MenPar Akan Hadir di Festival Nyale

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya diagendakan hadir dalam Festival Bau Nyale yang akan digelar mulai Kamis sore (16/2) hingga Jumat (17/2) di pantai Kuta dan pantai Seger, Lombok Tengah.

Menpar sudah mengkonfirmmasi kedatanganya di Festival Bau Nyale.

“Ini sebagai bentuk dukungan pusat untuk Lombok, terutama di Mandalika yang masuk 10 destinasi prioritas,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, Rabu (15/2), saat meninjau persiapan lokasi Bau Nyale di pantai Seger, Lombok Tengah.

Dijelaskannya, Festival Bau Nyale tahun 2017 ini, dukungan dana juga diberikan oleh Kementerian Pariwisata. Pihak Dispar NTB ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan dibantu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata LombokTengah. Sepanjang Festival Bau Nyale tahun 2017 ini, ada 12 item kegiatan yang digelar mulai dari pra acara hingga puncak acara nanti.

Beberapa item yang sudah dilaksanakan antara lain festival peresean di pantai Kuta, kontes Cilokaq, Voley Pantai, dan Surfing semi pro di pantai Seger, yang diikuti 120 kontestan dari komunitas surfing di Lombok.

Sementara kegiatan lainnya, yang akan dilakukan mulai Kamis (16/2) antara lain, pawai budaya di Kota Praya, ibukota Kabupaten Lombok Tengah, lomba masak menu ikan bekerjasama dengan Tim PKK Lombok Tengah, hiburan dan pertunjukan di puncak acara Bau Nyale, serta lomba mengumpulkan sampah.

“Untuk lomba kumpulkan sampah, kita desain agar nantinya sehabis acara lokasi bisa bersih dari sampah. Sebab yang memungut dan membawa sampah paling banyak akan mendapat hadiah,” kata Faozal.

Gra




KWRI Memperjuangkan Kemerdekaan pers

KWRI sebagai pelopor kemerdekaan pers yang lahir dari rahim reformasi yaitu pada tanggal 22 Mei tahun 1998, satu hari pascaruntuhnya simbol-simbol kekuasaan orde baru, selama ini telah banyak andil memberikan kontribusi positif, terutama di dalam memperjuangkan kemerdekaan pers.

MATARAM.lombokjournal.com – Dalam rilis yang dikirim ke Lombok Journal, hari ini, Ketua Umum KWRI, Ozzy Sulaiman Sudiro mengatakkan, jajaran KWRI juga masuk  sebagai tim perumus pembentukan Kode Etik Wartawan (Kewi).

Lahirnya Majelis Pers yang mengafiliasi 28 organisasi wartawan, merancang dan merumuskan RUU pers yang membuahkan hasil lahirnya Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Und ang-undang tersebut mengamanahkan lahirnya dewan pers independen.

KWRI juga turut meratifikasi kode etik wartawan (KEWI) menjadi  kode Etik jurnalistik (KEJ) dan memberikan penguatan penguatan terhadap dewan pers.

Ozzy menilai, seharusnya Dewan Pers saat ini membina insan pers dan perusahaan pers di era kemerdekaanpers saat ini.

Di bidang politik misalnya, masih banyak  insan pers dan perusahaan pers yang  dengan sengaja meninggalkan netralitas, independensi, bahkan harga diri dengan menggadaikan idealismenya menjadi alat komoditas partai politik tertentu.

Dan sekarang sudah terjadi primordialisasi, yaitu kepentingan di atas kepentingan pribadi, kroni, dan golongan. “Karena fenomenanya penguasa dan pengusaha pers banyak  didominasi para kapitalis dan politikus yang sudah jelas ada pretensi udang dibalik batu,” tegasnya.

Sementara di dunia hiburan dan media infotainment, berita-berita sensasional,gosip dan cenderung fitnah juga masih bebas dipertontonkan ke publik.

Dewan Pers tidak mensikapi fenomena ini. Infotainment dengan awak media yang dibekali ilmu jurnalis seadanya, menulis berita gosip, sensasi dan fitnah bebas dipublikasi. “Dan itu mencuri  perhatian masyarakat dengan target rating-sharing tak peduli berita itu berita busuk, mencemarkan nama baik, fitnah dan sebagainya,” tegas Ozzy.

gra




Dewan Pers Disayangkan Melakukan Verifikasi Media

Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) menyayangkan sikap Dewan Pers terkait surat edaran tentang verifikasi sejumlah media massa.

