Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Jangan Simpan Kemarahan

Tiap orang pernah marah. Kemarahan benar-benar normal,  dan merupakan emosi manusia sehat.   Tapi seringkali kita berusaha menyembunyikannya.

Kemarahan muncul bisa disebabkan pengaruh eksternal, misalnya mengingat pengalaman buruk dengan orang lain, hubungan personal yang tidak lancar, kecewa pada seseorang, merasa dipermalukan, atau kita dikhianati seseorang.

Selain itu, kemarahan bisa disebabkan gangguan internal. Kemarahan itu kadang-kadang timbul dari tuntutan tidak masuk akal pada keadaan. Misalnya, hidup harus adil. Padahal ketidakadilan di hadapan kita. Keyakinan bahwa kita harus memperoleh perlakuan pantas, sebab kita merasa sebagai pribadi istimewa. Ketika tak terpenuhi bisa menimbulkan emosi kemarahan.

Perlu Ventilasi

Tahu cara mengelola kemarahan diperlukan agar emosi itu tidak menjadi penyakit.  Kemarahan yang tidak mendapatkan ventilasi bisa merusak kesehatan. Tanpa kita sadari bisa menciptakan masalah bagi hubungan dalam keluarga, bisa jadi menyebabkan seseorang berperilaku merusak (destruktif).

Adakah  alasan masuk akal yang membuat kita harus menyimpan kemarahan?.

Bisa jadi kita punya pengalaman masa anak-anak,  diajarkan menahan kemarahan, terutama bagi perempuan.  Saat kita mengekspresikan kemarahan dianggap bersalah atau tidak elok, bahkan ketika diperlakukan semena-mena.

Ada nasehat dari psykolog, memendam kemarahan bisa membuat masalah lain.  Ada penyakit jiwa yang timbul  karena kita menahan kemarahan. Misalnya perilaku pasif-agresif,  seperti  mengungkapkan emosi secara tidak langsung tanpa memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.  Atau bisa jadi menjelma kepribadian yang terus-menerus sinis dan bermusuhan.

Orang yang belum belajar bagaimana secara konstruktif mengekspresikan kemarahannya, bisa menjadi pribadi yang merendahkan orang lain, mengkritik segala sesuatu, dan membuat komentar sinis. Tidak mengherankan, mereka jarang bisa menjalin hubungan sosial yang sukses

Kemarahan yang tidak diekspresikan,  bisa keluar dengan cara lain seperti depresi, mengisolasi diri, makan berlebihan atau sebaliknya tidak makan.  Mungkin menyebabkan kita susah tidur,  dan anda mungkin segera membutuhkan psykolog yang membantu menangani kemarahan berakar dan terpendam

Mengekspresikan Kemarahan

Ketika seseorang dalam situasi menjengkelkan, kemarahan merupakan respon yang dibenarkan. Kemarahan tidak buruk bagi siapa pun.  Ketakutan mengekspresikan kemarahan memicu respon yang berbeda dari berbagai belahan otak. Karena itu, nyatakan kemarahan dan kemudian  beradaptasi  ari kemungkinan yang timbul dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Memang sering orang takut atas konsekuensi kemarahan.  Misalnya, setiap kali Anda mengekspresikan perasaan Anda khawatir berbuntut perkelahian? Bagaimana Anda tahu dengan pasti bahwa hal itu akan menyebabkan perkelahian?

Kalau kita memendam kemarahan, apakah bisa  dipastikan tidak ada hal buruk terjadi?

Kita bisa merasa berdaya saat bisa mengekspresikan kemarahan, dan belajar tidak menjadi korban lagi. Selanjutnya  emosi kemarahan bisa keluar lebih alami, tanpa rasa malu atau jijik.

Memaafkan

Tentu, memaafkan memang juga perlu. Cobalah mengatur nafas dan menghitung menghitung sampai 10. Melakukan hal ini akan memperlambat tekanan darah, dan menjaga Anda dari membuat kesalahan besar.

