Balai Besar POM Mataram Terbitkan 202 NIE Untuk UMKM 

Beberapa jenis produk pangan olahan telah memperoleh nomor ijin edar (NIE) dari Balai Besar POM di Mataram 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Balai Besar POM di Mataram telah memberikan pendampingan kepada 39 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hasilnya, sebanyak 202 Nomor Izin Edar (NIE) berhasil diterbitkan. 

BACA JUGA : Puasa, Tak Perlu Lagi Minum Obat Maag

Upaya Balai Besar POM ini untuk memperkuat pengawasan serta mendorong daya saing produk lokal melalui pendampingan intensif kepada pelaku UMKM. 

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

“Pembinaan agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi,” kata Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar.

BACA JUGA : Es Buah Menggoda, Tapi Ingat Dampaknya Bagi Kesehatan

Sebanyak 202 Nomor Izin Edar (NIE) berhasil diterbitkan Balai Besar POM Mataram, Terdiri atas 4 NIE obat bahan alam dari 2 UMKM, 78 NIE pangan olahan dari 29 UMKM, …

Berdasarkan wilayah kabupaten/kota, penerbitan NIE tersebut tersebar di Kota Mataram sebanyak 40 NIE, Kabupaten Lombok Barat 106 NIE, Kabupaten Lombok Tengah 19 NIE, Kabupaten Lombok Timur 22 NIE, dan Kabupaten Lombok Utara 15 NIE.

Adapun jenis produk pangan olahan yang telah memperoleh NIE dari Balai Besar POM di Mataram meliputi gula semut, VCO, minuman botanikal, dan produk lainnya. 

Sementara untuk obat bahan alam mencakup cairan obat luar dan kapsul. Pada kategori kosmetik, produk yang telah mengantongi izin edar antara lain pomade, sabun cair, parfum, dan berbagai produk perawatan lainnya.

BACA JUGA : Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Secara kumulatif pada periode 2024–2025, Balai Besar POM di Mataram telah mendampingi 86 UMKM dengan total 440 NIE yang diterbitkan. 

Rinciannya meliputi 6 NIE untuk 3 UMKM obat bahan alam, 164 NIE untuk 56 UMKM pangan olahan, serta 270 NIE untuk 12 UMKM kosmetik.dan




Angin Puting Beliung Rusak Atap Rumah di Sekotong

 Lokasi kejadian angin puting beliung  telah dipantau dan dilakukan asesmen awal oleh tim BPBD Kabupaten Lobar

MATARAM.LombokJournal.com ~ Angin puting beliung merusak atap rumah warga di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Terjangan angin puting beliung itu terjadi pada Kamis (05/03/26) sekitar pukul 03.30 WITA.

BACA JUGA : Prediksi BMKG, Tahun 2026 Musim Kemarau Datang Lebih Awal

Peristiwa ini dipicu oleh angin kencang yang disertai hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Sekotong pada waktu tersebut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB tercatat 1 Kepala Keluarga (3 jiwa) terdampak, dengan 1 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. 

Rumah yang terdampak merupakan milik warga bernama Jamiludin yang berdomisili di Dusun Batu Kumbung, Desa Sekotong Barat.

BACA JUGA :  Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Pemilik rumah untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga guna menghindari risiko lanjutan.

BPBD NTB telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat serta stakeholder terkait. Penanganan kejadian angin puting beliung  ini melibatkan personel dari BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, dan aparat desa setempat.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi terpal, selimut, dan makanan siap saji. 

Hingga saat ini lokasi kejadian angin puting beliung  telah dipantau dan dilakukan asesmen awal oleh tim BPBD Kabupaten Lombok Barat.

Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan. 

Pada dasarian I Maret 2026 (1–10 Maret) terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm hingga lebih dari 100 mm per dasarian di beberapa wilayah NTB.

BACA JUGA : Puasa, Tak Peru Lagi Minum Obat Maag

Sehingga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung danangin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. dan

 




Puasa, Tak Perlu Lagi Minum Obat Maag 

Kalau kita bisa mencegah sakit maag secara alami lewat pola makan dengan puasa, kenapa mesti buru-buru minum obat? 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kebiasaan meminum obat lambung buat jaga-jaga selama bulan puasa sering dilakukan.

