Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi 

Tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mengungkapkan pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan III tahun 2022 dibanding Triwulan III tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,10 persen. 

Pertumbuhan ekonomi di NTB pada Triwulan III-2022 dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 1,59 persen (q-to-q)
Petani Tembakau

Meski sempat mengalami inflasi sebesar 5,37 persen pada Triwulan II-2022 secara tahunan (year on year), perekonomian NTB tumbuh semakin baik.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH., berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB.

Dikatakan tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha. Satu di antaranya mengalami kontraksi. 

Lapangan usaha mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi produksi.  Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,79 persen. Sedangkan, dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 34,54 persen.

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi di NTB pada Triwulan III-2022 dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 1,59 persen (q-to-q). 

Dimana dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 45,59 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebsar 6,01 persen,” tambah Wirajaya.

BACA JUGA: IMI NTB Diminta Berikan Kontribusi untuk Daerah

Kemudian pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang bijih logam pada Triwulan III-2022: tumbuh 1,85 persen (q-to-q), tumbuh 3,55 persen (y-to-y), dan tumbuh 3,63 persen (c-to-c).*** 

 




NTB Net Zero Emission 2050 Sudah On The Track

Kadis LHK Julmansyah menjelaskan, bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen NTB dalam mewujudkan Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon) di tahun 2050 sudah berada pada trek yang benar. 

Artinya Provinsi NTB kini telah memulai satu langkah pertama menuju perjalanan panjangnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Julmansyah bersama Wagub NTB study trip energi terbarukan di Denmark
Julmansyah bersama Wagub Ummi Rohmi di Denmark

Hal tersebut disampaikan Julmansyah, S.Hut., M.A.P, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB setelah kembali dalam perjalanan dinasnya mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk melakukan Study Trip Energi Terbarukan ke Denmark.

“Bauran energi NTB saat ini baru 19 persen di atas rata-rata nasional, sementara di Samsø Denmark sudah 70 persen. Denmark sudah bekerja serius sejak 25 tahun lalu. Artinya upaya Pemprov NTB untuk mendorong Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sudah on the track. Apalagi PLN telah mulai cofiring di dua PLTU nya yakni PLTU Jeranjang dan PLTU Kertasari KSB,” katanya di Mataram, Minggu (06/11/22).

Ia pun menjelaskan, untuk mewujudkan NTB Net Zero Emission 2050 dan Indonesia Net Zero Emission 2060, perlu adanya kolaborasi, kerja keras dan konsistensi seluruh pihak. Dan tetap konsisten untuk tidak bergantung pada penggunaan energi fosil.

“NTB saat ini sudah mulai started with a single step (mulai dengan satu langkah pertama). Butuh kolaborasi dan kerja keras serta konsistensi agar kita tidak bergantung pada energi fosil, untuk NTB Net Zero Emisi 2050 dan Indonesia Net Zero Emisi 2060,” jelas Julmansyah.

BACA JUGA: Pemprov NTB Hibahkan Tanah ke Ponpes Qomarul Huda

Selain mengunjungi Kota Samsø untuk melihat dan belajar mengenai energi terbarukan, rombongan study trip dari dua Provinsi tersebut juga turut berkunjung ke Kota Bornholm. Tujuannya mempelajari energi hijau serta bagaimana pengelolahan sampah di kota tersebut.*** 

 




Bang Zul Ingatkan, Perhatikan Kehidupan Anak Yatim Piatu 

Gubernur NTB yang disapa Bang Zul mengingatkan, jangan sampai anak-anak yang kehilangan orang tuanya tidak memperoleh pendidikan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengingatkan agar memperhatikan pendidikan dan kehidupan anak-anak yatim yang ditinggal kedua orangtuanya.

Bang Zul mengingatkan pentingnya memperhatikan pendidikan anak yatim
Bang Zul bersama istri

“Jangan sampai, anak-anak kita karena kehilangan orang tuanya tidak memperoleh pendidikan dan kehidupan sebagimana mestinya,” pesan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Hibahkan Tanah ke Ponpes Qomarul Huda

Pesan itu disampaikan  Bang Zul saat menghadiri Haflah Hauliyah 33 tahun Almaghfurullah TGH. Muhammad Fadil Thohir. 

Sekaligus memperingati 63 tahun berdirinya Ponpes Sosial (Ponpesos) Atthohiriyah Alfadliyah, di Majelis Ponpesos Yatofa Bodak, Lombok Tengah, Senin (07/11/22).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini menyampaikan, semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti yang dicontohkan Pimpinan Ponpesos Atthohiriyah Alfadliyah Bodak dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. 

