PKL di NTB Direncanakan akan Menerima Bansos dari Pemprov

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan merespon keluhan PKL atas perpanjangan penerapan PPKM Level 4, dengan memberikan bansos.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal ini diungkap oleh Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat bertemu dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) NTB, di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur, Selasa (3/8).

Bansos yang diberikan kepada para pedagang kaki lima (PKL) di NTB, direncanakan sejumlah 20.000 paket sembako. Bansos yang diberi nama “JPS Mini”, ini, diinisiasi oleh Pemprov NTB bersama dengan berbagai stakeholder, seperti; BAZNAS, OJK, dan Bank NTB Syariah.

PKL

Oleh sebab itu, gubernur meminta APKLI segera mempersiapkan data anggotanya yang berhak mendapatkan bantuan, agar pemerintah dapat segera memprosesnya.

“APKLI langsung saja persiapkan data mana saja yang harus dibantu, dari segi permodalan, penagihan, supaya kita bisa langsung bekerja secara bersama, langsung konkrit, data kabupaten/kota,” jelas Zulkieflimansyah.

BACA JUGABendera Putih Dikibarkan, PKL Bangsal Ampenan Dapat Bantuan

Ketua APKLI NTB, Abdul Majid, mengapresiasi respon cepat dari gubernur atas solusi yang diberikan berupa bansos bagi para PKL serta relaksasi dari berbagai Bank.

“PKL ini dari awal selalu menerima PPKM dengan legowo, namun kalau terus berlanjut kita tidak bisa melakukan apa-apa, sedangkan tetap harus membiayai hidup,” jelas Majid.

ser




Citra Daerah Sumbawa dalam Arsip, Buku Susun Ulang Sejarah

Citra Daerah Sumbawa dalam Arsip adalah sebuah buku yang bertujuan untuk menulis dan menyusun ulang peristiwa sejarah di Pulau Sumbawa.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penulisan buku dalam rupa arsip ini didasari adanya kejadian dua kali kebakaran yang melanda Istana Sumbawa, yang menghilangkan cukup banyak arsip sejarah.

Oleh karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKP) Nusa Tenggara Barat (NTB), bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, membahas draft buku “Citra Daerah Sumbawa dalam Arsip” yang akan diterbitkan oleh ANRI.

Citra
H. Zulkieflimansyah

“Semoga tim penyusunan buku ini bisa bekerjasama sehingga arsip sejarah di Pulau Sumbawa bisa terkumpul dengan baik,” ujar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat membuka acara Focus Group Discussion penyusunan buku tersebut melalui zoom meeting di ruang kerjanya, Selasa (3/8).

Multi Siswati, yang mewakili ANRI, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini merupakan ikhtiar pemerintah dalam rangka mewujudkan arsip sebagai bukti identitas dan jati diri bangsa, serta sebagai memori, acuan, dan bahan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Ini hal yang harus dikelola dan dijaga keberadaannya oleh negara dan daerah,” tegasnya.

BACA JUGAVaksinasi Goes to Campus, Cegah Generasi Muda Terpapar Covid

Sementara itu, Yang Mulia Sultan M. Kaharuddin VI Sumbawa, menjelaskan, hilangnya arsip Daerah Sumbawa dikarenakan kebakaran yang dua kali melanda Istana Sumbawa. Dirinya berharap untuk mengumpulkan arsip dengan berupaya mencari langsung ke Belanda, yang saat itu menduduki pemerintahan Indonesia.

“Kita berharap arsip tersebut ada di kedua belah pihak, sehingga kita akan berupaya mencarinya ke Belanda jika perlu,” tandasnya.

diskominfotikntb




Vaksinasi Goes to Campus, Cegah Generasi Muda Terpapar Covid

Vaksinasi massal digelar di kampus itu penting, selain mencegah mahasiswa terpapar Covid-19, juga agar aktivitas dan proses perkuliahan terjaga.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Zulkieflimansyah, mengatakan hal tersebut saat membuka kegiatan Vaksinasi Goes to Campus yang digelar oleh Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Selasa (3/8/).

