunan yang berorientasi lingkungan
Wagub, Hj Sitti Rohmi

Ia menegaskan itu pada acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi UPTD Balai Laboraturium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Komite Akreditasi Nasional Kepada Pemerintah Provinsi NTB, Rabu (27/07/22).

Menurutnya, NTB sangat konsisten mensejahterakan masyarakat dan melestarikan lingkungan. 

Jadi tidak ada alasan untuk kesejahteraan kemudian mengorbankan lingkungan. Ketika lingkungan dan sirkulasi kehidupan tidak di perhatikan, maka tindakan itu nanti yang akan mendatangkan kerugian.

“Alhamdulillah NTB dan Indonesia kommit untuk itu, selain itu NTB juga komit untuk zero emission. Jadi kalau Indonesia optimis 2060, NTB kommit untuk zero emission 2050,” kata Wagub NTB.

Kemudian untuk zero waste atau NTB bersih, progresnya terus berjalan. Dari yang awalnya 2018 sekitar 20 persen sampah terkelola, saat ini sudah 50 persen. 

Namun memang PR nya masih banyak, dan menjadi PR bersama bagaimana bisa dikolaborasikan dengan baik.

Begitu juga dengan KLH di NTB, selalu lebih tinggi dari target nasional, itu juga merupakan berkat kerja sama semua pihak DLHK.

Wagub mengingatkan, warisan terbaik bagi anak cucu kita adalah lingkungan yang baik dan lingkungan yang sehat. 

Karena dengan itu generasi yang akan datang bisa survive, dan Indonesia akan bisa bersaing dalam level dunia.

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

Semua pihak diajaknya sungguh-sungguh dalam membangun lingkungan. Perusahaan silahkan beroperasi, tapi ingat jangan sampai merusak lingkungan

“Sehingga praktek menjaga lingkungan itu menjadi top priority. Percayalah kalau perusahaan beroperasi dengan lingkungan yang baik maka nanti hasilnya secara keseluruhan jauh akan lebih baik. Begitupun sebaliknya,” kata Wagub, 

Ia mengucapkan selamat kepada Balai Laboratorium Lingkungan atas akreditasinya. Pesannya, agar Laboratorium harus dikelola profesional, dan meningkatkan pelayanan yang berkualitas. Karena kualitas pelayanan adalah yang utama.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan acara Penyerahan Bantuan Sarana Prasana Persampahan dan Pemberian Penghargaan bagi Perusahaan Pemenang PROPER. ***

 

 




Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Pejanggik 

Banyak peziarah asal Jawa mengunjungi makam Kiai Mas Mirah di Lombok, ulama penyebar Islam sejak jaman Kerajaan Pejanggik di Lombok 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Makam ulama di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah sering didatangi peziarah asal Pulau Jawa. 

Kiai Mas Mirah merupakan ulama yang menyebarkan Islam sejak zaman Kerajaan Pejanggik.

Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB bersama  Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16  berusaha menguak kisah Kiyai Mas Mirah untuk menggali kepingan sejarah yang tercecer sebelumnya. 

BACA JUGA: Air Pancuran Bertuah di Desa Rumbuk, Lombok Timur

Mengunjungi makam Kiai Mas Mirah, penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

Tim Ekspedisi Mistis menemui generasi ke enam keturunan Kiai Mas Mirah, Muhammad Amin. Menurut penuiturannya, makam Kiai Mas Mirah berada dalam satu lahat bersama ayahnya, Sayit Mutsana atau dikenal dengan nama Deneq Sadanah.

Nama yang disebut terakhir merupakan seorang Demung di Desa Mujur yang diperintahkan oleh Kerajaan Pejanggik, kerajaan Islam di Lombok kala itu.

Kiprah Kiai Mas Mirah dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Lombok sejak tahun 1700, bahkan berdakwah hingga ke tanah Jawa. 

“Oleh karena itu, makam Kiai Mas Mirah bersama ayahnya sering dikunjungi peziarah dari Jawa,” katanya ditemui di Desa Mujur, Selasa (26/07/22).

Dalam berdakwah, Kiai Mas Mirah dikenal paling simpel dan mudah dicerna umat. 

Bahasa dakwahnya paling populer di Lombok adalah “solah mu gaweq, solah mu dait, lenge mu gaweq, lenge mu dait”.

Kalau diterjemahkan bebas, memiliki arti “kebaikan yang anda kerjakan, maka kebaikan pula yang anda peroleh. Sebaliknya, kalau tercela yang anda kerjakan, maka tercela pula yang anda peroleh.”

