Bulan Puasa Dimanfaatkan Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Ayo kita jadikan momen untuk taubat.merokok pada bulan puasa, makan minum saja kuat 14 jam, masa puasa rokok tidak bisa? 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih self-control atau pengendalian diri.

Kalau kita bisa menahan lapar dan dahaga pada bulan puasa, harusnya menahan keinginan merokok jauh lebih mudah. 

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Minum Es Sirup Saat Buka Puasa

Lagipula, menghisap asap rokok dengan sengaja itu membatalkan puasa kita. Sudah batal, bikin penyakit pula. 

Inilah tantangan bapak-bapak untuk memanfaatkan bulan puasa Ramadhan ini sebagai momen insaf dari rokok.

“Coba mana suaranya ibu-ibu yang sudah kehabisan kata-kata buat ngingetin bapaknya di rumah?” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. 

BACA JUGA :  Zakat Tak Bisa Dimanfaatkan untuk Program Makan Bergizi Gratis

“Mumpung ini bulan suci, ayo kita jadikan momen untuk taubat. pada bulan puasa makan minum saja kuat 14 jam, masa puasa rokok tidak bisa?” lanjutnya.

Menkes pun menjabarkan hitung-hitungan matematikanya. Kata dia, kalau sehari jatah rokok Rp30.000, dikali 30 hari selama Ramadan, bapak-bapak bisa menghemat hampir satu juta rupiah! 

Bayangkan kalau uang sebesar itu disedekahkan di bulan puasa, pahalanya mengalir deras. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh Oleh Haji

“Paru-parunya bersih, tabungan akhiratnya penuh. Jadi gimana Pak, besok masih mau lanjut merokok atau mulai nabung pahala?” tutup Menkes. dan

 




Antisipasi Lonjakan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal 

Menhub menekankan antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, guna membahas antisipasi kesiapan Angkutan Lebaran 2026, lonjakan pemudik dan wisatawan.

Menhub menitikberatkan pembahasan pada penguatan angkutan penyeberangan, kesiapan pelabuhan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk antisipasi lonjakan arus mudik dan wisatawan.

BACA JUGA :  Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

“Sebagai provinsi kepulauan, mobilitas masyarakat di NTB sangat bergantung pada angkutan penyeberangan dan transportasi udara, yang diperkuat oleh jalan nasional,” kata Menhub. 

NTB juga merupakan salah satu provinsi dengan destinasi pariwisata unggulan nasional, sehingga pada periode tertentu, termasuk Hari Libur Lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan tidak hanya untuk aktivitas mudik, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata.

Pelabuhan penyeberangan di NTB diperkirakan akan menjadi salah satu simpul tersibuk, khususnya Pelabuhan Lembar. 

BACA JUGA :  Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Program Makan Bergizi Gratis

Pelabuhan Lembar termasuk ke dalam 3 terbesar pelabuhan penyeberangan tersibuk dengan total sekitar 1,1 juta penumpang yang diprediksi akan menggunakan pelabuhan ini pada masa Angkutan Lebaran.

Menhub menekankan pentingnya antisipasi kesiapsiagaan armada, dermaga, serta pengaturan arus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan dan pemudik dari dan ke Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Iqbal menyampaikan usulan dan permintaan krusial kepada Kemenhub terkait optimalisasi angkutan darat, laut, dan udara di wilayah NTB. 

“Tingginya antusiasme mudik tahun ini harus diimbangi dengan armada yang memadai, jadwal penyeberangan yang terukur, dan infrastruktur yang mendukung,” katanya.

BACA JUGA : Modus Flexing, Terihat Mewah Ternyata Tipuan

Survei Angkutan Lebaran Nasional memperkirakan pergerakan mencapai 146 juta orang pada Angkutan Lebaran 2026 ini. 

Prediksi pergerakan yang berasal dari Provinsi NTB sebagai provinsi asal pemudik tercatat sebesar 1,58 Juta orang dan Provinsi NTB sebagai provinsi tujuan diprediksi sebesar 1,22 juta.dan

 




Bocah yang Hanyut di Selong Ditemukan di Pulau Moyo

Setelah ditemukannya diidentifikasi jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bocah 4 tahun yang hanyut di saluran drainase akhirnya ditemukan.

