Anak Muda Desa Jadi Founder dan Penggerak Literasi Membaca

Anak muda di desa sebagai founder dan penggerak literasi guna menumbuhkan minat membaca pada masyarakat di lingkungannya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ini merupakan ajakan dari Bunda Paud Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimasnyah, yang disampaikannya saat menjadi narasumber pada acara “Bunda PAUD Menyapa”, Episode #1, secara Live di Instagram Paupedia yang berlangsung di pendopo gubernur, Jum’at (27/08).

Anak Muda“Semua dapat berkerjasama dengan Pokja Paud untuk menjalin kemitraan dengan provinsi dengan cara mengajukan proposal. Juga salah satu dari program pemprov, yaitu setiap desa memiliki pojok baca akan terus merangkul anak muda yang suka membaca sebagai founder penggerak literasi membaca,” tutur Hj. Niken.

Mengenai permasalahan kelangkaan buku sering kali dikeluhkan oleh masyarakat, Hj. Niken memberikan solusi terkait kelangkaan buku dengan cara memanfaatkan teknologi dan mengakses buku secara digital.

“Sekarang kita berada di era digitalisasi, sehingga kelangkaan buku bisa diatasi dengan menggunakan buku digital,” ujarnya.

Hj. Niken juga menjelaskan hal yang terkait bantuan anggaran taman baca di pemprov NTB.

“Mengenai pengajuan anggaran paud untuk taman baca, kami bersama para anggota akan berkerja sama dengan pemerintah provinsi terutama BAPPEDA dalam mengajukan anggaran untuk taman baca” ujarnya.

ser/sah




Penyu Tangkaran Dilepaskan di Pantai Nipah untuk Pelestarian

Pelepasan Penyu hasil penangkaran Komunitas Konservasi Penyu di Pantai Nipah, Lombok Utara, sebagai dukungan dan upaya memperbaiki kondisi lingkungan.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, menyatakan hal tersebut saat membuka Peresmian Kolam Penangkaran, Pelestarian Turtle Conservation Community (TCC) dan Pelepasliaran Penyu di Pantai Nipah, Pemenang, Rabu (25/8).

Penyu
H. Djohan Sjamsu

“Berterimakasih kepada ‘anak-anak saya’ yang berinisiatif dengan kegiatan ini sebagai amaliah kita semua. Bagian dari pengabdian pada bangsa, negara dan Lombok Utara,” tuturnya.

Bupati Djohan menceritakan bahwa KLU pernah dilanda bencana alam gempa bumi yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur rumah hingga 60 ribu unit rusak berat. Sebagian besar fasilitas publik hingga kini belum tuntas rekonstruksinya, kemudian disusul dengan pandemi Covid-19. Hingga hari ini keterpaparan di KLU menembus angka lebih dari 500 jiwa orang, dengan yang masih tersisa konfirmasi positif kurang dari 30 jiwa.

“Saya serukan pada kita semua, agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sebagai orang yang beragama, tentu kita harus taat dan percaya segala sesuatu yang terjadi Tuhan yang menentukan, kita hanya dapat berikhtiar,” imbuhnya.

Bupati Djohan mengajak bangun semangat, tidak menjadikan Covid tanpa solusi dan kerjakan apa yang mampu dikerjakan. Kita diuji oleh Allah dengan berbagai macam persoalan termasuk Covid-19. Jagalah semangat mencegah Covid, agar segera berhenti dan agar wisatawan bisa hadir, sehingga ekonomi dan UMKM bisa normal.

Tentu akan menghasilkan sesuatu untuk daerah kita. Bersatu padu membangun daerah kita,” tegasnya.

BACA JUGAVarietas Anggur Bermacam-macam Tumbuh Subur di Desa Pendua

Sementara itu, Pimpinan Operation Head PT. Pertamina DPPU BIL, H. Boedi Poerwanto, menyampaikan bahwa Pantai Nipah merupakan destinasi wisata yang dianugerahi keindahan alam dengan jejeran pantai eksotik serta didukung dengan keanekaragaman hayati.

“Dengan menawarkan destinasi unggulan konservasi Penyu dapat menyumbangkan volume kunjungan wisata di Nipah, setelah pandemi usai. Dalam upaya pengembangan promosi pariwisata. Saya menawarkan konservasi Penyu yang dikelola oleh pemuda Nipah melalui TCC,” ujar Boedi.

