BPPD Mataram Bakal Mati Suri Tahun Ini

Aktivitas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Mataram atau BP2KM, bakal mati suri tahun ini, karena tidak punya anggaran.

MATARAM –lombokjournal.com – Kabar itu disampaikan Sekretaris BP2KM, Yudi Mukhlis, Selasa (31/1) di Mataram. “Istilahnya bisa mati suri. Kita nggak dapat anggaran tahun 2017 ini, padahal ada cukup banyak program yang sudah kami jadwalkan untuk kepentingan promosi pariwisata Kota Mataram,” kata Sekretaris BP2KM, Yudi Mukhlis, Selasa (31/1) di Mataram.

Menurut Yudi, untuk program promosi tahun 2017 ini BP2KM mengusulkan dana sekitar Rp1,9 Miliar. Dana itu untuk sejumlah event promosi, gelaran atraksi dan seni pertunjukan, dan juga peningkatan kapasitas masyarakat pariwisata.

“Kita ada progran pelatihan SDM di bidang pramuwisata, juga ada pelatihan pramusaji tahap dua melanjutkan tahap satu yang sudah jalan tahun lalu,” katanya.

Sejumlah event juga sudah direncanakan, seperti Mataram Great Sale, Festival Kopi Nusantara, dan Festival Mataram.

“Tahun lalu kita juga usulkan Rp1,9 Miliar tapi yang turun hanya Rp200 juta. Tapi berapa kegiatan bisa berjalan karena ada sedikit anggaran. Nah tahun ini sama sekali tidak ada anggaran. Ini sulit bagi kami,” tukas Yudi.

gra

 




Malam Tahun Baru, Non Stop Bersama Gus Dur

MATARAM – lombokjournal.com

Banyak cara merayakan pergantian tahun. Anak Muda NU Mataram Merayakan Malam Tahun Baru, menggelar kegiatan  24 jam suntuk  memperingati Haul Gus Dur.

Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Mataram menyelenggarakan serangkaian kegiatan mengambil tema 24 Jam bersama NU dan Gus Dur. Kegiatan ini dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat, mulai subuh tanggal 31 Desember 2016  hingga 1 januari 2017.

“Ini merupakan agenda tahunan rutin yang diperingati keluarga besar NU Mataram,” kata Ketua Panitia Haul Gus Dur, Hasan Basri, Kamis (29/12), dalam rilis yang dikirimkan ke lombokj0urnal@com.

Menurutnya, pergantian tahun baru tak perlu berhura-hura, dan mengahbiskan waktu dengan kegiatan buruk. “Lebih baik kita isi dengan serangkaian kegiatan positif,” katanya.

Dalam haul Gus Dur tahun ini, anak-anak muda NU Mataram menyiapkan serangkaian kegiatan mengisi detik-detik pergantian tahun, seperti “sholat subuh berjamaah, pelatihan santri digital, momeriam of Gusdur bersama tokoh lintas iman, istighosah dan doa bersama, refleksi akhir tahun, dan puncaknya akan dilaksanakan pagelaran musik, pembacaan puisi, teaterikal dan lain-lain yang bertajuk ‘Lailatul Art”, jelas Ketua Ansor Kota Mataram ini.

Pengorbanan Gus Dur

Terspisah Ketua Lakpesdam NU Mataram, Muhammad Jayadi, selaku Sekertaris Panitia menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya anak-anak muda NU Mataram mengingatkan publik jasa dan pengorbanan Gus Dur bagi bangsa Indonesia.

“Semangat dan fikiran Gus Dur harus terus ditransformasi ke masyarakat luas,” katanya Jayadi.

Harapannya, masyarakat bisa meneladani dan mengaplikasikan gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, solidaritas, pembelaan terhadap minoritas, serta pentingnya menjaga keutuhan NKRI.

Kegiatan Haul Gus Dur tahun ini, mengundang kelompok warga dari semua latar belakang, dari aktivis, budayawan, praktisi, professional, pelajar, mahasiswa, pesantren, tuan guru, petani, pedagang, agamawan dan lain-lain.

