Gubernur NTB Sambut Hangat Pimpinan Ponpes dari Aikmel
Silahturrahmi TGH Muh. Safwan Pimpinan Ponpes Darul Fallah Toya Aikmel ke Gubernur NTB, mendapat respon positif
MATARAM.lombokjournal.com ~ Sehubungan rencana peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Desa Toya, Aikmelk, Lombok Timur, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Toya Aikmel, Lombok Timur beserta rombongan silaturahmi di Ruang Kerja, Pendopo Gubernur di Mataram, Selasa (O6/09/22).
Acara peletakan batu pertama masjid di Desa Toya itu dirangkaikan dengan santunan dan khitanan massal, yang akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 September mendatang.
Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, mengungkapkan kesediaannya untuk hadir pada acara tersebut.
Bahkan, Gubernur berencana menginap di masjid setempat seperti yang kerap dilakukan doktor ekonomi industri tersebut.
“InsyaAllah tanggal 16 dan 17 September,” tutur Bang Zul.
Sementara itu, Abu Ibnu Suud, selaku panitia pendanaan dan pengembangan menjelaskan pembangun masjid tersebut merupakan swadaya masyarakat setempat. Setiap hari Jumat, masyarakat bergotong royong turun ke kali untuk mengambil batu dan pasir.
“Siapapun bisa masuk di masjid kami, yang kami jaga adalah ukuwah islamiyah itu boleh kita berbeda namun ukuwah islamiyah harus tetap dijaga,” lanjutnya.
Abu Ibnu Suud juga menuturkan, ia merasa terharu sekaligus bersyukur atas kesediaan Gubernur datang pada acara tersebut. Dan berharap acara yang sudah dijadwalkan bisa berjalan dengan lancar. ***
Rumah Penuh Mistis, Bale Samar di Desa Sakra
Bale Samar Sakra, rumah mistis berusia ratusan tahun tempat selendang Dewi Anjani disemayamkan
MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan NTB dan Mi6 mendatangi Dusun Sawo, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur menelusuri Bale Samar.
Ini sebuah rumah panggung yang penuh dengan cerita mistis. Tak sembarang orang bisa masuk rumah yang sudah berusia ratusan tahun ini, meski hanya ke pekarangannya.
Konon di rumah inilah selendang Dewi Anjani disemayamkan.
Disebut Bale Samar, karena penghuni rumah tersebut tidak terlihat secara kasat mata. Namun keberadaanya dirasakan warga yang bermukim di sekitar Bale Samar tersebut.
Bale Samar berada di tengah-tengah pemukiman di sebuah lahan yang dikelilingi tembok. Untuk bisa masuk ke halaman Bale Samar, hanya terdapat sebuah gerbang kayu yang di bagian atasnya terdapat tulisan “Basmalah” dan di sebelah kanan tulisah “Allah” dan sebelah kiri tulisan “Muhammad”.
Bale Samar persis di bagian tengah, berdiri di atas pondasi bebatuan. Sementara halamannya masih berupa tanah.
Bale Semar
Terdapat sebuah tangga kayu yang terhubung dengan pintu Bale Samar. Dindingnya terbuat dari bedek. Sementara atapnya dari ilalang.
Persis di dekat tangga kayu, terdapat sebuah gentong air yang terbuat dari tanah liat lengkap dengan pancurannya.
Mirip seperti tempat wudhu masyarakat Sasak zaman dahulu. Gentong tersebut ditutup “tembolak” tudung nasi khas masyarakat Sasak.
Saban hari, gentong tersebut diisi air. Sebab, saat diisi esoknya, air dalam gentong memang sudah habis sehingga harus diganti.
“Kami yang tinggal di sini memang sering mendengar gemericik suara air dari area Bale Samar. Seperti orang yang sedang berwudu, tapi tidak terlihat ada orang di sana,” kata Mamiq Zaki, salah seorang warga.
Dia menuturkan itu kepada Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan dan M16 yang bertandang ke Bale Samar, menjelang petang, Minggu (03/09/22).
Tim Ekspedisi disambut “Mangku” Bale Samar Lalu Muksin, dan juga Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah.
Bale Samar memang sangat kental dengan cerita mistis. Nyaris seluruh warga di sana pernah melihat langsung dan mengetahuinya.
Mamiq Zaki tak akan lupa, bagaimana ketika dulu Bale Samar dipugar. Waktu itu dia sudah duduk di kelas III Madrasah Tsanawiyah.
Pria 46 tahun ini menuturkan, sore hari, atap Bale Samar yang berupa ilalang diganti dengan atap dari genteng tanah liat. Namun, kesokan harinya, seluruh genteng tersebut tiba-tiba saja sudah berada di tanah dalam kondisi tersusun rapi.
