PPKM Jangan Diperpanjang Lagi, Pinta Para PKL pada Gubernur

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Lapangan Sangkareang Kota Mataram memohon pada Gubernur NTB untuk tidak memperpanjang kembali masa PPKM.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Peristiwa ini terjadi saat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H.Zulkieflimansyah, menemui para pedagang kaki lima (PKL) dan membagikan paket bantuan usai me-launching program JPS Gotong Royong PPKM NTB, Jumat (6/8).

PPKMSutinah (63), warga Karang Taruna Mataram, mengatakan pada gubernur bahwa sejak pemerintah menerapkan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dagangannya sepi pembeli.

“Bantuan ini sangat berharga untuk kami, terimakasi pak Gubernur dan ibu Wakil Gubernur. Pak Gub sudah langsung ke sini, spontan kami kaget, kirain pembeli tadi,” ujar Sutinah.

Ia memohon pemerintah tidak memperpanjang kembali PPKM, agar pembeli ramai dan dagangannya kembali cepat laku.

Tak jauh beda dengan pedagang lainnya, yaitu; Nurhayati. Pedagang yang sudah berjualan sejak 2017 di Lapangan Sangkareang, ini menyatakan pendapatnya turun selama pandemi Covid-19. Lebih-lebih lagi saat diberlakukannya PPKM Level 4 di Kota Mataram, pembelinya semakin sepi.

“Alhamdulillah kita bisa terima bantuan dan ini sangat membantu kami,” ucap Nurhayati.

Kemudian, Faisal (36), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kebetulan sedang mangkal di Lapangan Sangkareang, menyampaikan pada gubernur bahwa di masa PPKM, ini sulit mendapatkan penumpang.

“Sepi penumpang ojol pak, pendapatan kami juga turun. Terimakasih, senang menerima bantuan ini bisa meringankan beban dapur,” kata Faisal.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Paket JPS Gotong Royong yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah provinsi NTB didistribusikan oleh OPD di beberapa titik lokasi, kepada para pedagang, PKL, pekerja kontrak seperti cleaning service, dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.

edy




Pemprov dan KSB Perkuat Rencana Aksi Penyusunan Program OGP

Pemprov NTB melalui Diskominfotik bersama Pemkab Sumbawa Barat terus bersinergi dan kolaborasi untuk perkuat rencana aksi program Open Government Partnership (OGP) internasional.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam program OGP Internasional, pemerintah provinsi (pemprov) mempromosikan tiga program komitmen layanan publik yang digagas Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB yaitu; Program NTBCare, NTB Satu Data dan Sistem Informasi Posyandu Keluarga. Sementara Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mempromosikan program komitmen pelayanan publik berbasis gotong royong.

“Terimakasih teman-teman OGI OGP Indonesia, PWYP, CSO, Akademisi, Media dan rekan Kepala Perangkat Daerah terkait atas bantuannya mengawal program komitmen ini akhirnya bisa di submit bersama ke dalam program OGP internasional,” ungkap Kepala Diskominfotik NTB, Najamuddin Amy, saat memberi arahan pada Rencana aksi OGP lokal Kabupaten Sumbawa Barat, secara virtual, Kamis (5/8).

Menurut Najamuddin , NTB menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam program Open Government Patnership (OGP) Internasional bersama empat kabupaten/kota di Indonesia, yaitu; Kota Semarang, Kabupaten Banggai, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Program OGP Indonesia akan menjadikan best practices NTB dan KSB ini sebagai kisah sukses untuk menjadi inspirasi dan role model bagi dunia dan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua OGP Lokal Sumbawa Barat mengatakan bahwa semua persyaratan yang dibutuhkan dalam program OGP itu sudah berjalan, mulai dari penyerahan proposal, penyusunan RAD, Uji Publik RAD dan sudah mulai menginput RAD nya.

Terdapat enam komitmen yang sudah diusung oleh KSB diantaranya; pertama penguatan kebijakan aksi bersama, kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah, masyarakat sipil serta sektor swasta dalam berkolaborasi dalam penuntasan 5 pilar sanitasi total berbasis masyarakat melalui program daerah pemberdayaan Gotong Royong.

Ke-dua, mewujudkan posyandu gotong royong. Ke-tiga, mewujudkan KSB Satu Data. Ke-empat, penguatan forum pelayanan. Ke-lima, penguatan perlindungan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial berbasis gotong royong. Dan yang terakhir, penataan OPD menuju pemerintah yang akuntabel dan melayani.

