Pj Gubernur Miq Gite Terima Kunjungan Taruna Akademi Angkatan Laut
Para taruna Angkata Laut yang diterima Pj Gubernur NTB diharapkan suatu hari dapat bertugas di daerah sendiri di NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menerima Kunjungan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat I Angkatan 72 TA 2024, di ruang kerja Pendopo Gubernur, Mataram (05/02/24).
Pj Gubernur menyambut baik anak-anak taruna tersebut perwakilan ada dari Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa, Jayapura, Jakarta dan Padang. Serta menyampaikan terimakasih telah memilih pelabuhan Lembar sebagai tempat titik persinggahan.
“Ini merupakan aset-aset yang kedepannya akan mengawal, sehingga pada saatnya nanti dengan pengetahuan dan pengalamannya diharapkan para taruna suatu hari dapat bertugas di daerah sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kolonel Laut (P) Salim selaku Direktur Pendidikan Akademi Angkatan Laut Suarabaya menyampaikan terimakasih telah menerima para taruna dengan baik.
Disebutkan, saat ini 241 Taruna Akademi TNI AAL Tingkat I Angkatan 72 sedang mengikuti Latihan dan Praktek (Lattek) Pra Jalasesya 2024.
“Latihan ini adalah untuk membentuk karakterpara Taruna sebagai Prajurit Matra Laut yang handal. Pelaksanaan Lattek Pra Jalasesya meliputi rute pelayaran Mataram, Bali, dan kembali ke Surabaya,” ungkapnya. san/opik
Relawan Big Bro Dirikan Puluhan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud di NTB
Puluhan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud Didirikan untuk kepung NTB, ini cara relawan Big Bro menangkan paslon Ganjar-Mahfud
MATARAM.LombokJournal.com ~ Membangun kekuatan lebih besar dan masif di NTB, Relawan Big Bro Ganjar-Mahfudmendirikan puluhan posko pemenangan Capres-Cawapres Ganjar- Mahfud di wilayah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
“Seribu satu macam cara yang dilakukan relawan untuk menggaet suara dalam Pilpres tahun 2024, salah satunya yang dilakukan oleh Relawan Big Bro Ganjar-Mahfud yang secara masifmembentuk jaringan 25 Posko Pemenangan Ganjar Mahfud di wilayah Lombok sampai Bima pada bulan Januari 2024,” tegas Ketua Harian Relawan Big Bro Ganjar Mahfud NTB, Ihsan, Minggu (04/02/24).
Menurut Ihsan, pembentukan posko ini merupakan salah satu cara efektifdalam menggaet dan menjaga suara di wilayah yang sebelumnya bukan basis Ganjar Mahfud dan menjadikan wilayah tersebut sebagai basis Ganjar-Mahfud.
Banyak program yang dijalankan oleh pengelola Posko untuk menarik perhatian masyarakat untuk mengenalkan dan akhirnya menarik dukungan untuk Ganjar-Mahfud.
“Kopi dan tembakau gratis menjadi salah satu daya tarik untuk menarik masyarakat datang dan berdiskusi panjang lebar untuk mengenal lebih dalam profil dan program Ganjar Mahfud untuk menuju Indonesia Unggul,” ujarnya.
Tak hanya itu, beberapa posko bahkan mengadakan doorprise undian dan perlombaan kecil-kecilan untuk menggalang massa.
Seperti yang dilakukan oleh Posko Pemenangan Ganjar Mahfud di Kota Bima dan Sumbawa yang mengadakan turnamen Kartu sebagai sarana mengumpulkan masyarakat dan melakukan sosialisasi mengenai Ganjar-Mahfud.
“Tingginya animo masyarakat yang datang ke Posko dengan inisiatif sendiri untuk mencari tahu informasi terkait Profil dan Program Ganjar Mahfud dan kami sangat mengapresiasiniat dan semangat masyarakat di wilayah NTB untuk mengenal lebih dalam Ganjar Mahfud dan memberikan dukungan maksimal kepada Ganjar Mahfud dalam Pilpres 2024, semoga Allah mengabulkan doa dan dukungan masyarakat NTB untuk kemenangan Ganjar Mahfud untuk Indonesia yang lebih baik,” papar Ihsan.
