‘Gerakan Bersih Lingkungan’ di Pemenang; Warga Berdaya, Bisa Jadi Contoh Pemda

PEMENANG – lombokjournal.com

Gerakan ‘bersih lingkungan’ di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara ini benar benar membersihkan lingkungan kumuh. Inisiatif membersihkan lokasi kumuh dan lokasi pembuangan sampah datang dari masyarakat, mengajak Dinas Kebersihan pemda setempat, mengubahnya menjadi taman bunga.

Sore sekitar pukul 16.00 Wita, hari Minggu (22/5)  seluruh lapisan masyarakat Pemenang bergerak . Sedikitnya 100 orang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas-komunitas, sekolah-sekolah, aparatur desa, Kepala Dusun dan warga se Kecamatan Pemenang,

seribubungapemenang22mei5

Hari itu masyarakat melaksanakan apa yang dinamakan “program Seribu Bunga Seribu Cinta Untuk Pemenang”.  Mereka menyebar membentuk kelompok-kelompok ,  fokusnya menyerbu tempat kumuh dan kotor.  Kemudian dalam beberapa saat menyulapnya menjadi taman. Tentu saja, kegiatan serentak warga yang peduli ini menyedot perhatian.  Sebab lokasi yang dibersihkan dan dijadikan taman untuk gerakan awal ini adalah tempat pembuangan sampah di Pasar Pemenang.

Selain datang membawa alat-alat kebersihan, mereka menenteng bunga, menggotong batu, membawa air minum, melawan bau sampah yang menyengat. “Setelah membersihkan ramai-ramai, kemudian tempat itu ditanami bunga,” tutur Muhammad Sibawaihi dari Komunitas Pasir Putih, yang menggagas aksi bersih lingkungan tersebut.

Aksi tahap awal itu, setidak memberi bukti  bahwa masyarakat Pemenang peduli dengan kebersihan lingkungannya. Mereka tidak perlu menunggu pemda untuk menjadi “sadar wisata”. Sebab sebagai ‘pintu gerbang’ ke tiga gili yang terkenal lingkungan Pemenang harus selalu bersih.

Aksi itu selain melibatkan OSIS SMKN 1 Pemenang, SMAN 1 Pemenang, Komunitas Gerbong Toea, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, termasuk SDN 3 Pemenang, dengan dukungan warga Karang Subagan, Karang Bedil, dan warga Dusun Tebango. Ini membuktikan rasa persatuan dan kentalnya persaudaraan masyarakat Pemenang.

“Begini, jika masyarakat bergerak. Tumpukan sampah dibersihkan dan dijadikan taman bunga,” kata Muhammad Gozali, Direktur Pasir Putih, yang juga tampak di tengah tumpukan sampah dan ikut menanam bunga.

Tunggu aksi masyarakat Pemenang berikutnya, dalam program “Seribu Bunga Seribu Cinta Untuk Pemenang” dilokasi yang lain.  Hari Minggu, tanggal 22 Mei 2016, menjadi catatan penting tentang gerakan “bersih lingkungan” masyarakat Kecamatan Pemenang.

Diskusi Dilanjutkan Aksi Nyata

Kegiatan ‘SERIBU BUNGA SERIBU CINTA UNTUK PEMENANG’ yang diinisiasi warga untuk memberdayakan kekuatan warga sendiri ini, beberapa komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan kebersihan di Pemenang sebagai gerbang pariwisata Lombok Utara.

Bulan April lalu, setelah diskusi dan mensosialisasikan kegiatan itu, dilanjutkan mengajak wargamenyumbang bunga jenis apa pun tapi diutamakan yang tahan panas. Dengan menyumbang bunga, masyarakat diajak ikut memiliki, karena bunga itu milik masyarakat sendiri.

Menariknya, kegiatan itu didasari keinginan menumbuhkan rasa kepercayaan diri masyarakat bahwa mereka melakukan sesuatu karena memang mempunyai kekuatan berdaya guna. “Salah kalau menilai bahwa masyarakat tidak bedaya. Kita ingin membuktikan sebaliknya,” ujar Sibawaihi.

Pada hari Jumat (20/5), di sekretarian yayasan Pasir Putih dilakukan koordinasi yang dihadiri Komunitas GerbongToea, Dinas Kebersihan Lombok Utara, SDN 3 Pemenang, KepalaDusun Karang Bedil, dan elemen masyarakat lainnya. Dalam pertemuan itu dibicarakan teknis pembuatan taman di Pasar Pemenang, yaitu jalan menuju Tebango.

Dalam pertemuan itulah menjadi agenda pelaksanaan program Seribu Bunga Seribu CInta Untuk Pemenang. Semua pihak menyepakati program itu menjadi agenda rutin.