“Semua kita undang, bersama-sama mengenang almarhum Gus Dur, sekaligus sama-sama merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang positif,” ujar Jayadi, mantan ketua PMII Mataram ini.

Kegiatan akhir tahun itu juga diisi dengan Istighosan dan doa bersama bagi keselamatan bangsa dari semua tokoh agama dan semua umat. Dengan harapan, bangsa ini tetap damai dan maju.

Rr.




Banjir Bima, Meski Mereda Warga Masih Diliputi Kecemasan

BIMA – lombok journal.com

Banjir di Bima yang menenggelamkan 5 kecamatan dan 32 kelurahan di kota paling ujung di Provinsi NTB, memang telah mereda. Namun penderitaan yang dialami lebih dari 105 ribu pengungsi baik yang terkonsentrasi di 19 titik pengungsian maupun tempat lain, membutuhkan bantuan bahan pokok dan penanganan kesehatan.  

Sejak hari Minggu (25/12), sebagian pengungsi mulai kembali kerumah masing masing untuk membersihkan rumahnya dari sisa material banjir. Warga juga bergotong royong membersihkan lumpur di jalanan. Namun lambatnya dukungan alat-alat berat untuk membantu membersihkan sisa material banjir itu masih mempersulit transportasi kota.

banjir-bima3

Umumnya listrik di rumah warga belum menyala, dilaporkan hanya rumah-rumah sekitar Kantor Walikota yang mulai mendapat aliran listrik. Pasar-pasar kota juga belum ada aktivitas.

Bencana banjir bandang yang terjadi di Bima tanggal 21 dan 23 Desember akibat hujan deras dan meluapnya sungai Padolo 1, juga menyisahkan kecemasan. Pasalnya, sebagian warga yang ditemui mengaku tak bisa memprediksi apakah hujan berikutnya tidak kembali mendatangkan banjir susulan.

banjir-bima2

“Musim hujan masih panjang. Sampai sekarang belum ada cara membendung banjir, kalau kembali hujan besar,” kata seorang pengungsi di Penaraga.

Sulitnya Distribusi Bantuan

Menurut sumber Humas Pemkot Bima, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, memimpin pembahasan rencana aksi tanggap darurat banjir, di ruang rapat Walikota, Minggu malam (25/12) sejak pukul 19.30 wita.  Pertemuan itu diikuti Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Adhy Karyono, Danrem 162/Wirabhakti, Walikota Bima, Wakil Walikota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Kepala BPBD Prov. NTB, Plt. Sekda Kota Bima, perwakilan organisasi-organisasi relawan, dan pimpinan SKPD terkait lingkup Pemerintah Kota Bima.

Jumlah pengungsi yang terdata berjumlah 105.753 jiwa, sebagian besar mengungsi di tempat keluarga, sisanya mengungsi di titik pengungsian lebih 7 ribu jiwa yang tersebar di 7 kelurahan.

Data kerusakan yang terdata meliputi fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan (sekolah SD hingga SMA), infrastruktur jalan, jembatan, prasarana air minum, persampahan, areal pertanian dan rumah penduduk termasuk kios-kios usaha warga. Sekitar 91 rumah penduduk hanyut, 47 rusah berat, piluhan lainnya rusak ringan. Estimasi kerugian sementara sebesar Rp. 979,3 Milyar.

“Hingga berita ini ditulis, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah kesulitan distribusi bantuan, karena kurangnya tenaga dan sarana,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei

Selain itu, aksi mendesak selain distribusi bantuan, langkah prioritas adalah pembersihan. Sejumlah truk akan didatangkan dari Pemerintah Provinsi untuk membantu distribusi bantuan dan kegiatan pembersihan. Namun sejauh ini alat-alat yang dibutuhkan itu belum ada kabar kapan datangnya.

Memang diakui, sangat sedikit yang bisa dilakukan untuk mencegah bencana mendatang bila hujan deras kembali mengguyur wilayah Bima. Paling jauh bisa dilakukan adalah antisipasi pengurangan risiko bencana dengan segera melakukan normalisasi sungai, penataan drainase dan penertiban penataan ruang.

