PKK Diajak Perbanyak Gerakan Tangani Stunting

Wagub NTB mengatakan, mulai Maret ASN secara sukarela menyumbang telur, dan peran PKK meyakinkan sumbangan telur itu sampai ke anak stunting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat diajak perbanyak gerakan dalam menangani stunting.

Hal itu disampaikan  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi Pita Putih Indonesia di ruang kerjanya, Senin (27/02/23).

BACA JUGA: Disabilitas Harus Diberi Ruang dan Dukungan L;ingkungan

Ketua TP PKK akan melakukan gerakan tangani stunting

“Karena kita sudah on the right track, yang harus kita fokuskan sekarang yaitu kualitas yang di desa dan dusun. Dan kuncinya memang kini gerakan, karena hampir semua sudah kita ikhtiarkan,” jelas Wagub NTB.

Saat ini yang dibutuhkan bagaimana Kabupaten sampai Desa dusun satu irama. Pertama, pemberian tablet tambah darah, itu sudah ada program nya, program untuk SMA SMK dan ibu hamil.

Kedua, program bakti stunting yang mana menggerakkan anak-anak SMA SMK SLB ini untuk menyumbangkan telur seikhlasnya.

Diharapkan Pemprov NTB mulai Maret ini melakukan gerakan dari ASN secara sukarela menyumbang, koordinasi dengan OPD masing-masing seikhlasnya yang penting konsisten. Tidak ada paksaan.

Gerakan sumbang telur ini butuh pengawasan, melalui Dinas Kesehatan kemudian Kepala Puskesmas menyalurkan ke Posyandu hingga kader. Disinilah peran PKK, bisa membantu meyakinkan sumbangan telur itu sampai ke anak stunting.

“Sekarang posyandu itu menjadi sesuatu yang dipentingkan, orang mulai senang datang ke posyandu, mulai merasa dengan mengaktifkan posyandu begitu banyak yang terbantukan . Sekarang tinggal teknisnya saja kasi penambah darah, telur dan edukasi, sekali lagi kuncinya itu komitmen,” tegas Ummi Rohmi 

Kini yang harus dilakukan juga bagaimana meyakinkan pendamping desa, menyiapkan peralatan standar posyandu, seperti timbangan elektrik. Kemudian training kader secara besar, PMT dan Pokjanal berbasis desa. 

Sehingga dengan intervensi yang benar, posyandu dan kader aktif, stunting tidak perlu dibuat stress, asalkan sistem sudah berjalan baik. 

Sementara itu Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah juga menyampaikan, gerakan seperti ini memang harus didorong sehingga menyempurnakan program-program yang sudah berjalan. Koordinasi dan sinergi sangat dibutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri juga menyebutkan kini faktor terbesar setelah mengintervensi ada di ibu hamil, Jadi harus terbebas dari anemia dan ibu hamil harus sehat.

BACA JUGA: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan dan PMT Anak Stunting

“Kontribusi ibu hamil tidak anemia adalah untuk mencegah anak stunting,” katanya.

Selain protein hewani seperti telur harus dijaga agar benar-benar sampai ke anak stunting yang harus dijaga ketat, intervensi lingkungan yang sehat juga sangat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan. ***

 

 




Aksi Solidaritas Sosial dan Kemanusiaan Rachmat Hidayat 

Rachmat Hidayat melakukan aksi menyiram bantuan di Loteng, dari bantuan Kubah Masjid, bantuan UMKM  hingga bagi kursi roda

LOTENG.LombokJournal.com ~ Roadshow Pemberian Bantuan Sosial dan Kemanusiaan dilakukan Anggota DPR RI dapil Lombok dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat  

Kini giliran masyarakat Lombok Tengah disiram  berbagai macam paket Bantuan Sosial dan Kemanusiaan.

Mulai bantuan Kubah Masjid, Pembangunan Gedung Serba Guna Kantor Desa, rabat jalan desa, bantuan kendaraan operasional untuk Tulus Angen Community,  RKB Ponpes, 50 unit RTLH , Hand Traktor, bantuan UMKM hingga bagi Kursi Roda untuk Disabilitas. 

