NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

Masyarakat NTB bisa survive dari berbagai permasalahan karena tradisi beragamanya kuat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi NTB merupakan daerah yang memiliki tradisi beragama sangat kuat, menjadikan NTB mampu bertahan menghadapi berbagai permasalahan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menghadiri acara The 2nd International Conference dengan tema “Community Development, Religious Tradition, and Contemporary Technology” di Gedung Dome Universitas Mataram, Rabu (16/11/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Program Desa Berdaya

Kata Wagub NTB, NTB bisa survive dari berbagai permasalahan karena tradisi beragamanya kuat
Wagub, Hj Sitti Rohmi

“Alhamdulillah, NTB adalah daerah yang bisa survive dari berbagai permasalahan yang kita hadapi, seperti gempa bumi, pandemi Covid-19, kita bisa survive dikarenakan tradisi agamanya kuat, sehingga kita selalu bisa cepat bangkit untuk tidak berlama-lama meratapi keadaan,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menyampaikan, Provinsi NTB di tahun 2022 memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 7,10 persen pada triwulan III. 

“Tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, diprediksi sampai 6-7 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. hal ini terjadi karena semua perencanaan yang kita lakukan disupport oleh Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Selain itu angka pengangguran di NTB sebanyak 2,98 persen,  yang merupakan angka pengangguran terendah di Indonesia, karena secara nasional sebanyak 5,86 persen  .

“Ini semua membuat kita optimis, Insya Allah dengan NTB sebagai daerah yang religius, yang sebagian besar masyarakat muslim, NTB juga terkenal dengan sport tourism yang menjadikan NTB kuat,” tutur Ummi Rohmi.

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., mengucapkan terima kasih atas seluruh stakeholder yang mendukung dalam kegiatan ini. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

“Kami ucapkan terima kasih telah berkenan menghadiri undangan kami, disini kami mencoba membuat sebuah budaya, kolaborasi antara kampus dengan pemerintah daerah,” ungkapnya. ***

 




Inflasi Provinsi NTB Mampu Turun Signifikan

Provinsi NTB diapresiasi Kementerian Dalam Negeri karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Provinsi NTB dalam rangka membahas ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang akhir tahun 2022 di Gedung Sangkareang pada Rabu (16/11/22).

Gubernur Zul menyampaikan, Nusa Tenggara Barat mendapat apresiasi karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Penurunan inflasi signifikan di NTB diapresiasi Kemendagri
Gubernur NTB didampingi Sekda NTB

“Kita termasuk provinsi yang diberi apresiasi oleh kementerian dalam negeri karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan”, ungkap Bang Zul.

Ia berharap NTB terus bisa menekan angka inflasi, karena menurutnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sia-sia ketika angka inflasi juga tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, juga menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga NTB sebesar 7.10, dari yang sebelumnya rilis triwulan pertama sebesar 7.7, dan kedua sebesar 5.99. 

Meski inflasi terjadi, angka pertumbuhan juga bergerak positif.

Event nasional maupun internasional yang terselenggara selama ini di Provinsi NTB juga merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Pemprov NTB juga terus berupaya memacu investasi di daerah, mengefektifkan serta optimalisasi aset-aset milik daerah sebagai sumber pendapatan dan lain sebagainya.

Sehingga diharapkan kehadiran investor yang terus dikawal oleh OPD juga menjadi solusi dari situasi yang serba sulit nantinya.

“Kita berharap dengan kerja baru semangat baru 2023 ke depan, mudahan pertumbuhan ekonomi bisa kita pertahankan, event-event ke depan juga semakin bisa kita sukseskan”, tutup Miq Gita. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi dalam dua bulan terakhir, antara lain komoditi bahan pokok penyumbang inflasi tertinggi adalah Tomat, Bawang Merah, dan Beras. 

