Mengapa mayoritas negara-negara di seluruh dunia memilih demokrasi? Hak asasi manusia mungkin lebih dilindungi di bawah sistem demokrati daripada di bawah yang otoriter
Oleh: Lalu Ramdan Hadi, Mahasiswa Administrasi Publik,Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram
LombokJournal.com ~ Demokrasi memikiki arti secara harfiah yakni “pemerintah oleh rakyat,” yang merupakan konsep fundamental. Demokrasi ditandai tidak hanya sebagai pemerintahan yang dikendalikan oleh dan untuk rakyat, tetapi juga sebagai pemerintah yang melaksanakan keinginan rakyat.
Tujuan dan persyaratan warga negara harus dipertimbangkan oleh pemerintah demokratis ideal. Sementara demokrasi ideal yang tanpa cacat masih merupakan referensi dan sumber inspirasi untuk sistem demokrasi, perilaku semacam itu belum pernah terdengar dan mungkin tidak terwujud (Liphart, Arend, Democracies, Patterns ofMajoritarian and Consensus Government in Twenty-One Countries, (New Haven: YaleUniversity Press,1984) .
Mengapa mayoritas negara-negara di seluruh dunia memilih demokrasi? Hak asasi manusia mungkin lebih dilindungi di bawah sistem demokratis daripada di bawah yang otoriter. Penghormatan alami terhadap hak asasi manusia terkait erat dengan stabilitas dan sistem demokrasi yang kuat.
Pemilu harus dikendalikan dan didukung oleh berbagai alat untuk mempromosikan kolaborasi dan komunikasi. Namun, pemilu masih menjadi alat utama demokrasi.
Pemilu mengklaim untuk menciptakan mekanisme yang memaksa atau memotivasi anggota parlemen untuk mengambil tujuan pemilih mereka dengan serius. Ada kesepakatan umum bahwa sebuah negara dengan sistem politik demokratis akan muncul lebih banyak dari pemilihan kompetitif daripada dari fungsi lain.
Dalam negara demokrasi, semua pasangan calon harus dikupas pro dan kontranya, tidak hanya baiknya saja untuk di pelajari tetapi segalanya, lalu membandingkan mana yang terbaik dan terburuk. semuanya punya sisi buruknya masing-masing, asalkan berdasarkan data dan fakta, maka kita sebagai masyarakat jangan asal memfitnah dan membuat hoax. namanya negara demokratis, guna mencari pemimpin yang terbaik.
Bagi politisi pemilu adalah untuk memenangkan calon jagoan mereka, cukup jagoan mereka. bagi rakyat pemilu seharusnya yaitu soal memenangkan Negara Kesatuan Rakyat Indonesia,itulah mengapa rakyat harus mempelajari, mengetahui semua calon yang ada.
Maka Pemilu tidak bisa kemudian menggunakan perasaan baper yang tidak jelas. pemilu ini mengikuti logika rasional dengan mempelajari segala hal, membandingkan, dan lalu tetapkan opsi pilihan.
Pada akhirnya, pemilu mengajarkan kita bagaimana untuk berdiri teguh pada keyakinan kita sendiri atau terbawa oleh derasnya air sungai, dan tentang Bagaimana bertaruh pada kemauan untuk mencerna dengan lebih jernih segala sesuatu yang disediakan, atau justru kita yang dimakan mentah-mentah dan tidak berdaya? ***
Pj Gubernur NTB Paparkan Program Jum’at Salam di Teras Negeri Tempo
Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi yang biasa disapa Miq Gite memperkenalkan Program Jum’at Salam menghadiri undangan PT Tempo Inti Media Harian di Jakarta
JAKARTA.LombokJournal.com ~Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Miq Mite sapaan Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menghadiri Undangan PT Tempo Inti Media Harian di Jakarta. Pj Gubernur NTB sebagai narasumber dalam tapping Program Talkshow Teras Negeri.
Kedatangan Pj Gubernur NTB di Gedung Akademik Politèknik Tempo disambut langsung Direktur Utama PT. Tempo Ade Liesnasari dan jajarannya (07/02/24).
Dalam sesi tapping, dipandu host Veza Aditya (Tempodotcom). Pj Gubernur NTB memaparkan mandat dan amanah diperintahkan Presiden RI Joko Widodo dan Mendagri saat dilantik September 2023 lampau.
Pj Gubernur NTB atau Miq Gite memaparkan penyelenggaraan Pemilu 2024 dengan aman, damai, lancar, dan berkualitas dalam suasana gembira dan penuh persaudaraan. Upaya konsolidasi netralitas aparatur ASN, dalam bentuk regulasi, masif dilakukan baik melalui upacara, imbauan, maupun sosial media.
Pj Gubernur NTB, memperkenalkan Program Jum’at Salam, dalam pelaksanaannya para jurnalis turut serta turun ke pelosok désa. Jum’at Salam adalah akronim dari Jumpai Masyarakat dan Selesaikan Aneka Persoalan.
Dikatakan Pj Gubernur NTB, para jurnalis secara langsung mendapatkan fakta secara obyektif mengangkat dan menggali informasi bagaimana kondisi di desa itu dari zero to hero sukses atau keadaan sebaliknya.
Kendala apa saja di desa yang dihadapi dengan narasispirit inspirasi yang menyentuh. Tentunya menjadi kabar baik. Seluruh OPD setiap Jum’at merilis berita desa, maka ada ratusan kabar beredar baik media cetak maupun elektronik.
