Gubernur Nusa Tenggara Barat DR. TGH M Zainul Majdi yangjuga Ketua Umum Tanfiziyah PB NW Pancor, menghadiri acara Adz-Dzikrol Hauliyyah Ma’had Darul Quran wal hadis Almajdiyah Asy syafiiyah NW ke 51 (lima Satau) yang bertempat di Al- Abrol Ponpes, di Mushalla Al- Abror lingkungan Yayasan Ponpes NWDI Pancor Lombok Timur (29/5). Turut hadir Dewan Penasehat PBNW ummi Ustazah Rauhun Zainuddin Abdul Majid.
Sekitar 1000 jamaah hadir menghadiri Hauliyyah yang ditandai penyerahan Toliban baru yang berjumlah 199 orang Tullab dan 166 orang Tullaban. Dengan demikian yang akan menjadi santri baru Darul Quran wal hadist Almajdiyah Asy syafiiyah NW berjumlah365 orang. Penyerahan ini diwakili TGH. H. Najmul Ahyar Lombok Utara, kemudian penyerahan diterima oleh Ummi Ustazah Hj. Rauhun ZM.
TGH M ZMajdi, Ketua Dewan Tanfidzyah ini menyerahkan ijazah kepada Mutkahrijin dan Mutkharijat
Setelah menerima santri baru, Ummi Hj. Rauhun menyerahkan kembali Mutakharijin dan mutakharijat yang telah menyelesaikan studinya selama kurang lebih 4 tahun di Ma’had Darul Quran wal hadis Almajdiyah Asy syafiiyah NW kepada wali santri yang hadir pada saat itu. Tercatat yang menyelesaikan studi pada Mahad Darul Quran wal hadist Almajdiyah Asy syafiiyah NW pada tahun 2016 berjumlah 50 orang.
Sebelum menyampaikan tauzyah (pengajian Umum), TGH M zainul Majdi, Ketua Dewan Tanfidzyah ini menyerahkan ijazah kepada Mutkahrijin dan Mutkharijat yang sukses menimba ilmu di Ma’had Darul Quran wal hadist Al majdiyah Asy syafiiyah .
Gubernur NTB DR. TGH M Zainul Majdi sebagai Syaihul Ma’had menyampaikan syukurnya dapat bersilaturrahmi dalam acara Tasyakur mahad yang sudah berusia 51 Thun. Kepada jamaah yang hadir, YGH zainul Majdi mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas keistikomahan untuk meneruskan amanah Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Majid Al- Pancory hingga berusia 51 tahun.
“Mudah-mudahan Allah memperpanjang usianya melipat gandakan keberkahannya dan memberikan Tulllab dan Tullibat kebaikan yang tidak putus-putus,” ujarnya.
Sebagai Syaihul Mahad TGB berpesan kepada seluruh santri baru maupun yang sudah lulus, hendaknya menjaga ketakwaan kepada Allah SWT jadilah Mutakarrijin dan Mutakarijat yang bertakwa kepada Allah, kalau sudah bertakwa insya Allah semua tugas akan dapat terselesaikan denagan baik. Kalau dipegang teguh pokok-pokok syariat hususnya seluruh rukun islamdan penjabaranya , yang ke tiga pegang teguh sifat-sifat dan ahlak mulia yang di contohkan Rasullallah SAW.
“Cukuplah kebanggaan kami sebagai mutakharrijin dan mutakharrijat, bila kalian bisa membawa pesan dan waksiat takwa dimana pun dan kapan pun anda berada,” wasiatnya
Dalam acara itu, hadir Ketua PB Muslimat NW Hj. Rahmi Djalillah, Anggota DPR RI H. Syamsul Lutfi, Bupati Lombok Utara DR. TGH Najmul Ahyar, Kadispora NTB DR. H Rosyiadi Syayuti, Kepala BKD dan Diklat Drs.H. Suruji dan kepala BPKAD NTB Ir. H. Iswandi dan hadir juga segenap Masaikh para Alim ulama Abituren Nahdatul Wathan.
(Syamsul/Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)
Sekda NTB, H Muhammad Nur Pamitan
MATARAM – lombokjournal
Sekda NTB, H Muhammad Nur tidak mengenakan seragam harian pegawai negeri yang biasa dikenakan pada apel rutin hari Senin. Ia menjelaskan , saat menjadi Pembina Upacara Bendera, seragam berbeda itu suatu isyarat perpisahannya dengan seluruh pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. “Beberapa hari ke depan, kita tidak berjumpa seperti ini dan paripurnalah saya menjalankan profesi saya sebagai aparatur sipil negara,” ungkap Sekda
H Muhammad Nur bersalaman dengan Asisten II Bidang Ekonomi dna Pembangunan, H Lalu Gita Ariadi; paripurna sebagai pegawai negeri
Upacara hari Senin di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur, di Mataram (30/05), semestinya yang menjadi pembina upacara adalah Asisten Setda namun digantikan oleh Sekda. Ini berkaitan dengan pamitan Sekda kepada seluruh pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTB.
H Muhammad Nur yang dilantik menjadi Sekda NTB tanggal 10 November 20 10 itu, minta maaf jika selama ini terdapatkekurangan dan kesalahan terhadap tertib administrasi pemerintahan, keuangan, aset dan tata personalia yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pejabat ASN tertinggi di Pemprov NTB.
“Kesempatan yang baik ini saya gunakan untuk minta maaf kepada kita semua selama saya berkarir di Nusa Tenggara Barat. Khususnya, selama 5 tahun 7 bulan saya menjadi Sekda di provinsiNTB,” ujarnya.
