Kesetaraan Gender Masih Dianggap Tak Punya Akar Budaya

MATARAM – lombokjournal

Forum Diskusi Road Map Menuju Keadilan Gender di NTB’ yang dibuka Gubernur  NTB, TGH M Zainul Majdi, di Hotel Golden Tulip Mataram, Kamis (21/4), yang diprakarsai Australia Award, memberi sumbangan pikiran tentang gerakan mewujudkan keadilan gender di NTB.  Atun Wardatun, peneliti dan pengajar IAIN Mataram, menegaskan pentingnya mendialogkan isu-isu gender dengan nilai-nilai lokalitas

“Kalau agama kita bisa melakukan interpretasi, kenapa budaya tidak,” kata Atun saat bicara dalam forum diskusi tersebut.

Atun Wardatun
Atun Wardatun

Seperti gagasan yang pernah ditulisnya dalam kata pengantar buku kompilasi tulisan Jejak Jender yang sudah diterbitkan Pusat Studi Wanita IAIN Mataram tahun 2009, Atun kembali menegaskan pentingnya mendialogkan isu gender dengan teks keagamaan maupun nilai-nilai lokalitas.

Memang hingga kini, perjuangan gender masih dihubungkan dengan nilai Barat. Itu berarti dinilai bertentangan dengan agama maupun tradisi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB.

Padahal kalau didialogkan akan membuka pemahaman lebih baik. “Islam bukan saja tidak bertentangan dengan isu jender, bahkan hadir sebagai agama yang mensederajatkan perempuan dan laki-laki,” kata Atun yang sempat menyinggung terpilihnya bupati perempuan pertama di Bima, dan yang juga pertama di NTB.

Sayang Atun tak menjelaskan, apakah terpilihnya bupati perempuan di Bima itu ada hubungannya dengan masyarakat mBojo yang mulai terbuka pemahaman agamanya.

Isu Gender dan Akar Budaya

Menurut Atun, melandaskan jender pada agama sudah menjadi pembahasan terbuka berbagai kalangan. Namun mendialogkan gender dengan tradisi masyarakat setempat, masih jarang dilakukan.

“Jender masih dianggap tidak punya akar budaya dalam masyarakat kita,” kata Atun.

Padahal, substansi perjuangan gender untuk menciptakan relasi yang setara dan adil bisa ditelusuri dan digali pada budaya dan tradisi masyarakat kita. “Sebagai upaya transformasi dan konstruksi sosial, perjuangan jender mutlak harus memperhatikan lokalitas,’ tegas Atun.

Dalam buku Jejak Jender termuat tulisan-tuisan yang berupaya menggali dan menelusuri kearifan lokal.   Khususnya tradisi tiga etnis di NTB yang mendukung (in line with) maupun yang bertentangan (contras from) dengan isu kesetaraan jender.

Buku Jejak Jender setidaknya membuat ‘melek’ tentang nilai lokalitas yang kita miliki for best and worst (dalam konteks memuji atau mengkritik). Dan tentu, tulisan-tulisan dalam buku itu bukan satu-satu interpretasi terhadap fakta lokalitas yang terjadi di tiga etnis di NTB.

“Nilai kesetaraan sesungguhnya menjadi jejak sejarah kehidupan di nusantara,” kata Atun.

Suk




Gubernur Majdi: Kesetaraan Gender Belum Terwujud

MATARAM – lombokjournal

Bersamaan peringataan Hari Kartini, Australia Award menyelenggarakan ‘Forum Diskusi Road Map Menuju Keadilan Gender di NTB’ yang dibuka Gubernur  NTB, TGH M Zainul Majdi, di Hotel Golden Tulip Mataram, Kamis (21/4) pagi.  “Indonesia merupakan negara beragama dan mayoritas Islam terbesar di dunia dengan tingkat ketimpangan dan perilaku diskriminatif terhadap kaum perempuan masih tinggi,” ujar gubernur.

ketimpangan dan perilaku diskriminatif terhadap kaum perempuan masih tinggi
Gubernur: Ketimpangan dan perilaku diskriminatif terhadap kaum perempuan masih tinggi

Gubernur TGH. M. Zainul Majdi mengakui, perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan laki-laki dan perempuan harus makin gencar dilakukan. “Sebab kesetaraan antara kaum laki – laki dan perempuan dalam berbagai bidang dan sektor di tengah masyarakat, belum sepenuhnya terwujud secara maksimal,” ujarnya.