“Dari enam komitmen ini yang ingin dicapai adalah akses informasi, partisipasi masyarakat, publik akuntabel, inovasi teknologi dan transparansi,” jelasnya.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Hingga saat ini instansi pemerintah di 78 Negara bersama dengan ribuan organisasi masyarakat sipil menjadi anggota OGP. OGP Lokal adalah inisiatif OGP yang menghubungkan pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat sipil yang berkolaborasi mengembangkan rencana aksi keterbukaan pemerintah (Open Government) di tingkat lokal.

Adapun tahapan-tahapan yang telah dilakukan dalam penyusunan rencana aksi OGP Lokal sebagai berikut: 1. Orientasi Pembekalan Penyusunan Rencana Aksi; 2. Penyusunan Sekretarian OGP Lokal yang di rencanakan di Kantor Bappeda Provinsi NTB; 3. Penyusunan Tim Kerja Penyusunan Rencana Aksi; 4. Workshop Penyusunan Draf Rencana Aksi; 5. Workshop Penyusunan Rencana Aksi; 6. Uji Publik Dokumen Rencan Aksi; 7. Penetapan Dokumen Rencana Aksi; dan 8. Submit Dokumen Rencana Aksi.

manikp@kominfo




PPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

Pemerintah Provinsi NTB meluncurkan program JPS Gotong Royong PPKM NTB untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, ide yang mendasari pembuatan program JPS Gotong Royong PPKM NTB adalah saat dirinya mengunjungi beberapa pedagang kecil, UMKM dan masyarakat di sejumlah tempat yang mengeluhkan adanya PPKM.

PPKM
H. Zulkieflimansyah

Di masa PPKM, banyak masyarakat yang mengeluh terutama pedagang kecil akibat omzetnya turun, begitupun UMKM yang geliatnya mulai redup. Di sisi lain untuk melindungi masyarakatnya, PPKM ini harus dilakukan, tidak bisa dihindari keadaan dan kondisi saat ini.

Oleh sebab itu, apa yang bisa diperbuat dan berikan kepada masyarakat baik itu pedagang maupun UMKM segera dilakukan, demi membantu dan meringankan beban di masa pandemi dan PPKM.

“Dari pada kita mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan sesuatu, untuk meringankan apa yang kita rasakan, ujar Zulkieflimansyah, dalam sambutannya pada acara Launching JPS Gotong Royong PPKM NTB, di kantor gubernur, Jum’at (6/8).

Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa JPS Gotong Royong PPKM NTB, berisi produk lokal NTB yang terdiri dari beras, ikan teri, kopi dan lain-lain.

“Ada oportunity disaat yang bersamaan, untuk menggerakan sektor-sektor UKMK lokal kita,”ucapnya.

BACA JUGAPaket Bantuan JPS Gotong Royong PPKM di NTB Siap Disalurkan

edy




Paket Bantuan JPS Gotong Royong PPKM di NTB Siap Disalurkan

Pemerintan Provinsi NTB telah menyiapkan 20 ribu paket bantuan untuk masyarakat yang kesulitan ekonomi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

MATARAM.lombokjournal.com ~ Paket sejumlah itu dikumpulkan secara bergotong-royong dari Organisasi Pperangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, dan donasi sejumlah perusahaan swasta yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

PaketPaket bantuan yang dinamai “Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gotong Royong PPKM”, itu berupa beras 2,5 kilogram serta variasi tambahan lain seperti; kopi, abon atau ikan kering, senilai Rp. 50 ribu. Paket bantuan ini menyasar pedagang kaki lima, karyawan kontrak seperti cleaning service, nelayan dan masyarakat umum lainnya.

Data penerima paket bantuan ini merujuk data dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) sebanyak 8000 orang, ditambah dengan penerima lainnya dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial dan masyarakat umum.

“Kemungkinan akan bertambah kalau mitra lainnya juga memberikan donasi untuk pengadaan paket bantuan ini” ujar Eva Dewiyani, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi, di Mataram, Kamis (5/8).

Adapun para mitra tersebut adalah PT GNE, PT AMNT, PT Bank NTB, BPR se NTB, PT Jamkrida, Hiswana Migas, Pertamina, BWS dan lainnya, dengan total donasinya senilai Rp. 1 miliar lebih.