Ihsan menambahkan, keberadaan posko Ganjar Mahfud di seluruh wilayah NTB akan menjadi basis suara kemenangan Ganjar Mahfud di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Barisan relawan juga siap sedia melayani masyarakat yang membutuhkan APK Ganjar Mahfud, dan merangkul semua pihak yang mau bergabung untuk bersama-sama memenangkan Ganjar Mahfud.
“Semua yang kami lakukan demi Indonesia yang lebih baik. Indonesia Unggul hanya bisa tercapai bila pemimpinnya punya kompetensi, rekam jejak, dan sudah teruji. Dan semua harapan itu ada di Ganjar Mahfud,” katanya.
Gerakan Relawan Big Bro Ganjar Mahfud menjadi salah satu gerakan penguat berbagai kelompok relawan Ganjar Mahfud di NTB.
Hal ini membawa sentimen positif untuk pasangan Capres – Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Tak hanya di NTB tapi juga di Indonesia. (*)
Rachmat Hidayat Serap Aspirasi Umat Hindu yang Kian Solid Dukung PDI Perjuangan
Menjawan aspirasi umat Hindu yang ingin lebih dekat dengan Wakilnya, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat hadiri simakrama di dua lingkungan di Kota Mataram
MATARAM.LombokJournal.com ~ H Rachmat Hidayat, hadir dalam simakrama Umat Hindu di Kota Mataram. Simakrama digelar hari Minggu (04/02/24) di Lingkungan Karang Tulamben, Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara.
Selain itu Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Rachmat Hidayat itu juga menghadiri simakrama dan di Lingkungan Baturujung Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram.
Masyarakat dari 13 banjar yang hadir dalam simakrama itu menyambut hangat dan meriah Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dalam Pemilu 2024 itu.
Simakrama PDI Perjuangan tersebut dihadiri para Ketua dari 13 banjar, tokoh agama Umat Hindu, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan anak-anak muda generasi milenial.
Dalam simakrama itu Rachmat Hidayat didampingi anggota DPRD NTB dan DPRD Kota Mataram, I Made Slamet , I Gde Wiska dan I Wayan Wardana.
Didaulat menyampaikan orasi dalam simakrama tersebut, Rachmat Hidayat menjelaskan, bagaimana sejarah dan pertautan antara PDI Perjuangan dengan masyarakat dari Umat Hindu yang sudah terjalin dalam kurun waktu lebih dari lima dekade semenjak tahun 1973.
Rachmat menuturkan, bagaimana Umat Hindu di NTB begitu mencintai PDI Perjuangan. Rachmat tahu persis sejarah itu, bahkan semenjak hari pertama dirinya bergabung dengan PDI Perjuangan tahun 1977.
Politisi senior NTB ini menceritakan bagaimana ketika Orde Baru berkuasa dengan otoriter dan tidak bersahabat dengan partai di luar pemerintahan, masyarakat dari Umat Hindu tetap berada di belakang PDI Perjuangan dan memberikan dukungan.
”Besarnya partai ini adalah sumbangsih yang luar biasa dari saudara-saudara kami dari kalangan Umat Hindu,” kata Rachmat.
Tokoh kharismatik Bumi Gora yang sudah delapan periode menjadi Anggota Legislatif ini pun secara runut menuturkan satu per satu tokoh-tokoh dari kalangan Umat Hindu yang bahu membahu untuk turut membesarkan PDI Perjuangan di NTB dalam empat dekade terakhir. terutama di Kota Mataram.
Dukungan dari Umat Hindu di Kota Mataram itu pun kata Rachmat tercermin dari komposisi Anggota DPRD Kota Mataram dari PDI Perjuangan saat ini. Dari lima wakil rakyat dari PDI Perjuangan, sebanyak empat orang merupakan wakil dari umat Hindu.
Karena itu, Rachmat Hidayat pun mengingatkan kepada seluruh calon Anggota Legislatif dari Dapil Cakranegara dan juga Dapil Mataram, saat mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat Umat Hindu untuk duduk di lembaga wakil rakyat, tak sekalipun mereka boleh lupa kepada masyarakat pemilihnya.
Rachmat pun menyampaikan, lima Anggota DPDR Kota Mataram dari PDI Perjuangan yang kini sedang menjabat, ibarat sudah menjadi modal awal yang besar untuk masyarakat.
Dengan dukungan dari Umat Hindu, Rachmat pun yakin, jumlah kursi keterwakilan masyarakat dari PDI Perjuangan bisa bertambah dalam Pemilu 2024 ini di DPRD Kota Mataram.