Suk




Zakaria, Pelestari Rudat dari Terengan

lombokjournal.com

Sanggar Seni Rudat dan Mekayat (membaca syair hikayat, Sasak) juga memiliki visi besar. Di rumah Zakaria, tempat latihan sanggar Panca Pesona, terpampang spanduk yang menjelaskan visi sanggar itu, “Menciptakan manusia yang kreatif dan inovatif, dan kritis serta melestarikan budaya leluhur yang islami.”

rudatterengan22mei1
Zakaria dengan pedang peninggalan tentara Jepang

rudatterengan22mei

Entah sejak kapan seni tari Rudat masuk ke Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Menurut Zakaria (42),  warga Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, seni Rudat dan membaca syair hikayat (masyarakat setempat biasa menyebut mekayat) sudah dimainkan dan digemari di dusunnya sejak jaman Belanda.

Waktu kecil, Zakaria masih ingat bagaimana kakek dan bapaknya sangat bersemangat memainkan Rudat.  Dan di sanggar Rudat di Dusuin Terengan salah satu properti yang dimiliki adalah sebilah pedang peninggalan tentara Jepang.

Hingga kini,  seni Rudat (tiap main di dusun-dusun dibarengi pertunjukan Kemidi Rudat, drama tradisi yang banyak menyisipkan humor) masih menjadi pertunjukan rakyat yang digemari di Desa Pemenang Timur.  Tiap ada hajatan pernikahan atau sunatan di berbagai dusun di Pememang Timur, seni Rudat menjadi hiburan utama.

Bahkan sekitar tiga tahun silam,  seni Rudat menjadi tontonan terfavorit di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung. “Kalau saya main di Teniga, selalu saya dijemput dan pulangnya diantar ramai-ramai masyarakat Teniga,” cerita Zakaria, hari Sabtu (21/5), mengenang saat-saat menyenangkan sebagai aktor Kemidi Rudat.

rudatterengan22mei2rudatterengan22mei4

Zakaria kini memimpin organisasi yang membina Rudat, Panca Pesona, yang rutin mengadakan latihan bersama 32 orang anggotanya, perempuan dan laki-laki, sebagian besar remaja dan pemuda Dusun Terengan. Di Dusun Terengan, wadah organisasi Rudat baru terbentuk sekitar tahun 1990-an, sebelumnya meski tanpa organisasi formal, kegiatan Rudat sudah ramai.

Menurutya, Rudat digemari selain merupakan pertunjukan yang akrab dengan masyarakatnya, menghibur dengan nyanyi dan tarian serta banyak diselingi humor, seni itu membawa pesan agama yang kental. Khusus di Terengan, masyarakat percaya bahwa jidur Rudat bertuah. Ada ungaoan di masyarakat kalau saat musim orang sakit,  “itu mau dirudatkan” maksudnya untuk mengusir bala harus diadakan pertunjukan Rudat. “Mungkin ini hanya sugesti. Tapi ada buktinya. Karena itu kalau jarang ada Rudat, pasti ada saja yang sakit,” cerita Zakaria.

Zakaria punya pengalaman, tahun 2014 waktu mengikuti festival di KODAM Udayana, Bali, ia terserang tipes parah, tapi ia memaksa diri tetap tampil. “Saya ingat sejarah Jendral Sudirman, yang ditandu tapi tetap bergerilya,” kenangnya. Akhirnya aia bisa main, dan setelah itu langsung sehat.

Syiar Agama

Ada 32 pesan dalam lagu yang dibawakan Rudat. Salah satunya tentang nasehat pada penontonnya, bahwa manusia penuh kelemahan, sering melakukan dosa. Karena itu, manusia dianjurkan selalu mengucapkan istiqfar. “Segala sesuatu bersifat fana, yang kekal abadi adalah zat Allah yang Maha Rahman,” ujar Zakaria mengutip terjemahan ayat Al Qur’an.

rudatterengan22mei5

Lagu-lagu dalam seni Rudat diambil dari kitab Al Barzanji, yang dirubah ke dalam bahasa Melayu.  Dalam lagu-lagu yang dinyanyikan, diajarkan perilaku hidup yang seharusnya dijalani kaum muslim. Ini tercermin dalam susunan atau struktur pertunjukan Rudat, yang dimulai dengan salam pembukaan selamat datang (salam).  Tiap pertemuan sesama muslim, menurutnya, harus saling mengucapkan salam.

Kemudian baris berbaris dalam Rudat, bermakna tiap melakukan apa pun harus dengan persiapan yang matang. Baru memasuki permainan inti, yang nyanyiannya menyampaikan pesan-pesan moral yang disesuaikan dengan publiknya (dicari lagu agar pesan yang disampaikan sesuai dengan penontonnya).