BACA JUGA: Porprov NTB XI Ditutup, Kota Mataram Juara Umum

Rachmat Hidayat membagi bantuan mulai bantuan UMKM hingga kursi roda

Di hadapan unsur perangkat desa dan masyarakat, Rachmat Hidayat menyerahkan bantuan kubah masjid Darussalam senilai 278 juta, yang bersumber dari Dana Aspirasinya bekerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH ), di dusun Dasan Makmur,  Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Sabtu (25/02/23). 

“Untuk tehnis pengerjaannya bantuan kubah masjid ini akan ditangani oleh NU Care – LazisNU. Silahkan nanti dari BPKH berkoordinasi dengan pihak desa atau kadus. Dari DPR RI akan melakukan pemantauan dan pengawasan untuk memastikan program tersebut berjalan baik,” kata Rachmat Hidayat. 

Di Forum Resesnya ini ia mempermaklumkan untuk Pemilihan Legislatif 2024 mendatang, Ruslan Turmuzi diperintahkan pindah Dapil ke Utara. 

Menurut Rachmat,  Ruslan Turmuzi sudah 25 tahun di Dapil Selatan Lombok Tengah, dan sudah ratusan milyard yang dikeluarkan Ruslan Turmuzi untuk memberdayakan dapilnya. 

“Untuk Pileg 2024 mendatang, Ruslan Turmuzi akan maju jadi caleg Propinsi dari dapil Utara, agar masyarakat dapil utara lombok tengah bisa diberdayakan dan dibantu oleh Ruslan Turmuzi malalui program aspirasinya maupun program bantuan sosial lainnya,” kata Rachmat. 

Diinformasikan, untuk program Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) tahun 2023 ini akan mengalokasikan 50 Unit RTLH untuk Masyarakat Lombok tengah. 

BACA JUGA: Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

“Dari 50 unit RTLH untuk Loteng, 25 Unit RTLH saya alokasikan untuk masyarakat dusun dasan makmur ditempat kita berpijak ini,” tegas Rachmat yang disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir. 

Rachmat juga menjanjikan, dalam waktu dekat siap membangunkan gedung serba guna di Kantor Desa Aik Darek, agar bisa dipakai  berbagai keperluan warga desa nantinya. 

“Saya siap bangunkan Gedung Serba Guna di kantor desa Aik Berik , asal bangunannya di cat warna merah dan bantuan UMKM untuk pedagang kecil,” kata Rachmat yang disambut anggukan Kepala Kades Aik Darek, Abdur Rasid.

Sementara itu tanya sesi tanya jawab ada beberapa warga dan perangkat desa yang antusias mengajukan pertanyaan dan permohonan bantuan untuk pemberdayaan. 

Kepala Desa Aik Darek, Abdur Rasid melaporkan, Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan, Ruslan Turmuzi sudah memberikan bantuan dana tunai untuk rambat jalan sepanjang 200 meter.

“Meskipun baru kenal dengan beliau, tapi Bapak Ruslan Turmuzi langsung bertindak tanpa banyak bicara untuk membantu warga desa Aik Berik,” ucap Abdur Rasid.

Ia minta maaf karena warga yang hadir di acara reses terhalang oleh hujan, meskipun faktanya warga yang hadir ratusan orang. 

Sementara Ketua Yayasan Islahul Anam, Haji Basirah mengutarakan, sejak dari dulu warga Desa Aik Berik welcome kepada siapapun yang datang di desa ini. 

Karena itu pada Pemilu 2019 kemarin, pilihan masyarakat Desa Aik Berik bersifat majemuk. Haji Basirah mengakui PDI Perjuangan di desa Aik Berik terlihat asing. 

“Kami baru tahu saat ini kalau PDIP ada wakilnya di DPRD Kabupaten,” imbuhnya.

Haji Basirah kemudian menginformasikan proses belajar mengajar di Yayasan Islahul Anam yang terkait dengan sarana dan prasarana praktek lapangan. 

