Road Show Bunda PAUD NTB di Lombok Tengah

Dalam road show di Loteng, Bunda Niken berharap PAUD di tiap desa memenuhi P3K2

LOTENG.lombokjournal.com ~.Tugas guru, orang tua, Bunda PAUD setiap desa untuk menyiapkan pendidikan anak-anak sejak usia dini, agar ke depan mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain. 

Bukan hanya jadi penonton dan tidak mengerti apa-apa. 

Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu  dalam acara Road Show Bunda PAUD di PAUD Habibu At-Tholabah, Desa Montong Gamang, Kopang Senin (21/11/22).

BACA JUGA: Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Makan Ikan

Menurutnya, PAUD Holistik Integratif (HI) merupakan landasan awal mewujudkan pendidikan anak usia dini (0-5 tahun), yang meliputi yakni Pendidikan, Pengasuhan, Perlindungan, Kesehatan dan Kesejahteraan (P3K2)

“Kita ingin seluruh PAUD yang ada di NTB khususnya Desa Monting Gamang dan Kecamaran Kopang umumnya untuk bisa memenuhi ke lima hal tadi yaitu P3K2 agar dapat memenuhi kriteria sebagai PAUD HI,” tuturnya. 

Bunda Niken menambakan, untuk tahun ini akan diadakan Gebyar PAUD dengan lomba-lomba yang hanya bisa diikuti oleh PAUD yang sudah HI untuk memberikan penghargaan kepada PAUD HI yang berkualitas. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, ini adalah kesempatan untuk memberikan anak-anak pendidikan dengan memperhatikan 3 hal penting terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. 

BACA JUGA: Pesan Optimis Gubernur NTB saat HUT KSB ke 19 

“Ada tiga perkembangan yang perlu kita dampingi, pertama emosinya, kedua mentalnya dengan memahami apa yang diinginkan anak, kemudian ketiga fisiknya, denfan tetapb melihat perkembangan anak baik tinggi maupun berat badannya,” katanya.***

 

 




Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Konsumsi Ikan

Bunda Niken menekankan pentingnya masyarakat mengonsumsi ikan, utamanya anak-anak yang dalam masa pertumbuhan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengimbau masyarakat NTB untuk Gemar mengkonsumsi ikan. 

Ia beralasan mengonsumsi ikan dinilai penting bagi kesehatan, karena ikan memiliki gizi yang tinggi untuk kecerdasan, pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Bunda Niken mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan
Bunda Niken

“Bahan dasar ikan bisa dijadikan bakso dan siomay yang nikmat dan bisa menjadi menu keluarga sehat kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan itu dalam pengarahannya di Aula Kantor Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok tengah, Senin (21/11/22). 

Bunda Niken saat Sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengelolaan Ikan yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) juga menjelaskan, pentingnya mengonsumsi ikan untuk masyarakat, utamanya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. 

“Acara pelatihan seperti ini menjadi salah satu wadah untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan. Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting. Semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.

Ketua Forikan NTB yang juga Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan, ikan salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap dan harganya terjangkau. 

Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.

“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya. Saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” pintanya.

Ia berharap kepada Kader PKK, Posyandu dan Ibu-ibu masyarakat Montong Gamang, untuk  terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan seperti ini. 

Masyarakat lalai akan pentingnya hal ini untuk pertumbuhan generasi muda NTB.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan lebih murah dari daging dan proteinnya ikan sangat penting untuk kita semua. Mudah, murah dan lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan Insya Allah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.

Kades Montong Gamang, Sofiyan S.Pd sangat terkesan dengan kehadiran Bu Niken.  Karena memberikan motivasi dan kesadaran bagi warganya agar mau dan gemar makan ikan.

BACA JUGA: Porwanas XIII jadi Ajang Promosi PON XII NTB 2028

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memberikan quiz bagi ibu-ibu dan sesi foto bersama, Kehadiran Bunda Niken didampingi Kadis Dikbud, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Tengah dan Pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah serta Aparat Camat dan Desa Montong Gamang. ***

 




Pesan Optimis Gubernur NTB Saat HUT KSB ke-19

Ini pesan optimis Gubernur NTB, pembangunan Bandara Baru di Kiantar Poto Tano KSB. Bandara baru akan mendongkrak berbagai sektor di KSB

KSB.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan beberapa pesan optimis saat mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kab. Sumbawa Barat yang ke-19, di Lapangan Graha Fitrah Komplek KTC, Minggu (20/11/22).