Acara yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, aparat keamanan dan masyarakat tersebut dilanjutkan dengan penandatangan prasasti pelepasan penyu di pesisir Pantai Nipah.

wld




Bertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah bertemu dengan gurunya semasa SMA yang menjadi peserta MUSWIL VII LDII NTB.

MATARAM.lombokjournal.comGubernur Zulkieflimansyah kerap kali bertemu dengan guru maupun teman semasa sekolahnya, saat menghadiri berbagai kegiatan masyarakat. Seperti halnya saat dirinya usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB, dengan tema “Kontribusi LDII untuk NTB Gemilang”, di Hotel Jayakarta Senggigi, Rabu (25/8).

Zulkieflimansyah bertemu dengan gurunya semasa SMA, yang menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut. Dirinya terkejut ketika mendengar nama H. Sugianto, disebutkan oleh panitia Muswil. Seketika Zulkieflimansyah mendatangi dan mendekati mantan gurunya di SMA 1 Sumbawa.

“Momentum silaturahmi dan pertemuan seperti ini, semakin menguatkan kebersamaan kita sehingga tercipta kehangatan dan keharmonisan,” ucap Zulkieflimasnyah.

Sang guru, H. Sugianto, mengaku baru bertemu lagi dengan gubernur Zulkieflimansyah, yang merupakan siswanya lulusan tahun 1989.

“Alhamdulillah dulu semasa SMAnya, Ia sosok anak yang cerdas dan takjim,” ujar Sugianto

Sebelum maju menjadi kandidat gubernur NTB tahun 2017 yang lalu, Zulkieflimansyah sempat mengunjungi dan silaturahmi dengan guru-gurunya.

“Salah satunya saya, ia meminta restu untuk maju pada pilgub, saya sebagai guru dan orang tua tentu merestuinya,” tutur Sugianto

Usai berbincang singkat dengan mantan gurunya, gubernur pamitan untuk melanjutkan kegiatan dan mencium tangan gurunya.

BACA JUGAEngineer dan Insinyur Diperbanyak untuk Bangun Daerah

edy




Sinergi dan Kolaborasi KPID Untuk Membangun NTB Gemilang

KPID agar terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk bisa membangun NTB yang gemilang melalui lembaga-lembaga penyiaran publik.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB), Najamuddin Amy, berharap Komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) NTB yang baru dilantik dapat terus melanjutkan dan mempertahankan seluruh program dan capaian yang sudah dilaksanakan selama ini dengan baik.

Untuk itu, dirinya mengajak agar KPID NTB yang saat ini diketuai oleh Ajeng Roslinda Motimori, agar terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk bisa membangun NTB yang gemilang melalui lembaga-lembaga penyiaran publik.

Sinergi
Najamuddin Amy

“Kami membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari KPID NTB untuk menemukan solusi dari program-program pembangunan yang digencarkan oleh pemerintah provinsi saat ini,” ungkap Najamuddin Amy, saat memberi arahan dalam acara pisah sambut antara anggota Komisioner KPID NTB periode 2018-2021 dan periode 2021-2024 di Aula Dinas Kominfotik, Rabu (25/8).

Menurut Najamuddin, perjuangan untuk menjadi anggota Komisioner KPID NTB membutuhkan perjuangan dan usaha yang sangat luar biasa. Melewati berbagai persyaratan dan seleksi dari anggota DPRD NTB serta persaingan yang ketat dari para calon komisioner yang ahli dalam bidang masing-masing.

“Untuk itu kami mengucapkan selama datang kepada komisioner yang baru dan kami mengucapkan terima kasih banyak atas dedikasi dan kontribusi yang luar biasa dari komisioner KPID sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPID NTB periode 2021-2024, Ajeng Roslinda Motimori, mengakui bahwa inovasi dan kerja keras KPID periode sebelumnya telah banyak memberikan kontribusi banyak untuk daerah. Sehingga inovasi yang ditinggalkan periode sebelumnya menjadi tonggak semangat bagi komisioner baru untuk berbuat yang lebih banyak untuk NTB Gemilang.

“Sebagai komisioner baru, tentu kami akan membutuhkan arahan dari berbagai pihak untuk terus mewujudkan siaran sehat di NTB,” ujar Ajeng.

BACA JUGABunda Literasi NTB: Budaya Baca Harus Dimulai Sejak Dini

Dalam kesempatan itu juga, Ketua KPID NTB periode sebelumnya, Yusron Saudi mengakui bahwa dinamika selama memimpin lembaga penyiaran tersebut membutuhkan sinergi semua pihak terutama, terutama menghadapi perkembangan teknologi informasi yang makin pesat yang membuat perkembangan lembaga penyiaran yang cukup kompleks.