Atap genteng pun dipasang lagi. Namun, keesokan harinya, hal serupa terjadi lagi. Begitu terus berulang. Sampai akhirnya, Bale Samar tetap menggunakan atap semula dari ilalang.
Warga lain acap mendengar kalau di dalam Bale Samar seperti ada suara-suara yang menandakan orang sedang beraktivitas.
Pernah ada warga yang penasaran, lalu masuk secara diam-diam ke area Bale Samar. Bukannya mengobati rasa ingin tahu, warga tersebut malah kesurupan hebat.
“Sampai sekarang, kalau sudah Magrib, tidak ada warga yang berani macem-macem ke sana,” kata Mamiq Zaki.
Ritual Meriri
Tak ada yang tahu persis, berapa usia Bale Samar ini. Namun warga di Kecamatan Sakra meyakini, Bale Samar ini sudah berusia ratusan tahun.
Jika kini kondisinya tetap terawat, Bale Samar memang dibersihkan oleh Mangku yang menjadi penjaganya.
Konon, sang Mangku lah yang bisa berkomunikasi langsung dengan penghuni Bale Samar.
Saat ini, Mangku Bale Samar adalah Lalu Muksin. Namun, kepada Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan M16, Lalu Muksin merendah dan menyebut dirinya masih belum secara resmi menjadi Mangku. Mengingat belum ada persetujuan dari “penghuni” Bale Samar.
“Belum resmi menjadi mangku. Kalau bahasa kita, posisinya masih dievaluasi (penghuni),” kata pria yang murah senyum ini.
Dia begitu tawaduk, siapa pun yang datang disambutnya dengan begitu takzim.
Lalu Muksin menggantikan ayahandanya yang sebelumnya menjadi Mangku Bale Samar. Sang ayahanda berpulang pada tahun 2010. Semenjak itu, Bale Samar menjadi tanggung jawab Lalu Muksin.
Siapa sebenarnya penghuni Bale Samar?
Lalu Muksin menerangkan, sudah turun temurun, masyarakat meyakini, Bale Samar dihuni oleh Dewi Anjani.
Dalam mitos masyarakat Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Dewi Anjani adalah merupakan manusia yang dianugrahi karomah (kesaktian) dengan mampu hidup di dua alam, yaitu alam manusia dan alam gaib (jin) serta ditugaskan oleh Allah untuk menunggu Gunung Rinjani.
“Banyak Bale Samar di Pulau Lombok. Tapi, Bale Samar yang ada di Sakra ini adalah induk dari Bale Samar lainnya,” tutur Lalu Muksin.
Secara berkala, warga akan menggelar ritual “Meriri” di Bale Samar Sakra. Ritual tolak balaq tersebut akan dilakukan manakala datang wangsit dari “Penghuni” Bale Samar.
Wangsit tersebut datang dengan cara beraneka ragam. Bisa melalui mimpi bisa pula melalui warga yang kesurupan dan biasanya dalam waktu yang lama.
Saat ritual “Meriri” itulah, warga datang berbondong-bondong datang ke Bale Samar. Warga tersebut tidak hanya dari Sakra. Namun, dari tempat-tempat yang jauh dari Sakra.
Mereka menyebut dirinya “Kawule Bale”. Lelaki, perempuan, dan anak-anak akan berkumpul di halaman luar Bale Samar.
Ritual biasanya berisi dengan doa yang dipanjatkan oleh Mangku. Lalu warga menyambutnya pula dengan lantunan Salawat dan membaca tahlil.
Ritual “Meriri” terakhir digelar sebelum 2018. Sesaat sebelum gempa besar yang beruntun melanda Pulau Lombok.
Itu sebabnya, warga meyakini, ritual “Meriri” tersebut dianggap sebagai “pemberitahuan” bahwa akan ada peristiwa besar yang terjadi.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk bersiap-siap, selalu berdoa, tetap waspada, dan bertawakkal kepada Yang Mahakuasa.
Saat ritual “Meriri” inilah benda-benda pusaka dikeluarkan dari dalam Bale Samar oleh Mangku. Benda-benda pusaka tersebut wujudnya beraneka. Mulai dari keris, gong, dan juga selendang.
Terdapat sebuah selendang yang tak akan dipindah dan tetap berada di Bale Samar. Selendang tersebut diyakini milik Dewi Anjani yang memang disemayamkan di Bale Samar. Selendang yang memiliki hiasan serupa emas tersebut diberi nama “Mbakirun”.
Hanya selendang duplikat yang dikeluarkan saat ritual. Selendang duplikat itu terdiri dari tiga warna.
Selama ritual, gong yang merupakan benda keramat juga dibunyikan. Gong itu bernama “Mata Seribu”.
Konon, kalau sudah dibunyikan, suara gong tersebut akan didengar oleh warga yang bermukim di pesisir timur Pulau Lombok di Selat Sumbawa, yang lokasinya 15 kilometer dari Bale Samar.
