Olahraga Inilah yang Cocok saat Puasa Ramadhan

Sesuaikan juga intensitas dengan menghindari olahraga berat seperti HIIT atau latihan daya tahan ekstrem yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

MATARAM, LombokJournal.com – Ada bererapa jenis olahraga yang cocok saat puasa Ramadhan. Tantangannya adalah menjaga kebugaran di tengah perubahan pola makan dan tidur. 

Kementerian Kesehatan merekomendasikan sejumlah jenis olahraga yang aman yaitu dengan intensitas rendah hingga sedang. 

Pilihannya antara lain, jalan kaki karena mudah, tanpa alat, dan bisa sambil menikmati suasana sekitar. Cocok dilakukan saat ngabuburit. 

BACA JUGA : Kudapan ini Paling Banyak Disanpat Saat Takjil 

Yoga yang membantu tubuh rileks dan suasana hati lebih baik. Bisa dilakukan di rumah dengan panduan video.

Pilates yang melatih kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan benar agar manfaatnya optimal.

Bersepeda santai juga bisa dilakukan di sekitar rumah yang bisa jadi aktivitas ringan sambil menunggu waktu berbuka.

Stretching (peregangan) ringan seperti neck stretch, shoulder stretch, dan hamstring stretch membantu mengurangi kaku, melancarkan sirkulasi darah, dan mencegah cedera. Bisa dilakukan kapan saja, sebelum berbuka, setelah sahur, atau sebelum tidur.

BACA JUGA : Dana Bantan Mdrasah Swasta akan Cair Sebelum Lebaan

Bisa juga dengan olahaga latihan beban ringan yang menggunakan dumbbell ringan atau beban tubuh (push-up, squat, lunges) untuk menjaga massa otot tanpa menguras energi. Waktu terbaik: setelah berbuka atau satu jam setelah makan malam.

Jogging ringan bisa dilakukan bagi yang terbiasa kardio. Dengan kecepatan stabil selama 20–30 menit menjelang berbuka atau setelah salat Tarawih. Hindari intensitas tinggi agar tidak dehidrasi.

Sedangkan tips amman berolahraga saat puasa, yaitu memilih waktu yang tepat. Seperti, menjelang berbuka atau setelah berbuka, agar energi tetap terjaga.

Sesuaikan juga intensitas dengan menghindari olahraga berat seperti HIIT atau latihan daya tahan ekstrem yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Samai 1 Maret 2026

Jangan lupa jaga asupan nutrisi. Yaitu dengan memenuhi kebutuhan cairan dan konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka.

Dan yang yang sangat penting, perhatikan kondisi tubuh. Jika melakukan olahraga terasa lemas atau pusing, hentikan latihan dan istirahat.(dan)

 

 




Deportasi Dikenakan pada WNA Selandia Baru

Kantor Imigrasi Lombok Timur Deportasir WN Selandia Baru berinisial MLP terpaksa setelah dilaporkan warga karena diduga mengganggu kegiatan pengajian di Gili Trawangan 

MATARAM, LombokJournal.com -~ Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Lombok Timur melakukan tindakan tegas berupa deportasi dan penangkalan terhadap seorang WNA asal Selandia Baru pada Rabu, (25/02/2026).

WN Selandia Baru berinisial MLP terpaksa dideportasi setelah dilaporkan warga karena diduga mengganggu kegiatan pengajian di Gili Trawangan. Setelah diperiksa, MLP juga terbukti telah melebihi masa izin tinggal (overstay) sejak Januari 2026.

BACA JUGA : Dana Bantuan Madrasah Swast Cair Sebelum Lebaran

Insiden kurang menyenangkan itu terjadi di Gili Trawangan, Lombok Utara setelah MLP mendadak viral usai aksinya membuat onar di sebuah mushola. 

Saat itu warga sedang melaksanakan tadarusan Alquran pada malam pertama Ramadan, Rabu 18 Februari 2026

BACA JUGA : BOCAH 4 Tahun Hanyut di Saluran Drainase.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Lombok Timur Cok Raditya membenarkan adanya penindakan administratif deportasi keimigrasian terhadap WN Selandia Baru tersebut.