Vaksinasi
H. Zulkieflimansyah

Menurut gubernur, tantangan dalam menghadapi pandemi covid-19 bukan hanya mengutamakan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, tapi sudah saatnya kini para mahasiswa-mahasiswi juga mendapat prioritas.

“Namun harus tetap menjaga prokes,” pesan Zulkieflimansyah, saat menutup sambutannya.

Sementara itu, Kepala Polda NTB, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, menuturkan bahwa penting sejak dini mencegah generasi muda terpapar Covid-19, sebab mahasiswa adalah penerus masa depan bangsa.

Dalam menyambut HUT RI ke-76, dengan vaksinasi masal yang bertema “Presisi Merdeka, Sinergitas Polda NTB Bersama Ummat Mataram”, Muhammad Iqbal berharap kota Mataram sebagai wilayah yang padat  beserta aktivitasnya, perlahan-lahan dapat kembali normal dari status PPKM level 4 ini. Prokes dan vaksinasi merupakan cara dan strategi guna memutus transmisi Covid-19.

BACA JUGABEM dan OKP NTB Siap Kolaborasi Tangani Pandemi Covid-19

Sedangkan, Rektor Ummat, Dr. H. Arsyad Abd Gani, menyambut baik ikhtiar Polda dan Pemerintah NTB dalam memutus mata rantai Covid-19 dengan menggelar vaksinasi massal di lingkungan kampus.

“Ada seribu mahasiswa dan civitas akademika yang melakukan vaksinasi hari ini. Terima kasih pak Gubernur dan Kapolda,” ucap Arsyad Gani.

edy




Bendera Putih Dikibarkan, PKL Bangsal Ampenan Dapat Bantuan

Pemprov NTB merespon bendera putih yang dikibarkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) di eks pelabuhan Ampenan dengan memberikan sejumlah bantuan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, Dinas Koperasi dan Baznas NTB, mendatangi PKL yang ada di Bangsal Ampenan (eks pelabuhan), Senin (02/08/21).

Kedatangan rombongan, ini, guna merespon ratusan PKL yang mengibarkan bendera putih, dengan menggelontorkan sejumlah bantuan berupa sembako, modal usaha dan penundaan pembayaran cicilan bank dari 103 pedagang.

“Mudah mudahan bisa membantu meringankan kesulitan para pedagang tapi juga tetap mematuhi kebijakan pemerintah selama pandemi agar selamat dari ancaman virus covid-19”, jelas Zulkieflimansyah.

Bantuan langsung yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai sebesar Rp. 200 ribu dari Baznas dan bantuan pinjaman qordoh hasanah melalui mesjid sebesar Rp 3 juta, untuk tiap pedagang.

Bendera Putih

Bank NTB Syariah melalui program Mawar Emas juga menyalurkan pinjaman syariah sebesar Rp 1 juta per pedagang dan Dinas Koperasi melalui bantuan UMKM memberikan bantuan Rp 1 juta per pedagang.

Sedangkan OJK berjanji akan melakukan mediasi ke bank bank yang memberikan pinjaman para pedagang.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Melayu Bangsal, Sumini mengatakan, bahwa pengibaran bendera putih yang dilakukan oleh para pedagang sebagai tanda menyerah. Pasalnya, selain tak mendapatkan pemasukan memadai selama pandemi juga mengalami tekanan dari pihak bank dan koperasi sebab tak membayar angsuran pinjaman.

Sebagai pejabat lingkungan, ia telah memberikan surat rekomendasi yang menjamin bahwa para pedagang akan membayar angsuran pinjamannya jika situasi sudah normal kembali. Namun tetap saja pihak pemberi pinjaman memaksa para pedagang untuk membayar angsuran.

“Menurut saya sudah sangat berlebihan dan merasa pihak bank dan koperasi tidak mau tahu kondisi kami karena berkurangnya penghasilan”, ujar Sumini.

BACA JUGAPandemi Covid-19, Era Baru yang Mesti diadaptasi Organisasi

Sedangkan Indari, ketua asosiasi pedagang, menjelaskan, sejak PPKM berlaku para pedagang yang berjualan mulai pukul 5 sore, dipaksa harus menutup lapaknya jam 7 malam. Kondisi ini membuat para pedagang menyerah sebab jam bukanya singkat dan sepi pembeli.