Ketua Umum KWRI, Ozzy Sulaiman Sudiro.(net)

MATARAM.lombojournal.com —  Sikap Dewan pers melakukan verifikasi itu dinilai sebagai upaya memecah belah media. “Ini ibarat politik belah bambu ala Dewan Pers.  Yang satu diangkat, yang satu diinjak,” kata Ketua Umum KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro, melalui rilis yang diterima Lombok Journal, hari ini, Kamis (16/2).

Ozzy yang juga masih menjabat sebagai Sekjen Majelis Pers, menegaskan, keputusan Dewan Pers terkesan sangat premateur.  Hal ini disebabkan para komisionernya belum membaca buku sejarah berdirinya Dewan Pers independen.

Keputusan Dewan pers yang dibuat tidak menghargai dan memahami nuansa kebatinan para pejuang pers reformis yang telah memberikan ruang kemerdekaan pers di alam reformasi dan demokrasi.

“Hal ini juga sangat menodai dan menciderai kemerdekaan pers yang sudah kita perjuangkan bersama selama ini,” kata Ozzy. Lebih jauh, keputusan Dewan Pers itu dinilai sudah ‘memanipulasi image’ atau tepatnya the politics of denial  yaitu politik penyangkalan, peniadaan terhadap masyarakat.

Seolah olah kemerdekaan pers ini hanya diraih dan diperjuangkan oleh segelintir organisasi wartawan. Sehingga patut diduga adanya upaya-upaya secara masif dan sistemik untuk memasung kebebasan pers kembali seperti  masa orde baru.

Ozzy mengatakan, Dewan Pers seharusnya berperan sesuai yang diamanahkan Undang -Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, yang salah satu fungsinya membina pers, bukan membinasakan pers.

Undang-Undang Pers juga mengatur, Dewan Pers bukan sebagai lembaga legislasi dan verifikasi, atau penentu kelayakan organisasi maupun media.

BACA : KWRI Memperjuangkan Kemerdekaan Pers

“Tugas mereka adalah membina organisasi wartawan dan mendata media perusahaan pers. Bukan jadi lembaga verifikasi,” tukas Ozzy.

gra




Bau Nyale dan Legenda Putri Mandalika

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com –  Dinas Pariwisata NTB dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah akan menggelar Festival Bau Nyale 2017 di pantai Seger yang masuk dalam kawasan gugus pantai Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, Bau Nyale atau tradisi menangkap cacing laut jenis Wawo, sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat di kawasan selatan pulau Lombok.

“Tradisi ini erat kaitannya dengan legenda putri Mandalika, yang sampai sekarang pun masih dipercaya masyarakat. Nah potensi ini akhirnya dikemas sebagai event pariwisata sejak belasan tahun lalu,” kata Faozal.

Tradisi Bau Nyale, menurut Faozal, bisa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Sebab, selain bisa menikmati keindahan pantai dan panorama bahari di pantai Kuta dan sekitarnya, para wisatawan juga bisa merasakan atmosfir pesta rakyat saat berburu cacing nyale.

“Ya, dari tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai puluhan ribu orang yang akan datang dan terlibat. Baik itu masyarakat lokal, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” katanya.

Soal legenda Mandalika, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah menjelaskan, putri Mandalika diyakini sebagai seorang putri yang sangat cantik dari kerajaan Tunjung Biru. Kecantikannya itu membuat sejumlah pangeran dari kerajaan tetangga berniat mempersunting.

Karena banyaknya lamaran datang, Raja Tunjung Biru kemudian membuat sayembara. Para pangeran harus beradu kesaktian untuk memperebutkan putri Mandalika.

Tapi lantaran tak ingin ada jatuh korban dari pangeran-pangeran yang memperebutkannya, akhirnya Mandalika memilih menceburkan diri ke laut Selatan, tepatnya di pantai Seger yang bersebelahan dengan pantai Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Menurut legenda, putri Mandalika berjanji akan kembali menemui seluruh  rakyatnya setiap tanggal 20 bulan 10 dalam kalender Sasak, yang tahun ini akan jatuh pada pergantian hari, antara Kamis (16/2) dan Jumat (17/2).