Setelah Upacara selesai, Sekda menghamipiri barisan peserta upcara kemudia menyalami pegawai Setda Prov NTB satu persatu. Para Pegawai pun termasuk para Asisten Setda dan Kepala Biro Setda Pemprov NTB antusias dan mengantri berjabat tangan seling memaafkan. Tampak raut muka haru baik H Muhammad Nur maupun para pegawai yang bersalaman dengan Sekda kelahiran Bima ini.
Siapakah yang akan dilantik sebagai Sekda yang baru? Meski belum diumumkan secara resmi, namun sudah tersebar berita bahwa Kepala Dinas Dikpora, DR H Rosiady Sayuti, rencananya akan dilantik Gubernur menjadi Sekda NTB yang baru hari Rabu (1/6) mendatang.
Suk
(Foto; Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)
Festival Makan Daging Anjing di China; Sekitar 10 ribu–15 ribu Anjing, Kucing atau Babi Disembelih
Lombokjournal.com
Bulan Juni mendatang, di daerah pedesaan Yulin, Provinsi Guangxi Zhuang, bagian selatan China, akan berlangsung The Lychee and Dog Meat Festival, yang biasa disebut sebagai Yulin Dog Meat Festival 2016. Festival yang dimulai tanggal 20 Juni hingga akhir bulan itu adalah acara tahunan yang akan membantai 10.000 – 15.000 anjing, kucing dan babi untuk jamuan menyambut musim panas.
Masyarakat di wilayah pedesaan Yulin, China bagian Selatan, memiliki tradisi makan anjing. Dan mereka membanggakan kepandaiannya memasak. Orang bagian lain negeri itu punya gurauan untuk orang Selatan itu: ‘Orang Selatan akan makan semua yang berkaki empat, kecuali kaki meja. Mereka akan masak semua yang terbang, kecuali pesawat terbang’.
Orang daerah Yulin yang makin makmur sejak tahun 1990, menghidupkan kebiasaan unik, yaitu mengadakan perjamuan dengan menu utama daging anjing untuk menandai datangnya musim panas. Para pendukung festival dan pemilik restoran menyatakan makan daging merupakan bagian tradisi orang Yulin. Festival itu mulai marak sekitar 20 tahun lalu, ketika masyarakat Yulin merasa perlu merayakan mulai terbitnya matahari di musim panas.
Tapi para pengkiritik mengatakan, tak ada unsur budaya dalam festival yang memperlakukan hewan dengan kejam. Sekitar 10-20 ribu anjing dibunuh untuk daging mereka tiap tahun di Cina. Namun pengkritik festival ini berpendapat, tidak ada nilai budaya dalam festival itu, kecuali dirancang hanya untuk mencari keuntungan uang.
Dog Days of Yulin.
Ya, hari yang berlimpah jamuan daging anjing. Bayangkan, di bagian dunia lain, anjing dianggap ‘teman baik’ manusia. Jangan heran bila aktivis hak-hak binatang seluruh dunia, termasuk di China, makin mengutuk Festival Daging Anjing. Mereka menyerukan, agar festival di Yulin dilarang. Perdagangan daging anjing dianggap ilegal, tidak diatur, dan kejam.
Sejak tahun 2013, Festival Daging Anjing di Yulin banyak mengundang berita negatif. Pemerintah daerah setempat menolak tradisi yang disebut makan daging anjing ‘saat matahari terbit di Musim Panas’ itu. Tapi penduduk setempat tak berhenti merayakannya. Para aktivis mati-matian mencoba menyelamatkan anjing sebelum pembantaian.
Festival jamuan makan dengan menu utama daging anjing ini memang kontroversial. Aktivis pecinta hewan menyerukan penghentian Yulin Dog Meat Festival. Laporan terbaru Humane Society International (HSI) pembantaian berlanjut sepanjang tahun di Yulin, dengan perkiraan 300 kucing dan anjing yang disembelih tiap hari.
Orang marah karena menyembelih anjing yang umum di Cina, dipandang sebagai bentuk kekejaman. Menjelang festival, anjing dan kucing diangkut truk, berdesakan dalam kandang kecil tanpa makanan dan minuman, menempuh jarak ratusan mil. Di antara hewan itu adalah hewan peliharaan keluarga yang dicuri.
Di belahan bumi lainnya, anjing merupakan ‘teman’ yang disayangi
Festival paling kontroversial di Cina itu makin marak sejak dua dekade terakhir. Banyak yang cemas –sebagian besar penduduk dunia menganggap ‘anjing sebagai teman bukan makanan’ — puluhan ribu anjing disembelih dan dimakan tiap tahun dalam acara yang berlangsung di kota Yulin, Provinsi Guangxi. Pegiat pecinta binatang tak bisa tinggal diam, karena 10.000 anjing dibantai menjadi santapan akhir pekan.
Akhir tahun 2014, para aktivis hak-hak binatang di berbagai Negara demo di luar gedung Pemerintah Kota Yulin. Tapi aksi itu mengundang kemarahan penduduk. Beberapa spanduk dirobek penduduk setempat. Terjadi baku mulut antara penduduk yang naik pitam dengan pengunjuk rasa. Aparat keamanan muncul membubarkan massa
Tapi pengunjuk rasa dari China masih bertahan, mengecam bagaimana moralitas masyarakat yang membantai anjing dan menjadi sajian di piring untuk para tamu. Tapi warga Yulin bersikukuh tidak akan menghentikan perjamuan dengan menu utama daging anjing itu. Malah dengan bangga sebagian penduduk mengtakan, acara itu akan membuat Yulin menjadi daerah yang makin terkenal.
