HBK Hadiri Hari Ulang Tahun ke-87 Madrasah NWDI

Wakili Ketua Umum Partai Gerindra H Prabowo Subianto HBK Sampaikan Salam Takzim H Prabowo Subianto kepada Seluruh Jamaah Nahdlatul Wathan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra H. Bambang Kristiono, SE (HBK), menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HULTAH) ke-87 Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI) di Podok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kec. Suralaga, Kab. Lombok Timur, Ahad (21/8/2022). 

HBK hadir mewakili Ketum DPP Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan RI, H. Prabowo Subianto.

Di hadapan puluhan ribu hadirin yang datang memenuhi tempat acara, HBK menyampaikan permohonan ma’af yang sebesar-besarnya dari Bapak H. Prabowo Subianto, karena tidak dapat hadir secara langsung bersilaturahmi dengan puluhan ribu jamaah.

BACA JUGA: KAHMI KLU Gelar Diskusi Demokrasi Dapil Pemilu 2024

HBK menyatakan akan berjuang bersama NW Anjani
HBK bersama Hj. Siti Raehanun dan RTGB Zaenudin Atsani

Sejak pelaksanaan Rapimnas Partai Gerindra, sampai dengan pelaksanaan HUT RI yang ke-77, tidak henti-hentinya berkegiatan, sehingga di akhir pekan ini, disarankan Tim Dokter pribadi untuk beristirahat dan recovery dalam beberapa hari.

“Selanjutnya, beliau memerintahkan kepada saya bersama seluruh pimpinan Partai, dan seluruh anggota Dewan, Partai Gerindra se-NTB, untuk hadir dan memenuhi undangan acara yang mulia ini,” kata HBK saat didaulat memberikan sambutan di hadapan jamaah dan tamu undangan  yang hadir.

Selain dihadiri puluhan ribu jamaah, puncak HULTAH NWDI ke-87 tersebut dihadiri pula ulama Makkah dan para pejabat dari tingkat pusat hingga daerah. 

Sebelum menyampaikan sambutan, dengan takzim HBK menyapa Ummuna Hj. Siti Raehanun Zaenudin Abdul Majid, Ketua Umum PBNW RTGB Zaenudin Atsani beserta seluruh Pengurus Besar NW mulai dari pusat hingga ke daerah-daerah.

Penghormatan, apresiasi, serta ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya, disampaikan HBK, kepada keluarga besar organisasi NW, yang telah mampu mengejawantahkan, mewujudkan dirinya menjadi organisasi yang besar, solid, serta sangat dihormati dan disegani. 

Bukan hanya oleh masyarakat NTB, tapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Terlebih di bawah kepemimpinan Yang Mulia RTGB Zainudin Atsani yang kharismatik dan dikenal memiliki prinsip dan berkepribadian yang kuat ini,” imbuh HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menjelaskan, dirinya secara khusus datang dengan didampingi pimpinan Partai Gerindra se-NTB, baik di tingkat Prov dan Kab/Kota, serta seluruh anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra di NTB, sebagai bentuk penghormatan, rasa cinta, dan kesetiaan Partai Gerindra kepada organisasi NW yang telah bersedia bergabung dan akan berjuang bersama-sama Partai Gerindra pada Pileg maupun Pilpres tahun 2024.

HBK menekankan, pihaknya yakin dan percaya, bergabungnya organisasi NW dengan Partai Gerindra pada Pileg dan Pilpres 2024, akan memperkuat, dan sekaligus meningkatkan keberhasilan kerja-kerja politik Partai.

BACA JUGA: Kunjungi Posyandu Keluarga, Wagub NTB: Stunting Masalah Gizi

“Sehingga di tahun 2024, in syaa Allah, Partai Gerindra akan kembali menjadi Partai pemenang di NTB. Demikian juga dengan KDP/Ketum DPP Partai Gerindra, Bapak H. Prabowo Subianto, akan dapat sama-sama kita antarkan sebagai Presiden RI,” kata HBK yang disambut antusias puluhan ribu jamaah yang hadir.

Ditegaskan HBK, Partai Gerindra menjadi Partai sangat beruntung di NTB, karena telah menjadi Partai tempat berlabuhnya dan tempat berjuangnya orang-orang hebat, bagian penting dari generasi terbaik, generasi emas masyarakat NTB di era sekarang ini.

Sebagai kepanjangan tangan DPP Partai Gerindra di Provinsi NTB, HBK menyampaikan, dirinya telah memerintahkan seluruh pimpinan, pengurus, serta kader Partai Gerindra se-NTB, untuk terus memperkuat silaturahmi dan kerjasamanya dengan organisasi NW di wilayahnya masing-masing.

