Wagub NTB: Instrumen Fiskal Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Wagub NTB hadiri Rapat Paripurna penjelasan Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022
MATARAM.lombokjournal.com ~ Raperda perubahan APBD tahun anggaran 2022 dapat menjadi instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menuju NTB gemilang.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu pada Rapat Paripurna ke-1 DPRD Provinsi NTB masa persidangan III Tahun 2022, penjelasan terhadap Nota Keuangan dan Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, Rabu (14/09/22) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB.
Di tengah usaha daerah untuk bangkit dari dampak Covid19, baru-baru ini Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan mencabut subsidi dan menaikkan harga bahan bakar minyak, dampak dari pergolakan inflasi yang melanda dunia termasuk Indonesia.
Kondisi ini akibat fluktuasi ekonomi dan politik dunia internasional.
Kebijakan ini telah menuai bermacam reaksi dari berbagai kalangan masyarakat di NTB.
“Kita berharap kondisi global dan nasional saat ini dapat terus membaik, selanjutnya kita berharap bersama kebijakan-kebijakan nasional dan daerah semakin berpihak pada kesejahteraan masyarakat kita,” ungkap Ummi Rohmi.
Kebijakan kenaikan BBM dikhawatirkan memicu kenaikan inflasi lebih dari yang sudah ditargetkan. Secara nasional inflasi diperkirakan naik atau bertambah hingga 1,8 persen. Untuk mengantisipasi gejolak ini, Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 134-PMK07-2022, yang mendorong Pemerintah Daerah untuk mampu mengatasi inflasi yang terjadi di masyarakat, dampak dari kenaikan BBM tersebut.
Pemprov NTB telah melakukan upaya yang optimal dengan menyusun berbagai langkah strategis untuk memenuhi arah Peraturan Menteri Keuangan.
Pemerintah memberikan perhatian yang tinggi terhadap dampak dari kebijakan tersebut.
“Kondisi-kondisi dinamis yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyurutkan langkah kita untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan serta melanjutkan pembangunan di wilayah kita tercinta Provinsi NTB,” lanjutnya.
Menindaklanjuti nota kesepakatan terhadap perubahan-perubahan, segenap jajaran pemerintah telah melakukan kerja-kerja untuk meramu dan menyusun Perda tentang perubahan APBDyang merupakan arah kebijakan fiskal dalam melangsungkan pemerintahan di NTB.
Postur dan Perda tentang perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 sendiri terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. ***
Pembangunan Pusat Pemerintahan KLU akan Selesai Lebih Cepat
Progres Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Capai 82 Persen, diperkirakan selesai bulan Desember 2022
TANJUNG.lombokjournal.com ~Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara di atas lahan 2,6 hektare dengan total luas lahan untuk bangunan kantor mencapai 2.332 meter persegi, sudah mencapai sekitar 82 persen.
Gedung Kantor Bupati Lombok Utara itu direncanakan terdiri atas empat lantai, dengan anggaran mencapai senilai 43 Milyar rupiah.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lombok Utara, Kahar Rizal, ST, Rabu (14/09/22) pada wartawan di ruang kerjanya.
Kahar Rizal, ST, MT
Terwujudnya pembangunan pusat pemerintahan di Lombok Utara, NTB itu merupakan salah satu harapan masyarakat atau warga Kabupaten Lombok Utara.
Kahar Rizal mengatakan, dengan progres yang diperkirakan capai 82 persen saat ini berarti terwujudnya Pusat Pemerintahan itu akan lebih cepat dari target semula, yaitu selesai Desember tahun 2022.
“Meski demikian, jika ada sisa waktu pihak kontraktor akan memanfaatkannya untuk perbaikan jika ada kekurangan,” kata Kahar.
Menurutnya, hal menarik dari bangunan Kantor Bupati terletak pada desain atap gedung menyerupai atap Masjid Kuno Bayan.