Operasi SAR terhadap M Azril Filah Busairi, bocah asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur resmi ditutup pada Sabtu (28/02/26). 

BACA JUGA : Antisipasi Angkutan Penumpang, Menhub Temui Gubernur Iqbal

Jenazah bocah itu ditemukan oleh warga di pesisir pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah terbawa arus sejauh 60 Nautical Mile (NM) dari muara Sungai Selong.

Sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa, 24 Februari 2026. Pencarian intensif yang dilakukan selama 5 hari akhirnya membuahkan hasil berkat laporan warga setempat.

Titik terang keberadaan bocah itu muncul pada Jumat (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. 

BACA JUGA : Bulan Puasa Dimanfaatkan Untuk Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Warga Pulau Moyo menemukan jasad bocah tersangkut di akar bakau dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna biru. 

Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Azril.

Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi pihak keluarga menuju lokasi penemuan di Pulau Moyo. 

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa untuk prosedur medis dan identifikasi final sebelum diserahkan ke pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi yang dilansir dari Instagram Kantor SAR Mataram menyampaikan duka mendalam sekaligus mengkonfirmasi penutupan operasi SAR ini.

“Kami mengonfirmasi bahwa jasad bocah yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai,” ujarnya. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 yon B Brimob Polda NTB, dan BPBD.

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Minum Es Sirup Saat Buka Puasa

Termasuk warga Desa Sebotok yang berperan aktif dalam proses evakuasi.

Dengan ditemukannya korban bocah itu dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.dan




Hentikan Kebiasaan Minum Sirup Saat Buka Puasa 

Sebaiknya hentikan minum es sirup dan alangkah lebih sehat menggantikanna dengan minum air kelapa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Hentikan mengikuti kebiasaan tidak sehat. Coba saksikan, tiap sore menjelang magrib pasti banyak yang tergoda melihat iklan es sirup merah di TV. 

Kelihatannya menyegarkan, tapi cobalah hentikan kebiasaan minum es sirup yang kandungan gulanya sangat tinggi untuk lambung yang sedang kosong.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Berjanji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

Tubuh kita yang sudah menahan haus belasan jam itu mengalami dehidrasi. Kebutuhan tubuh bukan minuman bergula tinggi, tapi minuman yang bisa mengembalikan cairan tubuh dengan cepat.

Sirup merupakan larutan gula pekat. Sirup memiliki kadar kekentalan yang cukup tinggi serta kadar gula dalam sirup antara 55-65 persen. 

Pembuatan sirup dapat ditambahkan pewarna dan asam sitrat untuk menambah warna dan cita rasa.

Selain sebagai pemanis, gula dalam sirup memiliki fungsi teknis yang penting bagi kualitas produk

BACA JUGA :  Zakat Tak Boleh yntyk Program Makan Bergizi Gratis

Seperti konsentrasi gula di atas 65 persen bertindak sebagai pengawet alami karena menghambat pertumbuhan mikroba.

Tekstur dan kekentalan gula juga memberikan rasa “berisi” dan memperbaiki viskositas (kekentalan) larutan.

Dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan, solusi paling gampang dan sehat adalah Air Kelapa. 

Kenapa minum es sirup sebaiknya hentikan dan menggantikan dengan air kelapa? 

Air kelapa ini adalah “minuman isotonik alami” dari Tuhan yang kaya akan elektrolit sehingga cairan tubuh perlahan kembali seimbang. 

Gula alaminya juga pas untuk energi dan yang paling penting sifat basa pada air kelapa mampu menetralisir asam lambung yang naik selama kita puasa. 

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Ternyata Tipuan

Sebaiknya hemtikan memilih sirup buatan saat buka puasa, dan alangkah baiknya kalau diganti air kelapa murni. dani

 




Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Penjual Opak-Opak

Tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya. tulisnya di akun instagramnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mempunyai janji pada penjual OPAK-OPAK di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Gubernur Iqbal menjanjikan memperbaiki rumah seorang penjual opak-opak di Sigar Penjalin,Tanjung, Lombok Utara.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana Melalaui Kolaborasi Multipihak

Pasalnya, Gubernur Iqbal mengaku kagum setelah menyaksikan kegigihan seorang ibu di Sigar Penjalin mengolah opak-opak di tengah keterbatasan tem[at tinggalnya. 