“In syaa Allah, dengan ridho serta keberkahan dari Allah SWT, silaturahmi dan kerja sama yang saling menguatkan ini, akan menghasilkan karya-karya besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat NTB ke depan,” kata tokoh yang dikenal dermawan ini.

Sudah saatnya, kata HBK, generasi muda NW untuk berpartisipasi aktif, dan ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan-keputusan penting yang berdampak langsung bagi kemajuan dan kemakmuran daerah, masyarakat, dan Negara. ***

 

 




KAHMI KLU Gelar Diskusi Demokrasi Dapil Pemilu 2024

Rangkaian kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja MD KAHMI KLU, menyelenggarakan Diskusi demokrasi terkait Dapil Pemilu

GANGGA.lombokjournal.com ~  Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyelenggarakan Diskusi Demokrasi bertajuk “Menimbang Relevansi Satu Daerah Pemilihan (Dapil) Satu Kecamatan pada Pileg 2024 di Lombok Utara” Sabtu (20/8/2022), di Lesehan Zoya Jaya Gangga KLU. 

Diskusi demokrasi terkait Dapil Pemilu itu merupakan rangkaian dari kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja MD KAHMI KLU dan Pengurus Forum Alumni HMI-WATI (FORHATI) KLU.

Ini juga bagian penyegaran pemahaman berdemokrasi. 

BACA JUGA: Jambore Nasional Vespa, NTB Jadi Pusat Otomotif Tourism

Pengurus MD KAHMI KLU menyelenggarakan diskusi untuk menyegarkan pemahaman demokrasi

Diskusi dibuka dengan prolog dari Ketua MD KAHMI KLU, sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat KLU, Dr. H. Najmul Ahyar, SH, MH. 

Kemudian empat narasumber lainnya memaparkan aturan, analisa, dan kemungkinan adanya penataan Dapil pada Pemilu 2024. 

Najmul Ahyar mantan Bupati Lombok Utara itu menyampaikan, kegiatan tersebut digalang sebagai lokomotif gagasan, terkait Satu Kecamatan Satu Dapil pada Pileg 2024 di Lombok Utara. 

Menurutnya, gagasan Satu Kecamatan Satu Dapil itu telah relevan dan perlu dilakukan penataan Dapil.

Ia menguraikan perlunya perubahan Dapil, lantaran di antaranya kawasan area para Caleg lebih dekat. 

Selain masyarakat pemilih lebih mengenal para Caleg, meminimalkan biaya operasional politik, mudah pula menyerap aspirasi sekaligus merealisasikannya.

Menurutnya, penataan Dapil Pemilu memungkinkan para Caleg untuk fokus berkampanye pada tempat kecamatan masing-masing. Kedua, masyarakat pemilih lebih mengenal para Calegnya.

“Ini memungkinkan para Calegnya mendapatkan legitimasi yang lebih nyata dari masyarakat kecamatan tempat tinggalnya. Ketiga, dapat meminimalkan biaya operasional politik. Keempat, lebih mudah menyerap aspirasi sekaligus merealisasikan program saat kampanye. Terakhir kelembagaan Parpol lebih mencerminkan struktur kepartaian,” urainya. 

Pada akhir penyampaian Najmul mengungkapkan, dengan melakukan penataan Dapil serta Alokasi Kursi parlemen lebih menjiwai spirit perundang-undangan serta aspirasi yang berkembang. 

“Sudah waktunya mewacanakan gagasan untuk diperjuangkan menjadi kebijakan politik,penataan Dapil, 1 Dapil 1 Kecamatan untuk DPRD KLU,” tuturnya. 

Diskusi yang dipandu pewarta TIMES Indonesia Hery Mahardika itu dihadiri sejumlah narasumber Ketua DPRD KLU Artadi, S.Sos, Ketua KPU KLU Juraidin, MH, Komisioner Bawaslu KLU Muhidin, S.Pd Pemerhati Politik dan Demokrasi, Anhar Putra Iswanto, M.Si.

Hadir pula dalam forum tersebut, Ketua DPC PPP KLU Narsudin, S.Sos, Sekretaris DPC NasDem KLU Fajar Martha, S.Sos, Sekretaris DPC Partai Demokrat Zarkasi, S.IP serta Pengurus Gerindra KLU yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD KLU Hakamah.

Penting Penataan Dapil

Ketua DPRD KLU, Artadi menyambut baik gagasan dan tema yang diajukan dalam diskusi tersebut. Pihaknya menganggap penting Penataan Dapil Kecamatan dan Penentuan Alokasi Kursi Dapil, agar legislator lebih dekat dengan rakyat di Dapilnya.