Melihat senyuman mereka bisa dirasakan sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

Pada kesempatan yang sama Pimpinan Ponpesos Atthohiriyah Alfadliyah Bodaq, Lombok Tengah , TGH. Padli Fadil Tahir berpesan kepada anak yatim piatu agar santunan yang diterimanya bisa dipergunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Tidak diperkenankan menggunakan santunan itu untuk membeli Handphone.

“Tidak boleh untuk beli HP. Gunakan untuk beli beras atau yang lebih bermanfaat lagi,” pesannya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Kunjungi Energy Academy di Denmark

Hadir pada kesempatan itu, Karo Kesra Setda NTB, Karo Hukum, Pimpinan Baznas, Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati serta mantan Bupati Lombok Tengah Suhaili dan serta tamu undangan lainnya. ***

 




Sayembara Parade Busana Adat WHDI se Lombok

Rogoh Kocek Pribadi 5 Juta bantu WHDI,  Rachmat Hidayat Gagas Sayembara Parade Berbusana Adat WHDI se-Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Anggota Komisi VIII DPR RI dapil Lombok,  Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusana adat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) di Pulau Lombok. 

Menariknya, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, menyerahkan secara langsung terkait teknis hingga kriteria penilaian sayembara berbusana adat tersebut pada jajaran WHDI. 

BACA JUGA: Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Rachmat Hidayat gagas sayembara parade berbusaha adat WHDI se Lombok
Rachmat Hidayat

“Nanti, semua hadiahnya, mulai dari juara satu, dua dan tiga, dari saya secara langsung. Tapi, tolong para pesertanya itu adalah seluruh Perwakilan WHDI di kecamatan di Pulau Lombok, baik itu Kota Mataram, Lombok Barat (Lobar), Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Tengah (Loteng). Mulai dari sekarang, silahkan digagas sayembara itu,” ujar H. Rachmat Hidayat saat melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama jajaran pengurus WHDI Kota Mataram di lantai II Gedung PHDI NTB di Mataram, Minggu Petang (06/11/22).

Digagasnya sayembara parade berbusana adat WHDI itu, karena Rachmat sangat peduli terhadap keberlangsungan adat istiadat hingga kebudayaan yang menjadi tradisi umat Hindu di Provinsi NTB. 

Selain itu, ia berkeinginan bahwa tradisi kebudayaan itu harus tertanam pada jati diri generasi muda umat Hindu. 

“Jadi, merawat keberagaman dan toleransi beragama itu, adalah semangat kita dalam merawat Kebinekaan yang terkandung dalam ajaran Pancasila,” tegas Rachmat. 

Ia meminta keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah digariskan dalam ajaran Pancasila itu, harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Utamanya, dari rumah tangga, kampung tempat tinggal hingga saat hendak melaksanakan kegiatan beragama.

Pasalnya, lanjut Rachmat, ia telah memperoleh informasi bahwa, sudah ada sebagian umat Hindu di wilayah Provinsi NTB,  yang kini mulai terpapar paham radikalisme. 

“Implementasi dari nilai Pancasila yang tadi disampaikan oleh Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo, dan Pak Dr. Alfin Syahrin, wajib diejawantahkan dalam kehidupan keseharian kita. Pokoknya saya yakin dan percaya. Bahwa jika ibu-ibu yang bergerak mengamalkan ajaran Pancasila, maka para suami yang sempat terpapar paham radikalisme itu, akan kembali pada ajaran Tri Hita Karana,” papar Haji Rachmat. 

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo mengatakan, nilai ajaran dan Pancasila yang didalamnya terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa itu, dipastikan sudah final. 

Menurut dia, filosofi kehidupan beragama sesuai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, adalah umat yang mayoritas harus mengayomi umat yang minoritas. 

“Kalau soal cara beragama boleh kita beda. Tapi soal Ketuhanan itu, adalah prinsip dasar yang harus dijunjung secara utuh agar enggak ada lagi, kita mengkafir-kafirkan seseorang.  Ini,  karena Pancasila itu landasan Idiologi dalam berbangsa dan bernegara,” tegas Prof Gatot. 

