PLTU di KSB Terkendala Dermaga

MATARAM – lombokjournal.com

Perkembangan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan Jajaran direksi PT. PLN pada Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi, Jumat  (27/1) siang di ruang kerjanya.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri

Rombongan petinggi perusahaan listrik negara yang terdiri dari Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri, General Manager (GM) PT. PLN NTB, Karyawan Aji dan GM. PT. PLN UIP Nusra, Djarot Hutabri.  Selain di KSB, rombongan juga melaporkan perkembangan pembangunan kelistrikan di wilayah llainnya di Nusa Tenggara Barat.

Diungkap Machnizon, saat ini pihak PLN mengaku mengalami kendala terkait rencana pengoperasian PLTU berkekuatan 2 x 7 Mw, yang direncanakan beroperasi April tahun ini. Kendalanya,  izin pembangunan dermaga yang merupakan satu kesatuan dengan pembangunan PLTU tersebut belum dikeluarkan Pemkab KSB.

“Padahal keberadaan dermaga tersebut menjadi faktor penentu keberlangsungan suplai batu bara yang akan manjadi bahan baku utama jika PLTU tersebut beroperasi nanti,” kata Machnizon.

Machnizon juga menjelaskan kepada Gubernur, pihak PLN mengaku telah berupaya membuka komunikasi guna mencari solusi permasalahan tersebut. Namun pihak Pemkab memberikan beberapa opsi, di antaranya dengan memanfaatkan dermaga milik pemerintah daerah di Labuhan Lalar.

Namun menurut Machnizon, dengan jarak lebih dari 10 km dari lokasi PLTU, pemanfaatan Labuhan Lalar dianggap tidak efisien,  menyebabkan pembengkakan biaya operasional.

Bupati Sumbawa Barat, Dr.Ir.H. Musyafirin MM yang saat itu langsung dihubungi Gubernur via telepon selulernya menjelaskan, ada tiga pertimbangan yang mendasari pihaknya hingga kini belum mengeluarkan izin pembangunan dermaga di Desa Kertasari, Taliwang itu.

Yakni pertimbangan sosial masyarakat, aspek tata ruang dan yang ketiga pertimbangan secara teknis yang dikeluarkan pihak syahbandar, tentang pengaruh keselamatan pelayaran yang diduga akan ditimbulkan akibat pembangunan dermaga, yang dinilai kurang baik.

Gubernur menyarankan agar pihak PLN terus membuka komunikasi dengan Pemkab Sumbawa Barat, termasuk mencari second opinion dari pihak yang kompeten di bidangnya. Gubernur berharap, segera ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

“ Saya mendukung penuh pembangunan PLTU ini, dan saya harapkan dapat segera beroperasi”, harap Gubernur.

Rr

(Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB)

 




Wagub Muhammad Amin Tegaskan Pentingnya Ketulusan dan Keihlasan Berpolitik

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H Muhammad Amin, menegaskan pentingnya ketulusan dan keihlasan dalam berpolitik.  “Tanpa (ketulusan dan keihlasan) itu arena politik semata-mata jadi ajang rebutan kekuasaan,” kata Wagub Muhammad Amin, saat membuka acara bedah buku ‘Moralitas Republikan’ di Ballroom Hotel Golden Tulip di Mataram, Kamis (26/1).

Buku Moralitas Republikan yang ditulis Willy Aditya, memotret momen-momen penting laku politik Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.  Buku ini merupakan catatan perjalanan dari proses perjuangan dari tokoh politik nasional penggagas semangat Restorasi  di Indonesia.

Menurut Wagub, buku itu mengungkap kegalauan dan keresahan Surya Paloh  sebagai tokoh politik yang paling getol mempraktikkan politik kebangsaan. Situasi politik di Indonesia saat ini diwarnai munculnya gejala intoleransi yang dilakukan kelompok tertentu.

Wawasan dan pemikiran Surya Paloh bisa diambil karena mengutamakan kesatuan dan persatuan. “Kalau harus memilih, demokrasi atau kesatuan bangsa, maka Pak Surya Paloh akan memilih persatuan dan kesatuan,” kata Wagub.

Dikatakannya, sebagai tokoh politik nasional yang berjiwa nasionalis, buku Moralitas Republikan bisa menjadi syiar politik yang menyebarkan teladan ketulusan dan keihlasan perilaku berpolitik.