“PPKM yang diperpanjang sampai 9 Agustus ini semoga cepat berakhir dengan angka Covid 19 yang mulai turun”, tutur Eva.

BACA JUGAPPKM Diperpanjang, NTB Launching JPS Gotong Royong

jm




Festival Geopark 2021 Teguhkan Komitmen Lestarikan Alam

Rinjani dengan potensi mata airnya adalah sumber kehidupan, maka Festival Geopark ini diharapkan meneguhkan komitmen bersama untuk memelihara kelestariannya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara hybrid Geotourism Festival and Internasional Confrence 2021 yang digelar Geopark Rinjani, Kamis (5/8).

Sitti Rohmi berharap event ini dapat memperkuat kerjasama antar penggiat geowisata dan geopark di Indonesia maupun yang tersebar di Asia Pasisifik. Selain itu, Festival Geopark 2021 yang didukung oleh Asia Pacific Geoparks Network, ini, diharapkan dapat makin meneguhkan komitmen bersama untuk mencintai dan memelihara alam.

“Besar harapan kami event ini akan makin memperkuat kerja sama, makin meneguhkan komitmen kita bersama untuk mencintai dan memelihara alam ini,” ujarnya.

Sitti Rohmi menjelaskan bahwa event ini merupakan acara lanjutan dari International Geotourism Seminar 2018 dan Geotourism Festival 2020. Diikuti setidaknya 500 peserta baik offline maupun online dari 9 negara penggiat geowisata dan geopark di Asia Pasifik.

Maka dari itu, dirinya berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti konferensi dengan baik, sehingga ilmu yang didapat bisa digunakan dengan sebaik-baiknya demi pembangunan yang berkelanjutan di NTB.

BACA JUGAMahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Festival
Sandiaga Salahuddin Uno

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap banyak pada Provinsi NTB, khususnya Lombok yang memiliki Geopark Rinjani, untuk terus dapat mempertahankan keseimbangan antara pembangunan, adat budaya, serta ekosistem alamnya.

“Bencana beruntun dari Gempa hingga Pandemi yang tengah terjadi semoga dapat menjadikan Lombok lebih kuat lagi. Dan tetap bisa menjaga kelestarian adat budaya, ekosistem alamnya, berdampingan dengan pembangunan yang terus dilakukan,” jelasnya.

Festival ini terdiri dari 3 sub acara yakni konferensi Internasional dengan Keynote Speakers (Internasional Speakers) dan kelas paralel selama 2 hari (5 – 6 Agustus 2021) Festival Geowisata (Geoproduct Fair). Akan ada beberapa kegiatan yaitu geoproduct fair, sharing session (talk show) dari praktisi geopark dan geowisata, pentas seni & budaya, serta Field trip ke Rinjani-Lombok UGGp.

diskominfotikntb




Mahasiswa Pelopor Intelektual Gerakan Vaksinasi dan Prokes

Mahasiswa bisa menjadi pelopor intelektual dalam melakukan gerakan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menegaskan hal itu saat meninjau kegiatan Vaksinasi Presisi Merdeka “Goes To Campus”, Sinergitas TNI-Polri bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Cipayung Plus, di kampus UIN Mataram, Kamis (5/8).

Wagub menilai mahasiswa merupakan garda terdepan dalam melawan Covid dan meyakinkan masyarakat untuk tetap menjaga disiplin dalam prokes.

“Kami optimis, masa depan daerah dan bangsa ini tergantung apa yang dilakukan dan dicontohkan mahasiswa,” kata Sitti Rohmi.

Sehingga, lanjut Wagub, kehidupan masyarakat berjalan sesuai keinginan bersama. Aktifitas ekononi bergeliat, penyelenggaraan pendidikan berjalan dan suasana kehidupan kembali, dengan era menurut tatanan baru.

“Tidak ada lagi penyekatan, PPKM dan termasuk kuliah online dan lain sebagainya,” tuturnya.

Hal yang serupa disampaikan Kapolda NTB, Irjen. Pol. Muhammad Iqbal, yang mengatakan bahwa kenapa kampus jadi target vaksin, karena mahasiswa adalah agen of change. Mahasiswa membawa perubahan ke arah lebih baik ke depan, termasuk juga sebagai penjaga moral bangsa ini.