“Ini mengingatkan saya bahwa tugas pemimpin adalah menjadi jembatan bagi harapan rakyatnya,” ujar Gubernur Iqal dilansir dari Instagramnya. 

Bersama BAZNAS melalui program Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) MAHYANI, Gubernur Iqbal mengatakan,pihaknya akan membedah rumah penjual Opak-Opak agar lebih layak dan produktif. 

BACA JUGA : Bencana Meteorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

Gubernur Iqbal mengapresiasi para Pendamping Desa Berdaya yang terus mengawal di garda terdepan. 

Bareh (nanti) Insya Allah mulai minggu depan setelah selesai surat-suratnya kita perbaikin rumahnya,” tulisnya.

Program Rumah Layak Huni (MAHYANI) BAZNAS adalah inisiatif sosial, khususnya di wilayah NTB, yang bertujuan merenovasi atau membangun kembali rumah masyarakat kurang mampu (mustahik) agar lebih aman dan nyaman.

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Sasarannya adalah masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu), seperti yang dilakukan di berbagai kecamatan.

Sumber dananya berasal dari dana zakat, seringkali berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan pihak lainnya.dan

 




Ketangguhan Bencana Melalui Kolaborasi Multipihak

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Posisi geografis NTB yang rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi harus mewujudkan ketangguhan bencana.

Ketangguhan bencana menuntut penguatan sistem pengelolaan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan.. 

Pendekatan sistem menyeluruh terhadap upaya penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, tokoh-tokoh masyarakat serta organisasi masyarakat sipil. 

BACA JUGA : Banjir di Pujut Lombok Tengah, 159 KK Terdampak 

Hal ini dilakukan dengan menyusun manajemen risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, yang didukung oleh Program SIAP SIAGA (Kemitraan Australia-Indonesia Untuk Manajemen Risiko Bencana),.

Selalu menerapkan pendekatan sistem yang menyeluruh dalam upaya-upaya penanggulangan bencana yang dilakukan. 

Kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam dalam memperkuat ketangguhan bencana.

Sebagai langkah penguatan itu, dilaksanakan kegiatan kick off yang diselenggarakan pada Kamis (26/02/2026) di Kota Mataram. 

Kick off ini menandai secara resmi implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) atau Annual Work Plan (AWP) untuk Tahun Anggaran 2026. 

BACA JUGA :  Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Tanah Longsor di Bima

“Kick off ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama agar seluruh program selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin.

Acara ini menjadi momentum keberlanjutan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pelaksanaan sistem penanggulangan bencana  di wilayah NTB. 

Fokus utama program pada tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kerja sama multipihak serta penyelarasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) di tingkat provinsi maupun di 3 kabupaten (Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Sumbawa) dengan Program SIAP SIAGA.

Sadimin menegaskan, pengelolaan risiko bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah akan terus diperkuat untuk memastikan dampak nyata bagi ketangguhan bencana masyarakat di lapangan. 

Melalui kick off ini, diharapkan terbentuk rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

“Kolaborasi yang telah dibangun selama ini kita harapkan semakin kuat di tahun 2026 hingga akhir Program SIAP SIAGA,’’ kata Sadimin.

Jalinan kolaborasi yang dibangun telah melahirkan berbagai inisiatif. Pada Desember 2024 dilaunching Unit Layanan Disabilitas yang dalam setahun perjalannya berhasil melakukan pengolahan data terpilah penyandang disabilitas di tiga kabupaten. 

Di samping pelibatan berbagai sektor, peran aktif masyarakat juga diperlukan untuk mendukung resiliensi terhadap bencana. 

Melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) NTB dan Forum PRB Perguruan Tinggi dilakukan pendampingan pada desa melalui program KKN Tematik Destana. Selain itu, Forum PRB NTB telah Menyusun laporan kajian ketangguhan bencana pulau-pulau kecil di KLU dan Sumbawa. 