Dalam ritual ini juga akan dilakukan pengambilan air dari sumur khusus untuk diisi di dalam gentong yang ada di Bale Samar. Air ini hanya bisa diambil oleh seorang perempuan yang sudah suci, sebutan untuk perempuan yang tidak lagi menstruasi atau menopause.
“Kalau ada perempuan yang mengaku sudah suci, tapi ternyata masih mestruasi, maka biasanya di tengah jalan, alat yang dipakai membawa air akan pecah dan terjatuh,” kata Lalu Muksin.
Warisan Datu Moter
Benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar tersebut usianya juga tidak ada warga yang tahu persis.
Namun, terakhir benda pusaka itu memang diwariskan pada “Datu Moter” yang juga telah mewarisinya secara turun temurun dari leluhurnya yang juga menjadi Mangku Bale Samar.
Kepala Desa Sakra, Lalu Anugerah, generasi keenam Datu Moter.
Dalam sejarah Lombok, Datu Moter yang bernama Lalu Mustiarep atau Lalu Mustiawang, adalah Kepala Daerah Lombok di masa pemerintahan kolonial Belanda.
Makam Datu Moter ada di Makam Dalam Lauq. Di batu nisannya tertulis, Datu Moter mangkat pada 27 Oktober 1949.
Menurut Lalu Anugerah, benda-benda pusaka yang ada di dalam Bale Samar berdasarkan penuturan turun temurun dari leluhurnya, antara lain Keris Patut Patuh Gose dan Keris Baru Jelenge.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat mengatakan, dirinya tahu persis sejarah Bale Samar di Desa Sakra. Anggota DPR RI ini memang berasal dari Rumbuk, desa yang berbatasan langsung dengan Desa Sakra.
Tokoh kharismatik NTB ini menuturkan, sejumlah tradisi dan ritual yang dijalankan masyarakat saat ini adalah ritual yang sudah dilakukan turun temurun semenjak dulu.
Di tahun 1963 saat dirinya masih SMP, Rachmat menyebut hanya dirinya orang luar satu-satunya yang saat itu yang dibolehkan Mangku untuk masuk Bale Samar.
Rachmat sendiri memang sudah dianggap sebagai anak oleh Mangku Bale Samar. Sebab, keluarga Mangku Bale Samar yang secara turun temurun adalah juga pemimpin di Desa Sakra, merupakan muridnya ayahanda Rachmat, Guru Ramiah.
Di sisi lain, Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 Ahmad Amrullah menjelaskan, tim ekspedisi secara khusus datang ke Bale Samar sebagai bagian dari upaya untuk menelusuri kekayaan budaya dan tradisi leluhur masyarakat Sasak yang masih dijalankan di sana.
“Kami berharap, dengan langkah yang dilakukan Tim Ekspedisi, maka generasi muda NTB tidak menjadi generasi yang kehilangan jati diri karena tidak mengenal kekayaan tradisi dari para leluhur mereka,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.
Selanjutnya, Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, dalam kontek Kearifan lokal eksistensi Bale Samar merupakan representasi kekuatan Tradisi dalam menjaga kehormatan petilasan leluhur yang diaktualisasikan lewat adanya Awig-Awig maupun rangkaian ritual adat yang bernuansa sinkretisme.
“Mitologi Bale Samar itu sesungguhnya merupakan identitas Perekat Kultural dalam melestarikan simbol-simbol adat dan sejarah Leluhur yang pernah eksis agar fragmen kisahnya tidak terlupakan,” kata Didu sapaan Bambang Mei. ***
Bang Zul Silahturahmi dengan Forum BKD Loteng
Menanggapi permintaan kendaraan operasional Forum BKD, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB berharap patroli bukan untuk gaya-gayaan
MATARAM.lombokjournal.com ~Menerima silahturahmi Badan Keamanan Desa (BKD) se-Lombok Tengah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E. M.Sc., berharap pembinaan BKD ini bukan hanya untuk patroli gaya-gayaan dan tidak bermanfaat.
“Jangan sampai patroli sana sini ga ada hasilnya, hanya untuk gaya-gayaan,”, tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB pada kegiatan yang dilakukan di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Selasa (06/09/22).
Gubernur menyampaikan itu karena adanya permintaan dari Forum BKD yang berharap bantuan pemerintah terkait kesejahteraan dan kendaraan operasional.
“Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait kendaraan operasional untuk mengecek pasukan,” ucap Ketua KNPI NTB, Taufik Hidayat.
Pada kesempatan yang sama, Istakim, Ketua Forum BKD Loteng mengatakan, sejak terbentuknya forum ini tahun 2019, BKD telah membantu menjamin stabilitas keamanan berskala dusun sehingga deteksi dini bisa ditangani dengan cepat.