“Kami mohon bisa dibantu untuk hand traktor  agar bisa pakai praktek lapangan oleh siswa,” pinta H. Basirah. 

Terhadap permintaan H. Besirah tersebut, Rachmat Hidayat langsung telpon untuk di adakan bantuan hand traktor agar bisa segera untuk praktek.

“Dalam waktu dekat ini hand traktor segera dikirim ke Yayasan Iskahul Anam,” ujar Rachmat. 

Sementara itu, Kelompok Pemuda Kreatif yang di wakili oleh Bajang Toni dari Tulus Angen Community menginformasi, saat ini lembaga nirlaba yang ia pimpin sudah melakukan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan secara mandiri, dengan cara menggalang dana masyarakat melalui Medsos. 

BACA JUGA: Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Eupiah ke Wilayah Terpencil

“Yayasan Tulus Angen Community saat ini sudah membangun 20 Rumah layak huni di Lombok Tengah dan 2 di lombok barat yang diperuntuk untuk kaum miskin, yatim piatu, difabel maupun kebutuhan khusus lain,” ucap Bajang Toni. 

Mendengar paparan kerja kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Tulus Angen tersebut, Rachmat Hidayat langsung menjanjikan bantuan  kendaraan operasional yang bersumber dana aspirasinya. 

“Apa yang dilakukan Yayasan Tulus Angen membantu sesamanya patut diapreasi dan di atensi agar semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong tetap terjaga,” tutur Rachmat Hidayat. 

Ditempat yang sama Rachmat Hidayat juga memberikan bantuan kursi roda untuk penderita disabilitas dari Desa Karang Sidemen, Lombok tengah atasnama Herjan. 

Lelaki yang beralamat di Desa Karang Sidemen Bawak itu nampak berbahagia menerima sumbangan kursi roda dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat. 

“Terima Kasih Bapak Rachmat Hidayat. Saya sudah puluhan tahun memimpikan dapat kursi roda ini agar hidup saya lebih berarti,” ujar Herjan dengan ekspresi wajah berseri-seri

Di akhir acara seremonial penyerahan bantuan aspirasi, Rachmat meminta Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi untuk memberikan tauziah dan pemcerahan kepada warga desa yang hadir. 

Menurut Suhaimi, hari ini orang baik mulai hilang. Masyarakat pun mulai skeptis bahwa masih ada orang baik, apalagi didalam politik. 

Nah di tengah semakin menipisnya  jumlah orang baik,masih ada manusia bernama H. Rachmat Hidayat, sudah 40 tahun jadi anggota DPR, konsisten. Al Istiqomah Khairun min Alfi karomah,  konsisten lebih baik dari seribu kemuliaan.

“Sebagai pilihan berdasarkan track record dan kapasitas yang telah telah teruji, tentu H Rachmat Hidayat adalah pilihan yang sangat logik, rasional dan benar,” kata Suhaimi. 

Selanjutnya Suhaimi mengatakan Al insanu Abdul Ihsan, manusia itu adalah budak kebaikan. Sudah fitrah manusia untuk patuh, tunduk memperbudak diri,kepada siapa yang baik kepadanya. 

Karena itu bila anda ingin memimpin orang banyak, tidak cukup cuma menjadi shaleh dan pintar,tapi juga harus baik.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Apresiasi Atlet Porprov dari Kota Mataram

“Sosok H. Rahmat Hidayat adalah contoh nyata tentang ini. Sekalipun tidak banyak spanduk dan  baliho, tidak pernah transaksional vulgar ketika pemilu. Tapi karena dia baik dan  Istiqomah melakukan itu, terbukti sudah 40 tahun dia menjadi anggota DPR. Al insanu Abdul Ihsan,” kata Suhaimi disambut tepukan meriah hadirin. (*) 

 

 




Porprov XI NTB 2023 Ditutup, Kota Mataram Juara Umum

 Wagub Ummi Rohmi mengucapkan selama kepada Kota Mataram yang menjadi juara umum Porprov XI 2023

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XI Tahun 2023 resmi ditutup Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di GOR Turide Mataram, Minggu (26/02/23).