Rachmat melanjutkan, menjadi komitmen para calon Anggota Legislatif dari PDI Perjuangan di Kota Mataram untuk berkontribusi dalam menyiapkan Tanah Pelaba untuk pura. Menyiapkan diri untuk membantu banjar dan juga aktivitas masyarakat dari kalangan Umat Hindu.
”Kalau Bapak Ibu ingin Tanah Pelaba semakin ditingkatkan, maka jalan terbaiknya adalah memperbanyak wakil bapak ibu dari PDI Perjuangan. Semakin banyak wakil Bapak Ibu, maka Bapak Ibu semakin sejahtera,” imbuh Rachmat.
Dalam Simakrama yang juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi bagi Rachmat dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI, digelar dialog secara langsung.
Di Kelurahan Cakranegara Timur, muncul aspirasi dari masyarakat, di antaranya, ada masyarakat yang ingin berjumpa dengan Rachmat secara langsung dengan mereka dikunjungi di lingkungannya masing-masing.
Terhadap hal tersebut, Rachmat menegaskan kesiapannya. Politisi senior Bumi Gora otu mengungkapkan komitmennya untuk menemui masyarakat. Sebab, tugas Anggota DPR RI bukan selesai di gedung parlemen, namun harus pula berada di tengah-tengah masyarakat.
“Setiap pertemuan dengan masyarakat itu adalah kesempatan emas untuk memastikan wujud kehadiran nyata kita bagi mereka,” imbuh Rachmat.
Di tempat yang sama, mengemuka pula aspirasi masyarakat yang menyampaikan kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Misalnya ada masyarakat yang menginginkan ada pembenahan saluran air di lingkungan mereka yang selama ini menjadi biang keladi terjadinya banjir setiap musim hujan, akibat salah penanganan dan treatment.
Terhadap hal ini, Rachmat memerintahkan agar Anggota DPRD dari PDI Perjuangan di DPRD Kota Mataram menindaklanjuti hal tersebut sesegera mungkin.
Dalam Simakrama di Kelurahan Pagutan Barat, didominasi kehadiran Ibu-Ibu. Rachmat pun memberi apresiasi terhadap kehadiran mereka secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, Ibu-Ibu tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Rachmat. Antara lain yang mereka usulkan adalah pentingnya bantuan permodalan untuk menopang usaha-usaha mikro milik mereka.
Rachmat pun menegaskan kesanggupannya terhadap hal tersebut. Di banyak daerah di Pulau Lombok, sebelumnya Rachmat memang telah menyalurkan sejumlah bantuan modal tunai untuk usaha produktif. Hal yang mana juga akan menyasar masyarakat di Kota Mataram.
Rachmat pun pada kesempatan tersebut mengingatkan agar Ibu-Ibu tersebut datang ke bilik suara untuk menyalurkan suaranya dalam Pemilu 14 Februari nanti.
”Ibu-Ibu jangan Golput ya…,” kata Rachmat yang disambut koor kesanggupan para Ibu-Ibu tersebut.
Rachmat juga menyampaikan, pentingnya program untuk membuat para perempuan berdaya. Karena itu, selain bantuan modal usaha, para kaum perempuan juga akan disiapkan pelatihan-pelatihan. Dengan begitu, berbekal pengetahuan dari pelatihan-pelatihan tersebut, usaha mereka bisa naik kelas.
Baik di Kelurahan Cakranegara Timur maupun Kelurahan Pagutan Barat, Rachmat pun memberikan bantuan untuk banjar-banjar dan Pura. Bantuan untuk modal usaha mikro yang dikelola warga juga turut disalurkan pada saat yang sama.
”PDI Perjuangan hadir untuk menyejahterakan dan mendukung kehidupan umat,” kata Rachmat menekankan. me
Dalang Wayang Sasak Legendaris, Lalu Nasib AR, Dibantu Kursi Roda Elektrik oleh Rachmat Hidayat
Dalang senior Wayang Sasak Lalu Nasib AR sudah empat tahun kesulitan berjalan, Rachmat Hidayat pun turun tangan beri bantuan kursi roda elektrik
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalang kondang wayang Sasak asal Gerung Lombok Barat, H. Lalu Nasib yang kini tak kuasa lagi berjalan sempurna, mendapat bantuan kursi roda dari Rachmat Hidayat.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat, akhir-akhir tampak konsisten menebar kebahagiaan dan membantu mereka yang menderita lumpuh dan mengalami mobilitas yang terbatas akibat penyakit di Pulau Lombok.