Sinergi Pemerintah Daerah dan Mitra Internasional

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh pemangku kepentingan utama dari kedua negara. Mewakili Pemerintah Australia, hadir Catherine Meehan selaku First Secretary (Humanitarian) Kedutaan Besar Australia, dan Lucy Dickinson sebagai Team Leader Program SIAP SIAGA.

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Dari pihak Pemerintah Provinsi NTB, acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Turut hadir memberikan sambutan adalah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin. 

Kehadiran para pimpinan dalam upaya mewujudkan ketangguhan bencana ini,  menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menempatkan isu kebencanaan sebagai prioritas pembangunan.

“Program SIAP SIAGA awalnya dirancang sebagai inisiatif lima tahun (2019-2024), namun kini telah resmi diperpanjang hingga tahun 2028. Memasuki Fase II ini, program membawa mandat yang lebih tajam dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip GEDSI, penghidupan yang berkelanjutan serta adaptasi perubahan iklim’’ kata DRM Area Manager SIAP SIAGA NTB, Anggraeni Puspitasari.

Pada AWP 2026 terdapat tujuh program yang dilaksanakan secara kolaboratif. Pertama, peningkatan sistem dan strategi penanggulangan bencana. 

Dalam program ini dilakukan pendampingan teknis untuk penguatan Pembinaan dan Pengawasan (BINWAS) Standar Pelayanan Minimum (SPM) Sub-urusan Bencana di 10 kabupaten/kota di NTB. Selain itu, akan dilakukan pendampingan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Kedua, peningkatan strategi penanggulangan bencana.  Akan dilakukan pendampingan evaluasi RPB Provinsi NTB dan finalisasi RPB Lombok Tengah. Selain itu pendampingan teknis dan fasilitasi Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi dan 3 Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa). 

Dalam program ini juga akan menyusun Pergub Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Pembangunan Berketahanan Iklim di Provinsi NTB.

Ketiga, pemetaan dan evaluasi risiko bencana. Akan dilakukan pendampingan teknis penyusunan dokumen KRB Kabupaten (KLU, Loteng dan Sumbawa) dan pendampingan teknis untuk pemantauan IKD/IRB Provinsi NTB.

Keempat, peningkatan layanan data dan komunikasi penanggulangan bencana. pendampingan teknis akselerasi pemanfaatan SIK Provinsi NTB di level daerah.

Serta pendampingan teknis untuk pengembangan lanjutan SIK (tahap 4) Provinsi NTB dan DESTANA yang inklusif dan integratif untuk mendukung sinergi dalam perencanaan dan pemantauan program desa (termasuk konvergensi antara API-PRB dan SDGs Desa).

Kelima, peningkatan dan pengembangan kebijakan dan peraturan untuk kesiapan bencana melalui penguatan kolaborasi pentahelix dan berbagi pengetahuan penanggulangan bencana.

Kegiatannya berupa pendampingan teknis koordinasi dan sinergi antara Forum PRB Provinsi NTB, Forum PRB Kab/Kota dan Forum Perguruan Tinggi untuk pengarusutamaan ketangguhan desa dan PRBBK melalui mekanisme KKN Pemberdayaan Desa. 

Memperkuat peran Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan menyusun peta sebaran disabilitas di daerah rawan bencana. 

Program ini juga mendorong penyusunan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang ramah terhadap kelompok rentan. 

Keenam, peningkatan kualitas kebijakan pemulihan pasca bencana melalui pendampingan teknis dan fasilitasi penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P).termasuk peningkatan kapasitas sektor RR untuk JITUPASNA. Ketujuh, peningkatan kapasitas logistik dan peralatan penanggulangan bencana lokal melalui pendampingan teknis penguatan klaster logistik Provinsi NTB.

“Fokus pelaksanaan Program SIAP SIAGA NTB di tahun 2026 adalah memperkuat sistem kelembagaan melalui optimalisasi kolaborasi dan kemitraan multi-pihak. Serta mendukung pengawasan, evaluasi, dan pembelajaran dari implementasi program-program Penanggulangan Bencana,” kata Angga. BPBD/Kominfotik.