Selanjutnya, Deni, Pembina BKD Loteng menambahkan, sebagai bentuk pembinaan bela negara, dengan anggota BKD ada yang sudah lansia dan ekonomi yang menengah ke bawah, telah dibawa untuk bela negara sebanyak 17 orang.
“Bahkan, dengan keterbatasan BKD ini, kami melakukan iuran BPJS ketenagakerjaan untuk antisipasi diri dengan situasi keamanan setiap harinya, jadi dibutuhkannya kendaraan bukan hanya untuk gaya-gayaan,” imbuhnya.
Menanggapi permohonan dari BKD, Bang Zul berharap apabila sudah difasilitasi nanti, ke depan BKD juga dapat membantu keamanan jalannya event-event di Lombok Tengah khususnya Mandalika. ***
Gubernur NTB Silaturahmi dan Serap Aspirasi Kades dari Bima
Kades se-Kecamatan Lambu dan Woha silaturahmi bersama Gubernur NTB, menyampaikan kendala pembangunan di desanya
MATARAM.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menghadiri silahturahmi bersama Kepala Desa Se-Kecamatan Lambu dan Woha Kabupaten Bima, di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Selasa (06/09/22).
Melalui pertemuan ini, Gubernur NTB menyerap seluruh aspirasi masyarakat terkait potensi daerah dan masalah yang terjadi di daerah masing-masing.
Gubernur NTB bertemu para Kades dari Kabupaten Bima
“Silahkan dijelaskan apa program dan masalah masing-masing Kades disinergikan dengan Kadis yang hadir, jadi bukan hanya sekedar silahturahmi tapi ada hasilnya,” tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.
Pada kesempatan ini, Muhide, Kades Melayu, Kecamatan Lambu menjelaskan, desanya merupakan daerah pengembangan garam.
Ia berharap Gubernur NTB dapat membantu memberikan solusi terkait hal tersebut.
“Saya harap Bapak Gubernur serta Kadis Perikanan dan Kelautan bisa membantu bagaimana para nelayan bisa memproduksi garam yang baik dan berkualitas secara SNI nya,” ucapnya.
Di sisi lain, Muhrim, Kades Risa Kecamatan Woha berharap adanya alternatif terkait permodalan untuk masalah program irigasi yang dibuat pemerintah untuk mendukung Agrowisata Bawang Merah di desanya tapi tidak terasa manfaatnya.
“Air yang di drop tidak pernah sampai ke desa kami,” ungkapnya.
Selanjutnya, Usman, Kades Naru Kecamatan Woha menjelaskan, di daerahnya ada rumah potong hewan yang sudah puluhan tahun tidak berfungsi.
Harapannya kepada Kadis Peternakan tempat tersebut dapat digunakan sebagai sarana olahraga bola voli.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR, Ridwan Syah mengatakan, kalau bisa para kades bisa memilah mana yang bisa melalui dana desa dan mana yang bisa mendapat dukungan dari provinsi.
“Kalo kita semua yang menampung ya ga sanggup juga”, pungkasnya.
Lebih lanjut, Bang Zul menyampaikan agar para Kepala Desa dapat memberitahu permasalahannya yang konkrit supaya dapat dialokasikan ke dinas-dinas perwakilan terkait.
“Bapak-bapak bisa kumpul, di list masalah yang mau di handle supaya nanti disampaikan ke dinas terkait,” tuturnya.***
Ahmad Dani, Menembus Skuad Utama Lombok FC
Talenta sepakbola terbaik NTB, Ahmad Dani yang ditempa di Liga Antarkampung bisa masuk skuad utama Lombok FC
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ahmad Dani menjadi buah bibir di Liga 3 NTB 2022. Ditempa dari liga sepakbola antar kampung (Tarkam), pesepakbola kelahiran Bima 20 tahun silam tersebut berhasil menembus skuad utama Lombok FC (LFC).
LFC merupakan klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono (HBK).
Ahmad Dani, adalah andalan Coach Jessie Mustamu untuk membangun serangan dari sayap kiri.
Ahmad Dani
“Kami semua pemain Lombok FC selalu ditekankan untuk memberikan kemampuan terbaiknya oleh Pelatih dalam setiap pertandingan yang dijalani. Alhamdulillah, kami senang bisa berkontribusi untuk kemenangan Tim,” kata Ahmad Dani saat ditemui di sela-sela latihan Lombok FC, Senin (05/09/22).
Ahmad Dani bersama 24 skuad inti Lombok FC tinggal di mess Lombok FC di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.
Hari-hari mereka diisi dengan latihan untuk menggembeng fisik dan mengasah teknik bermain setiap pagi dan sore. Hal tersebut mereka lakoni sepanjang Senin hingga Sabtu. Sementara khusus pada hari Minggu, pemain diliburkan.