Pamflet Politik

Penulis Moralitas Republikan, Willy Aditya, dalam acara bedah buku itu mengatakan,  ia memang mendokumentasikan  pikiran-pikiran Surya Paloh. Salah satu catatan penting, sikap dan keputusan Surya Paloh yang tidak mengedepankan ambisi pribadi dalam momen Pilpres 2014 merupakan anomali dalam politik kekinian di tanah air.

“Setiap zaman punya anak zaman. Surya Paloh yang lahir dari dinamika politik angkatan 66, memiliki pamflet pemikiran politik yang kuat,” kata Aditya.

Willy Aditya telah menulis tiga buku yang mendokumentasikan pikiran-pikiran politik Surya Paloh.  Seperti halnya buku ketiga Moralitas Republikan, dua buku sebelumnya yakni ‘Mari Bung Rebut Kembali’ dan ‘Indonesia di Jalan Reformasi’, tak hanya berisi kisah. Tapi juga menguraikan nukilan sejarah dan teori yang terkait praktik-praktik politik yang dilakukan Surya Paloh.

“Saya berharap, buku yang saya tulis memberi sumbangsih bagi pembangunan politik di Indonesia,” kata Aditya.

Ka-eS

 

 




Rakor Sinergitas PKK dengan SKPD NTB

Rapat Koordinasi (Rakkor) Sinergitas Pelaksanaan Program Pokok PKK dengan SKPD/Lembaga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara BBarat (NTB)  terkait, dengan tema “Sinergitas TP PKK Provinsi NTB dengan SKPD dalam Akselerasi Pencapaian Indikator RPJMD 2013-2018”, berlangsung di Kompleks Pendopo Gubernur NTB, Rabu (25/1/).

MATARAM – lombokjournal.com

Penandatanganan Kerjasama PKK NTB dan SKPD terkait

Agenda Rakor yang membahas kegiatan-kegiatan SKPD yang sesuai program kerja PKK tahun 2017, dibuka Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi. Erica mengapresiasi kerjasama dan pencapaian seluruh kegiatan program kerja tahun 2016.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerjasama kita semua di tahun 2016. Saya berharap di tahun 2017 kerjasama kita makin lancar, makin kompak dan segala usaha kerja kita bernilai ibadah yang Insya Allah dibalas oleh Allah,” ujar Erica.

Program kerja dari SKPD yang akan disinergikan dengan program kerja PKK,  antara lain terkait Sosialisasi Program Penanggulangan HIV AIDS.  Sosialisasi itu memberi Pengetahuan dan Pemahaman HIV AIDS pada remaja usia 15-24 tahun di Sekolah dan Pondok Pesantren. Selain itu, lomba-lomba program KKBPK (kependudukan, KB, Pembangunan Keluarga) untuk peningkatkan motivasi kerja kader PKK di 10 Kabupaten/Kota se NTB.

Pengembangan model PAUD (PAUD Pasar), memberikan kesempatan anak-anak pedagang pasar mendapatkan pendidikan usia dini; Sosialisasi Menu B2SA yang dikaitkan dengan Program Jum’at Salam, mendorong masyarakat menetapkan pola makan yang beranekaragam.

Penyelenggaraan lomba posyandu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan, pemenuhan kesehatan dasar serta upaya peningkatan kinerja kader melalui posyandu.  Selanjutnya pendampingan 1000 hari pertama Kehidupan dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Banyak program-program kerja lainnya akan dilaksanakan di tahun 2017 ini.

Perjanjian Kerjasama

Rakor tersebut dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara TP PKK Provinsi NTB dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian tentang Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian di Provinsi NTB. Antara TP PKK Provinsi NTB dengan Dinas Ketahanan Pangan tentang Budidaya Penanaman Pohon Cabe di pekarangan rumah.

Hadir dalam Rakor, Wakil ketua 1 TP PKK Hj. Syamsiah M. Amin,  Wakil ketua 2 TP PKK, Hj. Ikhsanti Komala Rimbun, SH, Ketua dan Wakil Ketua Pokja TP PKK Provinsi NTB serta Kepala SKPD terkait.

Rr

(Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB)




Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota

Pertemuan antara Pihak Dishub, sopir angkot dan pihak Organda dilakukan untuk mencari solusi menguntungkan semua pihak. “Kita ingin angkot dan BRT segera ngaspal, kita atur lagi trayek agar sopir sejahtera,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs H Khalid di kantornya, Rabu (25/1).