“Apakah nanti perubahan Dapil bisa diperjuangkan pada Pemilu 2024 atau Pemilu 2029, kita gerakkan. Prinsipnya selama aturan memungkinkan,” katanya.

Peserta yang hadir, tak hanya dari politisi KLU saja, tetapi juga dari elemen lainnya seperti kalangan mahasiswa, pemuda dan ormas. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Sarankan, Ponpes Punya Guru Matematika Menyenangkan 

Pada akhir acara, ditutup dengan respons dan pertanyaan dari sejumlah peserta. Para peserta, secara umum banyak menanyakan tentang urgensi dan pentingnya gagasan satu kecamatan satu Dapil tersebut. 

Diharapkan dengan adanya acara diskusi demokrasi ini dapat mendorong penataan Dapil serta alokasi kursi parlemen yang lebih menjiwai spirit perundang-undangan. Menyongsong Pileg 2024 berbasis legitimasi masyarakat pemilih setempat. 

Pada sesi akhir diskusi, dilakukan penyematan bros apresiasi MD KAHMI KLU dari Ketua MD KAHMI KLU kepada Ketua DPRD KLU. 

Berkembang pula wacana opsi perubahan Dapil dari tiga Dapil menjadi lima Dapil atau opsi tiga Dapil menjadi empat Dapil pada Pemilu 2024 di Lombok Utara. ***

 




Ekonomi NTB, Triwulan II Tahun 2022 Tumbuh 5,99 Persen

Pembangunan dengan sasaran dan pertumbuhan ekonomi NTB diihtiarkan pada nilai tambah pertanian, industrialisasi, parawisata  dan ramah investasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan II tahun 2022 tumbuh sebesar 5,99 persen.

Pertumbuhan yang cukup signifikan ini tentunya tidak lepas dari ikhtiar yang dilakukan bersama-sama antara eksekutif, legislatif serta peran peran pemimpin dari segenap masyarakat NTB.

BACA JUGA: Wagub NTB: GARPU harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah 

Kata Wagub NTB, ekonomi NTB tumbuh tak lepas peran semua pihak

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB,  Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan Penyerahan Rancangan Perubahan KUA Dan Perubahan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat DPRD Provinsi NTB, Jum’at (19/08/22).

Menurutnya, arah kebijakan pembangunan di NTB, diiikhtiarkan pada nilai tambah pertanian atau agribisnis, industrialisasi, parawisata  dan ramah investasi, serta penguatan sistem penguatan daerah.

“Dengan sasaran dan target pada pertumbuhan ekonomi, laju inflasi yang stabil, penurunan tingkat kemiskinan, generasio, IPM dan kesempatan kerja yang semakin luas,” imbuhnya.

Selain itu, kondisi fiskal di tahun 2022 mengalami kontraksi, dengan adanya  penurunan dana transfer pusat.

Khususnya dana insentif daerah yang berkurang secara signifikan dan sangat mempengaruhi perencanaan pembangunan yang kita laksanakan,.

“Pemerintah berupaya melakukan upaya yang optimal untuk meningkatkan upaya peningkatan dari sumber-sumber yang potensial, karenanya perlu dilakukan penyesuaian terkait, arah sasaran dan target rencana pembangunan Provinsi NTB tahun 2022,” tutur Ummi Rohmi.

Adapun garis besar rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD anggaran 2022 yang menyangkut tiga komponen pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. 

“Perubahan pendapatan daerah anggaran 2022 direncanakan sebesar 5,480 Triliyun Rupiah lebih jadi peningkatan sebesar 1,51 persen dibandingkan dengan APBD tahun 2022 sebesar 5,399 triliyun,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, NTB

Sementara itu, perubahan belanja daerah tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar 6,127 Triliyun rupiah lebih bertambah Rp. 165 Miliyar lebih dari APBD 2022. 

Semula sebesar 5,961 Triliyun rupiah lebih atau meniningkat sekitar 2,78 persen, terjadi defisit sebesar 646 Miliyar lebih yang ditutup dari SiLPA tahun berjalan dan pinjaman daerah. 

Perubahan pembiayaan daerah tahun anggaran 2022 diproyeksikan 646 Miliyar rupiah lebih. Jumlah ini meningkat dari APBD 2022 yang semula berjumlah 562 Miliyar rupiah lebih, tingkatan yang dimaksud berjumlah 64 miliyar rupiah naik sekitar 14,96 persen.***

 

 




Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Saat menjadi khatib shalat Jum’at, kata Gubernur Zulkieflimansyah masjid yang sederhana ini diisi manusia-manusia mulia

LOTIM.lombokjournal.com ~ Nusa Tenggara Barat. Itulah cara 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendekatkan diri kepada masyarakat, mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil.