Wagub mengapresiasi suksesnya gelaran Porprov XI NTB. 

BACA JUGA: Cabor Renang Porprov NTB Tak Ada Kesalahan atau Excellent

Tarian Gendang Beleq mewarnai penutupan Porprov XI

Dikatakan, suksesnya pelaksanaan Porprov XI mampu membangkitkan rasa cinta kepada daerah Nusa Tenggara Barat.

“Porprov ke 11 berlangsung dengan sukses. Luar biasa! Betapa pekan olahraga ini mampu membangkitkan cinta kita kepada Nusa Tenggara Barat,” tuturnya.

Menurutnya, para atlit yang mengikuti Porprov XI merupakan pahlawan olahraga daerah. Diharapkan para pemenang yang akan mewakili NTB pada ajang Pekan Olahraga Nasional 2024 (PON XXI/PON ACEH-SUMUT 2024) dapat memberikan kontribusi terbaiknya. 

Wagub mengaku optimis, target 20 emas yang telah ditetapkan KONI NTB dapat diraih dengan semangat kerja keras bersama.

BACA JUGA: Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

Tak lupa, Ummi Rohmi mengucapkan selamat kepada Kota Mataram yang keluar sebagai juara umum untuk ke-tiga kalinya. 

Kota Mataram berhasil keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan sebanyak 338 medali. Rincian medali yang diraup Kota Mataram yaitu 152 medali emas, 102 medali perak dan 84 medali perunggu.

Perolehan medali di Porprov XI DIDOMINASI kOTA mATARAM
Perolehan Medali Porprov NTB XI

 

Sementara itu, Kabupaten Dompu berhasil menempati urutan kedua dengan meraih 160 medali di antaranya 43 medali emas, 53  medali perak dan 64 medali perunggu. 

Disusul Kabupaten Lombok Timur menempati juara ketiga dengan mengumpulkan 159 medali. Sebanyak 41 medali emas, 51 perak dan 67 perunggu.***

BACA JUGA: Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil




Summit Institute for Development Diminta Integrasikan Data

 Summit Institute for Development (SID) diminta Wagub NTB bekerja sama mengintegrasikan data Posyandu dan data kesehatan masyarakat yang sudah ada di desa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Summit Institute for Development (SID) diminta bekerja sama menyempurnakan aplikasi SIP (Sistim Informasi Pelayanan) dan aplikasi BUNDA, agar maksimal mengintegrasikan data Posyandu secara khusus, dan data kesehatan masyarakat di desa umumnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Hotel Astoria, Senin (27/02/23).

BACA JUGA: Disabilitas Harus Diberi Ruang dan Dukungan Lingkungan

Wagub minta Summit Institute for Development bekerjasama mengintegrasikan data kesehatan

“SID sekiranya bisa duduk bersama dengan stakeholders terkait, bagaimana mengintegrasikan aplikasi SIP yang sudah ada agar bisa berfungsi maksimal,” pesan Ummi Rohmi. 

Menurutnya, pendataan kesehataan yang baik dari dusun melalui Posyandu dapat memudahkan Puskesmas dalam pendataan di tingkat desa. 

Jika data kesehatan bisa dipetakan skala dusun dan desa, maka permasalahan kesehatan yang ada bisa lebih jelas dilihat. Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah yang tepat dan cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Jika memiliki data yang valid maka akan mudah menentukan lokus permasalahannya sehingga penyelesaian bisa lebih tepat sasaran,” jelas Wagub. 

SID berdiri tahun 2007 

Di tempat sama, Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati menyampaikan, Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau Summit Institute for Development (SID) merupakan lembaga nirlaba berstandar global. 

SID memulai kegiatan sejak tahun 2000-2004 di Lombok dengan pemberian tablet multiple mikronutrien (MMS) kepada 42.000 ibu hamil. 

SID resmi berdiri pada tahun 2007 untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak

“Kami telah memulai riset dan kegiatan sejak tahun 2000 di Lombok untuk kesehatan ibu dan anak” jelasnya.