“Anda tidak pernah protes Piala Dunia. Anda hanya meributkan tradisi kami, pada festival ini merupakan reputasi terbaik kami, punya masakan daging anjing terbaik di Cina. Di masa depan, Yulin akan menjadi lebih terkenal! ” teriak seorang penduduk.
Roman Emsyair
Kebersamaan Membangun Pertanian Bersama TNI, Berkontribusi Wujudkan Surplus Beras NTB
MATARAM – lombokjournal
Kebersamaan bersama TNI dalam pembangunan, khususnya di bidang pertanian, memberikan kontribusi besar pada surplus beras di NTB “TNI turun ke sawah sangat membantu mewujudkan kedaulatan pangan,” kata Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi.
Gubernur Majdi menyampaikan itu, saat menerima kunjungan silaturrahmi Panglima Kodam IX Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, di Forum Koordiasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, bupati-Walikota se-NTB serta Tokoh agama dan Tokoh Masayarakat NTB hari Kamis, (26/5) di Pendopo Gubernur NTB, Mataram. “Semua pengabdian yang lekat dengan rakyat kami ucapkan terima kasih, untuk mendukung sehingga NTB makin nyaman,” ujar Gubernur.
Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan dalam forum tersebut, Gubernur meyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Pangdam yang pernah menjabat ajudan Presiden ke-6 RI tersebut. “Alhamdulillah kita dapat bertemu muka dan berinteraksi dengan Bapak Panglima yang baru menerima amanah, memimpin TNI AD bertugas di tiga provinsi termasuk NTB. Selamat datang semoga diberi kemudahan dalam melaksanakan tugas,” ungkap Gubernur ramah.
Selanjutnya Gubernur menjelaskan, NTB saat ini sedang giat membangun dengan dinamika semakin cepat dengan kebersamaan sebagai kunci utama keberhasilan.
Dalam kesempatan sama, Pangdam Kustanto menyatakan, menjabat Pangdam Udayana merupakan berkah dan kehormatan karena salah satu provinsi yang menjadi wilayahnya dikenal dengan Provinsi seribu masjid dengan kemajuan luar biasa.
“Capaian pembangunan NTB sangat membanggakan dengan capaian pertumbuhan ekonomi NTB kuartal pertama tahun ini yang mencapai 5,68 yang jauh di atas rata-rata Nasional,” ungkap jendral Lulusan akmil tahun 87 ini.
Disampaikan Pangdam, Kunjungan Pangdam Udayana ke NTB ini merupakan baru pertama kali dilaksanakan setelah hari ke 22 setelah dilantik pada 4 Mei 2016 lalu. Tujuannya kunjungan perdana ini dijelaskannya, untuk memastikan tupoksi satuan TNI AD di setiap tingkatan berjalan baik dan bersilaturrahmi dengan Gubernur, Pimpinan Daerah lainnya untuk menyamakan visi di tengah tantangan dan peluang yang akan dihadapi ke depan.
“Kerjasama, koordinasi, sinergi dan gotong royong sangat penting sebagai solusi. TNI siap dan ingin menjadi bagian sukses inBersama rakyat wujudkan daerah ini aman dan sejahtera” ungkapnya berkomitmen tegas.
Esoknya, Jumat (27/5/2016) pangdam diagendakan mengunjungi cetak sawah baru di Desa Rempung Lombok Timur, dan Ponpes Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah.
Suk
Berakhirnya Festival Pembantaian
lombokjournal.com
Tiap lima tahun, “Festival Gadhimai” berlangsung di desa Bariyapur, sebuah komunitas yang terletak di Nepal selatan dekat perbatasan India. Diadakan di Kuil Gadhimai dari Bariyapur, acara ini pada dasarnya adalah festival ‘pembantaian hewan secara terbuka’ – kerbau, ayam, kambing dan babi – dan merupakan persembahan ‘hewan kurban’ terbesar di dunia.
Menurut cerita ini, ia mulai ritual setelah dibebaskan. Ia mengumpulkan tetes darah sendiri dari lima tempat yang berbeda di tubuhnya. Setelah itu, ia melihat cahaya yang muncul di gerabah, dan sejak itu pengorbanan berdarah mulai.
Tahun 2009, festival itu dilaporkan mengorbankan 200.000 hewan dalam rentang dua hari. Ratusan ribu hewan dipenggal dengan pedang oleh anggota yang ditunjuk masyarakat. Pemenggal kepala hewan itu berharap memenggal dalam satu kali ayunan pedang. Tapi lebih sering, orang-orang itu harus mengayunkan pedangnya beberapa pukulan untuk menyelesaikan pekerjaannya,
Meskipun mendapat tekanan internasional, ternyata kemarahan publik tidak merubah tradisi itu. Namun, pada tahun 2014 The Animal Welfare Jaringan dari Nepal (AWNN) bersama relawan penciinta lingkungan local berusaha meyakinkan, kalau kebutuhannya hanya memperoleh darah hewan kurban, itu bisa dilakukan dengan membuat luka kecil di telinga hewan bukannya membantainya.