Bantuan politisi kharismatik asal Lombok Timur itu berupa kursi roda elektrik kini menyasar Lalu Nasib AR, Dalang Wayang Sasak, yang nyaris seluruh hidupnya diwakafkan menjaga nilai dan budaya seni pertunjukan Wayang Sasak.
Lalu Nasib kini berusia 82 tahun, tidak lagi leluasa bergerak akibat penyakit yang dideritanya. Mungkin salah satu penyebabnya, selama lima puluh tahun ia duduk bersila berjam-jam dalam saat mendalang, yang membuat lutut dan kakinya kini sulit digerakkan.
Kini, mobilitas tokoh budaya Sasak kelahiran tahun 1941 itu sangat terbatas dan harus bergantung bantuan tongkat.
Rachmat Hidayat yang lama mengenal Lalu Nasib mengantar langsung bantuan kursi roda elektrik tersebut ke rumah dalang legendarisitu, Minggu (04/02/24) siang.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB itu mendatangi kediaman Lalu Nasib di Dusun Perigi, Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, membesuk sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda elektrik seharga Rp 30 juta.
Bantuan itu berasal dari program aspirasi Rachmat Hidayat melalui Kementerian Sosial, salah satu mitra kerja Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.
Saat datang ke rumah dalang kesohor itu, keluarga dan anak-anak cucu Lalu Nasib menyongsong kedatangan Rachmat Hidayat dan menyalaminya dengan takzim.
Dengan tertatih-tatih, Lalu Nasib bangkit dari pembaringan dan berjalan menuju teras rumah untuk menyambut kedatangan Rachmat. Keduanya bersalaman dengan erat, lalu berbincang dengan penuh hangat.
”Bantuan kursi roda elektrik ini adalah bantuan kecil. Tak akan pernah sebanding dengan dedikasi dan pengabdian besar Kak Nasib untuk menjaga marwah seni dan budaya masyarakat Sasak,” ucap Rachmat.
Anggota DPR RI tiga periode tersebut, sebelumnya memang sama sekali tak memberi tahu kedatangannya kepada sahibulbait. Maka, jadilah silaturahmi itu menjadi sebuah kejutan yang menghadirkan kegembiraan luar biasa.
Tak butuh waktu lama. Informasi kehadiran Rachmat Hidayat di kediaman HL Nasib AR pun dengan cepat menyebar.
Sejumlah tokoh di Desa Gerung Selatan pun turut merapat dan meriung yang membuat pertemuan dadakan selama lebih dari dua jam tersebut berlangsung gayeng dan banyak diwarnai gelak tawa.
Bagi Rachmat, Lalu Nasib AR, adalah figur penjaga marwah budaya Sasak yang hidupnya didedikasikan untuk menjaga pilar keberlanjutan identitas kolektif masyarakat Suku Sasak. Menjaga keaslian dan keunikan warisan budaya, terutama seni pertunjukan Wayang Sasak.
”Figur Lalu Nasib AR, bukan hanya pengawas nilai-nilai dan tradisi seni pertunjukan Wayang Sasak. Tetapi juga garda terdepan yang memastikan warisan budaya tersebut diteruskan dengan penuh kehormatan dan kepedulian kepada generasi penerus,” ucap Rachmat.
Rachmat dan Lalu Nasib AR, adalah kawan karib. Persahabatan keduanya sudah terjalin semenjak Rachmat masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas.
Semua bermula, tatkala Lalu Nasib AR sedang menggelar pertunjukan Wayang Sasak di Desa Rumbuk, Lombok Timur, kampung halaman Rachmat Hidayat.
Semenjak itu, persahabatan keduanya tak pernah putus. Musabab Lalu Nasib berusia lebih tua, Rachmat pun menyematkan panggilan ”Kakak” untuknya.
Sehari sebelum membesuk Lalu Nasib untuk membawakan bantuan kursi roda elektrik, dalang legendaris itu datang bersilaturahmi ke rumah Rachmat di Jalan Panji Masyarakat, Kota Mataram, yang didampingi mantan Anggota DPRD Lombok Barat, Lalu Sahdan Bahdiaktar.