Menurut dia, deportasi MLP melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju Bandar Udara Perth, Australia, dini hari sekitar pukul 00.15 Wita, Rabu (25/02) 2026. 

BACA JUGA : Kudapan ini Sering Disantap Saat Takjil

Tindakan ini diambil sesuai Pasal 75 ayat (1) UU No 6 Tahun 2011 sebagai bentuk komitmen kami menjaga keamanan dan ketertiban umum.(dan)




Dana Bantuan Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran

Jika sebelumnya dana bantuan disalurkan per triwulan, mulai 2026 mekanismenya dipadatkan menjadi dua tahap dalam setahun

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I Tahun Anggaran 2026 ditargetkan sudah masuk ke rekening penerima Dana Bantuan sebelum lebaran.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pencairan BOP RA dan BOS Madrasah menjadi momentum krusial menjelang hari raya.

BACA JUGA : Bocah 4 Tahun Hanyut di Saluran  Drainase

“Target kami jelas, sebelum Idul Fitri dana bantuan sudah terealisasi. Lembaga tidak boleh terganggu aktivitasnya,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa 24 Februari 2026. 

Menurutnya, anggaran yang akan dicairkan pada tahap I ini mencapai Rp4,5 triliun, terdiri atas: Rp428 miliar anggaran BOP RA dan Rp4,1 triliun anggaran BOS Madrasah. 

“Anggaran ini diperuntukkan bagi sekitar 31 ribu RA dan 52 ribu madrasah swasta,” katanya dilansir dari laman resmi Kemenag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menjelaskan, tahun ini, pemerintah mengubah pola distribusi anggaran BOP RA dan BOS Madrasah. Jika sebelumnya dana bantuan disalurkan per triwulan, mulai 2026 mekanismenya dipadatkan menjadi dua tahap dalam setahun—berbasis emester.

BACA JUGA : Kudapan Ini Banyak Disantap Saat Takjil

Menurut Amien Suyitno, skema baru ini disebut lebih adaptif terhadap kebutuhan riil madrasah dan RA, sekaligus menyederhanakan proses administrasi. 

Namun, percepatan itu juga menuntut kedisiplinan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator lembaga hingga kantor wilayah di daerah. 

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, memastikan seluruh proses pencairan dana BOP RA dan BOS Madrasah 2026 dilakukan secara digital melalui portal resmi Kementerian Agama. 

Menurut dia, digitalisasi bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mempercepat verifikasi dan meminimalkan potensi kesalahan administratif.

Sejalan dengan itu, ada dua tahapan yang harus dicermati pengelola RA dan Madrasah. 

Pertama, pengajuan berkas mulai 22 Februari sampai 3 Maret 2026. 

Kedua, verifikasi berkas dari 22 Februari sampai 4 Maret 2026.

Nyayu Khodijah mengigatkan, kelalaian sekecil apa pun dalam pengunggahan dokumen dapat berdampak langsung pada jadwal pencairan dana bantuan itu. 

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai 1 Maret 2026

“Pastikan seluruh dokumen lengkap dan diunggah tepat waktu. Jangan sampai keterlambatan administratif menghambat hak lembaga,” tutupnya.(*)

 




Bocah 4 Tahun Hanyut di Saluran Drainase

Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase 

MATARAM, LombokJournal.com – Seorang bocah berusia 4 tahun diduga terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase di depan SDN 1 Selong, Selasa (24/02/26)..

M Azril Filah Busairi, nama bocah itu, warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur.

BACA JUGA : Banjir di Tambora Bima, Ratusan Wrga Terdampak 

Arus air drainase yang deras menyeet bocah itu saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong.

Kepala Kantor SAR Mataram melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis menjelaskan, Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 10.49 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

“Operasi pencarian bocah itu dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut,” ungkap M Darwis

Hingga Selasa 24 Februari 2026 sore, hasil pencarian bocah itu masih nihil. OPS SAR dihentikan sementara karena kondisi cuaca hujan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (25/02/26).