BACA JUGA: Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Data tersebut berdasarkan pengamatan dari data inflasi yang ada di kota yang dijadikan sampel atau acuan utama, yaitu Kota Mataram rata-rata inflasi 10 persen dan Kota Bima inflasi 28,5 persen.***

 

 




Masyarakat Diingatkan, Jaga Kelestarian Alam Rinjani

Wagub NTB mengingatkan masyarakat yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam dengan tidak menebang pohon sembarangan

LOTIM.lombokjournal.com ~ Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan taman nasional yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat. 

Daya tarik wisata utama kawasan TNGR tentu saja adalah Gunung Rinjani yang sudah terkenal. 

Wagub NTB minta masyarakat Sembalun jaga kelestarian Rinjani

Akan tetapi, destinasi wisata taman nasional ini tidak hanya sampai di situ saja, melainkan juga pesona alam lain yang dimiliki kawasan konservasi ini. Mulai dari flora, fauna, hingga panorama alam yang dijamin mampu memanjakan mata.

BACA JUGA: NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

Karena daya tarik yang demikian mempesona dari Gunung Rinjani yang disebut sebagai Gunung terindah di dunia ini, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat khususnya yang berada di kawasan Gunung Rinjani untuk tetap menjaga kelestarian alam. 

Salah satu caranya, tidak menebang pohon sembaranganyang akan merusak kelestarian alam Rinjani.

“Karena itu kami mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga sumberdaya alam Rinjani karena Gunung Rinjani merupakan sumber mata air bagi Masyarakat Pulau Lombok khususnya,” kata Wagub NTB. 

Selain itu, tidak menebang pohon sembarangan yang mengakibatkan rusaknya mata air. Dan perlunya dijaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan konservasi alam nasional Gunung Rinjani. 

“Itulah cara sederhana untuk menjaga kelestarian alam kita,” tukasnya. 

Wagub NTB di hadapan jamaah dan masyarakat Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Pengajian Umum dirangkaikan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Darul Faizin NWDI, Desa Sembalun, Rabu (16/11/22).

Pernyataan Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB ini perihal Gunung Rinjani dan pelestarian alamnya menjadi perhatian semua pihak. 

Menurutnya, ditetapkannya Rinjani sebagai kawasan Geopark karena Rinjani merupakan kawasan konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

“Geopark Rinjani telah mendapatkan pengakuan sebagai global geopark sejak 2018. Pada tahun yang sama juga ditetapkan sebagai zona inti dari  area Cagar Biosfer Lombok. Juga Geopark Rinjani termasuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Pengembangan  Pariwisata Nasional (KPPN) NTB,” Wagub menekankan. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Dikbud NTB, Karo Kesra Setdaprov NTB, Muspika Kecamatan Sembalun, PD NWDI se Pulau Lombok, PC NWDI Kecamatan Sembalun tokoh agama, tokoh masyarakat setempat. ***

 




Stunting Bisa Diatasi, Masyarakat Jangan Khawatir

Masalah stunting masih menjadi PR dan jadi perhatian Pemprov NTB agar prevalensinya jauh berkurang

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengakui melahirkan sumberdaya manusia NTB yang kompetitif dan berdaya saing secara global tidak terlepas dari penguatan SDM berbasis pendidikan. 

Namun yang tak kalah pentingnya juga bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia itu dengan kualitas kesehatan yang tetap menjadi perhatian.

BACA JUGA: Wagub NTB: Peningkatan IPM Ditentukan para Ibu

ilustrasi: Ayo cegah stunting!

“Angka stunting yang masih menjadi PR kita di NTB untuk terus kita ikhtiarkan penurunnya. Menjadi perhatian Pemprov NTB agar prevalensinya menjadi jauh berkurang. Karena itu di Desa Sembalun ini kami berharap Kepala Desa, Perangkat Desa dibackup oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu harus punya misi yang sama untuk tetap bahu-membahu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mellaui penurunan stunting,” pinta Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub yang energik ini menekankan ini, karena untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang NTB yang mumpuni ke depan, faktor kesehatan menjadi hal utama yang tak boleh luput dari perhatian.