Ikon itu tentu akan membuat desain arsitektur Kantor Bupati terlihat lebih menarik dan elegan, sebab menonjolkan simbol adat dan budayaDayan Gunung, tambahnya.
“Saya yakin, pembangunan Kantor Bupati ini selesai lebih cepat dari target, dimana kalau saya lihat proses pekerjaannya terkadang lembur dan ditunjang dengan alat alat yang memadai sehingga pengerjaannya cepat,” jelas Kahar.
Terkait progres pelebaran jalan nasional, Kahar menegaskan bahwa itu ranahnya Balai Jalan Nasional. Pihaknya hanya mendampingi.
“Sepengetahuan saya, sudah pada tahap pembebasan lahan. Proses sosialisasi, pendataan dan pemasangan patok (batas) sudah selesa dan masuk pada tahap pembebasan,“ jelas Kahar Rizal.***
Wabup Danny Jelaskan Rancangan Nota Keuangan APBDP KLU
Dalam Rapat Paripurna DPRD KLU, Wabup Danny mencermati lebih mendalam atas masukan dan pemikiran Pimpinan dan anggota DPRD
TANJUNG.lombokjournal.com ~Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan ST, M,Eng, menyampaikan penjelasan terkait pengantar rancangan nota keuangan APBD Perubahan Lombok Utara tahun anggaran 2022, Selasa (13/09/22).
Dalam Rapat Paripurna itu Wabup Danny menyampaikan penjelasan atau jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU terhadap pengantar Nota Keuangan beserta rancangan APBD Perubahan Kabupaten Lombok Utara tahun 2022.
Dalam jawaban itu, Wabup Danny mencermati lebih mendalam atas masukan dan pemikiran Pimpinan dan Anggota DPRD, mulai dari komponen pendapatan pengeluaran pembelanjaan maupun komponen pembiayaan daerah.
“Kami berterima kasih, secara umum pandangan fraksi-fraksi terhadap penyampaian pengantar rancangan Nota Keuangan tentang APBD Perubahan KLU 2022. Terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dan perhatian pemerintah dalam peningkatan pembangunan. Mulai dari setrategi dan prioritas dalam mengelola pendapatan daerah, hingga permasalahan utama yang berkaitan dengan belanja daerah,” kata Wabup.
Wabup Danny juga memberi penjelasan terkait pertanyaan, antara lain, mengapa porsi belanja modal lebih kecil dari belanja operasi?
“Karena terdapat belanja yang sifatnya wajib dan mengikat,” jealasnya.
Belanja Operasi terdiri dari belanja pegawai yaitu Rp328.837.028.288,00.
Sedangkan Belanja Barang dan Jasa Rp276.763.046.590,00.
Belanja Subsidi Rp700.000.000,00, dan Belanja Hibah Rp6.950.091.125,00.
Sedangkan Belanja Modal tahun ini terdiri dari Belanja Modal Tanah sebesar Rp 7.050.810.000,00. Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp36.270.229.546,00.
Sementara Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp72.659.626.542,00.
Untuk Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi mencapai Rp59.048.363.476,00. Sedangkan belanja modal aset tetap lainnya Rp7.110.638.000,00.
Dan ada beberapa belanja juga harus dilakukan penyesuaian akun belanja di antaranya, kegiatan pembangunan tangki septik, yang sebelumnya dianggarkan pada belanja modal harus disesuaikan menjadi belanja barang yang diserahkan pada masyarakat.
“Jawaban Pemerintah Daerah atas pandangan pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU semoga diridhoi Allah swt, dan semua upaya dan ikhtiar kita untuk mencapai cita cita yang mulia dan memajukan masyarakat daerah yang kita cintai ini,” ucap Wabup Danny. ***
Rancangan APBD Perubahan 2022 Disampaikan Bupati Djohan
Bupati Lombok Utara, Djohan Sjamsu menyampaikan Rancangan APBD Perubahan 2022 yang mencerminkan optimisme dan kehati-hatian
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2022, dalam sidang paripurna di ruang Sidang DPRD KLU, Senin (13/09/22).