Di usianya yang ke-19 tahun, berbagai capaian dan prestasi telah berhasil ditorehkan oleh KSB. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari kehebatan para pemimpin daerahnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Gubernur NTB mengatakan, bandara baru mengakselerasi pembangunan di KSB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Saya melihat KSB bisa seperti sekarang karena dipimpin oleh orang-orang hebat. Tapi walaupun hasilnya sudah bagus, kita masih ada ruang untuk memperbaiki diri,” kata Bang Zul sapaan Gubernur.

Selain itu, ia juga optimis dengan pembangunan Smelter dan Bandara baru di KSB yang tentunya akan mengakselerasi pembangunan dan mendongkrak berbagai sektor di daerah tersebut, terutama sektor ekonomi dan pariwisata.

“Optimis dengan Smelter dan Bandara baru jadi epicentrum pertumbuhan ekonomi di NTB. Selamat juga atas dimulainya pembangunan Bandara Baru di Kiantar Poto Tano KSB. Bandara baru ini keberkahan luar biasa. Ini akan mengakselerasi pembangunan kita di KSB. Dan dengan hadirnya bandara baru, kita harus siap membuka diri dengan orang-orang yang tertarik datang ke tempat kita,” jelasnya.

Terakhir, Bang Zul menyampaikan memasuki usia yang ke-19 tahun, mewujudkan KSB yang makmur dan sejahtera tidaklah terlampau sulit asalkan masyarakat memiliki kerendahan hati dan komunikasi yang baik dengan stakeholders.

“Hari ini di ulang tahun KSB yang ke 19, mewujudkan KSB yang makmur dan sejahtera tidak terlampau sulit, asal kita punya kerendahan hati untuk berkomunikasi dengan stakeholders yang lebih banyak di KSB di masa yang akan datang,” kata Bang Zul. 

Sementara itu, Bupati Kab. Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyarifin., M.M juga turut mengajak masyarakat KSB untuk bangkit dan berjuang bersama dalam membangun daerah dengan berlandaskan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

“Pembangunan daerah bukan hanya tugas pemda semata, namun diperlukan kerja partisipatif dan kolaboratif seluruh elemen yang ada di KSB. Mari kita bangkit dan sama-sama berjuang dengan cara-cara partisipatif melalui kerja kolaboratif berlandaskan pada semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh,” seru Bupati KSB. 

BACA JUGA: Porwanas XXIII jadi Ajang Promosi PON XXII NTB 2028

Sebagai informasi, HUT KSB yang ke-19 tahun 2022 mengangkat tema “Sumbawa Barat Smart” dan disiarkan langsung melalui Streaming YouTube TVRI NTB dan Facebook Page Prokopim Sumbawa Barat. ***

 

 




Petilasan dan Artefak di Batu Kumbung, Lombok Barat 

Petilasan Ulama Pating Laga Denek Perwangse di Desa Batu Kumbung sedang ditelusuri tim ekspedisi.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 kembali melakukan penelusuran dan mengeksplorasi situs jejak petilasan. 

Kali ini, rombongan tim ekspedisi yang terus mengekspose ritus sejarah tersembuyi di Pulau Lombok itu, mengunjungi Pating Laga Denek Perwangse yang berada di Dusun Batu Kumbung, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, sepanjang akhir pekan lalu. 

Penelusuran jejak ulama penyebaran agama Islam sekaligus penemu nama Batu Kumbung memiliki beberapa peninggalan atau warisan ikonik  yang selama ini jarang diketahui publik. 

BACA JUGA: Pemda NTB Didorong Siapkan Museum Sejarah Peradaban

Perjalanan Tim Ekspedisi

Beberapa karya yang diduga kuat warisan Pating laga Denek Perwangse peninggalan adalah lain tempat beliau bermunajat ataupun berkhalwat. Berupa batu menhir, pancuran air, kumpulan tulisan beliau dalam bentuk tulisan arab di atas kulit onta yang berusia ratusan tahun.

Serta berbagai benda-benda kuno lain yang menggambarkan aktivitas Denek Perwangse selama tinggal di Batu Kumbung. 

