Buka MTQ Di NTB, Presiden Ingatkan Kesalehan Sosial

Presiden Joko Widodo kembali datang di Pulau Seribu Masjid, kedatangannya kali ini untuk membuka MTQ XXVI, Sabtu malam,di Islamic Center di NTB. (Foto: humas Pemprov NTB)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

MATARAM – lombokjournal

Mengagungkan Al Qur’an berarti mengagungkan nilai-niai  kemanusiaan. Itu berarti meningkatkan kesalehan sosial.  “Mengutamakan pembelaan yang lemah, fakir miskin. Ini mengikis keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggabara Barat (NTB), Sabtu (30/7) malam.

Presiden,MTQ30Juli1

Presiden,MTQ30Juli6

 

 

Presiden Jokowi datang di Islamic Center NTB yang menjadi venu utama MTQ,mendapat sambutan antusias dari warga Kota Mataram. Sejak magrib ribuan masyarakat sudah memadati lokasi pembukaan..Sejak sebelum kedatangan Jokowi, ribuan peserta juga sudah antre memasuki lokasi acara yang dibatasi pagar besi dengan masyarakat umum.

Sekitar pukul 20.30 witeng, mengawali sambutannya Jokowi mengatakan, di Indonesia sebagai Negara Islam terbesar, penyelenggaraan MTQ harus bisa lebih membumikan Al Qur’an. Karenanya, ia memiliki MTQ akan mewarnai nafas kehidupan dan membudaya di masyarakat.

Presiden,MTQ30Juli5

“Tujuan MTQ selain untuk mengejar prestasi dan mengembangkan kualitas penyelenggaraannya, hraus meningkatkan syiar dan dakwah, Ini penting mewarnai wajah teduh umat Islam dan bangsa Indonesia,” katanya..

Penyelenggaraan MTQ tepat di tengah masyarakat yang masih suka mencela,dan merendahkan orang lain. “Masih banyak orang mudah mencela, mengumpat, merendahkan orang lain, mengejek, menjelek-jelekkan orang lain. Nilai sopan santun juga diabaikan,’ ujar Jokowi.

Saat ini dii ranah media social, banyak ungkapan pedas, ujaran kebencian yang asal bunyi bertebaran luar biasa. Ungkapan yang menebar kebencian itu makin menghebat saat berlangsung kontestasi politik seperti pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan walikota, pemilihan presiden, atau pemilihan anggota legislatif.

“Kandidat lain bukan lagi sebagai sahabat, teman atau mitra,  melainkan dianggap musuh yang harus dikalahkan,”katanya.

Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Mensesneg Pratikno dan beberapa menteri lainnya mengatakan, bila saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia. Dan Indonesia bisa jadi sumber pembelajaran Islam .

“Islam di Indonesia sudah seperti obat yang paten yaitu Islam moderat dan egaliter,” tegasnya.  Ditambahkannya, saat ini ada ada Perpres yang mengatur pendirian Universitas Islam Internasional. Indonesia akan menjadi sumber keilmuan Islam sekaligus berbagai kegiatan bernuansa keislaman.

Berharap Presiden Selalu Senyum

Sebelum sambutan Jokowi, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan laporan penyelenggaraan MTQ. Dikatakannya, selama persiapan MTQ di NTB semua pohak termotivasi dan bekerja keras untuk memberi yang terbaik bagi bangsa. Semua dipersiapkan sebaik-baiknya. “Sebab kami berharap, kalau presiden datang ke NTB selalu tersenyum, selalu gembira,” kata gubernur.

Penyelenggaraan MTQ, menurutnya, juga melibatkan seluruh masyarakat termasuk non muslim.  Pemasangan lampion di sepanjang Jalan Pejanggik, semuanya dipasang kalangan Tionghwa, ujarnya.

“Semua agama terlibat, termasuk pecalang dari umat Hindu ikut mengamankan. Penyelenggaraan MTQ di NTB membuat semua pihak bersuka cita,” kata gubernur.

Trio BIMBO; Syam, Acil dan Jaka, memeriahkan pembukaan MTQ Nasional XXVI
Trio BIMBO; Syam, Acil dan Jaka, memeriahkan pembukaan MTQ Nasional XXVI

Setelah Presiden Jokowi memukul gendang beleq (gendang besar) yang menandai dibukanya MTQ, tarian kolosal yang digarap seniman tari dan teater Kota Mataram yang diperkaya musik orchestra Purwa Tjaraka, sangat memukau peserta MTQ.  Selain itu juga tampil legendaris pelantun lagu-lagu religi, BIMBO, trio bersaudara  Syam, Acil dan Jaka.

Pembukaan MTQ juga dihadiri gubernur dari daerah seluruh Indonesia, bahkan hadir pula perwakilan duta besar negara-negara sahabat.  Penyelenggaraan lomba dimulai 31 Juli hingga 5 Agustus. Ribuan peserta dari 34 provinsi bersaing dalam 18 cabang lomba.

Suk