Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pemerintah RI agar bersikap netral terhadap kasus Penistaan Agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
MATARAMlombokjournal purchase viagra online in usa.com – Rekomendasi MUI NTB itu dihasilkan dalam rapat koordinasi bersama organisasi massa Islam se wilayah NTB, Senin (6/2) di Sekretariat MUI NTB di Mataram. Point itu menjadi bagian dari beberapa point Rekomendasi yang dihasilkan dari rakor.
Ketua MUI NTB, Prof Saiful Muslim
“Pemerintah RI agar bersikap netral dan tidak berpihak dalam kasus penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok,” kata Ketua MUI NTB, Prof H Saiful Muslim, kepada wartawan usai rapat.
Rekomendasi itu senada dengan pernyataan sikap Pengurus Besar NW baru-baru ini, agar mewasdai ancaman pemecah belah NKRI. Selain itu juga menyoal sikap Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan pembelanya yang dinilai melecehkan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dalam persidangan kasus penistaan agama, Selasa (31/1).
Rakor MUIT yang dipimpin Prof H Saiful Muslim, itu dihadiri oleh pengurus wilayah Nahdathul Wathan (PWNW) H Mustaminudin Ibrahim dan H Alidah Nur, PW NU H Muhammad Harfin Zuhdi, PW Muslimat NU Hj Dewi Yani, PW Muhammadiyah H Isfanani, dan PW Pemuda Muhamadiyah Fathur Rijal.
Beberapa point yang disepakati bersama dalam rapat, antara lain mengecam tindakan Ahok yang dinilai melecehkan Ulama, dalam sidang penistaan agama yang melibatkannya sebagai terdakwa dengan saksi Ketua MUI H Ma’ruf Amin.
Selain itu, MUI NNTB merekomendasikan agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditangkap dan ditahan, serta diberhentikan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dan meminta agar semua bentuk kriminalisasi terhadap Ulama di Indonesia dihentikan.
“Rekomendasi dari rapat ini akan kami kirimkan ke MUI Pusat secepatnya,” kata Saiful.
Gra
Makanan Olahan IKM Sesaot Sudah Rambah Perhotelan
Produk industri kecil dan menengah (IKM) yang diproduksi masyarajak Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, sudah mulai diterima pasar perhotelan dan minimarket di Mataram dan Lombok Barat.
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – – Produk-produk IKM itu seperti produk makanan olahan dari bahan buah-buahan lokal Sesaot, dan juga produk buah segar Sesaot. Hal itu diun
Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni saat menerima bantuan simbolik dari Ketua Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj Erica Zainul Majdi (foto: gra/Lombok Journal)
gkappkan Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni.
Selain dijual di outlet masing-masing dan dijajakan di objek wisata pemandian Sesaot, produk produk juga sudah mulai masuk ke perhotelan dan minimarket.
Saat ini empat industri rumah tangga di Desa Sesaot sudah masuk perhotelan. “Dan produk-produknya sudah mulai diterima perhotelan dan minimarket,” kata Yuni, kepada Lombok Journal, Senin (6/2) di Lombok Barat.
Empat IKM itu antara lain, Marini, Ale-Ale, Maju Bersama, dan Cempaka. Produk berupa makanan dan jajanan seperti kripik, manisan buah, selai buah dan lainnya sudah masuk di pasar minimarket di Kota Mataram dan Lombok Barat.
“Untuk perhotelan juga sudah masuk di Hotel Santika Mataram dan beberapa hotel lain,” kata Yuni.
Yuni menjelaskan, semua produk IKM di Sesaot memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang menjadi potensi unggulan di desa seperti buah-buahan lokal Rambutan, Durian, Manggis, Pepaya, dan Pisang.
Namun, Yuni berharap agar kualitas produk IKM di Sesaot bisa ditingkatkan lagi.
Apalagi setelah pencanangan Kampung Kreatif Sekawan Sejati oleh Dinas Pariwisata dan BRI cabang Mataram yang melingkupi Desa Sesaot, Buwun Sejati, dan Pakuan.