Menurut tokoh masyarakat Batu Kumbung , Haji Mundri (83), Pating Laga Denek Prawangsa memiliki nama Islam Sayed Abdullah Zen Alhamdy. 

Sosok yang amat dikagumi masyarakat Batu Kumbung ini diketahui berasal dari Timur Tengah, tepatnya di negeri Yaman.

Kedatangan Denek Keramat (panggilan lain Pating Laga Denek Perwangse) ke Batu Kumbung jauh sebelum kedatangan Anak Agung Karang Asem melakukan Ekspansi Ke Lombok. 

Awalnya, Denek Perwangse dikabarkan sempat singgah di Gresik Jawa Timur sebelum akhirnya ke Lombok.

“Denek Keramat diyakini masyarakat batu kumbung sebagai ulama menyebarkan syiar agama Islam yang pertama selaligus membuka hutan yang kemudian diberi nama Batu Kumbung. Bahkan di akhir ekspedisinya di pulau lombok, Denek Perwangse berpesan kepada warganya kala itu. Jika ingin menemuinya, datang kepetilasan yang dibuatnya dalam bentuk situs menyerupai batu menhir,” ungkap Haji Mundri. 

Selain itu, untuk keperluan berwudhu dan mandi, dan lain-lain. Denek Perwangse juga membuat saluran air dari mata air yang tidak diketahui asal muasalnya. 

Pancuran mata air itu hingga kini tetap mengalir meskipun sudah berusia berabad-abad. 

“Denek Perwangse juga meninggalkan kumpulan kotbahnya dlm bentuk tulisan arab diatas gulungan kulit onta,” ujar Haji Mundri sembari memperlihatkan beberapa bukti artefak peninggalan Denek Keramat yang ia jaga hingga kini.

Dalam beberapa kesempatan, Denek Perwangse sering kali berusaha menujukkan sisi keramat miliknya. 

Dirinya pernah berkali-kali dibakar atau membakar dirinya. Namun, api yang membakar dirinya tersebut seperti tak mempan. Masyarakat terhibur dengan tingkah Denek Perwangse. 

Belakangan, setelah syariat Islam mulai dipahami, masyarakat mulai sadar bahwa yang dilakukan Denek Perwangse tersebut merupakan salah satu sisi ‘keramatnya’.

Kini, areal kawasan yang disebut menjadi tempat bertafakkur Denek Perwangse tersebut masih dirawat dan disebut memiliki nilai keramat oleh masyarakat setempat. 

Tempat itu lazim digunakan sebagai lokasi roah adat pada momen-momen tertentu. 

Tak hanya itu, lokasi tersebut juga ramai didatangi oleh para peziarah yang mengetahui kehebatan dan kekaromahan Denek Perwangse. 

Para peziarah tersebut tak hanya berasal dari masyarakat Lombok, tetapi juga berasal dari luar daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Resmi Tutup Turnamen Gubernur Cup 2022

Sementara Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6, H. Ruslan Turmuzi didampingi Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Ahmad Amrullah mengatakan akan melaporkan secara detail hasil penelusuran Petilasan Pating Laga Denek Perwangse kepada Dewan Pembina Tim Ekspedisi, H Rachmat Hidayat. 

Agar bisa ditindak-lanjuti dengan kapasitas dan legacy yang dimiliki sebagai Anggota DPR RI Dapil Lombok. 

Menurut Ruslan Turmuzi, cerita rakyat (folklore) tentang kisah Denek Keramat beserta jejak petilasan yang ditinggalkan membuktikan, nenek moyang Suku Bangsa Lombok memiliki karya cipta kebudayaan yang tinggi. 

Hal tersebut mengindikasikan saat itu Lombo’ Mirah Adi sudah memiliki tatanan dan struktur kebudayaan yang menarik perhatian orang luar utk mendatangi dan mendiami wilayah Lombok dengan berbagai motif dan kepentingan. 

“Jika benar denek keramat ini berasal dari Yaman, maka betapa kuatnya pesona budaya Gumi Sasak Mirah Adi dimata ulama Yaman sampai jauh-jauh melakukan ekspedisi ke Lombok untuk sebarkan syiar Islam,” ucap Ruslan Turmuzi. 

