Bagus Lega, Kelahiran Anak Pertamanya Melalui Operasi Sesar Dijamin JKN-KIS
Bagus mengaku, banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

lombokjournal.com —
JAMKESNEWS ; Bagus Permana (29), warga Penimbung, Lombok Barat sedang berada di luar daerah, saat istrinya Wahida Diana (27) melahirkan anaknya di RSUD Gerung, Lombok Barat, hari Senin tanggal 22 April 2019.
Sebagai sopir yang bekerja di perusahaan ekspedisi barang, Bagus sewaktu-waktu bisa ditugaskan untuk mengangkut barang ke luar daerah, baik ke Surabaya maupun langsung ke Jakarta.
Sehingga ia kerap harus meninggalkan keluarganya untuk waktu beberapa hari, kalau harus mengangkut barang ke luar daerah.
Waktu istrinya ke rumah sakit untuk melahirkan anak pertamanya, ia sedang dalam perjalanan menuju Surabaya. Sebenarnya ia sudah menduga waktu kelahiran anaknya, tapi apa boleh buat perintah pekerjaan tak bisa ditolaknya.
“Semula saya ingin menunggu isttri saya saat melahirkan, tapi mendadak saya harus mengangkut barang. Apa boleh buat. Kan saya juga butuh biaya untuk anak saya yang baru lahir,” kata Bagus.
Namun Bagus sempat panik, waktu mendapat kabar, untuk kelahiran anak pertamanya ini istrinya harus menjalani operasi Caesar. Mendengar kata operasi, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Memang saya sudah siap-siap menabung untuk kelahiran anak pertama kami. Tentu saja jumlah tabungan itu tidak seberapa, Tapi kukira cukup untuk persiapan membeli kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan bayi. Tapi waktu dikabari istri saya harus operasi, saya kaget, berapa besar biaya operasi caesar itu,” kata Bagus.
Menurut dokter ada problem saat istrinya melahirkan. Selain keselamatan istrinya, ia juga mencemaskan biaya yang harus ditanggungnya.
Akhirnya Bagus merasakan keuntungan yang diperoleh keluarganya sebagai peserta program JKN – KIS. Ternyata biaya persalinan termasuk operasi caesar yang harus dijalani istrinya, semua telah ditanggung BPJS Kesehatan.
Bagus bersyukur, istrinya telah melalui proses operasi itu dengan selamat.
Tapi anaknya yang lahir dengan berat badan yang hanya 1,970 kg harus dirawat sekurang-kurangnya selama 5 hari. Dokter mengatakan, bayinya boleh dibawa pulang setidaknya bila telah mencapai berat 2,5 kg.
“Alhamdulillah, Meski beratnya kurang tapi anak saya sehat. Demikian juga istri saya juga sehat, tentu saja ini berkah tak terkira. Dan ternyata sebagai peserta program JKN-KIS saya tak harus mengeluarkan biaya untuk persalinan, perawatan bayi, maupun biaya perawatan lainnya di rumah sakit,” ceritanya dengan mata berbinar-binar.
Bagus mengungkapkan, ia tak lagi pusing memikirkan biaya persalinan istri dan perwatan anak pertamanya. Ia bersyukur, pemerintah sangat tanggap akan kondisi masyarakatnya, mengingat betapa mahalnya biaya untuk kesehatan.
Tentu makin bertambah beban keluarga yang ekonominya pas-pasan, seperti dirinya, Dengan adanya program JKN-KIS betapa banyak keluarga miskin bila jatuh sakit tak makin miskin.
Sejak setahun yang lalu, waktu ia mulai membangun keluarga bersama istrinya, telah terdaftar sebagai Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen PBI APBD.
Banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini.
“Kami terbantu sekali dengan program JKN-KIS. Tahun lalu saya jadi peserta Program JKN-KIS dan sekarang benar-benar merasakan manfaatnya. Kebetulan kami menerima bantuan ini dari pemerintah, kami bersyukur sekali. Uang yang sedikit demi sedikit kami tabung tidak harus habis untuk membayar biaya persalinan, tapi bisa menjadi persiapan merawat bayi,” kata Bagus tampak lega.
Terkait pelayanan rumah sakit terhadap peserta JKN-KIS, Bagus mengaku puas dengan yang diberikan rumah sakit. Selama masa perawatan, istri dan anaknya mendapat perawatan sebagaimana pasien umum lainnya.
Selama menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gerung, Lombok Barat, tak ada biaya sepeserpun yang diminta.
“Di rumah sakit , istri dan bayinya dirawat dengan baik. Petugas yang melayani sangat ramah, semua obat yang diperlukan juga disediakan. Sekarang saya cuma bisa bersyukur dan berdo’a untuk kesehatan istri dan anak saya,” pungkas Bagus.
ay/yn/JAMKESNEWS
Nara Sumber; Bagus Permana