Tentu ini mampu menutup beredarnya pemberitaan negatif tendensius ataupun terutama hoax. Terlebih lagi dalam suasana Pemilu tahun ini.
Lebih lanjut Miq Gite mengungkapkan hasil karya jurnalistik dari para jurnalis tersebut, nantinya di akhir tahun mendapatkan kualifikasi apresiasi award.
Ditekankan, pelaksanaan Jum’at Salam ini merupakan kolaborasi Pemprov NTB, masyarakat, BUMN/D, media, dan stakeholders lainnya.
Selain itu pula, ada Program Senin Sehat, Selasa Makmur, Rabu Cerdas, Kamis Bahagia bersosialisasi dengan masyarakat secara virtual. Kemudian pada Hari Jum’at berinteraksi langsung dengan masyarakat di desa/kelurahan.trn/akn
Setelah Memantau Harga Sembako di Pasar, Rachmat Hidayat: Harga-harga Melambung
Rachmat Hidayat memantau sejumlah pasar tradisionil, diakuinya harga komoditi kebutuhan sehari-hari melonjak
MATARAM.LombokJournal.com ~ H. Rachmat Hidayat melakukan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional, selain menyapa masyarakat dan pedagang pasar penuh keakraban, kunjungan Rachmat Hidayat Anggota DPR RI dari PDIP, untuk mengecek harga sembako di pasar tradisional.
Tampil trendy dan santai usai berolahraga, Kamis pagi Rachmat Hidayat tiba di pasar Selak Mandalika, Kota Mataram, Kamis (08/02/24) pagi.
“Katanya harga-harga pada naik, maka saya cek langsung ke pasar ini. Dan ternyata memang benar harga sejumlah sembako sedang naik cukup signifikan,” kata Rachmat Hidayat di sela kunjungannya.
Rachmat Hidayat dengan rinci menjelaskan, terjadinya kenaikan hargakebutuhan sehari-hari.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat mencatat sejumlah harga komoditi yang naik.
Antara lain beras yang mencapai Rp16 ribu – Rp17 ribu per kilo, atau Rp370 ribu per karung ukuran 25 Kg. Tomat Rp22 ribu per kilo, bawang merah Rp35 ribu per kilo, ayam Rp40 ribu per kilo, kopi Rp58 ribu per kilo, bawang merah Rp35 ribu per kilo, Bawang Putih Rp33 ribu, gula Rp17,5 ribu perkilo, minyak goreng Rp177 ribu/12 liter dan masih banyak lagi.
Terkait kenaikan harga sejumlah komoditi di pasar tradisional, Rachmat Mengatakan mengatakan, hal ini harus menjadi atensi pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Daerah.
Menurutnya, inflasi merupakan hal yang lazim terjadi namun harus tetap di dalam kontrol pemerintah.
“Ada komoditi yang bisa diintervensi pemerintah daerah, baik Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemda Kabupaten. Namun ada juga komoditi yang harus diintervensi pemerintah pusat. Jangan karena tahun politik, masalah inflasi ini tidak diatensi,” tegasnya.
Ia mengatakan, inflasi ibarat dua sisi mata uang yang berkaitan. Di tingkat lokal, papar Rachmat, kenaikan harga komoditi seperti hortikultura memang bisa membuat para petani tersenyum. Namun di sisi lain masyarakat umum sebagai konsumen harus menyediakan dana lebih untuk kebutuhan pokok mereka.
“Jadi yang harus dijaga adalah kestabilan harga. Naik boleh, karena petani bisa untung, tapi kenaikannya harus terjaga. Jangan sampai ada broker atau makelar yang mengambil keuntungan,” kata Rachmat.
Kehadiran Rachmat Hidayat di pasar Selak Mandalika Kota Mataram disambut baik sejumlah pedagang dan masyarakat di sana. Nampak Ketua DPD PDIP Provinsi NTB ini berdialog santai dengan pedagang yang ada.
Selain menyerap aspirasi mereka tentang harga sembako, Rachmat juga berdiskusi kecil tentang penataan pasar, kebersihan dan kenyamanannya. me
Kadis PUPR Lombok Barat Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nurul Madinah
Pembangunan Masjid Nurul Madinah Desa Kuranji Dalang dimulai dengan Peletakan Batu Pertama yang dilakukan Kadis PUPR Lombok Barat, Lalu Winengan
LOBAR.LombokJournal.com ~ Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat, Ir. HK. Lalu Winengan lakukan peletakan batu pertamapembangunan masjid Nurul Madinah, BTN Royal Madinah, Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (07/02/24).
Prosesi dilakukan secara khidmat, secara resmi sebagai penanda dimulainya pengerjaan pembangunan masjid Nurul Madinah.
Kedatangan Lalu Winengan dalam kegiatan ini adalah dalam kapasitasnya mewakili Hj. Sumiatun, Bupati Kabupaten Lombok Barat yang berhalangan hadir. Pasalnya saat ini Bupati harus melaksanakan kegiatan kedinasan di Bali.
“Mewakili Ibu Bupati, saya menyampaikan permohonan maaf karena beliau tidak bisa hadir di sini. Ibu Bupati hari ini sedang ada kegiatan di Bali. Saya juga sebenarnya ada kegiatan di Lombok Tengah, namun karena urusan pembangunan masjid ini penting bagi saya. Makanya saya harus hadir,” Jelas Lalu Winengan mengawali sambutannya, hari Rabu (07/02).