Sebagian besar peserta forum diskusi itu adalah para aktivis perempuan, dengan pembicara para akademisi yang aktif bergerak dalam pusat studi di kampus-kampus di Mataram. Di antara pembicara lainnya, dua akademisi perempuan yang menjadi pembicara yaitu  Atun Wardatun dan Nikmatullah. Keduannya adalah peneliti dan pengajar di Institut Ilmu Agama Negeri (IAIN) Mataram.

Menurut Gubernur Majdi, mewujudkan budaya berkeadilan gender melalui gerakan kemasyarakatan, dibutuhkan regulasi dan aturan yang jelas.  Gerakan kemasyarakatan itu akan mewujudkan kesetaraan gender.

“Selain melindungi kaum perempuan dan anak dari praktek kekerasan dan eksploitasi, regulasi yang jelas diperlukan sebagai upaya pemda melakukan pemberdayaan,” tegas gubernur yang pagi itu didampinng Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Lalu Gita Aryadi

Sejauh ini, menurut gubernur, Pemprov NTB telah melahirkan peraturan daerah, termasuk Peraturan Gubernur tentang pencegahan usia dini perkawinan. “Ini merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan budaya berkeadilan gender,” pungkasnya.

Forum diskusi ini diharapkan bisa melahirkan banyak gagasan atau masukan dari masyarakat, agar mampu menciptakan rekayasa positif, menciptakan budaya berkekeadilan gender.

Suk.

(Foto: Jhon /Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTB)




SURAT CINTA BOCAH TAMBORA BUAT GUBERNUR

Penyelenggaraan Festival Pesona Tambora beberapa waktu lalu, masih menyimpan ketidakpuasan masyarakat sekitar kawasan Tambora. Banyak hal yang menerbitkan keluhan masyarakat setempat. Salah satunya adalah atraksi erotis TRIO MACAN yang melukai perasaan masyarakat setempat.  Berikut adalah surat terbuka warga masyarakat Tambora yang ditujukan kepada Gubernur NTB, DR TGH Zainul Majdi, yang dikirim ke redaksi Lombok Journal.com. Edtor.

Bapak Gubernur yang saya cintai,

Saya bukan Budayawan. Bukan juga sekelas Seniman apalagi Sejarahwan. Saya hanya tahu, Negara Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Dimana masyarakatnya hidup berdasarkan etika kebiasaan yang berbeda  di tiap daerah, yang sifatnya sangat esensial.

Satu minggu terakhir ini, saya banyak sekali menjumpai tulisan-tulisan kritis atas perhelatan atau event Pesona Tambora yang diadakan oleh DISBUTPAR Provinsi NTB.

Bentuk kritiknya punya banyak Variasi. Ada yang mengkritik dengan puisi ada pula ungkapan yang bernuasa cercaan. Juga tidak sedikit dari mereka yang kecewa karena tidak medapat jatah roti.

Bagi kami, masyarakat Bima, Gunung Tambora adalah simbol kekuatan. Sebagian dari identitas kami yang hilang. Tempat yang kami anggap sakral di daratan Bumi Manggusu Waru. cerita-cerita tentang keganasan daerah Tambora hingga hari ini belum usai dikisahkan oleh nenek, kakek, ibu dan bapak kami.

Bapak Gubernur NTB yang saya cintai, sekaligus saya banggakan,

saya adalah warga bapak yang masih sangat percaya bahwa pemerintah adalah simbol dari terwujudnya kesejahteraan rakyat. Saya hanya mencoba untuk mengingatkan kembali, bahwa kritik, apa pun bentuknya, adalah betuk kepedulian seseorang terhadap masa depan negaranya, bukan sebagai ungkapan kebencian. Begitu miris dan tergoresnya kepercayaan saya terhadap pemerintah atas isu kritikan yang ingin dipolisikan.

Bapak Gubernur yang saya hormati dan saya cintai,

sudah saya jelaskan bagaimana resisten warga Bima, ketika Tambora yang kami anggap simbol eksistensi budaya masyarakat kawasan gunung itu, menjadi tempat tarian tak senonoh dengan pakaian begitu ketat, hingga seluk beluk lekukan tubuhnya terlihat jelas. Ini erotisme di tempat yang menjadi eksistensi tradisi.

