AHY-Bang Zul, Bukan Cuma Pertemuan Dua Sahabat

mas AHY juga sebagai teman diskusi dan bertukar pikiran terkait berbagai persoalan bangsa dan negara saat ini dan ke depan

MATARAM.lombokjournal.com —

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyebut silaturrahminya dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan pertemuan seorang sahabat lama.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah

“Saya menegaskan, bahwa pertemuan saya dengan mas AHY selain sebagai seorang sahabat juga sebagai teman untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran terkait berbagai persoalan bangsa dan negara saat ini dan ke depannya,” kata Gubernur NTB saat menerima silaturrahmi Ketum DPP Partai Demokrat bersama para Ulama dan Tuan Guru se-NTB di Ball Room Islamic Center Mataram, Rabu (27/4) petang.

Gubernur NTB yang biasa disapa bang Zul ini juga mengaku sudah lama kenal dengan ayahanda AHY, Susilo Bambang Yudhoyono, jauh sebelum SBY menjadi Presiden. Bahkan setelah menjadi Presiden RI ke-6 pun dengan SBY semakin terajut dengan baik.

Dalam hematnya, para Ulama dan atau Tuan Guru di NTB bersama pemerintah daerah selalu bersinergi untuk membangun kebersamaan menuju cita-cita NTB Gemilang. Bagi Bang Zul, para Ulama atau Tuan Guru haruslah didudukkan pada tempat yang mulia.

“Peran ulama dan Tuan Guru sangat luar bisa. Tanpa Ulama atau Tuan Guru Indonesia tak akan bisa merdeka dan kita tidak mungkin hari ini menghirup udara segar di alam bebas. Selain itu nilai religiutas dan semangat nasionalisme, patriotisme itu harus dipertahankan dengan sebaik-baiknya, agar kita tetap memiliki jati diri sebagai anak bangsa yang menginginkan kemajuan,” terang Bang Zul.

BACA JUGA: Pemerintah Percepat Pembangunan di Mandalika

Sementara itu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan penilaian tersendiri terhadap Bang Zul. AHY menilainya, bukan hanya sukses di politik saja, namun sukses pula pada profesi-profesi sebelumnya.

“Kredibilitasnya tak lagi diragukan sejak mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi (PT) sampai dengan puncaknya seorang Doctor ekonomi industri. Bahkan pengalaman Bang Zul sangat bermanfaat didedikasikan dalam leadership yang efektif untuk kemajuan NTB. Dan Alhamdulillah, sejak terpilih sebagai Gubernur NTB banyak kemajuan dan perubahan yang dirasakan masyarakat. Kita doakan semoga Gubernur kita sehat walafiat untuk memimpin provinsi yang penuh dengan potensi dan dan keberagamannya,” kata AHY disambut aplaus tamu undangan.

AHY menyebut, kehadirannya di NTB khususnya di Pulau Seribu Masjid sudah yang ke-4 kalinya yang dimanfaatkannya untuk merajut hubungan silaturrahmi dengan tokoh masyarakat, para Tuan Guru dan elemen masyarakat lainnya. Dan sebagai elemen bangsa untuk sama-sama berharap agar Indonesia semakin tumbuh sebagai negara yang semakin demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dan juga HAM.

Selain bersilaturrahmi dengan Gubernur NTB dan para Tuan Guru, AHY juga dikabarkan akan melakukan ziarah ke makam Tuan Guru Saleh Hambali, Bengkel, Labuapi, Lombok Barat.

her-Kominfotik




IKLH NTB Melampaui Nasional, Wagub Berpesan Terus Jaga Lingkungan

Pekerjaan rumah daerah masih banyak, terutama soal pengelolaan sampah dari hulu ke hilir

MATARAM.lombokjournal.com —

Dalam capaian Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2020, Nusa Tenggara Barat(NTB) merupakan salah satu provinsi berkategori baik, pada angka 70,83 point . Bahkan angka ini melebihi capaian nasional yang sebesar 70.27 point.

IKLH adalah gambaran kondisi lingkungan hidup yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

“Capaian IKLH dengan kriteria baik untuk NTB, harus menjadi motivasi pendorong agar program berbasis lingkungan lebih baik lagi ke depan,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., saat menerima audiensi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara terkait penetapan target IKLH Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2021-2024, Rabu (28/4/2021) di Aula Pendopo Wagub.