BACA JUGA: Wagub NTB: GARPU harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah 

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, masjid yang sedergana diisi jiwa-jiwa mulia
Gubernur Zulkieflimansyah

Salah satunya menyapa langsung masyarakatdi Dusun Mampe Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Jum’at (19/08/22).

Dalam kunjungannya, saat shalat Jum’at Gubernur Zul bertindak sebagai khatib. Ia menyampaikan, memiliki masjid yang sederhana jauh lebih penting dan diisi oleh manusia-manusia yang mulia, manusia yang agung dalam mendistribusikan kebaikan-kebaikan.

“Tidak apa-apa masjid kita ini bentuknya sederhana tapi diisi oleh manusia-manusia yang mulia,” ujarnya.

Selain itu Bang Zul, mengajak kepada masyarakat untuk tetap bersyukur atas diberikan nikmat karena tiada lain yang mesti diucapkan sebagai umat manusia.

Ditambahkan, seorang istri tidak banyak yang menanyakan suaminya pesan apa yang didapatkan dari khatib yang setiap minggunya menjalankan ibadah sholat Jumat. 

“Kita harus mampu menceritakan pesan-pesan kebaikan kepada istri kita masing- masing. Karena dari satu istri ke yang lain menceritakan kebaikan baik anak-anak sahabat andaitolan dan lain sebagainya. Sehingga pesan itu sampai kepada masyarakat luas,” tuturnya.

BACA JUGA: Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Usai sholat Jum’at, Gubernur bersama masyarakat melakukan dialog interaktif tentang permasalahan termasuk ketersediaan air, harga Tembakau yang fluktuatif dan tidak stabil. Serta bantuan-bantuan sosial ke pondok-pondok jadi isu-isu yang harus segera mendapat perhatian oleh pemerintah daerah. ***

 

 




Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Makam Kemaliq Embung Puntik di Lombok,  ulama penyebar Islam ternama di Lombok, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kemaliq Embung Puntik, sebuah makam di Desa Sengkerang, Praya Timur, Lombok Tengah, menjadi langganan para peziarah. 

Area makam seluas sekitar 4 are itu dikenal sebagai makam keramat oleh masyarakat, bahkan sering digelar ritual adat di area makam.

Makam tersebut merupakan makam Denek Mas Suryadiningrat, ulama penyebar Islam ternama di Pulau Lombok. 

Ia diperkirakan menyebarkan Islam di Lombok sejak  tahun 1717 masehi.

BACA JUGA: Letusan Samalas, Benda Kedatuan Benue akan Diuji Radiokarbon

Makam Embung Puntik, petilasan Denek Mas Suryadiningrat yang jasadnya menghilang

Makam tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya dan juga telah diakui Dinas Pariwisata. Terbukti dengan adanya plang Dinas Pariwisata pada area makam.

Juru Pelihara Makam, Lalu Jasmawadi, yang juga merupakan generasi ke-13 keturunan Denek Mas Suryadiningrat mengatakan, ribuan masyarakat sering berziarah dan menggelar ritual adat di makam tersebut.

Ritual adat bernama Nede Embung Puntik yang digelar setiap bulan tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin pada bulan November. 

Pada ritual tersebut, masyarakat akan membawa aneka hasil bumi dan berdoa memohon berkah kepada Sang Pencipta.

“Setiap bulan ke tujuh tanggalan Sasak atau setiap hari Senin di bulan November selalu ada ritual adat di sini,” kata Lalu Jasmawadi didampingi Akademisi Mataram, Dr Asrin,  Rabu (17/08/22).

Ritual adat tersebut telah berlangsung turun temurun. Bahkan, masyarakat meyakini jika tidak menggelar ritual akan mendapatkan malapetaka seperti penyakit.

Pada bulan November, ritual akan berlangsung empat kali yang digelar setiap Senin. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi makam dan berdoa sebagai ucapan rasa syukur dan meminta berkah Allah SWT.

Selain bulan November, ritual adat biasanya juga digelar pada akhir Februari. 

Ada juga ritual adat bernama Saur Sangi. Di sana, masyarakat yang sebelumnya telah terkabulkan hajatnya akan datang ke makam sebagai bentuk rasa syukur telah tercapai atau terkabulkan keinginannya.

“Pada makam juga biasa digelar ritual ada saat ada anak desa yang akan dikhitan (disunat). Akan ada proses adat yang digelar,” ujarnya.

Sebelum dikhitan, anak tersebut akan dibawa ke makam dengan diantar keluarga, dan menggelar tradisi pemotongan selendang.