Mungkin kita akan merasakan hal yang sama. Dan jangan salahkan kalau resistensi kami muncul dalam bentuk kritik. Sebagaiman kerja saraf mototrik manusia ketika mengijak api.

Tulisan ini bukan semata-mata untuk mengungkapkan kebodohan Instansi Negara, atau ingin di kemudian hari mendapat jatah dari suatu “proyek budaya”.

Saya sendiri tidak terlalu paham bagaimana seharusnya melakukan perhelatan kebudayaan dan kesenian. Kalau saya ditanya, siapa yang layak untuk mengurus perhelatan sakral Tambora, jawaban saya hanya satu, yaitu mereka yang benar-benar memahami apa itu kebudayaan.

FPT MENDATANGKAN TRIO MACAN. "Lihatlah Tambora sebagaiman masyarakat Bima melihatnya."
FPT MENDATANGKAN TRIO MACAN. “Lihatlah Tambora sebagaimana masyarakat Bima melihatnya.”

Manusia dapat hidup walau tidak makan selama seminggu, tapi tidak ada manusia yang dapat hidup sedetik tanpa memmiliki harapan dan masa depan.

Surat yang saya tulis untuk Bapak, semoga menjadi catatan dan evaluasi ke ke depan bila hendak menyelenggarakan perhelatan pariwisata yang membawa nama Tambora..

Pesan saya “Lihatlah Tambora sebagaiman masyarakat Bima melihatnya.” Insha Allah akan berkah.

Semoga niat kebaikan selalu menyertai tiap langkah kita.

Salam hormat.

Imam Evimp, Warga Kawasan Tambora




Bias Media; Kaum Muslim di London Menentang ISIS, Tapi Tidak Diberitakan

by number23

lombokjurnal.com

Ketika ribuan kaum Muslimin turun ke jalan-jalan di London, pada bulanMaret, menentang terorisme, media tak pernah nmemberitakan. Tiap peristiwa yang berhubungan dengan Muslim, media Barat menggunakan standar ganda.

Karena sebagian besar media arus utama (mainstream) hanya melayani kepentingan perusahaan. Laporan media cenderung menghubungkan kaum Muslim dengan ancaman teror.

Media Barat menggunakan standar ganda.
Media Barat menggunakan standar ganda.

Pada 6 Desember 2015, ribuan kaum muslimin mengambil bagian dalam aksi tahunan Arbaeen Procession UK, yang diselenggarakan oleh Hussaini Islam Trust  UK. Anggotanya membanjiri jalan-jalan London, membawa poster bertulisan “Islam menjunjung hak asasi manusia” dan “terorisme tidak memiliki agama,” untuk menyampaikan pesan bahwa inti ajalran Islam adalah cinta damai.

Arbaeen, adalah tradisi Syiah Muslim untuk memperingati ulang tahun pemimpin  abad ketujuh, Imam Husain, berlangsung tiap bulan Maret. Namun, mengingat serangan teror radikal Islam di Paris dan Brussels baru-baru ini, penyelenggara acara peringatan itu mendedikasikan bulan Maret hanya untuk menyangkal segala bentuk teror.

Waqar Haider, salah satu penyelenggara, mengatakan kepada The Independent, “Tahun ini kami menyiapkan ratusan poster yang intinya mengatakan ‘tidak’ untuk terorisme, dan ‘tidak’ untuk ISIS. Pesan yang sangat langsung.

"Tidak" untuk terorisme, "tidak" untuk ISIS
“Tidak” untuk terorisme, “tidak” untuk ISIS

“Dengan apa yang terjadi baru-baru ini, kami harus memastikan bahwa kami sebagai komunitas, tak perlu dihubungkan dengan apa yang terjadi di tempat lain di dunia,” tambah Haider.

Namun, pesan penting perdamaian kaum muslimin tidak diberitakan media. Laporan tentang jihad radikal, tersangka teroris dan serangan terhadap kota Barat, mendapat liputan media yang sangat besar. Sebagai perbandingan, jumlah berita yang mencakup serangan teror pada masyarakat Muslim dan tindakan masyarakat Muslim yang menentang terorisme dan ISIS (IS), sangat kurang.