Setidaknya usaha terus menerus ini berhasil mengurangi hewan yang dikurbnankan. Dari 200.000 tahun 2009 menjadi 5.000 pada tahun 2014. Pemerintah Nepal juga tidak memberikan dana resmi untuk festival. Berbeda dengan tahun 2009, saat itu penyelenggara festival diberi dukungan 4,5 juta rupee dari Pemerintah Nepal.
Menjelang pelaksanaan festival, Pemerintah India mencegah ribuan hewan yang berusaha melintasi perbatasan dan memasuki wilayah festival. Tekanan internasional terhadap festival yang diberangi pembantaian itu makin kuat.
Anil Bhanot, melakukan gerakan melalui wacana publik. Filmmaker Gabriel Berlian memproduksi film dokumenter menampilkan Manoj Gautam, aktivis lingkungan dan hak-hak hewan muda, yang mencoba mengakhiri Festival Gadhimai dengan menggandeng gerakan relawan Nepal, pemimpin spiritual, LSM, dan pejabat pemerintah.
Ada upaya untuk menciptakan lebih banyak tekanan pada pemerintah untuk memastikan pembantaian kurban tidak pernah terjadi lagi.
Tanpa Hewan Kurban
Akhirnya, pembantaian hewan kurban dalam Festival Nepal dilarang. Mungkin ini kemenangan penccinta hewan di seluruh dunia. Penganut Kuil Nepal (Nepal Temple) pada akhir 2014 mengumumkan, pada Festival Gadhimai tahun 2019 menghentikan persembahan semua hewan kurban. Semua umat dilarang membawa binatang ke festival lima tahunan agama Hindu yang telah berlangsung selama 300 tahun terakhir.
“The Gadhimai Temple menyatakan keputusan resmi kami, untuk mengakhiri hewan kurban. Dengan bantuan Anda, kita dapat memastikan Festival Gadhimai 2019 bebas dari pertumpahan darah. Selain itu, kita dapat memastikan Festival Gadhimai 2019 adalah perayaan penting dari kehidupan”, kata pemuka Kuil Gadhimai, Ram Chandra Shah.
Keputusan itu diumumkan oleh penganut Kuil Nepal Gadhimai, setelah negosiasi ketat dan kampanye oleh Animal Welfare Jaringan Nepal (AWNN) dan Humane Society International / India. Ini kemenangan yang akan menyelamatkan nyawa hewan yang tak terhitung jumlahnya.
Dengan intervensi Mahkamah Agung India yang melarang gerakan hewan dari India ke Nepal, AWNN dan HSI / India melihat penurunan hingga 70 persen dalam jumlah hewan kurban dari pesanan 2009. Keputusan Mahkamah Agung mengakibatkan penangkapan 100 pelanggaran, dan lebih dari 2.500 hewan disita.
Awal tahun ini, menyusul kecaman terhadap pembantaian di Festival Gadhimai, panitia Kuil Gadhimai memutuskan untuk tidak lagi melakukan persembahan hewan kurban apa pun selama panen festival (Sankranti)”.
Roman Emsyair
Gubernur Jelaskan Potensi Investasi NTB ke Jepang
MATARAM – lombokjournal.com
Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menjelaskan potensi investasi pertanian, perikanan dan kelautan pada PT SBCS Indonesia, anggota dari Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG) yang bergerak di bidang konsultasi bisnis. Diharapkanbya, PT SBCS membuka dan memberikan informasi akurat terkait potensi investasi yang ada di NTB.
NTB memiliki potensi yang sedang dikembangkan, yaitu bidang pertanian, termasuk peternakan dan kelautan. “Kami memiliki produksi beras yang dijamin kentinyuitasnya. Di Kawasan Samota, terdapat potensi rumput laut dan perikanan yang besar. Selain itu, kami sedang mengembangkan pariwisata, yang juga memiliki kawasan ekonomi khusus,” ungkap Gubernur saat menerima Presiden Direktur PT SBCS Indonesia, Mr. Satoshi Oaka di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (25/05).
Dalam pertemuan itu, Gubernur Majdi menyambut baik investor Jepang yang hendak berinvestasi di NTB. Saat ini NTB menjadi perhatian dunia karena memiliki potensi yang cukup besar untuk mendorong pembangunan daerah.
Kehadiran Mr. Satoshi Oaka menemui orang nomor satu di NTB tersebut untuk membahas dan mendapatkan gambaran terkait potensi NTB yang dapat dijadikan peluang bagi para investor atau pengusaha dari Jepang.
T SBCS Indonesia selama ini menyediakan layanan bagi investor Jepang baru dan potensial. Selama ini berusaha memberikan informasi dan saran untuk perusahaan Jepang yang mencari peluang bisnis dan ekspansi di Indonesia. PT. SBCS Indonesia selalu menyediakan informasi terbaru yang berkaitan dengan politik, ekonomi, industri dan regulasi.
Karena itu, Gubernur berharap PT. SBCS dapat membuka dan memberikan informasi akurat terkait potensi investasi di NTB. “Kami berharap ada investasi besar yang dilakukan para investor jepang, baik individual investment maupun company investment,” harap Gubernur Majdi.
Usai pertemuan, pihak PT. SBCS menjelaskan akan memfasilitasi informasi potensi daerah tersebut kepada para investor jepang. NTB dikenal dengan program Pijar-nya, yaitu, Sapi, Jagung dan Rumput Laut. Dan investor jepang sekarang banyak yang fokus untuk investasi di bidang agriculture.
“Jadi, kami memang mau lihat di NTB ini bagaimana dan kondisi aktualnya bagaimana. Kami mau lihat langsung di lapangan itu bagaimana,” ungkap Juru Bicara PT. SBCS Indonesia pada wartawan.