“Harapan kami kepada masyarakat di sini untuk selalu memperhatikan gizi anak-anaknya dengan memberikan asupan makanan bergizi yang mengandung protein hewani kepada anak. Karena kandungan gizi tersebut dapat membantu mencegah anak dari stunting,” terang Wagub.

Wagub juga minta kepada masyarakat untuk tidak khawatir dalam penanganan stunting. Pasalnya stunting bisa ditangani. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Penanganan Kesehatan

“Caranya itu tadi dengan memberikan makanan  bergizi serta menjalankan pola hidup sehat, menjaga lingkungan dengan tidak buang air di sembarang tempat. Laporan Kades Sembalun angka stunting masih 15 orang. Semuanya itu bisa diatasi dengan pola penanganan asupan gizi berimbang, asupan protein dan pola hidup bersih dan sehat,” pesan Ummi Rohmi. ***

 




Wagub NTB: Peningkatan IPM Ditentukan para Ibu

Hadiri Seminar Pengasuhan Balita Anak dan Remaja, Wagub NTB mengingatkan bagaimana membangun IPM kalau para ibu tak punya kemampuan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan,Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditentukan oleh 3 faktor yakni pendidikan meliputi angka rata-rata lama sekolah, kesehatan meliputi angka harapan hidup dan ekonomi.

Wagub NTB mengatakan, peningkatan IPM ditentukan para ibu

Hal tersebut disampaikan Ummi Rohmi, sapaannya, ketika menghadiri sekaligus membuka kegiatan Seminar Pengasuhan Balita, Anak, dan Remaja yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) di Hotel Lombok Plaza pada Rabu (16/11/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Desa Berdaya

“Ini sangat ditentukan oleh ibu-ibunya, karena bagaimana mungkin kita bisa membangun IPM yang baik, anak-anak memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang tinggi, kalau ibu-ibunya tidak memiliki kemampuan untuk itu,” tuturnya.

Sebagai Ketua Umum BKOW, Ia juga menjelaskan, NTB masih perlu kerja keras yang dilakukan secara konsisten, karena pendidikan dan harapan hidup tidak bisa dibangun dengan spontan.

“Kita berusaha bagaimana caranya masyarakat NTB ini awet umurnya, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menyadarkan masyarakat kita akan pentingnya kesehatan,” tambahnya.

Perlu diketahui juga, NTB mendapatkan penghargaan sebagai salah satu provinsi terbaik yang memanfaatkan energi terbarukan di Indonesia dan diundang ke Denmark.

Negara maju tersebut sudah memulai renewable energy sejak 50 tahun yang lalu melalui sosialisasi dari tingkat TK, SD, dan SMP. 

Dapat dilihat bahwa pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi pondasi suatu pembangunan.

“Disini alhamdulillah BKOW selalu berusaha meningkatkan hal tersebut, contohnya mulai dari pemberian telur kepada anak-anak stunting, seminar dan sosialisasi terkait posyandu keluarga,” pungkas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan Dalam Pembangunan Kesehatan

Saat ini angka stunting di NTB sudah berada di bawah 17 persen yang biasanya NTB selalu berada di posisi 5 terendah di atas 30-70 persen. 

Dengan aktifnya Posyandu Keluarga dan adanya data by name by address yang tidak bisa dibantah, memudahkan intervensi langsung kepada anak-anak stunting di setiap dusun. ***




KUA PPAS Memang Tak Memuat Rincian Belanja

Dalam KUA PPAS memang tidak memuat rincian belanja, namun sudah dibahas secara intensif pada masing-masing komisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB merespons pernyataan anggota DPRD NTB ), H. Mori Hanafi, yang mengkritik eksekutif .

Pasalnya, dalam Rapat Paripurna penandatanganan Nota Kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Flafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2023, Rabu (16/11/22) kemarin tidak merinci belanja yang berjumlah Rp 5,964 triliun.   

BACA JUGA: Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2023 Didandatangani

H. Wirawan Ahmad, M.T. mengatakan, KUA PPAS tidak memuat rincian belanja
H. Wirawan Ahmad, M.T

Mori Hanafi menilai, kenaikan anggaran sebesar Rp 670 miliar dalam KUA PPAS itu tidak realistis. 