Ldt.




Sistem Ekonomi Syariah Untuk Semua Umat

MATARAM – lombokjournal.com

Sistem perbankan berbasis non riba ada di semua agama samawi. Basis teologisnya jelas.  Karena itu, lembaga keuangan syariah dapat tumbuh baik di negara-negara non muslim. “Tidak perlu dibahasakan sistem ekonomi syariah hanya untuk umat Islam tapi untuk semua umat. Islam adalah rahmatan lil alamin,” kata Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi.

bank-panin-dubai-syariah2

Gubernur Zainul Majdi menegaskan itu pada grand opening Bank Panin Dubai Syariah, Rabu (21/12), di gedung Bank Panin Dubai Syariah lt. 3 di Jl. Sandubaya No. 18 Mataram.  Grand opening ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur NTB, didamping Dirut PT. Bank Panin Dubai Syariah,

Dikatakan gubernur, ekonomi syariah bukan berbicara orang-perorang atau kelompok tertentu, tapi untuk semua kelompok bahkan lintas agama.  Gubernur NTB yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang menceritakan pengalaman seorang ekonom syariah Safi’I Antonio yang diminta berbicara di Universitas Vatikan. Sistem ekonomi yang mengharamkan riba tidak hanya terdapat pada Al Qur’an, tapi tertulis dalam Babel.

“Tradisi non ribawi juga terdapat dalam tradisi Katolik. Ada harapan bahwa hubungan-hubungan yang terbangun di tengah masyarakat dalam kerangka keuangan itu harus berlandaskan azak keadilan, tidak saling mengeksploitasi,” ujar gubernur.

Lebih lanjur dikatakannya, eksploitasi  masyarakat menyebabkan tingkat Gini Ratio naik. Saat ini Gini ratio di indonesia mencapai 4,1 persen. Berarti terjadi  ketimpangan sosial yang semakin besar di tengah masyarakat. Hal ini juga menjadi salah satu pemicu revolusi Mesir saat Husni Mubaraq berkuasa, krena terjadi ketimpangan social yang lebar antara kaum miskin dan kelompok kaya. Saat itu Gini ratio di Mesir mencapai  4,7 %.

Salah satu sumbangsih perbankan dalam mengurangi Gini Ratio di Indonesia, menurutnya, salah satunya dengan memperbaiki sistem perbankan yang berkeadilan melalui sistem ekonomi syariah.

Pembiayaan Syariah Masih Sektor Konsumtif

Sebelumnya, Deputi Kepala Perwakilan Bank BI, Wahyu menyampaikan LDR industri perbankan di Indonesia saat ini mencapai  89 persen, sementara itu di NTB jumlah dana yang disalurkan mencapai 158,10 % melampau jumlah dana yang dihimpun.

Menurutnya, jika dibandingkan tahun 2015 jumlah aset pihak ketiga di perbankan mengalami peningkatan dari 10 persen tahun 2015 menjadi 22 persen sampai November 2016. Di saat pasar perbankan nasional  hanya tumbuh sebesar 8 persen sampai November 2016, di NTB mengalami peningkatan hampir dua kali lipatnya yaitu sebesar 4,97 persen.

Aset Bank Syariah di NTB juga mengalami kenaikan dari  5 persen persen tahun 2015 telah mencapai  9 persen sampai  November 2016. Pembiayaan bank syariah didominasi oleh tabungan sebesar 68 persen.

Ketua OJK Yusri melaporkan, jumlah Kantor Perbankan Syariah yang ada di NTB saat ini sebanyak 55 buah dan menjadi 56 buah setelah Bank Panin Dubai Syariah. Perbankan syariah terus mengalami pertumbuhan positif di tengah -tengah melemahnya pertumbuhan Ekonomi Indonesia.  Namun diakuinya, peningkatan jumlah aset maupun dana dari pihak ketiga serta kualitas pembiayaan mengalami penurunan.

