Buka Peluang Pasar Kuliner Lokal, Bekraf Sosialisasi Kreatifood 2019

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com —   Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya mendukung berkembangnya ekosistem sub sektor kuliner di Indonesia.

Salah satunya melalui Kreatifood, program Bekraf ini mempertemukan para pelaku rintisan kuliner dengan konsumen serta pelaku pemasaran seperti reseller, distributor dan investor. Tujuannya, untuk membuka peluang pasar.

Setelah Medan dan Semarang, kini Bekraf hadir di Mataram pada hari Jumat (22/3/2019) dalam acara Sosialisasi Kreatifood 2019.

Kreatifood merupakan program kerjasama antara Bekraf melalui Deputi Pemasaran dan Deputi Akses Permodalan bersama Perkumpulan FoodStartup Indonesia (FSI).

Kreatifood 2019 akan memfasilitasi 200 pelaku usaha rintisan kuliner hasil kurasi program FSI 2016-2019 yang dilaksanakan oleh Deputi Akses Permodalan.

Tidak hanya mereka yang sudah mengikuti program FSI, ajang Kreatifood 2019 juga terbuka bagi pelaku usaha kuliner non FSI yang mempunyai kapasitas produksi skala eksport.

Melalui sosialisasi ini diharapkan para pelaku usaha rintisan kuliner mengetahui dan mengikuti program Kreatifood 2019 yang akan diselenggarakan di Surabaya 5-7 Juli 2019.

Fahmy Akmal, Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf menargetkan 100 pelaku kuliner asal Mataram dapat mengikuti program Kreatifood tahun ini.

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali.

“Hal ini juga kami lakukan untuk menjangkau peserta wilayah Indonesia Timur,” ungkap Fahmi.

Melanjutkan kesuksesan Kreatifood 2018 lalu, Kreatifood tahun ini membuka peluang bisnis bagi para peserta. Pelaku usaha yang terpilih secara otomatis terkoneksi dengan jaringan ekosistem FSI Indonesia dan mereka berkesempatan promosi dan transaksi dengan para pengunjung.

Sedangkan bagi para pelaku pemasaran (reseller, distributor, investor)  yang mendaftar, keuntungan bagi yang bertransaksi antara 50 sampai 100 juta bisa mendapat skema insentif diskon 10 persen  berupa produk selama pameran.

Fahmy menambahkan, kehadiran masyarakat umum, pemerintah, konsumen, investor dan stakeholders terkait dalam Kreatifood 2019 dapat memperluas pasar produk kreatif Indonesia di pasar domestik hingga tercipta titik temu transaksi jual beli antara produsen dan konsumen.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah dan Co-founder FoodLab Indonesia, Yustinus Agung.

Kreatifood 2019 ini diharapkan dapat menjadi wadah showcase produk-produk foodstartup Indonesia. Produk-produk terpilih adalah produk berkualitas tinggi baik dari segi rasa yang disukai masyarakat banyak, packaging yang menarik, proses pembuatan yang higienis, dan standar operasi yang baku sehingga kualitas produk akan terjaga disetiap produksinya.

Menampilkan 200 booth, peserta dibagi 5 zona (zona ready to eat, zona ready to drink, zona ingredients, zona food service dan zona food innovation).

AYA (*)