Mewakili para pedagang, Indari mengucapkan terima kasih atas kunjungan pemprov NTB dengan memberikan sejumlah bantuan yang dapat meringankan beban hidup di masa pandemi. Ia juga mengingatkan kepada para pedagang agar tidak hanya menuntut haknya tapi juga melaksanakan kewajiban dengan mengembalikan bantuan berupa pinjaman yang baru saja diberikan.

“Saya juga menghimbau para pedagang agar menaati aturan antar pedagang dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan”, tuturnya.

jm




Pandemi Covid-19, Era Baru yang Mesti diadaptasi Organisasi

Setiap organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk era baru pandemi Covid-19, sehingga organisasi terus menjadi learning organization.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan harapan tersebut kepada 8 orang peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti), saat menjadi Narasumber Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 TA 2021 di wilayah NTB secara virtual, di pendopo, Senin, (2/8).

“Saya teringat satu buku, di awal tahun sembilan puluhan karya Michael Hammer yang berjudul Reengineering the Corporation. Buku tersebut tentang bagaimana organisasi beradaptasi di berbagai era dengan terus direvitalisasi,” jelasnya.

Zulkieflimansyah juga berharap, 8 orang perwakilan NTB yang terdiri dari 7 Polri berpangkat Kombes dan 1 TNI Angkatan Laut, tersebut, tidak hanya bersaing tetapi bisa bekerjasama dan menjadi tim yang kuat di masa yang akan datang.

“Semoga dapat menjadi tim yang kuat dimasa yang akan datang,” ujarnya.

Pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 tahun 2021 mengangkat tema PKB Kejuangan Tahun 2021, Pentingnya Peran TNI Polri Beserta Komponen Bangsa Mempercepat Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari 117 anggota Polri dan 33 peserta didik tamu dari instansi lain seperti TNI, Kemenkumham dan Kejaksaan Agung dari seluruh Indonesia. Sespimen Polri Dikreg ke-61 tahun ini ada sebanyak 270 orang yang terdiri 248 peserta dari Polri dan 22 orang peserta tamu dari TNI.

BACA JUGAAkun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

diskominfotikntb




Akun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

Masyarakat NTB harus waspada saat berselancar di media sosial, sebab akhir-akhir ini banyak akun palsu yang mengatasnamakan para pejabat tertentu.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Najamuddin Amy, Selasa (2/8).

Najamuddin menjelaskan bahwa kebanyakan hacker-hacker tersebut memanfaatkan nama pejabat seperti gubernur dan wakil gubernur untuk mengelabui para korban sebagai modus untuk meminta uang, pulsa dan berbagai kejahatan lainnya. Mengatasnamakan pejabat tertentu merupakan salah satu startegi jitu bagi pelaku kejahatan untuk mendapatkan perhatian lebih dari para korbannya.

“Untuk itu, diminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap waspada jika mendapatkan pesan-pesan yang mencurigakan saat berselancar di media sosial. Apalagi pesannya mengatasnamakan gubernur, wakil gubenur dan pejabat tinggi lainnya,” himbaunya.

Najamuddin mengingatkan, dibalik perkembangan teknologi informasi saat ini tentu dibarengi dengan berbagai jenis kejahatan yang dilakukan oleh para hacker. Modus-modus tindak kriminalnya pun juga sangat beragam.

Mulai dari percakapan menanyakan kabar hingga meminta bantuan isiin pulsa serta meminta transfer uang dengan berbagai macam alasan yang membuat para korban lengah dan merasa empati. Sehingga tidak sedikit para korban yang merasa tertipu dengan beragam modus-modus yang dimainkan oleh para peretas tersebut.

“Jika kita berpikir secara akal sehat, tidak mungkin seorang pejabat apalagi gubernur meminta uang dengan cara seperti itu. Anehnya lagi, mengatasnamakan gubernur tapi dengan nama akun lembaga instansi pemerintah tertentu,” tegasnya.

Misalnya seperti kejadian baru-baru ini yang membuat akun palsu mengatasnamakan instansi pemerintah. Dalam hal ini, hacker membuat akun palsu atas nama Biro Organisasi NTB kemudian melalui inbox nya mereka mengaku sebagai gubernur NTB lalu menanyakan kabar dan meminta nomor WhatsApp korban.