“Kami harap dengan program ini masyarakat terutama IKM bisa diberdayakan baik dari sisi kualitas produk, kemasan, dan juga sistem pemasaran,” tukasnya.
gra
Erica Majdi : Kebersihan dan Keamanan Nomor Satu
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com –
Kebersihan dan keamanan paling utama yang harus diperhatikan pada sebuah destinasi wisata. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi, menegaskan itu dalam sambutannya pada acara pencanangan Kampung Kreatif Sekawan Sejati, Minggu (5/2) di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Kalau sebuah destinasi wisata tidak bersih dan juga tidak aman, maka jangan berharap akan dikunjungi wisatawan. “Dua hal ini yang paling penting dan utama, karena ini menyangkut kenyamanan bagi wisatawan,”kata Erica yang juga istri Gubernur NTB ini.
Erica mengatakan, kawasan Sesaot yang sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Lombok, NTB, juga perlu terus meningkatkan kebersihan dan keamanan. Cara yang paling sederhana, paparErica, adalah dengan cara saling mengingatkan. Antara masyarakat, pengelola, dan juga pengunjung yang datang.
Menurutnya, bila perlu pengelola dan pokdarwis yang ada menggunakan kaos atau pin bertuliskan “Ingatkan saya kalau belum bersih”.
Jadi saling ingatkan. Soal kebersihan ini memang upaya yang harus terus menerus, ibaratnya rumah, sekarang disapu besok kotor lagi, disapu lagi. “Jadi upaya yang melibatkan semua dan dilakukan terus menerus,” katanya.
Dengan upaya terus menerus dan saling mengingatkan itu, menurut Erica, secara perlahan akan terbangun sikap terbiasa bersih ke depan.
Dalam seremoni pencanangan tersebut, Erica secara simbolik menyerahkan bantuan Tim Penggerak PKK NTB kepada masyarakat pelaku UMKM di Sesaot dan sekitarnya, berupa peralatan kebersihan, peralatan masak, dan juga bibit pohon buah-buahan untuk mendukung penghijauan kawasan.
Ia berharap bantuan-bantuan itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima.
“Saya harap bantuan ini bisa bermanfaat dan digunakan dengan amanah, karena kami dari PKK akan terus mencari masyarakat yang amanah dan terus memberikan bantuan dan juga pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan,” katanya.
gra
Kampung Kreatif Dicanangkan di Sesaot
LOMBOK BARAT click this link here now.lombokjournal.com – Pencanangan Kampung Kreatif Sekawan Sejati, Minggu (5/2) di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat dilakukan Dinas Pariwisata NTB bersama BRI Cabang Mataram dan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB.
Masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah di tiga Desa itu bisa lebih mudah mengakses permodalan melalui perbankan
Kampung Kreatif Sekawan Sejati merupakan wadah kreatif bagi masyarakat di Desa Sesaot, Desa Buwun Sejati, dan Desa Pakuan, tiga desa yang berada di lingkar hutan dan juga taman wisata alam Sesaot.
“Tujuannya sebagai wadah kreatif dan sarana pengembangan kapasitas masyarakat di daerah destinasi wisata ini. Karena pariwisata saat ini berkaitan erat dengan keratifitas,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal.
Dalam konsep Kampung Kreatif, masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah di tiga Desa itu bisa lebih mudah mengakses permodalan di perbankan melalui sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BRI.
Dari sisi pembinaan dan pengembangan usaha, Tim Penggerak PKK NTB akan mengambil bagian untuk melakukan pelatihan-pelatihan skill dan juga produksi makanan olahan berbahan baku lokal.
“Dengan akses lebih mudah ke perbankan, kita harap masyarakat tidak lagi terjerat pinjaman di rentenir dengan bunga tinggi,” katanya.
Konsep Kampung Kreatif, tambah Faozal, juga akan bertahap mengubah persepsi dan mindset masyarakat yang tadinya berkecimpung di pertanian dan perkebunan agar terbuka bagi sektor pariwisata yang juga memiliki potensi menjanjikan.
