Gubernur NTB menyampaikan pesan dalam peringatan Isra’ Miraj, agar masyarakat menjaga wajah daerah tetap baik
MATARAM.LombokJournal.com ~ Masyarakat diajak menjaga kondusifitas lingkungan tempat tinggal masing masing agar event internasional terselenggara dengan baik.
Pesan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah itu disampaikan H Sahnan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi NTB, dalam perayaan Isra’ Mi’raj 1444 Hijriyah di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Jumat (17/02/23).
Selain mensukseskan event internasional, masyarakat juga diminta mendukung program pemerintah seperti stunting, industrialisasi, zero waste dan lainnya, agar kesejahteraan atau kegemilangan tercapai.
“Kita ingin menjaga wajah daerah kita dengan baik”, ucapnya
Sementara itu, salah satu uraian hikmah yang disampaikan Habib Hasan bin Zein Alaydrus adalah perintah shalat yang diterima langsung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.
“Shalat menjadi kekuatan ummat Muhammad karena terkandung rukun Islam,”, kata Habib.
Dalam shalat terdapat manifestasi rukun Islam seperti puasa karena makan minum selama shalat dapat membatalkannya.
Begitu pula dengan zakat waktu dan haji karena shalat menghadap ka’bah seperti ibadah haji.
Ia mengingatkan pula agar setiap Muslim bersikap lemah lembut pada sesama Muslim.
Hadir pula dalam perayaan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para Kepala OPD dan masyarakat.***
Silaturahim, Hangatkan Hubungan Pemimpin dan Masyarakat
Sambil silaturahim di lingkungan perumahan Bumi Kodya Asri, Gubernur Bang Zul menyempatkan meninjau longsor di sempadan sungai
MATARAM.LombokJournal.com ~ Berkunjung memenuhi undangan masyarakat, cara Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menghangatkan relasi antara pemimpin dan masyarakat agar tak berjarak.
Di Mesjid Wali Songo, lingkungan Perumahan Bumi Kodya Asri, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Bang Zul panggilan akrab Gubernur menjadi imam sholat subuh, memberikan tausyiah dalam kegiatan Sholat Subuh Berjamaah.
Sekaligus perayaan Isra’ Mi’raj 1444 H dan meninjau langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti longsor sempadan sungai Jangkuk di lokasi tersebut.
“Curah hujan memang sangat tinggi dan longsor serta banjir terjadi dimana mana,” ujar Bang Zul di Perumahan Kodya Asri, Sabtu (18/02/23).
Ia minta masyarakat tetap waspada dan berhati hati menghadapi cuaca buruk.
Mendampingi Gubernur, hadir pula Asisten I dan III, para Kepala Biro Setprov NTB serta Baznas NTB. ***
Peluncuran Cash Management System Bank Syariah NTB
Peluncuran Cash Management System (CMS) Bank Syariah NTB, dilanjutkan penandatanganan kerjasama penggunaan aplikasi bersama seluruh kabupaten/kota se NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~Migrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) diharapkan makin efisien dengan aplikasi Cash Management System (CMS) yang diluncurkan Bank NTB Syariah.
“Digitalisasi pemerintahan sebenarnya sudah mapan dan dilakukan bertahun tahun. Dengan aplikasi CMS ini makin meningkatkan efisiensi terutama akuntabilitas pengelolaan kas keuangan daerah makin efisien dan aman,” ujar Asisten III Setprov NTB, Ahmad Wirawan di Hotel Santika, Jumat (17/02/23).
Dalam peluncuran CMS dan penandatanganan kerjasama penggunaan aplikasi bersama seluruh kabupaten/ kota se NTB, Wirawan mewakili Gubernur NTB menambahkan, selain efisiensi waktu, aplikasi ini juga menghindari human error.
Kelebihan lainnya, dengan CMS dapat secara realtime mengetahui kas dan mengoptimalkan penggunaan kas oleh Pemerintah Daerah.
Sementara itu, perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan NTB, Sidi Purnomo mengatakan, sistem informasi keuangan Pemerintah Daerah yang terkoneksi dengan bank daerah melalui sistem ini akan memperbaiki kinerja dan akuntabilitas.