Mungkin kita mempunyai pengalaman buruk di jalan raya. Ketika  mengendarai kendaraan, tiba-tiba pengendara lain memotong jalan.  Hampir terjadi kecelakaan fatal.  Kalau orang itu mengaku salah dan tersenyum, kita bisa memaafkan  dan membiarkan kejengkelan kecil berlalu.

Jangan simpan kejengkelan sebab itu bisa mengganggu sistem pencernaan dan sistem jantung, bisa memicu gatal-gatal, migrain, nyeri keseluruhan, dan kecemasan.

Roman Emsyair

(sumber: Health Service)




Marhaenisme, Materi Penting Pengkaderan GMNI

MATARAM – lombokjournal.com – Nasionalisme dan Marhaenisme jadi materi penting latihan pengkaderan  Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Komisariat Universitas Nadhlatul Wathan (UNW) Mataram.  Selain mahasiswa UNW, kegiatan pengkaderan pada hari  Sabtu (28/1), juga diikuti perwakilan mahasiswa IKIP Mataram.

Latihan Pengkaderan Tingkat Dasar GMNI yang bertema ‘Rekonstruksi Gerakan Melalui Kajian Ideologi Pancasila Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang’ itu diselenggarakan di Madrasah Aliyah Darul Ihlas Jantuk, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah.  Kegiatan ini merupakan kelanjutan program penerimaan anggota baru.

Rahman, S.sos, salah seorang alumni GMNI yang menyampaikan materi nilai dasar Nasionalisme berharap, mahasiswa bangga menjadi  warga Negara Indonesia. “Penting kita menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap warga Indonesia,” katanya.

Sedang Sudirman Haryanto, S.Pd, selain menyampaikan Marhaenisme,  juga materi  Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan.

Beberapa materi lainnya yang diajarkan dalam latihan pengkaderan ini yakni Manajemen Organisasi, Analisis Sosial, Advokasi dan Pengorganisasian, Pengantar Filsafat dan Metode Berpikir Marhaenisme, Empat Kutub Ideologi, Sarinah, Pengantar Ilmu Politik Indonesia, ditambah materi Muatan Lokal.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars GMNI itu, dilanjutkan sambutan Ketua GMNI Komisariat UNW, Sofian Hasbullah, Ketua DPC GMNI Kota Matara, Anshory dan salah seorang alumnis GMNI, Satriawangse.

“Kegiatan pengkaderan ini dipadatkan, berlangsung sehari semalam,” kata Ketua Panitia, Alwan Jayadi pada Lombok Journal.

Shi

 




Kecelakaan Bus Pariwisata Asal Cirebon di Malimbu, 2 Tewas 21 Terluka

MATARAM – lombokjournal.com – Bus berpenumpang 28 wisatawan asal Cirebon, Jawa Barat masuk kedalam jurang sedalam 7 meter, di tanjakan Malimbu, Desa Malaka Kecamatan pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Kecelakaan itu akibat rem blong, dan bus tidak bisa mencapai tanjakan.

Evakuasi korman oleh masyarakat (foto: Hers)

Dua penumpang tewas, dan 21 terluka akibat kecelakaan tersebut. Ditemui di tempat kejadian, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas, Polres Lombok Utara, AKP Agus Pujianto, mengatakan, bus pariwisata Bramasta Trans dengan nomor polisi L 7018 LL diduga jatuh ke jurang setelah tidak mampu naik tanjakan.

“Dugaan sementara bus tersebut tidak kuat naik tanjakan sehingga mundur ke bawah, remnnya blong,  lalu jatuh ke dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter,” katanya.

Rombongan wisatawan dari seluruh Samsat se Jawa Barat ini sedianya akan menghabiskan liburan akhir mereka di Gili Trawangan. Namun naas, bus milik Bramasta Transport Yang dikemudikan Supriyanto itu tak terkendali saat mencoba naik tanjakan Malimbu dua.

BACA : Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Tanjakan Bukit Malimbu

Rem tiba-tiba tidak berfungsi, kemudian mundur ke belakan, dan terjatuh ke jurang sedalam 7 meter, menyebabkan tewasnya 2 penumpang atas nama Wawan Hermawan (56) dan Jajat Jatnika (48), 21 lainnya luka-luka termasuk luka parah dan ringan.