“Meski dengan berbagai dinamika namun berkat sinergi dengan Diskominfotik serta media-media di NTB banyak hal yang telah kita lakukan untuk mewujudkan kolaborasi yang intens,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dinas Kominfotik yang terus men-support program-program lembaga penyiaran, sehingga KPID dapat memberikan edukasi dan kerja sama kepada semua lembaga penyiaran untuk menyiarkan hal-hal sehat untuk membangun masyarakat NTB yang cerdas.

“Terima kasih semua atas sinergi semua pihak yang membangun siaran sehat di NTB,” imbuh Yusron.

Acara pisah sambut dilanjutkan dengan penyerahan dokumen secara simbolis dari komisioner lama kepada komisioner baru yang diserahkan oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB yang disaksikan oleh seluruh anggota komisioner KPID.

manikpkominfo




Bunda Literasi NTB: Budaya Baca Harus Dimulai Sejak Dini

Bunda Literasi Nusa Tenggara Barat (NTB) ajak orang tua sediakan waktu 30 menit setiap hari untuk membaca bersama anak di rumah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bunda Literasi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengatakan, penting bagi keluarga menyediakan waktu 30 menit setiap hari untuk membaca bersama anak di rumah.

Bunda “Keluarga adalah wadah membuka wawasan. Sebagai tempat belajar yang pertama dan utama menumbuhkan budaya baca harus dimulai sejak dini”, ujar Hj. Niken.

Budaya baca harus timbul dari diri sendiri. Itu sebabnya minat baca dilakukan dengan aktifitas yang menumbuhkan keinginan yang nantinya akan menjadi kebiasaan.

Hj. Niken baru saja dikukuhkan sebagai Bunda Literasi NTB oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas), dalam kegiatan Peningkatan indeks literasi Masyarakat, yang digelar di Graha Bhakti Praja, kantor gubernur, Rabu (25/8). Hj. Niken menggunakan strategi berbasis keluarga yang sejalan dengan program ketahanan keluarga TP PKK di sektor pendidikan.

BACA JUGALiterasi Masyarakat Meningkat Jika Pustakawan Berkualitas

jm




Literasi Masyarakat Meningkat Jika Pustakawan Berkualitas

Salah satu terobosan yang dinilai akan berhasil meningkatkan indeks literasi masyarakat adalah kualitas pustakawan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat, di Graha Bhakti Praja, kantor gubernur, Rabu (25/8).

Literasi
H. Zulkieflimansyah

Dikatakan gubernur, terobosan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB dalam meningkatkan status para penjaga perpustakaan se NTB menjadi pustakawan, sangat baik. Namun demikian, kualitas pustakawan dalam manajemen buku dan literasi harus pula seiring dengan peningkatan kemampuan dan wawasan yang baik dalam melayani pengunjung.

“Melayani pengunjung sesuai kebutuhannya adalah cara meningkatkan kunjungan. Mencarikan dan menemukan literasi yang dibutuhkan adalah seni yang memerlukan jiwa besar dalam melayani”, ujar Zulkieflimansyah.

Oleh karena itu menurut gubernur, di era digital dan medsos, para pustakawan harus memperkaya referensi tentang literasi dalam bentuk buku, jurnal, artikel dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, mengatakan bahwa indeks literasi masyarakat Indonesia masih rendah. Hal itu dipengaruhi kurangnya judul buku yang diterbitkan dalam setahun, fasilitas perpustakaan dan koleksinya yang masih sedikit serta penguatan peran pemerintah.

“Bahan bacaan masyarakat masih terbatas. Satu judul buku harus ditunggu lama untuk dibaca. Idealnya 20 buku untuk satu orang setiap tahun”, jelasnya.

Syarif Bando juga menekankan pentingnya literasi lokal mulai ditulis dan diterbitkan oleh orang lokal. Sumberdaya yang ada mulai dari praktisi, ahli, akademisi dan komunitas literasi dan relawan harus mulai menulis tentang daerah untuk dibaca oleh masyarakat lokal sendiri.

BACA JUGALiterasi untuk Wisatawan, Mandalika akan ada Perpustakaan

Dukungan Perpusnas untuk NTB diwujudkan dalam bentuk investasi pembangunan perpustakaan modern senilai 15 miliar. Dalam tahun ini, Perpusnas memberikan peralatan alat pojok baca digital dan bantuan 500 eksemplar buku untuk komunitas literasi di 10 desa.

jm




Cafe Literasi, Inovasi untuk Meningkatkan Minat Baca

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB melakukan inovasi berupa perpustakaan keliling yang disebut Cafe Literasi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Bedanya, mengadopsi gaya hidup milenial, mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan menyuguhkan kopi gratis bagi 50 pembaca pertama.