Waktu tampil di Saman Summit tahun 2012 di Jakarta, Rudat dari Dusun Terengan ini menyanyikan lagu-agu yang menggambarkan masyarakat tradisi Lombok Utara yang banyak bermukim di wilayah pegunungan dan perbukitan, karena itu harus pandai-pandai menjaga keutuhan budayanya. Rudat Terengan tampil bersama 18 grup kesenian dari 9 provinsi seluruh Indonesia, setelah disurvey DR Endo Suwanda, mempunyai ‘kedekatan’ dengan Tari Saman

Dalam tarian Rudat diakhiri dengan baris berbaris, ini bermakna persiapan menghadapi kehidupan setelah mati. “Lillahi masyarikiha wa magharibiha.  Dari masryik ujung timur mulai matahari terbit, sampai magrib saat matahari tenggelam, semua kehidupan semata-mata di dalam kekuasaan Allah, itu pesan tarian Rudat seperti dituturkan Zakaria.

“Orang tua tidak pernah menyampaikan pesan seperti ini. Tapi saya menafsirkan filosofi seni rudat seperti itu,” kata Zakaria, ayah dua putra yang sejak kelas 4 SD sudah bermain Rudat.

Bagi Zakaria, tetap setia menjaga kelestarian seni Rudat merupakan kewajiban memelihara tradisi leluhur yang bersumber dari ajaran Islam.  Seni Rudat seperti halnya mekayat (membaca syair hikayat) merupakan media pendidikan moral yang harus terus dihidupkan. Dalam seni membaca syair hikayat, Zakaria pernah menjadi pembaca terbaik Syair Hikayat yang diselenggarakan RRI Mataram tahun 1995.

“Rudat dan mekayat itu bisa diakukan di rumah duka atau hajatan pernikahan. Ada pesan agama yang disampaikan melalui kesenian,” kata Zakaria tamatan SMP yang pada Israj Miraj baru-baru ini banyak memenuhi undangan mekayat hingga ke Mataram.

Pesan moral agama tak mesti disampaikan dengan cara ceramah.  Seperti Wali Songo yang mengajarkan Islam melalui seni wayang dan gamelan, Zakaria juga percaya kesenian juga media efektif menjadi sarana syiar Islam.

Prestasi Rudat Dusun Terengan;

  • Juara III Tari Kreasi Rudat Tingkat Kodam Udayana 2014
  • Juara I Festival Rudat se Pulau Lombok Juara II 2013 dan 2014 juara 1
  • Juara I Kreasi Tari Tradisi KODIM Lobar 1602 dan Korem Wirabhakti tahun 2014
  • Juara Harapan III Kreasi Tari Tradisi Kodam Udayana yang diikuti peserta dari Bali, NTB dan

Sanggar Rudat yang aktif di Lombok Utara saat ini ada di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Desa Lokok Rangan, Kecamatan Kayangan,  Desa Krakas, kecamatan Gangga,  masing-masing desa ada satu grup Rudat. Sedang di Kecamatan Pemenang ada tiga grup, masing-masing di Desa Pemenang TImur (Dusun terengan 3 grup, Desa Pemenang Barat (Dusun Telaga Wareng 1 grup), dan Desa Malaka (Duun Mentigi 1 grup dan Dusun Pandanan 1 grup)

Suk

 

 

 




Mantra Ardhana ‘Seniman Paling berpengaruh’ di NTB

MATARAM – lombokjournal

Perupa Mantra Ardhana, yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk kesenian, dinilai sebagai ‘seniman paling berpengaruh’ di Nusa Tenggara Barat (NTB) versi TV swasta.  “Selain dedikasinya, konsep Mantra tentang karya seni sangat kuat dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Hamdani, koresponden NET TV Jakarta, saat pengambilan gambar proses kreatif Mantra di rumah yang sekaligus menjadi studionya di Cakranegara, Sabtu (21/5).

mantra21mei3mantra21mei5

Pilihan figur ‘paling berpengaruh’ yang dilakukan NET TV Jakarta di tiap provinsi memang tidak terbatas di kalangan seniman.  Dari 27  provinsi se Indonesia (tidak seluruh provinsi) pilihan figur yang paling berpengaruh itu mulai dari kepala daerah, pengusaha maupun tokoh masyarakat lainnya. Selain berkontribusi bagi masyarakatnya sesuai bidang masing-masing, pilihan itu juga menyasar figur yang mempunyai ‘keunikan’ .

Sebagai perupa, Mantra memang sangat menonjol di NTB.  Ia telah mendapat pengakuan nasional bahkan internasional. Bulan April lalu, pameran Mantra di Kalkuta, India, mendapat perhatian luas dari publik seni rupa serta kalangan kritisi.  Di India ia disebut sebagai “salah satu seniman kontemporer Indonesia paling menarik”. Mantra yang juga ‘melukis dengan bunyi’ itu, kini sedang menyiapkan pamerannya yang kedua di Kalkuta.