“Saat ini sudah ada 268 pemerintah daerah dan 28 bank yang menggunakan sistem ini untuk pengelolaan dokumen SP2D mereka,” jelas Purnomo.
Hadir dalam peluncuran dan penandatanganan CMS tersebut seluruh Bupati/ Walikota se NTB, BPKP, pimpinan Bank NTB Syariah dan para Kepala BPKAD. ***
Api Porprov XI NTB Dikirab Dari Kota Bima
Sampai di Dompu, api Porprov XI NTB diterima langsung Wakil Bupati Dompu, H. Sahrul Farsan bersama Sekda dan jajarannya, yang berharap menjadi juara umum
SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Kirab Pataka Api Porprov XI NTB tahun 2023 dilepas dari Kantor Walikota oleh Wali Kota Bima yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Setda Kota Bima H. Alwi Yasin, Kamis (16/2/23).
Ia berharap, kirab api Porprov NTB yang diarak dari Kota Bima ini bisa mengorbankan semangat dan melahirkan atlet-atlet berprestasi gemilang, yang mengharumkan nama NTB di ajang nasional bahkan internasional.
Dikawal Polres Bima Kota, Diskominfotik, Dishub dan KONI NTB melakukan hal yang sama di Kantor Bupati Bima diterima Asisten 2 Setdakab Bima, Ir Syaifudin dan para pejabat lingkup Pemkab Bima.
Secara khusus di Kabupaten Dompu, api Porprov XI NTB diterima langsung Wakil Bupati Dompu, H. Sahrul Farsan bersama Sekda dan jajarannya.
Wabup Dompu menargetkan atlit dari Kabupaten Dompu bisa meraih juara umum pada Porprov XI NTB.
“Hal ini wajar mengingat Dompu mengirimkan atlitnya hingga 409 atlit dari 237 Cabor yang dipertandingkan. Untuk itu kami mengharapkan kepada masyarakat Dompu agar memberikan doa kepada para atlit Dompu bisa meraih juara umum,” katanya.
Demikian juga saat penerimaan api Porprov di Kantor Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Novianty, S.Pd, M.Pd menaegetkan kontingen Porprov NTB asal Sumbawa bisa meraih tiga besar.
Pernyataan optimis ini diyakini Wabup, karena arlit dari Kabupaten bermoto “Sabalong Sama Lewa” ini cukup diperhitungkan dalam even olahraga NTB. Bahkan prestasinya mengharumkan NTB di tingkat nasional dan internasional.
Di Kabupaten Sumbawa Barat kirab Api Porprov NTB yang ke XI diterima Asisten I Setdakab KSB Drs H Mulyadi, M. Si di halaman depan Graha Fitrah Pusat Pemerintahan KSB.
Mulyadi berharap atlit KSB bisa memberikan kontribusi terbaiknya bagi harumnya nama daerah di ajang Porprov XI NTB 2023 ini.
Wakil Ketua KONI NTB Hj. Husnani Diaty Nurdin menjeaskan, dengan dikirabkannya api Porprov NTB 2023 dari wilayah tertimur Prov NTB dan menyinggahi 10 Kabupaten/Kota se NTB, dimaksudkan untuk menggelorakan dan membangkitkan semangat olahraga bagi masyarakat NTB.
Dan memacu bakat-bakat olahraga generasi NTB yang diperhitungkan di tingkat nasional, bahkan bisa mengharumkan NTB di tingkat internasional. Seperti L Moh Zuhri sebagai pelari tercepat dunia dan Fadlin yang pernah menjadi jawara di tingkat Asia.
“Sungguh bangga dan kita beri apresiasi kepada atlit asal NTB yang kaya akan prestasinya,’ ujarnya.
Selanjurnya kirab api Porprov XI NTB Jumat, (17/2) akan melintasi lima kabupaten/kota se Pulau Lombok. ***
Menparekraf RI Apresiasi Sanding Data Lahan Mandalika
Menparekraf mengatakan Permasalahan lahan Mandalika sudah mulai dilakukan terobosan oleh Gubernur NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Sanding Data Lahan Mandalika yang difasilitasi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.