Dari pertemuan itulah, Rachmat mengetahui persis kondisi sahabat karibnya tersebut. Dalam beberapa tahun belakangan, komunikasi intens keduanya memang lebih banyak hanya melalui sambungan telepon dan aplikasi perpesanan.
Frekuensi pertemuan fisik menjadi berkurang, terutama setelah pandemi Covid-19 merebak.
Lalu Nasib AR sendiri, memang tidak banyak berbagi cerita tentang kondisi fisiknya secara detail kepada para sahabat.
Namun begitu, sahabatnya tahu kondisi fisiknya memang sudah tidak sebugar dahulu, mengingat usia yang sudah lebih dari delapan dekade.
Meski dengan kondisi tak sebugar dulu, dedikasi Lalu Nasib terhadap seni pertunjukan Wayang Sasak, tidak kendor sedikit pun.
Ketika berbicara ssehari-hari, kadang suaranya juga terbata-bata. Intonasi suaranya memang masih terdengar sangat lantang, namun sejumlah kata yang terlontar juga kadang terdengar tidak terucap dengan jelas.
Tapi tidak ketika mendalang. Di hadapan Rachmat dan para tetamu, Lalu Nasib memainkan sejenak satu lakon Wayang Sasak. Tangan kanannya menggenggam wayang Jayengrane, sementara tangan kirinya menggengam wayang Umar Maye.
Dimainkannya begitu sempurna lakon tersebut dan membius semua tetamu yang hadir. Tak ada suara terbata-bata. Tak ada terdengar pelafalan kata yang tidak tepat. Apalagi yang tidak jelas.
Karena itu, di tengah kondisi fisiknya yang terbatas, Lalu Nasib masih tetap memenuhi undangan pertunjukan Wayang Sasak.
Minggu malam misalnya, jadwal pentasnya pun sudah tersusun. Lalu Nasib akan mendalang di Desa Kumbung, Narmada, memenuhi undangan pementasan wayang dari masyarakat desa setempat.
Demikian besarnya dedikasinya Lalu Nasib untuk menjaga marwah budaya seni pertunjukan Wayang Sasak, menyebabkan Rachmat tak pernah ragu menyematkan gelar ”Pahlawan Budaya Tanpa Tanda Jasa” kepada sahabatnya itu.
Bagi Rachmat, melalui pengorbanan dan dedikasi Lalu Nasib, masyarakat Sasak bisa terus menghargai akar sejarah yang memancarkan kebanggaan dan identitasnya.
Di tengah gempuran teknologi seni pertunjukan yang sudah sedemikian maju dan pesat, Lalu Nasib dinilainya tidak hanya merupakan figur yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu. Tetapi juga membuka jendela masa depan.
Dari tangan Lalu Nasib, kata Rachmat, warisan budaya bukan hanya menjadi kenangan, tetapi menjelma menjadi peta menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri, sebagai masyarakat Suku Sasak.
”Kak Nasib mengajarkan kita bahwa kepedulian terhadap budaya adalah kunci untuk memahami dan menghormati perjalanan sejarah kita sebagai masyarakat Suku Sasak,” ucap Rachmat.
Kepada Rachmat Hidayat, Lalu Nasib pun menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan kursi roda elektrik untuknya. Dia meneguhkan, kursi roda elektrik itu, akan selalu menemaninya dalam setiap aktivitas. Termasuk saat memenuhi undangan di tengah-tengah masyarakat untuk mendalang dan mementaskan Wayang Sasak.
Tak cuma itu. Kursi roda itu juga akan menemaninya dalam aktivitas ibadah. Dengan kursi roda elektrik tersebut, Lalu Nasib kini bisa secara mandiri pergi ke Masjid dekat rumahnya, untuk menunaikan salat berjamaah lima waktu.
Setelah mendapat sedikit tutorial tentang penggunaan kursi roda tersebut, di hadapan Rachmat, dengan ”gaya”, dalang kebanggaan masyarakat Suku Sasak itu pun segera menunjukkan bagaimana dirinya sudah begitu mahir mengendarai kursi roda tersebut. Hal yang menghadirkan gelak tawa dari para tamu.
Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu Lalu Nasib, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. Rachmat mengungkapkan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.
“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya saudara kita yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Rachmat menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan secuil. Namun, dia berharap, tindakan secuil tersebut, dapat turut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.