“Berdasarkan legenda itu maka masyarakat masih memegang tradisi bahwa nyale atau cacing wawo yang muncul itu merupakan penjelmaan putr Mandalika, sehingga setiap saatnya tiba masyarakat pasti memenuhi kawasan pantai Selatan ini untuk berburu nyale,” kata Lalu Putria.

Banyak yang percaya, cacing nyale yang berhasil ditangkap akan memiliki khasiat bagi kesehatan jika dimasak dan dikonsumsi.

Sebagian wanita di Lombok juga meyakini jika mengkonsumsi cacing Nyale bisa memunculkan aura kecantikan seperti caniknya putri Mandalika.

Pantai Kuta dan Pantai Seger sebagai pusat puncak Festival termasuk dalam kawasan pantai dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata yang bernama KEK Mandalika. Nama Mandalika diambil dari nama putri dalam legenda daerah Sasak tersebut.

Gra




Dispar NTB dan Pokdarwis Bersih-Bersih Jelang Festival Bau Nyale

LOMBOKTENGAH.lombokjournal.comcom — Jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) NTB bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melakukan bersih-bersih bersama di kawasan pantai Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (15/2) dan sekitarnya.

“Kegiatan bersih-bersih ini kami lakukan bersama Pokdarwis Desa Kuta untuk menyambut Festival Bau Nyale 2017,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal, di sela kegiatan bersih-bersih di pantai Kuta, Lombok Tengah.

Kawasan pantai Kuta hingga pantai Seger akan menjadi titik utama Festival Bau Nyale 2017, yang akan digelar pada Kamis (16/2) hingga Jumat (17/2).

Selain di pantai Kuta dan sekitarnya, kegiatan bersih-bersih juga dilakukan di Dusun Sasak Ende, Desa Sengkol, dan Dusun Sasak Sade di Desa Rembitan dengan mengajak masyarakat dan anggota Pokdarwis setempat.

“Kita lakukan bersih-bersih ini di lokasi festival dan juga di dua dusun tradisional yang dilalui pengunjung sebelum ke Kuta ini. Kami ingin ajak masyarakat untuk sama-sama memperhatikan kebersihan,” kata Faozal.

Menurut Faozal, kegiatan itu merupakan kampanye pariwisata agar masyarakat di kawasan wisata unntuk menguatkan sadar wisata masyarakat. “Khususnya kawasan pantai Kuta yang sudah menjadi bagian dari KEK Pariwisata Mandalika, yang saat ini dikelola ITDC,” katanya.

Kegiatan bersih-bersih juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alat kebersihan, seperti sapu, tempat sampah, dan alat pemotong rumput dari Dispar NTB kepada Pokdarwis di masing-masing lokasi.

Gra

 




Dishub Kota Jalin Komunikasi Melalui Coffee Meeting

Dinas Perhubungan (dishub) Kota Mataram akan menjalin komunikasi bersama kalangan pers melalui acara coffee meeting, guna memaparkan program-program terkait pelayanan mayarakat.

Kadishub Kota Mataram, Drs H Khalid

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Dishub Kota Mataram, dRS. H Khalid mengatakan, Selasa (14/2), pihaknya merancang  acara coffe meeting secara berkala. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai kemasan komunikasi antara kalangan pers bersama unsur pimpinan Dishub Kota Mataram.

Diharapkan Khalid, dari kegiatan tersebut semua lini di Dishub Kota Mataram bisa memaparkan program-programnya.  “Khususnya program yang memiliki kaitan dengan pelayanan masyarakat di bidang perizinan perhubungan, kebijakan kelalulintasan, perparkiran maupun pengujian kendaraan bermotor,” ujar Khalid di kantornya.

Kegiatan coffe meeting, menurutnya, merupakan bagian membangun harmonisasi program maupun kebersamaan staf yang dimulai dari komitmen pimpinan untuk contoh di lingkungan kerjanya masing-masing.  Acara tersebut bisa berlangsung di lingkungan kantor atau di luar kantor.

Dikatakan Khalid, Coffee Meeting merupakan gagasan untuk mengejawantahkan kebijakan Walikota maupun Wakil Walikota, agar terus terbangun interaksi dan sinergi semua elemen yang ada di Dishub Kota Mataram melalui program kerjanya bersama kalangan media.

“Interaksi dengan kalangan pers membantu tersosialisasinya program-program yang dilaksanakan pihak Dinas Perhubungan Kota Mataram,” tegas Khalid.