Yuni Dwi Setiyawati mengatakan, program SID bersama mitra Pemda Lombok Barat yakni pengembangan sistem informasi kesehatan. Pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak berbasis digital. 

BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Serta program peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan. 

“Program yang kami laksanakan yakni peningkatan kesehatan ibu dan anak dan pengembangan SDM kesehatan dan non kesehatan” ungkapnya.***

 




Disabilitas Harus Diberi Ruang dan Dukungan Lingkungan

Para penyandang disabilitas bisa diasah kemampuannya, sebab mereka juga punya kemampuan dalam keterbatasannya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Mataram merayakan ulang tahun ke 18 dengan semangat Increadible bermakna Inklusif, Kreatif, Berdikari dan Berliterasi. 

Para penyandang disabilitas punya kemampuan bila diberi ruang

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah  mengatakan, para penyandang disabilitas tak berarti tak memiliki kemampuan dalam keterbatasan mereka. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

“Mereka bisa diasah asalkan diberikan ruang dan lingkungan yang mendukung agar memiliki tempat di masyarakat sesuai kemampuan mereka,” ujar Wagub di halaman SLB Negeri 1 Mataram di Ampenan, Kota Mataram,  Senin (27/02/23). 

Rangkaian kegiatan HUT SLB Negeri 1 ke 18 yang dihadiri Wagub dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr H Aidy Furqon dimeriahkan dengan penampilan seni dan pameran hasil kerajinan. 

Selain itu, Kadis Dikbud mewakili Wagub menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak. Diharapkan, deklarasi ini yang dalam beberapa poin mencegah kekerasan, narkotika, bersih sehat, hijau dan inklusif dapat terwujud. ***

BACA JUGA: Masyarakat Harus Stop Diskriminasi Disabilitas, Ini Kata Wagub

 




Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

Rencana revitalisasi pelabuhan penyeberangan pelabuhan Lembar harus tetap memberi kesempatan pedagang kecil bisa memperoleh penghasilan di sekitar pelabuhan

LOBAR.LombokJournal.com ~ Pedagang kecil di Pelabuhan Lembar harus tetap diperhatikan, memberi kesempatan mereka bekerja dan memperoleh pendapatan di sekitar pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Pemerintah Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mewakili Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam acara  Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan PT. ASDP Indonesia (Persero) tentang Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Lembar, di Aula Becingah Lombok Barat, Jumat (24/02/23).

BACA JUGA: Pelabuhan Penyeberangan Lembar akan Dikembangkan

Bupati Lobar dan Dirut PT ASDP telah menandatangani MoU tentang revitalisasi pelabuhan Lembar

“Terkait penempatan ini bagaimana yang terbaik agar semua pihak menjadi lebih baik. Kapal-kapal kita menjadi bersih, penumpang tidak terganggu, dan masyarakat tetap bisa mendapatkan pekerjaan dan pendapatan di sekitar pelabuhan,” tutur dr. Eka.

Revitalisasi yang akan dilakukan, diharapkan dr. Eka juga meningkatkan kontribusi terhadap daerah. Karena Pelabuhan Lembar adalah pintu masuk utama NTB dari laut.

Karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, dr. Ela mengucapkan terimakasih kepala Pemkab Lobar yang telah merelakan sebagian asetnya demi perbaikan pelabuhan lembar. 

“Kita harapkan pelayanannya kapal-kapal yang lebih nyaman dipakai sehingga pelayanan perhubungan laut bisa lebih baik,” tandasnya.

BACA JUGA: Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dishub NTB H Lalu Mohammad Faozal, serta Sekretaris Daerah Kab Lombok Barat, H. Ilham, S.Pd, M.Pd.***

 

 




Pelabuhan Penyeberangan Lembar Akan Dikembangkan

Penandatanganan MoU pengembangan pelabuhan Lembar dilakukan, karena semua pihak bertanggung jawab atas program strategis Nasional untuk NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah apresiasi atas Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan PT. ASDP Indonesia (Persero) tentang Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Lembar.