Meski tidak realistis, ia mengaku masih bisa menerima kenaikan tersebut yaitu untuk memenuhi kebutuhan belanja yang strategis. 

Namun Badan Anggaran (Banggar) dinilai masih sedikit menerima rincian belanja-belanja dalam pembahasan kemarin.

Terkait hal itu Asisten III Setda Provinsi NTB, H. Wirawan Ahmad, M.T., mengatakan, KUA PPAS selain memuat kebijakan umum anggaran, juga memuat rencana postur APBD meliputi target pendapatan, target belanja dan pembiayaan. 

Rencana pendapatan terdiri dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Target PAD sendiri meliputi  target pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Untuk target pendapatan dari dana transfer terdiri dari dana transfer dari pusat dan dana transfer dari daerah. 

Rencana belanja dituangkan dalam rencana program, kegiatan sampai sub kegiatan disertai pagu indikatifnya.

“Jadi dalam KUA PPAS memang tidak memuat rincian belanja seperti  yang diinginkan Pak Mori,” kata Wirawan, Kamis (17/11) kemarin.

Ia megatakan, rencana program, kegiatan dan sub kegiatan yang disampaikan sudah dibahas secara intensif pada masing-masing komisi. 

Dan komisi sudah juga menyampaikan hasilnya kepada Banggar DPRD NTB dan TAPD pada saat rapat Banggar DPRD dan TAPD.

BACA JUGA: NTB Mampu Bangkit Hadapi Tantangan

“Rincian belanja yang dimaksud Pak Mori pada saatnya akan dibahas pada agenda pembahasan Raperda APBD 2023. DPRD bisa meminta kepada Pemprov NTB untuk menjelaskan RKA OPD yang telah diinput melalui SIPD,” katanya. ***

 




Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2023 Ditandatangani

 Dalam penandatangan nota kesepakatan itu, Gubernur NTB menekankan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong investasi dan pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023, Rabu (16/11/22). 

Penandatanganan itu berlangsung pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2022. 

BACA JUGA: KUA PPAS Memang Tak Memuat Rincian Belanja

Gubernur NTB dan Ketua DPRD NTB usai menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023ulkieflimansyah menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2023
Usai penandatanganan KUA dan PPAS

Gubernur Zul mengapresiasi seluruh pihak atas sinergi dan partisipasinya dalam mendukung penyelenggaraan jalannya pemerintahan di Provinsi NTB, sehingga dapat melaksanakan pembangunan yang maksimal hingga saat ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pimpinan dan anggota DPRD, jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri dan segenap masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan sehingga sampai saat ini kita dapat melaksanakan aktifitas pembangunan dengan maksimal. Terima kasih atas sinerginya yang luar biasa,” katanya di Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB.

Berbagai gejolak yang ditimbulkan akibat inflasi menyebabkan pemerintah terus berupaya menumbuhkan ekonomi di daerah dengan lebih giat mendorong investasi dan pariwisata. 

Salah satu contohnya adalah dengan menjadi tuan rumah dari berbagai event-event internasional. Tidak luput juga usaha yang optimal untuk mengatasi dan menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

“Beberapa saat yang lalu, kembali NTB mendapatkan kehormatan dari Pemerintah Pusat menjadi tuan rumah event berskala internasional Iron Man dan WSBK,” kata Bang Zul sapaan gubernur. 

Ia berharap kegiatan itu langsung maupun tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB

“Dan menghadirkan kesejahteraan masyarakat di daerah Bumi Gora yang kita cintai,” ujar Bang Zul,” sapaannya.

Memperhatikan kondisi tersebut, akhirnya nota kesepakatan KUA dan PPAS disusun sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam mengelola sumber keuangan daerah untuk kepentingan seluruh masyarakat NTB. 