Ahmad Dani langsung membetot perhatian pecinta sepakbola NTB di laga pembuka Lombok FC di Liga 3 NTB 2022.
Ia tampil gemilang, Dani bahkan menjadi pencetak gol tunggal kemenangan Lombok FC saat melawan Perselobar, juara bertahan Liga 3 NTB 2021.
Ahmad Dani pun selalu menjadi pilihan utama pelatih kepala Jessie Mustamu dalam empat pertandingan yang sudah dimainkan Lombok FC. Klub profesional di Bumi Gora ini.
LFC kini memimpin klasemen grup A dan berpeluang besar lolos ke fase berikutnya dengan tiga pertandingan sisa.
Ahmad Dani adalah pemain yang ditempa Liga antar kampung (Tarkam). Pemuda kelahiran Nangawera, Kec. Wera, Kab. Bima ini, mencintai sepakbola semenjak belia, saat masih duduk di bangku kelas 3 SD. Saat itu, alumnus SMA 1 Wera ini bermain bola nyaris setiap hari.
“Waktu itu masih pakai bola plastik dan tidak pakai sepatu,” katanya.
Bakat Ahmad Dani memang sudah terlihat semenjak masih belia. Dia acap menjadi pembeda dalam setiap pertandingan.
Saat sudah beranjak remaja, Selepas bubar sekolah, Ahmad Dani ikut Liga Tarkam. Hal yang membuat bakat dan talentanya terus terasah. Dani bahkan lolos seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) untuk sepakbola U-17.
Namun, pandemi Covid-19 yang memuncak, menyebabkan Pekan Olahraga bergengsi di tingkat Provinsi itu urung digelar.
Dani tak patah semangat. Dia pun terus ikut Liga antar kampung. Klub yang diperkuatnya pun menjadi juara.
Tercatat pada tahun 2019 dan tahun 2021, juara Liga Tarkam berhasil direngkuh. Bakat Dani kemudian diendus oleh Persebi, salah satu klub sepakbola di Bima. Tahun 2020, Dani resmi menjadi pemain Persebi. Dani pun memperkuat Persebi pada Liga 3 tahun 2021.
“Jadi, Lombok FC ini boleh dibilang klub profesional pertama saya setelah dari Persebi,” katanya.
Ikut Seleksi Tiga Tahap
Masuk Lombok FC, Dani ikut seleksi dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, dia ikut seleksi Lombok FC yang digelar di Kota Bima. Saat itu seleksi juga digelar Lombok FC di P. Lombok dengan diikuti oleh lebih dari 700 orang pemain.
Dari seleksi tahap pertama di Bima, Dani kemudian lolos seleksi tahap kedua yang digelar di Kota Mataram.
Dari kampung halamannya di Wera, Dani kemudian berangkat ke Mataram dengan restu kedua orang tuanya.
Seleksi tahap II dilakukan di Lapangan Universitas Mataram (Unram). Dani berhasil melalui proses seleksi ini dengan sangat baik, sehingga Ia lolos ke tahap seleksi ketiga dimana pemain-pemain dari berbagai daerah di Indonesia menjalani seleksi pada saat yang bersamaan.
Dari seleksi tahap III yang digelar di GOR 17 Desember, Kota Mataram tersebut, Dani kemudian menembus 25 pemain inti Lombok FC yang disiapkan untuk mengarungi Liga 3 NTB 2022.
“Saya secara resmi dikontrak Lombok FC sejak bulan Juni 2022,” kata Dani.
Sebagai pemain, Dani pun kini mendapat gaji bulanan. Mendapat fasilitas tempat tinggal di Mess milik klub. Dani juga mendapatkan asuransi, beasiswa, dan seluruh peralatan dan perlengkapan mulai dari jersey, kostum latihan, sepatu, training pack, dan fasilitas transportasi menuju dan kembali dari tempat latihan.
“Bahkan atas prestasinya yang terus meningkat ini, bulan Agustus yang lalu, Ia memperoleh kenaikan gaji, sebagai penghargaan dan apresiasi klub kepadanya,” tutur Lahmudin Blank, Manajer Operasi Klub.
Sementara untuk pemenuhan gizi dan nutrisi, Lombok FC telah menyiapkan Chef Zaenal Abidin, juru masak profesional yang selama ini biasa menangani asupan gizi untuk makan pemain-pemain di Tim Nasional sepakbola Indonesia.
Dani memang punya cita-cita menjadi pemain sepakbola profesional. Kini hal tersebut mewujud dengan dirinya bergabung dengan Lombok FC. Pemain yang mengidolakan Lionel Messi dan Kevin de Bruyne ini pun menuturkan bagaimana kultur latihan di Lombok FC saat ini.
Hal yang disebutnya sangat jauh dibanding dengan kultur latihan yang sebelumnya didapatnya ketika memperkuat Tim lain di Liga 3. Pun demikian dari segi fasilitas.