“Permasalahan lahan sudah mulai dilakukan terobosan oleh Gubernur NTB yang mendorong bagaimana menyandingkan data-data ini, sehingga akan hadir keadilan dan semua mendapatkan haknya masing-masing,” tutur Sandiaga Uno.
Menparekraf mengatakan itu saat memberikan pemaparan dalam acara Talkshow Nasional Tribun Network, dengan tema “Setelah Sirkuit Mandalika, Ada Apa Lagi Di NTB 2023” di Hotel Lombok Raya, Kamis (16/02/23).
Disampaikan, pariwisata Mandalika akan terus digencar degan menerapkan Adaptasi, Inovasi dan Kolaborasi, dibarengi dengan Gerak Cepat (GERCEP), Gerak Bersama (GEBER) dan Garap Semua Potensi Online (GASPOL).
“Target 2024 kita akan menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan,” tegas Sandi.
Sementara itu, Bang Zul mengatakan, industrialisasi menjadi langkah Pemprov NTB dalam mensejahterakan masyarakatnya.
Pemprov NTB mendorong agar masyarakat mau mengolah bahan bakumenjadi komoditi yang nilai jualnya lebih tinggi. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya regulasi Pergub Nomor 43 Tahun 2020 terkait Bela dan Beli Produk Lokal.
“Industrialisasi hanya bisa dilakukan dengan afirmasi bangga menggunakan produk lokal,” tegas Bang Zul. ***
OPD Pemprov NTB Diminta Lengkapi Data Sektoral
Dalam Focus Group Discussion (FGD ) dalam Angka 2023, Kadis Kominfotik NTB berharap seluruh OPD memahami pentingnya melengkapi data sektoral
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Najamuddin Amy mengajak seluruh OPD segera melengkapi data sektoral yang diminta.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD ) Publikasi Provinsi NTB Dalam Angka 2023 di Hotel Prime Park & Convention Lombok, Kamis (16/02/23).
“Kami harap seluruh OPD segera menyelesaikan data-data sektoral yang diminta agar segera di benahi, di telusuri, di lengkapi, dengan begitu kita akan cepat berkontribusi untuk melahirkan buku data dalam angka yang akan di terbitkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik Provinsi NTB,” ungkap Najamuddin.
Sebagaimana diketahui, data merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui perkembangan suatu daerah. Data sangat penting untuk di mengerti dan dikuasai jika ingin menguasai suatu perubahan.
“BPS sungguh sangat luar biasa memberikan kontribusi yang patut kita apresiasi bersama. Kontribusi nyata yang kita lihat, misalnya adalah setiap selesai nasional dan internasional event dilaksanakan mulai dari WSBK pertama hingga MXGP Samota, selalu ada hasil yang diberikan sehingga rasa kepercayaan diri di NTB ini sudah on the track, kemudian disampaikan hal-hal yang baik bagi masyarakat kita”, tambahnya.
Hingga saat ini melalui data, NTB memiliki 9 internasional event yang masuk ke dalam karisma event Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ini adalah jumlah yang paling banyak dari beberapa daerah di Indonesia.
Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM juga menjelaskan bahwa peran data sektoral sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Beberapa contoh rilis data BPS yang bisa digunakan untuk bahan penyusunan perencanaan pembangunan dengan didukung data sektoral yang relevan.
Misalnya Hasil Long Form Sensus Penduduk (SP) 2020. Untuk Indikator Fertilas, Total Fertility Rate (TFR) Provinsi NTB Hasil Long Form SP2020 menurun dalam lima dekade terakhir. Sensus penduduk 1971 mencatat angka TFR sebesar 6.66 yang berarti seorang perempuan melahirkan 6-7 anak selama masa reproduksinya.
Sementara Long Form SP2020 mencatat TFR sebesar 2.43, yang berarti hanya sekitar 2-3 anak yang dilahirkan perempuan selama reproduksinya.