Dan tertuang dalam struktur kesepakatan bersama yang terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Setelah melalui dinamika yang cukup panjang dan terdapat beberapa perbedaan pendapat serta cara pandang terhadap kebijakan yang diajukan, kini KUA dan PPAS NTB akhirnya telah sampai pada tahap pengesahan. 

RIncian dari Nota Kesepakatan tersebut yaitu:

Pertama, pendapatan daerah 

Pendapatan daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,96 triliun lebih, terjadi peningkatan sebesar 5,48 persen dibandingkan dengan APBD pada tahun 2022 sebesar Rp 5,655 triliun.

Kedua, belanja daerah 

Belanja daerah pada tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 5,9 triliun lebih, berkurang sebesar Rp 309 milyar dari anggaran pada APBD 2022 sejumlah Rp 6,3 triliun.

Ketiga, pembiayaan daerah

Dalam rancangan tahun ini terdapat defisit anggaran sebesar Rp 27 milyar. Defisit ini ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp 27 milyar dan pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan dan SiLPA sebesar Rp 50 milyar. Dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan berupa pembayaran pokok hutang sebesar Rp 23 milyar rupiah.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Turut hadir pada Rapat Paripurna tersebut yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, beberapa kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan para stakeholders terkait. ***

 




Kedekatan Bung Karno dengan Tokoh Islam, Ini Ceritanya

Bung Karno telah menujukkan kedekatan yang mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dapil Pulau Lombok H Rachmat Hidayat kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI.

Kali ini, kegiatan sosialisasi menyasar milenial di Pondok Pesantrean Ar Rahmah Nahdatul Wathan (NW) Pringgarata, Lombok Tengah pada Selasa, (15/11/22).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri (milenial) Ponpes Arrahmah bersama dengan pengurus yayasan.

BACA JUGA: Pancasila Jangan Hanya Dihafal tapi Diimplementasikan

Dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan terungkap kedekatan Bung Karno dengan tokoh Islam

H Rachmat Hidayat menyampaikan pentingnya sosialisasi 4 pilar kebangsaan untuk kaum milenial, agar kelompok yang berjumlah hampir 68.662.815 jiwa itu tidak lupa akan jati diri bangsa. 

Milenial, kata Rachmat perlu pemahaman yang benar tentang nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.

Tokoh kharismatik itu mendorong agar milenial terlibat aktif dalam mendistribusikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Saya ingin kalangan milinel paham jati diri bangsa. Dan bisa membantu melakukan sosialisasi lewat platform media sosial pribadi masing-masing. Anak muda harus lebih kreatif, supaya 4 pilar kebangsaan ini tidak dipahami secara kaku (leterlek). Bisa membuat konten sosialisasi sekaligus edukasi melalui medsos seperti facebook, instagram, atau tiktok,” jelas Rachmat.

Adapun hadir sebagai pemateri Pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur Jakarta Hakam Ali Niazi. Diskusi dipandu oleh M Khairil, pengajar Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata.

Kandidat Doktor itu menyampaikan hubungan erat antar Sang Proklamator Bung Karno dengan sejumlah tokoh islam. 

Dalam perjalanannya, Bapak Kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu telah menujukkan relasi mesra dan kontruktif dengan tokoh-tokoh islam di masanya. 

Sebagai contoh, pada saat Bung Karno masih berusia remaja, beliau pernah berguru ke sejumlah tokoh islam seperti Haji Umar Said (HOS) Tjokroaminoto. 

Bahkan, Bung Karno juga pernah menjadi santri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Tak hanya itu, Bung Karno juga pernah mendapat bintang kehormatan Muhammadiyah pada 10 April 1965.

Bintang yang dibuat dari bahan emas murni itu diberikan dalam rangka menghargai jasa Bung Karno kepada Muhammadiyah.

Tak hanya dengan tokoh islam di Nusantara, Bung Karno pun menunjukkan kemesraannya dengan tokoh besar islam dunia.