“Sasarannya terutama memang kaum milenial. Mobil cafe literasi akan mengunjungi keramaian dan beroperasi setiap hari”, ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah, di kantor gubernur, Rabu (25/8).

Kendaraan Cafe Literasi menyediakan 400 judul buku bacaan dan literasi dengan beragam disiplin ilmu. Inovasi ini diharapkan dapat merubah minat baca masyarakat NTB. Dikatakan Julmansyah, kopi gratis bagi pengunjung Cafe Literasi adalah bentuk fasilitas layanan selain peminjaman buku melalui aplikasi eLib.

“Koleksi buku di mobil Cafe Literasi di-update sesuai minat dan kebutuhan. Ada juga bacaan ringan sampai bacaan untuk anak-anak”, jelas Julmansyah.

Perpustakaan daerah saat ini memiliki 10.000 judul buku dan literasi lokal. Koleksi ini juga terus dilengkapi agar kaum milenial mengenal daerah melalui bacaan.

BACA JUGALiterasi untuk Wisatawan, Mandalika akan ada Perpustakaan

jm




Sektor Energi dan Mineral, Potensi NTB di Masa Depan

Geliat kegiatan sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat menjanjikan di masa depan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut dinyatakan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Penetapan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi NTB, yang digelar secara virtual di ruang kerja gubernur, Selasa (24/8).

“Beberapa kegiatan sedang berlangsung juga pengembangan kelistrikan dan potensi energi terbarukan,” ujar Arifin.

Beberapa kegiatan yang dimaksud adalah proyek tangki penyimpanan gas cair atau LPG di Bima yang saat ini progres pekerjaan 50 persen dari target 90 persen, yang tertunda operasionalnya, yang semula Desember tahun ini, karena pendanaan akibat dampak pandemi Covid 19. Tangki LPG Bima direncanakan beroperasi pada April 2022.

Begitu pula dengan progres pembangunan smelter katoda tembaga di Sumbawa Barat yang ditargetkan 30 persen pekerjaan terealisasi 27 persen pada Juli 2021 karena pandemi. Investasi senilai 982 miliar dollar itu ditargetkan selesai Juni 2023 dengan kapasitas input produksi 900 ribu ton konsentrat tembaga dengan output 222 ribu ton katoda tembaga.

Potensi energi baru terbarukan (EBT) di NTB seperti dijelaskan Menteri ESDM sangat besar. Jika dioptimalkan akan menghasilkan 21,66 GW dari energi panas bumi (0, 17 GW), tenaga surya (9,9 GW), arus laut (8, 6 GW), energi angin (2, 6 GW) dan bioenergi (0, 39 GW).

Kondisi eksisting energi ini sendiri dari 28 unit pembangkit energi hidro sebesar 17,5 MW dan 35 pembangkit bioenergi sebesar 22,6 MW.

“Secara umum total pembangkit EBT sudah mencapai 0,04 GW atau setara 4,4 persen dari total kapasitas yang ada. Sedangkan wilayah pengembangan potensi panas bumi saat ini ada di Sembalun, Marongge dan Hu’u.”, jelas Arifin.

Terkait kondisi kelistrikan NTB yang masih status siaga antara pasokan listrik dan beban puncak hanya selisih sedikit. Namun sistem kelistrikan Sumbawa-Bima berstatus aman. Oleh karena itu, Kementerian ESDM merencanakan pembangkit listrik baru di akhir tahun dengan kapasitas 61 MW.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menambahkan 11 lokasi keragaman geologi baru dalam Geopark Tambora sebagai potensi wisata geologi.

“Karena NTB juga tujuan pariwisata dan salah satunya geopark”, kata Arifin.

BACA JUGAPembangunan Infrastruktur di Provinsi NTB akan Dipercepat

jm




Engineer dan Insinyur Diperbanyak untuk Bangun Daerah

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB agar banyak melahirkan para Insinyur dan Engineer untuk membangun suatu wilayah atau daerah.

LOBAR.lombokjournal.comPesan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) NTB, dengan tema “Kontribusi LDII untuk NTB Gemilang”, di Hotel Jayakarta Senggigi, Rabu (25/8).