Menurut Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi, ini, parameter perhitungan nilai IKLH berdasarkan pengelolaan lingkungan hidup, baik pada kualitas air, udara, hutan maupun laut. Sehingga, program NTB Zero Waste, NTB Hijau dan lestari dapat mendukung capaian ini. Namun pekerjaan rumah daerah masih banyak, terutama pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

“Persoalan sampah bukan hanya buang pada tempatnya, kemudian diangkut ke TPA hingga selesai, bukan itu. Tapi bagaimana mengelola sampah ini dengan baik dan memiliki dampak ekonomi. Sampah menjadi berkah, bila dipilih dan dipilah untuk dijadikan pupuk kompos, dikelola oleh bank sampah, jelas Ummi Rohmi.

Seiring dengan hal tersebut, Wagub menekankan bahwa sinergi dan support dalam mewujudkan pengelolaan sampah maupun lingkungan juga butuh perhatian pemerintah pusat. Begitupun kerjasama dan kolaborasi dengan Pemda Kabupaten/Kota.

Untuk itu, Wagub berharap juga agar jajaran Kementerian LHK terus melakukan pendampingan dan bimbingan dalam peningkatan kualitas SDM maupun lingkungan.

“Sinergi dan kolaborasi serta bimbingan dari Kementerian LHK harus terus ada, karena dukungan itu perlu untuk mencapai keberhasilan program di daerah,” tutup Ummi Rohmi.

BACA JUGA:

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali dan Nusa Tenggara (Nusra), Ni Nyoman Santi, ST, M.Sc., menyampaikan bahwa, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di NTB mendapatkan angka yang bagus.

“Bahkan untuk tahun 2020 sudah berada di atas target nasional,” kata alumni ITS Surabaya ini.

Menurutnya, IKLH ini terdiri dari gabungan indeks pada masing-masing kabupaten/kota. Jadi provinsi sudah mendorong dan melakukan pembinaan sehingga angka-angka itu bisa tercapai.

Dijelaskannya, bahwa perhitungan IKLH berasal dari penggabungan 4 indikator komponen lingkungan, yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas  Lahan (IKL) dan Indeks Kualitas Air Laut ( IKAL ).

Berdasarkan data dari Ditjen PPKL dan Pusdatin KLHK bahwa, dalam 5 tahun terakhir capian angka IKLH Prov. NTB terus naik. Tahun 2020, IKA nilainya 50. 98, IKU 88.63, IKTL 66.74, IKAL 67.49 sehingga total 70.83 point. Sedangkan angka nasional sebesar 70.27 dan angka target nasional sebesar 68.71 poin.

edy@diskominfotik_ntb




Wagub NTB Minta BPPD Perkuat Promosi Wisata Via Sosmed

Wisata kita harus aman dari segala hal, sehingga wisatawan akan merasa bahagia ketika berlibur ke NTB

MATARAM.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB memperkuat kegiatan promosinya dengan memanfaatkan semua platform media sosial atau teknologi infomasi yang berkembang saat ini.

Kegiatan ini dinilai efektif menyasar semua kalangan masyarakat meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah.

Menurut Ummi Rohmi – sapaan akrabnya -, potensi pariwisata pulau Lombok dan pulau Sumbawa harus dikemas seindah mungkin untuk menarik minat kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Meski disadari, pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Saya harap teman-teman BPPD lebih fokus lagi untuk meningkatkan kegiatan promosi memanfaatkan teknologi informasi saat ini,” harap Ummi Rohmi saat audensi bersama Tim BPPD NTB di ruang kerjanya, Selasa (27/04).

Ummi Rohmi menjelaskan, salah satu kunci untuk mengangkat potensi wisata di NTB terletak pada kegiatan promosi. Untuk itu, BPPD harus bersinergi dengan semua pihak untuk mengangkat potensi alam yang luar biasa, baik pantai, gunung, air terjun dan wisata desanya. Semua itu merupakan modal besar yang dimiliki oleh Provinsi NTB yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat Bumi Gora.

“Untuk memoles semuanya itu, tentu kuncinya adalah kerja sama semua pihak untuk sama mengangkat nama baik NTB yang sama-sama kita cintai,” tutur Wagub.

Oleh karenanya, Ummi Rohmi juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus ditata dan dikelola dengan baik. Terutama menata lingkungan yang baik di semua sektor destinasi pariwisatanya. Begitu juga bagi penggiat pariwisata yang bergerak di travel, transpot maupun industri pariwisata lainnya agar mampu bersaing secara profesional dalam menyambut para tamu.