Masyarakat diminta untuk tidak khawatir atas niat untuk memiliki masjid. Lalu Winengan mengajak warga masyarakat untuk meluruskan niat, agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam pembangunan masjid Nurul Madinah.
“Bapak Ibu tidak perlu khawatir! Kalau bangun masjid ini pasti jadi nanti. Hal terpenting adalah luruskan niat dulu, kita dirikan masjid ini untuk Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT berikan kita semua keikhlasan, dan dengan niat yang lurus itu masjid akan segera jadi,” tutur Winengan pada warga masyarakat.
Lalu Winengan juga mengajak warga masyarakat untuk terus memanjatkan doa dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, agar masjid Nurul Madinah dapat disegerakan sebelum memulai prosesi peletakan batu pertama.
“Bapak Ibu jangan lupa untuk terus berdoa dan bershalawat, agar masjid ini segera jadi. Dengan membaca Bismillah, mari bersama-sama kita letakkan batu pertama. Mudah-mudahan masjid ini segera jadi.” katanya
Masyarakat berharap, masjid Nurul Madinah ini dapat segera terwujud. Agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
“Kami berharap masjid Nurul Madinah dapat segera terwujud. Biar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” ungkap Utadz Muhammad Ali, salah seorang warga yang turut hadir dalam prosesi tersebut (07/02).
Pembangunan masjid Nurul Madinah, Desa Kuranji Dalang dimaksudkan menyediakan sarana tempat ibadah bagi lebih dari 1800 masyarakat muslim di desa Kuranji Dalang.
Panitia pembangunan masjid Nurul Madinah sendiri mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan membantu pembangunan masjid Nurul Madinah.
“Panitia sendiri terus bergerak, dan tentu saja mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan membantu dalam merealisasikan masjid ini,” ungkap Ustadz Sekhan selaku pembangunan Masjid Nurul Madinah di sela acara (07/02).
Untuk mendukung pembangunan masjid Nurul Madinah, masyarakat dapat datang langsung ke lokasi pembangunan ataupun menyalurkan donasi tunai melalui nomor rekening yang disediakan.
Donasi dapat dilakukan melalui Rekening Bank NTB Syariah dengan Nomor 504.02.11005.27-2 atas nama Masjid Nurul Madinah. Selanjutnya donatur diharapkan untuk dapat mengkonfirmasi dengan menyerahkan bukti transfer ke nomor 0853-3721-5118. fik
Barisan Tuan Guru Muda (Baruda) Nusantara NTB Dukung Ganjar-Mahfud Md
Baruda berkomitmen mendukung Ganjar-Mahfud, mengajak rakyat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak
MATARAM.LombokJournal.com ~ Barisan Tuan Guru Muda Nusantara Provinsi Nusa Tenggara Barat (Baruda Nusantara NTB) menghimbau para elite politik mengedepankan sikap-sikap bijak dan beretikadalam menjalankan ambisi politiknya.
Imbauan itu disampaikan menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang akan dilangsungkan tanggal 14 Februari mendatang.
Selain itu, Baruda Nusantara NTB mengajak para pemilih menggunakan hak pilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan tegas mengatakan ‘tidak’ pada praktek politik uang (money politic).
Koordinator Baruda Nusantara NTB, TGH Supardi Ramli menerangkan, mandat masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada pemilu termaktub dalam Undang-Undang (UU).
“Terkiat pemilu 2024, saya sebagai Koodinator Baruda Nusantara Provinsi NTB. Silakan semua warga negara dilindungi Undang-Undang dan memiliki kebebasan yang penuh untuk memilih siapapun yang menurutnya pantas sesuai dengan hati nurani masing-masing, yang dinilai paling baik. Yang paling diyakini dapat mendatangkan maslahat,” kata TGH Supardi Ramli dalam keterangannya, Selasa (06/02/24).
Pihaknya di Baruda Nusantara NTB berkeyakinan, memilih pemimpin (umara) adalah merupakan suatu kewajiban. Pihaknya pun mengharapkan seluruh eksponen pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024 mendatang.
Memilih pemimpin menurut mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya syiar terhadap terwujudnya kebaikan dan perubahan ke arah yang lebih positif bagi agama, nusa, dan bangsa.
“Kami para masyaikh dan tuan guru berpandangan, memilih pemimpin atau umara itu adalah kewajiban. Jadi atas dasar tersebut, para ulama mengharapkan seluruh pemilih dari milenial hingga pemilih tua kami harapkan jangan sampai tidak menggunakan hak pilih alias golput,” tegasnya.
Dalam sistem pemilu one man one vote, TGH Supardi Ramli mengungkap, satu suara dalam pemilu dapat mengubah banyak hal. Satu suara sangat penting untuk menentukan nasib bangsa dan ummat ke depan.
Pihaknya kemudian berharap semua pihak khususnya tokoh agama dapat menyampaikan syiar-syiar kebaikan terkait pemilu 2024.
“Kita berharap para tuan guru, di majelis taklim atau dalam berkhutbah, atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya islami agar bisa memberikan pesan penting ini kepada jemaah. Jangan sampai atas dasar pertimbangan yang tidak jelas kemudian tidak menggunakan hak pilih,” terangnya.
Isu kedua, yang juga menjadi keresahan Baruda Nusantara NTB adalah kian nyatanya praktek politik uang.