BACA JUGA: Kyai Mas Mirah, Penyebar Islam Sejak Jaman Pejanggik

Keliling Makam

Uniknya, makam  tersebut tidak sembarang dapat dimasuki peziarah. Harus ada ritual khusus mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, sebelum dapat memasuki makam.

“Namun jika peziarah tidak bisa mengelilingi makam sebanyak sembilan kali, diberikan keringanan tujuh kali atau tiga kali,” ujarnya.

Masyarakat meyakini dengan mengelilingi makam, mengingat kembali sebelum manusia lahir ke dunia, manusia berada pada rahim ibu dan suatu saat akan meninggal dunia. 

Hidup di dunia yang singkat tersebut harus diisi dengan berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat.

Jika ritual mengelilingi makam tidak diindahkan peziarah, sering ditemui fenomena kesurupan seorang peziarah. Itu membuat juru kunci makam akan kerepotan menangani.

Lalu Jasmawadi mengungkapkan makam tersebut sebenarnya merupakan petilasan Denek Mas Suryadiningrat. Konon jasadnya menghilang dan tidak pernah muncul.

Denek Mas Suryadi Ningrat selain menyebarkan Islam, juga menciptakan sebuah lontar bernama Indarjaye. Lontar tersebut berguna jika ada anak kecil yang telat berbicara melewati umurnya, maka lontar tersebut akan dibacakan. Dengan izin Allah SWT, anak tersebut akan lancar berbicara.

“Banyak anak yang terlambat bicara, begitu dibacakan lontar Indarjaye akan lancar,” katanya.

Khasiat Lingkok Mas

Pada area makam juga terdapat sebuah sumur atau dalam bahasa Sasak disebut Lingkok Mas. Konon air di sana berkhasiat menyembuhkan penyakit. 

Juru kunci makam, Amaq Wahid mengatakan pernah suatu hari ada orang dari Sumbawa datang dalam kondisi kaki bengkak. Saat dimandikan di Lingkok Mas, ajaibnya perlahan-lahan orang tersebut sembuh.

“Banyak khasiat air Lingkok Mas untuk menyembuhkan penyakit. Bahkan orang dari luar Lombok datang ke sini,” ujarnya.

Amaq Wahid menjadi juru kunci makam sejak tahun 1993. Banyak fenomena supranatural dialami sejak menjaga makam. 

Dia pernah didatangi oleh sosok Denek Mas Suryadiningrat. Bahkan dia merincikan ciri-ciri fisiknya.

“Bentuk orangnya tinggi, gagah tapi badannya kurus. Dia memakai sorban putih,” katanya.

Konon ada peninggalan Denek Mas Suryadiningrat dalam bentuk pusaka yang masih disimpan hingga kini. 

Saat Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 turun ke lokasi, diperlihatkan sebuah pusaka terbungkus kain putih dan dililit tali. 

Pusaka tersebut berjenis tombak bernama Pusaka Randu Kuning. Diberi nama Randu Kuning karena saat pusaka tersebut ditancap ke pohon randu (kapuk), maka pohon itu akan berubah menjadi kuning. 

Pusaka tersebut dipercaya sebagai pusaka perdamaian. Begitu dua desa terlibat bentrok, saat pusaka tersebut ditancap ke tanah, maka bentrok akan mereda.

Penataan menuju lokasi makam

Sementara itu Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6, Ruslan Turmuzi, mengatakan Lombok menjadi lokasi penyebaran para wali, sehingga banyak sekali kedatuan atau sejenis kerajaan. Bedanya, kedatuan identik dengan Islam.

BACA JUGA: Teater Tradisi Cupak Grantang Diambang Punah

Bahkan Ruslan yang merupakan Anggota DPRD NTB berjanji akan menganggarkan penataan akses jalan menuju lokasi makam. 

Dan membangun fasilitas pendukung untuk peziarah seperti empat kamar toilet, penataan gapura depan dan renovasi rumah penjaga atau juru kunci makam.

“Insyaallah kita akan menganggarkan itu. Ya kalau seluruhnya menghabiskan anggaran Rp200 juta. Itu akan kita ikhtiarkan untuk mendukung keberlanjutan tradisi leluhur Sasak,” kata Ruslan. Ia meminta Sekretaris Tim , Amrullah untuk segera membuat perencanaan dan design penataan lingkungan situs embung puntik dengan tetap mengedepankan Arsitektur khas Sasak. 

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengatakan, penelusuran jejak sejarah situs Embung Puntik bagian dari strategi Tim Ekspedisi Mistis untuk mengurai dan membuka tabir sejarah leluhur Lombok. Agar bisa diurai benang merah ketokohan dan kelebihan ilmu dalam yang dimiliki. 