Akademisi Hakam Ali Niazi bercerita, nama Presiden Pertama Repubik Indonesia itu begitu sangat legendaris bagi masyarakat Uzbekistan, sebuah negara di Asia Tengah pecahan Uni Soviet yang penduduknya mayoritas beragama Islam. 

Kepopuleran nama Presiden Soekarno berkaitan dengan kisah ditemukannya makam Imam Bukhari, seorang perawi nabi yang sangat termasyur di kalangan umat Islam.

Tidak banyak yang tahu, Soekarno lah orang yang meminta pemerintah komunis Soviet agar menemukan makam tersebut. 

Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di Desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia.

Kebesaran nama Soekarno tidak hanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia, namun menggema di seluruh dunia. Dia dikenal sebagai sosok pemimpin berani, tegas, kharismatik, dan tidak mudah diatur oleh bangsa mana pun. 

Tidak hanya bagi bangsa Indonesia, kisah kepahlawanan Bung Karno juga dirasakan bagi umat Islam di dunia. Salah satunya di Uzbekistan.

Kisah tersebut bukan hanya cerita fiksi. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai setelah Konferensi Asia Afrika tahun 1955. 

Pemerintah Soviet mengundang Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. 

Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Presiden Sukarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sukarno tak serta merta setuju. 

Kala itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh. Sukarno merasa perlu berhati-hati. Sebagai penganut garis politik nonblok, ia tak ingin dicap berbelok ke kiri.

Sukarno membuat strategi dengan mengajukan syarat kepada Khrushchev: ia hanya akan memenuhi undangan jika pemimpin Soviet itu bisa “menemukan” kembali makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Khrushchev enggan, tapi Sukarno bersikeras.

Akhirnya, lokasi makam Imam Bukhari berhasil ditemukan lagi meski dalam keadaan terlantar. Untuk menyambut dan menyenangkan hati Sukarno, makam perawi hadis terkemuka itu direnovasi. 

Ketika akhirnya Sukarno memenuhi undangan Khrushchev, ia menyempatkan diri berziarah ke makam tersebut.

BACA JUGA: Pemda NTB Didorong Siapkan Museum Sejarah Peradaban

Situasi itu yang oleh Soekarno disiasati dengan sangat cerdas dengan mengajukan syarat atas rencananya memenuhi undangan Pemerintah Soviet, dengan meminta dicarikan/ditemukan makam Imam Bukhari seorang perawi hadis Nabi Muhammad SAW yang amat termasyhur itu. 

Kata Soekarno kepada Presiden Soviet, “Aku sangat ingin menziarahinya”.

Menjelang kedatangan Bung Karno pada tahun 1956, Presiden Uni Soviet kala itu kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut kedatangan Soekarno. 

Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukannya dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak dari pintu depan menuju makam ketika turun dari mobil yang mengantarnya.

“Itu sebagian bukti kedekatan Bung Karno dengan tokoh islam. Ini penting kita sampaikan sebab selama ini Bung Karno dicap sebagai tokoh yang dicap terlibat komunis dan jauh dengan islam. Itu semua tidak benar,” paparnya yang didengar khidmat oleh ratusan peserta yang hadir. 

Anasir keterlibatan Soekarno dengan PKI dijelaskan sebagai siasat politik penggulingan kekuasaan Orde Lama oleh Orde Baru.

Milenial Diminta Tak Lupakan Sejarah dan Sebarkan Nilai Luhur Pancasila Melalui Medsos

Pemahaman komprehensif terkait 4 pilar kebangsaan memiliki urgensi tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Khusus bagi para santri (milenial), di tengah arus gempuran disrupsi informasi dan arus modernisasi, internasilasi pemahaman 4 pilar kebangsaan menjadi makin penting. 

Sebab, jika tidak secara konsisten dinarasikan, maka milenial akan menjadi eskponen yang rentan disusupi pemahaman radikalisme yang bisa merongrong disintegrasi bangsa.

Oleh karenanya, milenial diminta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif. Menggunakan teknologi saat ini untuk lebih memperkuat kecintaan dan pemahaman terhadap identitas bangsa. 