Engineer“Apalagi saya melihat organisasi ini berbeda, ketua wilayah dan ketua umumnya, berlatar belakang insinyur semua,” ucap Zulkieflimansyah.

Insinyur itu memiliki cara pandang dan pikiran yang berbeda dan sistematis. Semakin banyak insinyur, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia, akan mampu mengantarkan Indonesia dari berbagai ketertinggalan, dengan tahapan yang lebih tepat.

“Ini harus menjadi program LDII tidak hanya di pusat, tapi di tingkat wilayah provinsi hingga kabupaten/kota,” harap gubernur.

LDII dapat mendata dan terus melahirkan para insinyur baru yang mampu mendatangkan dan menghasilkan solusi-solusi baru sesuai dengan kapasitas dan bidangnya.

Organisasi keagamaan mendapatkan tantangn yang besar di era pamdemi dan kemajuan teknologi. Di masa yang akan datang, dengan kemajuan smartphone, big data, kehebatan algoritma dan artificial intelligence, manusia mampu mendeteksi dan memprediksi dengan keilmuan, tentang umur, penyakit di masa depannya.

BACABertemu Guru Semasa SMA, Gubernur NTB Tunduk dan Cium Tangan

Sementara itu, Ketua Umum LDII Pusat KH. Criswanto Santoso, menyambut baik kedatangan dan kehadiran gubernur menjadi spirit dan motifasi bagi peserta Muswil dalam mengemban amanat untuk melahirkan hasil musyawarah yang dapat berkolaborasi dengan misi NTB Gemilang.

“Kader-kader terbaik yang hadir dalam Muswil menentukan langkah strategis LDII, sebagai kontribusi berkelanjutan untuk bangsa dan negara, lebih-lebih bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid saat ini, efek multi dimensi bermunculan. Terjadi Krisis ekonomi yang apabila dibiarkan dapat memunculkan krisis lain. Untuk itu peran LDII dituntut agar mampu terus menjaga konsistensi dan melahirkan solusi bagi bangsa dan negara.

Pernyataan serupa disampaikan, Ketua DPW LDII NTB, Abdullah A.Karim, bahwa Muswil ini harus menghasilkan rekomendasi dan upaya untuk merealisasikan 8 program LDII dengan misi pembangunan di daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

“Tentunya dengan melahirkan SDM yang berkualitas, mampu membawa organisasi ini lebih baik dan sinergi serta searah dengan program pembangunan di NTB,” ucapnya.

edy




Literasi untuk Wisatawan, Mandalika akan ada Perpustakaan

Selain menikmati indahnya obyek wisata Mandalika, wisatawan dapat pula menambah literasi di perpustakaan yang akan dibangun oleh Perpusnas.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, menyambut baik dan mendorong gagasan serta rencana Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) membangun perpustakaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

“Kami sangat mendukung, apalagi ada Sirkuit MotoGP di sana,” kata Zulkieflimansyah, pada saat menerima silaturahmi dan kunjungan kerja Kepala Perpusnas, di pendopo gubernur, Selasa (24/8).

Ditambah lagi, Mandalika akan menjadi magnet yang mendatangkan semua orang di Indonesia bahkan dunia untuk menyaksikan event dunia MotoGP serta eksotiknya pantai dan alam di wilayah selatan pulau Lombok tersebut. Tentu selain berwisata, wisatawan dapat menambah literasi di perpustakaan yang akan dibangun Perpusnas.

“Harus jadi etalase, semoga rencana ini cepat terealisasi,” ujar Zulkieflimansyah.

Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Muhammad Syarif Bando, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keluangan waktu gubernur menerima kunjungan kerjanya.

“Kami sudah mengunjungi Mandalika, destinasi yang indah,” tutur Syarif.

Karena Mandalika sudah menjadi destinasi super prioritas maka harus dilengkapi juga dengan fasilitas pendukung lain, salah satunya adalah fasilitas perpustakaan.

“Untuk memperkuat literasi masyarakat, sekaligus orang yang berwisata di tempat tersebut,”ujarnya.

BACA JUGACafe Literasi, Inovasi untuk Meningkatkan Minat Baca

Kunjungan Kepala Perpusnas RI tersebut adalah dalam rangka kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat, dengan tema “Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat”, di Provinsi NTB. Selain itu juga akan dirangkaikan dengan Pengukuhan Bunda Literasi Provinsi NTB serta penandatanganan nota kesepakatan Perpusnas dengan pemerintah provinsi dan perguruan tinggi yang ada di NTB.

edy