Hal itu disampaikannya saat menerima Silaturrahmi Direktur PT. ASDP Indonesia (Persero) bertempat di Aula Pendopo Wagub, Jumat (24/02/23).

BACA JUGA: Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

Wagub Ummi Rohmi mengapresiasi MoU tentang pengembangan pelabuhan Lembar

“Tentunya kita akan tanggung jawab atas program strategis Nasional untuk NTB karena semuanya itu untuk masyarakat,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Menurutnya, berkat kebersamaan, gotong royong semua pihak dan perhatian dari Pemerintah Pusat upaya menciptakan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat berlangsung terus menerus.

Sementara itu Direktur Utama PT. ASDP Indonesia, Ira Puspadewi menyampaikan pihaknya telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. 

Dan bagaimana revitalisasi pelabuhan yang memanfaatkan aset-aset yang insyaallah Allah akan dihibahkan ke pihak ASDP.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi juga baik kabupaten dan provinsi, semangatnya sama untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Dengan akses yang lebih baik maka pelayanan lebih unggul dan ekonomi menjadi berkembang. Ke depan akan ada beberapa area dikembangkan untuk UMKM.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Turut hadir mendampingi Wagub, Asisten ll Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi dan Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu Mohammad Faozal. ***

 

 




Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil

Dengan ekspedisi ini uang rupiah akan didistribusikan ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal di wilayah NTB

LOBAR.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur,  Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama dengan perwakilan Bank Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut, Korem, Polda dan stakeholder lain melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat menggunakan KRI Singa, di pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Jumat (24/02/23).

Ekspedisi itu akan singgah ke pulau Moyo, Pulau Bajo Pulau, Desa Pusu, Pulau Medang dan Pulau Maringkik untuk mendistribusikan uang rupiah ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal di wilayah NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Wagub NTB melepas ekspedisi rupiah pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat

Distribusi uang rupiah hingga ke pelosok memperkuat ekonomi Nusa Tenggara Barat. 

Terlebih dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang baik sebesar 7 persen di akhir tahun 2022 lalu. 

“Mudah mudahan dapat dipertahankan dengan kekompakan semua pihak, apalagi dengan program yang memastikan uang yang beredar berkualitas agar pemerataan sampai ke pelosok NTB,” ujar Wakil Gubernur NTB.  

Ketua Tim Ekspedisi, Marlison Hakim, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI mengatakan, mengingat pertumbuhan ekonomi NTB yang makin meningkat karena peredaran uang dan transaksi yang tinggi, ekspedisi menyasar pulau pulau terluar NTB dari target 17 propinsi dan 85 pulau. 

“Ini ekspedisi ketiga setelah Maluku dan Kalimantan Barat tahun ini. Rencananya, setiap tahun akan rutin melakukan ekspedisi ke NTB,” jelas Marlison. 

Sementara itu, Dadi Hartanto, Kepala Operasi Laut TNI AL mengatakan,  sinergi ini merupakan bentuk menjaga kedaulatan NKRI dengan bekerjasama melalui operasi rutin dan uang rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa dan negara. 

“Karena TNI memiliki sarana memadai untuk menjangkau seluruh wilayah NKRI dalam pemenuhan kebutuhan rupiah,” ucapnya. 

BACA JUGA: Rakor Perhubungan “Membangun Konektivitas Maritim”

Hadir pula dalam pelepasan ekspedisi Rupiah Berdaulat, Forkopimda NTB, Lanud, Polairud, Pelindo, para pimpinan bank, Asisten I, Karo Keuangan dan Kadis Kominfo NTB. *** 

 

 




Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Karo Perekonomian Pemprov NTB berharap, masyarakat melapor kalau ada yang menjual rokok yang ilegal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Upaya memberangus peredaran peredaran rokok ilegal makin digencarkan.. 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Bea Cukai Mataram gencar mensosialisasikan peredaran rokok ilegal kepada masyarakat luas termasuk Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI).