MATARAM – lombokjournal.com    

H Khalid, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram

Hal itu diungkapkan Khalid menyusul pertemuan antara pihak Dishub Kota Mataram, representasi sopir dan Organda guna mencari solusi trayek antara BRT (Bus Rapid Transit) dan angkot.  Pertemuan yang berlangsung hari Selasa (24/1) di Aula Dishub Kota Mataram, membahas masalah feeder  dan rumusan kesepakatan tentang pengoperasian BRT.

Pertemuan itu telah menghasilkan beberapa kesepakatan, yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat bersama Dishub Provinsi NTB hari Rabu (25/1) siang.  “Kersepakatan itu dibawa ke otoritas regulasi,” kata Khalid.  Paling lambat hari Senin depan diharapkan baik angkot maupun BRT sudah mulai beroperasi.

Sesuai kesepakatan, BRT tetap beroperasi tapi  untuk sementara beroperasi di luar trayek A dan B dalam kota. BRT akan beroperasi melayani jalur pinggir. Namun pengaturan itu akan disesuaikan kembali setelah studi feeder selesai.

Studi atau kajian feeder yang akan menghasilkan trayek baru itu tengah dilakukan. Konsepnya, rute feeder adalah rute pengumpan dari kompleks perumahan dan sekolah yang dintegrasikan dengan rute BRT.

Kajian tersebut sekaligus menentukan bentuk subsidi, apakah model tarif atau trip. “Anak sekolah yang menggunakan angkot tidak ditarik ongkos alias gratis. Namun berlaku hanya pada jam-jam tertentu,” kata Khalid. Misalnya, pagi hari antara jam 06.30 sampai 08.00, dan siang hari antara jam 13.00 hinga 15.00.

Subsidi yang dimaksudkan untuk memastikan pendapatan sopir itu akan diatur secara cermat. “Perlu dipastikan nilai subsidi  yang rasional untuk kesejahteraan sopir,” pungkas Khalid.

Saat ini pemerintah telah memberikan subsidi transportasi anak sekolah melalui Damri dengan biaya  melalui pengoperasian BRT.

Ka-eS




Angkot Tak Diminati, Dicarikan Solusi

HL Wirajaya, ST, MSi. Kadis Angkutan Dishub Kota Mataram

Mudahnya kepemilikan kendaraan (khususnya roda dua),  membuat angkutan kota (angkot) ditinggalkan penumpang.  Pengaturan trayek baru di Kota Mataram diharapkan angkot kembali dibutuhkan.

MATARAM – lombokjournal.com

Minat masyarakat menggunakan angkot (angkutan kota) sebagai moda transportasi kota, mulai merosot sejak tahun 2012. Pihak Dishub Kota Mataram mengungkapkan, dari  survey tahun 2012 minat masyarakat hanya 28 persen. Penurunan itu berlanjut hingga sekarang.

“Mudahnya cara memiliki kendaraan roda dua, merupakan faktor paling menentukan merosotnya pemakai angkot,” kata Kabid Angkutan Dishub Kota Mataram, HL Lalu Wirajaya, ST MSi pada Lombok Journal di Kantor Dishub, Rabu (25/1) pagi.

Menurutnya, rasio jumlah kendaraan dan jumlah penduduk kota sangat tinggi.

Faktor turunnya minat menggunakan angkot itu, juga diduga membuat para sopir maupun pemilik angkot enggan memperpanjang ijin perpanjangan trayek.  Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), periode Januari – Desember 2016, perpanjangan trayek angkot yang tercatat hanya 32 angkot. Rinciannya, 16 Trayek A dan 16 Trayek B.

Sebelumnya pihak organda menglaim jumlah angkot mencapai 175. Sebenarnya masa ijin trayek itu berlaku 5 tahun, namun tiap satu tahun wajib diperpanjang. “Kami sudah klarifikasi dengan Organda. Data Dishub berdasarkan yang tercatat di perijinan (DPMPTSP),” jelas Wirjaya.

Sejauh pihak Dishub memberi berbagai kelonggaran agar angkot terus beroperasi. Namun karena jumlah penumpang terus merosot, kendaraan yang beroperasi pun makin berkurang. Memang di rute jalan yang dulu ramai dilewati angkot,sekarang jarang terlihat.

(Baca : Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota)

Meski demikian, Baik Pemprov maupun Pemkot/Pemkab Lobar tengah mencari solusi agar angkot dan angdes kembali diminati.  Salah satunya dengan pengaturan trayek yang mempertimbangkan lokasi yang merupakan feeder penumpang.