“Sayangnya, media membuat berita yang sampai batas tertentu dapat mengadu domba. Jika sekelompok umat Islam melakukan sesuatu yang bermanfaat, agamanya tidak disebutkan. Tetapi jika melakukan yang negatif, di halaman depan agamanya disebutkan, ” kata relawan Mohammed Al-Sharifi, kepada The Independent.

Berita media yang bias ini membuat persepsi publik (terkait Islam) tidak seimbang, itu hanya memperburuk situasi.

Al-Sharifi, yang mengikuti pawaii di akun tweeternya mengungkapkan kekecewaannya pada media mainstream. Dalam tweet, yang diretweet lebih 9.000 kali, ia berkata: “Ratusan kaum Muslim membanjiri jalan-jalan London kemarin untuk mengutuk terorisme. Tanggapan media: Diam “.

Menurutnya, orang sebenarnya menyadari, ada perbedaan besar antara apa yang diberitakan media dengan kenyataan sehari-hari ketika orang berinteraksi dengan kaum Muslim, apakah di tempat kerja, di sekolah.

Haider percaya itu pandangan ‘stereotip’ yang menyudutkan Islam.  Media tidak meliput aksi Muslim yang menyampaikan pesan damai. Komunitas Muslim adalah komunitas yang beragam. Sebagian besar dari kami ngeri dengan ISIS.

Ada perbedaan besar antara apa yang diberitakan media dengan kenyataan sehari-hari
Ada perbedaan besar antara apa yang diberitakan media dengan kenyataan sehari-hari

Haider menambahkan, “Dengan acara Arbaeen, kami memiliki banyak orang dari berbagai latar belakang etnis yang berbeda.  Ini lebih dari acara keluarga yang membuat orang tertarik.”

Menurutnya, sekarang ini kepekaan masyarakat di negara Barat menyempit. Tak lama setelah serangan teror di Paris dan Brussels, banyak negara Barat terikat bersama-sama membuat gambar solidaritas dengan memproyeksikan Belgia dan bendera nasional Perancis. Sebenarnya itu obyek monumen mereka sendiri.

Hanya enam hari setelah serangan di Brussels itu, terjadi sebuah serangan di Lahore, Pakistan. Menewaskan 69 korban perempuan dan anak-anak. Persentasi korbannya besar, dan negara Barat tidak menunjukkan solidaritas pada tragedi ini. Mengapa? Karena Pakistan adalah negara mayoritas Muslim.

Mr. Al-Sharifi kepada The independen menyerukan, pemimpin Inggris agar mengambil langkah-langkah lebih besar untuk memerangi Islamophobia.

Sebenarnya, organisasi teror itu telah membunuh lebih banyak kaum Muslim sendiri daripada non-Muslim. Puluhan ribu umat Islam tewas dan mengungsi menghindari ISIS, namun media mainstream di Batrat terus membingkai negara-negara Barat sebagai satu-satunya korban ancaman, rencana dan serangan ISIS.

Dengan  fakta-fakta yang luar biasa itu, komunitas Muslim masih disalahpahami di media. Akibatnya, pemahaman masyarakat tentang Islam, ajaran Quran dan berita dunia secara keseluruhan menjadi miring. Tahun lalu, jumlah serangan Islamofobia dilaporkan meningkat di Eropa dan AS

Penj. Roman Emsyair

(sumber: AnonHQ.com). 

 




Hj Erica: KSB Punya Semangat Gotong Royong

KSB – lombokjournal,com

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj.Erica Zainul Majdi mengajak tiap hari menjadi kegiatan gotong royong. “Presiden Joko Widodo mencanangkan bulan bhakti gotong royong, hanya sebulan. Tapi saya lihat di KSB, menjadikan gotong royong tidak hanya sebagai program satu bulan, tetapi setiap hari, setiap saat,” katanya di Aula Kantor Bupati KSB, Rabu (20/4).

