Banjir Juga Melanda Sambelia, Lombok Timur

Bencana banjir melanda Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),  akibat hujan deras disertai angin kencang.

MATARAM.lombokjournal.com — Hingga Rabu (8/2) kemarin, kondisi Dusun Batu Sele saat ini masih terisolir karena dua jalan pengubung ke Dusun Batu Sele terputus,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram, Kamis (9/2).

Ia menyebutkan, terputusnya jalan tersebut mengatakan, aktivitas warga dan anak-anak sekolah lumpuh total dan kendaraan baik roda dua, maupun roda empat tidak dapat menuju lokasi.

Dampak banjir membuat 11 rumah di Dusun Penjarum, Desa Sugian, terendam air setinggi sekitar 50 cm, Dusun Sendang, Desa Dara Kunci, setinggi setinggi 50 cm. Sedangkan Dusun Batu Sele, Desa Dara Kunci sebanyak 115 kepala keluarga atau 368 jiwa terdampak.

“Warga sangat membutuhkan air bersih, air mineral, bahan pokok, obat-obatan dan tenaga medis,” lanjutnya.

Rum melanjutkan, BPBD Lombok Timur, Basarnar, Tagana, PMI dan CMT terus berkoordinasi dan memonitoring kondisi di lapangan. BPBD NTB, ia katakan, telah mengirimkan bantuan logistik berupa 250 dus mie instan dan 250 dus air mineral.

gra




Banjir Landa Sumbawa, 6000 KK Terdampak

Banjir dan angin puting beliung melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. Lebih dari 6000 keluarga dilaporkan terdampak, meski belum dilaporkan ada korban jiwa.

MATARAM.lomb kjournal.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Muhammad Rum, Kamis (9/2) menjelaskan, banjir terjadi di Sumbawa sejak hujan lebat dan angin kencang pada, Selasa (7/2) malam.

“Kabupaten Sumbawa kembali dilanda banjir.Tidak hanya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa,” kata Rum.

Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa, namun sebanyak 6.253 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 21.243 jiwa, terdampak  banjir di Sumbawa.

Mereka tersebar di Kelurahan Brangbara, 214 KK atau 584 jiwa, dengan ketinggian air mencapai ±100 cm. Kelurahan Brang Biji , 72 KK atau 288 jiwa, kemudian Kelurahan Pekat 35 KK atau 135 jiwa, Kelurahan Bugis 207 KK atau 966 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm, merendam rumah warga di sepanjang aliran sungai Brang Bara.

Selain itu, papar Rum, di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, banir juga terjadi dengan ketinggian air ±50 cm, melanda Dusun Kali Baru dengan 560 KK atau 2.075 jiwa terdampak, kemudian Dusun Pasir 578 KK atau 2.261 jiwa, Dusun Padak 1.552 KK atau 5.715 Jiwa.

Di Kecamatan Empang banjir dirasakan oelh 1.885 KK atau 4.342 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm, juga di Kecamatan  Tarano 1.471 KK atau 5.884 jiwa dengan ketinggian air mencapai ± 100 cm.

Puting Beliung

Sementara pada hari yang sama, tambah Muhammad Rum, angin puting beliung melanda pemukiman warga di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Sumbawa.  “Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan,” katanya.

Sementara sepanjang ruas jalan Setonggo menuju Batu Dulang di Kecamatan Batulanteh terjadi longsor sebanyak 8 titik.

Rum mengatakan, hingga kini tim reaksi cepat Kabupaten Sumbawa, TNI/POLRI masyarakat dan BPBD NTB diturunkan ke titik-titik lokasi bencana, namun masih mengalami kendala karena minimnya sarana dan prasarana, terbatasnya dana dan terbatasnya personil.

“BPBD NTB sendiri telah mengirimkan bantuan logistik berupa 250 dus air mineral dan 300 dus mi instan,” kata Rum.