Dan tak hanya Dani, orang tuanya pun di kampung halamannya bangga bukan main, Dani dengan segala kerja kerasnya bisa menjadi salah satu pemain sepakbola profesional.
Dani pun ingin menjadi kebanggaan para pecinta sepakbola NTB dengan memberikan penampilan terbaiknya dalam setiap pertandingan yang dilakoni oleh Lombok FC.
Dani menyadari sepenuhnya, Lombok FC adalah anugerah luar biasa dalam karir sepakbolanya.
Seperti pesepakbola prosesional lainnya, Dani ingin terus mengasah karir, dan bisa mencapai puncak tertinggi dengan membela Tim Nasional Indonesia.
Ditanya soal bagaimana ia bisa menjadi pilihan utama pelatih, Dani mengaku, dirinya hanya berusaha menggembleng diri, menerpa diri dengan berlatih yang tekun. Lalu kemudian saat pertandingan, berusaha tampil sebaik-baiknya dengan menjalankan semua instruksi pelatih.
“Coach JM selalu menekankan ke setiap pemain kalau kita tidak sedang bermain untuk diri sendiri. Tapi kita sedang bermain untuk Tim, untuk Klub,” katanya.
Menembus skuad utama Lombok FC bukanlah perkara gampang. Klub ini bertabur pemain berbakat dari berbagai daerah. Bahkan, Lombok FC memiliki pemain yang pernah menempuh pendidikan sepakbola di Portugal, dan mencicipi atmosfer Liga sepakbola dimana salah satu pemain terbaik di dunia, negara asal Cristiano Ronaldo.
Itu sebabnya, persaingan untuk menembus line up pemain dalam setiap laga sangatlah ketat.
Kini, Dani bersama teman-temannya pun bertekad untuk membawa Lombok FC menjuarai Liga 3 NTB 2022, untuk kemudian tembus ke Liga 3 Nasional. Ini akan membuka jalan bagi Lombok FC untuk bisa promosi ke Liga 2 Nasional, hal yang sudah sangat lama dinantikan oleh para pecinta sepakbola Bumi Gora.
Pada sosok pesepakbola seperti Dani dan Klub sepakbola seperti Lombok FC inilah, para pecinta sepakbola Bumi Gora kini menempatkan harapan.***
Lembaga Mi6 usulkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah raih rekor MURI sebagai Gubernur paling rajin menyapa masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Usulan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) disiapkan Lembaga Mi6 untuk penganugerahan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai Gubernur di Indonesia yang paling rajin turun ke menyapa masyarakat.
Dasar usulan yang dilakukan Mi6, aktivitas kedinasan Gubernur NTB yang tiap hari menyapa masyarakat di berbagai tempat berbeda di Lombok dan Sumbawa.
“Kami saat ini sedang mempersiapkan dan mendiskusikan secara mendalam dengan teman-teman Mi6 untuk mengajukan anugerah Rekor MURI ini,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi, M.Pd, Senin (05/09/2022) di Mataram.
Dari penelusuran Mi6 ke berbagai pemangku kepentingan, saat ini belum ada Rekor MURI untuk kategori Gubernur yang paling rajin turun ke bawah menyapa asyarakat.
Beberapa Rekor MURI yang dianugerahkan kepada Gubernur antara lain Rekor MURI Gubernur Termuda atau Rekor Gubernur yang berkomunikasi menggunakan Aplikasi Twitter. Sementara untuk Wakil Kepala Daerah, antara lain ada Rekor MURI untuk Wakil Gubernur dengan gelar akademik terbanyak.
Bambang Mei mengatakan, suka atau tidak dirinya melihat, Gubernur Zulkieflimansyah adalah salah satu pemimpin yang paling rajin turun ke masyarakat.
Aktivitas tersebut pun kata Didu sapaan Bambang Mei, dapat dengan mudah ditracking oleh publik. Aktivitas turun menyapa masyarakat tersebut diunggah oleh Gubernur Zul di akun media sosial resmi miliknya.
Saat tidak sedang melakukan kunjungan kerja di luar daerah, Didu mengatakan, nyaris tiada hari yang dilewatkan Gubernur Zul tanpa menyapa masyarakat secara langsung.
Dan dalam sehari, bukan cuma satu titik yang dikunjungi. Bahkan pernah lebih dari sepuluh titik.
Jarak tempat-tempat yang dikunjungi itu pun bukanlah berdekatan. Kadang bahkan bisa berjauhan.
Semisal, tempat pertama yang dikunjungi harus menyeberang menuju salah satu gili di pesisir barat Pulau Lombok. Sementara tempat kunjungan berikutnya ada di ujung timur Pulau Lombok.
“Dan aktivitas bertemu masyarakat ini bukan hanya dilakukan saat menjadi Gubernur. Sebelum menjadi Gubernur pun, DZ (Zulkieflimansyah) sudah melakukan hal ini,” kata Didu.