Yang menjadi perhatian Ketua OJK, pembiayaan bank syariah masih didominasi pembiayaan sektor konsumsi di banding sektor produktif.  Pembiayaan saat ini kurang memberikan magnetut terhadap pengurangan angka kemiskinan di NTB.  Ia berharap kedepannya perbankan di NTB terutama perbankan syariah lebih banyak menyalurkan pembiayaan pada sektor produksi.

Pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 9 persen melampau pertumbuhan ekonomi nasional seharusnya bisa menjadi peluang pasar oleh dunia perbankan. Pertumbuhan pariwisata menyebabkan pertumbuhan ekonomi kreatif di NTB tumbuh dengan baik, juga menjadi pasar potensial bagi bank syariah untuk menyalurkan sejumlah pembiayaan.

Selain itu, penduduk NTB yang mayoritas muslim serta komitmen NTB menjadi kiblat ekonomi syariah Nasional cukup menjadi modal berkembangnya perbankan sayariah di NTB.

Hadir juga pada grand opening itu, Ketua MUI NTB serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rr

(Biro Humas Setda NTB)

 




SAMOTA Jadi Pusat Pengembangan Kelautan

MATARAM – lombokjournal.com

Delegasi University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat, menjajaki kerjasama di bidang Ec-Tourism, Perikanan, Kelautan, Hukum Laut, Manajemen Lingkungan, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia.  Kehadiran delegasi tersebut diterima Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si di ruang kerjanya, Senin (31/10).

wagub-pusat-perikanan31okto1

Dalam pertemuan dengan deiegasi tersebut Wagub mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi pusat pengembangan potensi perikanan dan kelautan, khususnya di wilayah Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (SAMOTA). Kelautan menjadi salah satu pilar pembangunan Pemerintah Provinsi NTB.

“Sebagai akuarium raksasa, Samota menyimpan potensi yang sangat besar, yang mencapai kurang 11 triliun per tahun,” kata Wagub, H Muhammad Amin kepada Perwakilan URI yang terdiri dari Dekan Lingkungan dan Ilmu Pengetahuan, Dr. John Kirby, Ketua Departemen Kelautan, Dr. Robert Thompson dan Perwakilan URI di Indonesia, Mr. Brook Williams Ross. Kerjasama ini juga dilakukan dengan Universitas Mataram.

Dalam kesempatan itu, Dr. Robert Thompson mengungkapkan, pihaknnya sedang menyusun program kerjasama yang produktif, berkelanjutan bersama Pemerintah Provinsi NTB. “Kami sudah bekerjasama dengan Indonesia kurang lebih 45 tahun,” kata Thompson.

Wagub menyambut baik dan menilai kerjasama tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga. Beberapa SKPD terkait diminta Wagub segera mengongkritkan kerjasama tersebut.

“Sumber daya alam kita di NTB ini sangat besar dan melimpah. Tentunya untuk mengekplore semua potensi itu butuh kerjasama dengan berbagai pihak. Secara teknis, segera ditindaklanjuti secara serius,” jelas wagub di hadapan Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Wakil Rektor 4 Universitas Mataram serta beberapa pejabat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB.

Wagub juga minta pihak URI mengembangkan kerjasama di bidang sumber daya manusia, berupa penyediaan beasiswa untuk mahasiswa dan masyarakat NTB.

Fokus Pengembangan SAMOTA

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ridwansyah menjelaskan, ke depan selain mengandal sektor pertanian dan pariwisata, sektor kelautan dan perikanan menjadi pilar pembangunan ekonomi.

“Untuk dimaklumi, di dalam RPJMD kami, bahwa potensi-potensi di 16 kawasan strategis itu tertumpu pada potensi kelautan,” jelasnya.

Ridwansyah berharap, Pemerintah Provinsi lebih fokus dan detail menguatkan komitmen pengembangan Samota. Hal ini berlaku baik investasi, kelembagaan maupun kebutuhan infrastruktur.

“Apa yang sudah kami miliki sekarang, NTB sedang menyusun rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Ini kira-kira hampir final untuk dijadikan bahan analisis tim ini dalam mengembangkan kerjasama,” pungkasnya.