Ruslan menggarisbawahi, Tim Ekspedisi Mistis sengaja memfokuskan untuk menggali dan menelusuri folklore ( cerita rakyat ) yang ada di dusun-dusun untuk diaktualisasikan guna menambah kazanah keberagaman mutu manikam kebudayaan Suku Bangsa Sasak yang terserak itu.

“Tim Ekspedisi Mistis akan membuka akses informasi terhadap semua artefak atau petilasan yang ditemukan agar stakeholder maupun publik agar tahu tentang sejarah suku bangsa sasak yang terserak tersebut,” ujar RT panggilan akrabnya. 

Telusuri Jejak makanan Tradisional Sasak yang Punah 

Sementara itu Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Ahmad Amrullah menambahkan, pihaknya saat ini sedang mendalami dan memverifikasi informasi terkait makanan tradisional suku sasak yang hilang atau musnah. 

Hilangnya jenis makanan tradisional Sasak sebab perkembangan jaman yang berimplikasi pada berubahnya gaya hidup, terlebih adanya serbuan produk-produk makanan modern yang serba instan. 

Padahal dari sisi kesehatan, makanan Tradisional Sasak tempo dulu lebih familiar cita rasa lidah suku sasak,  sehat dan bergizi. Karena diproses alami tanpa campuran pengawet ataupun bahan-bahan sintetis lainnya. 

“Tim Ekspedisi Mistis akan mengeluarkan daftar makanan/kudapan tradisional sasak yang hilang maupun terancam musnah jika keberadaannya tidak dilindungi dan diproteksi,” kata Amrullah. 

Sementara itu Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menambahkan Pemerintah Daerah perlu turun tangan untuk melakukan revitalisasi dan pembenahan di sekitar lokasi petilasan pating laga Denek Perwangse, agar mempermudah akses masysrakat mengunjungi.

BACA JUGA: Porwanas XIII jadi Ajang Promosi PON XXII NTB 2028

“Penataan Kawasan diseputar petilasan Denek Kramat perlu dilakukan agar masyarakat batu kumbung mengapreasiasi karena nenek moyangnya dimanusiakan. Bila perlu jadikan cagar budaya lokasi petilasan tersebut agar ada kesinambungan perhatian oleh pemerintah,” ucap Lelaki yang akrab di sapa didu. 

Untuk diketahui , Ekplorasi Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 dipandu oleh Anggota DPRD Lombok Barat, Sardian didampingi Sekretaris DPC PDIP Lombok Tengah, Suhardiman.***

 




Bang Zul Resmi Tutup Turnamen Gubernur Cup 2022 

Dalam penutupan turnamen sepak bola di Lapangan Gelora Sujarman Lingsar, Bang Zul ikut  menyaksikan laga final

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menutup turnamen sepakbola Gubernur Cup di lapangan Gelora Sujarman Lingsar, Sabtu(19/11/22). 

Saat menutup turnamen sepak bola itu Bang Zul mengatakan, kompetisi sepakbola ini sebagai ajang mencari sahabat, menambah pertemanan dan membangun silaturrahmi.

BACA JUGA: Wisuda Poltekpar Lombok Berlangsung di Sirkuit Mandalika

“Mudah-mudahan warisan terbaik dari sebuah kompetisi ini bukanlah siapa juaranya melainkan kita memiliki sahabat dan saudara menjadi lebih banyak,” ungkap Bang Zul sapaan akrab gubernur.

Ia pun ikut menyaksikan laga final antara Baker FC klub asal Gunungsari Lombok Barat berhadapan dengan Klub Terare Lombok Timur yang dimenangkan oleh Klub Baker FC dengan skor tipis 1-0. 

Dalam proses terjadinya gol di pertengahan babak kedua berawal dari sepak pojok. Berkat sundulan nomor punggung 11 Baker FC tersebut tak mampu diblok sang penjaga gawang Terare FC, akhirnya berbuah gol semata wayang mampu mengantar kemenangan menjadi juara Gubernur Cup 2022. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Drs. Tribudi Prayitno, M.Si mewakili Gubernur NTB menyerahkan tropi piala ukiran dari kayu jati secara simbolis.

Sementara itu panitia penyelenggara Arman Hadi, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur atas dukungan dan sponsor lainnya hingga turnamen ini bisa berjalan dengan baik. 

Untuk diketahui jumlah klub yang ikut berpartisipasi sejumlah 64 Klub. Diakuinya pada turnamen-turnamen sebelumnya jumlah yang daftar kurang dari 60 klub.