Di tempat sama, Kepala BKPM Provinsi NTB, Ridwansyah mengungkapkan langkah-langkah untuk mendorong para investor agar mau berinvestasi di NTB. Di Jepang, NTB dianggap sebagai tujuan investasi yang menarik. “Jepang merupakan negara yang paling besar investasinya di Indonesia. Dan untuk NTB, Jepang termasuk yang berinvestasi di Newmon,” jelasnya.
PT SBCS Indonesia selama ini juga memberi layanan pada investor meliputi konsultasi (strategi bisnis dan studi industri), bisnis yang cocok, dan masalah hukum atau regulasi di tempat tujuan investasi.
Suk
(Sumber : Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)
Iklan Anti-Merokok; Membuat Anda Mengatakan Buruknya Kebiasaan Merokok
Orang dewasa yang merokok mulai mengatakan buruknya merokok, setelah anak-anak mendekati mereka dan meminjam korek untuk menyalakan rokok.
Sungguh, para perokok pun tahu bahwa merokok mengancam kesehatan. Tapi orang terus merokok. Sedikitnya, separuh dari para perokok akhirnya meninggal. Kebiasaan merokok mengakibatkan kematian sekitar 6 juta tiap tahun, Namun, hampir 1 miliar orang di seluruh dunia terus merokok.
“Bisa aku pinjam korek?”
Ironisnya, 80 persen mereka yang terlibat kebiasaan mahal ini, hidup di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Padahal beban penyakit terkait kebiasaan menghisap nikotin tembakau itu membutuhkan biaya mahal, atau menghadapi resiko kematian.
Ini tugas berat bagi para pejabat yang berwenang mengurus kesehatan, bagaimana mengingatkan betapa bahaya yang harus dihadapai para perokok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, tembakau menyebarkan semacam ‘penyakit menular’ yang menjadi salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia yang pernah dihadapi.
Ternyata terbukti, hanya memberitahu orang-orang bahwa merokok akan membunuh diri sendiri bukanlah solusi. Itu sebabnya, lembaga Ogilvy Thailand menciptakan kampanye cerdik cerdas untuk mendorong orang dewasa berpikir tentang kebiasaan merokok.
Iklan di atas – yang dinilai sebagai ‘iklan anti-merokok paling efektif yang pernah anda lihat’ – menggunakan anak-anak untuk mengelabui perokok agar mereka (para perokok itu) menyatakan seberapa buruk kebiasaan yang selama ini dinikmatinya.
Dalam iklan itu digambarkan, beberapa anak mendekati orang yang sedang merokok di tempat umum, dan anak itu mengatakan meminjam korek. Menghadapi situasi mendadak itu, orang dewasa mulai menjelaskan kepada anak, mengapa mereka tidak boleh merokok.
“Jika kamu merokok, kamu mati lebih cepat,” satu orang mengatakan kepada seorang anak. “Apakah kamu tidak ingin hidup dan bermain dengan teman-temanmu?”
“Ketika kamu merokok kamu menderita paru-paru kanker , emfisema dan stroke,” kata yang lain.
Setelah anak-anak itu mendapat nasehat tentang bahaya merokok, mereka menyerahkan brosur dengan nomor telepon untuk panggilan tentang informasi pentingnya berhenti merokok. Bunyinya:
“Kamu mencemaskan kesehatan Saya? Tapi mengapa tidak mengkhawatirkan kesehatan diri Anda? ”
Roman Emsyair
(sumber:trueactivist)
Menyerap Keberhasilan Pembangunan dari Kabupaten Bantaeng
Studi komparasi atau studi banding Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, memang tepat untuk menyerap keberhasilan dari Kabupaten Bantaeng yang ‘fenomenal’ melakukan lompatan besar menurunkan angka kemiskinan, pengangguran dan memompa pertumbuhan ekonomi. “Kepemimpinan, networking, bertumpu pada kekuatan lokal, dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng fokus dalam perencanaan, merupakan kunci keberhasilan Bantaeng,” kata Kepala Bappeda Provinsi NTB, H Chairul Mahsul kepada lombokjournal.com, Rabu (25/5) sore, yang baru tiba menyertai Wagub melakukan studi banding di Bantaeng.
Belajar dari hal-hal yang bermanfaat dari kunjungan ke Kabupaten Bantaeng
Wagub H Muhammad Amin memilih Kabupaten Bantaeng untuk studi komparasi pembangunan karena kabupaten ini progresif memajukan berbagai sektor. Sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Wagub yang berkomitmen menurunkan angka kemiskinan secara progresif, melirik Bantaeng yang dalam strategi pembangunannya fokus dengan sinergitas dan koordinasi itu, berhasil mengatrol pertumbuhan ekonominya 9,5 persen.
“Bupati Bantaeng bisa memanfaat jaringannya yang luas untuk mempercepat pembangunan daerahnya. Kita bisa belajar yang baik dari mana pun. Karena itu strategi yang baik dari Bantaeng bisa diadopsi di Provinsi NTB. Saya percaya, pemimpin pemerintahan di NTB bisa belajar dari hal-hal yang bermanfaat dari kunjungan ini,” jelas Wagub melalui telpon pada lombokjournal.com, Rabu sore.