Sebagian penumpang yang luka parah saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Pola Nusa Tenggara Barat. Di antara mereka terdapat penumpang patah kaki dan tangan karena terhimpit kursi penumpang. Termasuk penumpang yang tewas disemayamkan di rumah sakit tersebut. Sebagian pennumpang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Salah seorang penumpang menuturkan, gelagat terjadinya kecelakaan sudah dirasakan sebagian penumpang, mengingat kondisi bus tidak prima.  Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan minta keterangan pihak perusahaan transport dan saksi mata.

hers




Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Lewat Tanjakan Bukit Malimbu

MATARAM – lombokjournal.com – Bukit Malimbu yang masuk wilayah Lombok Utara, lokasinya sekitar 10 Kilometer sebelah utara Pantai Senggigi, ideal untuk menikmati keindahan panorama laut, terutama saat sunset. Tapi jalan pinggir pantai Malimbu itu ada tanjakan curam.

Panorama pantai dari Bukit Malimbu

Kecelakaan bus berpenumpang 28 wisatawa dari Cirebon, hari Sabtu (28/1) sekitar pukul 10.00 Wita, yang terperosok ke jurang sedalam tujuh meter, bukan yang pertama terjadi. “Pernah ada kendaraan minibus juga tak bisa naik ke tanjakan dan terulling, tapi supirnya bisa mengendalikan, hanya mundur menabrak dinding bukit,” cerita Krisna, yang pernah bekerja sebagai guide..

Bagi bus wisatawan dari luar daerah, perlu diingatkan perlu hati-hati bila melintasi Malimbu, yang biasanya menuju Bangsal untuk menyeberang ke Gili Air, Gili Meno atau Gili Terawangan

“Kalau kondisi kendaraan kurang prima, dan supirnya belum pernah melwati jalan Malimbu, harus hati-hati,” kata Krisna meningatkan.

Bukit Malimbu termasuk salah satu kebanggaan Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Berjarak kira-kira 24 km dari kota Mataram, kurang lebih perjalanan satu jam dengan menggunakan mobil.

Bukit Malimbu yang menghadap pantai itu bisa menjadi pilihan utama untuk menikmati pemandangan sunset di Pulau Lombok.  Panorama sunset lebih sempurna bila langit dalam keadaan cerah. Beberapa guide menuturkan, tempat ini menyuguhkan panorama spesial, yang tidak ditemukan di tempat lain.

Dari tempat ini bisa dilihat dua gili (pulau kecil) yang paling terkenal, yaitu Gili Trawangan dan Gili Meno dari kejauhan, dengan latar belakang sunset. Apalagi samar-samat tampak Gunung Agung di Bali, perpanduan itu merupakan lukisan alam yang indah.

Bukit Malimbu sering dipakai tempat berkumpul berbagai komunitas, misalnya komunitas sepeda, motor gede atau vespa.

Rr




PLTU di KSB Terkendala Dermaga

MATARAM – lombokjournal.com

Perkembangan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan Jajaran direksi PT. PLN pada Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi, Jumat  (27/1) siang di ruang kerjanya.

Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri

Rombongan petinggi perusahaan listrik negara yang terdiri dari Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) Machnizon Masri, General Manager (GM) PT. PLN NTB, Karyawan Aji dan GM. PT. PLN UIP Nusra, Djarot Hutabri.  Selain di KSB, rombongan juga melaporkan perkembangan pembangunan kelistrikan di wilayah llainnya di Nusa Tenggara Barat.

Diungkap Machnizon, saat ini pihak PLN mengaku mengalami kendala terkait rencana pengoperasian PLTU berkekuatan 2 x 7 Mw, yang direncanakan beroperasi April tahun ini. Kendalanya,  izin pembangunan dermaga yang merupakan satu kesatuan dengan pembangunan PLTU tersebut belum dikeluarkan Pemkab KSB.

“Padahal keberadaan dermaga tersebut menjadi faktor penentu keberlangsungan suplai batu bara yang akan manjadi bahan baku utama jika PLTU tersebut beroperasi nanti,” kata Machnizon.