Ketua Program Studi Doktoral Fakultas Hukum Unram itu menegaskan, Pancasila merupakan dasar negara dan idelogi bangsa yang mampu menciptakan kedamaian. Dulu orang tidak berani menguatkan Pancasila, tetapi saat ini zaman keterbukaan dan demokrasi, sehingga Empat Pilar Kebangsaan harus terus ditanamkan dalam setiap individu. 

Dengan adanya fakta, sudah empat kali dilakukan amandemen UUD 1945, maka ada satu semangat beragama bangsa Indonesia yang hilang. Yakni nila kasih sayang. 

“Maka tugas kita bersama untuk mengembalikan bahwa konsep beragama bangsa kita sesuai dalam nilai luhur Pancasila adalah sosialis  relegius. Disitu, enggak bisa ditawar-tawar soal Idiologi itu. 

Maka, untuk mewadahi semangat Nasionalisme gotong royong. Caranya, hanya dengan kembali pada Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. Serta, terus membumikan 4 Pilar Kebangsaan, seperti kali ini. 

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Sumbang  WHDI kota Mataram Rp 5 Juta

Rachmat Hidayat menyempatkan memberikan bantuan senilai Rp 5 juta dari kantong pribadinya untuk organisasi WHDI Kota Mataram.

“Silahkan dipakai uang ini baik-baik dalam rangka menjaga keberlangsungan organisasi dan kehidupan keumatan yang tetap mengamalkan semangat nilai luhur Pancasila dalam kehidupan nyata,” tandas Rachmat Hidayat. (*)

 

 

 




Pemprov NTB Hibahkan Tanah Ke Ponpes Qomarul Huda

Penyerahan hibah yang dilakukan Pemprov NTB melalui proses tidak mudah, 

sebab tanah yang dihibahkan masih jadi bagian dari PAD 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan hibah barang berupa tanah sawah irigasi seluas 2 hektar ke Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah. 

Pemprov NTB memberikan hibahlahan melalui proses yang tidak mudah
Gubernur Zul menemui TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin

Penyerahan hibbah tersebut ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Taulani di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Minggu (06/11/22).

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Penandatanganan BAST disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin, serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, penyerahan hibah ini telah melalui proses yang tidak mudah. 

Mengingat tanah sawah irigasi merupakan lahan pertanian yang masih produktif dan menjadi bagian dari PAD Pemprov NTB. 

Tapi sisi lain, pemerintah juga harus mampu berkontribusi kepada yayasan dan masyarakat demi membangun SDM yang mumpuni dan kesehatan masyarakat yang memadai. 

“Karena lahan yang kita hibahkan, insyaallah akan dibangun rumah sakit oleh yayasan,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat memberi sambutan.

Dikatakan, pelajaran yang bisa diambil dari tuan guru sebagai pengasuh yakni masih tetap semangat memikirkan masa depan masyarakat. 

Terutama bagaimana mewujudkan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah hari ini, menjadi momen bersejarah bagi kita. Impian tuan guru bisa kita wujudkan dengan menghibahkan tanah kepada yayasan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan, Taulani menjelaskan, tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB akan dibangun rumah sakit Universitas Qomarul Huda 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang telah dengan ikhlas menghibahkan tanah kepada yayasan,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Dijelaskannya, jika rumah sakit Universitas Qomarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) telah dibangun, maka yayasan juga akan membangun fakultas kedokteran dan Program S3 di bidang Kesehatan masyarakat.

“Kami akan memanfaatkan tanah hibah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya fasilitas penunjang ini, insyaallah yayasan Qomarul Huda akan menjadi salah satu central pendidikan dan kesehatan di Lombok Tengah,” tegasnya. ***

 

 




Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Dalam peringatan ke 53 RSUD Provinsi NTB, menargetkan menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengatakan perkembangan RSUD Provinsi NTB sampai saat ini luar biasa, dan patut diacungi jempol. Mulai dari pelayanan dan sumber daya manusia yang sudah semakin membaik.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat degan tema “Bangga Menjadi Bagian RSUD Provinsi NTB” di halaman RSUD Provinsi NTB, Minggu, (06/11/22).

BACA JUGA: IMI Diminta Berikan Kontribusi untuk Daerah

Pada peringatan 53 tahun RSUD Provinsi NTB. Gubernur berharap RSUD NTB jadi yang terbaik di Indonesia

“Perkembangan RSUD Provinsi NTB luar biasa, saya berharap nantinya akan menjadi RSUD terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., dalam sambutannya mengucapkan RSUD Provinsi NTB di hari jadinya yang ke-53, ia berharap agar  menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Indonesia Timur dapat segera terwujud.