“Wisata kita harus aman dari segala hal, sehingga wisatawan akan merasa bahagia ketika berlibur ke NTB,” harap Ummi Rohmi.

BACA JUGA:

Menanggapi hal itu, Kepala BPPD NTB, Ari Garmono mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan upaya promosi yang masif lagi. Bahkan tahun ini, BPPD akan menggelar lomba video dan fotografer tentang destinasi pariwisata Pulau Lombok.

“Insya Allah dalam waktu dekat, kita menggelar lomba itu dengan mengundang para kreator muda untuk mempromosikan destinasi pariwisata di NTB,” ungkapnya

Oleh karenanya, ia meminta dukungan dan sinergitas semua OPD lingkup Provinsi NTB untuk mensupport demi mengangkat potensi-potensi pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Karena dampak dari pandemi, semua destinasi mengalami penurunan kunjungan wisatawan yang mempengaruhi pendapatan daerah maupun para pelaku pariwisata kehilangan pekerjaannya.

“Ini menjadi PR kita bersama, meski begitu dengan upaya promosi yang akan kita lakukan setidaknya dapat menawarkan berbagai destinasi yang akan meningkatkan kunjungan wisatawan jika pandemi ini berlalu,” harapnya.

Selain itu, sebagai pengurus BPPD yang baru, bersama dengan pengurus lainnya, pihaknya akan tetap melakukan promosi potensi wisata yang dimiliki. Begitu juga dengan promosi desa wisata yang ada di NTB yang kini cukup tranding digencarkan oleh pemerintah.

Manikp@kominfo




Pemprov NTB dan LPP TVRI Matangkan Konsep Publikasi NTB Gemilang

Siaran TVRI terkait NTB Gemilang hendaknya fokus pada program unggulan seperti; industrialisasi, Revitalisasi Posyandu, Desa Wisata, NTB Bersih dan Melayani, beasiswa NTB

MATARAM.lombokjournal.com —

Kekayaan alam dengan berbagai suguhan destinasi wisata membuat NTB – yang dijuluki Bumi Gora – menjadi magnet bagi nasional dan dunia untuk digelarnya berbagai even besar. Sebutlah misalnya; KEK Mandalika dengan akan diselenggarakannya MotoGP pada Maret 2022.

“Karena itu kontribusi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik bisa bersinergi dan bekerjasama dengan Pemprov NTB untuk mensiarkan berbagai program unggulan dan hal-hal menarik yang perlu diketahui oleh masyarakat secara luas, nasional maupun internasional,” kata Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Siti Rohmi Djalilah, M.Pd., pada penerimaan Kepala TVRI NTB, Sanny Damanik di ruang kerja Wagub NTB, Selasa (27/4).

Kepala TVRI NTB menyerahkan rencana kerja program siaran TVRI NTB menuju NTB Gemilang kepada Wagub NTB

Silaturrahmi Kepala TVRI NTB baru tersebut didampingi oleh Kadiskominfotik NTB, Dr. Najamudin Amy, S.Sos., M.M., dan Kasi Pengembangan Usaha serta Kasi Pemberitaan TVRI NTB. Sebagaimana diketahui sebelum bertugas di NTB, Sanny diamanahkan sebagai Kepala TVRI Jambi.

Wagub NTB menambahkan, perkembangan media saat ini demikian pesatnya tidak hanya media mainstream, namun juga media sosial, sebagai wadah untuk menyebarluaskan kabar dan informasi penting. Kekeliruan informasi yang disajikan bisa menjadi bumerang atau umpan balik berakibat fatal.

“Namun semua itu kuncinya bagaimana kita bersinergi dengan media (TVRI, red) untuk mempublikasikan hal-hal baik dari NTB. Tentu hal ini juga menjadi motivasi ataupun support untuk menyemangati kerja-kerja kita dalam meraih kemajuan bersama. Selama program-program baik yang ditawarkan dan kerja sama dengan Pemprov NTB, kita pasti dukung,” tandas salah satu perempuan inspiratif Indonesia ini.

Wagub juga menyinggung program-program siaran yang akan direncanakan TVRI terkait pembangunan NTB Gemilang hendaknya lebih fokus pada berbagai program unggulan NTB seperti; industrialisasi, Revitalisasi Posyandu, Desa Wisata, NTB Bersih dan Melayani, beasiswa NTB serta lainnya .