Machnizon juga menjelaskan kepada Gubernur, pihak PLN mengaku telah berupaya membuka komunikasi guna mencari solusi permasalahan tersebut. Namun pihak Pemkab memberikan beberapa opsi, di antaranya dengan memanfaatkan dermaga milik pemerintah daerah di Labuhan Lalar.

Namun menurut Machnizon, dengan jarak lebih dari 10 km dari lokasi PLTU, pemanfaatan Labuhan Lalar dianggap tidak efisien,  menyebabkan pembengkakan biaya operasional.

Bupati Sumbawa Barat, Dr.Ir.H. Musyafirin MM yang saat itu langsung dihubungi Gubernur via telepon selulernya menjelaskan, ada tiga pertimbangan yang mendasari pihaknya hingga kini belum mengeluarkan izin pembangunan dermaga di Desa Kertasari, Taliwang itu.

Yakni pertimbangan sosial masyarakat, aspek tata ruang dan yang ketiga pertimbangan secara teknis yang dikeluarkan pihak syahbandar, tentang pengaruh keselamatan pelayaran yang diduga akan ditimbulkan akibat pembangunan dermaga, yang dinilai kurang baik.

Gubernur menyarankan agar pihak PLN terus membuka komunikasi dengan Pemkab Sumbawa Barat, termasuk mencari second opinion dari pihak yang kompeten di bidangnya. Gubernur berharap, segera ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

“ Saya mendukung penuh pembangunan PLTU ini, dan saya harapkan dapat segera beroperasi”, harap Gubernur.

Rr

(Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB)

 




Wagub Muhammad Amin Tegaskan Pentingnya Ketulusan dan Keihlasan Berpolitik

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H Muhammad Amin, menegaskan pentingnya ketulusan dan keihlasan dalam berpolitik.  “Tanpa (ketulusan dan keihlasan) itu arena politik semata-mata jadi ajang rebutan kekuasaan,” kata Wagub Muhammad Amin, saat membuka acara bedah buku ‘Moralitas Republikan’ di Ballroom Hotel Golden Tulip di Mataram, Kamis (26/1).

Buku Moralitas Republikan yang ditulis Willy Aditya, memotret momen-momen penting laku politik Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.  Buku ini merupakan catatan perjalanan dari proses perjuangan dari tokoh politik nasional penggagas semangat Restorasi  di Indonesia.

Menurut Wagub, buku itu mengungkap kegalauan dan keresahan Surya Paloh  sebagai tokoh politik yang paling getol mempraktikkan politik kebangsaan. Situasi politik di Indonesia saat ini diwarnai munculnya gejala intoleransi yang dilakukan kelompok tertentu.

Wawasan dan pemikiran Surya Paloh bisa diambil karena mengutamakan kesatuan dan persatuan. “Kalau harus memilih, demokrasi atau kesatuan bangsa, maka Pak Surya Paloh akan memilih persatuan dan kesatuan,” kata Wagub.

Dikatakannya, sebagai tokoh politik nasional yang berjiwa nasionalis, buku Moralitas Republikan bisa menjadi syiar politik yang menyebarkan teladan ketulusan dan keihlasan perilaku berpolitik.

Pamflet Politik

Penulis Moralitas Republikan, Willy Aditya, dalam acara bedah buku itu mengatakan,  ia memang mendokumentasikan  pikiran-pikiran Surya Paloh. Salah satu catatan penting, sikap dan keputusan Surya Paloh yang tidak mengedepankan ambisi pribadi dalam momen Pilpres 2014 merupakan anomali dalam politik kekinian di tanah air.

“Setiap zaman punya anak zaman. Surya Paloh yang lahir dari dinamika politik angkatan 66, memiliki pamflet pemikiran politik yang kuat,” kata Aditya.

Willy Aditya telah menulis tiga buku yang mendokumentasikan pikiran-pikiran politik Surya Paloh.  Seperti halnya buku ketiga Moralitas Republikan, dua buku sebelumnya yakni ‘Mari Bung Rebut Kembali’ dan ‘Indonesia di Jalan Reformasi’, tak hanya berisi kisah. Tapi juga menguraikan nukilan sejarah dan teori yang terkait praktik-praktik politik yang dilakukan Surya Paloh.