“Saat ini, kami terus mempersiapkan RSUD Provinsi NTB bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur. Mulai dari SDM, sarpras hingga pelayanan akan kami maksimalkan,” terangnya.

Dokter Jack panggilan akrabnya, juga menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah besar untuk menjadikan RSUD Provinsi lebih baik. 

Di antaranya pada tahun ini menargetkan naik kelas menjadi kelas A Pendidikan serta menjadi yang pertama kali di bagian Indonesia Timur akan melakukan Operasi Bedah Jantung.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

“Dengan beberapa hal ini, sesuai dengan harapan bapak Gubernur  bahwa tidak akan ada lagi masyarakat NTB yang harus dirujuk, insyallah akan terwujud,” katanya.***

 




Sosialisasi Empat Pilar, Implementasi Pancasila di Kehidupan Sehari-hari

Saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Prof Gatot Dwi Hendro Wibowo ingatkan, kebinekaan bangsa harus dirawat dan dijaga 

MATARAM.lombokjournal.com ~  Implementasi penerapan empat pilar kebangsaan itu, menjadi kunci pedoman dalam membangun karakter bangsa.

“Implementasi itu jadi satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan. Ketuhanan itu adalah segala-galanya. Disitu, Pancasila harus dipratekkan dalam kehidupan nyata dan keseharian, termasuk dengan alam semesta kita,” tegas Rachmat Hidayat. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru di Ponpes Lotim

Saat sosialisasi Empat Pilar Rachmat ingatkan pentingnya implementasi Pancasila

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat menyampaikan itu saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya. 

Kali ini, Kota Mataram menjadi lokasi pembekalan pemahaman kepada publik tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Minggu (06/11/22). 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, sosialisasi harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Dengan begitu, siapapun tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk, seperti terorisme dan radikalisme.

“Yang pasti, prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga kemanusiaan itu memanusiakan manusia. Inilah maksud persatuan itu jangan ada pecah belah. Maka, membangun karakter bangsa itu tidak ada habisnya,  disitu kita penting untuk saling menghargai. Itulah makna implementasi pembangunan karakter akan terus berlanjut sepanjang zaman. Oleh sebab itu, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk menghadapi perubahan,” jelas Rachmat. 

Dalam sosialisasi yang dihadiri puluhan kader dan pengurus PDI Perjuangan Kota Mataram. Dua narasumber dihadirkan. Yakni, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo,  Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin dan Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta, Dr. Hakam Ali Niazi.

Prof. Dr. H. Gatot Dwi Hendro Wibowo memuji kiprah Anggota DPR RI H. Rachmat dan partainya yang dianggap konsisten dalam menjaga pondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika selama ini. 

“Menjaga dan merawat Pancasila itu, bukan hanya dengan dihafalkan tapi harus di ejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini karena Pancasila sesuai kata bung Karno diambil dari jiwa bangsa,” tegas dia. 

Prof Gatot mendaku, kristalisasi Pancasila dan UUD 1954 itu, tercermin dalam pluralisme warganya. Dalam ajaran agama Islam, terkandung makna bahwa keberagaman itu adalah sebuah rahmat. 

Sebagai sebuah entitas bangsa plural, tentunya  jika ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagai isu komoditas politik, kader PDI Perjuangan diharapkan tidak kepancing pada hal itu. 

“Kita ini bukan negara agama, pendekatan kita sudah jelas adalah Pancasila. Maka, keberagaman sebagai sebuah fakta historis harus kita dudukan pada porsinya. Yakni, agama itu, adalah spirit. Jadi siapapun enggak boleh lagi melakukan praktik mengkonfrontasi, antara agama dan Pancasila,” ujar Gatot. 

Ia mengajak kader PDI Perjuangan di Kota Mataram serta warga NTB, agar tidak lagi mau terpengaruh pada sifat-sifat yang mengkonfrontasi antara agama dan Pancasila. 

Sebab,  NKRI adalah tempat warga berhimpun untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, pilihan idiologi Pancasila yang sudah dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, sudah sangat komplit dan sangat brilian dalam mengatur berbagai sendiri kehidupan warganya. 

Salah satunya, pada rumusan Sila Pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu artinya, bangsa Indonesia, sudah sangat yakin pada Tuhan. 