BACA : Banjir Juga Melanda Sambelia, Lombok Timur

Gra




Suryani Beri Semangat Anak Penderita Kanker Tulang

Hj Suryani Ahyar Abduh, Selasa (7/2) mengunjungi rumah Adrian Prawira (13), penderita kanker tulang, di Lingkungan Perigi, Kelurahan Dasan Agung, Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com  –  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram, Hj Suryani AhyarAbduh juga memberikan semangat secara langsung pada Adrian. Dalam kunjungannya Suryani  juga memberi bantuan biaya pengobatan.

Bertemu langsung dengan Adrian, Hj Suryani tampak terharu melihat langsung kondisi Adrian.  Namun kunjungan istri orang nomor satu di Kota Mataram itu memberi semangat. Anak semula hanya mampu berbaring, berusaha bangkit dan menyalami tamunya.

“Tetap semangat ya Adrian, harus cepat sembuh supaya bisa sekolah lagi,” kata Hj Suryani pada Adrian.

Adrian Prawira, siswa SMPN 13 Kota Mataram ini mengalami pembengkakan serius pada tulang lutut kaki kanannya, yang didiagnosa sebagai kanker tulang. Menurut pihak keluarga, Adrian mulai menderita sakit itu sejak terjatuh dari bermain sepakbola pada November 2016 lalu.

Usai kejadian itu Adrian sempat dibawa ke pengobatan alternatif, dan juga ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Mataram. Namun cidera yang dideritanya tak kunjung sembuh, hingga akhirnya divonis mengidap kanker tulang.

Sejak itu, pembengkakan di lutut Adrian makin membesar dan membuatnya tak bisa berjalan. Sebelumnya, Walikota H Ahyar Abduh sudah memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan Kota Mataram melihat kondisi Adrian dan membawanya menjalani perawatan.

Hanya saja, trauma akibat perawatan medis sebelumnya masih membuat Adrian selalu menolak dan menangis setiap kali hendak dibawa kerumah sakit. Sejauh ini, pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram juga masih berupaya melakukan hipnoterapi oleh hipnoterapis profesional agar trauma yang dialami Adrian hilang.

Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Suryani mengatakan, dukungan moril dan suport semangat padaAdrian harus terus dilakukan agar tidak trauma lagi dan Adrian mau dibawake Rumah Sakit untuk mendapat perawatan semestinya.

Meski sakit yang diderita Adrian cukup berat, bahkan mungkin harus mendapat rujukan ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar, namun ia yakin Pemerintah Kota Mataram akan membantu maksimal.

“Semoga ananda Adrian bisa segera hilang traumanya, segera mendapat pelayanan kesehatan seperti seharusnya. Yang penting jangan sampai kehilangan harapan,” katanya.

hms/gra




Tercatat 38 Pohon Tumbang di Mataram Akibat Angin Kencang

Angin kencang menumbangkan sekitar 38 pohon di Kota Mataram. Ratusan personil gabungan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, BPBD Kota Mataram, dan kepolisian diterjunkan untuk membersihkan pohon tumbang.

MATARAM.lombokjournal — “Data terakhir ada 38 pohon tumbang di 11 titik di Kota Mataram. Tim gabungan sudah langsung bekerja sejak pagi. Agar tumbangan pohon tidak mengganggu lalu lintas,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Kemal Islam, Selasa (7/2) di Mataram.

Menurut Kemal, pohon yang tumbang di Kota Mataram umumnya masih berusia 10 hingga 15 tahun dan masih kokoh. Hanya saja, kondisi tanah yang kekerasannya berkurang akibat intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat akar pohon mudah tercerabut.

“Kalau dari segi usia pohon masih layak dan kuat try these out. Tapi karena kondisi tanah yang lembek akibat hujan, jadi tumbang saat diterpa angin kencang,”katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini Dinas Permukiman menerjunkan 68 orang, BPBD Kota Mataram 50 orang, Dinas PU Mataram 60 orang, dibantu petugas kepolisian Mataram untuk menangani masalah pohon tumbang.