“Milenial perlu terlibat aktif menyebarkan nilai-nilai luhur pancasila, tidak boleh pasif. Sosialisasi ini dilakukan sebagai ikhtiar mengokohkan pondasi tentang nilai luhur tersebut,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Hakam juga memberikan apresiasi kepada peserta yang terlibat aktif dalam diskusi panel. 

Ia memberikan sejumlah uang kepada peserta (baik santri maupun pengajar) yang aktif memberikan tanggapan maupun pertanyaans saat diskusi berlangsung.

Sementara itu,  turut menjadi pembicara dalam sosialisasi ini, Dr Alfisahrin, yang merupakan Wakil Direktur III Politeknik Medica Farma Husada Mataram yang juga Dosen Fisipol dan Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram.

Dalam paparannya, Dr Alfisahrin menyampaikan sejumlah urgensi dari sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Saat ini masyarakat Indonesia tengah berhadapan dengan kondisi atau tantangan global. Sosialisasi empat pilar kebangsaan, merupakan perintah dari Undang Undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Setidaknya terdapat sejumlah alasan mengapa sosialisasi 4 pilar penting dilakukan.

Pertama karena masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit. 

“Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

Kedua masih adanya pengabaian terhadap kepentingan daerah dan timbulnya fanatisme kedaerahan. Masih terjadi disparitas pembangunan pusat dan daerah. 

“Ini menimbulkan fanatisme kedaerahan. Sehingga sempat muncul daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” ujarnya.

Ketiga kurang berkembangnya penghargaan terhadap kebhinnekaan dan kemajemukan yang melahirkan politik SARA. Oleh karena itu, perlu menghindari politik SARA.

Tetap harus waspada, mungkin saja yang melakukan hoax, fitnah, dan adu domba bukan dari calon presiden. Bisa jadi ada pihak ketiga yang mengadu domba sesama anak bangsa,” jelasnya.

Alasan keempat karena kurangnya keteladanan sebagian pemimpin sebagai tokoh bangsa. Hala tersebut juga selaras dengan ancaman disitegrasi bangsa.

“Seperti pengaruh internet dan gadget. Ini bisa mempengaruhi jati diri bangsa. Dulu kita punya nilai gotong royong tapi sekarang sudah mulai individualistik,” ucapnya.

Oleh karenanya, ia mengajak para santri untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui perilaku-perilaku sederhana. Seperti menghindari tawuran antar pelajar, bolos sekolah, tetap menghormati dan menghargai guru dan sebagainya.

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Program Desa Berdaya

Rachmat Dianugerahi Gelar Datu Lombok 

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ponpes Ar Rahmah NW Pringgarata Lalu Minhajjurrahman dalam sambutan menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada tokoh kharismatik NTB. H Rachmat Hidayat.

“Ini pertama kali ada yang melakukan sosialisai 4 pilar di tempat kami. Kegiatan ini penting dalam rangka kita menumbuhkembangkan pemahaman tentang bangsa Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan takzim atas bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) yang akan disalurkan oleh H Rachmat Hidayat untuk Ponpes Arrahmah NW Pringgarata.

Ia pun menobatkan H Rachmat Hidayat sebagai Datu Lombok. Pasalnya, kiprah politisi senior PDIP itu untuk Pulau Lombok tidak dapat diragukan lagi.

“Kita doakan semoga beliau (Rachmat Hidayat) senantiasa dianugerahi kesehatan sebagai pembela aspirasi wong cilik, dan pembela aspirasi masyarakat NTB. Kami akan nobatkan sebagai Datu Lombok,” katanya.

“Kami nanti harus membalas jasa beliau. Tentu kami akan membahas mekanismenya,” sambungnya.

Adapun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ponpes Arrahmah NW Pringgarata telah berdiri sejak 1963 silam. Madrasah Tsanawiah berdiri tahun 1984 dan Madrasah Aliyah (MA) berdiri tahun 1989.***

 

 




Wagub NTB Launching Desa Berdaya 

Menurut Wagub NTB, hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat mendukung peningkatan SDM di desa

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Program ZIS Indosat bersama Rumah Zakat di Rumah Gizi Mualan Desa Telaga Waru, Pringgabaya, Lombok Timur. 