“Kalau adik-adik mahasiswa divaksin maka akan diikuti oleh masyarakat, ini point pentingnya,”ungkap Iqbal.

edy




NTB Peringkat Pertama Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021

NTB kini peringkat pertama dalam pengukuran dan penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Najamuddin Amy, yang mewakili Sekda NTB usai webinar, Best Practice Inovasi Daerah Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021, yang digagas Kemendagri, di ruang rapat sekda, Rabu (4/8/).

NTB
Najammudin Amy

“Hingga saat ini, data sementara yang dipaparkan Kepala Badan Litbang Kemendagri, bahwa Provinsi NTB menempati urutan pertama kategori Provinsi,” kata Najamuddin.

Oleh sebab itu, untuk terus menjaga posisi peringkat pertama, hingga batas waktu penginputan inovasi, harus segera dilakukan input data-data inovasi yang belum masuk ke kementerian.

“Pelaporan sebelumnya, ada 35 inovasi milik Pemrov. NTB yang telah masuk ke Litbang Kemendagri dengan data dan dokumen pendukung yang komprehesif dan divalidasi”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni, menjelaskan, ada lima besar provinsi dengan kategori inovatif. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih posisi pertama, kemudian di susul oleh Jawa Tengah, Papua, Sumatera Selatan dan NTT.

“Data ini laporan per-tanggal 4 agustus 2021. Namun data ini bersifat sementara, akan terus bergerak,” jelasnya.

Agus Fathoni meminta daerah untuk melaporkan dan menyampaikan semua data inovasi daerah untuk dilakukan pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah.

BACA JUGAVaksinasi Mahasiswa Menyiapkan Calon Pemimpin yang Sehat

Sedangkan, Kepala Bidang Litbang NTB, Lalu Suryadi, menjelaskan bahwa input data dengan syarat yang komprehensif bagi OPD, diberikan waktu oleh Kemendagri hingga 17 September 2021. Selain itu, penginputan ini agar memperhatikan syarat umum dan kelengkapan pelaporan hasil inovasi yang merupakan terobosan baru.

“Hingga saat ini ada 50 inovasi yang telah di input oleh OPD. Target kita sampai akhir Agustus sudah selesai dan awal September waktu untuk penyempurnaan dan perbaikan hingga sempurna,” tutur Suryadi.

edy




Vaksinasi Mahasiswa Menyiapkan Calon Pemimpin yang Sehat

Vaksinasi bagi mahasiswa, selain menjadi contoh bagi masyarakat juga menyiapkan mereka sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan vaksinasi massal di lingkungan kampus yang bertema “Vaksinasi Presisi Merdeka”, di kampus Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma), Rabu (04/08).

Sitti Rohmi mengatakan, tugas mahasiswa jauh lebih ringan dari pada para tenaga kesehatan. Vaksinasi bagi mahasiswa, selain diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat juga mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang sehat. Ummi Rohmi juga mengingatkan, .

Vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Jika prosedur kesehatan (prokes) tidak diterapkan dan kasus terpapar covid masih tetap tinggi maka sulit mengharapkan aktifitas kampus kembali normal.

“Oleh karena itu ayo berpartisipasi ikut vaksinasi massal di kampus agar bisa berkegiatan seperti dulu. Dan tetap patuhi prokes meski sudah divaksin”, himbau Sitti Rohmi.

Sementara itu, Rektor Undikma, Prof. Drs. Kusno, mengatakan, kegiatan vaksinasi yang terdaftar hari ini sudah melampaui target penyelenggara, yaitu 1000 dosis vaksin. Selain mahasiswa juga terdapat masyarakat umum yang mendaftar.

“Semua elemen sudah mencoba mulai pencegahan, pengobatan dan yang tersulit adalah pengendalian, sebab akhirnya yang dikendalikan adalah perilaku manusia bukan langsung penyakitnya”, tutur Prof. Kusno.

BACA JUGAPosyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Vaksinasi goes to campus yang digelar di sejumlah universitas di Mataram menargetkan sebanyak 3000 orang. Saat ini vaksinasi yang sudah dilakukan di NTB, dengan jumlah penduduknya lima juta, baru mencapai 16 persen.

jm




Posyandu Keluarga Solusi Untuk Mencegah Stunting

Posyandu Keluarga adalah solusi dari aneka permasalahan kesehatan di NTB, salah satunya mengedukasi masyarakat terkait pencegahan stunting.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengatakan hal tersebut saat memberikan pemaparan tentang penanganan stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam acara Pembekalan Program Kerja Kuliah Nyata Muhammadiyah-Aisyah (KKN MAs) Tahun 2021, yang berlangsung secara virtual, Rabu (4/8).