Dalam kunjungan ini, Wagub H. Muh. Amin berangkat bersama Wakil Bupati dan beberapa pimpinan SKPD se-NTB bisa menyerap perkembangan pembangunan kabupaten kecil yang merebut perhatian nasional. Para pemimpin pemerintahan di kabupaten se NTB bisa melihat langsung keberhasilan Kabupaten Bantaeng, yang pernah disebut “The Hidden Paradise” di Indonesia, karena letaknya “agak tersembunyi” (membutuhkan perjalanan darat sejauh 120 km dari Kota Makassar, atau sekitar 2,5 jam waktu tempuh dengan mobil).
Tapi sejak tahun 2008, saat Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. memimpin Bantaeng, predikat kabupaten langganan banjir ini, perlahan-lahan berubah menjadi daerah bebas banjir, bersih, dan indah. Kawasan pantai yang semua kotor dan kumuh, serta penuh semak-belukar, disulap menjadi Pantai Seruni dan Pantai Marina, dengan pusat kuliner, restoran terapung, hotel berbintang dan lapangan yang mewah dan indah, dengan fasilitas pendaratan helikopter (helipad), siap menyambut wisatawan lokal dan mancanegara.
Topografi Bantaeng berupa pegunungan, dataran dan perairan, sampai tahun 2008 memiliki masalah akut, yaitu banjir, kekeringan, dan masalah pelayanan kesehatan dasar. Selain itu, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran menjadi pekerjaan penting mendesak yang harus diselesaikan.
Dulu saat musim hujan tiba pasti banjir. Kemudian, Pemkab Bantaeng memutuskan membangun cekdam pengendali banjir dan waduk tunggu. Dengan inovasi tersebut, bukan hanya masalah banjir teratasi,. “Sekaligus menjadi solusi bagi pengairan lahan pertanian yang sebelumnya hanya mengandalkan datangnya musim penghujan,” cerita Prof Nurdin pada tamunya dari NTB.
Keteladanan Pemimpin
Menurut Chairul Mahsul, keteladanan kepemimpinan Bupati Nurdin Abdullah bisa menjadi pembelajaran. “Pak Nurdin hanya hari Senin di kantor, selebihnya turun ke lapangan,” ujarnya.
H Chairul Mahsul; karakteristiknya sama dengan NTB
Selain sederhana dan bisa menjalin komunikasi yang baik dengan warganya, Nurdin Abdullah memang telah melakukan langkah-langkah seorang pemimpin yang banyak melakukan perubahan-perubahan. Salah satunya adalah merubah mindset dan sikap dari aparatur dan masyarakatnya, dalam tempo relatif cepat.
Tentang perubahan mindset aparatur ini bisa diambil contohnya, pembangunan Bantaeng Industrial Park seluas 3.000 Ha, tanpa pungutan sepeser pun untuk penerbitan perijinan yang tak lebih dari satu jam atau Free Licenses within one day one Stop Service. Mega proyek PMA Jepang itu berhasil menarik dana puluhan trilyun rupiah masuk dan berhasil menjadi roda raksasa penggerak perekonomian Bantaeng, dan tentu saja dapat membuka ribuan lapangan kerja baru.
Dengan mengefisienkan pegawai negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN), Bantaeng banyak mengurangi tenaga honor. Dan itu membuat anggaran belanja pegawai hanya sekitar 46 persen. “Di kabupaten/kota di NTB umumnya di atas 50 persen,” kata Chairul Mahsul.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan akses jaringan itu membuat Bantaeng banyak mendapat dukungan. “Banyak pembangunan sarana publik tanpa menggunakan APBD,” tuturnya. Bupati Nurdin Abdullah menamatkan pendidikan Master of Agriculture, dan Doctor of Agriculture dari Kyushu University, Jepang.
Nurdin Abdullah yang dalam Pilkada April 2013 yang lalu meraih 82,71 persen itu juga mendapat hibah puluhan mobil ambulans dan Damkar dari Pemerintahan Jepang. Sehingga bisa berinovasi memberikan pelayanan kesehatan dengan Brigade Siaga Rencana (BSB), yang melayani masyarakat dimana pun dan kapan pun dengan waktu respon cuma 20 menit.
Masyarakat dan sekitarnya cukup menelpon call center 113 untuk mendapatkan layanan Ambulance gratis 24 jam, dengan fasilitas dokter dan tenaga medis dan peralatan yang berstandar Internasional. Dengan inovasi itu pula, angka kematian ibu melahirkan yang semula 12 ribu per tahun, sekarang ditekan menjadi nol.
Inovasinya termasuk dalam peningkatan produksi rumput laut, jagung dan sektor perikanan kelautan. Kabupaten Bantaeng berhasil menekan angka pengangguran dari 12,21 persen (2008) menjadi hanya 2,4 persen (2015). Penurunan angka kemiskinan, dari 12,12 persen (2008) menjadi 5,89% (2015). Perekonomian daerah juga tumbuh hingga mencapai 9,5 persen (2015), angka itu berarti mengalahkan Tiongkok. Dan dan income per kapita warga Bantaeng pun naik dari sekitar Rp. 5 juta (2008) menjadi Rp. 27 juta (2015).
“Bantaeng fokus dalam perencanaan pembangunan, khususnya ketergantungan di sektor pertanian. Banyak kesamaan karakteristik antara Bantaeng dengan daerah-daerah di NTB. Pemimpin pemerintahan di daerah bisa belajar banyak dari hasil kunjungan ke Bantaeng,” pungkas Chairul Mahsul.
Ka-eS.