Namun sayangnya, tidak banyak peninggalan yang tersisa dari Kiai Mas Mirah. Bahkan silsilah lengkap keluarga kiai telah dimusnahkan saat penaklukan Lombok oleh penjajah.

Itu yang membuat kesulitan pihak keluarga mencari mata rantai silsilah.

“Peninggalan yang tersisa adalah bejana. Itu pernah didatangi Dinas Kebudayaan untuk didaftarkan menjadi situs purbakala,” tutut Muhammad Amin.

Air yang dimasukkan dalam bejana tersebut diyakini dapat menyembuhkan orang sakit. Sehingga banyak masyarakat mengambil air pada bejana tersebut untuk pengobatan.

Kiai Mas Mirah memiliki hubungan langsung dengan Kerajaan Pejanggik yang ditugaskan untuk menyebarkan Islam di Pulau Lombok

Bahasa dakwahnya yang simpel dan lugas, membuat masyarakat mengagumi sosok Kiai Mas Mirah.

“Dalam berdakwah, beliau sangat simpel tapi mengena di hati masyarakat,” kata Muhammad Amin.

Kiai Mas Mirah memiliki banyak julukan. Dia sering disebut Raden Abdurahman, Raden Mas Jirah, Raden Jirah, dan yang paling populer dengan nama Kiyai Mas Mirah.

Salah satu karomah yang dimilikinya adalah dapat memanggil hujan di saat musim kemarau. Kala itu sangat membantu masyarakat Lombok yang dominan sebagai petani yang selalu butuh mengairi sawah mereka.

“Jadi beliau memiliki karomah dapat memanggil hujan saat kemarau. Itu merupakan karomah beliau yang dapat membantu masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA: Cerita Rakyat yang Terserak Penting Diaktualisasikan

Selain pernah menyebarkan Islam di Jawa, ayah Kiai Mas Mirah menikahi seorang perempuan dari tanah Jawa. 

Langkah tersebut merupakan penetrasi damai (penetration pasifique) dalam menyebarkan Islam, tanpa pertumpahan darah, yaitu dengan pernikahan atau dengan cara tasawuf. 

Hal itu yang memicu baik ayah dan Kiai Mas Mirah sangat dikenal di sebagian masyarakat Jawa.

Makam Kiai Mas Mirah berada tepat di belakang aliran sungai yang teduh. Bahkan, di tengah sungai memiliki sumur dangkal atau lingkoq dalam bahasa Sasak, yang digunakan kiai untuk berwudhu. 

Hingga kini sumur tersebut tetap berdiri dan kokoh.

Makam tersebut dahulunya tidak tertata rapi, baru pada 2016 dilakukan pemugaran makam untuk memudahkan peziarah.

Cari Keris Hingga Emas

Dari sebagian besar peziarah yang datang berdoa, banyak juga peziarah yang datang untuk mencari benda-benda pusaka seperti keris, permata hingga emas. 

Muhammad Amin mengatakan, sering peziarah mengaku mendapat benda pusaka saat bertapa di makam tersebut. 

Ada juga cerita unik, jika peziarah bertapa salah posisi, tiba-tiba saja tubuhnya seperti ditendang sosok tanpa wujud. Itu sebagai isyarat agar peziarah memperbaiki posisinya berdiri saat berada di kompleks makam keramat tersebut.

“Ada peziarah yang niat betapa tapi salah arah akan ditendang. Itu sebagai isyarat agar peziarah memperbaiki posisinya,” ujarnya.

Sosok Kiai Mas Mirah tidak terdokumentasi dalam buku atau foto. Namun terkadang, Kiai Mas Mirah menampakkan diri di mushola saat orang sedang salat. 

“Saya antara sadar dan tidak sadar pernah suatu ketika didatangi persis di samping saya saat salat di mushola. Namun sekilas saja, terus menghilang,” katanya.

Keping Sejarah

Proses pemugaran makam, khususnya di bagian nisan dan makam dibantu oleh Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP NTB, Ruslan Turmuzi.

Ruslan mengatakan langkah ekspedisi mistis yang digelar merupakan komitmen sekaligus upaya PDIP NTB untuk mengumpulkan puing-puing sejarah Lombok yang berceceran. Terlebih lagi kurangnya literasi sejarah di Lombok, membuat generasi muda kesulitan mengenal budaya dan sejarah Lombok.