Sidang paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD KLU Artadi S.Sos didampingi Wakil Ketua I H. Burhan M. Nur SH dan Wakil Ketua II Mariadi S.Ag, disaksikan 26 orang anggota DPRD KLU,
Bupati Djohan menyampaikan secara substansif Rancangan APBD Perubahan tahun 2022.
Rancangan APBD Perubahan itu merupakan proses penyesuaian APBD oleh perkembangan-perkembangan yang terjadi selama pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022.
Penyesuaian itu terlait dari rencana pembagunan daerah yang telah disusun baik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Situasi perekonomian masih dihadapkan ketidakpastian yang tinggi, harus siap menghadapi tantangan global, seperti ancaman perubahan iklim, peningkatan dinamika geopolitik, serta pemulihan ekonomi global yang tidak merata.
“Perubahan APBD harus antisipatif, responsif, dan fleksibel merespon ketidakpastian, namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” tuturnya.
APBD Perubahan memiliki peran sentral untuk melindungi keselamatan masyarakat, sekaligus sebagai motor pengungkit pemulihan ekonomi.
Bupati mengatakan, penggunaan APBD sebagai perangkat kontra-siklus, mengatur keseimbangan mengendalikan penyebaran Covid-19, melindungi masyarakat, serta mondorong kelangsungan dunia usaha, dan strategi yang mampu membuahkan hasil.
Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Daerah masih tetap fokus kepada usaha bersama dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi 2018. Ini kan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Sesuai dengan hasil analisis kerusakan dan kerugian pada dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan dan pembangunan kembali pada berbagai sektor masih membutuhkan dana yang relatif besar,” katanya.
Sehingga dalam pelaksanaannya perlu strategi, dan penyesuaian-penyesuaian kebijakan belanja yang lebih mengedepankan prioritas pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, jelasnya.
Rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2022 konsisten dengan dokumen kebijakan umum perubahan anggaran, prioritas serta plafon anggaran sementara tahun anggaran 2022.
“Harapan kita manfaat kinerja dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publikdan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” kata Bupati Djogan Sjamsu.
Hadir pula Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto R, ST., M.Eng, Perwakilan Forkopimda KLU, Staf Ahli Bupati, Asisten I Setda KLU, Para Kepala OPD, Direktur Perumda Amerta Dayan Gunung. ***
Di Lombok Utara Masih Banyak Daerah Masih Blank Spot
Kebutuhan digitalisasi dan dukungan untuk transformasi digital di Lombok Utara, masih terkendala karena banyak daerah atau titik yang masih blank spot
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Jaringan internet di sejumlah pemukiman penduduk di Lombok Utara belum merata, dan banyak keluhan masyarakat mengenai masih banyaknya daerah yang belum tersentuh jaringan sinyal internet (blank spot).
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara, Khairil Anwar,S.Kom
kepada beberapa awak media, Kamis (08/09/22).
Dikatakan, pihaknya banyak menerima permintaan dari masyarakat termasuk Pemerintah Daerah, berkaitan dengan kebutuhan digitalisasi dan dukungan untuk transformasi digital nasional.
“Saya mendapat permintaan permohonan dan harapan dari seluruh pelosok desa yang kesulitan akses internet. Banyak titik masih blank spot, masih belum tersedia layanan sinyal 4G,” ujar Anwar.
Kadis Komimimfo KLU menyebut pembangunan Tower di KLU mencapai 109 Tower dengan 11 Profeider. Ini pun belum bisa menjangkau keseluruhan masyarakat KLU.
Pihaknya memaklumi permohonan dan permintaan masyarakat tersebut karena kebutuhan di era transformasi digital saat ini. Namun, hal ini terhambat karena belum meratanya jaringan internet di seluruh wilayah.