Kemajuan Literasi ; Tersedianya Buku ‘Tingkat Keterbacaan’nya Sesuai Jenjang Pendidikan
MATARAM – lombokjournal
Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof Mahsun, menunjukkan kelemahan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan No 13/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Apakah kelemahan iutu? Menurutnya, Permen yang kegiatan utamanya antara lain mewajibkan siswa membaca buku non pelajaran selama 15 menit (literasi sekolah) itu, tidak ditunjang buku-buku yang menumbuhkan pemuliaan perilaku. “Permen itu mandul,” katanya.
Terbitnya Permen itu memang tak ditopang infra struktur, yakni penyediaan buku-buku bacaan yang menumbuhkan pemuliaan perilaku. Menteri Dikbud, Anis Baswedan, bahkan tidak memikirkan seandainya membutuhkan buku-buku yang berisi tokoh-tokoh yang mempunyai karakter mulia, dimana harus memperolehnya. Khususnya untuk menunjang kegiatan literasi sekolah.
Prof Mahsun; penyediaan buku-buku bacaan yang menumbuhkan pemuliaan perilaku
Kelemahan ini menimbulkan masalah di beberapa tempat. Misalnya di Surabaya yang telah menetapkan diri sebagai “Kota Literasi”. Tiap sekolah di Kota Pahlawan itu bersemangat membangun ‘pojok perpustakaan’. Untuk mengatasi kekurangan buku, pihak sekolah meminta sumbangan buku dari orang tua siswa.
Ketika buku-buku terkumpul, siapa akan menyeleksi buku-buku tersebut? Memang banyak cerita-cerita lokal, bagaimana kalau terbukti banyak ditemui buku-buku cerita dengan bahasa tak senonoh?
Demikian juga yang terjadi di Aceh, yang mencoba meniru apa yang telah dilakukan sekolah-sekolah di Surabaya. Pihak sekolah juga meminta sumbangan buku dari orang tua. Sayangnya, di Aceh sangat sedikit toko buku yang menyediakan buku-buku yang sesuai dengan misi penumbuhan budi pekerti. “Sumbangan buku yang terkumpul lebih banyak komik yang sama sekali tidak sesuai dengan misi penumbuhan budi pekerti,” kata Mahsun.
Kelemahan serupa berlangsung terus, hingga pihak Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Apa yang terjadi? Misi yang diemban adalah menumbuhkan budi pekerti, namun buku yang diwajibkan untuk dibaca siswa ternyata adalah “buku pengayaan” (penunjang mata pelajaran).
“Setiap kegiatan harus ada indikator pencapaiannya. Kegiatan literasi sekolah harus mengutamakan kemajuan dan pengembangan kemampuan membaca dan menulis,” kata Mahsun. Itulah sebabnya, ia mengatakan Permen Dikbud itu mandul.
Tingkat Keterbacaan
Kegiatan literasi memang bertujuan menumbuhkan motivasi agar siswa bergairah membaca dan menulis. Dalam konteks penumbuhan budi pekerti, misalnya siswa diwajibkan membaca buku cerita lokal yang mempunyai pesan pemuliaan perilaku. Kemudian siswa yang bersangkutan diwajibkan untuk mereproduksi kembali (menceritakan dengan bahasanya sendiri) hasil bacaannya.
Namun dalam kegiatan literasi sekolah, siswa tidak sekedar asal dibiasakan membaca buku. Buku-buku yang wajib dibaca siswa adalah buku yang ‘tingkat keterbacaannya’ sesuai jenjang pendidikan siswa. Menurut Prof Mahsun, yang dimaksud ‘tingkat keterbacaan’ sesuai kebutuhan siswa itu mencakup dua hal, yakni segi kebahasaan dan substansi isinya.
“Kalau seorang ibu membacakan cerita untuk anaknya yang kelas 3 SD, harus tersedia buku yang bahasa maupun isinya benar-benar sesuai dengan jenjang pemahaman anaknya,” kata Mahsun mencontohkan.
Pengalaman Prof Mahsun sebagai Tim Pengarah Pengembangan Kurikulum 2013, memang sangat ketat dalam penentuan standar buku-buku wajib. Sebagai anggota Tim Pengarah itu, Mahsun berperanan dalam menilai standar kompetensi lulusan (SKL). Ia juga menilai buku-buku yang disusun Tim Inti. “Waktu itu kita harus ketat, karena itu banyak penulis yang harus diganti karena tidak memenuhi standar,” katanya.
Karena itu, dengan program ‘provinsi literasi’, tim yang dipimpinnya tengah mengembangkan buku iterasi sekolah, dengan penulisan kembali cerita-cerita lokal yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Selain itu juga melatih guru-guru agar kegiatan literatur sekolah dapat berlangsung.
Prof Mahsun dengan Institut Riset Nusantara yang didirikannya juga menyiapkan penyediaan buku yang ‘tingkat keterbacaannya” disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Juga termasuk merancang agar sekolah siap melakukan kegiatan literasi sekolah.
Kemajuan literasi perlu diupayakan, mengingat siswa Indonesia hanya 1,5 persen yang memiliki kemampuan memahami bahan bacaan yang memerlukan pemikiran. Contohnya, kalau siswa diberi soal biasanya bisa menjawab cepat kalau jawaban itu terdapat dalam bahan yang dibacanya. Kalau harus menyimpulkan sendiri isi bacaannya, kemampuannya masih rendah. Ini juga tercermin dari penelitian PICA, kemajuan literasi di Indonesia masih menempati urutan 64 dari 65 negara yang diteliti.