BACA JUGA: NTB dan NTT jadi Tuan Rumah PON XXII tahun 2028

“Ini karena branding Gubernur Cup, sehingga jumlahnya mencapai 64 klub bertempatan dengan ulang tahun Provinsi NTB yang ke 64,” katanya.***

 




Sekda NTB Apresiasi Penyelenggaraan Diklat Kewirausahaan Daerah 

Di tengah perekonomian global yang terpuruk, Sekda NTB mengapresiasi diklat PD KMHDI NTB dalam peningkatan SDM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menghadiri Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) yang diselenggarakan oleh PD KMHDI NTB. 

Kegiatan Diklat berlangsung di Sekretariat bersama PHDI NTB, mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing di Era Industrialisasi”, Jumat (18/11/22). 

BACA JUGA: Inflasi NTB Mampu Turun Signifikan

Menurut Sekda NTB, Kegiatan Diklat membantu pemerintah meningkatkan program stabilitas perekonomian daerah

Miq Gite mengapresiasi KMHDI yang mampu melaksanakan kegiatan DKD ini.

Kegiatan ini dianggap salah satu upaya organisasi Hindu yang mampu turut serta dalam membantu pemerintah meningkatkan program stabilitas perekonomian daerah.

Menurutnya, perekonomian global sedang terpuruk akibat dari beberapa faktor, salah satunya yaitu pandemi Covid-19 dan adanya perang antara negara Rusia dan Ukraina menjadi faktor besar terjadinya krisis global.

Namun, perlu diapresiasi Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat dalam menghadapi tantangan krisis perekonomian global ini dengan baik. 

Ini didukung dari pola piker dan mindset masyarakat yang mulai  memanfaatkan modernisasi ini sebagai peluang besar untuk memudahkan kita dalam segala hal terutama berkaitan dengan berwirausaha. 

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini diharapkan muncul SDM terutama dari kalangan generasi muda. Tidak hanya mampu bekerja tetapi juga mampu menghasilkan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Sehingga dapat menciptakan stabilitas dan peningkatan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintahan, organisasi Hindu se Kota Mataram dan wilayah NTB, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-kota Mataram dan wilayah Nusa Tenggara Barat, para Ketua BEM dan KMHD Kampus se Kota Mataram serta organisai pelajar.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Kegiatan Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) ini kembali dilaksanakan setelah tidak terlaksana selama 6 tahun terakhir, yang dimana dibuka dengan seminar yang mengusung tema “Ekonomi Kreatif” sebagai rangkaian kegiatan dari acara DKD ini. ***

 




Wisuda Poltekpar Lombok Berlangsung di Sirkuit Mandalika

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul bersama Menparekraf RI, Sandiaga Uno hadiri wisuda Poltekpar Lombok

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendampingi Menteri Perekonomian dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno untuk menghadiri acara Wisuda Politeknik Pariwisata Lombok tahun 2022, Jumat (18/11/22).

Kata Gubernur NTB, Mahasiswa Poltekpar Lombok banyak dukung event internasional
Menparekraf RI didampingi Gubernur NTB

Beda dan unik, wisuda ketiga Poltekpar Lombok kali ini diselenggarakan di salah satu ikon Provinsi NTB, yaitu Pertamina Mandalika International Street Circuit. 

BACA JUGA: Puteri Indonesia 2023, Diajeng Aulya Sekartaji

Banyaknya event internasional yang diselenggarakan di sirkuit tersebut tentu tidak terlepas dari bantuan dan dukung dari mahasiswa Poltekpar Lombok. 

Sehingga, Gubernur berharap nantinya para wisudawan tidak hanya siap mengatur penerimaan tamu, namun juga dapat meningkatkan pelayanan standar di NTB. 

“Nantinya teman-teman bukan hanya siap untuk menghandle Hospitality nya, tetapi benar-benar dapat meningkatkan pelayanan standar di NTB. Jadi, bukan hanya sekedar cari kerja tapi quality dari service harus lebih baik, sehingga betul-betul NTB berada di tangan yang piawai untuk mencapai itu,” kata Bang Zul, sapaannya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan, para wisudawan tidak hanya berpotensi untuk masuk ke industri pariwisata, tetapi juga memiliki esensi untuk menjadi pengusaha.