Karena itu, menurut Anwar, Pemerintah saat menerapkan strategi pembangunan infrastruktur digital dari hilir ke hulu atau berubah dari strategi pembangunan infrastruktur sebelumnya dimulai dari hulu ke hilir.
Meskipun jaringan pita lebar belum sepenuhnya menjangkau wilayah pemukiman masyarakat, pelayanan administrasi pemerintahan masyarakat dan wilayah kegiatan keseharian masyarakat.
“Sejak tahun 2020 yang lalu pemerintah merancang pola pembangunannya yang terbalik. Bukan saja dari hulu dan menyambung ke hilir, tapi justru dari hilir untuk mengukur dan melihat wilayah mana saja yang coverage sinyalnya belum tersedia,” jelas Anwar.
Ia berharap melalui pola pembangunan yang baru itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin didorong akibat dampak dari pandemi Covid-19.
Karena itu, ia berharap kepada masyarakat khususnya di Lombok Utara untuk bersabar menunggu proses pembangunan infrastuktur telekomunikasi.
Sebab, Pemerintah optimistis dengan rencana peletakan Satelit Multi Fungsi atau Satelit Satria 1 di orbit dan untuk commercial operation date pada kuartal ketiga tahun 2023 nanti.
Ditanya soal IndiHome yang memasang jaringan semrawut, Khairil Anwar mengatakan, itu bukan kewenangannya. IndiHome tidak ada retribusi untuk daerah, jelasnya.***
Gubernur NTB Semangati Pengurus Baru FATAYAT NU NTB
Kunjungan Pengurus Baru FATAYAT NU NTB ke Gubernur NTB danya sinergitas program isu perempuan dan anak
MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima silaturrahmi pengurus baru FATAYAT NU NTB di Ruang Tamu Utama, Kantor Gubernur, Rabu (07/09/22).
Dalam kesempatan itu Bang Zul juga mendukung dan memberi semangat tentang pelantikan oleh pengurus pusat 28 Oktober mendatang.
Supiati M.H.I, Ketua FATAYAT NU NTB berharap melalui pertemuan itu adanya sinergitas program, khususnya dalam isu bidang perempuan dan anak.
“Kami FATAYAT NU ini perempuan-perempuan yang produktif. Ke depan kami harapkan kami menjadi perempuan yang mandiri secara ekonomi. Banyak kasus yang kami temukan di lapangan karena ketidak mandirian perempuan itu sering menjadi korban,” jelasnya.
Maka kemandirian secara finansial, kemandirian secara intelektual adalah hal yang di usahakan dalam program FATAYAT NU ke depan.
Sehingga harapan akan sinergitas tersebut ke depan mampu meningkatkan indeks perempuan NTB, dan tentunya siap untuk berkontribusi.
“Ada dua hal yang kami lakukan disini, pertama memperkenalkan diri sebagai pengurus baru. Kedua kami akan mengadakan pelantikan. Pelantikan itu nanti akan diisi dengan kaderisasi internal kami dulu. Sehingga bagaimana kami nantinya melatih anggota-anggota kami itu untuk siap terjun dan membantu program-program yang ada di NTB,” tuturnya.***
Silaturahmi Nelayan Tradisional dan Tomas KLU, Gubernur NTB Dipasikan Hadir
Gubernur NTB dipastikan hadir dalam silaturahmi Asosiasi Nelayan Tradisional Indonesia (ANTI) bersama tokoh masyarakat Lombok Utara
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pertemuan Asosiasi Nelayan Tradisional Indonesia (ANTI) dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Lombok Utara yang diperkirakan dihadiri tidak kurang dari 7.000 orang peserta.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah dipastikan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Tentu saya menyambut baik diadakannya temu nelayan se Lombok Utara ini. Dan Insya Allah, kami akan usahakan hadir,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat audiensi panitia penyelenggara pertemuan itu, Rabu (07/09/22) di ruang tamu Gubernur NTB di Mataram.