Politik uang menurut mereka dapat mencederai demokrasi dan proses elektasi (election). Dan praktik politik uang bertentangan dengan nilai dan ajaran agama.
“Politik uang ini memang menjadi momok yang menakutkan setiap pemilu, selalu terulang, kita pemeluk agama islam, sudah menjadi lampu merah di dalam agama bahwa orang-orang yang menggunakan politk uang sangat tidak dibenarkan. Dalam agama manapun juga, politik uang dalam arti membeli suara,” tegasnya.
Baruda mengajak para pemilih di manapun berada agar kemudian memilih pemimpin bukan atas dasar berapa uang (wani piro) tetapi memilih pemimpin berdasarkan pandangan dan istikharah mana yang terbaik.
“Bukan yang paling banyak uang. Yang terpenting adalah yang dapat membawa maslahat paling banyak kepada ummat,” imbuhnya.
Tegaskan Komitmen Mendukung Ganjar-Mahfud Md
Baruda Nusantara NTB menegaskan komitmennya mendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 03 pada Pilpres 2024, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Sebagai informasi, Baruda Nusantara NTB telah secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar-Mahfud Md pada 25 Desember 2023 silam. Hadir dalam deklarasi tersebut Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat.
TGH Supardi Ramli mengklaim pemilihan Ganjar-Mahfud Md bukan tanpa dasar. Pihaknya haqqul yakin Ganjar-Mahfud Md merupakan dua figur yang diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang kuat dan unggul.
Ganjar-Mahfud Md menurut mereka paling mumpuni dari sisi rekam jejak ketimbang dua paslon lain yang bakal berlaga di Pilpres 2024.
Baruda Nusantara meyakini semua paslon merupakan orang-orang terbaik, orang pilihan. Dan tidak pernah mengajak untuk menghujat atau saling memfitnah antar paslon maupun pendukung paslon.
Sikap yang disampaikan untuk memberi catatan agar tidak memilih paslon yang memainkan isu SARA dan menghalalkan segala cara.
“Kami di Baruda Nusantara NTB setelah kami melakukan rapat besar bersama, hasil istikharah dan renungan pertimbangan dari kami bersepakt memilih Bapak Ganjar-Mahfud Md. Itu berdasar alasan penting yang bukan pembenaran, dari sekian paslon yang bekontetasi, beliau berdua yang kami anggap paling layak menjadi pemimpin kita selanjutnya,” tegas TGH Supardi Ramli. me
Apel Kesiapan Pengamanan Logistik Suara Pemilu 2024
Pj Gubernur NTB, Miq Gite saat Apel Kesiapan Pengamanan dan Pengecekan Logistik Pemilu 2024, pastikan semua aman dan lancar
MATARAM.LombokJournal.com ~Penjabat (PJ) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengikuti Apel Kesiapan Pengamanan dan Pengecekan Logistik Tahap Pemungutan Suara Pemilu 2024 yang diinisiasi Polda NTB di Ex Bandara Selaparang Kota Mataram, Senin (05/02/24).
Apel pengamanan dan pengecekan logistik Pemilu 2024 tersebut dihadiri ribuan personel gabungan TNI-Polri, Pol PP dan Forkompinda Provinsi NTB.
Miq Gita sapaan akrabnya PJ Gubernur NTB memastikan, Pemerintah Provinsi NTB terus perkuat konsolidasi dan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, telkom serta PLN untuk memastikan semua komunikasi dan ketersediaan listrik berjalan lancar selama kegiatan pemungutan suara Pemilu 2024 di seluruh NTB.
“Petugas kesehatan, direktur rumah sakit dan puskesmas kami juga siagakan. Begitu juga dengan daerah rawan bencana banjir dan longsor kami juga telah perintahkan Dinas PUPR dan BPBD untuk selalu siaga,” tegas Miq Gita usai mengikuti apel terkait Pemilu 2024.
Miq Gite mengapresiasiTNI/Polri yang telah mewujudkan kesiapan dalam mengawal proses demokratisasi pemungutan suara Pemilu 2024, dengan menggelar apel persiapan bagi seluruh personel TNI polri di seluruh NTB.
“Untuk itu, kami harap kepada seluruh masyarakat untuk memberikan hak suaranya dengan aman dan lancar. Persahabatan dan persaudaraan tetap terjaga meski berbeda pilihan,” harap Miq Gita.
Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol Umar Faroq mengatakan, TNI Polri telah menyiapkan sebanyak 7.629 personil untuk mengamankan sebanyak 16.244 TPS di seluruh Provinsi NTB. Sehingga Pemilu 2024 diharapkan dapat berjalan aman dan lancar.
“Kami menjamin untuk mengamankan pemilu 2024. Saya minta semua personil polisi untuk tetap siaga dan bijaksana dalam pengamanan selama proses pemungutan suara dengan aman dan lancar,” harap Kapolda NTB saat memimpin apel pengamanan. Manikp
Pj Gubernur Miq Gite Terima Kunjungan Taruna Akademi Angkatan Laut
Para taruna Angkata Laut yang diterima Pj Gubernur NTB diharapkan suatu hari dapat bertugas di daerah sendiri di NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menerima Kunjungan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat I Angkatan 72 TA 2024, di ruang kerja Pendopo Gubernur, Mataram (05/02/24).