Dikatakan, bantuan kursi roda elektrik tersebut pun diharapkan dapat membuat perbedaan dalam hidup orang lain. Politisi lintas zaman ini menekankan, dengan sedikit usaha dan kepedulian, sesungguhnya kita dapat memberikan kebahagiaan bagi orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
”Berbagi dan memberi perhatian kepada sesama itu akan selalu mengingatkan diri kita bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan kita untuk peduli dan membantu orang lain,” ucap Rachmat. (*)
Daycare di RSJ Mutiara Sukma akan Tingkatkan Produktivitas Kerja Civitas Hospitalia
Untuk peningkatan produktivitas civitas hospitalia, Rumah Sakiy Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma meluncurkan daycare
MATARAM.LombokJournal.com ~ Peluncuran daycare di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara untuk civitas hospitalia guna peningkatan produktivitaskerja, dihadiri Pj Gubernur NTB, Drs. H Lalu Gita Ariadi, M. Si, Minggu (04/02/24).
Peluncuran dalam upaya peningkatan produktivitas itu sekaligus peringatan HUT ke-34 tahun 2024 RSJ Mutiara Sukma, bertajuk “Bersinergi dan Berinovasi Menuju NTB Maju Melaju” di halaman RSJ,
“Sehingga bunda-bunda ASN milenial tetap meningkat produktivitas kerjanya, tetapi tugas kewajiban dasar untuk merawat putra putri juga tidak terabaikan,” ujar Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur.
Diharapkan dengan SOP yang baik dan subsektor yang terpenuhi standarnya, Miq Gite optimis daycare ini dapat menjadi percontohan terkait peningkatan produktivitas yang baik bagi cluster kantor lainnya.
“Kami sampaikan apresiasi, rasa syukur dan doa, mudah-mudahan Rumah Sakit Jiwa mutiara Sukma kedepan terus tumbuh berkembang dengan raihan-raihan prestasi yang membanggakan,” kata Miq Gite.san
Bunda Lale Ajak Awasi Bersama Obat dan Makanan Berbahaya
Untuk melindungi masyarakat, Bunda Lale mengajak kolaborasi semua pihak bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak PKK Nusa Tenggara Barat, Hj Lale Prayatni yang biasa disapa Bunda Lale menegaskan, di Balai Besar BPOM NTB di Mataram, Ahad (04/01/24), pengawasan pangan sehat dan pemberantasan obat berbahayamerupakan upaya tanpa akhir.
Untuk melindungi masyarakat, Bunda Lale mengajak kolaborasi semua pihak bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
“Para produsen bahan makanan dan obat berbahaya juga tidak akan berhenti berproduksi sejalan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan yang dilakukan,” ujar Bunda Lale.
Menurut Bunda Lale, PKK kerap bekerjasama misalnya dalam ketahanan pangan dan sosialisasi bahan pangan berbahaya, sehingga BPOM dan seluruh pihak diharapkan bekerjasama agar keamanan pangan masyarakat meningkat.
Kepala Balai Besar BPOM NTB, Yosef Dwi Irwan Prakasa, SSi mengatakan, obat dan makanan yang strategis memengaruhi kesehatan, ekonomi dan ketahanan nasional membutuhkan kolaborasi bersama.
“Kolaborasi dibutuhkan untuk efektifitas pengawasan, karena keamanan pangan dan obat untuk masyarakat harus didukung mulai dari pemerintah, swasta sampai dengan pengusaha dan pedagang pasar,” sebutnya.
Karena itu, sosialisasi dalam rangka HUT BPOM ke 23 bertema kolaborasi hingga pelosok negeri dengan 76 UPTD tak dapat bekerja sendiri.
Namun demikian, diharapkan peningkatan kapasitas dan kualitas BPOM terus ditingkatkan dengan berbagai prestasi dan kinerja. jm
Pj Gubernur NTB ASpresiasi Peran Notaris saat Masa Recovery Gempa Bumi dan Pandemi
Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, M.Si mengapresiasi peran Notaris, yang tumbuh berkembang bersama dinamika yang terjadi di Nusa Tenggara Barat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Para notaris yang tergabung dalam Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Wilayah (Pengwil) NTB diapresi perannya dalam mengawal dan turut menyukseskan berbagai rencana dan program strategis pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Miq Gite, sapaan Pj Gubernur, saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) VII Pengwil NTB Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang diadakan di Mataram (03/02/24).