Sedangkan untuk indikator Mortalitas, Infant Mortality Rate (IMR) menyebutkan Angka Kematian Bayi (AKB) menurun signifikan dari 48 per 1000 kelahiran hidup dari sensus penduduk 2010 menjadi 24.64 per 1000 kelahiran hidup pada Long Form SP2020. Perbaikan sarana dan pra sarana kesehatan serta meningkatnya kualitas hidup perempuan di NTB membuat anak yang baru lahir semakin mampu bertahan hidup.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST, dan jajarannya, Forkopimda KSB, Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, Kadis PUPR NTB Ridwan Syah, Kadis DKP, Kadis Sosial, Kalak BPBD, Kaban BRIDA dan Tim dari PT AMNT.
“Berkat kerjasama dan sinergitas seluruh stakeholder kita bisa gerak cepat untuk bisa terjun langsung melihat kondisi terkini masyarakat di KSB,” tutur Bang Zul.
Sebagaimana yang diketahui, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu malam hingga Senin dini hari.
BPBD NTB dan Dinas Sosial Provinsi NTB telah standby sejak semalam agar memastikan masyarakat aman, berkoordinasi cepat dengan Pemda dan TNI Polri serta memastikan bantuan untuk korban terdampak banjir tersedia dan segera tersalurkan
BPBD Provinsi NTB melakukan Koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca, Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB melakukan penyebaran informasi melalui Medsos, BPBD Kabupaten Dompu melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan kaji cepat serta koordinasi dengan stekholder terkait dan Pemerintah Desa terdampak untuk penanganan lebih lanjut.
Pada periode musim hujan yang masih berlangsung di NTB saat ini, masyarakat diharapkan dapat terus waspada adanya bencana hidrometeorologis.
Potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi secara tiba–tiba dan bersifat lokal. Seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir. Masyarakat juga dihimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. ***
Banjir Taliwang, Bang Zul Terjun Langsung Bantu Korban
Korban yang terdampak banjir di Taliwang, Sumbawa Barat dibantu selimut, sembako makanan siap saji dan keperluan darurat lainnya
KSB.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah memberikan bantuan secara langsung kepada para korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Brang Rea dan Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/02/23).
Namun, kondisi terakhir banjir yang menggenang sudah mulai berangsur surut. ***
Parpol Pendatang Baru, Sulit Dapat Dukungan di Pemilu 2024
Parpol pendatang baru butuh kerja extra ordinary, Mi6 prediksi Pemilu 2024 di NTB menjadi sangat sulit bagi parpol pendatang baru
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemilu 2024 tidak akan mudah bagi partai politik pendatang baru. Kursi DPR RI dari NTB diyakini masih akan digenggam oleh partai pemegang parlementary threshold saat ini.
Sementara partai pendatang baru, ajang pertarungan mereka diyakini hanya di level DPRD kabupaten dan DPRD Provinsi.
Prediksi peroleh kursi itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Senin (13/02/23).
“Masyarakat sekarang sudah semakin dewasa dalam menilai partai politik. Pemilih sudah cerdas. Pemilu 2024 akan menjadi sangat sulit bagi partai pendatang baru, apalagi untuk partai yang fakir investasi sosial,” kata Bambang Mei.
Mantan ekskutif Walhi NTB dua periode yang karib disapa Didu ini menegaskan, partai politik pendatang baru yang meraih dukungan hanya mengandalkan nama besar dari tokohnya, akan terjebak romantisme masa lalu.
Jika tidak mengimbanginya dengan kerja mesin partai yang masif dan luar biasa.
Didu menilai, kini ada parpol pendatang barutarget tinggi, sebetulnya mudah dinilai oleh publik.
Sebagai sebuah wacana sah-sah saja. Namun, khalayak sudah punya kalkulasi tersendiri, terhadap apa yang realistis dan yang bombastis.
“Partai baru jelas membutuhkan kerja-kerja mesin partai yang benar-benar extra ordinary. Dan sudah sangat jelas, butuh sumber daya untuk memastikan hal tersebut,” ujar Didu.
Investasi sosial menjadi pembeda yang jelas antara partai politik pendatang baru dengan yang lebih dulu eksis.