Pj Gubernur menyambut baik anak-anak taruna tersebut perwakilan ada dari Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa, Jayapura, Jakarta dan Padang. Serta menyampaikan terimakasih telah memilih pelabuhan Lembar sebagai tempat titik persinggahan.
“Ini merupakan aset-aset yang kedepannya akan mengawal, sehingga pada saatnya nanti dengan pengetahuan dan pengalamannya diharapkan para taruna suatu hari dapat bertugas di daerah sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kolonel Laut (P) Salim selaku Direktur Pendidikan Akademi Angkatan Laut Suarabaya menyampaikan terimakasih telah menerima para taruna dengan baik.
Disebutkan, saat ini 241 Taruna Akademi TNI AAL Tingkat I Angkatan 72 sedang mengikuti Latihan dan Praktek (Lattek) Pra Jalasesya 2024.
“Latihan ini adalah untuk membentuk karakterpara Taruna sebagai Prajurit Matra Laut yang handal. Pelaksanaan Lattek Pra Jalasesya meliputi rute pelayaran Mataram, Bali, dan kembali ke Surabaya,” ungkapnya. san/opik
Relawan Big Bro Dirikan Puluhan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud di NTB
Puluhan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud Didirikan untuk kepung NTB, ini cara relawan Big Bro menangkan paslon Ganjar-Mahfud
MATARAM.LombokJournal.com ~ Membangun kekuatan lebih besar dan masif di NTB, Relawan Big Bro Ganjar-Mahfudmendirikan puluhan posko pemenangan Capres-Cawapres Ganjar- Mahfud di wilayah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
“Seribu satu macam cara yang dilakukan relawan untuk menggaet suara dalam Pilpres tahun 2024, salah satunya yang dilakukan oleh Relawan Big Bro Ganjar-Mahfud yang secara masifmembentuk jaringan 25 Posko Pemenangan Ganjar Mahfud di wilayah Lombok sampai Bima pada bulan Januari 2024,” tegas Ketua Harian Relawan Big Bro Ganjar Mahfud NTB, Ihsan, Minggu (04/02/24).
Menurut Ihsan, pembentukan posko ini merupakan salah satu cara efektifdalam menggaet dan menjaga suara di wilayah yang sebelumnya bukan basis Ganjar Mahfud dan menjadikan wilayah tersebut sebagai basis Ganjar-Mahfud.
Banyak program yang dijalankan oleh pengelola Posko untuk menarik perhatian masyarakat untuk mengenalkan dan akhirnya menarik dukungan untuk Ganjar-Mahfud.
“Kopi dan tembakau gratis menjadi salah satu daya tarik untuk menarik masyarakat datang dan berdiskusi panjang lebar untuk mengenal lebih dalam profil dan program Ganjar Mahfud untuk menuju Indonesia Unggul,” ujarnya.
Tak hanya itu, beberapa posko bahkan mengadakan doorprise undian dan perlombaan kecil-kecilan untuk menggalang massa.
Seperti yang dilakukan oleh Posko Pemenangan Ganjar Mahfud di Kota Bima dan Sumbawa yang mengadakan turnamen Kartu sebagai sarana mengumpulkan masyarakat dan melakukan sosialisasi mengenai Ganjar-Mahfud.
“Tingginya animo masyarakat yang datang ke Posko dengan inisiatif sendiri untuk mencari tahu informasi terkait Profil dan Program Ganjar Mahfud dan kami sangat mengapresiasiniat dan semangat masyarakat di wilayah NTB untuk mengenal lebih dalam Ganjar Mahfud dan memberikan dukungan maksimal kepada Ganjar Mahfud dalam Pilpres 2024, semoga Allah mengabulkan doa dan dukungan masyarakat NTB untuk kemenangan Ganjar Mahfud untuk Indonesia yang lebih baik,” papar Ihsan.
Ihsan menambahkan, keberadaan posko Ganjar Mahfud di seluruh wilayah NTB akan menjadi basis suara kemenangan Ganjar Mahfud di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Barisan relawan juga siap sedia melayani masyarakat yang membutuhkan APK Ganjar Mahfud, dan merangkul semua pihak yang mau bergabung untuk bersama-sama memenangkan Ganjar Mahfud.
“Semua yang kami lakukan demi Indonesia yang lebih baik. Indonesia Unggul hanya bisa tercapai bila pemimpinnya punya kompetensi, rekam jejak, dan sudah teruji. Dan semua harapan itu ada di Ganjar Mahfud,” katanya.
Gerakan Relawan Big Bro Ganjar Mahfud menjadi salah satu gerakan penguat berbagai kelompok relawan Ganjar Mahfud di NTB.
Hal ini membawa sentimen positif untuk pasangan Capres – Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Tak hanya di NTB tapi juga di Indonesia. (*)
Rachmat Hidayat Serap Aspirasi Umat Hindu yang Kian Solid Dukung PDI Perjuangan
Menjawan aspirasi umat Hindu yang ingin lebih dekat dengan Wakilnya, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat hadiri simakrama di dua lingkungan di Kota Mataram
MATARAM.LombokJournal.com ~ H Rachmat Hidayat, hadir dalam simakrama Umat Hindu di Kota Mataram. Simakrama digelar hari Minggu (04/02/24) di Lingkungan Karang Tulamben, Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara.
Selain itu Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Rachmat Hidayat itu juga menghadiri simakrama dan di Lingkungan Baturujung Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram.
Masyarakat dari 13 banjar yang hadir dalam simakrama itu menyambut hangat dan meriah Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dalam Pemilu 2024 itu.