 

mantra21mei4

Karya-karya Mantra  —  yang menyelesaikan studi seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja — termasuk musiknya, merefleksikan identitas etnik Lombok. Namun ia sekaligus membenamkan identitas itu ke dalam aksen kegelisahan kontemporer dari kehidupan modern, seperti kemajuan teknologi dan multikulturalisme. Lukisan-lukisannya mernghadirkan psikis manusia neo-postmodern.

Nina Saxer, yang menjadi kurator karya-karya Mantra  di Kalkuta mengatakan, Mantra adalah seniman yang berdedikasi dan bersemangat. “Mantra telah bekerja sangat keras untuk mengasah keterampilan, gaya dan konsep Organic Mind yang sudah diendapkannya sejak tahun 2010,” katanya.

Tentang konsep Organic Mind, Nina menjelaskan, melalui karya visual kontemporernya Mantra hendak mengungkapkan bahwa sebagai manusia tak mesti meninggalkan akal alamiah kita. Kemudian tenggelam dalam konsumerisme dan terpengaruh media. “Mantra menyampaikan pesan, agar kita untuk tidak melupakan keterampilan organik kita, termasuk pikiran dan perasaan yang organic,” katanya. Ini sisi keunikan Mantra

Di rumah yang merangkap studio Mantra itu kerap menjadi tempat berkumpul para seniman. Karena Mantra dikenal mempunyai kepedulian memajukan kehidupan seni, dan  mudah berkolaborasi dengan seniman lainnya. “Saya ingin lebih banyak berkolaborasi dengan seniman lain,” kata Mantra.

Profil Mantra akan ditayangkan bersama figur paling berpengaruh dari seluruh Indonesia di NET TV, pada ulang tahun ke 3 TV swasta tersebut, tanggal 29 Mei mendatang.

Suk

 

 

 




AGENDA

Pembinaan Pada Wajib Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si memberikan pembinaan kepada wajib Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Provinsi NTB yang belum menyerahkan LKHPN ke KPK di gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (20/5). Hadir pada saat itu, Kepala SKPD lingkup Provinsi NTB.

Dalam arahannya, Wagub menyampaikan bahwa kewajiban pejabat negara adalah melaporkan kekayaan kepada publik.

wagubkpk20mei2
Kepala SKPD lingkup Provinsi NTB diminta segera melaporkan harta kekayaannya selaku Penyelenggara Negara

“Jangan tunggu dipanggil. Jangan takut punya harta berlebih, yang penting kita bisa klarifikasi dari mana harta tersebut berasal. Daripada diselesaikan di KPK lebih baik segera menyerahkan LKHPN,” himbaunya. Ia juga mengajak kepada pejabat yang hadir untuk selalu menjadi pejabat negara yang taat

(Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTB)

 

Rakernas Ikatan Guru Indonesia

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, H Muh. Amin, SH., M.Si membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Mataram, Jumat sore (20/5). IGI merupakan organisasi profesi baru, dengan anggota guru-guru muda yang memiliki semangat untuk berinovasi.

wagubguru20mei3
Wagub H Muhammad Amin di tengah-tengah anggota Ikatan Guru Indonesia

Sejak disahkan oleh Kemenkumham 2009 lalu, IGI terus melaksanakan inovasi dan berbagai program yang mengarah kepada peningkatkan kualitas anggotanya. Seperti program literasi, program guru saudara, dan program guru menulis.

“Semoga momentum kali ini merupakan langkah nyata perjuangan saudara-saudara dalam membangun organisasi agar tetap eksis sekaligus mampu memberi sumbangsih nyata dalam pelaksanaan pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan daerah pada khususnya” ungkap Wagub

(Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTB)

 

 

 




Hari Kebangkitan Nasional, Pelajaran Dari Boedi Oetomo

MATARAM – lombokjournal.com

Tampilnya sumber daya manusia yang unggul, semangat kebangkitan Nasional dimulai. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB, H. Amin, S.H., M. Si  selaku Inspektur pada upacara bendera dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional ke-108, Jum’at (20/5016).  Saat memimpin upacara di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur itu, Wagub membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara.

wagubkebangkitannas5
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, Jumat

“Salah satu inspirasi yang bisa kita serap dari berdirinya Boedi Oetomo sebagai organisasi modern pada tahun 1908 adalah munculnya sumber daya manusia indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan,” katanya.

Dikatakan Wagub, kita menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, terutama pada generasi yang masih sangat belia, merupakan permasalahan kultural utama bangsa ini. “Ini mengemuka dan memprihatinkan,” katanya..

Teknologi digital berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif maupun negatif, secara cepat dan massif. “Tantangan apa pun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan kerja nyata, mandiri dan berkarakter,” ujar Wagub.

Secara singkat disampaikannya sejarah perjuangan Boedi Oetomo yang dipimpin oleh Doktor Wahidin Soedirohoesodo dan Doktor Soetomo yang dilanjutkan kaum muda pada tahun 1928 yang melahirkan Soempah Pemuda.