Kalau ada investasi sosial dari partai pendatang baru, pastilah dimulai baru-baru saja.
Sementara partai yang telah lebih dulu eksis, telah melakukannya dalam jangka waktu yang lama, dan menjangkau masyarakat luas.
Menurutnya, dalam konteks politik, tak akan ada investasi sosial yang sia-sia. Parpoli dengan tokohnya yang lebih banyak berbuat untuk masyarakat, akan mendulang insentif elektoral yang lebih besar dibanding partai yang baru.
Apalagi bagi partai yang hanya baru akan melakukan investasi sosial.
Didu menilai, perebutan kursi DPR RI pada Pemilu 2024 tak akan banyak kejutan. Sebanyak delapan kursi DPR RI di Pulau Lombok dan tiga kursi DPR RI di Pulau Sumbawa, masih akan digenggam Parpol yang lolos ambang batas parlemen pada pemilu lalu.
“Kalaupun ada pergeseran, saya kira, pergeserannya pada figur. Tapi pemilik kursi masih akan milik partai yang sama,” kata Didu.
Sebagaimana diketahui, delapan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok saat ini menjadi milik Partai Gerindra, Golkar, PKS, PDIP, PPP, Demokrat, PKB, dan NasDem. Tiga kursi Dapil Pulau Sumbawa milik Gerindra, PKS, dan PAN.
Partai-partai tersebut adalah partai yang lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2019.
“Jika kini ada 17 parpol yang telah dinyatakan lolos menjadi peserta Pemilu 2024, dan tidak ada penambahan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, lalu kursi yang mana lagi yang akan diambil parpol pendatang baru?” tandas Didu.
Meski begitu, Didu tak ingin membunuh harapan. Apalagi jika memperhitungkan Pemilu 2024 akan didominasi pemilih muda.
KPU sudah memprediksi, Pemilu serentak dua tahun mendatang itu akan ada 107 juta pemilih muda dengan rentang usia 17-40 tahun. Jumlah tersebut setara dengan 53-55 persen pemilih.
Parpol yang lolos ambang batas parlemen juga menyadari hal tersebut. Sehingga mereka juga sudah mulai menggarap para pemilih muda bukan hanya saat ini.
Hal yang sama, partai politik yang lama juga sudah selangkah lebih maju dibanding partai pendatang baru.
Karena itu, gelanggang partai pendatang baru pada Pemilu 2024 sesunggunya bukan pada perebutan kursi DPR RI dari Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Namun, dia menilai parpol baru akan banyak memberi kejutan pada level perebutan kursi DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.
“Untuk partai pendatang baru, menempatkan kadernya di DPRD kabupaten/kota, atau di DPRD provinsi tentu akan menjadi sebuah cara terbaik untuk eksis dan menyiapkan investasi sosial yang lebih masif,” katanya.
Efek Ekor Jas
Di sisi lain, Didu menanggapi kemungkinan partai pendatang baru akan mendapatkan efek ekor jas atau coat-tail effect saat mereka ikut berdiri pada barisan partai yang mencalonkan kandidat presiden yang potensial memenangi kontestasi.
Apalagi, Pemilu Legislatif juga digelar berbarengan dengan Pemilu Presiden pada 14 Februari 2024.
Menurutnya, coat-tail effect selama ini memang terbukti mampu memberi kontribusi berupa insentif elektoral bagi partai politik. Namun, tak semua partai bisa mendapatkan hal tersebut meski mencalonkan figur yang sama di Pilpres.
Contoh pada Pilpres 2019, Joko Widodo yang merupakan kandidat yang paling poluler dan dicalonkan oleh banyak partai politik. Tidak semua partai politik yang mencalonkan Jokowi tersebut mendapatkan efek ekor jas.
Terbukti, empat partai politik pendukung Jokowi yakni PSI, Perindo, Hanura, dan PBB, tidak lolos parlementary threshold.
Begitu pada parpol yang mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presiden. Efek ekor jas jelas menjadi milik Partai Gerindra.
Sementara partai pendukung lainnya, meski mendapatkan efek namun efeknya sangat kecil.