“Ekspedisi ini rutin kita lakukan, dan kali ini khusus edisi Kiai Mas Mirah. Itu untuk mengumpulkan puing sejarah kita yang selama ini berceceran,” kata Ruslan Turmuzi didampingi Sekretaris dan Bendahara Tim Ekspedisi Mistis, Amrullah dan Zainul Pahmi. 

Ruslan mengatakan, budaya maupun sejarah Lombok sangat terkenal. Bahkan dalam kitab Negara Kertagama tertulis “Lombok Mirah Sasak Adi” yang berasal dari kata Lombok berarti lurus atau jujur, mirah berarti permata, sasak berarti kenyataan dan adi berarti baik.

“Budaya kita sangat terkenal, namun sayang kita hanya mengenal permukaannya saja. Sementara isi dari sejarah itu sendiri tidak kita kenal. Itu karena kurangnya literasi kita tentang sejarah Lombok,” ujarnya.

Bahkan hingga kini pun posisi Kerajaan Pejanggik dan Kerajaan Selaparang masih menjadi perdebatan. Karena minimnya literasi dan belum ada ekskavasi sisa-sisa arkeologis di tanah Lombok.

Ketua DPC PDIP Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan sangat penting bagi generasi untuk mengetahui sejarah, kisah maupun perjalanan hidup para leluhur. 

“Segala sisi perilaku dan segi  perjalanan kehidupan para leluhur adalah kekayaan khazanah bagi generasi penerus bangsa. Sisi mistis hanya satu sisi dari sekian banyak segi yang bisa dipelajari,” katanya.

Dia berharap dari ekspedisi mistis yang digelar untuk menelusuri sejarah Lombok, dapat berguna dan berkontribusi bagi masyarakat NTB.

“Ekspedisi ini juga menunjukan, betapa miskinnya kita akan sejarah leluhur. Sekecil apapun ekspedisi ini, semoga bermanfaat dan menjadi kontribusi positif bagi masyarakat Lombok,” ujarnya.

Dia tidak ingin, leluhur Lombok yang tersohor pada zamannya akan menjadi redup karena tidak ada bukti yang dapat diceritakan kepada generasi akan datang. Sehingga penting memperkenalkan literasi tentang kebudayaan maupun sejarah Lombok.

“Sejarah dan cerita seseorang menjadi besar atau kecil, adalah karena ditulis dan diceritakan. Jangan sampai orang orang besar yang memang besar dalam sejarah sesungguhnya, terkubur, hanya karena tidak ditulis dan diceritakan,” pesannya.***

 

 




Gubernur NTB Hadiri Upacara Umat Hindu di Sekotong, Lobar

Gubernur NTB membanggakan masyarakat NTB yang menganut kepercayaan berbeda-beda, namun mampu hidup rukun berdampingan

LOBAR.lombokjournal.com ~  Umat Hindu diminta aktif menjaga kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB MINTA UMAT hINDU MENJAGA KERUKUNAN BERAGAMA

“Mari bersama merawat keragaman ini. Ini modal besar kita utk membangun dan menjaga NTB yg kita cintai ini,” pesan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Pemuda Sambelia Kini Pergi ke Malaysia untuk Sekolah

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB saat menghadiri Upacara Karya Ngenteng Linggih & Pujawali di Banjar Pengendan, Desa Pelangan, Kec. Sekotong, Lombok Barat, Rabu (27/07/22).

Bang Zul sapaan Gubernur NTB yang gemar bersilaturahmi dengan berbagai kalangan masyarakat itu menyampaikan, NTB merupakan sebuah wilayah yang masyarakatnya berasal dari suku dan budaya yang berbeda.

Selain itu, masyarakat NTB juga kepercayaan yang berbeda-beda. Meski demikian, masyarakat NTB mampu hidup rukun berdampingan.

Bang Zul mencontohkan,  Pura Meru yang hanya berjarak selemparan batu dengan Masjid Nurul Falah yang berada di Cakranegara, Mataram. 

Begitu juga dengan masyarakatnya di berbagai tempat yang mampu hidup rukun berdampingan meski berbeda kepercayaan

Karena itu, Gubernur berharap agar masyarakat NTB mampu merawat kerukunan tersebut dan memupuk rasa toleransi antar satu sama lain.