“Potensinya bukan hanya memasuki industri pariwisata, tetapi mereka juga memiliki esensi untuk menjadi pengusaha yang menciptakan lapangan kerja,” kata Mas Menteri, sapaan akrab Menparekraf.

Selain mengajak wisudawan untuk belajar mencari peluang kerja, Mas Menteri juga berharap lulusan Poltekpar Lombok dapat mempersiapkan diri menyambut event lokal, nasional dan internasional di Nusa Tenggara Barat, seperti WSBK, MXGP, MotoGP dan lainnya.

Sebagai informasi, pada wisuda ketiga tersebut, Poltekpar Lombok mengukuhkan sebanyak 293 wisudawan dari empat program studi. 64 wisudawan Program D4 Pengaturan Perjalanan, 96 wisudawan Program D3 Divisi Kamar, 67 wisudawan Program D3 Seni Kuliner dan 66 wisudawan Program D3 Tata Hidang. 

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Rekor

Hadir pula pada acara tersebut, yaitu Sekretaris Kemenparekraf RI, Inspektur Utama Kemenparekraf RI, Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenparekraf RI, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf RI, Kadispar NTB, Kadispar Loteng, Direktur Poltekpar Bali, Direktur Poltekpar Bandung, Plt. Direktur Poltekpar Medan, Direktur Poltekpar Makassar, Direktur Poltekpar Palembang, Managing Director ITDC, Dirut MGPA dan para stakeholders lainnya. ***

 




Gubernur NTB Hadiri Musyawarah GPIB Bali-NTB

Ini pesan Gubernur NTB, dalam keadaan sulit tidak peduli peta itu benar atau salah, yang penting punya kekuatan menggerakan

MATARAM.lombokjournal.com ~ menyampaikan, Sebagai sekelompok manusia dan bukan mesin, tiap orang memiliki ruang bereksplorasi. Sehingga apabila ada rencana yang tidak sesuai dengan realita masih ada toleransi untuk berdamai dengan keadaan.

BACA JUGA: Sekda NTB Apresiasi Penyelenggaraan Diklat Kewirausahaan Daerah

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja dan MUPEL GPIB Bali-NTB oleh Majelis Jemaat GPIB Imanuel Bung Karno di Hotel Idoop pada Kamis (17/11/22).

Menurutnya, bicara tentang musyawarah, cara orang memandang persoalan sangat ditentukan oleh pendidikan, pengalaman, dan dengan siapa berinteraksi.

“Ketika kita terjebak dalam sebuah gua dengan keadaan yang sulit, tidak peduli peta itu benar atau salah, yang penting peta itu punya kekuatan untuk menggerakan kita semua”, tambahnya.

Mengutip karya Kees Van Der Heijden yang berjudul ‘Scenarios the Art of Strategic Conversation’, Bang Zul berpesan kepada para Pendeta untuk menjadikan hal tersebut modal membimbing masyarakat, juga para tokoh agama ketika membuat rencana kerja.

Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan musyawarah tersebut. 

“Ini membuktikan bahwa antar umat beragama di NTB dapat hidup rukun dan damai. Kami berharap semua kegiatan keumatan disini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Diketahui, Musyawarah Pelayanan (Mupel) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Bali-NTB dilakukan untuk mengoptimalkan sinergi intergenerasional GPIB dengan mengembangkan kepemimpinan Misioner dalam konteks Budaya Digital.

BACA JUGA: NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

Musyawarah GPIB ini terdiri dari dua Provinsi yang ada dalam satu wilayah pelayanan yang terdiri dari 7 Jemaat di Bali dan 2 Jemaat di Lombok. ***

 

 




Silaturahmi dengan Finalis Puteri Indonesia NTB 2023

Saat silaturahmi dengan para finalis Puteri Indonesia NTB, Wagub NTB mengungkapkan pertumbuhan ekonomi NTB yang tinggi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah silaturahmi dan ramah-tamah dengan para Finalis Puteri Indonesia NTB tahun 2023 di Pendopo Tengah Gubernur, Kamis malam (17/11/22).

Kepada para Finalis Puteri Indonesia NTB Wagub memaparkan progres program-program unggulan Pemprov, seperti masalah lingkungan, pendidikan, kesehatan dan sosial. 