Yang perlu dicatat juga adalah pemikiran masyarakat seperti; tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader kesehatan, kader Posyandu ataupun masyarakat bawah perlu ditayangkan sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan NTB.

“Jadi tidak hanya menampilkan pendapat dari pimpinan daerah ataupun Kepala Dinas. Masyarakat sudah jenuh dengan tampilan-tampilan seperti itu. Cara ini juga dilakukan untuk bisa mengedukasi masyarakat secara terus-menerus agar terlibat dalam setiap program pembangunan daerah,” terang Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi ini.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamudin Amy, S.Sos, MM menambahkan, selama ini antara pemprov NTB dengan TVRI NTB dan Nasional selalu bersinergi serta bekerjasama untuk mensiarkan berbagai program unggulan Pemprov NTB dalam acara “Dialog NTB Gemilang”.

Kedepan pola kerjasama seperti ini akan semakin dimatangkan bahkan ditingkatkan dengan melihat kekayaan subtansi dan pengelolaan yang lebih jelas.

Najamudin mencontohkan dalam mengangkat program unggulan revitalisasi Posyandu tidak hanya narasumbernya terbatas pada Kepala OPD terkait saja, namun ke depannya lebih pada pernyataan masyarakat seperti; kader Posyandu yang berjuang gigih menjalankan tugas kesehariannya.

“Masyarakat juga kita minta untuk turut berbicara terkait program pembangunan pemerintah daerah. Termasuk kaum milenialnya, pemerhati, para kader dan lain sebagainya. Maka sajian informasinya menjadi lebih kreatif dan masyarakat juga tertarik untuk menonton.

Kepala TVRI NTB, Sanny Damanik, mengungkapkan agar kehadirannya sebagai pimpinan TVRI NTB yang baru bisa diterima oleh Pemprov dan masyarakat NTB. Pihaknya berkomitmen untuk terus-menerus mensiarkan geliat pembangunan di NTB, dengan kemajuan pariwisatanya termasuk akan digelarnya even internasional MotoGP 2022 mendatang.

Menurutnya, TVRI tidak hanya bergerak dalam bidang siaran visual (layar kaca) tapi juga mengembangkannnya melalui siaran-siaran digital dengan adanya media-media baru. Sebagai lembaga penyiaran publik TVRI hadir sebagai garda terdepan menginformasikan keberhasilan pembangunan program kerja pemerintah pusat hingga Pemprov dan Pemkab/Kota se Indonesia.

“Kami berharap bisa bersinergi dengan program kerja Pemprov NTB. Kalender even NTB juga bisa kita publikasikan secara langsung. Kita tidak hanya bersiaran lewat media layar saja tapi juga lewat media lainya seperti youtube, instagram dan beberapa media baru.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan rencana kerja program siaran TVRI NTB menuju NTB Gemilang yang diserahkan Kepala TVRI NTB kepada Wagub NTB.

herikp@diskominfotik




Pesan Doktor Zul Saat Melepas Purna Tugas Lalu Bayu Windya

Jadi abang, jangan jauh-jauh dari kita, bila ada hal-hal yang dibutuhkan oleh daerah, bisa kita mintakan bantuannya

MATARAM.lombokjournal.com —

Berlangsung sederhana dan keakraban yang hangat dalam momentum Ramadhan, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., melepas Purna Tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya, M.Si., Senin (26/04/21) di Pendopo Gubernur NTB.

Pemerintah Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Lalu Bayu Widya, atas pengabdian dan dedikasinya terhadap bangsa, negara dan daerah.

“Kami atas nama pemerintah daerah sadar betul bahwa kita akan kehilangan sosok yang hangat dan sederhana,” kata Doktor Zul, didampingi ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Untuk itu, dedikasi dan pengalaman Miq Bayu sapaan Lalu Bayu Windya, masih dibutuhkan. Apalagi perannya sebagai tokoh masyarakat di Pulau Lombok.

“Jadi abang, jangan jauh-jauh dari kita, bila ada hal-hal yang dibutuhkan oleh daerah, bisa kita mintakan bantuannya,” harap Gubernur.

Menurut Gubernur, seorang pimpinan yang dilepas dengan rasa haru, penuh kehangatan dan semua orang merasa kehilangan adalah sosok pemimpin yang dicintai.

“Beruntung Miq Bayu, adalah sosok pemimpin yang disenangi banyak orang,” puji Gubernur.