Siapa yang di meja makannya selalu sedia obat maag tablet atau sirup lambung setiap sahur? Pertanyaannya, emang perlu kita minum obat ini tiap hari selama puasa? 

BACA JUGA : Es Buah Menggoda, Tapi Ingat Dampaknya Bagi Kesehatan

Jawabannya, hanya wajib untuk yang punya riwayat Maag atau GERD. Kalau Anda punya riwayat tersebut, silahkan diminum saat sahur dan berbuka puasa. Tapi kalau lambung kalian sehat, ya tidak perlu minum obat!

Buat yang lambungnya normal tapi suka merasa begah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi 3 tips alami tanpa obat.

BACA JUGA : Bulan Puasa Dimanfaatkan Berhnti Merokok, Bisa Tidak?

Kata dia, beri jeda. Artinya, jangan langsung rebahan setelah makan. Berdiri atau jalan kaki sebentar.

Berbuka puasa secara bertahap. Jangan langsung menghajar lambung kosong dengan porsi jumbo.

Pilih menu bernutrisi saat berbuka puasa. Perbanyak protein dan lemak baik di porsi sahur dan berbuka.

BACA JUGA :  Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga Surya

“Kalau kita bisa mencegah begah secara alami lewat pola makan, kenapa mesti buru-buru minum obat? Yuk sayangi lambung dan ginjal kita!” tutupnya.dan

 




Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem 

Kemunculan tiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan dan memicu pemusatan massa udara

MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi  kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.

Keberadaan fenomena tiga bibit siklon tropis ini memicu potensi peningkatan curah hujan (cuaca ekstrem), angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun yang Terseret Arus Sungai di Bima Ditemukan

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, ketiga bibit siklon yang saat ini aktif adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

Berdasarkan hasil analisis terkini, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan. 

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Saktifnya tiga bibit siklon tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sementara bibit lainnya, 93S dan 92P memiliki peluang rendah namun keseluruhannya tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Kemunculan tiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. 

Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA : Bencana Heidrometeorologi,  Banjir dan Longsor di Bima

Adapun dampak yang ditimbulkan dari aktifnya sistem dinamika atmosfer ini adalah terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 

Serta potensi angin kencang di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Masyarakat perlu waspadai gelombang tinggi (2,5-4 meter) yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

Dengan aktifnya tiga bibit siklon tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Serta mengantisipasi kemungkinan dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor di wilayah rawan.dan




Balita 4 Tahun yang Terseret Arus Sungai di Bima Ditemukan

Upaya pencarian yang berlangsung selama dua hari, Rabu (04/03) pukul 08.03 WITA, korban akhirnya balia itu ditemukan warga 

MATARAM.LombokJournal.com ~  Operasi SAR terhadap balita bernama Muhammad Ibad Abdillah (4 tahun) yang dilaporkan terseret arus Sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Kabupaten Bima, resmi berakhir setelah korban ditemukan pada Rabu (04/03/26).

Sebelumnya pada Senin (02/03) korban balia itu diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya. Kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan upaya pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA pada hari pertama, hasil pencarian masih nihil, sehingga operasi dihentikan Sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa (03/03)pukul 06.00 WITA.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai di Bima

“Pada hari kedua operasi, area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi.

Setelah upaya pencarian yang berlangsung selama dua hari, Rabu (04/03) pukul 08.03 WITA, jasad balita akhirnya itu ditemukan warga di sekitar Jembatan Sondo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima dalam kondisi meninggal dunia. 

Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, korban dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

BACA JUGA  :  Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Ekstrem Warga

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Tagana Bima, Polairud Bima, Polsek Sila, Koramil Sila, Puskesmas Bolo, Potensi SAR 204 serta masyarakat setempat.dan

 




Angin Puting Beliung Terjang Batukliang Lombok Tengah

Langkah darurat merespon puting beliung telah diambil, mulai dari melakukan assessment (kaji cepat) di lokasi kejadian hingga himbauan waspada kepada masyarakat. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wilayah Kabupaten Lombok Tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin puting beliung. Fenomena alam ini mulai terjadi pada Selasa (03/03/26), sekitar pukul 10.30 WITA dan mencapai puncaknya pada pukul 17.20 WITA. 