“Kawasan Sesaot dan Buwun Sejati sudah terkenal dengan pemandian Sesaot dan Aik Nyet, sementara Pakuan terkenal dengan wisata agro. Nah, Kampung Kreatif ini dibentuk agar masyarakat lokal disini bisa merasakan manfaatnya secara ekonomi, dan tidak hanya menjadi penonton,” tukas Faozal.
Serenomi pencanangan Kampung Kreatif dihadiri juga oleh Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Erica Zainul Majdi, Kepala BRI Cabang Mataram, Jaya Hardana, sejumlah pejabat Pemprov NTB, unsur Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, para Kepala Desa dan juga masyarakat setempat.
Kepala BRI Cabang Mataram, Jaya Hardana mengatakan, BRI akan mendukung pengembangan pariwisata di Kampung Kreatif Sekawan Sejati yang melibatkan tiga Desa di lingkar hutan Sesaot.
“Akses untuk KUR akan kami permudah, dan saat ini kita juga sudah punya empat agen Brilink di kawasan ini untuk mendekatkan akses bagi masyarakat di sini,” katanya.
gra
Desa Setanggor, Jangan Dilewatkan Jika ke Lombok
Tamu Dijamu Makan Di Tengah Persawahan
Budaya agraris dan kearifan lokal masyarakat di sana Desa Setanggor di Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, bisa menjadi magnet yang menyedot kunjungan wisatawan.
LOGTENG.lombokjournal.com
Berjarak sekitar 9 Km dari Lombok International Airport (LIA), atau sekitar 15 menit perjalanan, Desa Setanggor dengan luas wilayah sekitar 650 hektare, menawarkan tidak kurang dari 10 spot wisata yang bisa dinikmati pengunjung.
Sanggar seni tradisional Desa Setanggor
Uniknya, semua spot wisata ini masih sangat alami dan berhubungan dengan kearifan lokal, kebiasaaan hidup masyarakat agraris di pedesaan. Pengunjung bisa berinteraksi dan terlibat kegiatan masyarakat setempat.
Mulai dari melihat aktivitas di kampung pusat tenun Sasak dan ikut belajar menenun, menyaksikan atraksi kesenian musik dan tari tradisonal, melihat aktivitas petani dan peternak lokal, hingga jamuan makan di tengah persawahan dengan menu lokal khas Lombok.
“Baru sekarang bisa merasakan nikmatnya makan di tengah persawahan,” kata Lala Haerul (23), mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berkunjung ke Desa Setanggor.
Karena itu ia berpikir, Desa Setanggor harus dipromosikan. Lebih dari itu menurutnya, potensi ini harus didukung pemerintah. “Sebab bisa menjadi destinasi baru di Lombok,” kata Lala yang datang ke Desa Setanggor bersama empat orang temannya. Ia mengaku tergelitik untuk berkunjung ke Desa Setanggor setelah melihat video tentang Desa ini di situs Youtube.
Minggu siang itu, Lala dan rombongan dijamu makan siang oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Setanggor.
Menunya menu lokal, pelecing kangkung, pepes jamur, ayam santan Lombok, dan sambal terong. Tapi, bagi Lala dan teman-temannya, lokasi makannya yang luar biasa, di tengah persawahan yang menghijau.
Mereka menikmati hidangan itu di sebuah berugak (semacam gazebo tanpa dinding) yang terletak di lintasan pematang sawah desa.
“Semua tamu kami perlakukan sama, layaknya menjamu saudara yang datang dari jauh,” tutur Ida Wahyuni (29), pembina Pokdarwis Setanggor yang jiuga penggagas wisata desa Setanggor, Sabtu (4/2).
Lokasi untuk menjamu sengaja dipilih di tengah sawah, agar pengunjung biisa menikmati suasana alami pedesaan. Menurut Ida, makan di tengah persawahan merupakan salah satu spot wisata di Desa Setanggor yang paling diminati pengunjung.