Selain itu, ia menuturkan bahwa, betul yang disampaikan Sekda, diawal membuka acara tadi, ada kalimat pendek yang menentramkan, bahwa semuanya akan berlalu.

Jadi kelihatan sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Ia memaknai bahwa setiap orang yang mendapat jabatan, dapat posisi, baik itu kepala Dinas, Sekda atau Gubernur, jangan mensikapinya secara berlebihan. Karena setelah masanya, suatu saat akan berlalu.

Begitu juga dalam posisi kehidupan ini. Ada siang pasti ada malam, ada suka pasti ada duka. Indahnya hidup dan kehidupan, karena mampu dimaknai bahwa segala sesuatu itu akan berlalu.

Sepenggal kalimat untuk melepas purna bakti Miq Bayu, Every Ending is a New Begining, Setiap Akhir merupakan Awal yang baru. “Saya setuju dengan kalimat ini,”ucap Gubernur.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Panen Perdana Padi Varietas Sertani

Sementara itu, Drs. Lalu Bayu Widya, M.Si, mengapresiasi atas kehangatan dan keakraban untuk melepas masa baktinya.

Diceritakannya bahwa pengalaman menjadi abdi negara sudah dilaluinya di daerah, sejak di Kabupaten Dompu hingga kembali ke Pulau Lombok.

“Banyak pengalaman dan cerita kehidupan yang menyertainya bersama beberapa kepala OPD sejak awal menjadi PNS,” sebutnya terharu, didampingi Istri Hj. Dedeh.

Ia juga menyampaikan ucapakan terima kasih atas keakraban, kehangatan dan komunikasi yang baik selama bersama Gubernur Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

“Pak Gubernur ini merakyat, tidak ada sekat kepada semua orang,” pujinya.

Pria yang memiliki senyum khas dan terkenal akrab dengan semua orang ini, juga mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada rekan-rekan kepala OPD yang telah bersamanya selama ini.

Diakhir acara, Gubernur memberikan tanda penghargaan berupa cindera mata dari Pemrov. NTB dan kepala OPD kepada Miq Bayu.

Kegiatan yang dipandu Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si ini juga sempat memutar video pendek perjalanan karir Miq Bayu, dan buka puasa bersama dengan penuh kehangatan dengan semua Assisten Setda, Kepala Biro, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

edy

@diskominfotik_ntb




MUI NTB Siap Dukung Pemberdayaan Ekonomi Ummat di KEK Mandalika

Kita siap mengawal, membina para petani dan peternak kita untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dengan hasil produksi yang berkualitas, halal dan bersih

MATARAM.lombokjournal.com —

Ketua Tim Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI NTB, Prof.Dr. H. Moh. Hasil Tamsil, M.Si., mengungkapkan bahwa MUI melalui programnya siap mendukung pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di Provinsi NTB.

Hal tersebut diungkapkannya ketika menemui Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., di ruang kerja Wagub, Senin (26/4).

Dihadapan Wagub, Tamsil menjelaskan, bahwa Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat (KPEU) MUI NTB ingin berbuat maksimal bagi pemberdayaan ekonomi umat, terutama di sekitar kawasan wisata superprioritas KEK Mandalika.

Ketua Tim Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI NTB, Prof.Dr. H. Moh. Hasil Tamsil, M.Si (kanan)

Dikatakannya, karena NTB dikenal sebagai kawasan wisata halal, oleh sebab itu MUI pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di daerah ini. Sehingga dengan demikian NTB ke depannya bisa dijadikan sebagai contoh atau model pengembangan wisata halal bagi daerah lainnya di Indonesia.

“Pada intinya kita siap mengawal, membina para petani dan peternak kita yang menghasilkan produksi telur, daging ataupun sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dengan hasil produksi yang berkualitas , halal dan bersih.

Dengan keterlibatan kita seperti ini, merupakan wujud kepedulian kita untuk pemberdayaan ekonomi ummat,” pungkas Hasil Tamsil yang diamini seluruh anggota KPEU MUI NTB lainnya.

BACA JUGA:

Sementara itu, menanggapi program MUI tersebut, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi, ini, mengungkapkan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat atau ummat sejatinya telah menjadi program prioritas Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB.

Seperti bagaimana upaya mendorong pembangunan destinasi pariwisata super prioritas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di mana pada ekosistem ekonomi di kawasan tersebut masyarakat NTB diharapkan menjadi bagian dari pelaku usaha yang mendukung aktivitas industri pariwisata itu sendiri.