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescuer Pos SAR Kayangan

BACA JUGA :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga 1 Maret 2026

SAR Unit Lombok Timur, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Damkarmat Lotim, BPBD Lotim, Polres Selong dan masyarakat setempat.(*)




Kudapan Ini Paling Banyak Disantap Saat Takjil

Hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa

MATARAM, LombokJournal.com – Takjil adalah sebutan untuk kudapan menu berbuka puasa. 

Takjil umumnya dipahami kebanyakan orang sebagai camilan. 

Ramadhan selalu identik dengan momen berburu takjil. Setiap sore menjelang magrib, meja takjil seolah berubah jadi arena persaingan. Siapa yang paling cepat habis?

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Berdasarkan survei 2025 yang dirilis oleh GoodStats yang dikutip dari laman indonesiabaik, aneka gorengan menempati posisi teratas sebagai takjil favorit masyarakat Indonesia dengan 29,2% responden. 

Artinya, hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa.

Gorengan adalah juara bertahan yang tak tergantikan. Seperti bakwan, tempe mendoan, tahu isi, atau pisang goreng, semuanya pasti ludes duluan.

Favorit karena rasanya yang gurih, renyah, dan murah meriah. Dimakan pakai cabai rawit hijau atau sambal, rasanya nikmat sekali.

Berapa di nomor dua ada teh atau kopi dengan 28,7 persen. Di nomor tiga nasi dan lauk pauk 28,2 persen. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Kolak berapa di peringkat empat dengan 15,6 persen. Belum terasa Ramadhan kalau belum makan kolak. Kuah santan yang gurih campur gula merah manis, ditambah potongan pisang atau ubi, bikin perut langsung hangat dan nyaman.

Kudapan ini sangat pas buat memulihkan tenaga yang hilang seharian. Biasanya ada juga yang tambah kolang-kaling biar makin asyik kunyahnya.

Setelah kolak ada buah-buahan sebanyak 14,1 persen. Es campur sebanyak 12,3 persen. Minuman kemasan 9,6 persen. Kue sebanyak 9 persen, dan lainnya 6 persen.(*)




Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai 1 Maret 2026

Wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat cuaca umumnya diprakirakan Berawan – Hujan Lebat

MATARAM,LombokJournal.com ~ Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid merilis prakiraan cuaca sampai 1 Maret 2026. 

BACA JUGA : Banjir di Tambora Bima, Ratusan Warga Terdampaj

Cuaca umumnya diprakirakan Cerah Berawan – Hujan Lebat. Suhu udara berkisar 22°C – 33°C. Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari Barat Daya – Barat Laut, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 km/jam.

Sedangkan prakiraan cuaca dari 23 Februari sampai 1 Maret 2026 untuk wilayah Pulau Lombok (Kota Mataram, Lombok Utara, Tengah, Timur dan Barat) cuaca umumnya diprakirakan Berawan – Hujan Lebat.

Untuk wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat cuaca umumnya diprakirakan Berawan – Hujan Lebat.

Wilayah Kota Bima dan Bima cuaca umumnya diprakirakan Berawan – Hujan Lebat.

BACA JUGA :  Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Utuk wilayah Dompu cuaca umumnya diprakirakan Berawan – Hujan Lebat.

Dalam rilisnya BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid mengimbau agar Masyarakat waspada adanya potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima pada pagi hingga dini hari.

BACA JUGA : Banjir Bandang di Desa Muer dn Brang Kolong di Sumbawa

Waspada juga tinggi gelombang yang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat Sape bagian selatan dan Samudra Hindia Selatan NTB.(*)

 




Banjir di Tambora Bima, Ratusan Warga Terdampak 

Di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi 

MATARAM, LombokJournal.com ~ Empat desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima diterjang banjir, mengakibatkan ratusan warga terdampak

Empat wilayah itu, yakni Desa Labuan Kananga, Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou, dan Desa Oi Panihi.

BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Sangar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Berdasarkan laporan dari Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, hujan mulai turun pada pukul 22.25 WITA, Sabtu (21/02/26) hingga Minggu dini hari. 

Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan genangan dan luapan air aau banjir yang merendam permukiman warga.

Di Desa Labuan Kananga, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Sarae sebanyak 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, dan Dusun Na’e 67 KK. 