Penggerak kegiatan temu nelayan, keagamaan dan masyarakat KLU Usman menjelaskan, selain pertemuan nelayan akan ada juga acara pertemuan dengan pimpinan pondok pesantren se Lombok Utara.
“Harapan besar kami gubernur hadir dan membangun komunikasi yang baik misalnya setiap hari Jmat keliling-keliling atau roadshow ke pelosok desa. Acara untuk nelayan kami ingin masyarakat Lombok Utara yang berprofesi sebagai nelayan agar mereka sejahtera dan mendapat sentuhan dari Pemerintah Provinsi,” Usman menuturkan.
“Kami sangat bersyukur dan bangga,” tandasnya. ***
Pilah Sampah dari Rumah, Butuh Kesungguhan Kabupaten/Kota
Beri Apresiasi KOTAKU, Wagub NTB tekankan untuk pilah sampah dari rumah, agar pengelolaan di TPA diminimalkan
MATARAM.lombokjournal.com ~Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian PUPR, terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berlangsung di Kota Mataram.
“Saya ucapkan terimakasih, program KOTAKU memang sejalan dengan apa yang kita ikhtiarkan,” tutur Ummi Rohmi saat menerima audiensi KOTAKU di Ruang Kerja Wagub NTB, Selasa (06/09/22).
Wagub menekankan kepada masyarakat agar dapat memilah sampah dari rumah. Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diminimalisir.
“Harapannya masyarakat memilah sampah dari rumah, yang kita butuhkan adalah kesungguhan dari pemerintah kabupaten/kota supaya setiap sampah rumah tangga dipilah,” tuturnya.
Sementara itu, Hartati selaku koordinator KOTAKU menjelaskan, telah dilaksanakanya program pengolahan sampah dengan sistem komposter, yang telah berlangsung di Kota Mataram tepatnya di lima kelurahan yakni Kebun sari, Babakan, Sayang sayang, Bertais dan Kekalik jaya.
“Dari sebilah komposter menghasilkan pupuk organik cair dalam sebulan per unit 30 Liter, jadi dikalikan 30 liter dengan 179 unit per bulan. Masyarakat sudah menggunakan pupuk organik cair untuk pemupukan sayuran dan tanaman yang ada di situ,” ungkapnya.
Hartati berharap agar Pemeritah Daerah Provinsi NTB dapat bersinergi dalam melakukan pemasaran pupuk organik cairtersebut
“Kami berharap, agar pertemuan ini dapat memberikan kemudahan jaringan pemasaran pupuk organik cair yang di produksi oleh komunitas tadi,” ungkap Hartati. ***
Gubernur NTB Sambut Hangat Pimpinan Ponpes dari Aikmel
Silahturrahmi TGH Muh. Safwan Pimpinan Ponpes Darul Fallah Toya Aikmel ke Gubernur NTB, mendapat respon positif
MATARAM.lombokjournal.com ~ Sehubungan rencana peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Desa Toya, Aikmelk, Lombok Timur, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Toya Aikmel, Lombok Timur beserta rombongan silaturahmi di Ruang Kerja, Pendopo Gubernur di Mataram, Selasa (O6/09/22).
Acara peletakan batu pertama masjid di Desa Toya itu dirangkaikan dengan santunan dan khitanan massal, yang akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 September mendatang.
Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, mengungkapkan kesediaannya untuk hadir pada acara tersebut.
Bahkan, Gubernur berencana menginap di masjid setempat seperti yang kerap dilakukan doktor ekonomi industri tersebut.
“InsyaAllah tanggal 16 dan 17 September,” tutur Bang Zul.
Sementara itu, Abu Ibnu Suud, selaku panitia pendanaan dan pengembangan menjelaskan pembangun masjid tersebut merupakan swadaya masyarakat setempat. Setiap hari Jumat, masyarakat bergotong royong turun ke kali untuk mengambil batu dan pasir.