“Setidaknya, melalui testimoni yang disampaikan keturunan Denek Mas Suryadi Ningrat ini,  ada second opini terkait sejarah situs Embung Puntik yang bisa menjadi referensi sejarah untuk generasi mendatang,  di tengah minim bukti tertulis berupa catatan-catatan mitos  embung puntik” kata lelaki yang akrab disapa didu didampingi Bendahara Tim Mistis, Zainul Pahmi. ***

 

 




Meriah! Pawai Alegoris dan Karnaval HUT RI di KLU  

Pemda KLU menyelenggarakan pawai HUT RI ke 77 yang berlangsung meriah diikuti puluhan ribu peserta

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pawai Alegoris dan karnaval perayaan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke 77 di Kabupaten Lombok Utara berlangsung meriah, Kamis (18/08/22).

Puluhan ribu peserta terdiri dari pelajar  dari semua tingkatan sekolah maupun masyarakat umum yang berasal dari semua kecamatan di Lombok Utara, tumpah ruah menandai perayaan Hari Kemerfekaan RI.

Sekertaris Panitia, HUT RI Ke 77, H Ruba’in,S.sos,M.SI, mengatakan, Kamis (18/08), mengatakan terdapat ratusan kontingen mulai dari tingkatan sekolah TK, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan masyarakat umum dengan antusias memeriahkan HUT RI tahun ini. 

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77 di KLU Berlangsung Khidmat

Pawai peringatan HUT RI sangat meriash di Lapangan Umum Tanjung
Masyarakat memadati lapangan

“Alhamdulillah pelaksanaan pawai Alegoris dan karnaval  berjalan luar biasa dan meriah, kalau satu sekolah saja ada 150 peserta berarti kurang lebih ada 20.000 peserta yang mengikuti pawai alegoris dan karnaval hari ini,” kata Rubain. 

Bahkan, menurutnya pesertanya juga jauh lebih melimpah jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelum pandemi Covid-19. 

Sebab dalam pawai kali ini hampir semua sekolah di setiap Kecamatan di wilayah KLU mengikuti pelaksanaan pawai alegoris dan karnaval, meski di setiap  kecamatan juga sudah dilakukan kegiatan yang sama. 

Wakil Bupati Lombok Utara,Danny Karter Febrianto R, mengaku bersyukur dengan partisipasi dan antusias masyarakat.

“Kalau kami dari pemerintah sangat bersyukur ketika berahir pandemi Covid 19, Insya Allah kegiatan kegiatan seperti ini bisa dilakukan mulai dari rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Lombok Utara Ke 14 hingga HUT RI Ke 77 bisa berjalan baik sebagaimana harapan kita bersama,” kata Wabup.

Beberapa pergelaran kesenian dan kegiatan olahraga sudah dilakukan, seperti Wayang Kulit, lomba berbagai cababf olahraga, lomba ketrampilan juga berlangsung meriah.

“Baik pihak pemerintah maupun masyarakat merasa senang dan bahagia,” kata Danny saat bicara dengan wartawan saat pawai dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu. 

Danny menambahkan, kegiatan pawai memang menjadi salah satu yang ditunggu oleh masyarakat setiap tahun. 

Pawai memeriahkan Hari Kemerdekaan memang tidak pernah dilangsung selama pandemi Covid-19.

“Sudah tiga tahun tidak dapat dilakukan karena Gempa Bumi tahun 2018 hingga Covid 19, dan hari ini baru bisa diadaakan lagi. Biasanya setiap tahun saya selalu menonton pawai seperti ini,” katanya.

Wabup menuturkan, pemerintah merasa bersyukur dan terimakasih kepada semua pihak terkait, baik panitia maupun masyarakat KLU .

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah bekerja keras dan didukung penuh oleh masyarakat sehingga kita lihat sendiri lapangan umum Tioq Tata Tunaq seperti lautan manusia hari ini,” ujarnya. 

Diakuinya, dalam kegiatan yang lebih satu bulan sejak HUT KLU ke 14 dan HUT RI Ke 77 di tahun 2022 ini pasti ada hal yang masih kurang. Namun itu semua menjadi catatan panitia dan untuk perbaikan dalam pelaksanaan ke depan. 

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Pawai peringatan HUT RI yang meriah hingga membuat jalan raya macet

“Yang terpenting adalah kegiatan ini juga sebagai pemicu kebangkitan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Wabup Danny.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk bersama sama untuk mengingat temah HUT RI ke 77 tahun ini, yakni “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. 

Untuk bisa mewujudkannya, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua pihak, tegas Wabup Danny. ***

 

 




Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Petani dan pengusaha kurma asal Kabupaten Lombok Utara diminta mengembangkan kurma jadi komoditas baru NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap petani bisa mulai mengembangkan komoditas kurma.