“Melalui perjuangan yang tak kenal lelah akhirnya kita dapat memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945,” tegas Wagub.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 itu selain dihadiri pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD). dihadiri TNI, Polri, PNS DPRD, Siswa-siswi sekolah yang ada di kota Mataram, dan turut juga di hadiri oleh para veteran pejuang bangsa.

Suk




Menyerap Pengalaman Cerdas Dari Provinsi Muslim di Tiongkok

lombokjournal

Hari Ketiga kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat ke Tiongkok, Gubernur NTB Dr. TGH M. Zainul Majdi bersama rombongan, sampai di Kota Yinchuan, ibukota Provinsi Ningxia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.  Bersama Wakil Gubernur Ningxia, Wang He Shan,  — mewakili Gubernur Ningxia yang sedang berada di Beijing – keduanya sepakat membangun kerjasama pembangunan antara Provinsi NTB dan Provinsi Ningxia, hari Rabu (18/5).

Gubernur NTB dengan Gubernur Ningxia menuangkan kesepakatan kerjasama pembangunan kedua provinsi itu, menjelang akhir kunjungan kerja Gubernur NTB ke Cina, mulai 15 hingga 18 Mei 2016. NTB dan memiliki potensi yang sama dengan Ningxia, baik potensi pertanian, pariwisata dan potensi pertambangan.

gubernurtiongkok2
Gubernur TGH M Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur Wang He Shan

“Hal ini dapat dimaknai sebagai langkah penting untuk saling menyerap hal-hal baik dan saling belajar tentang pengalaman-pengalaman cerdas dari kedua daerah agar dapat berkembang lebih maju,” kata Guburnur NTBProvinsi Ningxia juga dikenal dengan sebutan Provinsi Ningxia Hui, merupakan provinsi yang mayoritas penduduknya etnis Hui, salah satu etnis dari 56 etnis di China, yang termasuk minoritas. Etnis Hui merupakan mayoritas dari lebih 20 juta penduduk China yang beragama Islam.

Laksamana Cheng Ho, yang merupakan muslim yang berasal dari suku Hui.

China memiliki 23 provinsi, 5 di antaranya merupakan daerah otonomi yang berhak mengatur pemerintahannya berdasar adat kebiasaan suku minoritas, yang terdiri dari penduduk etnis minoritas yaitu Xinjiang, Tibet, Mongolia Dalam, Guangxi dan Ningxia Hui.  Karena penduduknya mayoritas muslim, sudah lama Provinsi Ningxia memiliki ikatan emosional tersendiri dengan muslim Indonesia.

Sebagai provinsi muslim, Ningxia memiliki 3.700 masjid di seluruh provinsi dan banyak sekolah Islam. Pembangunan masjid itu umumnya hasil dari sumbangan masyarakat muslim dan ada bantuan dari pemerintah Tiongkok.

Salah satu masjid terbesar di Provinsi Ningxia
Salah satu masjid terbesar di Provinsi Ningxia

Propinsi Ningxia memiliki masjid Najiehu yang berdiri sejak zaman Dinasti Ming tahun 1524. Gubernur Ningxia, satu-satunya perempuan yang memimpin kepala pemerintahan provinsi,  berhasil membangun toleransi di antara suku-suku dan umat beragama.

Kecerdasan Ningxia

Menurut Gubernur Majdi, di Ningxia perbedaan suku dan agama sangat dihargai.  Meski demikian, di sepanjang jalan yang dilalui rombongan dari Provinsi NTB terasa kuat simbol-simbol Islam. “Sepanjang jalan yang kita lalui banyak terlihat simbol-simbol Islam dan restoran makanan halal,” kata gubernur.

Kecerdasan pemerintahan di Ningxian, juga terlihat dari indikasi pertembuhan ekonomi 8 persen di tahun 2015, dan pada triwulan pertama tahun 2016 pertumbuhan ekonominya sudah mencapai 6 persen.  Ningxia dapat dijadikan contoh dan ditimba ilmunya dalam pembangunan ekonomi.

“Di provinsi ini tidak tampak perbedaan yang jauh antara kemajuan kota dan desa. Bahkan di tahun terakhir pertumbuhan ekonomi desa lebih tinggi dari kota,” jelas gubernur.

Bagaimana cara cerdas Provinsi Ningxia membangun daerahnya, secara gamblang dijelaskan Wakil Gubernur Ningxia, Wang He Shan. Ada empat strategi yang dilakukan Ningxia untuk membangun dan mempercepat pertumbuhan ekonominya.

Pertama,  di Ningxia tiap desa memfokuskan untuk mengembangkan satu produk unggulan. Kemudian, Pemerintah provinsi mengutus tenaga ahli untuk bekerja membangun desa, dan mensinergikan antara perusahaan swasta dengan desa sesuai potensi yang dimiliki. Selain itu, di desa-desa fokus utama pembangunan infrastruktur untuk mendorong kemajuan pertanian, adalah pembangunan jaringan irigasi.