Gra




Aliran Listrik PLN Terganggu Akibat Angin Kencang

Hujan disertai angin kencang yang melanda Pulau Lombok sejak minggu lalu menyebabkan pohon tumbang dan beberapa infrastruktur kelistrikan, khususnya jaringan kabel PLN terganggu.

MATARAM.lombokjournal.com — Saat ini PLN Area Mataram terjunkan 18 tim teknisi untuk perbaiki jaringan di sejumlah lokasi terdampak.

Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah, mengakui dalam seminggu terakhir memang pemadaman listrik sering terjadi. Kondisi ini disebabkan karena cuaca hujan dan angin kencang, yang membuat pohon-pohon bertumbangan dan menimpa jaringan kabel PLN. Salah satu contoh jaringan di Jalan W.R. Supratman, Kota Mataram, putus karena tertimpa pohon rubuh.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan atas pemadaman yang terjadi. Kami berusaha semaksimal mungkin memperbaiki jaringan yang terganggu dengan menurunkan tim teknisi yang ada,” kata Chaidar, Selasa (7/2) di Mataram.

Menurutnya, akibat banyaknya jaringan yang terganggu, beban penggunaan listrik di Pulau Lombok juga mengalami penurunan yang signifikan.

Normalnya, beban puncak pada siang hari mencapai 140 megawatt (MW), namun hari ini (7/2) hanya sebesar 70 MW. Sementara daya mampu pembangkit di Pulau Lombok mencapai 224 MW.

“Ada pengurangan penggunaan beban sekitar 50 persen. Jadi pemadaman ini bukan karena PLN kekurangan daya, tapi karena gangguan jaringan, akibat angin kencang,” katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya di Pulau Lombok, angin kencang juga membuat jaringan di Bima terganggu. Sekitar 250 pelanggan di tiga wilayah, yaitu Wera, Kwangko, dan Pekat mengalami pemadaman akibat aliran listrik terganggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Kamis (9/2). Adanya pusat tekanan rendah di barat laut Benua Australia (994 hPa) yang menarik massa udara di sekitar wilayah NTB dengan kuat sehingga dirasakan sebagai angin kencang.

Untuk meminimalisir gangguan, PLN menghimbau masyarakat untuk secara rutin memangkas pohonnya yang berada di dekat jaringan PLN.

“Jika masyarakat tidak berani memangkas pohonnya yang dekat jaringan, PLN siap untuk membantu, karena kita punya petugas untuk itu, yang penting diizinkan saja oleh pemilik pohon. Demi kepentingan bersama.” pungkas Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana.

Selain itu, PLN juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan ke contact center PLN 123 atau ke Kantor PLN terdekat apabila menemukan pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik.

Gra

 




Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon

Seorang pengendara sepeda motor, tewas akibat tertimpa pohon tumbang di jalan Brawijaya tepatnya di depan SD Internasional, Seganteng, Cakranegara.

MATARAM .lombokjournal.com – Pengendara itu tak menduga, tiba-tiba pohon tumbang saat ia melintas dan tak bisa menghindar.  “Korban tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan Brawijaya. Meninggal di tempat kejadian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Muhammad Rum, Selasa (7/2).

Kejadian itu sekitar pukul 10.37 Wita. Korban yang diidentifikasi sebagai Sapi’in (38), pedagang ayam, warga Kembang Kuning, Narmada, Lombok Barat mengendarai sepeda motor honda Kharisma melintas di lokasi kejadian saat pohon tumbang diterpa angin kencang.

“Jenasah korban langsung dibawa pihak kepolisian ke RS Bhayangkara,”katanya.

Angin kencang sejak Selasa pagi (7/2) di Kota Mataram menyebabkan sedikitnya delapan pohon besar di lokasi berbeda tumbang. Beberapa baliho ukuran besar juga tampak roboh di Jalan Pejanggik sekitar Islamic Center

Baliho besar roboh

Masyarakat khususnya di Kota Mataram agar berhati hati bila berada di luar rumah. Terutama jika melintasi jalan yang terdapat pohon besar.