“Nah, hal-hal seperti itu yang harus kita tingkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kita lengah dan tetap waspada saat bermedia sosial,” tutur Najamuddin.

Oleh sebab itu, Najamuddin meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak lagi bermedia sosial. Utamakan sikat cross check sebelum menanggapi hal-hal yang semacam itu, supaya masyarakat tidak terjebak dalam hasutan dan modus para hacker.

BACA JUGAPandemi Covid-19, Pengendaliannya Juga Butuh Aspek Spiritual

manikp@kominfo




Pandemi Covid-19, Pengendaliannya Juga Butuh Aspek Spiritual

Di masa pandemi, upaya pemerintah mengendalikan Covid-19 tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan tetapi juga aspek spiritual.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengatakan hal tersebut saat membuka acara Istigosah dan Doa Tolak Bala’ Untuk Keselamatan Bangsa, yang diselenggarakan via online oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Minggu (1/8).

“Dalam pandemi covid-19, kita tidak hanya memperhatikan kesehatan teknis saja tetapi persoalan spiritual juga harus kita perhatikan, untuk itu kami sangat menyambut baik apa yang kita lakukan pada malam hari ini” ujar Zulkieflimansyah.

Pandemi Covid-19Sementara itu, Ketua PWNU NTB, TGH Masnun Tahir, mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar ilahi agar seluruh masyarakat dapat keluar dari pandemi covid-19 dan semoga dengan adanya kegiatan ini bisa cepat keluar dari bala.

“Dalam rangka menghindari atau pun selamat kita harus melakukan tahsin individual dan tahsin sosial,” katanya.

TGH. Masnun juga menuturkan bahwa masyarakat dalam menghadapi pandemi bukan hanya merespon secara intelektual, emosional, dan spiritual.

“Malam ini melalui istigosah dan doa bersama adalah bagian dari respon spiritual kita, kami juga mengapresiasi kepada seluruh komponen telah memfasilitasi kegiatan ini,” tutupnya

Acara, ini, turut dihadiri oleh TGH. Turmudzi Badruddin (Mustasyar PBNU atau Rais Syuriah PWNU NTB), H. Helmy Faishal Zaini (Sekjend PBNU), KH. Zaidi Abdad (Kakanwil Kemenag NTB dan Irjen. Pol. Muhammad Iqbal (Kapolda NTB).

BACA JUGAAkun Palsu Mengatasnamakan Pejabat Tertentu Kian Meresahkan

ser




Bantuan Sembako Meringankan Beban Hidup Lansia di Masa PPKM

Bantuan sembako dari TP PKK Provinsi NTB dapat meringankan beban ekonomi akibat pandemi Covid-19 saat ini menurut sejumlah pedagang dan warga lansia.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ridwan, seorang pedagang gerabah di pasar Banyumulek, Lombok Barat, mengatakan bahwa paket sembako yang berikan TP PKK NTB sangat membatu di saat sekarang ini yang turun pendapatannya.

“Akhir-akhir ini pembeli sepi pak, dibanding sebelum Covid-19,” ujar pria paruh baya ini.

Inaq Nurmah, pedagang sayur di Pasar Sesaot berterima kasih atas pembagian paket Sembako. Diakuinya sejak Covid, daya beli masyarakat mengalami penurunan.

“Setiap hari kadang sepi, kadang ramai yang membeli sayur,”ungkapnya.

Bantuan SembakoBegitulah pendapat sejumlah warga dan pedagang yang mendapatkan bantuan paket sembako dari TP PKK NTB. Mereka bersyukur sebab bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan sehari-hari dan berharap kegiatan seperti ini dilakukan terus selama PPKM.

Bantuan paket Sembako sembako ini menyasar 100 penerima manfaat, dengan prioritas kepada pedagang dan warga yang lanjut usia (lansia), di wilayah kota Mataram dan kabupaten Lombok Barat.

Paket sembako yang dibagikan secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini,  berupa beras, minyak kelapa, gula, telur, abon dan mie instan.