Akibat dari intensitas hujan yang tinggi dan terjangan angin puting beliung tersebut, sejumlah hunian warga dilaporkan mengalami kerusakan.

BACA JUGA : Balita 4 Tahun Hilang Tereret Arus Sungai di Bima

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, dampak paling signifikan terjadi di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. 

Tercatat sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung oleh musibah ini. Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan mendalam terkait tingkat kerusakan bangunan maupun kerugian materiil lainnya yang dialami oleh warga setempat.

Merespons kejadian angin puting beliung tersebut, BPBD NTB segera melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah beserta jajaran TNI, Polri, dan aparatur desa setempat. 

BACA JUGA : Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Ekstrem Warga

Langkah-langkah darurat merespon puting beling telah diambil, mulai dari melakukan assessment (kaji cepat) di lokasi kejadian, penyebaran informasi terkini, hingga memberikan himbauan waspada kepada masyarakat. 

Saat ini, bantuan tanggap darurat serta dukungan logistik dan peralatan (Logpal) menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak.

Mengingat wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. 

Berdasarkan prakiraan Dasarian I Maret 2026, terdapat peluang curah hujan sangat tinggi (lebih dari 100 mm) dengan probabilitas mencapai 80 persen hingga 90 persen khususnya untuk wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya. 

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru, NTB Tidak Jualan Pantai Itu itu Saja

Pemerintah berharap warga dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi susulan selama periode peralihan musim ini. dan

 




Balita 4 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai di Bima

Pencarian balita yang terseret arus sungai itu dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Balita berusia 4 tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai Kampo Sigi, Desa Rato, Kabupaten Bima.

Hingga Selasa 3 Maret 2026 masih dalam pencarian terhadap balita bernama Muhammad Ibad Andillah warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

BACA JUGA : Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Warga

Informasi kejadian diterima dari Kantor SAR Mataram, pada Senin 2 Maret 2026, korban sebelumnya diketahui bermain di bantaran sungai bersama temannya dan kemudian berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.

Kantor SAR Mataram segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Bima menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan pencarian. Hingga pukul 22.00 WITA, hasil pencarian balita yang terseret arus sungai itu masih nihil. 

BACA JUGA : Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga

Operasi SAR dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa 3 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

“Pada hari kedua operasi area, pencarian (balita yang terseret arus sungai itu) dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” ujar Koordinator Pos SAR Bima, M Firdaus mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi. 

SRU 1 melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. SRU 2 melaksanakan penyisiran ke arah hilir sungai sejauh 2 nautical mile (NM). 

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru, NTB Tidak Jualan Pantai Itu itu Saja

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, BPBD Kota Bima, Babinsa Rato, serta masyarakat setempat.dan

 




Ummi Dinda ke Dompu Tinjau Kemiskinan Ekstrem Warga 

Menurut Ummi Dinda, penanganan kemiskinan ekstrem harus berjalan seiring penguatan ekonomi desa 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri yang akrab disapa Ummi Dinda meninjau empat kepala keluarga kategori miskin ekstrem di Desa Saneo, Dompu, Minggu (01/03/26).

Di sana, Ummi  Dinda menyerahkan bantuan sembako dan santunan sebagai bagian dari intervensi Program Desa Berdaya

BACA JUGA :  Magne Wisata Baru, NTB Tak Jualan Pantai Itu Itu Saja

“Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan, menyapa warga satu per satu, mendengar kondisi mereka, serta mengupayakan perbaikan rumah agar lebih layak huni,” katanya.

Desa Saneo Kecamatan Woja merupakan salah satu “Desa Berdaya” di NTB. Ada banyak program yang bisa dilaksanakan di desa ini untuk memberantas kemiskinan

BACA JUGA : Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan

Salah satunya yaitu dengan melakukan Bedah Rumah tidak layak huni.

Program “Desa Berdaya” bukan sekadar bantuan. Tapi upaya mendorong kemandirian, memperkuat ekonomi warga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Kunjungan Ummi Dinda juga dilakukan di Kelurahan Kandai untuk meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih dan menyerahkan dukungan operasional. 

“Bagi kami, penanganan kemiskinan ekstrem harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi desa dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Ummi Dinda, sapaan akrab Wagub NTB.