BACA JUGA: Wagub NTB: Penyandang Disabilitas Harus Diperlakukan Sama

“Senang mendengar kerukunan dan persaudaraan dijaga,” katanya. ***

 




Pemuda Sambelia Kini Pergi ke Malaysia Untuk Sekolah

Dalam sarasehan bersama Gubernur NTB, pemuda Sambelia diajak menumbuhkan semangat membangun Daerah

LOTIM.lombokjournal.com ~ Zulfadli, salah seorang pemuda dari Sambelia, Lombok Timur mengaku, dulu pemuda Sambelia pergi ke Malaysia untuk merantau mencari pekerjaan, tapi sekarang mereka ke malaysia untuk melanjutkan belajar di Perguruan Tinggi.

Zulfadli adalah Magister lulusan Malaysia, mengungkapkan ini saat berdialog bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di pantai Pekendangan, Kecamatan Sambelia, Selasa (26/07/22)

BACA JUGA: Sepeda Unik dari Barang Bekas, Gubernur NTB Pesan 20 Unit

Ia menyampaikan rasa syukurnya atas program beasiswa yang telah dicanangkan Pemprov NTB. 

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah dalam sarasehan dengan pemuda Sambelia itu mengingatkan, agar pemuda Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur untuk melanjutkan studi melalui program beasiswa yang telah disediakan oleh Pemprov NTB.

“Pemerintah menyiapkan beasiswa untuk pemuda untuk melanjutkan studi hingga luar negeri, silahkan dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Gubernur Zulkieflimansyah.

Didampingi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Gubernur NTB yang populer disapa Bang Zul tersebut berharap, dari Sambelia, lahir calon-calon pemimpin hebat dimasa mendatang.

“Boleh saja kita lahir di daerah yang jauh dari pusat kota. Tapi masalah pendidikan, masalah cara pandang, hingga semangat membangun daerah tidak boleh kalah dari yang lain,” ungkap Bang Zul sambil duduk lesehan dipinggir pantai.

BACA JUGA: Pemprov NTB dan UNAIR Teken MoU Pendidikan Vokasi

Bang Zul mengatakan, NTB merupakan rumah besar, rumah yang nyaman untuk siapa pun, terutama untuk pemuda. 

Bang Zul mendorong pemuda memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan daerah.***

 




Gubernur NTB Minta Percepat Pembangunan SPAM di Lombok

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Lombok diminta Gubernur NTB dipercepat pembangunannya, karena banyak event internasional digelar di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya event internasional yang akan digelar di NTB, seperti MotoGP, WSBK, IATC, MXGP dan lain sebagainya, membutuhkan ketersediaan jaminan sarana prasarana dasar seperti air bersih.

Gubernur NTB minta percepatan pembangunan sistem penyediaan air bersih
Gubernur Zulkieflimansyah

“NTB diminta oleh pusat, minimal bagaimana Pulau Lombok memiliki ketersediaan air bersih atau air minum lebih standar, sesuai standar internasional,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA:  Wagub NTB: Penyandang Disabilitas Harus Diperlakukan Sama

Ia menyampaikan itu saat rapat rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Selasa (26/07/22), di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB minta agar perencanaan pembangunan SPAM dipercepat. Sehingga tidak ada masalah lagi dengan ketersediaan air bersih atau air minum saat semua event internasional tahun depan dimulai.

Samentara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ir. H. Ridwan Syah, menjelaskan, konteks pertemuan adalah bagaimana percepatan sesuai permintaan Gubernur. 

“Kita tidak memiliki waktu yang banyak karena espektasi penyediaan dan pelayanan air bersih makin meningkat,” tegas Dae Iwan sapaan akrabnya.

Ia melanjutkan, penyusunan dokumen study kelayakan SPAM Regional Pulau Lombok dilakukan pada tahun 2018, sisa akhir masa jabatan Gubernur TGB. 

Sehingga ini masuk dalam RPJMD jangka menengah 2019-2023 yang harus diwujudkan.

Dalam implementasi RPJMD itu sudah melakukan pertemuan dengan kabupaten/kota dalam rakor yang dihadiri Gubernur bersama tim dan Dirjen Cipta Karya pada awal tahun 2020. 

BACA JUGA: Sepeda Unik dari Bahan Bekas, Gubernur NTB Pesan 20 Unit

“Dalam pertemuan itu, salah satunya NTB diminta mereview kembali terkait data-data yang sudah ada, baik data sekunder maupun yang primer terkait ketersediaan air baku,” ungkapnya.

Namun lanjut Dae Iwan, pekerjaan itu terhenti karena Covid-19. Kini Bang Zul  memerintahkan Pemprov dan jajaran untuk mencoba memulai lagi rencana pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok

Sehingga diharapkan dapat menemukan kelayakan secara ekonomi dan teknis. ***