“Semua agama di negara Indonesia tak hanya Islam, menyakini adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. Nah, kalau saya ibaratkan itu, NKRI itu, adalah sebuah kapal besar.  Maka, jangan sampai  ada yang berani coba-coba melobanginya. Sebab, jika sampai ada yang melobangi, tentu kapal besar itu akan bocor dan oleng,” papar Prof Gatot.

Ia berharap para kader PDIP NTB dibawah komando H. Rachmat Hidayat, agar tak henti terus merawat dan menjaga keutuhan NKRI dari jeratan para pihak yang ingin melunturkan rasa nasionalisme warga Indonesia. 

“Tantangan kita semua, termasuk kader PDI Perjuangan adalah melawan para pihak yang ingin terus melunturkan asas nasionalisme. Yang pasti, kegiatan kayak sekarang ini adalah upaya kita untuk terus memberikan pemahaman bahwa idiologi Pancasila, harus terus digelorakan karena Pancasila merupakan cara pandang bangsa yang sudah utuh dengan spirit terkandung didalamnya, adalah mengatur segala lini kehidupan warganya,” jelas Prof Gatot. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Kunjungi BTN Rembige, Mataram

Terpisah, Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram, Dr. Alfin Syahrin, menambahkan, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa, justru konsepnya digali berdasarkan nilai luhur bangsa Indonesia. 

“Perbedaan itu bukan sumber perpecahan tapi menjadi falsafah bangsa. Kalau ingin bangsa kita terus menghormati nilai luhur bangsa, maka jadikanlah perbedaan itu sebuah khazanah untuk memperkaya dan memperkuat jati diri khazanah bangsa Indonesia,” tandas Alfin Syahrin.(*)

 

 




Gubernur Bang Zul Kunjungi Warga BTN Rembige, Mataram

Gubernur NTB, Bang Zul rajin mengunjungi masyarakat di seluruh kabupaten kota di NTB, meski harus berkunjung di banyak daerah terpencil

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyapa dan menyambangi masyarakat menjadi kebiasaan bagi Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah sejak dilantik sebagai pemimpin daerah.

Menurut Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, masyarakat sangat merindukan kehadiran pemimpinnya. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Penerapan e Berpadu

Gubernur NTB mengatakan, masyarakat ingin dikunjungi pemimpinnya

Bukan hanya masyarakat, bahkan banyak tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda yang memintanya menyapa dan mengunjungi masyarakatnya. 

Karena itu, setelah dilantik menjadi Gubernur NTB, Bang Zul rajin mengunjungi masyarakat Desa dan Dusun di seluruh kabupaten kota di NTB, meski harus berkunjung di banyak daerah-daerah terpencil.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB pada tausyiah di BTN Rembige, Kamis (03/11/22). 

“Di NTB banyak sekali daerah-daerah terpencil, namun dapat menyapa dan mengunjungi masyarakat merupakan kebahagian tersendiri, karena dapat bersilaturahim dan melihat langsung kondisi masyarakat,” katanya. 

Di Masjid Al Ikhlas BTN Rembige dalam Tausyiahnya setelah mengimami sholat Magrib berjamah, Gubernur NTB mengajak masyarakat untuk bersyukur dan menghargai waktu, “Patut disyukuri, Rembige ini terlihat makmur, masjidnya indah dan cantik, menarik juga jamaahnya ramai dapat memakmurkan masjid. Alhamdulillah,”  ucap Gubernur NTB. 

“Jangan lupa bersyukur, dan jangan sampai lalai bersyukur kepada Allah SWT. Pandai-pandailah bersyukur karena Allah akan menambahkan nikmatNya bagi orang-orang bersyukur itu,”  katanya.

Selain itu, Gubernur NTB menjelaskan pentingnya waktu, sebagaimana dijelaskannya dalam salah satu surah Al-‘Asr (Demi Waktu), Gubernur NTB juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menghargai waktu. 

“Demi Masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Surahnya pendek tapi maknanya sangat luas, bagimana menghargai waktu, melakukan perbuatan baik, mengerjakan amal sholeh, dan menasehati untuk kesabaran,” nasehat Bang Zul untuk warga BTN Rembige.

Bang Zul menyampaikan niatnya untuk tetap bersilaturahim memenuhi undangan masyarakat dimana saja berada, baik di kota, luar kota maupun di pelosok, karena itu janjinya untuk tetap mengunjungi dan menyapa masyarakatnya. 