Lebih jauh, pihak Dishub Kota Mataram bukan hanya transparan memaparkan program terkait pelayanan masyarakat. Diharapkan dengan dialog bersama pers, sekaligus menjaring masukan masyarakat.

Re




Nitizen NU Mataram Susun Rencana Aksi

MATARAM.lombokjournal.com – Pasca pertemuan Kopdar (kopi darat) nitizen NU Kota Mataram bersama Sekjen PB NU Helmy Faisal Zaini, Senin (13/2), komunitas netizen NU NTB merumuskan rencana aksi.

Komunitas nitizen NU di NTB merancang langkah-langkah mengimplementasikan tujuan dibentuknya komunitas netizen NU. Sebelumnya Sekjen PB NU, Helmy Faizal Zaini berharap komunitas netizen NU memiliki perangkat kerja untuk mem-beckup dakwah para tokoh dan ulama NU di media social.

“Kami mengajak sahabat-sahabat peserta merumuskan rencana aksi netizen NU NTB ,” kata Kordinator Netizen NU NTB, Muhammad Jayadi, Senin (13/2).

Rencanan aksi itu menjadi dasar dan rujukan pelaksanaan kerja-kerja mempromosikan dakwah Nahdlatul Ulama di media social. Hal itu tindak lanjut usai diskusi bersama Sekjen PB NU, katanya.

“Agar gerakan komunitas berjalan efektif, tentu kita harus memiliki rencana aksi yang terencana secara terukur dan sistematis,” kata Jayadi.  Sebagai tindakk lanjut, peserta Kopdar merumuskan dua rencana, yaitu rencana aksi taktis dan rencana aksi strategis, ungkap Jay

Rencana aksi taktis dan stretegis netizen NU NTB  yakni menginventarisir data base peserta, membuat akun dan group netizen NU NTB, berjejaring dengan komunitas netizen se-indonesia. Selain itu , juga membentuk tim kerja, mapping potensi, tokoh dan ajaran-ajaran para ulama dan tuan guru NU di NTB, penyediaan fasilitas, basecamp dan pelatihan berjenjang.

Rr.




Santai di ‘THE KARAOKE and LOUNGE’ di Hotel Lombok Plaza

Didi Kuswardi, Eksekutive Assistan Manager Hotel Lombok Plaza (foto : Lombok Journal)

Lombokjournal.com

Melepas kepenatan usai kesibukan sehari-hari,  ada kalanya ingin ber’ekspresi’ melantunkan nyanyian favorit atau lagu-lagu kenangan. Di antara banyak pilihan, ruangan ‘The Plaza Karaoke and Lounge’ memberi kenyamanan sebuah hotel tengah kota.  “Mau rame-rame bersama kawan, atau berduaan, ada pilihan ruang yang nyaman,” kata Didi Kuswardi, Eksekutive Assistan Manager Hotel Lombok Plaza.

HOTEL LOMBOK PLAZA bisa dibilang sebuah hotel kota yang lokasinya ideal. Terletak di tengah pusat perdagangan bisnis Cakranegara di Kota Mataram, hotel dengan 142 room  ini memenuhi kebutuhan persinggahan yang lengkap.  Room penginapan yang nyaman, convention hall,  kolam renang, dan restoran.

“Saat low season di bulan Februari dan Maret pun, hunian kamar hotel kami tetap melebihi target,” tutur  Didi.

Memang, waktu Lombok Journal datang tampak resepsionis yang sibuk.  Berdasarkan ulasan tamu-tamu yang datang, baik kebersihan kamar hotel, pelayanan staff hotel, makanan, kamar mandi, kolam renang/Spa maupun lokasi dan harganya, serta fasilitas lainnya, mendapat penilaian memuaskan.

Karaoke

Dan ini ‘The Plaza Karaoke and Lounge’ yang menyiapkan berbagai ruang yang sesuai kebutuhan tamunya.  The Plaza Karaoke yang mempunya 24 ruangan, terdiri dari ruang VIP (2 ruang), Large (2 ruang), Medium (10 ruang) dan small (10 ruang).

Ruang karaoke merupakan salah satu daya tarik hotel yang sebagian besar tamunya merupakan pelancong atau wisatawan domestik.  Tapi bukan hanya para tamu, pada siang hari sering menjadi tempat bercengkerama pelajar, mahasiswa, atau tidak jarang kelompok ibu-ibu bersantai ramai-ramai.