 




Modus Flexing, Terlihat Mewah Ternyata Tipuan

Modus itu terlihat meyakinkan, akun media sosial menawarkan kerja cepat ke luar negeri, gaji besar, tanpa syarat rumit itu perlu dicurigai

MATARAM,LombokJournal.com ~ Inilah modus flexing, semua kalangan harus berhati-hati. Sebab, terlihat mewah ternyata hanyalah tipuan. 

Terlihat dengan feed penuh apartemen tinggi, tas branded, dan gaji fantastis di luar negeri.

Akun terlihat profesional. Testimoni tampak meyakinkan. Proses katanya cepat tanpa ribet. Padahal belum tentu semuanya nyata. 

BACA JUGA : Deportasi Dokenakan pada WN Selandia Baru

Dikutip dari Instagram Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI agar tidak terjebak modus flexing itu, waspadai tanda-tanda berikut.

Pertama, jangan tergiur dengan tawaran kerja tanpa prosedur resmi. Janji berangkat cepat tanpa pelatihan. Menggunakan visa kunjungan untuk bekerja. Diminta transfer ke rekening pribadi, nah inilah modus. Ditekan untuk segera bayar karena “promo terbatas”

Modus Flexing di media sosial bisa jadi bagian dari strategi penipuan. Jangan sampai tergoda kemewahan,belum tentu benar adanya.

BACA JUGA : Olahraga Inilah yang Cocok Saat Puasa Ramadhan

Karena itu, kalau tiba-tiba dapat DM tawaran kerja luar negeri dengan gaji besar, Anda harus langsung cek dulu.

Migrasi aman dimulai dari verifikasi dan prosedur resmi. Jangan ragu untuk mencari informasi melalui kanal pemerintah yang terpercaya.

Pasalnya, modus itu terlihat meyakinkan, akun media sosial menawarkan kerja cepat ke luar negeri, gaji besar, tanpa syarat rumit itu perlu dicurigai. 

Tak hanya itu, mereka bahkan mengatasnamakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, mengirim surat berlogo kementerian, hingga meminta transfer “uang administrasi” ke rekening pribadi.

Padahal faktanya kementerian tidak pernah merekrut lewat DM. Tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi dan tidak pernah memberangkatkan tanpa prosedur resmi.

BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonom NTB Sedang Dibangun

Sebelum percaya, selalu cek melalui kanal resmi pemerintah seperti Siskop2MI. Pastikan perusahaan penempatan terdaftar, kontrak kerja jelas, dan seluruh proses sesuai aturan.

Ingat, gaji fantastis tanpa proses adalah tanda bahaya? 

Jangan kirim dokumen pribadi sembarangan. Verifikasi. Diskusikan dengan keluarga. Pastikan semuanya resmi.(dan)

 




Bencana Hidrometeorologi, Banjir dan Longsor di Bima

Usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bencana hidrometeorologi mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sejumlah akses jalan antar-desa terganggu di wilayah Bima.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (25/02/26) sore.

BACA JUGA : Banjir di [ujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, banjir melanda Kecamatan Bolo dan Madapangga. 

Di Kecamatan Bolo, Desa Nggembe menjadi titik terparah dengan 204 KK terdampak dan 177 unit rumah terendam air setinggi 10 hingga 40 cm. Sedangkan di Desa Rato, banjir merendam 15 unit rumah.

Di Kecamatan Madapangga,bencana  banjir merendam puluhan rumah warga di Desa Monggo dan Ncandi. 

Luapan air juga menggenangi jalan lintas Bolo-Dena di Desa Rade. Selain banjir, curah hujan tinggi turut memicu tanah longsor di Desa Waworada, Kecamatan Langgudu.

BACA JUGA : Dampak Caca Esktrem di Lombok

Material longsor dilaporkan sempat menutupi jalan lintas Tente-Karumbu.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena dinamika atmosfer seperti gelombang MJO, Kelvin, dan Low Frequency di wilayah NTB. 

Derasnya air dari kawasan pegunungan membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air.