“Masyarakat tak hanya dijadikan penonton. Karena itu masyarakat kita dorong untuk turut terlibat dalam mendukung pengembangan kawasan wisata di KEK Mandalika. Caranya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sayur-mayur, daging, telur, industri kerajinan dan lain sebagainya agar masyarakat juga secara ekonomi bisa lebih berdaya,” kata Ummi Rohmi.

Demikian pula ketika membahas aktivitas riil ekonomi masyarakat NTB, dikatakan Wagub, meski usaha unggas dan ayam petelur di NTB sudah semakin bergeliat, namun kebutuhan akan telur ayam di NTB ini masih defisit kurang lebih 700 ribu telur. Karena itu melalui KPEU MUI NTB, masyarakat harus terus didorong untuk mengembangkan usaha ini guna memenuhi kebutuhan pangan NTB, terlebih di berbagai kawasan wisata.

“Masyarakat kita terus-menerus dibina dan dilatih agar kebutuhan sayur-mayur dan daging di NTB bisa dihasilkan lebih berkualitas dan bisa memenuhi permintaan industri pariwisata secara mandiri, harap Wagub.

Ia juga bersyukur, dampak Covid-19 di NTB tidak terlalu dikhawatirkan secara ekonomi, karena andalan ekononi NTB yakni sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi basis yang bisa menopang ekonomi masyarakat.

“Bali yang hanya mengandalkan sektor unggulan pariwisatanya ternyata dampak ekonominya begitu besar bagi masyarakat. Kita bersyukur masih ada pertanian, pengembangan industri dan lainnya,” tutup wagub.

ikp@diskominfotik




Gubernur NTB Minta Bupati dan Wabup Sumbawa Fokus Tangani Pandemi dan Melayani Masyarakat

Kepemimpinan di era sosial media kian menuntut kehadiran pemerintah serta membuat pemimpin harus benar-benar melayani dan tidak bersikap feodal

MATARAM.lombokjournal.com —

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., Senin (26/04/21) melantik H. Mahmud Abdullah dan Dewi Noviani, sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sumbawa masa bakti 2021-2026, paket terakhir Pilkada langsung di NTB berdasarkan SK Mendagri, di Ruang Graha Bakti Kantor Gubernur NTB.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tentang upaya penanganan pandemi Covid-19 yang harus terus diupayakan, selain bagaimana menentukan strategi yang baik agar pemulihan dan kebangkitan ekonomi di era pandemi dapat terjadi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberi selamat pada Bupati dan Wabup Sumbawa yang baru saja dilantik

Demikian juga dengan tantangan di era sosial media, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, ini, mengungkapkan bahwa sekarang masyarakat membutuhkan pemimpin yang dapat melayani serta dapat lebih banyak meluangkan waktu dan mendengar keluhan masyarakat.

“Kepemimpinan dengan tantangan di era sosial media yang kian menuntut kehadiran pemerintah juga membuat pemimpin harus benar-benar melayani dan tidak bersikap feodal,” ungkap Bang Zul.

BACA JUGA: TNI Akan Mengangkat Kapal Selam KRI Nanggala-402

Sementara itu, selepas pelantikan, Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah mengatakan dalam penanganan pandemi, Pemkab Sumbawa sudah memiliki pengalaman yang baik dalam mengendalikan penularan Covid 19.

“Tentu penanganan pandemi yang sudah baik akan kita teruskan. Strateginya, penanganan ini akan kita kepung dan kerjakan bersama sama. Kalau tidak bergotong royong akan sulit,” ujar Bupati.

Terkait kinerja, dirinya dan Wabup sudah menyiapkan program 100 hari. Meski tak merinci, dalam target awal, pemerintahannya akan fokus menata kota.

Dalam hal menggenjot ekonomi masyarakat, infrastruktur jalan Kecamatan Batulanteh akan segera dikerjakan. Bupati mengatakan dengan banyaknya potensi di sana, kebutuhan masyarakat untuk akses jalan ini sangat mendesak.

Didampingi Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq menyebut dana dari APBD sebesar 9 miliar sudah disiapkan, ditambah anggaran dari provinsi sebesar 17 miliar.

“Tinggal menunggu administrasi saja karena pemprov sudah punya keinginan untuk membantu pembiayaan,” terang Rofiq.