“Insya Allah, saya akan tetap silaturahim dan akan berusaha untuk memenuhi undangan dari masyarakat NTB, bahkan sampai ke pulau, desa dan dusun terpencil di NTB,” katanya. 

Kehadiran Gubernur NTB disambut dengan penuh keramahan dan gembira oleh masyrakat lingkungan BTN Rembiga, hal ini terlihat H.Kasdiono Tokoh masyarakat setempat memimpin sambutan dan bersalam-salaman untuk kehadiran Gubernur NTB.

BACA JUGA: Potensi Daerah NTB Perlu Digagas Menjadi event Berkelas

Usai tausyiah singkatnya Bang Zul memberikan bantuan yang diterima langsung H. Ahmad Hadi Takmir Masjid Al Ikhlas BTN Rembiga berupa bantuan sejumlah dana, dan 5 Box Mushaf Nusa Tenggara Barat berisi 50 Al.Quran.

Ikut mendampingi pada acara silaturahim  ke Masjid Al. Ikhlas ini  Kepala Biro Kesra, Karo Administrasi Pimpinan Pimpinan, Kadis PMPD & Dukcapil,  Kadis Dikbud, Kadis Koperasi & UMKM, Karo Pemerintahan, Pimpinan Baznas NTB   dan Bank NTB syariah serta pejabat lainnya yang ikut dalam rombongan.***

 

 




Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru untuk Ponpes di Lotim 

Rogoh Kantong Pribadi, Rachmat Hidayat Bantu Ponpes di Lotim Rp 300 Juta untuk Pengadaan Tanah Pesantren

LOTIM.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat memberi perhatian besar untuk sektor pendidikan di Pulau Lombok. 

Kali ini, ia menyerahkan bangunan ruang kelas baru yang dibangun untuk fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, di Desa Rumbuk, Lombok Timur.

Dua ruang kelas baru yang menelan anggaran sebesar Rp 300 juta tersebut, merupakan program yang diperjuangkannya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra kerja dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Penerapan e Berpadu

Rachmat Hidayat mengatakan akan konsisten berjuang untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis Islam
Rachmat Hidayat

Serah terima ruang kelas baru untuk fasilitas belajar mengajar para santri ini dilakukan hari Kamis (03/11/22). 

Rachmat hadir langsung untuk menyerahkan kepada pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikam Al Rumbuky, KH M Khairi. 

Turut mendampingi dalam penyerahan adalah Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH Emir Rio Khrisna, Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh, dan sejumlah utusan dari NU Care-Lazisnu. 

Sementara dari PDI Perjuangan, hadir Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah. Penyerahan ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Audit Internal BPKH Hadiyati Munawaroh.

“Semoga ruang kelas baru ini menjadi penyemangat bagi anak-anak kami para santri yang menempuh pendidikan di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky. Menjadi penyemangat untuk berprestasi dan mengejar cita-cita yang diimbangi pendidikan agama yang kuat,” kata Rachmat.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menekankan, dirinya akan konsisten berjuang untuk memastikan fasilitas dan infrastruktur lembaga pendidikan berbasis Islam di Pulau Lombok bisa semakin berkualitas. 

Rachmat menekankan, Lembaga pendidikan berbasis Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga moral bangsa di tengah era globalisasi saat ini.

Bantuan ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky ini sendiri melengkapi bantuan serupa yang juga sudah disalurkan Rachmat di sejumlah Pondok Pesantren di Lombok Barat, Lombok Utara, dan juga di Lombok Tengah.

Khusus untuk Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky, Rachmat juga menyiapkan bantuan tambahan senilai Rp 300 juta yang berasal dari kantong pribadinya. 

Bantuan tersebut disiapkan untuk pengadaan lahan sehingga area Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky semakin representatif menopang proses pembelajaran para santri.

“Tahun depan juga, terkait program pembangunan ruang kelas baru, Insya Allah Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky akan kembali bisa mendapatkan bantuan,” imbuh Rachmat yang disambut pimpinan Ponpes dengan penuh rasa syukur. 

Termasuk dari para jamaah dan santri yang hadir menyaksikan penyerahan.

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa pula Rachmat menyampaikan penjelasan kepada seluruh hadirin yang hadir tentang BPKH. 

Disampaikan, BPKH adalah lembaga pemerintah yang memiliki tugas mengelola keuangan haji dan memastikan pengelolaan keuangan tersebut benar-benar untuk kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi para calon Tamu Allah. Selain mengelola dana haji, BPKH juga mengelola Dana Abadi Umat, yang juga kemanfaatannya untuk membantu masyarakat.