Mendorong KSB menjadi kabupaten dengan jiwa gotong royong yang luar biasa
Mendorong KSB menjadi kabupaten dengan jiwa gotong royong yang luar biasa

Hj Erica mengatakan itu dalam acara pembekalan, agar masyarakat memahami tujuan dilaksanakannya program gotong royong. Penyelenggaraan kegiatan pembekalan yang dilakukan Pemkab KSB itu dalam rangka melibatkan masyarakat secara langsung untuk melaksanakan program daerah dengan sistem gotong royong (PDPGR),

Pemkab. KSB telah memilih masyarakat menjadi tim atau agen hingga di tingkat desa. Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj.Erica Zainul Majdi yang diundang hadir sebagai narasumber, sangat antusias dengan konsep gotong royong dalam pembekalan.

“Karena itu yang bapak-ibu lakukan, agar budaya gotong royong di KSB ini dapat berjalan lancar dan mampu membuat kabupaten ini menjadi kabupaten dengan jiwa gotong royong yang luar biasa,” harapnya.

Erica mengajak seluruh komponen pemerintahan dan tim atau agen PDPGR terpilih mengerjakan pekerjaan secara gotong royong dengan jujur, ikhlas dan sungguh-sungguh.

Sesuai motto KSB yaitu pariri lema bariri, yang artinya semangat saling membangun dan menjaga daerah, saling membantu satu sama lain.

“Bisa kita lihat dari slogan KSB, bahwa daerah ini punya ruh gotong royong. Mari kita bersama  dukung program ini supaya KSB ini jadi kabupaten yang punya jiwa semangat gotong royong yang besar,” pungkasnya.

Suk

(Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTB)

 




Perusahaan Perumahan Jepang Minat Investasi di NTB

MATARAM – lombokjournal

Perusaan properti yang bergerak di bidang perumahan dari Jepang, Arnest One Corporation Japan, mengungkapkan minatnya berinvestasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu diungkapkannya setelah bertemu Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, di ruang kerjanya, Rabu (20/4)

Wagub Muhammad Amin dan Tadayasu Ogawa, General Manager Arnest One Corporation
Wagub Muhammad Amin dan Tadayasu Ogawa, General Manager Arnest One Corporation

Rombongan dari perusahaan properti Jepang berbincang dengan Wagub Muhammad Amin
Rombongan dari perusahaan properti Jepang berbincang dengan Wagub Muhammad Amin

Tadayasu Ogawa, General Manager Arnest One Corporation Japan menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya adalah perusahaan property bidang perumahan rakyat nomor satu, tercepat, terkuat, dan mampu mendirikan rumah sebanyak 100 unit per hari. Arnest One Corporation Japan membaca peluang mmenjanjikan untuk berinvestasi di NTB.

Dalam kesempatan sama, Jal Arakawa selaku President Director dari PT. Indonesia Human Support, yang ikut bersama rombongan yang menemui Wakil Gubernur mengungkapkan misinya membentuk SDM berkualitas para pelajar lulusan SMK.

Rencananya siswa/siswi lulusan SMK atau yang pernah bekerja di Jepang akan dididik agar bisa bekerja di Jepang. “Atau ketika kembali lagi ke daerah asalnya, bisa mengembangkan kembali keahlian selama berada di Jepang. Dengan kata lain, ini untuk membentuk SDM berkualitas,” kata Jal Arakawa.

Menanggapi hal tersebut, Wagub NTB sangat antusias. Hal ini mennjadi faktor pendukung SDM di NTB agar semakin berkualitas.

“Hal ini dapat membuka peluang kerja dan menyerap tenaga kerja. Sebab NTB masih memiliki angkatan kerja yang belum produktif,” ungkap Wagub.

 

Suk

(Biro Humas Pemprov NTB




Pameran Organic Mind perupa Mantra Ardhana di Kalkuta, dikuratori Nina Saxer

lombokjournal.com

Mantra Ardhana, perupa dari Caranegara-Lombok, baru-baru ini sukses memamerkan lukisannya di Kalkuta, India. Berikut ini laporan yang ditulis Cine Kolkata di www.cinekolkata.com

Mantra Ardhana
Mantra Ardhana

Pameran Organic Mind karya salah satu perupa asal Cakranegara Lombok, Mantra Ardhana, memungkinkan pecinta seni di India  memahami sekilas pemikiran salah satu seniman kontemporer Indonesia paling menarik. Pameran itu dikuratori Nina Saxer dibuka tanggal 15 April oleh duo perancang busana Dev r Nil di Rage Gallery, 54, Lower Range, Beck Bagan, Kolkata 19. Pameran itu berakhir tanggal 17 April.