Simakrama PDI Perjuangan tersebut dihadiri para Ketua dari 13 banjar, tokoh agama Umat Hindu, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan anak-anak muda generasi milenial.
Dalam simakrama itu Rachmat Hidayat didampingi anggota DPRD NTB dan DPRD Kota Mataram, I Made Slamet , I Gde Wiska dan I Wayan Wardana.
Didaulat menyampaikan orasi dalam simakrama tersebut, Rachmat Hidayat menjelaskan, bagaimana sejarah dan pertautan antara PDI Perjuangan dengan masyarakat dari Umat Hindu yang sudah terjalin dalam kurun waktu lebih dari lima dekade semenjak tahun 1973.
Rachmat menuturkan, bagaimana Umat Hindu di NTB begitu mencintai PDI Perjuangan. Rachmat tahu persis sejarah itu, bahkan semenjak hari pertama dirinya bergabung dengan PDI Perjuangan tahun 1977.
Politisi senior NTB ini menceritakan bagaimana ketika Orde Baru berkuasa dengan otoriter dan tidak bersahabat dengan partai di luar pemerintahan, masyarakat dari Umat Hindu tetap berada di belakang PDI Perjuangan dan memberikan dukungan.
”Besarnya partai ini adalah sumbangsih yang luar biasa dari saudara-saudara kami dari kalangan Umat Hindu,” kata Rachmat.
Tokoh kharismatik Bumi Gora yang sudah delapan periode menjadi Anggota Legislatif ini pun secara runut menuturkan satu per satu tokoh-tokoh dari kalangan Umat Hindu yang bahu membahu untuk turut membesarkan PDI Perjuangan di NTB dalam empat dekade terakhir. terutama di Kota Mataram.
Dukungan dari Umat Hindu di Kota Mataram itu pun kata Rachmat tercermin dari komposisi Anggota DPRD Kota Mataram dari PDI Perjuangan saat ini. Dari lima wakil rakyat dari PDI Perjuangan, sebanyak empat orang merupakan wakil dari umat Hindu.
Karena itu, Rachmat Hidayat pun mengingatkan kepada seluruh calon Anggota Legislatif dari Dapil Cakranegara dan juga Dapil Mataram, saat mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat Umat Hindu untuk duduk di lembaga wakil rakyat, tak sekalipun mereka boleh lupa kepada masyarakat pemilihnya.
Rachmat pun menyampaikan, lima Anggota DPDR Kota Mataram dari PDI Perjuangan yang kini sedang menjabat, ibarat sudah menjadi modal awal yang besar untuk masyarakat.
Dengan dukungan dari Umat Hindu, Rachmat pun yakin, jumlah kursi keterwakilan masyarakat dari PDI Perjuangan bisa bertambah dalam Pemilu 2024 ini di DPRD Kota Mataram.
Rachmat melanjutkan, menjadi komitmen para calon Anggota Legislatif dari PDI Perjuangan di Kota Mataram untuk berkontribusi dalam menyiapkan Tanah Pelaba untuk pura. Menyiapkan diri untuk membantu banjar dan juga aktivitas masyarakat dari kalangan Umat Hindu.
”Kalau Bapak Ibu ingin Tanah Pelaba semakin ditingkatkan, maka jalan terbaiknya adalah memperbanyak wakil bapak ibu dari PDI Perjuangan. Semakin banyak wakil Bapak Ibu, maka Bapak Ibu semakin sejahtera,” imbuh Rachmat.
Dalam Simakrama yang juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi bagi Rachmat dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI, digelar dialog secara langsung.
Di Kelurahan Cakranegara Timur, muncul aspirasi dari masyarakat, di antaranya, ada masyarakat yang ingin berjumpa dengan Rachmat secara langsung dengan mereka dikunjungi di lingkungannya masing-masing.
Terhadap hal tersebut, Rachmat menegaskan kesiapannya. Politisi senior Bumi Gora otu mengungkapkan komitmennya untuk menemui masyarakat. Sebab, tugas Anggota DPR RI bukan selesai di gedung parlemen, namun harus pula berada di tengah-tengah masyarakat.
“Setiap pertemuan dengan masyarakat itu adalah kesempatan emas untuk memastikan wujud kehadiran nyata kita bagi mereka,” imbuh Rachmat.
Di tempat yang sama, mengemuka pula aspirasi masyarakat yang menyampaikan kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Misalnya ada masyarakat yang menginginkan ada pembenahan saluran air di lingkungan mereka yang selama ini menjadi biang keladi terjadinya banjir setiap musim hujan, akibat salah penanganan dan treatment.
Terhadap hal ini, Rachmat memerintahkan agar Anggota DPRD dari PDI Perjuangan di DPRD Kota Mataram menindaklanjuti hal tersebut sesegera mungkin.
Dalam Simakrama di Kelurahan Pagutan Barat, didominasi kehadiran Ibu-Ibu. Rachmat pun memberi apresiasi terhadap kehadiran mereka secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, Ibu-Ibu tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Rachmat. Antara lain yang mereka usulkan adalah pentingnya bantuan permodalan untuk menopang usaha-usaha mikro milik mereka.
Rachmat pun menegaskan kesanggupannya terhadap hal tersebut. Di banyak daerah di Pulau Lombok, sebelumnya Rachmat memang telah menyalurkan sejumlah bantuan modal tunai untuk usaha produktif. Hal yang mana juga akan menyasar masyarakat di Kota Mataram.