BACA JUGA: 

Dikatakannya, DPRD sangat mendukung dalam hal ini mengingat potensi Batulanteh dengan enam desa penghasil beragam komoditas seperti Desa Baturotok, Desa Tepal dengan alpukat, kopi dan kemiri serta desa lainnya.

jm




Aksi Cinta Produk NTB di Expo Ramadhan Gemilang

Ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam mencintai produk lokal, baik itu berupa fashion, makanan, seni kriya dan sebagainya

MATARAM.lombokjournal.com —

Aksi Cintai Produk Lokal NTB terus digalakkan Pemerintah Provinsi NTB, Kali ini bersama UMKM Se-Provinsi NTB, Ikatan Pengusaha Muslim NTB dengan Bank NTB Syariah menginisiasi gelaran Expo Ramadhan Gemilang.

Kegiatan ini membuka peluang bagi seluruh UMKM NTB untuk bisa menjajakan berbagai produk-produk lokal kepada masyarakat setempat sembari menunggu waktu berbuka puasa yang berlokasi di Taman Budaya Provinsi NTB yang digelar selama tanggal 24 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi para UMKM untuk dapat terus berinovasi dengan berbagai produk-produk yang telah dibuat.

Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Para UMKM dapat menjajakan produknya dan aksi cinta produk NTB harus terus digalakan” tutur Umi Rohmi.

Menurut Umi Rohmi, ibu-ibu sebagai garda terdepan dalam mencintai produk lokal, baik itu berupa fashion, makanan, seni kriya dan sebagainya.

“Dari kita untuk kita, kita mulai mendorong itu semua, sangat mempuni jika kita berkolaborasi bersama, mendorong produk UMKM NTB” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Umi Rohmi menghimbau kepada seluruh pelaku UMKM dan masyarakat agar terus menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol Covid – 19.

“Sehat bisa membuat kita ibadah dan juga kerja. Semoga pandemi covid19 menyadarkan kita bahwa pentingnya kita menjaga kesehatan, ibu menjadi garda terdepan di dalam menegakkan protokol kesehatan di dalam keluarga” ungkap Umi Rohmi.

BACA JUGA: Ketum TP PKK : Kesehatan Keluarga Yang Utama

Bank NTB Syariah dukung UMKM

Direktur Pemberdayaan Bank NTB Syariah, Usman mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan ruang bagi UMKM NTB selama pandemi mengalami merosotnya pendapatan.

“Kami merasa ini menjadi bagian tanggung jawab kami untuk mendukung UMKM tumbuh bersama” tutur Usman

Sebanyak 100 UMKM berpartisipasi dalam Expo Ramadhan Gemilang, Ketua Panitia Ajeng Roslinda Motimori mengaku seluruh pelaku UMKM begitu semangat untuk bisa berpartisipasi dalam acara Expo tersebut.

BACA JUGA: Tri Tito Karnavian Serahkan Bantuan Masker di Desa Malaka

“Seluruh kegiatan expo difasilitasi oleh Bank NTB Syariah, kami UKM memiliki modal semangat untuk bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini” tutup Ajeng selaku Sekjen IPEMI NTB.

Ser@diskominfotik




Ketum TP PKK : Kesehatan Keluarga Yang Utama

Pelayanan Posyandu di tengah pandemi bagi ibu, anak dan remaja adalah sarana terdepan mencapai kesehatan keluarga lebih eksklusif

KLU.lombokjournal.com —

Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian mengatakan bahwa saat ini yang mendesak bagi kita (TP PKK) adalah kesehatan masyarakat terutama keluarga. Bagi TP PKK, pelayanan Posyandu di tengah pandemi bagi ibu, anak dan remaja adalah sarana terdepan mencapai kesehatan keluarga lebih eksklusif. Hal ini disampaikan Tri Tito Karnavian saat mengunjungi Posyandu Desa Malaka, Lombok Utara, Sabtu (24/04).

“Apalagi, program unggulan Posyandu Keluarga di NTB, pelayanannya makin diperluas bagi anggota keluarga lain dan masyarakat secara umum”, ujar bu Tri Tito.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Zulkieflimansyah menambahkan bahwa saat ini Posyandu Keluarga yang sudah tersistem dan terkoneksi melalui aplikasi dan mempunyai basis data terpusat sangat membantu dalam strategi kesehatan.

“Saya berharap makin banyak Posyandu Keluarga yang bersertifikasi meski dalam pelayanan tidak hanya bagi anggota TNI Polri tapi juga masyarakat umum agar pelayanan kesehatan makin terjamin”, ujar Bunda Niken.