Gra




Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Mataram, Pengendara Motor Tewas

Angin kencang sejak Selasa pagi (7/2) di Kota Mataram menyebabkan sedikitnya delapan pohon besar di lokasi berbeda, tumbang.

MATARAM.lombokjournal.com — Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan, hingga Selasa siang tercatat delapan pohon tumbang masing-masing di jalan lingkar selatan depan SMKN 9 Mataram, depan kantor Camat Cakra, depan Islamic Center, depan SDN 23 Mataram Karang Bedil, depan TK Internasional Seganteng, di belakang gedung Al Ikhsan Ampenan, di depan kantor Lurah Karang Pule, dan di depan lapangan sepak bola Babakan.

Pohon tumbang di depan Masjid Raya At Taqwa

Di depan kantor Inspektorat NTB di Jalan Pejanggik tampak petugas patroli BPBD Kota Mataram sedang bembersihan pohon tumbang. Untungnya pohon itu tumbang tidak ke jalan raya. Demikian juga di depan mesjid Raya At Taqwa , pohon tumbang menghalangi jalan.

Baliho tumbang

Tumbangnya pohon-pohon di musim angin ini menyebabkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Brawijaya Mataram

BACA : Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon

Selain itu, baliho berukuran besar di sekiitar Islamic Center juga tumbang. “Mestinya di musim angin besar, pemilik baliho itu tahu diri, kontrol  tu balihonya, kalau rubuh ke jalan raya bisa mencelakai orang,” kata seorang pengendara sepeda motor.

“Upaya yang telah dilakukan oleh tim BPBD Kota Mataram sudah melakukan pembersihan lokasi kejadian pohon tumbang sehingga dapat di lalui oleh kendaraan,” kata Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum, saatdihubungi di Mataram, Selasa (7/2) siang.

Rum mengimbau masyarakat, khususnya  warga di Kota Mataram agar berhati hati bila berada di luar rumah. Terutama jika melintasi jalan yang terdapat pohon besar.

Gra

 




Dicky Adrian, Berobat Hipertensi Kronis Seumur Hidup

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram

Tak seorang pun menginginkan menderita penyakit kronis. Tapi tak seorang pun bisa menolak kapan pun penyakit datang.

MATARAM.lombokjournal.com

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram, mengaku sejak tahun 2014 mengidap penyakit hipertensi kronis. Pada awalnya, tekanan darahnya bisa mencapai 180 bahkan sering lebih dari itu. Meski daya tahan tubuhnya masih cukup baik, Dicky mencemaskan kalau sewaktu-waktu tekanan darahnya kebablasan naik.

Atas saran dokter —  itu terjadi tahun 2014 — Dicky akhirnya melakukan pemeriksaan darah lengkap. Setelah pemeriksaan, baru diketahuinya kalau ia mewarisi gen penyakit yang turun dari orang tuanya, hipertensi kronis.

Sejak saat itu, tiap hari Dicky harus mengkonsumsi obat valsatran 80 mg dan amlodipine 5 mg  untuk  menormalkan tekanan darahnya. “Saya harus mengkonsumsi dua macam obat itu pagi sore, seumur hidup,” tutur Dicky pada Lombok Journal, Senin (6/2).

Kalau dihitung jumlah biaya, pengeluaran untuk membeli dua jenis obat itu sekitar Rp500 ribu. Belum lagi pengeluaran kemungkinan pengobatan lainnya. Tentu, jumlah itu tak terlalu membebani kalau hanya dua atau tiga kali dikeluarkan.  Namun kalau harus berlangsung seumur hidup, akan jadi beban berat saat usia tak lagi produktif.

Tapi karena Dicky menjadi peserta BPJS Kesehatan, semua kesulitan biaya berobat teratasi.

“Kalau sudah sakit, kita masih memikirkan biaya berobat, nanti tambah sakit,” tutur Dicky, yang mengaku saat ini tekanan darahnya sudah normal.