Dan tiap tahun digelar Ekspo Asia-Arab. Wakil Gubernur Wang He Shan berharap agar provinsi bisa berpartisipasi dalam Ekspo Asia-Arab yang akan digelar bulan September 2017.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini, Gubernur Majdi selain didampingi Ketua Tim penggerak PKK, Hj Erica Zainul Majdi, juga disertai  kepala disan Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Hj Budi Septiani, Kepala Baddan Ketahanan Pangan (BKP) NTB, Ir Hj Hartina, MM, Sekretaris Bakorluh, Ir Hj Husnanidiaty Nurdin, MM, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Ir I Gusti Bagus Sugihartha, MT, Kepala Biro Administrasi Kerjasama dan Sumberdaya Alam, Ir H Muhammad rum, MT, dan kepala biro Humas dan Protokol Setda prov NTB, H Yusran Hadi, ST, M.UM.

Roman




MTQ 2016, Wadah Membangun Keharmonisan Umat Beragama

Lombokjournal.com

MTQ ke 26 tahun 2016 yang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan menjadi kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Bukan hanya ajang mencari qori’ dan qori’ah terbaik, lebih dari itu bisa sebagai wadah membangun keharmonisan antar umat beragama,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan dan Pembangunan Manusia, Puan Maharani, usai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Kementerian terkait penyelenggaraan MTQ 2016, di Kantor Kemenko PMK, Rabu (18/05).

Menko PMK, Puan Maharani menyampaikan, MTQ ke 26 di Lombok merupakan MTQ Nasional pertama di era kepemimpinan Jokowi-JK. Karena itu ditekankannya, pentingnya koordinasi pusat dan daerah, khsusnya berkaitan dengan regulasi dan keuangan agar saat penyelenggaraan tidak terdapat kendala dan masalah.

Saat itu Menko minta Menteri Agama dan Wakil Gubernur menjelaskan perkembangan terakhir persiapan pelaksanaan MTQ. Menteri Agama menyampaikan beberapa kesiapan yang menyangkut kewengan Kementerian Agama, seperti memastikan kehadiran Presiden RI untuk membuka acara tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan Mensesneg agar waktu pembukaan MTQ tanggal 30 Juli tersebut, Bapak Presiden bisa hadir membuka acara tersebut. Kami juga mengirimkan surat kepada Wakil Presiden untuk juga bisa menutup MTQ tersebut pada tanggal 6 Agustus 2016 mendatang,” jelas Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin, yang juga kader Partai Persatuan Pembangunan tersebut.

Perhelatan akbar tingkat nasional tersebut akan dipusatkan di Islamic Center, Kota Mataram, sebagai arena pembukaan dan penutupan. Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQ, menurut Menteri Agama sedikit mengalami perubahan. Kalau MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu hot cord kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali.

“Temanya adalah MTQ nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai nilai Islam rahmatan lil a’lamiin,” jelasnya saat itu di hadapan puluhan peserta.

Multiplayer Effect

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si menyampaikan pelaksanaan MTQ ini merupakan moment penting yang harus mendapat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat agar berjalan lancar dan sukses

‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’jelas Wagub

Lebih jauh Wagub menjelaskan, momentum ini secara luas akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat NTB. Tamu-tamu yang hadir akan dapat menikmati keindahan alam dan kuliner khas daerah dengan megunjungi obyek-obyek wisata.

“Secara ekonomi tentu mempunyai dampak multiplayer effect karena sekian banyak tamu yang akan dat ang menghadiri penyelenggaraaan MTQ ini’’, pungkas wagub

Dalam rapat tersebut, selain diikuti Wagub Muhammad Amin dan menteri Agama, tampak bebera menteri yang hadir Menteri Kominfo, Rudiantara. Hadir juga Walikota Mataram, Bupati Lombok Barat dan sekda Lombok tengah.

Suk




Wakil Gubernur NTB Hadiri Pembukaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank

JAKARTA – lombokjournal

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si menghadiri Pembukaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke 41 di Jakarta Convension Center, Selasa (17/05). Sidang tahun itu dibuka Wakil Presiden H.M. Yusuf Kalla. Namun sidang IDB yang dihadiri ribuan delegasi dari 56 negara itu sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya.

Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan sidang IDB tahun 2016,  setelah tahun 1995 Indonesia mendapat kepercayaan yang sama yang pelaksanaannya juga berlangsung di Jakarta. Mantan Presiden ke 3 Indonesia, Baharudin Jusuf Habibi dan Menteri Keuangan serta sejumlah menteri lain Kabinet Indonesia Kerja hadir dalam sidang tahunan ke 41 tersebut.