BACA JUGA : Bulan Puasa Dimanfaatkan Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Hal ini, lanjut Wagub, agar masyarakat tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga berdaya untuk masa depan.

Agenda Ummi Dinda  merupakan rangkaian Safari Ramadhan yang juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus untuk memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.dan

 




Inovasi Mahasiswa, Bikin Mesin Pengiris Tempe Tenaga Surya

Inovasi teknologi itu memungkinkan pengaturan ketebalan irisan tempe secara presisi dan konsisten sesuai kebutuhan produksi

MATARAM,LombokJournal.com – Inilah inovasi mahasiswa Fakultas Teknik dari Universitas Mataram (Unram). 

Inovasi mereka mencoba menciptakan mesin pengiris tempe menggunakan tenaga listrik dari surya. Ide ini dilontarkan setelah menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan/magang di BRIDA NTB pada Senin (02/03/26).

BACA JUGA : Ummi DindA ke Dompu Tinjau Keiskinan Ekstrem Warga

Melalui program magang tersebut, para mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan ide-ide inovatifnya dengan berbagai media. Salah satu inovasi unggulan yang dihasilkan adalah rancangan mesin pengiris tempe otomatis berbasis panel surya dan sistem kontrol otomatis.

Inovasi ini dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG yang setiap harinya membutuhkan penyediaan sekitar 3.000 porsi. 

BACA JUGA : Magnet Pariwisata Baru, NTB Tak Jualan Pantai Iyi itu Saja

Mesin pengiris tempe ini memanfaatkan panel surya sebagai alternatif untuk menggerakkan motor listrik, sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan. 

Dari sisi kapasitas produksi, mesin ini mampu mengiris tempe hingga 216 kilogram per jam, menjadikannya solusi efektif untuk skala produksi besar.

Secara teknis, mesin ini dirancang dengan sistem otomatisasi berbasis arduino, mikrokontroler, dan sensor ultrasonik. 

Inovasi teknologi itu memungkinkan pengaturan ketebalan irisan tempe secara presisi dan konsisten sesuai kebutuhan produksi.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan

Koordinator Pokja Inovasi, Hilirisasi dan Kemitraan, Lale Ira Amrita Sari menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif serta mendukung penguatan ekosistem inovasi daerah.dan




Es Buah Menggoda, Tapi Ingat Dampaknya bagi Kesehatan 

Memulai berbuka dengan es buah itu memberi asupan gula cair dalam jumlah yang banyak

MATARAM,LombokJournal.com ~ Es buah sangat meggoda setelah lebih dari 12 jam menahan lapar dan dahaga. Rasanya ingin langsung yang segar-segar untuk berbuka puasa. 

Es buah jadi pilihan favorit. Manis, dingin, dan kelihatannya menyegarkan banget.

Tapi, sebenarnya buka puasa pakai es buah itu sehat nggak sih? Memang ada buahnya, tapi gimana dengan gula dan sirupnya?

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru: NTB Tak Jualan Pulau Itu itu Saja  Begini penjelasannya. Yang kita anggap sehat ternyata ada masalah juga bagi kesehatan

Dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan dijelaskan, dalam satu porsi es buah.

Selain buahnya yang mengandung gula alami, biasanya ditambah dengan gula cair, sirup, dan kental manis.

Kombinasi bahan-bahan tersebut yang membuat kandungan gula dalam es buah menjadi sangat tingan Es Sirupggi.

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Buka Puasa dengan Es Sirup

Saat berbuka tubuh memang membutuhkan energi. Namun, memulai berbuka dengan es bua itu memberi asupan gula cair dalam jumlah yang banyak. Ini bisa membuat gula darah naik dengan cepat.

Padahal, rekomendasi asupan gula sebaiknya tidak lebih dari 50 gram per hari.

Bayangkan berapa banyak kandungan gula dalam satu porsi es buah yang dingin dan manis itu.

BACA JUGA : Bulam Puasa Dimanfaatkan untuk Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula dapat berdampak terhadap berat badan dan Kesehatan metabolik

Buka puasa makan buah-buahan itu bagus. Tapi bagamana dengan es buah? Ya, kurangi tambahan gulanya ya! dan