BACA JUGA : Banjir Bandang di Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Total terdampak di desa ini mencapai 140 unit rumah atau 140 KK (526 jiwa). 

Selain rumah warga, dua fasilitas pendidikan yaitu SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga turut terendam. Satu unit Masjid At-Taqwa, Kantor Desa Labuan Kananga, serta satu unit pasar desa juga ikut terdampak banjir.

Sementara itu, di Desa Kawinda Na’e tepatnya di Dusun Soro Bura, sebanyak 20 unit rumah atau 20 KK (65 jiwa) terdampak genangan air. Di Desa Rasabou, tercatat 44 unit rumah atau 44 KK (135 jiwa) terdampak, yang tersebar di tiga RT, yakni RT 02 sebanyak 3 unit rumah, RT 03 sebanyak 36 unit rumah, dan RT 04 sebanyak 5 unit rumah.

Adapun di Desa Oi Panihi, banjir mengakibatkan kerusakan pada satu akses ruas jalan provinsi sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil, serta pemerintah desa setempat.

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Petugas turun ke lapangan untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat, sekaligus melaksanakan penanganan darurat dampak banjir di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan diseminasi informasi guna memastikan penanganan berjalan optimal serta kondisi masyarakat tetap aman dan terkendali.(*)

 




Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun

Fondasi transformasi berarti indikator-indikator awal perubahan struktural ekonomi mulai terbentuk

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menanggapi sejumlah pandangan publik yang mempertanyakan klaim penguatan fondasi transformasi ekonomi dan sosial.

Muncul anggapan, fondasi transformasi ekonomi dan sosial belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik menegaskan, persepsi tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih utuh, terutama dinamika ekonomi NTB sepanjang 2025.

Ahsanul Khalik menjelaskan, pertumbuhan ekonomi adalah indikator makro yang mencerminkan pergerakan mesin produksi daerah. Ini  meliputi aktivitas industri, perdagangan, investasi, dan konsumsi, bukan ukuran langsung atas kenyamanan hidup harian masyarakat.

“Karena itu wajar apabila masyarakat masih merasakan adanya tekanan biaya hidup, sementara indikator ekonomi makro mulai membaik. Ini bukan kontradiksi, tetapi jeda waktu antara pemulihan ekonomi dan dampaknya ke rumah tangga,” jelas Aka.

Ia menjelaskan, NTB memulai tahun 2025 dari kondisi yang tidak normal. Pada awal tahun, perekonomian daerah sempat terkontraksi hingga  minus 1,47 persen. Ini akibat persoalan teknis pada operasional smelter yang berdampak langsung pada sektor pertambangan.

BACA JUGA : Banjir di Obel-obel, Gubernur Perintahkan MItigasi Komprehensif

Salah satu kontributor terbesar PDRB NTB. Kondisi tersebut bukan disebabkan melemahnya daya beli masyarakat maupun lesunya sektor riil.

“Artinya, pemerintah daerah bekerja dari titik awal kontraksi, bukan dari situasi ekonomi yang stabil. Dalam kondisi seperti ini, prioritas utama adalah menghentikan penurunan, menormalkan kembali mesin ekonomi, menjaga daya beli, serta memastikan sektor-sektor produktif tetap bergerak,” ujar Ahsanul Khalik.

Hasilnya, hingga akhir 2025 pertumbuhan ekonomi NTB berhasil ditutup pada level positif sebesar 3,22 persen secara kumulatif. 

Jika dihitung dari titik terendah minus 1,47 persen, terjadi lonjakan pertumbuhan sebesar 4,69 poin hanya dalam satu tahun. 

Angka ini enam kali lipat lebih besar dibandingkan kenaikan yang dirancang dalam RPJMD 2025 yang hanya sekitar 0,70 poin.

“Ini menunjukkan bahwa tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda bukan sekedar menjaga ekonomi agar tidak jatuh lebih dalam, tetapi mampu membalik kontraksi menjadi pemulihan,” tegasnya.

Ahsanul juga menekankan bahwa kebangkitan ekonomi NTB tidak semata bertumpu pada sektor tambang, ini bukan kita mengabaikan tambang. 