Bila aktivitas menyapa masyarakat tersebut bagian dari memoles citra diri atau memiliki tujuan serupa lainnnya, tapi fakta bahwa Gubernur Zul dalam satu hari mengunjungi masyarakat di berbagai tempat adalah hal yang tak terbantahkan.
“Terlepas orang pro dan kontra, DZ sudah mencetak sejarah sebagai satu-satunya Gubernur di NTB yang melakukan hal tersebut,” tandas Didu.
Ia menjelaskan, butuh stamina yang sangat prima untuk bisa melakukan aktivitas kedinasan seperti yang dilakukan Gubernur Zul.
Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menegaskan, apa yang dilakukan oleh Gubernur Zul tersebut bisa menjadi inspirasi bagi kepala daerah lainnya.
Tidak hanya di NTB, tapi juga para kepala daerah lain di Indonesia. Terlebih di tengah maraknya bentuk komunikasi para pemimpin yang diistilahkan Didu sebagai “komunikasi pura-pura”.
Sementara itu Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, di tengah berkembang pesatnya teknologi dan informasi, komunikasi tatap muka secara langsung adalah komunikasi yang tak akan pernah tergantikan.
Dengan datang langsung ke masyarakat, menyapa mereka dari dekat, Gubernur Zul dinilainya akan mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung, dan tentu saja menyelesaikan pula masalah tersebut dengan lebih cepat.
“Jelas, model komunikasi yang dilakukan DZ ini adalah gebrakan baru di tengah kemajuan era globalisasi,” tandas pria yang juga Wakil Ketua DPP KNPI .***
Pemprov NTB perlu meningkatkan sosialisasi vaksinasi Booster Covid-19 agar NTB kosistendi level I
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengupayakan kejar target Vaksinasi Booster Covid-19 guna meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan itu saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik dari Komisi IX DPR RI di Kantor Dikes Provinsi NTB, Jumat (02/09/22).
“Tidak terlalu banyak kendala dalam vaksinasi, hanya saja memang perlu sosialisasi lebih lagi. Kita tetap konsisten memastikan daerah kita pada level I. Selain itu, kita juga sepakat bahwa ekonomi harus jalan terus, itu merupakan sebuah prinsip,” ujar Kadikes NTB.
Ia menjelaskan, pihaknya dan seluruh stakeholders terkait akan terus memaksimalkan fungsi dari fasilitas kesehatan di NTB untuk proses vaksinasi.
“Di NTB memiliki vaksinator kurang lebih sebanyak 3365 orang. Untuk sekarang memang perlu memaksimalkan Puskesmas, Rumah Sakit, terutama Posyandu Keluarga sebagai center of education kami disini,” jelasnya.
Sementara itu, Dirjen P2P Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu mengapresiasi kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak di NTB dalam rangka percepatan proses vaksinasi.
“Vaksinasi di NTB ini luar biasa, kerja sama dan koordinasi yang dilakukan sudah hebat. Untuk penanganan pandemi selain vaksinasi, pengendalian koordinirnya luar biasa. NTB ini satu-satunya provinsi yang peningkatan kasusnya minim sekali,” puji dr. Maxi.
Percepatan vaksinasi booster Covid-19 di NTB terus digencar karena berbagai alasan. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, juga karena NTB adalah daerah pariwisata.
“NTB ini kan daerah pariwisata yang akan sering dikunjungi wisatawan, jadi kita benar-benar dorong vaksinasi di daerah ini. Dan kami berkunjung kesini juga untuk mendengarkan kendala-kendala proses vaksinasi dari Pemprov NTB. Tadi ada beberapa catatan yang nanti akan kami pelajari lagi,” kata Ketua Rombongan Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI di NTB.
Hadir juga dalam diskusi tersebut yaitu, Asisten III Setda Provinsi NTB, perwakilan dari BPOM Provinsi NTB, perwakilan BPJS Provinsi NTB, Tim Satgas Covid-19 dan stakeholders terkait. ***
Sekda NTB Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri
Sekda NTB minta kontribusi para jajaran pengurus Korpri memberikan manfaat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara
MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, meminta kontribusi dari para pengurus yang baru untuk membuktikan tanggungjawab dan dedikasi mereka sebagai Pengurus Korpri.
Hal itu ditegaskan Sekda setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri NTB, masa bhakti 2022-2027.
Lalu Gita Ariadi
“Kita selaku Pengurus Korpri dituntut di bawah panji-panji Korpri harus melakukan hal-hal yang positif, memberikan manfaat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam skala makro,” tutur Miq Gite, sapaan akrab Sekda NTB saat pengukuhan yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (01/09/22).