Jusuf Kalla mengatakan, strategi yang dilakukan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi global, yaitu dengan membangun infrastruktur yang memperlancar penyaluran logistik antar pulau.

Selain, menurut Wapres, perbaikan sistem keuangan merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Misalnya memberlakukan suku bunga rendah bagi kredit usaha rakyat.

“Reformasi birokrasi dalam negeri juga memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Wapres di hadapan ribuan peserta sidang.

Tahun ini jumlah negara yang masuk anggota IDB bertambah menjadi 57 negara.  Sekretaris IDB menyampaikan itu mengawali cara terkait bergabungnya negara Guyana menjadi anggota IDB. Tepuk tangan meriah dari peserta mengiringi penyerahan bendera Guyana yang diserahkan Presiden Guyana kepada Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali Al Madani. Penyerahan bendera itu menjadi simbol bergabungnya Guyana menjadi Anggota IDB.

Harapan Pada IDB

Menteri Keuangan RI mengatakan, Indosebagai sebagai salah satu pendiri, sekaligus anggota IDB, menaruh harapan besar agar IDB berperan besar dalam memberikan dukungan dana bagi pembangunan infrastruktur dan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Dikatakan menteri, Indonesia akan melakukan kerjasama Member Country Partnership Strategy (MCPS), yaitu kerjasama untuk membangun infrastruktur dan pendidikan, yang fokusnya pada tiga program utama, yaitu penataan daerah kumuh, pembangunan universitas Islam dan pengembangan jaringan listrik.

Sementera itu, Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali Almadani mengapreasiasi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan sidang tahunan IDB.  Dikatakan, Indonesia telah memberikan dukungan riil atas agenda sidang tahunan IDB.

Presiden IDB juga mengapreasiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pelambatan ekonomi global. Diharapkannya, Indonesia tetap memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah tersebut untuk membangun ekonomi dan pengembangan sektor industri.

Sk




Siapa Tahu Gubernur Akan Mendirikan Shaolin di NTB

lombokjournal.com

Kunjungan Gubernur TGH M Zainul Majdi dan rombongan ke Provinsi Henan, Tiongkok mulai membahas lebih detail, tidak hanya kerjasama di bidang pariwisata dan pertanian, juga menyangkut kerjasama di bidang budaya. Salah satu bentuk hasil dari karya budaya Negeri Tirai Bambu yang sangat dikenal adalah seni bela diri Shaolin. Apakah di Lombok perlu dibangun Shaolin Temple?

Hari kedua kunjungan Gubernur NTB ke Tiongkok, Selasa (17/5), diisi agenda kunjungan gubernur bersama rombongan ke Sekolah Songshan Shaolin Temple China. Te,pat ini dikenal sebagai salah satu pergurun Shaolin yang besar dan  terbaik yang ada di Provinsi Henan.  Shaolin Temple ini dipimpin suhu Kungfu yang terkenal, Shi Yan Lu, yang jumlah muridnya mencapai 18.000 orang.

Gubernur TGH M Zainul Majdi dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Henan Mr. Chen Runer yang didampingi Wakil Gubernur serta pejabat Henan pada hari itu juga, Selasa (17/5).
Gubernur TGH M Zainul Majdi dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Henan Mr. Chen Runer yang didampingi Wakil Gubernur serta pejabat Henan pada hari itu juga, Selasa (17/5).

Seperti layaknya pendidikan di Pondok Pesantren, semua murid diinapkan di asrama yang besar. Semua menjalani disiplin yang sangat ketat. Menurut penjelasan suhu Shi Yan Lun, saat murid meenjalani pendidikan tahun pertama, wajib menguasai dasar-dasar Kungfu.

Memasuki tahun ke tiga, ribuan murid itu sudah berani mendemonstrasikan berbagai atraksi atraksi.  Tentu saja, pendidikan yang berlangsung di pondok Shaolin tidak hanya mengajarkan ketrampilan fisik atau seni bela diri. Shaolin juga menanamkan nasionalisme, dan mengajarkan banyak hal terkait kekuatan bela negara, karakter mental semangat juang, semangat hidup istiqomah (konsisten) dan memegang teguh prinsip.

Sumbangan terbesar yang diberikan di pondok Shaolin bukan hanya kekuatan fisik, tapi sekaligus kekuatan karakter ata mental. Pendidikan ini meletakkan pondasi yg kuat bagi sumberdaya manusia yang siap memajukan bangsa dan negaranya.

Kunjungan Gubernur Majdi dan rombongan ke Shaolin Temple itu sangat  mengesankan. Pada hari itu juga gubernur dan rombongan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Henan Mr. Chen Runer yang didampingi Wakil Gubernur serta pejabat Henan pada hari itu juga, Selasa (17/5).