Tapi ini sisi positif dari pertumbuhan ekonomi NTB, di tengah gangguan teknis pertambangan, di mana sektor non-tambang menunjukkan kinerja solid. 

Pertanian tumbuh positif didorong panen raya, perdagangan bergerak seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, jasa dan pariwisata mulai pulih, konsumsi rumah tangga tumbuh, pengangguran menurun, serta proporsi pekerja formal meningkat.

Bahkan, berdasarkan penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik NTB dalam satu Podcast dengan Media Antara News NTB (09/02/26), apabila sektor tambang bijih logam dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB justru mencapai lebih dari 8 persen secara kumulatif dan di atas 13 persen secara tahunan. 

Hal ini menegaskan bahwa ekonomi rakyat yang bertumpu pada pertanian, perdagangan, jasa, dan konsumsi tetap berjalan dan menjadi penopang utama pemulihan.

Terkait istilah “fondasi transformasi ekonomi dan sosial”, Ahsanul meluruskan bahwa yang dimaksud bukanlah klaim bahwa masyarakat sudah sepenuhnya sejahtera. 

Fondasi transformasi berarti indikator-indikator awal perubahan struktural mulai terbentuk.

Industri pengolahan mulai beroperasi, sektor non-tambang menguat, lapangan kerja kembali terbuka, dan daya beli masyarakat terjaga.

“Ini adalah fase awal. Analogi sederhananya, fondasi rumah sudah dicor, tetapi bangunannya belum selesai. Tahun 2025 adalah tahun stabilisasi dan pemulihan, bukan tahun panen hasil,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, tekanan yang dirasakan masyarakat saat ini banyak dipengaruhi oleh inflasi pangan nasional, seperti harga beras, cabai, daging ayam, dan tarif listrik, yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah daerah. 

Karena itu, tidak tepat jika seluruh beban biaya hidup langsung disimpulkan sebagai kegagalan pertumbuhan ekonomi NTB.

Lebih jauh ditegaskan ,capaian penting sepanjang 2025 justru terletak pada keberhasilan Pemerintah Daerah mencegah dampak sosial yang lebih berat. 

Dengan kontraksi besar di awal tahun, NTB sebenarnya berhadapan dengan risiko meningkatnya pengangguran, turunnya daya beli, hingga lonjakan kemiskinan. 

Namun yang terjadi justru sebaliknya: konsumsi rumah tangga tumbuh, pengangguran menurun, lapangan kerja bertambah, dan ekonomi kembali positif.

BACA JUGA : Jejak Digital Anak, Sekali Tersebar Tidak Bisa Terhapus

“Ini adalah kerja-kerja pencegahan krisis yang sering tidak terlihat, tetapi sangat menentukan. Kalau pemerintah gagal, indikator-indikator dasar itu justru akan memburuk,” ujar Ahsanul.

Menutup pernyataannya, ditegaskannya bahwa Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Iqbal–Dinda saat ini sedang menata ulang arah pertumbuhan ekonomi. Agar lebih inklusif dan berbasis sektor padat karya, dengan penguatan pertanian, UMKM, industri pengolahan, dan pariwisata.

Menyebut fondasi transformasi ekonomi bukan berarti mengatakan rakyat sudah sejahtera. Artinya, NTB berhasil keluar dari kontraksi dan menyalakan kembali mesin ekonominya. Tahun 2025 adalah tahun penyelamatan dan pemulihan. 

“Ke depan, fokus kita memastikan pertumbuhan itu konsisten, memberi nilai tambah lokal, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ahsanul Khalik..Kominfotik

 




Banjir di Kecamatan Sanggar Bima, Puluhan Rumah Terdampak

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, total sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) atau 119 jiwa terdampak banjir

MATARAM, LombokJournal.com ~  Bencana banjir menerjang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Luapan air membanjiri kawasan permukiman warga di Desa Kore dan Desa Sandue di Kecamatan Sanggar pada Sabtu, ( 21/02/26) sekitar pukul 17.20 WITA. 

BACA JUGA :  Banjir Bandang di Desa Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga terendam.