Ka-eS

 

 




DUG DAG, Kaos Lombok ‘Cinta Rinjani’

MATARAM – lombokjournal.com

Kalau di Jogja ada kaos DAGADU, di Lombok juga punya kaos DUG DAG.  “DUG DAG” merek kaos khas Lombok, sebab itu mengarahkan kita ke bunyi salah satu seni tradisi Lombok yang kondang Gendang Bele. Yang juga menarik, Kaos DUG DAG diproduksi dengan brand kekayaan alam Lombok, Rinjani.

Andi Haris

dug-dag17oktober1dug-dag17oktober2

Seiring pesatnya perkembangan pariwisata di NTB, khususnya Lombok, produksi kaos Lombok sebagai salah satu ole-ole khas juga berkembang pesat. Di berbagai tempat, banyak dijual kaos bergambar Lombok namun umumnya diproduksi di luar daerah.

Berbeda dengan lainnya, kaos DUG DAG diproduksi di Kota Mataram, Lombok.  Produksi kaos Lombok itu melengkapi kebutuhan wisatawan yang datang ke Lombok untuk membawa ole-ole khas. Di berbagai tempat di kota Mataram, termasuk di resor wisata, akan dijumpai produk DUG DAG dengan desain Gunung Rinjani.

“Saya cinta Rinjani, kaos yang saya produksi bermaksud menyebarluaskan simbol kekayaan alam Lombok, Gunung Rinjani,” kata Andi Haris, produsen kaos DUG DAG sejak tahun 2010, Kamis (27/10)

Andi Haris mengatakan, gagasan memproduksi kaos bergambar Rinjani karena gunung tersebut mempunyai arti sangat penting tidak hanya bagi Lombok, tapi juga memberi kebanggaan seluruh masyarakat NTB. “Wisatawan yang ingat Rinjani, juga akan ingat NTB, khususnya Lombok,” kata Haris.

Karenanya, menurut Andi Haris, Rinjani sebagai aset berharga harus benar-benar dijaga, khususnya kebersihan dan kelestarian lingkungan gunung tertinggi kedua di Indonesia itu. Selain pihak pemerintah yang berwenang, wisatawan maupun masyarakat Lombok yang memperoleh manfaat ekonomi.  Tiap tamu yang datang dan mendaki Rinjani selalu mengagumi keindahaannya. Sayangnya, kebersihan Rinjani belum ditangani optimal.

dug-dag17oktober5dug-dag17oktober3

Haris mengakui berkepentingan mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian Rinjani. Sebab dengan beredarnya kaos DUG DAG bergambar Rinjani yang dibawa ke luar daerah, makin banyak wisatawan datang dan berminat ke Rinjani. Secara berkala Haris banyak membantu mengorganisir kebutuhan wisatawan yang hendak mendaki Rinjani.

Jadi kalau berkunjung ke Lombok, jangan lupa bawa ole-ole kaos DUG DAG. Kalau di Mataram, bisa langsung kontak ANDI HARIS. Pasti dapat kaos dengan harga ‘bersahabat’.  Soal kaos DUG DAG tak usah diragukan kualitasnya, sebab kaos tersebut didesain oleh lulusan Seni Rupa dari ISI (Institut Seni Indonesia) Jogja. Pasti top.

Rr

 

KONTAK ANDI HARIS : 

081805752211  

 




Wagub: Pemuda Garda Terdepan Lawan Narkoba

MATARAM – lombokjournal.com

Pemuda diharapkan menjadi garda terdepan memerangi penyalahgunaan Narkoba. Peredaran narkoba sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat. “Sekitar 50 orang mati sia-sia tiap harinya akibat narkoba,” kata Wagub NTB, H Muh Amin.

Wakil Gubernur menyampaikan itu saat Pengukuhan Barisan Anti Narkoba dan Pelatihan Kader Lanjutan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, di Pondok Pesantren Al-Mansyuriah Ta’limussibyan NU, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Kamis (27/10).

wagub-narkoba27okt3

Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional, sebagai komitmen pemuda Ansor menjaga dan merawat kehidupan berbangsa dan bernegara. .