Ka-eS

 




NTB Daerah Pertama Disambangi Tim PEACE RUN

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) daerah pertama di Indonesia yang disambangi Tim Peace Run Tahun 2017, penyelenggaraan event yang menggelorakan semangat perdamaian,  persaudaraan dan mengenal berbagai budaya.

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H.,M.Si menyambut 65 orang Tim Peace Run, penyerahan Obor Perdamaian oleh Executive Director Peace Run International, Salil Wilson, Rabu (24/1). Peace Run merupakan event yang digagas NGO Sri Chinmoy yang berpusat di New York, USA,  dengan anggota dari berbagai Negara. Sebagian besar anggotanya merupakan pecinta olah raga dan atlet.

Daam kesempatan itu, Wagub menyampaikan, Indonesia bagian dunia internasional yang selalu menjaga dan menebar perdamaian. “Saya minta, agar kita semua menjaga perdamaian dan keharmonisan.Kita bagian dari dunia internasional butuh kedamaian,” ungkapWagul.

Diharapkannya, kegiatan semacam itu dapat terus dilaksanakan dan digelorakan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahkandunia.

Pada kesem[atan itu, Wagub menerima Lukisan Jharnaka dari Tim Peace Run sebagai simbol kedamaiandan kebaragaman anggotanya. SelainWagub, Atlet Juara DUniaPencak Silat asal NTB, menerima medali penghargaan dari tim atas prestasinyas. Penghargaan tersebut diserahkan pada seseorang yang mendedikasi kan hidupnya untuk prestasi dan perdamaian.

Hadir dalam acara itu Sekda Prov NTB, DR H Rosiadi Sayuti, sejumlah Kepala SKPD Pemprov NTB. Acara itu ditandai penanaman Cempaka yang dilakukan Wagub dan Salil Wilson.

Rr

(Biro Humas Setda Pemprov NTB)




Ini Rahasia Umur Lebih 101 Tahun

Beberapa hari lalu, seorang perempuan dari Boonville, Indiana, AS, merayakan umurnya yang ke 100 tahun lebih 364 hari.  Bersama anak-anak dan cucu-cucunya ia meniup lilin ulang tahun, tersenyum lebar dan masih bisa berbagi panjang lebar pengalaman hidupnya.

lombokjournal

Eunice Modlin, meniup lilin di usia 101 tahun (foto: Woman’sDay)

Perempuan berumur panjang itu adalah Eunice Modlin dari Boonville, Indiana. Dia bercanda ia menuturkan rahasia ‘mencurangi’ kematian.  “Berbuat curang pada kematian membutuhkan gigi manis,” kata Modlin usai meniup lilin ulang tahunnya ke 101 tahun, hari Rabu (18/1) lalu.

Saat merayakan ultahnya yang sudah mencapai tiga digit, Modlin berbagi rahasia yang dimaksud dengan ‘gigi manis’-nya untuk umur panjang: Makan banyak cokelat!

Memang agak berbeda seperti dikatakan beberapa centenarians atau orang mencapai umur ratusan. Biasanya orang mengatakan, untuk menjaga kebugaran tubuh dengan mengkonsumsi daging sesuai kebutuhan, bir dan atau membujang selama bertahun-tahun untuk memperpanjang umurnya.

Namun nenek buyut ini mengatakan makan dua cokelat gelap tiap hari. Dan itu dilakukannya dalam rentang waktu yang panjang. Modlin yang sudah berusia tiga digit ini tetap mengisi banyak kesibukan di usia tua.

“Tapi juga jangan lupa, kita penting untuk tidur siang,” saran Modlin.

Asal tahu saja, Modlin telah mencapai prestasi yang mengesankan selama 10 dekade terakhir. Dia adalah seorang pemanah yang kompetitif.  Dia bisa melepaskan busur panah “lebih dari satu mil”, dan memenangkan hampir setiap kontes yang diikutinya. Baru-baru ini, ia mulai belajar bagaimana menggunakan ponsel.

Memang Modlin mempunyai kebiasaan hidup sehat. Anaknya, Lonnie Modlin mengungkapkan, ibunya tidak pernah minum alkohol, dan tidak pernah merokok dan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Makanan yang sehat itu diperoleh dari kebunnya,” kata Lonnie Modlin. Hingga kini Modlin makan cokelat.

Jadi bagi yang ingin berumur panjang ada baiknya mulai membiasakan makan cokelat. Yang penting, ihtiar tiada henti.