Rachmat pun pada kesempatan tersebut mengingatkan agar Ibu-Ibu tersebut datang ke bilik suara untuk menyalurkan suaranya dalam Pemilu 14 Februari nanti.
”Ibu-Ibu jangan Golput ya…,” kata Rachmat yang disambut koor kesanggupan para Ibu-Ibu tersebut.
Rachmat juga menyampaikan, pentingnya program untuk membuat para perempuan berdaya. Karena itu, selain bantuan modal usaha, para kaum perempuan juga akan disiapkan pelatihan-pelatihan. Dengan begitu, berbekal pengetahuan dari pelatihan-pelatihan tersebut, usaha mereka bisa naik kelas.
Baik di Kelurahan Cakranegara Timur maupun Kelurahan Pagutan Barat, Rachmat pun memberikan bantuan untuk banjar-banjar dan Pura. Bantuan untuk modal usaha mikro yang dikelola warga juga turut disalurkan pada saat yang sama.
”PDI Perjuangan hadir untuk menyejahterakan dan mendukung kehidupan umat,” kata Rachmat menekankan. me
Dalang Wayang Sasak Legendaris, Lalu Nasib AR, Dibantu Kursi Roda Elektrik oleh Rachmat Hidayat
Dalang senior Wayang Sasak Lalu Nasib AR sudah empat tahun kesulitan berjalan, Rachmat Hidayat pun turun tangan beri bantuan kursi roda elektrik
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalang kondang wayang Sasak asal Gerung Lombok Barat, H. Lalu Nasib yang kini tak kuasa lagi berjalan sempurna, mendapat bantuan kursi roda dari Rachmat Hidayat.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat, akhir-akhir tampak konsisten menebar kebahagiaan dan membantu mereka yang menderita lumpuh dan mengalami mobilitas yang terbatas akibat penyakit di Pulau Lombok.
Bantuan politisi kharismatik asal Lombok Timur itu berupa kursi roda elektrik kini menyasar Lalu Nasib AR, Dalang Wayang Sasak, yang nyaris seluruh hidupnya diwakafkan menjaga nilai dan budaya seni pertunjukan Wayang Sasak.
Lalu Nasib kini berusia 82 tahun, tidak lagi leluasa bergerak akibat penyakit yang dideritanya. Mungkin salah satu penyebabnya, selama lima puluh tahun ia duduk bersila berjam-jam dalam saat mendalang, yang membuat lutut dan kakinya kini sulit digerakkan.
Kini, mobilitas tokoh budaya Sasak kelahiran tahun 1941 itu sangat terbatas dan harus bergantung bantuan tongkat.
Rachmat Hidayat yang lama mengenal Lalu Nasib mengantar langsung bantuan kursi roda elektrik tersebut ke rumah dalang legendarisitu, Minggu (04/02/24) siang.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mendatangi kediaman Lalu Nasib di Dusun Perigi, Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, membesuk sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda elektrik seharga Rp 30 juta.
Bantuan itu berasal dari program aspirasi Rachmat Hidayat melalui Kementerian Sosial, salah satu mitra kerja Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.
Saat datang ke rumah dalang kesohor itu, keluarga dan anak-anak cucu Lalu Nasib menyongsong kedatangan Rachmat Hidayat dan menyalaminya dengan takzim.
Dengan tertatih-tatih, Lalu Nasib bangkit dari pembaringan dan berjalan menuju teras rumah untuk menyambut kedatangan Rachmat. Keduanya bersalaman dengan erat, lalu berbincang dengan penuh hangat.
”Bantuan kursi roda elektrik ini adalah bantuan kecil. Tak akan pernah sebanding dengan dedikasi dan pengabdian besar Kak Nasib untuk menjaga marwah seni dan budaya masyarakat Sasak,” ucap Rachmat.
Anggota DPR RI tiga periode tersebut, sebelumnya memang sama sekali tak memberi tahu kedatangannya kepada sahibulbait. Maka, jadilah silaturahmi itu menjadi sebuah kejutan yang menghadirkan kegembiraan luar biasa.
Tak butuh waktu lama. Informasi kehadiran Rachmat Hidayat di kediaman HL Nasib AR pun dengan cepat menyebar.
Sejumlah tokoh di Desa Gerung Selatan pun turut merapat dan meriung yang membuat pertemuan dadakan selama lebih dari dua jam tersebut berlangsung gayeng dan banyak diwarnai gelak tawa.
Bagi Rachmat, Lalu Nasib AR, adalah figur penjaga marwah budaya Sasak yang hidupnya didedikasikan untuk menjaga pilar keberlanjutan identitas kolektif masyarakat Suku Sasak. Menjaga keaslian dan keunikan warisan budaya, terutama seni pertunjukan Wayang Sasak.
”Figur Lalu Nasib AR, bukan hanya pengawas nilai-nilai dan tradisi seni pertunjukan Wayang Sasak. Tetapi juga garda terdepan yang memastikan warisan budaya tersebut diteruskan dengan penuh kehormatan dan kepedulian kepada generasi penerus,” ucap Rachmat.
Rachmat dan Lalu Nasib AR, adalah kawan karib. Persahabatan keduanya sudah terjalin semenjak Rachmat masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas.