“Hal yang sama masih akan terjadi dalam Pemilu 2024. Efek ekor jas, masih akan menjadi pemilik partai pengusung utama, bukan partai pendukung. Publikasi sejumlah survei sudah menunjukkan gejala tersebut,” kata Didu.
Karena itu, cara terbaik mendapatkan dukungan dari para pemilih dalam Pemilu 2024 bagi partai pendatang baru adalah dengan menggerakkan mesin partai secara massif.
Bukan sebaliknya, belum apa-apa tapi malah mempertontonkan saling sikut sesama elite partai.
“Kalau belum apa-apa sibuk berkelahi, sudah pasti ada sisi yang hilang. Dan akan menjadi celaka, jika yang hilang itu adalah bilangan yang besar,” katanya. ***
Angkat Marwah Kota Bima melalui Olahraga
Pengusaha muda Iman Suryo Wibowo, mendirikan klub futsal, dipersiapkan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 untuk angkat marwah daerahnya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Iman Suryo Wibowo, salah satu pengusaha muda Kota Bima yang sukses, yang berupaya mengangkat marwah daerahnya.
Kini Iman terjun langsung membina olahraga dengan mendirikan klub futsal dan memimpin Asosiasi Futsal Kota Bima.
Buat Iman, olahraga adalah jalan mempersatukan warga sekaligus merupakan kiat terbaik menggerakkan ekonomi daerah.
“Masyarakat Bima ini gila bola. Larinya oke. Mainnya oke. Jadi sangat gemar sepak bola,” kata Iman, dalam perbincangan, Minggu (12/02/23).
Iman kini sedang disibukkan mempersiapkan kontingen Futsal Kota Bima menuju laga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023.
Ajang olahraga multievent paling bergengsi di NTB tersebut akan dibuka pada 18 Februari mendatang di Kota Mataram, di mana Kota Bima memasang target tinggi pada Cabor Futsal. Kota Bima ingin meraih medali emas.
Iman pun memantau langsung secara intensif latihan yang dilakukan tim.
“Dalam sepekan, latihan dilakukan selama enam hari. Dalam sehari, latihan digelar selama empat jam.Ada latihan sesi pagi dan sesi latihan malam. Masing-masing sesi dua jam,” kata Iman.
Owner PT Ulet Jaya, sebuah holding company yang membawahi lebih dari 20 unit bisnis di Kota Bima ini mengemukakan, latihan untuk mengasah teknik dan taktik.
Untuk menjaga fisik pemain, pihaknya sengaja tidak melakukan pertandingan melawan tim atau klub lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pemain yang cedera.
“Kami juga latihan di pantai. Kami benar-benar fokus pada target untuk meraih medali emas,” kata Iman.
Pengusaha muda kelahiran 1986 ini dikenal warga Kota Bima sebagai penggemar berat sepak bola. Kini ia banyak mencurahkan tenaganya klub futsal miliknya yang masyhur di Kota Bima. Klub futsal binaannya malang melintang dalam kompetisi futsal di Bumi Gora.
Secara khusus, Iman juga membangun dua lapangan futsal di Kota Bima yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk semua itu.
Menurutnya, pengembangan olahraga butuh pengorbanan besar, termasuk dari sisi finansial. Namun ia meyakini, tak ada investasi pemberdayaan masyarakat yang hasilnya sia-sia.
Ia bangga, seorang pemain futsal Kota Bima turut mengharumkan nama NTB di ajang PON XX Papuayang dihelat pada Oktober 2021. Pada ajang tersebut, Tim Futsal NTB meraih medali perunggu.
Di luar itu, ia juga memberi perhatian pada pembinaan sepak bola usia dini di kotanya. Dalam waktu dekat, Iman akan mendirikan akademi futsal.
Akademi yang akan dibesutnya merupakan franchise dari Akademi Futsal V8, sebuah akademi yang didirikan legenda fustal Indonesia, Vennard Hutabarat.
“Sebentar lagi insya Allah sudah penandatanganan MoU,” ungkap Iman.