“Siapapun bisa masuk di masjid kami, yang kami jaga adalah ukuwah islamiyah itu boleh kita berbeda namun ukuwah islamiyah harus tetap dijaga,” lanjutnya.
Abu Ibnu Suud juga menuturkan, ia merasa terharu sekaligus bersyukur atas kesediaan Gubernur datang pada acara tersebut. Dan berharap acara yang sudah dijadwalkan bisa berjalan dengan lancar. ***
Rumah Penuh Mistis, Bale Samar di Desa Sakra
Bale Samar Sakra, rumah mistis berusia ratusan tahun tempat selendang Dewi Anjani disemayamkan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan NTB dan Mi6 mendatangi Dusun Sawo, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur menelusuri Bale Samar.
Ini sebuah rumah panggung yang penuh dengan cerita mistis. Tak sembarang orang bisa masuk rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini, meski hanya ke pekarangannya.
Konon di rumah inilah selendang Dewi Anjani disemayamkan.
Disebut Bale Samar, karena penghuni rumah tersebut tidak terlihat secara kasat mata. Namun keberadaanya dirasakan warga yang bermukim di sekitar Bale Samar tersebut.
Bale Samar berada di tengah-tengah pemukiman di sebuah lahan yang dikelilingi tembok. Untuk bisa masuk ke halaman Bale Samar, hanya terdapat sebuah gerbang kayu yang di bagian atasnya terdapat tulisan “Basmalah” dan di sebelah kanan tulisah “Allah” dan sebelah kiri tulisan “Muhammad”.
Bale Samar persis di bagian tengah, berdiri di atas pondasi bebatuan. Sementara halamannya masih berupa tanah.
Bale Semar
Terdapat sebuah tangga kayu yang terhubung dengan pintu Bale Samar. Dindingnya terbuat dari bedek. Sementara atapnya dari ilalang.
Persis di dekat tangga kayu, terdapat sebuah gentong air yang terbuat dari tanah liat lengkap dengan pancurannya.
Mirip seperti tempat wudhu masyarakat Sasak zaman dahulu. Gentong tersebut ditutup “tembolak” tudung nasi khas masyarakat Sasak.
Saban hari, gentong tersebut diisi air. Sebab, saat diisi esoknya, air dalam gentong memang sudah habis sehingga harus diganti.
“Kami yang tinggal di sini memang sering mendengar gemericik suara air dari area Bale Samar. Seperti orang yang sedang berwudu, tapi tidak terlihat ada orang di sana,” kata Mamiq Zaki, salah seorang warga.
Dia menuturkan itu kepada Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan dan M16 yang bertandang ke Bale Samar, menjelang petang, Minggu (03/09/22).
Tim Ekspedisi disambut “Mangku” Bale Samar Lalu Muksin, dan juga Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah.
Bale Samar memang sangat kental dengan cerita mistis. Nyaris seluruh warga di sana pernah melihat langsung dan mengetahuinya.
Mamiq Zaki tak akan lupa, bagaimana ketika dulu Bale Samar dipugar. Waktu itu dia sudah duduk di kelas III Madrasah Tsanawiyah.
Pria 46 tahun ini menuturkan, sore hari, atap Bale Samar yang berupa ilalang diganti dengan atap dari genteng tanah liat. Namun, kesokan harinya, seluruh genteng tersebut tiba-tiba saja sudah berada di tanah dalam kondisi tersusun rapi.
Atap genteng pun dipasang lagi. Namun, keesokan harinya, hal serupa terjadi lagi. Begitu terus berulang. Sampai akhirnya, Bale Samar tetap menggunakan atap semula dari ilalang.
Warga lain acap mendengar kalau di dalam Bale Samar seperti ada suara-suara yang menandakan orang sedang beraktivitas.
Pernah ada warga yang penasaran, lalu masuk secara diam-diam ke area Bale Samar. Bukannya mengobati rasa ingin tahu, warga tersebut malah kesurupan hebat.