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH  menghimbau, masyarakat harus mengerti dan mampu membedakan antara rokok legal dan Ilegal, yang sudah banyak beredar dan diperjualbelikan di masyarat luas.

BACA JUGA: Wagub NTB, Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal

Pemprov NTB dan Bea Cukai Mataram sosialisasikan rokok ilegal

“Harapan kami masyarakat bisa membedakan, kemudian melaporkan ketika ada oknum-oknum yang ingin menjual rokok yang ilegal,” ungkap Wirajaya.

Ia mengatakan itu  saat mensosialisasikan gempur rokok ilegal, yang di rangkai senam bersama di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB,  Jum’at (24/02/23).

Menurut Wirajaya, peredaran rokok ilegal tersebut berdampak pada pendapatan daerah serta  merugikan negara. 

Setelah kegiatan sosialisasi diharapkan ada penambahan pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBCHT).

“Tahun lalu kita dapatkan sekitar tiga ratus dua puluh sembilan miliar,” katanya

Dari pihak Bea Cukai, Adi Harianto memaparkan, pabrik rokok yang legal harus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). 

Setelah menjelaskan ciri hingga cara mengenali rokok ilegal, ia mengajak semua yang hadir untuk bisa membedakan secara langsung dengan memeriksa contoh dari rokok-rokok yang disediakan.

“Tips pengenalan secara singkat ini harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-cirinya,” ungkap Adi

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat akan menindak tegas apabila ada oknum yang kedapatan memperjualbelikan rokok yang ilegal.

” Resikonya ada di kalian sendiri, apabila Polpp atau beacukai datang dan ditemukan di kios maka barang kalian akan ditarik, jadi hati-hati jangan tergiur harga murah,” jelas Adi

Selanjutnya untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal, pihak Bea Cukai Mataram menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat apabila menemukan atau mengetahui barang ilegal tersebut. 

BACA JUGA: Jelang WSBK 2023, Pemprov NTB Gelar Operasi Katarak Gratis

“Kita sudah siapkan nomor kontak untuk masyarakat yang ingin melapor, silahkan dihubungi di nomor 081807945000,”.kata Adi

Dalam Kegiatan turut hadir Asisten II setda NTB dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah. ***

 

 




Rehab 25 Rumah Dana Aspirasi Senilai 500 Juta Rampung.

Rachmat Hidayat gelontorkan dana 500 juta melalui program Dana Aspirasi dari Kementerian Sosial untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

LOBAR.LombokJournal.com ~ Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Aspirasi, digelontorkan Rachmat Hidayat untuk memugar 25 rumah warga di Lombok Barat atau Gumi Patut Patuh Patju.

Hari Rabu (22/02/23), Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu meninjau kondisi rumah-rumah yang dipugar itu. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Apresiasi Atlet Porprov dari Kota Mataram

Rachmat Hidayat gelontorkan dana aspirasi untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

Rumah-rumah yang dipugar itu lokasinya di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat. Di desa ini saja, 17 rumah milik janda tua tidak mampu, dipugar menjadi rumah layak huni. Dananya melalui program Dana Aspirasi Rachmat Hidayat sebagai Anggota DPR RI dari Kementerian Sosial. 

Masing-masing rumah tesebut mendapatkan dana Rp 20 juta.

“Rumah itu kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi kita semua. Saudara-saudara kita yang tidak mampu pun berhak atas rumah yang layak dan nyaman,” ujar Rachmat.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini mengatakan, ia senang bisa membantu meringankan beban hidup para janda yang tidak mampu tersebut. Rachmat menegaskan, janda yang tidak mampu wajid disantuni dan diberdayakan untuk memuliakan kehidupannya sesuai sunnatullah.

Ia termotivasi memberikan bantuan ke para perempuan kepala keluarga tidak mampu tersebut, karena kecendrungan populasi janda miskin di Lombok Barat terus meningkat setiap tahun. Tahun 2020 saja, jumlahnya sudah lebih dari 30 ribu.