Acara ini dihadiri tokoh budaya Anjum Katyal, Konsulat Jerman Mr Iversen, sosialita Corina Popa, pengusaha Wu Lyf, Anita dan Shreya Kanoi dari Living Free. Malam itu juga tampak aktor Bobby Chakraborty, pekerja sosial Urmi Basu dan model terkenal Nick Rampal dan Mohammad Shabbir Baig serta tokoh-tokoh lainnya.

Mantra2

Seni Mantra termasuk musiknya, merefleksikan identitas etnik Lombok dengan takaran menggelitik. Mantra membenamkan identitas itu ke dalam aksen kegelisahan kontemporer dari kehidupan modern, seperti kemajuan teknologi dan multikulturalisme. Lukisan-lukisannya merupakan penggabungan abstraksi warna cerah dengan sentuhan abu-abu, mengimpresikan kepekaan gejolak emosi yang mernghadirkan psikis manusia neo-postmodern.

Ketika berbicarakurator pameran, Nina Saxer mengatakan, “Organic Mind adalah pameran lukisan kedua yang saya kurasi, dan itu adalah personal bagiku. Pameran pertama yang saya telah dikurasi adalah penghormatan akhir kepada kakak ipar saya, Philippe Saxer.  Kali ini, perupanya teman baik saya.”

Nina lebih lanjut menambahkan, “Saya sangat senang, akhirnya bisa memperkenalkan seniman Lombok terkenal ke Kolkata. Saya yakin, pecinta seni di sini sangat gembira dengan pameran ini. Indonesia memiliki banyak perupa besar dan Mantra Ardhana adalah salah satunya. Ia seniman yang berdedikasi dan bersemangat, ia telah bekerja sangat keras untuk mengasah keterampilan, gaya dan konsep. Konsep Organic Mind itu diendapkannya sejak tahun 2010”

Menyinggung perupa dan pamerannya, Nina mengatakan, “Mantra sebagai seniman visual kontemporer, melalui koleksi ini hendak mengungkapkan, sebagai manusia kita tak mesti meninggalkan akal alamiah kita. Kemudian tenggelam dalam konsumerisme dan terpengaruh media dalam dunia neo postmodern kontemporer kita. Dalam seri ini, Mantra menyampaikan pesan, agar kita untuk tidak melupakan keterampilan organik kita, termasuk pikiran dan perasaan yang organik.”

mantra5

Dalam kesempatan itu, Dev r Nil Nil mengatakan, “Meskipun kami datang dari genre seni yang sama sekali berbeda, beberapa tahun terakhir kami menyaksikan hanya beberapa pameran mendapat kurator yang baik,  Seni dalam pameran ini luar biasa berlapis dan mengandung beragam tingkat penafsiran.”

Berbicara tentang Organik Pikiran, perupa Mantra Ardhana mengirim catatan, “Organic Mind atau pikiran organik atau alamiah akan mengubah wawasan kita tentang kehidupan, melalui sudut pandang kontroversial seorang seniman.”

Lukisan “A Love and The Rain (cinta dan hujan)” menampakkan dua tubuh saling terkait dalam nuansa abu-abu “Half Rain on My Pietry (gerimis dan puisiku)” gambaran wajah-wajah manusia yang nyaris impresionistik dengan curahan hujan menabburi sosok manusia untuk “The Poetry of A Man who Sell The world (puisi  seorang pria yang menjual dunia,” merupakan lukisan penuh emosi, ekspresif dan magis.

Pameran “Organic Mind“; 13 akrilik dan 14 lukisan cat air.

 

penj, Rayne Qu




Restoran Sediakan Kulkas Makanan Untuk Gelandangan

lombokjournal.com

Kalau anda sempat mengamati sejenak di restoran atau rumah makan, anda akan paham sangat banyak pemborosan terjadi dari waktu ke waktu. Tiap hari begitu banyak makanan yang masuk ke tong sampah. Seharusnya, dan penting mencoba untuk mencegah hal ini terjadi terus menerus.