Miq Gite juga menyampaikan, jajaran pengurus menjadi dinamisator, stabilisator serta akselerator gerakan pembangunan, bukan sebaliknya menjadi provokator.
“Keberadaan ASN sebagai anggota Korpri secara sadar maupun tidak sadar sering membuat kegaduhan dengan jari-jarinya, menjadi polusi informasi,” ucapnya.
Diharapkan, orang-orang yang telah dikukuhkan merupakan orang-orang yang memiliki komitmen. Dan dapat bekerja sama dan berpikir lebih keras untuk membantu, melayani serta mensejahterakan 13 ribu Anggota Korpri di NTB.
Memuliakan ASN
Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arid Fakrullah menyampaikan, Korpri harus terus bertransformasi. Dalam hal ini konsolidasi organisasi menjadi sangat penting.
“Tugas kita adalah memuliakan ASN dari hidup sampai meninggal dunia, bukan hanya sampai pensiun,” ungkapnya.
Zudan menambahkan, Korpri harus mampu masuk ke seluruh OPD dengan memberikan reward seperti guru terbaik bisa diberangkatkan umroh, atau ASN terbaik diberikan jabatan eselon 3 atau 4.
Sentuh anggota Korpri lainnya dengan hal-hal seperti itu agar mereka merasakan kehadiran Pengurus Korpri.
Lebih lanjut Ia juga mengatakan, salah satu hal kecil tetapi perlu dibenahi adalah logo pin Korpri yang masih banyak salah. Banyak pin Korpri yang digunakan warnanya bermacam-macam, ini merupakan hal yang perlu dikonsolidasikan juga.
“Ada merah, biru, hijau, putih, pokonya kalau pin Korpri yang dijual di Pasar Senen itu salah,” ucapnya.
Zudan Fakrullah berharap dengan NTB yang dikaruniai alam yang luar biasa, pariwisata dan kuliner yang indah, supaya ASN di NTB dapat melakukan branding dan marketing dengan memberitakan hal baik tentang NTB secara terus menerus.
“Dari 13 ribu orang apabila 50 persennya saja mempromosikan NTB setiap hari, pasti NTB akan jaya percayalah,” pungkasnya.***
Sepakbola Kades Cup di Labuhan Haji, Ini Pesan Sportivitas Gubernur NTB
Gubernur NTB: Turnamen sepakbola menjadi wadah mencari bakat pemain bola masa depan
LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, .Zulkieflimansyah menyampaikan sambutan pada peresmian Kades Cup lll, bertempat di Lapangan Umum Sepakbola Desa Labuhan Haji Lombok Timur, Rabu (01/09/22).
Ia minta seluruh pemain yang bertanding pada turnamen sepakbola Kades Cup lll Desa Labuhan Haji Lombok Timur tetap menjaga sportifitas olahraga dijunjung tinggi dengan baik.
“Bertanding itu bukan soal menang dan kalah, yang paling utama adalah persaudaraan dan sportifitas,” ungkap Gubernur Zul.
Bang Zul mengatakan, turnamen ini bisa menumbuhkan kebersamaan untuk memperkuat persatuan dan menjadi wadah manifestasi untuk berbahagia. Sehingga tidak perlu ribut-ribut karena kalah dan menang.
“Kelak, dari Labuhan Haji, dari Lombok Timur yang kita cintai ini, lahir pesepakbola yang hebat, hingga membanggakan daerah dan bangsa tercinta,” kata Bang Zul.
Untuk diketahui, pada turnamen Kades Cup lll Desa Labuhan Haji terdapat 25 klub yang ikut bertanding. Turnamen ini diharapkan bisa berjalan lancar dan damai sampai final.
Secara simbolis Bang Zul didampingi Kadispora NTB, Kadis Sosial NTB, Kades Labuhan Haji, Polsek dan Danramil untuk menendang bola ke tengah lapangan sebagai tanda dimulainya turnamen sepakbola. ***
Lepas Pejabat Purna Tugas, Gubernur NTB: Jaga Nama Baik Itu Penting
Gubernur dan Wagub NTB hadiri acara lepas dua pejabat purna tugas di Pemprov NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Melepas dua pejabat purna tugas, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah berpesan agar setiap pejabat melakukan yang terbaik dan meninggalkan kesan yang baik pula.
“Menjaga nama baik itu penting,” ujar Gubernur di acara pelepasan Muhammad Husni dan Evi Kustini di Cafe Meekoow Jalan Lingkar Selatan, kota Mataram, Rabu (31/08/22).
“Kedua sosok ini kesan saya tak banyak bicara tapi bisa menyelesaikan semua tugas dan sabar walau banyak persoalan yang dihadapi dengan senyum,” ungkap Wagub.
Jabatan terakhir Muhammad Husni adalah Asisten II dan sebelumnya pernah menjadi Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya, sedangkan Evi Kustini terakhir menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma.