Komunitas RGOG Serahkan Bantuan Sosial ke Pemprov NTB
Komunitas Road Glide Owners Group (RGOG) menyerahkan bantuan sosial ke Pemprov NTB untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
MATARAM.lombokjournal.com ~ Bantuan sosial sebanyak 1.500 paket tersebut diserahkan secara langsung oleh Komunitas RGOG kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, di pendopo gubernur, Minggu (15/8).
Selanjutnya, pemprov bersama Polda dan Korem 162/Wb akan menyalurkan bantuan sosial itu kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pemprov akan menyalurkan sebanyak 500 paket, Polda sebanyak 500 paket dan Korem sebanyak 500 paket.
“Kami dengan hati sangat terbuka menyambut kedatangan sahabat semua dan berterima kasih atas seluruh bantuannya,” ucap gubernur kepada Komunitas RGOG.
Zulkieflimansyah mengajak seluruh anggota RGOG untuk dapat berpartisipasi memeriahkan pergelaran MotoGP dan Superbike di sirkuit Mandalika.
“Kita baru menyelesaikan sirkuit Mandalika 100% dan sekaligus dalam acara ini kami mengundang Panglima dan kawan kawan untuk hadir memeriahkan sirkuit Mandalika seminggu sebelum acara ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Sirkuit MotoGP Mandalika Telah Rampung Pengaspalan
Sementara itu Panglima RGOG Indonesia, Yovie M. Santosa, menuturkan bahwa RGOG merupakan komunitas pecinta motor gede (moge) Harley-Davidson jenis Road Glide yang ada di Indonesia.
Dalam rangka memperingati HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021, komunitas RGOG melakukan riding dan charity ke NTB.
“Banyak rekan-rekan LSM atau masyarakat yang tetap menginginkan kalau kami datang, termasuk di wilayah pariwisata. Sehingga pemerintah NTB mengizinkan kami hadir dengan tetap menerapkan prokes, sebanyak 15 Moge datang ke pendopo,” ujar Yovie.
Yovie berharap agar kegiatan yang dilakukan komunitas RGOG dapat menjadikan suatu keberkahan untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga besar kecilnya dapat bermanfaat diterima dengan bahagia dengan bangga oleh mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
ser
Bupati Djohan yang juga selaku Kamabicab Pramuka KLU menyampaikan bahwa organisasi kepramukaan genap berusia 60 tahun. Sekalipun sesungguhnya keberadaan Pramuka di Indonesia berusia jauh lebih tua, namun sejak 60 tahun silam tidak lagi terpecah-pecah melainkan menyatu dalam satu wadah yang disebut Gerakan Pramuka.
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, menyampaikan bahwa untuk menjaga keamanan, masyarakat harus mampu menyebarkan informasi positif agar stabilitas keamanan tetap kondusif.
“Masyarakat sangat antusias menyambut vaksin ini, bahkan ada yang datang dari pukul 06.30 pagi, sehingga kegiatan vaksin dapat segera dilaksanakan,” kata Nurhandini, saat memantau kegiatan Vaksinasi Merdeka yang berlangsung di Gedung Graha Bakti, Jum’at (13/8).
“Kami sangat berterima kasih kepada PT. SMI atas pinjaman yang diberikan. Ini memberikan nafas bagi kami untuk segera membangkitkan perekonomian di NTB,” ungkap Zulkieflimansyah.
Menurut Sitti Rohmi, belajar dari pandemi bahwa fasilitas kesehatan tak sanggup menangani kesehatan. Begitu pula dengan tenaga kesehatan yang sumber dayanya membutuhkan waktu untuk disiapkan. Artinya, tindakan kuratif itu terbatas sehingga dibutuhkan intervensi dari awal.