“Terutama pengunjung domestik dari kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya. Juga menjadi favorit wisatawan mancanegara,” tutur Ida.
“Pernah juga ada tamu dari Australia yang sangat senang bisa mengambil singkong dan membakarnya sendiri di spot perkebunan yang kami sediakan. Mungkin bagi mereka ini pengalaman yang baru,” katanya.
10 Spot Ditawarkan
Desa Seranggor sebagian besar penduduknya petani. Desa Setanggor menawarkan wisata persawahan dan perkebunan, sebagai lokasi wisata agro dan kuliner.
Selain menikmati hidangan di sawah atau kebun, pengunjung bisa juga menyaksikan langsung aktivitas petani termasuk memetik hasil perkebunan, sepertu buah Naga.
Untuk wisata budaya, sebuah sanggar musik dan tari tradisional disediakan bagi pengunjung untuk menyaksikan berbagai aktraksi budaya setempat.
Sanggar seni di Setanggor sudah lama berlangsung dan menjadi tradisi yang tetap hidup. Aktivitas budaya masyarakat masih marak sampai sekarang. “Banyak juga wisatawan yang senang karena bisa berlatih menari atau belajar main alat musik tradisional,” kata Ida.
Di Sanggar Seni Setanggor juga tersimpan sebuah Gong Tua berdiameter 1 Meter, yang diperkirakan dibuat pada tahun 1828 silam. Gong Tua disimpan dalam sebuah ruangan tertutup berukuran 1,5 X 1,5Meter. Gong ini bisa berbunyi sendiri pada saat-saat tertentu.
Ngaji Al Qur’an di tengah persawahan
“Ini erat kaitannya juga dengan makam Raden Kekah, salah satu ulama penyiar Islam di Lombok, yang letak makamnya tak jauh dari Sanggar. Ini juga sudah menjadi wisata religi,” kata Ida.
Di lokasi lain, perkampungan pusat kerajinan tenun juga menjadi spot andalan Desa Setanggor. Di sini, selain bisa membeli cindera mata, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana sejumlah wanita merangkai benang menjadi kain tenun khas Lombok dengan berbagai corak lokal.
Sentra tenun di Desa Setanggor.
Menurut Sekretaris Desa Setanggor, Genam (56), hampir 90 persen kaum wanita di Desa Setanggor punya kemampuan menenun kain, berkat tradisi turun temurun.
Berdasarkan data Pemerintah Desa Setanggor, jumlah penduduk Setanggor saat ini sekitar 2.026 Keluarga terdiri dari 4.606 jiwa tersebar di 14 Dusun di wilayah Setanggor.
Sekitar 1.800 penduduk di sana tergolong wanita dewasa dan ibu rumah tangga.
“Tenun ini tradisi dari dulu, sehingga hampir 90 persen wanita di Desa ini bisa menenun,” kata Genam.
Hanya saja, sebelum pusat tenun ini dibentuk produk tenun Setanggor dijual ke pusat tenun desa lain yang lebih terkenal, seperti Desa Sukarara, Lombok Tengah.
Pusat tenun Setanggor baru saja dibentuk sekitar 4 bulan yang lalu, dan kini sudah bisa menyerap produk masyarakat setempat sekaligus sebagai tempat pemasarannya.
Aktivitas menennun saat ini mulai terasa dampak ekonomisnya bagi masyarakat Desa Setanggor. Terutama sejak ada konsep Desa Wisata yang digagas mbak Ida dan Pokdarwis.
“Kami berharap ada perhatian juga dari pemerintah,” kata Genam, salah seorang penduduk.
Gra
Rapim Dishub Kota Mataram, Menyikapi Perubahan Struktur Organisasi
Rapat Pimpinan (Rapim) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram yang berlangsung di Hotel Lombok Garden di Mataram, Sabtu (4/2), selain menyamakan persepsi menyikapi perubahan struktur organisasi, diharapkan juga meningkatkan integritas pejabat
Kadis Perhubungan Kota Mataram
“Supaya tidak terjadi tumpah tindih dalam menjalankan SOP,” kata Kepala Dishub Kota Mataram, Drs H Khalid saat memberi sambutan. Rapim diharapkan menghasilkan rekomendasi bagi aparat agar pelaksanaan tugas jadi lebih baik.