Komoditas buah kurma dinilai potensial menjadi salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. 

Gubernur NTB minta kurma dikembangkan jadi komoditas baru di NTB

“Pohon kurma sudah mulai ditanam dan berbuah di NTB.  Harapannya makin banyak petani yang melirik pohon kurma untuk dikembangkan sebagai komoditas,” ujar Gubernur Zul.

BACA JUGA: Gubernur Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Ia mengatakan itu saat menerima petani dan pengusaha kurma asal kabupaten Lombok Utara di pendopo, Rabu (17/08/22).

Keindahan bentuk pohon kurma juga membuat Gubernur yang jatuh cinta, dan memahami benar tentang pohon yang  identik dengan Timur Tengah ini. Ia berharap pohon pohon kurma bisa  menghiasi wajah NTB. 

Pohon kurma yang indah dan berbuah lezat seperti di Thailand dan Lebanon memang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. 

Ia mengapresiasi Arif Munandar yang berhasil menanam dan mengembangkan pohon kurma di Lombok Utara. 

“Baru ada satu pohon yang akan dipanen dan ini termasuk berkualitas karena sebiji buah kurma nya bisa seharga Rp 20 ribu,” jelas Arif. 

Iapun mengakui membutuhkan waktu lama untuk belajar dan mencoba mengembangkan tanaman kurma di NTB. 

Pemilik kebun kurma seluas lima hektar ini rencananya akan memanen induk pohon kurma yang tumbuh sejak tiga tahun lalu, dengan jumlah tandan buah yang terbilang ranum. Senada dengan Gubernur, ia berharap petani lainnya bisa mengembangkan kurma dengan ilmu yang tepat, agar nantinya perkebunan kurma bisa terwujud tidak khusus hanya komunitas petani kurma. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Drs H Fathul Gani, MSi mengatakan, buah kurma merupakan komoditas kompetitif yang tak semua tempat bisa mengembangkannya. 

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Membawa KLU Raih Inagara Awards

“Nah Pak Gub tertarik karena di NTB ternyata pohon kurma bisa berbuah dengan baik tidak hanya tumbuh,” ungkapnya. 

Setelah memetakan daerah yang cocok dengan tanaman kurma, pihaknya akan mulai mengembangkan kurma di KLU dan Samota, Sumbawa.

Agar komoditas ini bisa menjadikan NTB sentra buah kurma wilayah Timur sebagai penunjang wisata agro di masa depan. ***

 

 




Rangkaian Peringatan HUT ke-77 RI di NTB Berakhir

Paskibraka telah menurunkan bendera merah putih, menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT RI ke 77 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusakan (Paskibraka) Provinsi NTB Tahun 2022 menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-77 RI di NTB, dengan upacara penurunan  bendera merah putih di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22) sore. 

BACA JUGA: Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menanda berakhirnya peringatan HUT RI ke 77
Upacara Penurunan Merah Putih

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dengan mengenakan pakaian adat Sasak bertindak sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera.

Setelah bendera berhasil diturunkan, Tim Paskibraka Provinsi mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. 

Selanjutnya, Komandan Upacara yakni Ajun Kombespol Harianto S.H, S.I.K Polda NTB melapor ke Sekda, upacara telah selesai. 

Sekda pun menginstruksikan agar upacara dibubarkan.

“Bubarkan,” ucap Sekda Miq Gite memberi instruksi.

Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB berjalan dengan khidmat, sederhana, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema, “Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi 

Turut hadir pada upacara penurunan bendera tersebut, Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB, TNI/POLRI serta para pelajar dan mahasiswa. ***

 

 




Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menghadiri penyerahan remisi umum untuk Narapidana, Gubernur Zulkieflimansyah berharap semua warga binaan lapas segera mendapatkan udara kebebasan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 77 yang berlangsung di Lapas Perempuan Kelas III Mataram dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kamis (17/08/22). 

Saat penyerahan remisi, Gubernur Zulkiefli mengatakan tiap orang mampu memulai harinya dengan mengajari hati dan perasaannya untuk menghargai, dimana pun tempatnya berada.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Mimpi

Dalam penyerahan remisi diharapkan WBP menjadi warga yang makin baik
Gubernur menyalami WBP penerima remisi umum

“Di tempat ini saya lihat wajah, senyumannya manis-manis, semoga dapat memulai dari hati dan perasaan hanya untuk senang di mana pun berada, karena semua ini akan berlalu. Semoga yang mendapat remisi kemudian keluar atau bebas hari ini, mudah-mudahan di masa yang akan datang bapak Ibu yang ada di sini akan mendapatkan udara kebebasan karena ini semua akan berlalu,” ujar Bang Zul.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Romi Yudianto berharap, agar Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang mendapatkan remisi dapat menjadi orang yang semakin lebih baik. 