Menurutnya, jika hanya menyandarkan pengembangan pada kompetisi, baik futsal maupun sepak bola di Kota Bima tak akan pernah berkembang.
Dengan akademi ini, akan menjaring bakat-bakat sepak bola terbaik dari Kota Bima semenjak dini, lalu mengenalkan dan mendidik mereka dengan kultur sepak bola modern.
“Nanti anak-anak usia SD skillnya kita didik dan kita asah di akademi. Sehingga begitu menginjak usia SMP saja, mereka sudah jadi pemain yang bagus,” kata Iman.
Dengan hadirnya akademi dan kompetisi reguler yang profesional, bakat besar yang dimiliki anak-anak muda maka kelak Kota Bima akan menjadi salah satu daerah yang memasok pemain-pemain tim nasional.
Sebuah kebanggaan dan marwah yang tak ternilai bagi seluruh masyarakat Kota Bima yang dijuluki “Kota Tepian Air” ini.
Iman meyakini, betapa olahraga adalah media perekat yang bisa mewujudkan kebersamaan. Olahraga yang dikelola secara profesional pada akhirnya akan mampu menghadirkan kebanggaan dan prestasi bagi daerah.
Pada akhirnya pula akan menghadirkan pula kebaikan bagi masyarakat, bagi pemerintah, dan bagi semua pihak.
“Olahraga memiliki nilai-nilai universal. Olahraga itu mempersatukan,” kata Iman.
Di sisi lain, olahraga juga menghadirkan kemanfaatan ekonomi yang besar bagi masyarakat dan daerah.
Daya akomodasi olahraga sangat strategis karena bisa menggeliatkan dan mengakselerasi sektor lain dalam proses pembangunan daerah. Olahraga kata Iman, bisa menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi daerah.
Paguyuban Bikers
Selain aktif membina pengembangan futsal, di Kota Bima, Iman juga aktif membina komunitas penggemar sepeda motor yang tergabung dalam klub-klub bikers.
Saat ini, Iman menjadi Pembina Paguyuban Bikers Bima (PBB). Paguyuban tersebut secara resmi berdiri pada 25 September 2022.
“Paguyuban ini menaungi 17 klub di Kota Bima dan juga di Kabupaten Bima,” katanya.
Dokumen dan plakat peresmian paguyuban ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwista Kota Bima, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, dan Kasat Lantas Polres Bima Kota.
Paguyuban ini kata Iman, dihajatkan hadir untuk memberi kemanfaatan yang besar bagi masyarakat.
Paguyuban ini aktif melakukan kegiatan sosial, menggalang dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang tidak mampu.
Secara rutin, paguyuban ini bersama Polres Bima Kota dan Polres Bima, tiap dua bulan membagikan dua lusin helm berstandar nasional Indonesia kepada masyarakat.
Pembagian helm SNI tersebut, sebagai bagian dari aksi nyata untuk terus mengajak masyarakat mengedepankan keselamatan berkendara.
Dengan cara memperhatikan seluruh kelengkapan berlalu lintas sesuai standar nasional, dan memperhatikan dengan seksama rambu-rambu lalu lintas.
Iman menekankan, paguyuban ini memang dihajatkan bukan sebagai sarana menyalurkan hobi belaka. Namun, hadir untuk berkontribusi pada masyarakat dan mendongkrak pula pembangunan daerah.
Dalam hal mengakselerasi pembangunan daerah, paguyuban ini secara rutin menggelar touring yang diikuti pula oleh berbagai komunitas motor. Touring tersebut dilakukan ke lokasi-lokasi wisata, yang akan menjadikan lokasi wisata terekspos sehingga akan menarik minat wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Selain itu, para bikers bersama komunitas lainnya biasanya suka berpetualang dan mencari suatu lokasi baru yang memiliki potensi wisata.
Tentunya kata Iman, hal tersebut akan membantu pemerintah dan juga warga masyarakat sekitar lokasi dalam hal kepariwisataan dan perekonomian.
“Sembari menyalurkan hobi, kami juga ingin berkontribusi tiada henti bagi masyarakat dan juga kemajuan ekonomi daerah,” kata Iman. ****