Khalid mengingatkan, apa yang ditandatangani tentang Pakta Integritas secara berjenjang, harus diimplementasikan dalam menjalankan pelaksanaan tugas. “Harus sesuai pakta integritas,” tegasnya sambil menambahkan, membangun Dishub agar mencapai Piala Wahana Tata Nugraha 5 kali membutuhkan anggaran memadai.
Dalam kesempatan sama, Asisten II Pemkot Mataram, Wartan, SH MH mengatakan, perda baru tentang struktur organisasi yang baru mempunyai dampak signifikan useful link. “Perlu penyamaan persepsi sesuai Undang-undang,” ujar Wartan saat membuka Rapim.
Asisten II Pemkot Mataram, Wartan, SH MH
Menurut Asisten I Pemkot Mataram, Lalu Martawang, penyelenggaraan rapim yang berlangsung hari Sabtu, menunjukkan keihlasan aparat Pemkot Mataram yang bertekad meningkatkan kinerjanya. “Keihlasan ini harus dicatat,” kata Martawan yang dalam kesempatan itu bicara selaku Wakil Ketua Tim Saber Pungli Kota Mataram.
Mantan Kepala Bappeda Kota Mataram itu juga menyinggung tentang penilaian kinerja Kota Mataram yang belum mencapai nilai B. “Sebab Mataram belum punya renstra SKPD. Karena itu penyelenggaraan rapim atau saya lebih suka menyebut rapat kerja, itu sangat urgen,” kata Martawang.
Menyinggung soal anggaran, Martawang menganggap penting peningkatan anggaran untuk membangun dan meningkatkan kinerja Dishub. Ia mengingatkan, saat masih menjadi Kepala Bappeda Martawang mengembalikan perolehan PAD kepada SKPD yang bersangkutan. Menurutnya, SKPD yang menghasilkan PAD yang pertama berhak memperolehnya.
“Untuk peningkatan kinerja harus dibarengi dengan peningkatan anggaran,” kata Martawang.
Saber Pungli
Dalam rapim itu, Martawan yang memang menyampaikan materi tentang operasi Saber Pungli, menjelaskan tentang Perpres 16/2017 yang mengamanatkan tentang pentingnya Satgas Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar). “Substansinya, pembentukan satgas merupakan tugas spesifik dari pimpinan Negara,” katanya
Dikatakan, untuk menyapu bersih perlu lebih dulu membersihkan sapunya. Setelah itu, diperlukan pemahaman, mana pungutan yang liar dan tidak liar. Dari keseluruhan panjang lebar uraiannya, intinya Martawan mengharapkan SKPD menjalankan mekanisme pencegahan.
“Tiap SKPD harus membentuk tim internal saber pungli,” kata Martawang.
Acara yang dipandu Sekretaris Dishub Kota Mataram, Drs Cukup Wibowo, MMPd itu, juga menghadirkan Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar hakim, SH. Adhar menguraikan tentang materi “Peningkatan Pelayanan Publik”. Selain itu, akademisi pakar Tata Kota, Faris Permadi’ juga menyampaikan materi ‘Pengelolaan Transportasi dan Perencanaan Pembangunan Kota Yang Berkelanjutan”.
Rr
Tersesat di Rinjani Usai Benahi Tower Pantau Potensi Air
MATARAM.lombokjournal.com – – Dua orang yang sempat tersesat beberapa hari di kawasan gunung Rinjani, Mustaqim dan Marwi, merupakan petugas teknisi yang memperbaiki tower transmisi informasi potensi air NTB.
Tower tersebut merupakan Program Kerjasama Badan Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), yang dipasang di kawasan bukit Kondo, Kecamatan Batu Kliang.