Dan yang bisa langsung bebas dapat diterima oleh masyarakat.

“Tentunya kita berharap untuk yang mendapatkan remisi dapat menjadi orang yang baik dan untuk yang mendapatkan remisi langsung bebas mudah-mudahan dapat diterima oleh masyarakat dan tentuny kita berharap kegiatan ini selalu berjalan setiap tahunnya,” tuturnya.

Lapas Kelas II A Mataram menyumbang jumlah penerima Remisi Umum terbanyak, yaitu 789 narapidana. 

Sementara, narapidana penerima Remisi Umum 17 Agustus 2022 lainnya tersebar di Lapas, Rutan dan LPKA jajaran Kanwil Kemenkumham NTB, yaitu Lapas Kelas II A Sumbawa sebanyak 391 narapidana, Lapas Kelas II B Dompu sebanyak 232 narapidana.

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Membawa KLU Raih Inagara Awards

Lapas Kelas II B Selong sebanyak 241 narapidana, Lapas Terbuka Kelas II B Lombok Tengah sebanyak 55 narapidana, LPKA Kelas II Lombok Tengah sebanyak 46 narapidana anak, Lapas Perempuan Kelas III Mataram sebanyak 111 narapidana, Rutan Kelas II B Praya sebanyak 126 narapidana dan Rutan Kelas II B Raba Bima sebanyak 102 narapidana.***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Dalam upacara Peringatan HUT RI ke 77 bertema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, Pemprov NTB ajak masyarakat siap berubah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, menggelar upacara bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22). 

Danrem 162 Wira Bhakti, Brigadir Jenderal Sudarwo Aris Nurcahyo yang menjadi Inspektur Upacara, menyampaikan sambutan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Paskibraka Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pemprov NTB Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke 77

“Dua tahun lebih ini kita menghadapi tantangan dan ujian. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan,” ucap Danrem 162/WB.

Namun, lanjutnya, di tengah keterpurukan dan pelemahan ekonomi, semua elemen bangsa bergerak dan bergotong royong mewujudkan harapan agar kondisi bisa kembali normal seperti sedia kala.

Perekonomian berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19, tak terlepas dari kinerja pemerintah dan gerakan masyarakat, yang bersinergi untuk mencapai pemulihan di semua sektor sehingga siap menghadapi tantangan global. 

Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Tema tersebut memberi pesan kepada seluruh masyarakat agar siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. 

“Melihat perkembangan dalam dua tahun terakhir, kita terus membangun semangat, membuat terobosan-terobosan baru demi menguatkan pondasi,” ucap Danrem.

Lanjutnya, tak terkecuali di NTB beragam kebijakan terlahir menjadi solusi saat NTB diterjang gelombang pandemi. 

“Alhamdulillah, selama musibah itu berlangsung, kita berhasil mencatatkan prestasi dan kinerja positif mewujudkan NTB Gemilang,” jelas Inspektur Upacara. 

Beberapa program unggulan Pemprov NTB pun gencar dilakukan pemerintah dan para stakeholders demi mewujudkan puncak mimpi, yaitu NTB Gemilang. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaga dari Mahasiswa 

“NTB Gemilang bukan sekedar mimpi,” katanya.

Dibutuhkan keberanian dan kerja keras untuk menggapai puncak mimpi

Melalui implementasi program unggulan 1000 Cendikia, NTB Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, 99 Desa Wisata, Industrialisasi dan sektor strategis lainnya, kita bergerak simultan sesuai visi-misi membangun NTB Gemilang, lanjutnya. 

Terakhir, dalam sambutan yang dibacakan terselip pesan Gubernur, menyambut Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024 mendatang, masyarakat diminta berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya. Dan tidak mudah tersulut provokasi, fitnah dan anarkisme.

“Di tahun 2024, kita akan kembali melaksanakan Pemilu dan Pilkada serentak, saya sangat berharap seluruh masyarakat berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya dengan mengedepankan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat,” ucap Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo.

Gubernur NTB dan Sekda NTB dalam upacara peringatan HUT RI ke 77
Gubernur NTB dan Sekda NTB

Ditegaskan, kerugian besar akan kita hadapi apabila pilkada diciderai oleh munculnya provokasi, fitnah dan anarkisme. 

“Mari kita jaga momentum pembangunan yang telah tampak jelas jalan dan arahnya ini,” kata Inspektur Upacara. 

Hadir dalam upacara peringatan tersebut yaitu, Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTB. ***