Ia menyampaikan itu dalam acara Launching Desa Berdaya di Kec. Pringgabaya Kab. Lombok Timur, Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

“Program Desa Berdaya sangat sejalan dengan Program Pemprov NTB yaitu membangun dari desa, karena pembangunan dari desa akan memberikan hasil yang signifikan dan tepat sasaran,” tuturnya. 

Pemprov NTB dalam program unggulannya yakni  Desa Wisata secara tidak langsung menuntut warga setempat untuk meningkatkan SDM dan memanfaatkan Potensi SDA yang ada di Desa tersebut. 

Selain itu, fasilitas Teknologi Informasi dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. 

Menurutnya, dengan hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat sangat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi menyebutkan, Desa Telaga Waru merupakan Desa yang ke – 37 dalam Program Desa Berdaya di NTB yang nantinya akan tetap mendapatkan dukungan bertahap selama 2 tahun. 

Selanjutnya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi turut memaparkan Program Desa Berdaya di Desa Telaga Waru nantinya akan meliputi Program Pengolahan dan Pemberdayaan Ternak kambing secara Modern, Taman Rumah Gizi, dan Program Capacity Building.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Sebagai penutup, Wagub NTB melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian program tersebut. ***

 

 




Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus, Gubernur NTB tegaskan industrialisasi menghadirkan kesejahteraan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Industrialisasi menjadi kunci untuk menjadikan sebuah daerah, bahkan sebuah bangsa, menjadi maju. 

Karena dengan Industrialisasi yang sederhana saja, seperti membuat produk tusuk gigi sendiri dan tidak mendatangkan dari luar daerah, maka produk tersebut dapat mensejahterakan para pelakunya. 

Karena itu, tanpa Industrialisasi masyarakat bisa terjebak kubangan kemiskinan dalam jangka waktu yang lama. 

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Mahasiswa aktif dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menjadi Narasumber pada Talkshow Industrialisasi Goes To Campus yang  bertajuk “Menggali Potensi dan Peran Mahasiswa Dalam menyongsong Industrialisasi di NTB Untuk Indonesia”, di Universitas Mataram, Selasa (15/11/22). 

“Industrialisasi adalah kebutuhan agar masyarakat bisa menghadirkan kesejahteraan. Tanpa Industrialisasi kita akan miskin selamanya,” ucap Bang Zul, di hadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Unram. 

Menurutnya, untuk menopang industrialisasi tersebut, perlu adanya rasa mencintai dan bangga menggunakan produk lokal. Sehingga perlu mengamalkan Bela dan Beli Produk Lokal. 

Hal tersebut ditekankan pada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB yang ikut jadi peserta. 

“Ketika kita mampu mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai, insyaallah kesejahteraan akan mengikuti kita,” seru Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME mengajak para IKM besutan Mahasiswa untuk masuk ke dalam Komunitas Industri 4.0. 

Nantinya, Dinas Perindustrian akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, sejak dari mengembangkan ide hingga memasarkan produk dan mendaftarkan merek produknya. 

“Saya berharap dua hari kedepan kita bisa hadir mengajak yang lain juga masuk dalam Komunitas Industri 4.0. Masuk ke inkubasi bisnis di NTB,” jelasnya. 

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah NTB, yakni melakukan penambahan nilai dalam sebuah produk. 

Sehingga masyarakat NTB tidak lagi menggunakan atau menjual produk mentah keluar daerah, namun memberikan nilai tambah didalamnya. 

Ini diharapkan mampu menyerap lapangan tenaga kerja dan menjadikan ekonomi daerah semakin baik.

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Pemprov NTB sendiri secara rutin menggelar Roadshow dan Talkshow Industrialisasi di setiap Kabupaten dan kota se-NTB hingga ke institusi pendidikan. ***