Bencana bajir  ini dipicu oleh aliran air yang sangat deras yang turun dari kawasan pegunungan. 

Derasnya terjangan air tersebut mengakibatkan sistem drainase yang ada di wilayah Desa Kore dan Desa Sandue tidak mampu menampung lonjakan debit air. Akibatnya, air dengan cepat meluap dari saluran dan menggenangi area permukiman warga setempat.

BACA JUGA : Banjir di Obel-obel, Gubernur Perintahkan Mitigasi Komprehensif

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, total sebanyak 37 Kepala Keluarga (KK) atau 119 jiwa terdampak banjir. 

Di Desa Kore tercatat 25 unit rumah terendam yang berdampak pada 81 jiwa. Derasnya air juga merusak fasilitas umum, yakni robohnya 3 meter tembok penahan banjir buatan warga, serta rusaknya 10 meter aspal jalan menuju Dermaga Kore. 

Sedangkan di Desa Sandue, banjir merendam 12 unit rumah milik 12 KK yang terdiri dari 38 jiwa.

Tim BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri, aparatur desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat langsung terjun ke lapangan. 

Tim gabungan segera berkoordinasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan warga terdampak, banjir serta penanganan darurat di lokasi bencana. 

Meskipun saat ini kondisi air dilaporkan sudah surut, warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa pasokan logistik

BACA JUGA : Jejak Digital Anak, Sekali Tersebar Tidak Bisa Dihapus

Masyarakat diimbau agar tetap waspada banjir. Mengingat wilayah NTB saat ini tengah memasuki periode puncak musim hujan dengan potensi curah hujan intensitas tinggi hingga akhir Februari.(*)

 




Banjir Bandang di Desa Muer dan Brang Kolong di Sumbawa

Penanganan banjir bandang ini melibatkan personel dari TNI/Polri, Damkar Plampang, Puskesmas Plampang, aparatur kecamatan/desa dan relawan

MATARAM, LombokJournal.com ~ Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Sumbawa, Sabtu (21/02/26). 

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Plampang dan sekitarnya sejak siang hari, penyebab banjir bandang.. 

BACA JUGA : Banjir di Obel-obel, Gubernur Perintahkan Mitigasi Komprehensif

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, luapan air mulai menggenangi pemukiman warga pada pukul 14.00 hingga 19.00 WITA. Mengakibatkan aktivitas masyarakat setempat lumpuh total selama beberapa jam.

Dampak banjir bandang ini terkonsentrasi di dua wilayah utama di Kecamatan Plampang, yaitu Desa Muer dan Desa Brang Kolong. 

Di Desa Muer, tercatat sebanyak 12 KK atau sekitar 40 jiwa terdampak. Sedangkan kondisi lebih parah terlihat di Desa Brang Kolong dengan jumlah terdampak mencapai 94 KK atau 253 jiwa. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji

Meskipun air merendam pemukiman dengan cepat, dilaporkan bahwa pada saat ini kondisi banjir perlahan mulai surut.

BPBD NTB segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa beserta seluruh pemangku kepentingan terkait. Tim TRC-PB BPBD Kabupaten Sumbawa telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta mendistribusikan bantuan logistik awal. 

Upaya penanganan banjir bandang ini melibatkan personel dari TNI/Polri, Damkar Plampang, Puskesmas Plampang, aparatur kecamatan/desa, relawan, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu melakukan evakuasi dan pendataan.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh para korban meliputi bahan pangan seperti mie instan, telur, dan air mineral, serta perlengkapan tidur berupa matras. 

Mengingat wilayah NTB sedang berada di puncak musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Di beberapa wilayah di Sumbawa menjadi langganan banjir bandang saat puncak musim hujan. 

BACA JUGA : Teluk Ekas Jadi Pusat Riset Rumput Dunia

Berdasarkan prakiraan cuaca Dasarian III Februari 2026, terdapat peluang curah hujan tinggi (>100 mm/dasarian) di sebagian wilayah Sumbawa. Sehingga potensi bencana hidrometeorologi susulan masih perlu diantisipasi secara serius.(*)