Acara yang bertajuk “Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Integritas serta Kita Teguhkan Solidaritas Anggota dalam Wadah Tunggal Ikatan Notaris Indonesia untuk Menjaga Marwah Jabatan Notaris” itu dihadiri Ketua Umum dan Sekretaris Jendral (Sekjen) INI Pusat.
Miq Gite menjelaskan, khusus di NTB, berbagai geliat investasi terpaksa harus tertunda sejenak diakibatkan bencana Gempa Bumi pada tahun 2018 dan disusul Pandemi Covid-19 pada tahun 2019 lampau.
Hal ini berdampak besar pada kegiatan investasiyang tentunya berimbas pula dengan kegiatan perekonomian masyarakat.
“Bagi daerah ini, tentu peran keberadaan profesi notaris tumbuh berkembang bersama dinamika yang terjadi di Nusa Tenggara Barat. Ke depan bahkan peran keberadaan rekan-rekan notaris tetap menjadi sesuatu yang penting. Saat negara dan daerah kita sedang melakukan upaya recovery, setelah kemarin terdampak Covid-19,” tuturnya.
Diantaranya, Proyek Smelter PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat, Global Hub di Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah proyek strategis lainnnya di NTB yang sempat mengalami reschedule, akibat Gempa Bumi dan Pandemi.
Miq Gite lantas menyebut proyek strategis ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang didalamnya terdapat irisan dengan tugas-tugas yang menjadi kompetensi rekan-rekan notaris.
Tak hanya itu, peran notaris termasuk pembuat akta tanah juga besar dalam mengawal proses yang terjadi sejak pembebasan tanah hingga saat ini. Seperti adanya silang sengketa, klaim-klaim sporadik di atas sporadik, sertifikat dan lain sebagainya di KEK Mandalika.
Diharpkan, berbagai upaya yang telah dilakukan Kepengurusan INI periode sebelumnya, dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi Kepengurusan INI yang baru. Terus bersinergi bersama pemerintah ke depannya.
“Ini adalah ungkapan apresiasi dan terima kasih kami. Berharap kepada anggota-anggota notaris di dalam mengikuti proses ini (konferwil), mari dalam suasana yang gembira, penuh persaudaraan,” pesan Miq Gite menutup sambutannya.***
Pj Gubernur NTB Apresiasi Ponpes Al Ikhlas Taliwang
Pj Gubernur NTB hadir pada peringatan milad kr 40 Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang sudah 40 Tahun Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
KSB.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si hadir dan memberikan sambutan dalam Milad ke – 40 Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang Sumbawa Barat NTB Indonesia.
Pj Gubernur NTB tampak didampingi oleh Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S.Sos.,MM yang memang pernah berkiprah sebagai WR 3 di Universitas Cordova (Undova Indonesia). Undova adalah salah jenjang lembaga pendidikan tertinggi dibawah naungan Yayasan Wakaf Ponpes Al Ikhlas.
Al Mukarrom KH Zulkifli Muhadli telah terbukti melaksanakan tujuan pembangunan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum.
Karenanya, atas nama Pemprov NTB kami mengapresiasi Pondok Pesantren Modern Al Ikhlas Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah berkhidmatselama 40 tahun lamanya, ungkap Miq Gita.
Hal tersebut disampaikan Miq Gite, sapaan Pj Gubernur, saat memberikan sambutan pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB, Kamis (01/03/24).
Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun.
“Alhamdulillah, berkesempatan hadir pada Milad Ponpes Modern Al Ikhlas Taliwang KSB. Ponpes yang didirikan 1 Februari 1984 oleh Almukarrom Dr. KH Lalu Zulkifli Muhadli, kini telah berusia 40 tahun. Selama itu Ponpes Modern Al Ikhlas turut mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Karena itu, perlu untuk diberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Barakallah!” jelas Miq Gite.
Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Dr. K.H. Zulkifli Muhadli SH, MM, menjelaskan Rangkaian HUT ke 40 Ponpes ini akan berlangsung selama 1 tahun hingga 1 Februari 2025 memdatang. Selama itu, akan diisi oleh berbagai kegiatan seperti seminar, bedah buku, dan berbagai kegiatan lainnya.
“Rangkaian HUT ke-40 Ponpes ini akan dilaksanakan selama 1 tahun penuh,” jelasnya.
Hadir memberikan sambutan, Rektor Universitas Darussalam Gontor – Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasi yang juga Ketua Badan Wakaf Ponpes Al Ikhlas. Dalam kesempatan tersebut, KH Hamid menjelaskan Ponpes ini dalam proses tumbuh kembangnya, berafiliasike Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
Ponpes modern Al Ikhlas telah mampu menunjukkan berbagai kemajuan dan prestasi.