Di Pulau Lombok, bersama BPKH, Rachmat mengungkapkan, dirinya tidak hanya membantu pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren. 

Tapi juga menyiapkan bantuan untuk pembangunan masjid dan musala. Juga bantuan kendaraan ambulans untuk melayani masyarakat yang membutuhkan. 

Kendaraan ambulans tersebut tersebar di kabupaten/kota di Pulau Lombok dan siap melayani umat sepenuhnya selama 24 jam.

Kepada para jamaah yang hadir, Rachmat juga mengingatkan agar tidak termakan berita-berita bohong dan informasi yang tidak bertanggung jawab. 

Sebab, BPKH acap difitnah dalam hal pengelolaan dana haji. Antara lain disebut BPKH menggunakan dana haji untuk membiayai pembangunan jalan tol.

“Ndak tepancing isik raos dengan. (Jangan terpancing omongan orang). Itu informasi hoax. Informasi yang menyesatkan. Yang sebenarnya adalah, BPKH sangat amanah dalam mengelola dana haji. Sepenuhnya memberi kemanfaatan untuk jamaah,” kata politisi senior NTB ini.

Penuh Kesyukuran

Pimpinan Ponpes Darul Hikam Al Rumbuky KH M Khairi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada Rachmat yang telah membantu pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes yang dipimpinnya.

BACA JUGA: Dam Mujur untuk Kesejahteraan Petani Lombok

“Baru kali ini Ponpes Darul Hikam mendapat bantuan untuk pembangunan gedung kelas. Selama ini, kami lebih banyak berswadaya dalam mengelola Ponpes ini,” ucap KH Khairi.

Disampaikan pula, selama proses pembangunan dua unit ruang kelas baru tersebut, pihak Ponpes sangat dimudahkan. Tidak perlu pusing memikirkan material bangunan. Tidak memikirkan tukang dan ongkosnya. 

Ponpes hanya tinggal menerima dan memanfaatkan ruang kelas baru yang sudah terbangun megah untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

“Kami benar-benar terima beres. Tinggal duduk saja. Tinggal pakai. Alhamdulillah. Terima kasih yang tak terhingga untuk ayahanda Mamiq Haji Rachmat Hidayat, BPKH, dan Lazisnu,” kata KH Khairi.

Dia memastikan, ruang kelas baru tersebut akan dijaga dan dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan belajar mengajar para santri.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputi Sekretariat Badan dan Kemaslahatan BPKH RI Emir Rio Khrisna menyampaikan bahwa BPKH saat ini mengelola dana haji yang berasal dari calon jamaah haji seluruh Indonesia sebesar Rp 160 triliun.

“Ini dana yang sangat banyak sekali,” kata Emir.

Dia menjelaskan, dana tersebut kemudian dikembangkan dan dikelola oleh BPKH. Seluruh nilai manfaat dari hasil pengembangan dan pengelolaan tersebut digunakan dalam dua hal. Yang pertama untuk jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Dia memberi contoh. Pada musim haji tahun 2022, seluruh jamaah haji hanya membayar ongkos haji rata-rata Rp 35 juta. 

Padahal, pada tahun ini, biaya riilnya satu orang jamaah haji sebesar Rp 98 juta. Sehingga selisih sebesar Rp 63 juta untuk setiap jamaah berasal dari BPKH.

Untuk pemanfaatan kedua, bagi jamaah yang belum berangkat. 

Semenjak tahun 2018, setiap jamaah haji yang sudah mendapatkan nomor porsi dan belum berangkat, juga mendapatkan nilai manfaat dari dana awal haji yang telah disetor. 

Jamaah pun dapat mengecek langsung nilai manfaat yang diperolehnya tersebut melalui aplikasi di telepon genggam pintar.

Selain mengelola dana haji, BPKH juga kata Emir ditunjuk pemerintah untuk mengelola Dana Abadi Umat. 

Saat ini, Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH sebesar Rp 3,7 triliun. Dana ini berasal dari efesiensi penyelenggaraan ibadah haji dari tahun sebelumnya. 

Nilai manfaat dari Dana Abadi Umat inilah yang kemudian diarahkan BPKH untuk membantu masyarakat. Seperti halnya pembangunan ruang kelas baru untuk pondok pesantren. Bantuan ambulas untuk melayani umat. Juga bantuan untuk masjid dan musala.