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Desa Berdaya

Wagub NTB silaturahmi dan ramah-tamah dengan para Finalis Puteri Indonesia NTB tahun 2023
Wagub NTB

Pemaparan itu dilakukan agar para finaslis dapat memahami kondisi terkini di NTB. 

Ia juga menjelaskan, kondisi perekonomian di NTB saat ini mengalami peningkatan cukup baik. 

Terutama dengan diselenggarakannya berbagai event internasional di Sirkuit Mandalika serta adanya dukungan dari masyarakat.

“Kalian juga pasti tahu Sirkuit MotoGP Mandalika, adanya sirkuit itu kita bisa menyelenggarakan banyak event, sehingga pertumbuhan ekonomi NTB termasuk yang tertinggi di Indonesia. Itu semua juga berkat masyarakat NTB yang luar biasa kompak dan support dari pusat,” katanya. 

Wagub pun menyemangati para finalis Puteri Indonesia yang akan berlomba memperebutkan mahkota Puteri Indonesia NTB 2023 pada 18 November mendatang di Hotel Prime Park Kota Mataram. 

“Kita sangat optimis melihat Puteri-puteri NTB yang pintar, wawasan luas serta peduli terhadap hal-hal yang memang sangat dibutuhkan untuk peningkatan SDM. Luar biasa kalian semua, selamat berkompetisi, lakukan yang terbaik untuk wakili NTB di ajang Puteri Indonesia 2023. Sukses semuanya,” tutup Ummi Rohmi, sapaannya. 

Senada dengan Ummi Rohmi, Puteri Indonesia 2022 Laksmi De-Neefe Suardana pun turut menyemangati para Puteri agar tetap santai dalam berkompetisi.

“Menang atau kalah ini adalah sebuah start untuk hidup kalian yang lebih baik. Kalian adalah wanita hebat. Kalian ada disini untuk belajar. Just enjoy, relax, dan lakukan yang terbaik,” pesan Laksmi.

Di hadapan Wagub, para Puteri memperkenalkan diri satu per satu dengan dipandu oleh Ketua Yayasan Puteri Indonesia NTB, drg Farida Istiarini, Sp.Ort.

BACA JUGA: Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

Turut hadir pada acara ramah-tamah tersebut yaitu Ketua Dekranasda Provini NTB, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Daerah, Puteri Indonesia NTB 2022, Kepala Dinas Kominfotik NTB dan para stakeholders terkait. ***

 




NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

Masyarakat NTB bisa survive dari berbagai permasalahan karena tradisi beragamanya kuat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB merupakan daerah yang memiliki tradisi beragama sangat kuat, menjadikan NTB mampu bertahan menghadapi berbagai permasalahan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menghadiri acara The 2nd International Conference dengan tema “Community Development, Religious Tradition, and Contemporary Technology” di Gedung Dome Universitas Mataram, Rabu (16/11/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Program Desa Berdaya

Kata Wagub NTB, NTB bisa survive dari berbagai permasalahan karena tradisi beragamanya kuat
Wagub, Hj Sitti Rohmi

“Alhamdulillah, NTB adalah daerah yang bisa survive dari berbagai permasalahan yang kita hadapi, seperti gempa bumi, pandemi Covid-19, kita bisa survive dikarenakan tradisi agamanya kuat, sehingga kita selalu bisa cepat bangkit untuk tidak berlama-lama meratapi keadaan,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menyampaikan, Provinsi NTB di tahun 2022 memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 7,10 persen pada triwulan III. 

“Tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, diprediksi sampai 6-7 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. hal ini terjadi karena semua perencanaan yang kita lakukan disupport oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Selain itu angka pengangguran di NTB sebanyak 2,98 persen,  yang merupakan angka pengangguran terendah di Indonesia, karena secara nasional sebanyak 5,86 persen  .

“Ini semua membuat kita optimis, Insya Allah dengan NTB sebagai daerah yang religius, yang sebagian besar masyarakat muslim, NTB juga terkenal dengan sport tourism yang menjadikan NTB kuat,” tutur Ummi Rohmi.

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., mengucapkan terima kasih atas seluruh stakeholder yang mendukung dalam kegiatan ini. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

“Kami ucapkan terima kasih telah berkenan menghadiri undangan kami, disini kami mencoba membuat sebuah budaya, kolaborasi antara kampus dengan pemerintah daerah,” ungkapnya. ***