Roman Emsyair
[sumber : Woman’sDay)




Bingkisan Seragam untuk Siswa Bima

Usai memberi bingkisan; (dari kiri) Ir Syamsudin, Kadis Ketahanan Pangan Kota Bima (Wakil ketua IKA Unram Kota BIMA), Drs H. Ramli Hakim, Ketua IKA Unram Kota Bima, Hj Raudah, Kepala SD 45 Pane, Drs Cukup Wibowo, MMPd, Sekjen IKA Unram, Lalu Athar F, SE, Wasekjen IKA Unram

Peduli pasca bencana banjir di Bima dilakukan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Mataram. Siswa SD 45 Pane, Kota Bima menerima bingkisan  seragam sekolah.

BIMA  –  lombokjournal.com

Kepala Sekolah SD 45 Pane Kota Bima, Hj Raudah, S.Pd, hari Sabtu (21/1) pagi, tampak haru. Disaksikan orang tua siswa,pagi itu ia menerima bantuan seragam sekolah dari pengurus IKA Unram Kota Bima, H Ramli Hakim, MSi.

Kalau dinilai uang memang tak terlalu muluk. Namun perhatian dan empati para alumni Unram pasca Kota Bima diterjang banjir bandang yang meludeskan harta benda warga kota itu, membuat Hj Raudah tak bisa menahan haru.

Bagi para siswa-siswa SD 45 Pane bantuan seragam itu sangat berarti. Pasalnya, banjir bandang itu juga menghanyutkan peralatan sekolah termasuk seragam siswa.

“Saya sangat berterima kasih atas kepedulian rekan-rekan alumni Unram. Seragam sekolah ini sangat dibutuhkan para siswa,” kata Raudah.

Penyerahan bantuan seragam itu disaksikan Sekjen IKA Unram, Drs Cukup Wibowo MMPd, Wasekjen Lalu Athar F, SE serta jajaran pengurus lainnya.

Pada kesempatan itu,  Ramli Hakim mengucapkan apresiasinya pada bantuan semua pihak yang mempercayakan bantuannya pasca banjir Kota Bima melalui IKA Unram. IKA Unram juga telah menyalurkan bantuan sembako saat warga kota mengalami musibah banjir bandang.

Menurutnya, kehadiran IKA Unram ikut meringankan beban yang dirasakan warga Kota Bima. “Ke depan, kami akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa bencana. Kegiatan serupa akan terus kami lakukan,” kata Ramli yang juga Kepala Inspektorat Kota Bima.  Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih mewakili Pemkot Bima atas komitmen yang ditunjukan jajara IKA Unram.

Sekjen IKA Unram, Cukup Wibowo, berharap bantuan tahap 4 yang merupakan bagian seluruh tahapan bantuan ini, diharapkan akan menguatkan keberadaan IKA Unram sebagai wadah alumni yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. “Terutama saat masyarakat mengalami kesulitan,” katanya.

Rr

 




Saat Sidak, Khalid Geledah Laci Petugas

Saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Jalan Dr Soedjono (Jalan Lingkar), Mapak, Kecamatan Sekarbela,  Jum’at (20/1), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Drs H Khalid, menggeledah laci petugas.  “Saya ingin memastikan tidak ada pungli dalam pengujian kendaraan bermotor.,” kata Khalid.

MATARAM –  lombokjournal

Kadishub Kota Mataram, Drs H Khalid (kiri) menggeledah laci petugas di UPT pengujian kendaraan bermotor (foto: Ka-eS)

Dishub Kota Mataram benar-benar tak mentoleransi pungli (pungutan liar).  Pagi-pagi sekitar pukul 08.30 Kadis Perhubungan, H Khalid, melakukan sidak di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor di jalan Lingkar.

“Saya tidak mau ada pungli-punglian,” tegas Khalid pada seorang petugas, saat bicara di ruang pengujian kendaraan. Khalid yang dikenal tegas mengambil tindakan itu mencecar petugas seputar SOP pengurusan pengujian kendaraan. Dengan lugas ia menanyakan, kalau kendaraan tidak memenuhi syarat apakah bisa  lulus pengujian kalau mau membayar lebih.

Khalid juga sempat bicara bicara dengan seorang supir. “Kalau ada yang minta uang lebih, jujur bilang sama saya,” katanya. Supir itu hanya mengiyakan.

Syafruddin, Ama PKB (ahli madya pengujian kendaraan bermotor), Ketua Tim Penguji yang menentukan lulus tidaknya kendaraan yang masuk pengujian menjelaskan, pihaknya menjalankan prosedur sesuai aturan. “Kita berjalan sesuai aturan. Tiap kendaraan yang keluar dari ruang pengujian, benar-benar laik jalan,” jelas Syafruddin pada atasannya.