Keduanya memperbaiki tower yang merupakan obyek PKS antara Balai TNGR dengan Balai Wilayah Sungai. “Perbaikan dilakukan oleh BWS NTB I dikarenakan adanya gangguan jaringan yg mengakibatkan tower tidak dapat berfungsi,” kata Kepala Balai TNGR, Agus Budi Santosa, kepada lombokjournal.com, Sabtu (4/2).
Dijelaskan, kedua korban berangkat menuju bukit Kondo di kawasan TNGR pada 24 Januari lalu. Setelah selesai memperbaiki tower, 1 Februari 2017 sekitar pukul 13.00 Wita mereka hendak kembali dengan melalui jalur yang mereka buka untuk memotong jalur agar lebih dekat.
Namun jalur itu banyak tebing terjal dan curam, sehingga kedua korban kehilangan arah dan tersesat.
“Pada Jumat 3 Februari sekitar pkl 11.30 Wita mereka menghubungi keluarga dan menyampaikan kalau mereka tersesat,” papar Agus.
Saat itu juga pihak keluarga menyampaikan informasi ke petugas TNGR di Resort Setiling dan kemudian petugas TNGR bersama masyarakat Talun Ambon,Kecamatan Batu Kliang, dan Tim Basarnas Mataram melakukan pencarian.
Menurut Agus, pada Sabtu (4/2) Februari sekitar pukul 15.00 Wita petugas mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan di wilayah Joben. Kemudian tim menuju ke lokasi dan sekitar pukul 15.50 Wita tim menemukan korban sudah berada di salah satu rumah warga Joben bernama Herman.
“Saat ditemukan satu orang dalam keadaan lemah dan satu orang pingsan karena sudah dua hari tidak makan. Tapi saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah kembali ke pihak keluarganya,” kata Agus.
gra
Dua Orang YangTersesat di Rinjani Ditemukan dalam Kondisi Lemas
MATARAM.lombokjournal.com — Dua orang yang sebelumnya dilaporkan tersesat dan hilang di kawasan pendakian Gunung Rinjani, masing-masing Mustakim (33), warga Babakan dan Marwi/Muhri (37) warga Punia, Kota Mataram, akhirnya berhasil ditemukan pada Sabtu sore (4/2), dalam kondisi selamat.
“Dua korban ditemukan selamat, meski dalam kondisi lemas,” kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram, I Putu Cakra.
Kedua korban berhasil ditemukan oleh warga yang melintas di sekitar kawasan Joben, Otak Kokok, Lombok Timur, sekitar pukul 15.45 Wita.
Putu Cakra menjelaskan, saat ditemukan warga, korban dalam kondisi lemas. “Kemudian penemuan ini dilaporkan ke Polsek Kopang Lombok Tengah dan diteruskan ke Basarnas,” katanya.
Begitu menerima laporan, tim SAR beserta keluarga korban yang sebelumnya melakukan pencarian di daerah Aik berik, Benang Stokel dan Bermayung langsung menuju lokasi penemuan untuk penjemputan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.
Sebelumnya, pada Jumat sore (3/2) pukul 17.45 Wita, Basarnas Kantor SAR Mataram menerima laporan dari Bapak Zainal warga Babakan – Mataram bahwa dua tersesat di Gunung Rinjani tesesat.
Menurut keterangan dari Zainal, Selasa (24/01) lalu, dua korban mendaki melalui jalur Benang Stokel menuju pelawangan Benang Stokel Gunung Rinjani dalam kegiatan pemasangan kamera pemantau milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia.
Kemudian hari Jumat pagi (3/2), korban hendak turun melalui jalur yang sama tapi korban salah jalan dan tersesat. Menyadari diri tersesat, korban langsung menghubungi pihak keluarga, untuk meminta bantuan ke Basarnas.
Korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya pada pukul 11.30 Wita tadi pagi dan korban mengaku kehabisan logistik.
“Tapi syukurlah dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya.