Kondisi usai bencana, saat ini genangan air sudah mulai surut dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan sisa lumpur secara mandiri.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima bersama TNI/Polri dan aparat desa telah dikerahkan ke lokasi bencana untuk penanganan dan asesmen

BACA JUGA : Olahraga Ini Yang Cocok Saat Puasa Ramadhan

Saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi para korban meliputi logistik tanggap darurat, tenda, matras, selimut, serta makanan siap saji.(dan)




Banjir di Pujut Lombok Tengah, 150 KK Terdampak

Aparat terkait dalam [enanganan bencana dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir

MATARAM,LombokJournal.com ~ Banjir melanda wilayah Kecamatan Pujut, tepatnya di Desa Tanak Awu, Dusun Tanak Awu 1, Kabupaten Lombok Tengah.

Peristiwa banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya sejak pagi hari. 

BACA JUGA : Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok

Bencana banjir terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WITA. 

Dilansir Instagram BPBD NTB, akibat kejadian tersebut, sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tanak Awu 1 terdampak dan rumah warga sempat terendam banjir. 

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga mengalami gangguan aktivitas akibat genangan air yang masuk ke pemukiman.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta Low Frequency di wilayah NTB. Selain itu, adanya pertemuan angin (konvergensi), perlambatan kecepatan angin.

Serta kelembaban udara yang cenderung basah pada berbagai lapisan ketinggian turut mendukung terbentuknya hujan lebat yang menyebabkan meluapnya air dan merendam pemukiman warga.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah. 

BACA JUGA : Bocah 4 Tahut Hanyut di Saluran Drainase

Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Kabupaten Lombok Tengah bersama TNI/Babinsa dan aparatur desa segera melakukan assessment ke lokasi terdampak banjir. 

Selain itu, dilakukan pelaporan, penyebaran informasi kepada masyarakat, serta pemberian himbauan terkait potensi bencana yang dapat terjadi pada masa peralihan musim.

BACA JUGA : Dana Bantuan Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran

Kebutuhan mendesak saat ini berupa pemenuhan logistik bagi warga terdampak.banjir 

Adapun kondisi terkini, banjir telah berangsur surut dan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan relatif aman dan terkendali.(dan)

 




Dampak Cuaca Ekstrem di Lombok,

Di wilayah Kabupaten Lombok Barat dampak cuaca ekstem mengakibatkan tanah longsor. Longsor parah pada Senin (23/02)  

MATARAM, LombokJournal.com ~ Dampak cuaca ekstrem yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa hari ini, menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Dampak cuaca ekstrem itu berupa banjir, tanah longsor, dan ratusan rumah terendam melanda tiga kabupaten di Pulau Lombok, pada 23-24 Februari 2026. 

Cuaca kstrem ini juga mengakibatkan infrastruktur jalan terputus dan seorang anak dilaporkan hilang.

Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Provinsi NTB, dampak terparah terjadi di Kabupaten Lombok Timur. 

Hujan lebat pada Selasa (24/02) merendam puluhan desa di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Selong, dan Sakra Timur. 

Nahas, seorang anak berusia 4 tahun bernama Azril hilang terseret arus selokan di Kelurahan Selong dan masih dalam tahap pencarian. 

Luapan banjir ini bahkan turut merendam halaman Kantor Bupati Lombok Timur.

Di Kabupaten Lombok Tengah, dampak banjir merendam sedikitnya 675 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat. 

Selain itu, angin puting beliung merusak sejumlah rumah dan pertokoan di Kecamatan Batukliang Utara, Praya, dan Pujut.

Di wilayah Kabupaten Lombok Barat dampak cuaca ekstem mengakibatkan tanah longsor. Longsor parah pada Senin (23/02)  malam memutus jalan kabupaten sepanjang 75 meter di Sekotong. 

Sehari berselang, longsor dan banjir juga melanda Narmada dan Gerung, merendam 35 KK serta membuat sejumlah badan jalan amblas.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya gelombang MJO, Kelvin, dan Low Frequency. 

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan Tagana saat ini telah dikerahkan ke lokasi untuk evakuasi dan mendistribusikan bantuan darurat seperti tenda dan logistik.

Masyarakat diimbau terus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologis, mengingat NTB sedang memasuki puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026 ini.(dan)