“Sampai sekarang, kalau sudah Magrib, tidak ada warga yang berani macem-macem ke sana,” kata Mamiq Zaki.
Ritual Meriri
Tak ada yang tahu persis, berapa usia Bale Samar ini. Namun warga di Kecamatan Sakra meyakini, Bale Samar ini sudah berusia ratusan tahun.
Jika kini kondisinya tetap terawat, Bale Samar memang dibersihkan oleh Mangku yang menjadi penjaganya.
Konon, sang Mangku lah yang bisa berkomunikasi langsung dengan penghuni Bale Samar.
Saat ini, Mangku Bale Samar adalah Lalu Muksin. Namun, kepada Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan M16, Lalu Muksin merendah dan menyebut dirinya masih belum secara resmi menjadi Mangku. Mengingat belum ada persetujuan dari “penghuni” Bale Samar.
“Belum resmi menjadi mangku. Kalau bahasa kita, posisinya masih dievaluasi (penghuni),” kata pria yang murah senyum ini.
Dia begitu tawaduk, siapa pun yang datang disambutnya dengan begitu takzim.
Lalu Muksin menggantikan ayahandanya yang sebelumnya menjadi Mangku Bale Samar. Sang ayahanda berpulang pada tahun 2010. Semenjak itu, Bale Samar menjadi tanggung jawab Lalu Muksin.
Siapa sebenarnya penghuni Bale Samar?
Lalu Muksin menerangkan, sudah turun temurun, masyarakat meyakini, Bale Samar dihuni oleh Dewi Anjani.
Dalam mitos masyarakat Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Dewi Anjani adalah merupakan manusia yang dianugrahi karomah (kesaktian) dengan mampu hidup di dua alam, yaitu alam manusia dan alam gaib (jin) serta ditugaskan oleh Allah untuk menunggu Gunung Rinjani.
“Banyak Bale Samar di Pulau Lombok. Tapi, Bale Samar yang ada di Sakra ini adalah induk dari Bale Samar lainnya,” tutur Lalu Muksin.
Secara berkala, warga akan menggelar ritual “Meriri” di Bale Samar Sakra. Ritual tolak balaq tersebut akan dilakukan manakala datang wangsit dari “Penghuni” Bale Samar.
Wangsit tersebut datang dengan cara beraneka ragam. Bisa melalui mimpi bisa pula melalui warga yang kesurupan dan biasanya dalam waktu yang lama.
Saat ritual “Meriri” itulah, warga datang berbondong-bondong datang ke Bale Samar. Warga tersebut tidak hanya dari Sakra. Namun, dari tempat-tempat yang jauh dari Sakra.
Mereka menyebut dirinya “Kawule Bale”. Lelaki, perempuan, dan anak-anak akan berkumpul di halaman luar Bale Samar.
Ritual biasanya berisi dengan doa yang dipanjatkan oleh Mangku. Lalu warga menyambutnya pula dengan lantunan Salawat dan membaca tahlil.
Ritual “Meriri” terakhir digelar sebelum 2018. Sesaat sebelum gempa besar yang beruntun melanda Pulau Lombok.
Itu sebabnya, warga meyakini, ritual “Meriri” tersebut dianggap sebagai “pemberitahuan” bahwa akan ada peristiwa besar yang terjadi.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk bersiap-siap, selalu berdoa, tetap waspada, dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa.
Saat ritual “Meriri” inilah benda-benda pusaka dikeluarkan dari dalam Bale Samar oleh Mangku. Benda-benda pusaka tersebut wujudnya beraneka. Mulai dari keris, gong, dan juga selendang.
Terdapat sebuah selendang yang tak akan dipindah dan tetap berada di Bale Samar. Selendang tersebut diyakini milik Dewi Anjani yang memang disemayamkan di Bale Samar. Selendang yang memiliki hiasan serupa emas tersebut diberi nama “Mbakirun”.