Dikatakannya, sebanyak 74 orang karyawan Hotel Aston Inn Mataram, semua telah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Keikutsertaan karyawan menjadi peserta bukan semata-mata karena perintah Undang-undang yang mewajibkan perusahaan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Tiap karyawan Aston Inn hanya membayar 1 persen dari 5 persen yang harus dibayar peserta BPJS Kesehatan. “Aturannya bagus. Karyawan disubsidi. Kalau gajinya Rp7 juta hanya membayar iuran Rp70 ribu, sisanya dibayarkan perusahaan. Kalau karyawan sakit, semua biaya ditanggung pihak BPJS,” kata Dicky.

BPJS Center

Dicky bercerita pernah mendapat keluhan karyawannya, yang sempat ditolak rumah sakit karena dianggap belum bayar iuran. Karena itu ia komplin ke pihak BPJS Kesehatan karena semua iuran selalu dibayarnya tepat waktu. Ternyata ada kesalahan sistem, dan akhirnya bisa diselesaikan.

Tapi kesalahan serupa sering menimbulkan kesalahpaham. Tidak sedikit terjadi keluhan pasien BPJS yang masih harus mengeluarkan biaya rumah sakit.

Karena itu, menurut Dicky, antara pihak rumah sakit dan pasien sering tidak terjalin komunikasi yang baik, yang menyebabkan pasien masih harus membayar biaya tambahan.

“Kalau di rumah sakit tidak tersedia obat yang dibutuhkan, dia harus mencari entah bagaimana caranya. Kalau rumah sakit tidak bisa mencarikan obat, tidak usah buka rumah sakit,” tegas Dicky.

Sebab kalau pasien ke rumah sakit sesuai dengan indikasi dokter, atau sesuai prosedur, tidak ada alasan harus membayar.  Prosedur yang harus dimulai, dengan rujukan dari pihak fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun diakuinya, tidak semua pasien bisa berkomunikasi dengan baik dengan pihak rumah sakit.

Karena itu, selain perlunya sosialisasi pihak BPJS ke rumah sakit, disarankannya di tiap rumah sakit mestinya ada  BPJS Center.” Itu sangat membantu menerima komplin pasien, dan memberi penjelasan pihak rumah sakit,” saran Dicky.

Dicky yakin, kalau semua sesuai prosedur dilakukan maka tidak ada biaya lagi yang harus dikeluarkan dari kantong pasien. Bahkan seandainya pasien direkomendasi harus ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta, BPJS Kesehatan akan menanggung semua biaya pengobatan.

Er (adv)




Rizal Badila, Promosikan Lombok di Malaysia Lewat Lagu

Beberapa kali kurang sukses merilis lagu-lagu karyanya di negeri sendiri. Siapa nyana Rizal Badila, musisi asal Lombok ini justru berhasil meraih popularitas di negeri tetangga, Malaysia.

MATARAM.lombokjournal.com – – Berhasil merilis single duet bersama diva Malaysia, Azharina Azhar lewat lagu “Seribu Cinta” karya Rizal sendiri, pria asli Kopang, Lombok Tengah itu makin mantap menapakkan karir musiknya di Malaysia.

Rizal Badila

Bagi Rizal, merupakan pengalaman luar biasa bisa duet dengan diva Malaysia sekelas Azharina Azhar. Tapi yang lebih penting lagi, dengan berkiprah di Malaysia, Rizal mengaku ingin mempromosikan Lombok.

“Dan bisa mengharumkan nama Indonesia,” kata Rizal Badila, kepada Lombok Journal di Mataram, Senin (6/2).

Lagu-lagu ciptaannya,  yang dilantunkan pria kelahiran 1989 ini, memang banyak menyedot perhatian pencinta musik di negeri Jiran. sejak pertengahan 2016 lalu.

Konon, lagu Seribu Cinta yang dinyanyikan berduet bersama Azharina Azhar, kini selalu menempati chart unggulan di sejumlah stasiun radio di Malaysia, sekaligus menjadi single dengan request terbanyak di sana.