Seorang alumni ponpes Al Ikhlas lulusan tahun 2002, Prof. Faris Al Fadhat kini wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogjakarta juga hadir memberikan testimoni dan inspirasi bagi santri yang masih menimba ilmu di Ponpes Al Ikhlas. ***
Hadiah Bulan Ramadhan, PT Jamkrida NTB Segera Beralih ke Syariah
Pj Gubernur NTB berharap pada bulan Ramadhan sudah bisa meresmikan PT Jamkrida NTB dengan sistem syariah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Sejak dibentuk tahun 2021 lalu, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Provinsi NTB telah mengajukan proses konversi dari usaha penjaminan kredit umum konvensional menjadi usaha penjaminan syariah.
Setelah melalui berbagai proses persyaratan dan tahapan, PT Jamkrida NTB akan segera diubah menjadi usaha penjaminan kredit syariah.
Penjabat (PJ) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengapresiasi usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran PT Jamkrida NTB dalam mengajukan proses konversiyang cukup panjang.
Diharapkan, Jamkrida NTB terus berkembang dan tumbuh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat NTB.
“Saya harap segera diakselerasi tahapan yang belum, sehingga pada bulan Ramadhan kita sudah bisa meresmikan PT Jamkrida NTB dengan sistem syariah,” harap Miq Gita sapaan akrab PJ Gubernur NTB saat menerima audiensi PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB di ruang tamu kantor Gubernur NTB, Rabu (31/01/24).
Miq Gita menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB akan selalu mendukung terutama dengan pemenuhan modal PT Jamkrida NTB setelah diubah menjadi syariah.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Jamkrida NTB, Lalu Taufik Mulyajati menjelaskan, semua perizinan baik administrasi dan pemenuhan struktur seperti Dewan Pengawas Syariah serta tenaga ahli penjaminan syariah semua sudah dipenuhi, tinggal menunggu analisis dari OJK pusat kepada pemerintah Provinsi NTB sebagai pemegang saham.
Pj Gubernur NTB minta jajajannya melakukan progres perbaikan signifikan, agar laporan padai tahun 2024 mengalami perubahan
MATARAM.LombokJourmal.com ~ Catatan penting hasil pengawasan dan evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait tata kelola pemerintahan, akan menjadi panduan perbaikan penyusunan perencanaan pembangunan di awal tahun ini.
Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan itu saat menerima laporan rutin semester kedua tahun 2023 dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nusa Tenggara Barat dari Kepala BPKP NTB di kantor Gubernur, Rabu (31/01/24).
Laporan BPKP itu terdiri dari lima klaster, yakni tentang infrastruktur, pariwisata, kualitas hidup, kemandirian daerah dan fiskal.
Atas laporan BPKP itu, Pj. Gubernur meminta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) melakukan progres perbaikan signifikan, agar laporan mendatang di tahun 2024 mengalami perubahan.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa catatan yang dibahas berdasarkan hasil pengawasan BPKP. Salah satunya pembangunan Smelter PT Amman Mineral di kabupaten Sumbawa Barat yang masih membahas mekanismepembebasan lahan dan rencana pengelolaan Smelter tersebut yang telah rampung delapan puluh persen lebih.
Pembahasan lintas pemangku kebijakan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang bisa segera dilakukan aksinya dalam tahun ini juga.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPKP, Sidi Purnomo menjelaskan, pembangunan smelter termasuk dalam klaster infrastruktur yang masif dilakukan selain serahterima pekerjaan jalan (Keruak -Sunggung).
Catatan BPKP adalah alokasi pajak kendaraan untuk infrastruktur yang belum maksimal serta perbaikan database jalan dan jembatan.
Terkait data, lanjutnya, BPKP juga mencatat pentingnya perencanaan dan data bantuan sosial, penanggulangan kemiskinan ekstrem, stunting dan program prioritas lain yang membutuhkan peningkatan capaian.
Adapun dalam kemandirian daerah, BPKP mendorong komitmen penggunaan produk lokal dan membatasi produk impor.
Sedangkan kemandirian fiskal, BPKP masih mencatat ada potensi anggaran yang tidak efektif dan potensi pendapatan asli daerah yang belum maksimal digali.