Setelah berdialog dengan beberapa orang yang antri di ruang tunggu koket untuk mengurus pengujian kendaraannya, Khalid langsung menuju ruang staf. Kepada staf ditegaskannya, ia ingin memastikan perubahan pelayanan setelah pihaknya melakukan pembinaan agar petugas UPT jangan coba-coba melakukan pungli.

Sidak yang dilakukan Khalid dikatakannya sebagai respon sejak terjadinya OTT (operasi tangkap tangan) yang terjadi di Dirjen Perhubungan bulan Oktober 2016. Sejak empat bulan lalu, pihaknya telah melakukan pembinaan.

“Saya ingin tahu perubahan seperti apa yang terjadi. Saya juga ingin buktikan kebenaran laporan supir tentang adanya pungli di pengujian,” jelas Khalid.

Dalam sidak itu Kadis Perhubungan antara lain didampingi Sekretaris Dishub, Drs Cukup Wibowo, Kepala UPT PKB H Zaeludin dan beberapa kepala bidang. Kepada para pejabat Dishub itu Khalid mem-brifieng, agar sungguh-sungguh dalam menangani lulus tidaknya pengujian kendaraan.

Dua hal penting dalam pengujian yaitu syarat-syarat administrasi yang sesuai SOP harus benar-benar dicermati. Selain itu, syarat-syarat tehnis kendaraan yang masuk pengujian.  “Ini menyangkut keselamatan jiwa pengendara,” kata Khalid.

Ka-eS




Cegah Pungli, Perlu Insentif Petugas Pengujian Kendaraan

Petugas Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB)  mendukung operasi saber pungli (sapu bersih pungutan liar).  Karena harus bekerja di ruangan berpolusi, petugas berharap ada insentif dari Pemkot Mataram.

MATARAM – lombokjournal.com

Harapan mendapat insentif dari Pemkot Mataram muncul dari petugas PKB Kota Mataram. Tempat pengujian kendaraan itu diduga tempat suburnya pungli, namun petugas mengaku mereka bekerja sesuai prosedur aturan.  “Kita bekerja sesuai aturan. Kalau kendaraan tidak layak jalan, tidak akan lulus pengujian,” jelas Syafruddin Ama PKB, Ketua Tim PKB di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Mataram, Jum’at (20/1) siang.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Mataram, Drs H Khalid mengungkapkan adanya laporan masyarakat masih adanya pungli di tempat pengujian kendaraan.  “Ada calo yang memang calo dari luar. Tapi ada juga calo yang berlabel pegawai dishub,” kata Khalid.

H. Zaeludin (kanan)

Soal pungli, sebenarnya tergantung manusianya.  Kalau sekarang dilakukan operasi saber pungli, bisa saja yang mempunyai niat tetap melakukan pungli.

“Soal pungli tergantung manusianya. Saber pungli itu hanya mempersempit ruang gerak oknum yang biasa melakukan pungli,” ujar H Zaeludin, Kepala UPT PKB Dishub Kota Mataram  yang bicara bersandingan dengan Syafruddin.

Niat melakukan pungli memang bukan semata-mata soal penghasilan seseorang. Namun petugas pengujian kendaraan yang bekerja di ruang penuh polusi, agar bisa memberi layanan yang baik bagi masyarakat harus mendapat insentif.  Dicontohkannya, ada petugas yang tidak lama di ruang pengujian kendaraan, tapi hidungnya sudah penuh kotoran asap kendaraan.

“Saya prihatin, mereka punya skill menguji kendaraan dan bekerja di ruang panas dan berpolusi, tapi penghasilannya sama seperti pegawai pada umumnya” kata Zaeludin.

Tahun 2016 UPT PKB di Mapak ini hanya bisa menyetor PAD sekitar Rp560 juta lebih dari target Rp600 juta. Tahun 2017, target yang diitetapkan sebesar Rp700 juta.

Karena itu diharapkan, seiring dengan rencana ‘bedah tupoksi’ dimana UPTD akan menjelaskan SOP yang baru untuk mempersempit ruang gerak pungli, juga dibicarakan pemberian insentif bagi petugas. Tentu saja, juga peremajaan alat-alat yang diadakan pada tahun 1994.

“Ruang petugas itu tidak sehat. Selain itu tehnisi untuk alat digital itu belum ada,,” jelas Zaeludin.

Ka-eS