BACA JUGAPPKM, Pedagang Lansia Dapat Bantuan Sembako Dari TP PKK NTB

edy




PPKM, Pedagang Lansia Dapat Bantuan Sembako Dari TP PKK NTB

TP PKK NTB membagikan 100 paket sembako kepada pedagang, khususnya lanjut usia (lansia), di masa perpanjangan PPKM.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, membagikan langsung paket sembako bagi para pedagang dan sejumlah warga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sabtu (31/7).

100 paket sembako yang berisikan beras, minyak kelapa, gula, telur, abon dan mie instan, tersebut, dibagikan langsung di beberapa titik di wilayah kota Mataram.

PPKM“Pembagian paket sembako kepada pedagang yang berusia lanjut ini, untuk meringankan beban ekonomi mereka akibat pelaksanaan PPKM,” ujar Hj. Niken.

Ia berharap, masyarakat dapat tetap sejahtera dan tidak merasakan kekurangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Oleh sebab itu, jangan sampai ada orang di sekitar kita merasa kekurangan bahkan kelaparan di masa pandemi.

Hj, Niken mengajak seluruh TP PKK di kabupaten/kota hingga tingkat desa serta warga masyarakat untuk terus memiliki semangat gotong royong dan kepedulian terhadap warga lain dalam masa pandemi.

“Setidaknya peduli terhadap keadaan sekitar dan mau membantu masyarakat yang tidak mampu di masa pandemi ini,” tuturnya.

Selain itu, Hj. Niken menghimbau para pedagang lansia untuk terus bersabar dan tetap patuhi protokol kesehatan serta menjaga kesehatan.

BACA JUGABantuan Sembako Meringankan Beban Hidup Lansia di Masa PPKM




Curhat Warga Gili Trawangan soal GTI kepada Gubernur NTB

Warga Gili Trawangan curhat (curahan hati) kepada gubernur mengenai lahan seluas 65 hektar milik pemprov yang dikelola oleh PT GTI.

KLU.lombokjournal.com ~ Peristiwa ini terjadi saat saat kunjungan dan silaturahmi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, ke Desa Gili Indah, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jum’at (30/7).

curhatKepala Dusun Gili Trawangan, Husni, menyatakan kepada gubernur bahwa masyarakat yang telah menempati Gili Trawangan berharap diberikan sertifikat. Hal ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap rakyatnya.

“Termasuk persoalan GTI ini juga pemerintah berpihak kepada masyarakat,” tuturnya.

Seorang warga Gili Trawangan yang bernama Hadi meminta Gubernur meninjau kembali tentang asal muasal dan kepemilikan HGU sehingga terbit izin kontrak kepada GTI. Karena sejak nenek moyang banyak generasi seangkatannya lahir dan besar di Gili Trawangan.

BACA JUGAKejati Dukung Upaya Gubernur Akhiri Masalah Gili Trawangan

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainya, Dilla, memohon agar pemerintah bersama gubernur melindungi hak-haknya sebagai warga negara. Kami sebagai masyarakat memohon perlindungan dari gubernur, sebab kami lahir dan besar disini.

“Betapa tidak nyamannya anak-anak yang menempuh pendidikan di Gili Trawangan ini. Masa depan anak-anak sangat tergantung dari penyelesaian masalah ini. Begitupun keinginan masyarakat untuk tenang mencari nafkah,” ujarnya.

Lain halnya dengan Adi, ia menegaskan lebih baik putus kontrak dari pada tetap mempertahankan adendum. Sebab PT GTI sudah melanggar kesepakatan, maka GTI wajib putus kontrak.

Inilah keinginan rakyat,” tegasnya.

BACA JUGAAmanat dan Harapan Warga Gili Trawangan Terus Diperjuangkan

Amanat curhatSetelah mendengar dan memperhatikan pendapat warga, Gubernur NTB menegaskan akan terus berusaha membela dan berpihak kepada aturan dan kesepatan, untuk melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat. Gubernur memohon kepada warga Gili Trawangan untuk tetap tenang dan menjaga keadaan agar tetap kondusif.

“Kami akan selesaikan dengan baik secara bertahap, satu persatu benang kusut ini,” tutur Zulkieflimansyah.

diskominfotikntb