“Tahun ini, nilai manfaat pengelolaan Dana Abadi Umat yang disalurkan BPKH sebesar Rp 230 miliar. Alhamdulillah, ada pemerataan untuk kemaslahatan umat dari Sabang sampai Merauke,” kata Emir.

Ditegaskan pula olehnya, informasi-informasi tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan oleh BPKH masih terus terjadi. 

Seperti dana haji dipakai untuk infrastruktur atau BPKH ngutang dan belum bayar biaya haji tahun sebelumnya. Itu semua kata Emir tidak benar.

BPKH bahkan sudah empat tahun berturut-turut, memperoleh nilai audit tertinggi terhadap pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan. 

“BPKH empat tahun beruntun mendapat audit keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Rumbuk Suhirman memberikan ucapan terima kasih mewakili warga desa Rumbuk kepada Rachmat Hidayat yang bermitra BPKH dan telah menyelesaikan pembangunan dua ruang kelas baru di Ponpes Darul Hikam. 

“Kami bersyukur memiliki anggota DPR RI dapil Lombok H Rachmat Hidayat yang peka terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Suhirman.(*)

 

 




Pemprov NTB Dukung Penerapan e-Berpadu

Gubernur Zulkieflimansyah atas nama Pemprov NTB  mengapresiasi e-Berpadu sebagai terobosan luar biasa selesaikan berbagai persoalan hukum di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mendukung penerapan aplikasi e-Berpadu (Elektornik-Berkas Pidana Terpadu) yang diinovasi oleh Mahkamah Agung RI.

Penerapan aplikasi e-Berpadu guna mewujudkan pelaksanaan sistem peradilan modern berbasis IT, 

Aplikasi e-Berpadu hadir untuk mewujudkan digitalisasi Administrasi Perkara Pidana Perdata dan memangkas prosedur panjang birokrasi.

Sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi layanan perkara pidana yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan. 

BACA JUGA: Potensi Daerah NTB Perlu Digagas Jadi Event Berkelas

Pemprov NTB menilai e Berpadu suatu terobosan yang luar biasa

“Mungkin tampaknya sederhana, tapi ini suatu terobosan yang luar biasa. Atas nama pemerintah dan masyarakat NTB kami mengacungkan jempol dan apresiasi luar biasa,” kata Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Coffee Morning di Pengadilan Tinggi NTB, Kamis (03/11/22).

Gubernur Zulkieflimansyah mengapresiasi e-Berpadu yang merupakan terobosan luar biasa  untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum di NTB.

Menurutnya, penerapan e-Berpadu, dapat mempermudah terwujudnya transparansi mengenai proses peradilan di NTB.

“Saya kira perubahan teknologi di NTB ini membuat sekat-sekat dengan masyarakat tidak lagi berjarak. Yang kita lakukan bisa untuk mempermudah masyarakat untuk menyaksikan, memberi respon dan masukan bahkan menjadi bagian untuk terlibat langsung secara emosional tentang proses peradilan. Ada edukasi dan sosialiasi yang luar biasa mengenai berbagai persoalan hukum yang ada di NTB. Semoga ini menjadi semangat baru untuk kami hadir melayani dan berkhidmat kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi NTB, Dr. H.A.S Pudhoharsoyo, S.H., M.Hum juga menyatakan komitmennya untuk mengawal berbagai pelaksanaan administrasi perkara melalui penerapan e-Berpadu di NTB. 

“Dengan adanya e-Berpadu, kami bersama-sama dengan stakeholders yang ada di tingkat Provinsi akan terus mengawal pelaksanaan administrasi elektronik baik di perkara pidana maupun perdata. Mari kita bersama-sama membangun sinergi untuk mewujudkan NTB dengan warganya yang banyak berkecimpung di dunia hukum,” tutur Ketua Pengadilan Tinggi NTB.

Selain komitmen bersama penerapan aplikasi e-Berpadu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pengadilan Tinggi NTB dengan Universitas Mataram, Universitas Islam Al Azhar Mataram dan Universitas Teknologi Sumbawa serta Peresmian Studio Mini NTB High Court TV Channel oleh Gubernur NTB. 

BACA JUGA: Kepala Desa Antara Kebutuhan Masyarakat dan Politik Praktis 

Hadir pula pada Coffee Morning tersebut, yaitu beberapa Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB serta para stakeholders terkait. ***