Gra
Pengurus Dharma Wanita Dikukuhkan
Hj. Erica Zainul Majdi, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Nusa Tenggara Barat (DWP NTB), menitipkan tiga agenda penting yang harus dilakukan DWP NTB. Amanah khusus itu meliputi permasalahan gizi buruk bayi dan balita, giat perang terhadap predator anak dan mencermati pengaruh media terhadap anak-anak.
Sekretaris Daerah Prov. NTB H. Rosyadi Sayuti menghadiri acara pengukuhan
MATARAM.lombokjournal.com – Hal itu disampaikan Hj. Erica usai mengukuhkan Ketua DWP Provinsi NTB, Hj. Ikhsanti Komala Rimbun Rosyadi. Acara pengukuhan dan serah terima Ketua DWP NTB masa bhakti tahun 2014-2019 berlangsung Jumat, (3/2), di Ballroom Hotel Golden Tulip, Mataram.
Pada kesempatan itu, Hj, Erica juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua DWP periode sebelumnya, Hj. Siti Aisyah M. Nur.
“Di bawah kepemimpinan beliau kegiatan DWP selama ini berlangsung baik dan sangat kontributif terhadap program Pemprov NTB,” kata Erica.
Namun Erica mengungkapkan, Hj Rimbun Rosyadi yang baru saja meneruskan tongkat estafet kepemimpinan DWP, dapat terus memberikan kontribusi program pemprov NTB, tambah Erica.
Hadir dalam pengukuhan itu, Sekretaris Daerah Prov. NTB H. Rosyadi Sayuti, Ketua DWP se-NTB serta ketua organisasi wanita se-NTB.
(Biro Humas Setda Pemprov NTB)
PBNW Imbau , Waspadai Ancaman Terhadap NKRI
Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) mengimbau seluruh umat dan masyarakat agar mewaspadai segala macam bentuk ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
MATARAM.lombokkjournal.com — Imbauan itu merupakan salah satu poin dari sejumlah poin sikap PBNW, mencermati merebaknya berbagai kasus yang menimbulkan kegelisahan ummat Islam di Indonesia, belakangan ini.
Ketua Umum Dewan Tanfiziyyah PBNW, TGH Muhammad Zainul Majdi
Sekjen Dewan Tanfiziyyah PBNW, TGH Hasanain Juaini
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum Dewan Tanfiziyyah PBNW, TGH Muhammad Zainul Majdi dan Sekjen Dewan Tanfiziyyah PBNW, TGH Hasanain Juaini tersebut, PBNW menyatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR) merupakan karya dan sumbangan besar para ulama bangsa Indonesia. Karena itu, wajib dipertahankan selama hayat di kandung badan.
PBNW menyatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah wadah resmi pemersatu ummat lslam dan seluruh organisasi massanya demi menyatukan gerak dan langkah dalam mengisi kemerdekaan agar selaras dengan cita-cita bangsa Indonesia.
Al Irsyad, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis Jam’iyyah Al-Washliyyah, Nahdlatul Wathan dan lain sebagainya adalah organisasi masyarakat yang didirikan oleh para Ulama Bangsa Indonesia yang bertujuan membimbing Ummat lslam Indonesia agar menjadi hamba Allah yang shalih serta warga negara yang dapat memberikan sumbangsihnya bagi bangsa.
Terkait dengan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oleh saudara Basuki Tjahaya Punama (Ahok) dan Tim Pembelanya terhadap KH Ma’ruf Amin dalam kapasitas beliau sebagai Saksi persidangan kasus Penistaan Agama, hari Selasa (31/1), adalah penistaan yang berbahaya, mengingat KUL Ma’ruf Amin adalah Ulama, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUD dan sekaligus Rais Aam Dewan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
PBNW menyerukan seluruh ummat Islam dimana pun berada untuk selalu mewaspadai berbagai ancaman terhadap NKRI, Majelis Ulama Indonesia, Ormas-ormas Islam serta para ulamanya.
Berpegang teguh kepada Ajanan Agama, Konstitusi Negara serta para ulama dan memelihara ukhuwwah dan mengutamakan kemaslahatan bersama.