Bantuan 12 ribu Masker

Ketum TP-PKK Tri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kunjungannya dengan didampingi Bunda Niken, Tri Tito mendatangi Posyandu Batalyon TNI 742 Gebang, Posyandu Kemala Polres Mataram dan Posyandu Desa Malaka, Lombok Utara.

Dalam kunjungan ini Tri Tito juga menyalurkan bantuan masker dari Yayasan Hope Indonesia. Dari satu juta masker, TP PKK Provinsi NTB akan memperoleh bantuan sebanyak 12 ribu masker, tumbler dan timbangan bayi.

BACA JUGA: Ketum TP PKK Pusat Apresiasi Revitalisasi Dasawisma di NTB

Selain pentingnya kesehatan keluarga sebagai imunitas, Tri Tito menyadari, penggunaan masker masih dirasa sulit dilakukan bagi sebagian orang karena kurangnya pengetahuan soal manfaat penggunaan masker pada masa pandemi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi protokol kesehatan, terutama penggunaan masker.

Tri juga menekankan tentang pentingnya sosialisasi dalam pengelolaan sampah masker sekali pakai. Menurut Tri, jangan sampai limbah masker sekali pakai mencemari lautan NTB yang indah. Apalagi, potensi wisata yang cukup tinggi membuat NTB menjadi salah satu destinasi wisata.

BACA JUGA: Tri Tito Karnavian Serahkan Bantuan Masker di Desa Malaka

“Kita semua adalah pejuang Covid 19. Maknanya, agar kita semua berupaya segera keluar dari pandemi dan kembali sejahtera”, tutupnya.

jm




Dasan Cermen, Model Penanganan Covid-19 dan PPKM Mikro di NTB

Mendagri melihat adanya pengawasan kegiatan masyarakat dalam skala kecil, bukan hanya pada penanganan Covid-19, sampai pada aktivitas ekonomi dan pelestarian lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com —

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian berharap Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi model dalam penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. “Saya sampaikan penghargaan tinggi, semoga sukses, kalau sukses bisa menjadi model,” kata Mendagri didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Sabtu (24/4/2021).

Kampung yang asri dan digadang-gadang bukan sekedar tangguh dari Covid-19, ini, juga disebut telah memiliki skenario dalam pengendalian Covid. Atas dasar itu, Mendagri mengapresiasi gotong royong Provinsi NTB dan Pemda Kab/Kota bersama stakeholder dalam menginisiasi langkah tersebut.

“Saya terus terang, menyampaikan penghargaan yang tinggi, ini kita lihat kegotongroyongan terjadi sampai skala kecil, tentu apresiasi yang sangat tinggi untuk semua stakeholder, masyarakat,” pujinya.

Saat meninjau Program Kampung Sehat di Kelurahan Dasan Cermen Kota Mataram, Mendagri melihat adanya pengawasan kegiatan masyarakat dalam skala kecil, bukan hanya pada penanganan Covid-19, sampai pada aktivitas ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Dalam tinjauannya, Mendagri juga melihat betapa tata kelola lingkungan dijalankan dengan apik di kampung ini, dari mulai keberadaan tanaman, peternakan, hingga pengelolaan sampah yang menjadi persoalan lain di dunia.

BACA JUGA: Apresiasi JPS Gemilang, Mendagri Puji Penanganan Covid-19 di NTB

Mendagri juga melihat adanya ketersediaan tempat karantina, Puskesdes (Pusat Kesehatan Desa) yang dilengkapi dengan ruang isolasi, oksigen, dan tempat perawatan tahap pertama.

“Ini bukan hanya penanganan Covid, karena penanganan Covid kan harus seimbang juga dengan kelestarian dan kebersihan lingkungan, kemudian ekonominya, ini satu paket semua ada di sini,” bebernya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini adalah mengedepankan skala mikro. Bukan hanya ke tingkat kampung, namun juga melibatkan hingga satuan kecil pemerintahan seperti RT/RW agar penanganan Covid-19 terkendali.

Hadirnya Kampung Sehat di Dasan Cermen diharapkan mampu berkontribusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yang dapat diikuti Kampung lainnya, dengan melibatkan kegotongroyongan dan kearifan lokal setempat. “Kuncinya jangan sampai lelah saja, kita jangan lengah, perkuat betul terus menerus,” pesan Mendagri Tito.

aff/diskominfotikntb