Menurut Wakil Gubernur, apa pun status sosial seseorang, apakah pejabat, kaya atau miskin tidak menjamin bebas dari bahaya Narkoba. Penyalahgunaan Narkoba menurut Wagub telah merambah ke berbagai kalangan di masyarakat. “Itu harus diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemuda,” kata Wagub.

“Narkoba merusak generasi muda. Saya berharap teman-teman pemuda Anshor ini bekerjasama dan berkoordinasi dengan BNN untuk melawan penyalahgunaan narkoba,” tutur Wagub saat itu.

Kegiatan yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Provinsi NTB tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi NTB, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan anggota TNI/Polri. Hadir juga seluruh pengurus daerah GP Ansor dari seluruh kota/kabupaten di NTB.

Peran Masa Depan

Di bagian lain, Ketua PW GP Ansor NTB, H. Zamroni, S.Hi., M.H menyampaikan, pembentukan pengurus Barisan Anti Narkoba merupakan salah satu langkah menjaga generasi bangsa dari bahaya Narkoba. Menurutnya, peran pemuda harus menjadi bagian tak terpisahkan dengan masa depan bangsa. Peran itu tak kalah pentingnya seperti dilakukan pemuda-pemuda Ansor meraih kemerdekaan bangsa masa silam.

Pondok pesantren, santri merupakan bagian yang tak terpisahkan. “Dimana-mana kami sampaikan, kalau mau aman, kalau mau tentram, kalau mau damai, harus mendekati santri, apalagi untuk melawan bahaya narkoba ini,” tuturnya penuh semangat.

Dia berharap Narkoba menjadi musuh bersama, agar penyebaran barang haram tersebut tidak merambah ke masayarakat, apalagi di kalangan santri. “Kita tidak tahu, hari ini mungkin orang lain yang jadi korban. Mungkin besok anak-anak kita yang jadi korban,” pungkasnya.

Rr

(Foto : Biro Humas NTB)




‘Sesela Mengaji’; Mantan Menteri Agama Sayed Agil Memberi Pengajian Umum

MATARAM – lombokjournal.com

Menyambut haul ke 48 TGH Abdul Halim, Pendiri Ponpes Al Halimy, Sesela Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, sejak Subuh sampai Magrib hari ini (Sabtu, 22/10), masyarakat Desa Sesela mengaji 30 juz ayat Al Qur’an. Kegiatan ‘Sesela Mengaji’ itu berlangsung di semua masjid dan mushollah yang ada di Desa Sesela.

seselamengaji22okt-1

Kegiatan Sesela Mengaji sudah berlangsung sejak hari Sabtu tanggal 15 Oktober lalu, hingga acara puncak yang pada hari Minggu (23/10). “Ini sekaligus untuk memperkokoh silaturahmi khususnya para alumni ponpes Al Halimy,” kata Ketua Panitia Haul, Muhammad Husni Anwar.

Menurutnya, dengan kegiatan ini akan membangkitkan ghirah perjuangan dalam bidang dakwah dan pendidikan. Ini merefleksikan perjuangan perintis Ponpes Al Halimy. Sesela Mengaji diikuti seluruh Kadus di Desa Sesela, termasuk juga BPD, Karang Taruna, Babinsa, Staf Desa dan mahasiswa yang sedang KKN.

Kegiatan yang dihajadkan menjadi upaya membumikan al Qur’an itu, merupakan gagasan Kepala Desa Sesela, Asmuni. Sehingga Sesela Mengaji mendapat dukungan penuh dari aparat desa.

Pada puncak ‘Sesela Mengaji’ hari Minggu akan berlangsung pengajian umum yang akan disampaikan oleh Habib Sayed Agil Al Munawar, mantan Menteri Agama. Sayed Agil juga dikenal sebagai Qori’ yang bersuara indah.