Semua bermula, tatkala Lalu Nasib AR sedang menggelar pertunjukan Wayang Sasak di Desa Rumbuk, Lombok Timur, kampung halaman Rachmat Hidayat.
Semenjak itu, persahabatan keduanya tak pernah putus. Musabab Lalu Nasib berusia lebih tua, Rachmat pun menyematkan panggilan ”Kakak” untuknya.
Sehari sebelum membesuk Lalu Nasib untuk membawakan bantuan kursi roda elektrik, dalang legendaris itu datang bersilaturahmi ke rumah Rachmat di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram, yang didampingi mantan Anggota DPRD Lombok Barat, Lalu Sahdan Bahdiaktar.
Dari pertemuan itulah, Rachmat mengetahui persis kondisi sahabat karibnya tersebut. Dalam beberapa tahun belakangan, komunikasi intens keduanya memang lebih banyak hanya melalui sambungan telepon dan aplikasi perpesanan.
Frekuensi pertemuan fisik menjadi berkurang, terutama setelah pandemi Covid-19 merebak.
Lalu Nasib AR sendiri, memang tidak banyak berbagi cerita tentang kondisi fisiknya secara detail kepada para sahabat.
Namun begitu, sahabatnya tahu kondisi fisiknya memang sudah tidak sebugar dahulu, mengingat usia yang sudah lebih dari delapan dekade.
Meski dengan kondisi tak sebugar dulu, dedikasi Lalu Nasib terhadap seni pertunjukan Wayang Sasak, tidak kendor sedikit pun.
Ketika berbicara ssehari-hari, kadang suaranya juga terbata-bata. Intonasi suaranya memang masih terdengar sangat lantang, namun sejumlah kata yang terlontar juga kadang terdengar tidak terucap dengan jelas.
Tapi tidak ketika mendalang. Di hadapan Rachmat dan para tetamu, Lalu Nasib memainkan sejenak satu lakon Wayang Sasak. Tangan kanannya menggenggam wayang Jayengrane, sementara tangan kirinya menggengam wayang Umar Maye.
Dimainkannya begitu sempurna lakon tersebut dan membius semua tetamu yang hadir. Tak ada suara terbata-bata. Tak ada terdengar pelafalan kata yang tidak tepat. Apalagi yang tidak jelas.
Karena itu, di tengah kondisi fisiknya yang terbatas, Lalu Nasib masih tetap memenuhi undangan pertunjukan Wayang Sasak.
Minggu malam misalnya, jadwal pentasnya pun sudah tersusun. Lalu Nasib akan mendalang di Desa Kumbung, Narmada, memenuhi undangan pementasan wayang dari masyarakat desa setempat.
Demikian besarnya dedikasinya Lalu Nasib untuk menjaga marwah budaya seni pertunjukan Wayang Sasak, menyebabkan Rachmat tak pernah ragu menyematkan gelar ”Pahlawan Budaya Tanpa Tanda Jasa” kepada sahabatnya itu.
Bagi Rachmat, melalui pengorbanan dan dedikasi Lalu Nasib, masyarakat Sasak bisa terus menghargai akar sejarah yang memancarkan kebanggaan dan identitasnya.
Di tengah gempuran teknologi seni pertunjukan yang sudah sedemikian maju dan pesat, Lalu Nasib dinilainya tidak hanya merupakan figur yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu. Tetapi juga membuka jendela masa depan.
Dari tangan Lalu Nasib, kata Rachmat, warisan budaya bukan hanya menjadi kenangan, tetapi menjelma menjadi peta menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri, sebagai masyarakat Suku Sasak.
”Kak Nasib mengajarkan kita bahwa kepedulian terhadap budaya adalah kunci untuk memahami dan menghormati perjalanan sejarah kita sebagai masyarakat Suku Sasak,” ucap Rachmat.
Kepada Rachmat Hidayat, Lalu Nasib pun menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan kursi roda elektrik untuknya. Dia meneguhkan, kursi roda elektrik itu, akan selalu menemaninya dalam setiap aktivitas. Termasuk saat memenuhi undangan di tengah-tengah masyarakat untuk mendalang dan mementaskan Wayang Sasak.
Tak cuma itu. Kursi roda itu juga akan menemaninya dalam aktivitas ibadah. Dengan kursi roda elektrik tersebut, Lalu Nasib kini bisa secara mandiri pergi ke Masjid dekat rumahnya, untuk menunaikan salat berjamaah lima waktu.
Setelah mendapat sedikit tutorial tentang penggunaan kursi roda tersebut, di hadapan Rachmat, dengan ”gaya”, dalang kebanggaan masyarakat Suku Sasak itu pun segera menunjukkan bagaimana dirinya sudah begitu mahir mengendarai kursi roda tersebut. Hal yang menghadirkan gelak tawa dari para tamu.
Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu Lalu Nasib, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. Rachmat mengungkapkan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.
“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya saudara kita yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Rachmat menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan secuil. Namun, dia berharap, tindakan secuil tersebut, dapat turut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.
Dikatakan, bantuan kursi roda elektrik tersebut pun diharapkan dapat membuat perbedaan dalam hidup orang lain. Politisi lintas zaman ini menekankan, dengan sedikit usaha dan kepedulian, sesungguhnya kita dapat memberikan kebahagiaan bagi orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
”Berbagi dan memberi perhatian kepada sesama itu akan selalu mengingatkan diri kita bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan kita untuk peduli dan membantu orang lain,” ucap Rachmat. (*)