“Saya berharap, buku yang saya tulis memberi sumbangsih bagi pembangunan politik di Indonesia,” kata Aditya.

Ka-eS

 

 




Rakor Sinergitas PKK dengan SKPD NTB

Rapat Koordinasi (Rakkor) Sinergitas Pelaksanaan Program Pokok PKK dengan SKPD/Lembaga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara BBarat (NTB)  terkait, dengan tema “Sinergitas TP PKK Provinsi NTB dengan SKPD dalam Akselerasi Pencapaian Indikator RPJMD 2013-2018”, berlangsung di Kompleks Pendopo Gubernur NTB, Rabu (25/1/).

MATARAM – lombokjournal.com

Penandatanganan Kerjasama PKK NTB dan SKPD terkait

Agenda Rakor yang membahas kegiatan-kegiatan SKPD yang sesuai program kerja PKK tahun 2017, dibuka Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi. Erica mengapresiasi kerjasama dan pencapaian seluruh kegiatan program kerja tahun 2016.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerjasama kita semua di tahun 2016. Saya berharap di tahun 2017 kerjasama kita makin lancar, makin kompak dan segala usaha kerja kita bernilai ibadah yang Insya Allah dibalas oleh Allah,” ujar Erica.

Program kerja dari SKPD yang akan disinergikan dengan program kerja PKK,  antara lain terkait Sosialisasi Program Penanggulangan HIV AIDS.  Sosialisasi itu memberi Pengetahuan dan Pemahaman HIV AIDS pada remaja usia 15-24 tahun di Sekolah dan Pondok Pesantren. Selain itu, lomba-lomba program KKBPK (kependudukan, KB, Pembangunan Keluarga) untuk peningkatkan motivasi kerja kader PKK di 10 Kabupaten/Kota se NTB.

Pengembangan model PAUD (PAUD Pasar), memberikan kesempatan anak-anak pedagang pasar mendapatkan pendidikan usia dini; Sosialisasi Menu B2SA yang dikaitkan dengan Program Jum’at Salam, mendorong masyarakat menetapkan pola makan yang beranekaragam.

Penyelenggaraan lomba posyandu untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan, pemenuhan kesehatan dasar serta upaya peningkatan kinerja kader melalui posyandu.  Selanjutnya pendampingan 1000 hari pertama Kehidupan dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Banyak program-program kerja lainnya akan dilaksanakan di tahun 2017 ini.

Perjanjian Kerjasama

Rakor tersebut dilanjutkan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara TP PKK Provinsi NTB dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian tentang Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian di Provinsi NTB. Antara TP PKK Provinsi NTB dengan Dinas Ketahanan Pangan tentang Budidaya Penanaman Pohon Cabe di pekarangan rumah.

Hadir dalam Rakor, Wakil ketua 1 TP PKK Hj. Syamsiah M. Amin,  Wakil ketua 2 TP PKK, Hj. Ikhsanti Komala Rimbun, SH, Ketua dan Wakil Ketua Pokja TP PKK Provinsi NTB serta Kepala SKPD terkait.

Rr

(Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB)




Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota

Pertemuan antara Pihak Dishub, sopir angkot dan pihak Organda dilakukan untuk mencari solusi menguntungkan semua pihak. “Kita ingin angkot dan BRT segera ngaspal, kita atur lagi trayek agar sopir sejahtera,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Drs H Khalid di kantornya, Rabu (25/1).

MATARAM – lombokjournal.com    

H Khalid, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram

Hal itu diungkapkan Khalid menyusul pertemuan antara pihak Dishub Kota Mataram, representasi sopir dan Organda guna mencari solusi trayek antara BRT (Bus Rapid Transit) dan angkot.  Pertemuan yang berlangsung hari Selasa (24/1) di Aula Dishub Kota Mataram, membahas masalah feeder  dan rumusan kesepakatan tentang pengoperasian BRT.