Belum jelas, apakah pertemuan yang membahas kerjasama lebih detail di bidang Pertanian, Pariwisata dan Budaya itu, juga membicarakan tentang Kungfu. Siapa tahu setelah berkunjung ke Provinsi Henan, Gubernur Majdi memerintahkan KONI NTB mendirikan Shaolin Temple di NTB.  Tentu akan banyak menarik minat generasi muda.

Suk.




PR 100 Hari KLU, Menuntaskan Soal Tenaga Kontrak

TANJUNG – lombokjournal.com

Waktu itu hari Jum’at, bulan Februari tahun lalu, di Dusun  Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, dukungan terhadap  Wakil Bupati (saat itu) Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengkristal dalam pengukuhan “Batur Najmul” di kecamatan yang diprediksi didominasi pemilih Bupati (waktu itu) Djohan Samsu. Di antara massa yang sangat bersemangat, sebutlah ‘Saprin’ meski bukan dari Bayan, datang memberi dukungan. “Dulu Ustadz Najmul idola saya. Saya pendukungnya, tapi saya tidak diperpanjang dari tenaga kontrak,” katanya.

Bupati H Najmul Akhyar; Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi
Bupati H Najmul Akhyar; Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi

Saprin hari Senin (16/5) lalu, termasuk salah satu tenaga kontrak yang tidak diperpanjang yang ikut berunjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU). Memang ia tidak termasuk yang melakukan aksi pelemparan atau ikut membakar seragam coklat di depan pintu masuk Kantor Bupati.

“Tapi seandainya saya rusuh, saya tidak mikir panjang pasti ikut merusak apa saja,” katanya kelihatan kesal.

Dialog antara Wakil Bupati KLU, Sarifudin, Sekda Suardi, dan  Asisten I Kholidi Halil, serta Asisten III Zulfadli di ruangan bupati dengan 10 orang wakil pengunjuk rasa di ruang Bupati, kabarnya mengakomodir tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi sebelum tahun 2015. Ini sesuai janji Pemkab Lombok utara, tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi akan dipertahankan,

Tapi bagi Saprin, juga banyak tenaga kontrak lainnya, meski akan dilakukan kajian dan pada bulan Agustus kembali dievaluasi untuk mengakomodir yang belum diperpanjang termasuk soal pembayaran gajinya, kepercayaan itu mulai surut.

Sebagian tenaga kontrak yang ikut berunjuk rasa itu mengatakan, baik Wakil Bupati, Sekda maupun pejabat lainnya tetap tidak memberi ketegasan usai pertemuan.

Kepentingan Politik

Hingga kini jumlah tenaga kontrak Pemkab Lombok Utara (KLU) jumlahnya lumayan menyedot anggaran, karena jumlah yang mencapai sekitar 1633 orang itu sedikitnya harus dibayar Rp850 ribu per bulan.

 

Disorot ada kepentingan politik
Disorot ada kepentingan politik

Sebelum berlangsungnya Pilkada, Pejabat Bupati Lombok Utara, Ashari, sudah menyoroti pengangkatan tenaga honorer di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lombok Utara.

Waktu itu dikatakannya, hampir tiap SKPD tak memperhitungkan, darimana penganggarannya dan apa kompetensi tenaga kontrak itu. Menjelang pilkada, seolah-olah tiap SKPD ramai-ramai menarik tenaga kontrak.

“Ini untuk memenuhi  tuntutan volume kerja, atau hanya kepentingan politik,” kata Ashari waktu itu.

Jadi sudah ada asumsi, tenaga kontrak yang diangkat itu berkolerasi dengan dukungan politik. Tapi sayangnya, meski telah dilakukan sidak, tidak ada keputusan tegas tentang nasib tenaga kontrak.

Baru setelah hajatan pilkada usai, Pemprov NTB mengharuskan kabupaten mengevaluasi tenaga kontraknya.  Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menegaskan akan melakukan evaluasi. “Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi),” kata Najmul, bulan Maret lalu.

Dan apakah yang tetap bertahan melanjutkan kontraknya benar-benar memenuhi kompetensinya untuk memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya.

Pekerjaan rumah (PR) terkait sekitar276 tenaga kontrak yang tidak diperpanjang, memang bukanlah pekerjaan besar. Namun bisa menjadi batu sandungan reputasi kesederhaan serta kedekatan Bupati Najmul Akhyar dengan masyarakat KLU.

H NAJMUL AKHYAR DAN ISTRI; Kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat
H NAJMUL AKHYAR DAN ISTRI; Kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat

Apalagi kalau tenaga kontrak yang tidak diperpanjang itu, ternyata merupakan orang-orang yang selama ini dekat dengan bupati sebelumnya. Tantangan yang harus segera dilakukan adalah melakukan ‘rekonsiliasi’ dengan mengandeng seluruh elemen kekuatan sosial politik di KLU.

Itu bisa dimulai dengan menyelesaikan PR tenaga kontrak dengan cara lebih berdaya guna.

SK