Restoran untuk Gelandangan
Siapa pun boleh mengambil makanan di kulkas

Peresmian kulkas untuk gelandangan
Peresmian kulkas untuk gelandangan

Boleh kan dikatakan, pemborosan dalam bisnis restoran melukiskan gambaran  tak bersimpati bagi masyarakat yang membutuhkan makanan. Bukankah banyak orang yang lapar dari waktu ke waktu.  Siapa pun tahu, di daerah kita juga sering kita lihat gelandangan yang mengorek makanan dari tong sampah. Anda tak peduli?

Di seluruh dunia selalu ada gelandangan.  Dalam menanggapi tantangan gelandangan di seluruh dunia, ada pengusaha restoran ingin berbuat — meskipun kecil — mencari cara untuk berbagi bagi mereka yang lapar.

Berbagi untuk yang membutuhkan
Berbagi untuk yang membutuhkan

Bukankah begitu banyak makanan dari pelanggan restoran yang tidak dihabiskan. Ada cara lebih baik untuk memastikan bahwa makanan itu masih bisa dimanfaatkan bagi orang-orang yang benar-benar memmbutuhkan.

Di Kochi, India seorang pemilik restoran pernah melihat seorang pria gelandangan pergi ke tempat sampah untuk mencari makanan.  Rasa kemanusiaannya tergerak, ada sesuatu yang bisa dilakukannya untuk orang lain. Minu Pauline, pemilik restoran,  akhirnya memutuskan mewujudkan gagannya untuk membuat hidup orang lain bisa lebih baik.

Sebab di restoran Pappadavada, restoran yang dimilikinya, begitu banyak makanan yang tak dihabiskan pengunjung restorannya.  Akhirya ia memutuskan menyediakan kulkas, dan mengatur  kulkas itu di depan restorannya.

Ternyata memang banyak yang memanfaatkan kulkas dengan makanan gratis
Ternyata memang banyak yang memanfaatkan kulkas dengan makanan gratis

Dan makanan yang tidak dihabiskan pengunjung restorannya itu dimasukkan ke kulkas. Itu jauh lebih baik, daripada makanan itu terbuang.  Dan siapa pun yang membutuhkan, bisa membantu diri sendiri memperoleh makanan gratis.

Siapa pun bebas bisa menggunakan fasilitas kulkas yang terbuka selama 24 jam.  Siapa pun yang memiliki kelebihan makanan bisa meninggalkannya di kulkas yang disediakannya.

Penj. Rayne Qu

(Amazyble.com)

 




Nurdin Ranggabarani: Disbudpar NTB Gagal Pahami Makna Festival Tambora

MATARAM – lombokjournal.com

Penyelenggaraan Festival Pesona Tambora (FPT) yang mendapat perhatian nasional bahkan internasional, mestinya mengeksplor kekayaan khasanah budaya lokal. Tapi diundangnya grup dangdut Trio Macan – yang dikenal tampil erotis – merupakan kegagalan penyelenggara memahami makna FPT.

nurdin ranggabarani2
Nurdin Ranggabarani

“Tidak terbayang sama sekali, apa kaitan antara harapan mengeksplor budaya lokal, dengan kehadiran Trio Macan,” kata Nurdin Ranggarani, anggota DPRD NTB dari Fraksi Partasi Persatuan Pembangunan (PPP) dalam percakapan dengan Lombok Journal, Selasa (19/4) malam.

Menurut Nurdin, Festival Tambora mestinya mengeksplor kekayaan khasanah budaya lokal yang agung adiluhung. “Itu yang diledakkan ke permukaan agar dunia dapat terhentak oleh gemuruh kehebatan khasanah budaya kita,” tegasnya yang berkali-kali mempertannyakan konsep Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB sebagai penanggung jawab festival akbar tersebut.

Bukan hanya itu, mantan tokoh pergerakan mahasiswa ini juga membayangkan, FPT merupakan festival rakyat yang melibatkan seluruh komponen lokal.  Seharusnya mwereka dilibatkan agar aktif dalam hiruk pikuk acara ini.