Bagi dunia pariwisata NTB dan Lombok khususnya, kiprah Rizal Badila di Malaysia, tentu sangat memberi keuntungan.Sebab, beberapa lagu Rizal, juga bertema keindahan pulau Lombok. Lagu yang enak didengar dan juga menjadi perhatian pecinta musik Malaysia adalah “Pulau Lombok”.

Lagu itu memang diciptakannya untuk menggambarkan keindahan dan kenyamanan di pulau Lombok. “Lewat lagu ini saya ingin semua orang tahu bahwa Lombok memang pulau yang sangat indah,” kata Rizal.

Tak tanggung-tanggung, untuk lagu Pulau Lombok ini, Rizal bersama Leegeer Management membuat video klip dengan latar hampir semua objek wisata di pulau Lombok.

“Kita explore keindahan Lombok, termasuk yang belum banyak terekspose. Bisa dilihat di youtube chanel Rizal Badila,” kata Rizal.

Upaya Rizal mempromosikan Lombok dan NTB secara umum melalui kiprahnya di Malaysia, juga didukung tim manajemen Rizal, dari Leegeer Management.

Direktur Leegeer Management, Min Nur’Aini Misrial mengatakan, masyarakat Lombok dan NTB pada umumnya boleh berbangga memiliki dengan talenta potensial seperti Rizal Badila.

“Waktu mengisi acara 17 Agustus di KJRI (Konsulat Jenderal RI) di Kuala Lumpur, pejabat-pejabat di sana memuji, ternyata selain alam yang indah Lombok memiliki anak muda yang sangat berbakat seperti Rizal,” kata wanita cantik yang akrab disapa Iin.

Iin mengatakan, dari sisi promosi potensi pariwisata NTB, sebenarnya sosok Rizal sangat potensial dan sudah terbukti melakukan sesuatu melalui talentanya di bidang musik. Pemerintah Provinsi NTB, menurut Iin, bisa mendukung kiprah Rizal ini dengan support-support yang memungkinkan diberikan oleh pemerintah.

“Sejauh ini kami bersama Rizal masih jalan sendiri, belum banyak dukungan terutama dari Pemerintah Provinsi NTB.Padahal Rizal ini sangat potensial, apalagi untuk mendatangkan wisatawan asal Malaysia ke Lombok ini,” katanya.

Duet bersama Azharina Azhar, menurut Iin, juga merupakan prestasi luar biasa untuk Rizal. Orang Lombok asli, ternyata punya talenta luar biasa hingga berhasil berduet dengan diva Malaysia itu.

Saat ini video klip Seribu Cinta yang menampilkan duet Rizal dengan diva Malaysia, tengah diproses dengan lokasi di beberapa objek wisata dan hotel di Lombok.

“Harapan kami agar apa yang dilakukan Rizal lewat karya-karya nyata itu bisa diapresiasi juga oleh Pemerintah NTB,” tukas Iin.

gra




Ekonomi NTB Tumbuh 5,82 Persen

Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2016 secara kumulatif mengalami pertumbuhan sebesar 5,82 persen dibanding tahun 2015.

MATARAM.lombokjournal.com —  Kalau dihitung dengan sektor pertambangan maka ekonomi NTB 2016 tumbuh sekitar 5,82 persen. “Jika tanpa tambang, tumbuh sekitar 5,71 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Senin (6/2) di Mataram.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih

Dipaparkan, sampai dengan triwulan IV 2016 perekonomian provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp Rp116,25 Triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp23,74 Juta.

Sedangkan tanpa sub kategori pertambangan bijih logam PDRB Provinsi NTB atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp94,00 Triliun dan PDRB perkapia tanpa pertambangan bijih logam Rp19,20 juta.

Menurut Endang, lima besar kegiatan ekonomi sebagai penyumbang utama pertumbuhan ekonomi khususnya pada triwulan IV 2016 di NTB adalah Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,73 persen.

Menyusul setelah itu, jasa keuangan sebesar 0,51 poin, transportasi dan pergudangan besar 0,45 poin, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,37 poin, dan konstruksi sebesar 0,32 poin.

gra