Hanya selendang duplikat yang dikeluarkan saat ritual. Selendang duplikat itu terdiri dari tiga warna.
Selama ritual, gong yang merupakan benda keramat juga dibunyikan. Gong itu bernama “Mata Seribu”.
Konon, kalau sudah dibunyikan, suara gong tersebut akan didengar oleh warga yang bermukim di pesisir timur Pulau Lombok di Selat Sumbawa, yang lokasinya 15 kilometer dari Bale Samar.
Dalam ritual ini juga akan dilakukan pengambilan air dari sumur khusus untuk diisi di dalam gentong yang ada di Bale Samar. Air ini hanya bisa diambil oleh seorang perempuan yang sudah suci, sebutan untuk perempuan yang tidak lagi menstruasi atau menopause.
“Kalau ada perempuan yang mengaku sudah suci, tapi ternyata masih mestruasi, maka biasanya di tengah jalan, alat yang dipakai membawa air akan pecah dan terjatuh,” kata Lalu Muksin.
Warisan Datu Moter
Benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar tersebut usianya juga tidak ada warga yang tahu persis.
Namun, terakhir benda pusaka itu memang diwariskan pada “Datu Moter” yang juga telah mewarisinya secara turun temurun dari leluhurnya yang juga menjadi Mangku Bale Samar.
Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah, generasi keenam Datu Moter.
Dalam sejarah Lombok, Datu Moter yang bernama Lalu Mustiarep atau Lalu Mustiawang, adalah Kepala Daerah Lombok di masa pemerintahan kolonial Belanda.
Makam Datu Moter ada di Makam Dalam Lauq. Di batu nisannya tertulis, Datu Moter mangkat pada 27 Oktober 1949.
Menurut Lalu Anugerah, benda-benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar berdasarkan penuturan turun temurun dari leluhurnya, antara lain Keris Patut Patuh Gose dan Keris Baru Jelenge.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengatakan, dirinya tahu persis sejarah Bale Samar di Desa Sakra. Anggota DPR RI ini memang berasal dari Rumbuk, desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sakra.
Tokoh kharismatik NTB ini menuturkan, sejumlah tradisi dan ritual yang dijalankan masyarakat saat ini adalah ritual yang sudah dilakukan turun temurun semenjak dulu.
Di tahun 1963 saat dirinya masih SMP, Rachmat menyebut hanya dirinya orang luar satu-satunya yang saat itu yang dibolehkan Mangku untuk masuk Bale Samar.
Rachmat sendiri memang sudah dianggap sebagai anak oleh Mangku Bale Samar. Sebab, keluarga Mangku Bale Samar yang secara turun temurun adalah juga pemimpin di Desa Sakra, merupakan muridnya ayahanda Rachmat, Guru Ramiah.
Di sisi lain, Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 Ahmad Amrullah menjelaskan, tim ekspedisi secara khusus datang ke Bale Samar sebagai bagian dari upaya untuk menelusuri kekayaan budaya dan tradisi leluhur masyarakat Sasak yang masih dijalankan di sana.
“Kami berharap, dengan langkah yang dilakukan Tim Ekspedisi, maka generasi muda NTB tidak menjadi generasi yang kehilangan jati diri karena tidak mengenal kekayaan tradisi dari para leluhur mereka,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, dalam kontek Kearifan lokal eksistensi Bale Samar merupakan representasi kekuatan Tradisi dalam menjaga kehormatan petilasan leluhur yang diaktualisasikan lewat adanya Awig-Awig maupun rangkaian ritual adat yang bernuansa sinkretisme.
“Mitologi Bale Samar itu sesungguhnya merupakan identitas Perekat Kultural dalam melestarikan simbol-simbol adat dan sejarah Leluhur yang pernah eksis agar fragmen kisahnya tidak terlupakan,” kata Didu sapaan Bambang Mei. ***