Rachmat berjanji, akan meningkatkan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Pulau Lombok yang tidak mampu dan hidupnya memprihatinkan. Tak kecuali para perempuan yang kini menjadi kepala keluarga.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru untuk Ponpes di Lotim

“Tidak mungkin PDIP NTB sendirian menyelesaikan semua problem yang dihadapi masyarakat. Tapi setidaknya melalui program aspirasi ini menjadi stimulus meringankan beban pemerintah daerah dalam mengurangi problem kemiskinan warganya,” katanya.

Saat meninjau rumah-rumah yang dipugar itu, Rachmat didampingi Ketua DPD PDIP Lombok Barat, Lalu Muhammad Ismail yang juga Anggota DPRD Lombok Barat. Turut pula sejumlah Anggota DPRD Lobar dari PDIP seperti H Sardian.

Saat tiba di Desa Kebon Ayu, Rachmat disambut para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Barat dan sejumlah Kepala Dusun yang rumah warganya telah dipugar. 

Bersama-sama pejabat dari Kementerian Sosial, tim kemudian melihat sejumlah rumah yang pemugarannya telah rampung.

Kedatangan Rachmat disambut hangat para pemilik rumah. Pemilik rumah menyampaikan ucapan terima kasih. Buat mereka, perhatian besar yang diberikan Rachmat sungguh tak ternilai.

“Hidup kami sekarang sudah tenang dan nyaman,” kata salah seorang penerima bantuan yang rumahnya sudah rampung.

Inaq Narasah dari Dusun Penarukan Lauk, salah seorang penerima bantuan yang rumahnya juga dipugar mengatakan, dirinya senang kini bisa langsung bertatap muka dengan H Rachmat Hidayat yang telah membantu memugar rumahnya.

Dia bersyukur mendapat bantuan aspirasi dari politisi senior NTB tersebut. 

“Terima kasih Pak Haji Rachmat atas bantuan untuk rehab gubuk saya agar layak dihuni. Tyang tidak akan melupakan kebaikkan pelungguh,” ucap Inaq Narasah.

Rachmat pun menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih, tak layak untuk dirinya semata. Ucapan terima kasih dari masyarakat juga haruslah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. 

Termasuk Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang memberi ruang dan kesempatan sehingga ia bisa memperjuangkan bantuan bagi masyarakat di Pulau Lombok hingga terealisasi.

Ketua DPC PDIP Lombok Barat Lalu Muhammad Ismail menjelaskan, bantuan rehab rumah tersebut dikoordinasikan sepenuhnya dengan Kepala Desa Kebon Ayu mulai dari proses awal hingga pembangunan rehab rumah menjadi tuntas. 

Proses rehab telah dimulai semenjak Desember 2022.

Dalam pelaksanaannya, bantuan RST ini tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk bahan bangunan yang dibutuhkan sampai rehab rumah tuntas. 

Warga yang mendapat bantuan membentuk kelompok, dan Ketua Kelompok tinggal meminta bahan material yang dibutuhkan dengan berkoordinasi ke Kades Kebon Ayu.

“Ini untuk memudahkan penerima RST menyelesaikan renovasi rumahnya dan pelaporan administrasi penggunaan keuangannya,” ujar Lalu Muhammad.

Dalam proses penyaluran bantuan ini pula, tim pendamping PKH dilibatkan untuk melakukan proses assesment para penerima. Lalu meninjau data administrasi. 

Saat bantuan sudah cair, Tim PKH Lombok Barat tetap melakukan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat.

BACA JUGA: Rakor Perhubungan “Membangun Konektivitas Maritim”

Termasuk pendampingan pembuatan laporan administrasi dan keuangan. Tim PKH juga melakukan pemantauan terhadap pembangunan. 

Mulai dari awal direnovasi, proses renovasi, serta sampai rumah tersebut ditempati kembali.

Secara khusus pula, Lalu Muhammad meminta para Ketua PAC PDIP di Lombok Barat untuk proaktif menyosialisasikan program aspirasi Rachmat Hidayat, agar lebih banyak masyarakat kurang mampu di Lombok Barat bisa dibantu.***