“Mulai dari merancang hingga mengisi seluruh pilihan kegiatan. Bagaimana rakyat berteriak dan berlarian kesana kemari waktu Tambora memuntahkan isi perutnya,” katanya. Penyelenggaraan FPT sesungguhnya diharapkan, agar seluruh isi kepala, isi hati, isi bathin, isi rasa dan isi perut para seniman lokal diledakkan. Agar mampu menggelagar sehebat gelegar Tambora 201 tahun yang lalu, tambahnya.

Mengingkari Pariwisata Halal

Sebagai wakil rakyat dari Pulau Sumbawa, Nurdin sangat berempati atas kekecewaan masyarakat lokal yang seolah dibelakangi dalam penyelenggaraan tersebut. Sebab, apa yang disebut “pesona Tambora” saat ini sebenarnya tangisan masyarakat terdekat di kaki gunung Tambora di masa lalu.

“Wajar dan sangat sopan bila porsi dan tempat pembukaan acara lebih banyak diberikan utk memancing tawa ceria mereka yang pernah menangis 201 tahun yang lalu. Kalau sekarang dibelakangi, kemarin mereka menangis dan hari ini pun mereka pun meringis,” ujar Nurdin. Sebelumnya, penyelenggaraan FPT mendapat kritik tajam dari kalangan seniman di Bima (baca: Ketidakbecusan Disbudpar NTB Dikecam Seniman Bima).

Nurdin menilai pihak Disbudpar NTB gagal memahami, bahwa pada bulan-bulan terakhir NTB sangat gencar mewacanakan “pariwisata halal”. “Saya pikir pada momen festival seperti inilah grand desain atau setidaknya contoh-contoh konkrit dari pariwisata halal itu dapat ditunjukkan ke publik wisata dunia,” jelas Nurdin.

Dengan konsep pariwisata halal yang konkrit itu dapat menarik minat para pelaku wisata, termasuk mengundang wisatawan dunia. Tapi kehadiran grup Trio Macan, tiga penyanyi yang selalu tampil erotis, justru bertolak belakang dengan konsep ‘wisata hala’. “Saya tidak faham apa kaitan Trio Macan dengan konsep wisata halal,” kata Nurdin.

Jangan-jangan kehadiran Trio Macan sebagai simbolisasi goyangan gempa dahsyat yang mengguncang dua gunung kembar Tambora – Rinjani. “Goyangan dasyat dua gunung kembar memang berpotensi meletupkan erupsi lahar panas dingin,” sindir Nurdin sambil tertawa.

Suk.

 




Pertemuan Gubernur NTB dengan Direktur Bank Indonesia

MATARAM – lombokjournal

Direktur DRK Bank Indonesia Dr.Siti Astiyah dan Manajer BI Ali Sakti bertemu dengan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi di ruang kerja gubernur, Selasa (19/4).  Dalam pertemuan itu, Direktur DRK BI didampingi Kepala Perwakilan BI NTB Prijono, Tazkia Microfinance Center Andi Ihsan di ruang kerjanya,.

Dr.Siti Astiyah mengatakan, tujuan kunjungannya adalah unntuk mencari informasi terkait program yang dimiliki Provinsi NTB dalam mengurangi kemiskinan.

Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Direktur DRK Bank Indonesia Dr.Siti Astiyah
Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Direktur DRK Bank Indonesia Dr.Siti Astiyah

“Kami melihat pengentasan kemiskinan di Provinsi NTB dinilai cukup berhasil. Oleh karena itu, kami ingin mengadopsi program tersebut agar dapat diterapkan ke provinsi lain,” ujarnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Gubernur Majdi mengatakan program yang berhasil di terapkan di NTB, tentu juga akan  berhasil juga diterapkan di daerah lain.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur menyampaikan lumbung bersaing yang dilaksanakan oleh Baittutamkin sebagai Program Unggulan di NTB, karena mengandung beberapa unsur, yaitu percepatan dan berkontribusi nyata.

Gubernur memberi penjelasan seputar program engentasan kemmiskinan
Gubernur memberi penjelasan seputar program pengentasan kemiskinan

“Kedepannya, kami ingin mengeluarkan kebijakan agar dapat mengkonversi lembaga keuangan yang dimiliki oleh daerah menjadi lembaga keuangan berbasis syariah. Untuk mendukung hal tersebut, kita akan bangun pusat pendidikan ekonomi syariah,” pungkas gubernur.

(Biro Humas Pemprov NTB)