Pertemuan itu telah menghasilkan beberapa kesepakatan, yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat bersama Dishub Provinsi NTB hari Rabu (25/1) siang.  “Kersepakatan itu dibawa ke otoritas regulasi,” kata Khalid.  Paling lambat hari Senin depan diharapkan baik angkot maupun BRT sudah mulai beroperasi.

Sesuai kesepakatan, BRT tetap beroperasi tapi  untuk sementara beroperasi di luar trayek A dan B dalam kota. BRT akan beroperasi melayani jalur pinggir. Namun pengaturan itu akan disesuaikan kembali setelah studi feeder selesai.

Studi atau kajian feeder yang akan menghasilkan trayek baru itu tengah dilakukan. Konsepnya, rute feeder adalah rute pengumpan dari kompleks perumahan dan sekolah yang dintegrasikan dengan rute BRT.

Kajian tersebut sekaligus menentukan bentuk subsidi, apakah model tarif atau trip. “Anak sekolah yang menggunakan angkot tidak ditarik ongkos alias gratis. Namun berlaku hanya pada jam-jam tertentu,” kata Khalid. Misalnya, pagi hari antara jam 06.30 sampai 08.00, dan siang hari antara jam 13.00 hinga 15.00.

Subsidi yang dimaksudkan untuk memastikan pendapatan sopir itu akan diatur secara cermat. “Perlu dipastikan nilai subsidi  yang rasional untuk kesejahteraan sopir,” pungkas Khalid.

Saat ini pemerintah telah memberikan subsidi transportasi anak sekolah melalui Damri dengan biaya  melalui pengoperasian BRT.

Ka-eS




Angkot Tak Diminati, Dicarikan Solusi

HL Wirajaya, ST, MSi. Kadis Angkutan Dishub Kota Mataram

Mudahnya kepemilikan kendaraan (khususnya roda dua),  membuat angkutan kota (angkot) ditinggalkan penumpang.  Pengaturan trayek baru di Kota Mataram diharapkan angkot kembali dibutuhkan.

MATARAM – lombokjournal.com

Minat masyarakat menggunakan angkot (angkutan kota) sebagai moda transportasi kota, mulai merosot sejak tahun 2012. Pihak Dishub Kota Mataram mengungkapkan, dari  survey tahun 2012 minat masyarakat hanya 28 persen. Penurunan itu berlanjut hingga sekarang.

“Mudahnya cara memiliki kendaraan roda dua, merupakan faktor paling menentukan merosotnya pemakai angkot,” kata Kabid Angkutan Dishub Kota Mataram, HL Lalu Wirajaya, ST MSi pada Lombok Journal di Kantor Dishub, Rabu (25/1) pagi.

Menurutnya, rasio jumlah kendaraan dan jumlah penduduk kota sangat tinggi.

Faktor turunnya minat menggunakan angkot itu, juga diduga membuat para sopir maupun pemilik angkot enggan memperpanjang ijin perpanjangan trayek.  Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), periode Januari – Desember 2016, perpanjangan trayek angkot yang tercatat hanya 32 angkot. Rinciannya, 16 Trayek A dan 16 Trayek B.

Sebelumnya pihak organda menglaim jumlah angkot mencapai 175. Sebenarnya masa ijin trayek itu berlaku 5 tahun, namun tiap satu tahun wajib diperpanjang. “Kami sudah klarifikasi dengan Organda. Data Dishub berdasarkan yang tercatat di perijinan (DPMPTSP),” jelas Wirjaya.

Sejauh pihak Dishub memberi berbagai kelonggaran agar angkot terus beroperasi. Namun karena jumlah penumpang terus merosot, kendaraan yang beroperasi pun makin berkurang. Memang di rute jalan yang dulu ramai dilewati angkot,sekarang jarang terlihat.

(Baca : Sementara BRT Tak lewati Trayek Kota)

Meski demikian, Baik Pemprov maupun Pemkot/Pemkab Lobar tengah mencari solusi agar angkot dan angdes kembali diminati.  Salah satunya dengan pengaturan trayek yang mempertimbangkan lokasi yang merupakan feeder penumpang.

Ka-eS