Sebagai pakar bahasa, Mahsun juga mengkritik pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2006. Dalam kurikulum 2006, pelajaran bahasa tidak mendorong kemampuan berpikir, tapi hanya mempelajari penguasaan ‘bentuk bahasa’.
“Kurikulum 2013 saat ini yang mengembangkan kemampuan berpikir,” kata Prof Mahsun yang memimpin Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak tahun 2012 hingga bulan Desember 2015.
Penetapan NTB sebagai ‘Provinsi Literasi Tahun 2016’ memang tak lepas dari masukan Prof Mahsun. Hal terpenting dari program itu, untuk mendorong kemampuan berpikir siswa. “Siswa kita kemampuan berpikirnya rendah, karena terbiasa menghafal,” katanya.
Seperti biasa, pria kelahiran 1959 di Jereweh, Sumbawa itu selalu bersemangat. Mahsun optimis, dengan potensi yang dimiliki NTB, program provinsi literasi ini akan menjadikan NTB sebagai model penyelenggaraan kegiatan literasi sekolah secara nasional.
Ka-eS.
,
Petani Kayangan Marah, Membakar Proyek Perpipaan Air Bersih Lokok Lempanas
LOMBOK UTARA – lombokjournal.com
Berkali-kali mengadu tak ada tanggapan, akhirnya petani Kayangan bergerak. Menjelang siang, hari ini (Senin, 23/5), sekitar seribu orang petani dan pemuda dari berbagai desa di Kecamatan Kayangan mendatangi lokasi pembangunan Perpipaan Air Bersih Lokok Lempanas di Desa Senjajak. Mereka membakar pipa air dan bak penampungan yang belum selesai pengerjaannya.
Tak ada yang bisa menghalangi aksi petani itu. Mereka bergerak dari Kecamatan Kayangan sekitar pukul 09.00 wita, dengan mengendarai sepeda motor. Kabarnya, Camat Kayangan, Tresnahadi, sempat menghubungi beberapa orang agar masa bisa diajak berunding untuk menemukan solusi terbaik. Tapi para petani itu mengaku tak sabar, karena sudah beberapa kali memberi peringatan tapi pihak pemerintah setempat tak merespon.
Waktu tiba di lokasi penumpukan pipa dan pembangunan bak air di Desa Senjajak, mereka langsung mencari sampah dan daun kering. Setelah mengumpulkan bahan yang mudah terbakar dan menaruh di atas tumpukan pipa paralon dan bak penampungan yang sedang dalam pengerjaan, mereka menyulutnya dengan api. Di tempat itu memang sejak pagi sudah kelihatan aparat kepolisian berjaga, namun tak bisa mencegah karena petani yang tampak emosi itu jumlahnya banyak.
“Kita sudah memperingatkan baik-baik, supaya proyek tidak diteruskan. Tapi sekarang mereka sengaja membuat petani marah,” kata seseorang yang ikut menyulut api.
Menurut catatan Lombok Journal, insiden kemarahan petani itu hampir terjadi beberapa waktu sebelumnya. Waktu itu, hari Minggu (8/5) siang, sekitar 30 anggota P3A (Persatuan Petani Pemakai Air) Kecamatan Kayangan yang didampingi pengurus P3A dan tokoh masyarakat setempat itu sempat memperingati buruh agar menghentikan pekerjaan. Mereka berusaha menemui bos yang punya proyek tapi tidak ada. Mandor lapangan pun tidak bisa ditemui. Jadi mereka bicara langsung dengan buruh. Waktu itu mereka sempat mengusir sebuah truk yang datang mengangkut pipa.
Menurut informasi, setelah kejadian itu mereka berusaha menyampaikan ke pemda melalui Wakil Bupati, Sarifuddin, yang juga berasal dari Kecamatan Kayangan. Namun jawaban yang diterima, proyek itu akan terus berjalan karena merupakan proyek dari pusat.
Dua hari sebelumnya, Sabtu (21/5) para petani berkumpul untuk merundingkan langkah yang akan diambil. Sebab mereka sudah berusaha menemui Camat Kayangan tapi tidak ketemu, dan Sekcam yang menemui mereka tak bisa memberi penjelasan.
Dalam pertemuan itu, yang juga melibatkan kelompok pemuda, disepakati untuk menyampaikan surat pada pemda setempat. Isinya, masyarakat petani pengguna air minta agar proyek perpipaan dihentikan. Tapi Hari Senin, masa bertindak spontan melakukan pembakaran di lokasi proyek di Senjajak.
Debit Air Berkurang
Petani anggota P3A tak bisa menerima proyek perpipaan Air Bersih Lokok Lempanas itu karena merupakan sumber air utama Dam Santong. Daerah irigasi Santong mengairi persawahan dikelola P3A untuk petani se Kecamatan Kayangan seluas lebih 2000 ha lebih dari 3000 subak.
Areal persawahan di Kecamatan Kayangan yang terluas di seluruh Lombok Utara. Saat ini petani cemas, karena debit air Dam Santong terus menyusut. Kadang debitnya hanya mencapai 400 liter per detik. Padahal untuk mengairi 2000 ha persawahan membutuhkan sekitar 3600 liter per detik. Sering terjadi, saat air kurang terjadi konflik antar petani.
Saat musim tanam polowijo MK3, pihak P3A dan Juru Pengairan harus memaksa subak air untuk mengosongkan (bro) sebagian sawahnya karena keadaan air tidak cukup. Dengan adanya proyek perpipaan itu, kekurangan air bagi petani makin parah.