Emas Farosy




Hari Santri Nasional, PWNU NTB Napak Tilas Perjuangan Ulama

MATARAM – lombokjournal.com

Menandai peringatan Hari Santri Nasional, Jajaran PWNU NTB, termasuk Badan Otonom (Banom), secara serentak melakukan Kirab Tapak Tilas perjuangan para Ulama, Sabtu (22/10).  Kegiatan napak tilas itu dilepas di Kantor PWNU NTB di Mataram menuju Ponpes Abhariyah,  Pagutan (Mataram), Dari Pagutan dilanjutkan menuju makam Tuan Guru Shaleh Hambali di Ponpes Darul Qur’an Bengkel (Lobar).

harisantri22okt

Kirab tersebut diakhiri di Ponpes Al Ishlahuddiny, Kediri. Kedatangan rombongan kirab yang diikuti ratusan peserta tersebut diterima pimpinan Ponpes Al Ishlahuddiny, TGH Muhlis Ibrahim, yang didampingi Ketua PCNU Lombok Barat, DR Nazar Naami, dan Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Muhlis, ST. Selain itu, juga ikut menyambut Dewan Perguruan dan ribuan Santriwan dan Santriwati.

Tampak dalam penyambutan itu  Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Kediri, HMI Kediri, Karang Taruna dan Forum remaja Masjid se Kecamatan Kediri. Meski saat penyambutan berlangsung di tengah hujan lebat, namun tak mengurangi antusiasme para santri yang menyambut.

“Salut pada perjuangan tokoh-tokoh ulama dan pesantren, sehingga keluar keputusan pemerintah tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” kata TGH Muhlis Ibrahim usai acara penyambutan.

Menurutnya, lahirnya Hari Santri Nasional merupakan hasil perjuangan tokoh-tokoh NU di pusat. Patut bagi santri dan pesantren seluruh Indonesia, sebagai tempat tumbuh dan  berkembangnya santri dan tafaqquh fiddin. menyambut dengan semarak peringatan Hari Samtri.  “Seperti roadshow yang juga dilakukan pengurus Cabang NU Lobar,” kata TGH Muhlis Ibrahim.

Emas Farosy.

 

 

 




MAPABA PMII Komisariat IKIP Mataram

MATARAM – lombokjournal.com

PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) mengharapkapkan para anggota barunya mengetahui peran penting dan tanggung jawab sosialnya. “Agar mahasiswa menjadi bagian yang berperan bagi kemajuan bangsa,” ujar Ketua PMII Komisariat IKIP Mataram, Baharudin mengatakan, para anggota baru PMII, Minggu (16/10) malam.

 

pmii18oktober4Baharudin mengatakan itu saat menutup kegiatan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru), yang diselenggarakan PMII Komisariat IKIP Mataram, yang diikuti 34 mahasiswa, di Ponpes Assulamy Desa Langko, Lingsar, Lombok Barat (14-16 oktober). Kegiatan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk mensyiarkan Islam An Nahdliyah Ahlussunah wal Jamaah (NU) kepada anggota baru PMII.

Penyelenggaraan MAPABA di Ponpes Assulamy di Desa Langko itu juga diharapkan bisa membangun mentalitas mahasiswa, membentuk karakter serta kepribadian dan berilmu cakap. Selain itu, juga menguatkan ketaqwaan dan intelektualitas peserta, agar mahasiswa menjadi profesional dalam bidang yang digelutinya.

Secara terpisah Ponpes assulamy, TGH Zamhur mengatakan sangat mendukung kegiatan anak muda atau mahasiswa di bawah naungan NU. Kegiatan tersebut diakuinya murni program Komisariat PMII IKIP Mataram, tanpa muatan unsur politis. Selama kegiatan berlangsung, komunitas pengaman lingkungan Lang Lang Desa Langko berpartisipasi dalam pengamanan, mendampingi Banser NU Lombok Barat sebagai Badan otonom NU.

Dalam acara penutupan MAPABA tersebut dihadiri Pimpinan Yayasan Assulamy, TGH DRS.  H Zamhur, Kepala Desa Langko, dan jajaran pengurus PC GP Ansor Lombok Barat. Selain itu juga tampak hadir para senior PMII Kota Mataram.

Emas Farosy