Bupati Najmul Pimpin Apel Gelar Pasukan PAM Pilkades Serentak 2019

Apa pun kondisinya, Pemda dan aparat Polri dan TNI siap melakukan antisipasi terhadap kondisi yang bakal terjadi dengan kesiapan matang dari sisi keamanan

TANJUNG.lombokjournal.com — Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Tioq Tata Tunaq 2019 digelar untuk pengamanan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2019, di lapangan Supersemar Tanjung dilangsungkan Jumat (01/11).

Bupati Najmul Akhyar

Usai memimpin apel, Bupati Lombok Utara Dr.H.Najmul Akhyar, SH, MH mengatakan, apel merupakan representasi dari amanah yang terkandung dalam Peraturan Bupati Lombok Utara, Nomor 35 tahun 2017 tentang Pemilihan Kepala Desa Serentak.

Ini manifestasi kesiapan pemerintah untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pilkades tahun 2019 di KLU. Agar penyelenggaraannya, tanggal 16 Mei 2019 sampai tanggal 30 Januari 2020, berlangsung Luber dan Jurdil.

Penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2019, tercatat ada 25 Desa dari 33 Desa di KLU yang menyelenggarakan pesta demokrasi lokal. 25 desa itu terdiri dari Kecamatan Bayan 7 Desa, Kayangan 6 Desa, Gangga 4 Desa, Pemenang 4 Desa dan Kecamatan Tanjung 4 Desa.

Pilkades serentak tahun ini terdapat 113 calon Kepala Desa yang berkompetisi dengan 134.537 wajib pilih, yang akan berpartisipasi tersebar di 403 TPS di 5 kecamatan di KLU.

Data itu mengindikasikan tumbuhnya animo politik dan iklim demokrasi yang sehat di tengah-tengah masyarakat desa.

Namun, dengan jumlah TPS 403 jika dibandingkan dengan jumlah personil pengamanan Polri sejumlah 238 personil, tentu tidak sebanding.

Pola pengamanan

Jarak tempuh ke lokasi pengamanan dan potensi kerawanan konflik, aparat Polri Resort KLU kemudian menetapkan pola pengamanan TPS pada Pilkades serentak tahun 2019.

Pola pengamanan itu menjadi 3 pola, yakni TPS kurang rawan, TPS rawan dan TPS sangat rawan, dengan pola penempatan kekuatan personil pengamanan polri ditambah unsur perlindungan masyarakat (Linmas).

Merut bupati, dalam kacamata Kamtibmas,  peningkatan intensitas kegiatan politik desa tersebut tentu dapat saja memunculkan potensi kerawanan keamanan.

Muncul potensi kerawanan sepertti black campaign dan money politic, perselisihan antar simpatisan, perusakan alat peraga kampanye (APK) para calon, maraknya penyebaran ujaran kebencian/berita hoax di media social tentang kurang profesionalnya Panitia Pilkades.

Muncul juga potensi perjudian saat pemungutan dan penghitungan suara, juga ketidakpuasan atas hasil rekapitulasi penghitungan suara.

Sekjen Apkasi ini berpesan kepada para calon Kepala Desa agar berkompetisi secara sehat dan damai.

Dan calon harus mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta mengendalikan tim sukses dan pendukung masing-masing agar  tidak anarkis.

Diharapkan, para kontestan dan pendukungnya bisa menerima hasil pemilihan yang akan ditetapkan oleh panitia pemilihan dengan lapang dada dan jiwa kesatria.

Kemudian, kepada para personil yang melaksanakan pengamanan baik dari unsur TNI, Polri maupun Linmas, politisi Partai Demokrat ini berpesan, agar para personil pengamanan sejak dini menyiapkan mental dan fisik.

Bertugas dengan landasan komitmen moral, sinergitas dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberi pelayanan yang optimal pada masyarakat. Sehingga dapat menampilkan jati diri yang profesional, modern, dan dipercaya.

“Tolong antisipasi setiap kerawanan yang berpotensi terjadi pada Pilkades serentak tahun ini seperti black campaign dan money politic, perselisihan antar simpatisan serta tindak pidana perjudian saat pemungutan dan penghitungan suara di lokasi TPS. Serta terus lakukan penggalangan kepada masyarakat untuk mendukung suksesnya pemungutan suara,” pinta Najmul.

Pemetaan Kamtibmas

Bupati Najmul mengatakan, semua pihak harus optimis, penyelenggaraan Pilkades yang dihelat pada 21 Nopember mendatang, berlangsung dengan baik.

“Seperti yang disampaikan oleh pak Kapolres, dinamika-dinamika itu ada, ini kan namanya pesta demokrasi. Tepat sekali pak Kapolres membagi wilayah menjadi aman, rawan kemudian kurang rawan dan sangat rawan. Pemetaan itu sudah masuk teknis pengamanan Polri,” katanya kepada media.

Pemetaan wilayah itu menunjukkan, apapun kondisinya Pemda dan aparat Polri dan TNI siap melakukan antisipasi terhadap kondisi yang bakal terjadi dengan kesiapan matang dari sisi keamanan.

Tugas Pemda bagaimana membackup pengamanan dengan baik, menyediakan anggaran, dan hal-hal serupa lainnya sehingga nanti semua pihak diharapkan bekerja sesuai dengan tupoksi dan kapasitas masing-masing.

Di tempat yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Herman Suriyono, SIK, MH menjelaskan pada media, penambahan personil dari luar KLU ditempuh melalui pola sinergi dan kerja sama dengan jajaran TNI.

“Teman-teman TNI juga siap backup. Kami juga minta pada hari pencoblosan itu personil dari Brimob Polda NTB,” tutur AKBP Herman Suriyono.

Jumlah personil Polres yang dilibatkan sebanyak 250 personil untuk mengawal pengamanan tahapan Pilkades serentak mendatang. Diharapkan kontestasi Pilkades tahun ini bisa dilaksanakan fair. Artinya para calon harus siap kalah dan siap menang.

“Ada beberapa desa di Kecamatan Tanjung yang perlu kita lakukan penebalan pengamanan. Insya Allah, mudah-mudahan dengan kegiatan ini, harapan kita bersama Pilkades tahun ini bisa berlangsung dengan baik dan damai. Terlebih tadi masing-masing calon sudah membacakan deklarasi,” kata Herman.

Usai apel gelar pasukan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai dan penandatanganan komitmen bersama calon kepala desa dan Forkopimda.

sta/humaspro