“Revitalisasi posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan angka posyandu secara bertahap, menuju posyandu keluarga serta deteksi dini berbagai persoalan sosial, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat berbasis dusun menuju pertahanan keluarga,” ujar Sitti Rohmi

Berdasarkan data dari Riskesdas jumlah stunting di Provinsi NTB dari tahun 2018 – Juli 2021 sebanyak 33.49%. Sitti Rohmi menilai bahwa setiap tahunnya dapat dilakukan rekapitulasi data dari seluruh posyandu dan puskesmas di NTB.

“Sehingga kita bisa mendapatkan by name by address, penanganan yang jauh lebih komprehensif dan efektif. Agar di NTB ini melihat posyandu menjadi sesuatu yang betul-betul harus diintervensi dengan baik,” jelasnya.

Sitti Rohmi menegaskan bahwa masalah stunting tidak hanya berbicara tentang bayi dan ibu hamil, tetapi juga bagaimana mengedukasi remaja kita sehingga dia nanti siap menjadi calon ibu serta memahami kesehatan reproduksi dan lain sebagainya.

“Kita juga harus mengedukasi masyarakat karena stunting juga sangat tergantung dari lingkungan. Sehingga kita harapkan penanganan stunting ini bisa sangat komprehensif, karena kita tahu penanganan stunting tidak hanya bicara tentang gizi tetapi sangat erat juga hubungannya dengan sanitiasi,” tuturnya.

ser




Komentar Mahasiswa di Mataram Usai Divaksin

Komentar sejumlah mahasiswa dalam acara vaksin massal yang digelar di beberapa kampus dengan tema “Vaksinasi Presisi Merdeka”, menyatakan tidak takut divaksin.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mulai selasa kemarin (3/8), Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar vaksinasi massal di lingkungan kampus di Mataram, dengan sasarannya adalah mahasiswa dan civitas akademika.

Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) mendapat giliran pertama digelarnya kegiatan vaksin massal, dan inilah komentar dari sejumlah mahasiswa usai divaksin.

Salahudin, mahasiswa semester 5, menyatakan, usai divaksin tidak mengalami perubahan yang terjadi di tubuhnya, malahan usai divaksin diberikan multivitamin, snack dan masker agar tetap bugar dan terus waspada prokes Covid.

“Saya sejak awal tidak ada perasaan takut, biasa-biasa aja. Keinginan vaksin memang datang dari diri saya sendiri, keluarga juga mendukung kok,” ujar mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Irwan, yang mengaku ikut vaksinasi berdasarkan niat dan keinginannya sendiri. Selama ini dirinya banyak mendengar informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa vaksin itu membunuh secara perlahan.

“Saya tidak percaya hoaks, masa sih pemerintah mau membunuh ribuan masyarakatnya sendiri, kan konyol itu,” ujar Irwan.

Oleh sebab itu, Irwan mengajak masyarakat, terutama mahasiswa, untuk berpikir rasional tentang Covid serta vaksin, dan kemudian memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat.

BACA JUGAMahasiswa yang Sudah Divaksin Bisa Menjadi Agen Informasi

Lain halnya dengan Arum Nun Maulida, yang mengatakan bahwa awalnya takut untuk mengikuti vaksin. Kemudian ia mencari informasi dan membaca beberapa referensi tentang vaksinasi.

“Akhirnya saya putuskan untuk vaksin, demi menjaga kesehatan tubuh sendiri, keluarga dan teman-teman di sekitar saya,” ujar mahasiswi jurusan Hukum semester 7, ini.

Sedangkan, Puji Prihatin, Mahasiswa semester 5 Teknik Pertanian, menyatakan usai divaksin agak pusing, meski lambat laun sakit di kepalanya itu hilang dan tidak ada efek lain. Ia berharap setelah vaksinasi ini keadaan menjadi lebih cepat normal kembali sehingga kuliah dan aktifitas berjalan seperti biasa.

“Semoga corona cepat berlalu dan bisa kuliah tatap muka lagi,” tuturnya.

BACA JUGAVaksinasi Goes to Campus, Cegah Generasi Muda Terpapar Covid

edy