Pada siang hari – antara pukul 11.00 hingga pukul 16.00 – ada paket diskon sampai 20 persen.  Untuk ruang small yang bisa menampung 4 orang, tarifnya hanya Rp25 ribu per jam.  “Siapa bilang karaoke di hotel berbintang itu mahal,” kata Didi sambil tersenyum ramah.

Sedang ruang VIP yang lebih luas dan lebih nyaman, pada siang hari hanya Rp100 ribu per jam, yang bisa digunakan hingga 10 orang. Seandainya 10 orang ramai-ramai patungan, tarif itu juga tidak mahal. Ruangan VIP sering digunakan untuk acara khusus, seperti ulang tahun sekeluarga.

Untuk menarik pengunjung, juga disiapkan paket berhadiah. “Tiap pembelian Rp100 ribu akan mendapat voucher yang akan diundi bulan Maret.  Ada hadiah TV, kulkas serta hadiah menarik lainnya,” tutur Didi.

Rr

 

 

 

 




Da’wah Virtual Sekjen PBNU, Melawan Hoax dan Fitnah

Sekjen PBNU, DR Ir H Ahmad Faizal Zaini bicara da’wah virtual untuk melawan hoax dan fitnah di dunia maya bersama Kopdar Netizen Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com – Da’wah virtual digalakkan di kalangan keluarga besar NU, sebab saat ini diperlukan literasi menghadapi media sosial. “Kita dalam situasi yang sangat memerlukan literasi menghadapi informasi di media sosial melalui jejaring internet,” kata Sekjen PBNU, H Ahmad Faizal Zaini saat bicara di hadapan aktivis nitizen keluarga besar NU di Aula UNU di Mataram, Senin (13/2)sore.

Sekjen PBNU, DR Ir H Ahmad Faizal Zaini

 

 

 

 

Indonesia yang terbuka memudahkan masuknya Ideologi transnasional baik melalui Timur Tengah maupun belahan bumi lainnya, melalui jejaring informasi.  Besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia, terutama media sosial, mempercepat merebaknya ideologi transnasional itu.

Sejalan dengan itu, kini berkembang dan menguat politik identitas keagamaan. “Politik identitas keagamaan itu berkembang di kelas menengah di perkotaan,” kata Helmy.

Problemnya, saat kalangan kelas menengah itu haus siraman spiritualitas keagamaan, kalangan NU kurang mengisinya. Akibatnya, ideologi transnasional itu mendapat siraman propaganda keagamaan dari kalangan radikal.

“Selama ini mereka lebih canggih, lebih percaya diri dan lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi (untuk menyebarkan ideologi),” jelas Helmy.

Menurut Helmy, tantangan kalangan aktivis nitizen NU adalah meningkatkan dakwah ‘tradisional’ ke dakwah virtual yang menjangkau publik lebih luas.  Dengan demikian, sekali dakwah bisa diikuti ratusan ribu follower.  “Dakwah virtual efeknya lebih dasyat,” tegas Helmy.

Diharapkannya, para Tuan Guru atau ulama sepuh perlu didampingi untuk menyebarkan dakwahnya. Lombok punya banyak local wisdom yang dakwah-dakwahnya perlu ditangani secara kreatif dan disebarkan melalui jejaring informasi.

Ketrampilan dalam memanfaatkan teknologi informasi akan melawan hoax dan fitnah yang saat ini berkembang di media sosial.  Sasaran hoax dan fitnah itu juga menimpah ulama NU.

“Cara melawannya, selain tidak menshare hoax, fitnah kemudian menghapusnya, juga harus punya kreativitas memanfaatkan media sosial,” kata Helmy.

Dialog yang diakhiri dengan ppembacaan ikrar Kopdar NU Kota Mataram itu dihadiri Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa NTB, HL Hardian Ervani, dan kalangan Banser NTB serta pemuda NU.

Rr




Imigrasi Mataram Deportasi Profesor Dari Korea

Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (13/2) mendeportasi Chunghyun Choi (63), pria berkebangsaan Korea karena terbukti melakukan pelanggaran aturan keimigrasian Indonesia.

MATARAM.lombokjournal.com – –  Warga Negara Korea itu mengaku Profesor dari salah satu universitas di Korea.  Pria itu dideportasi hari ini via bandara LIA (Lombok International Airport).

“Mr Choi ini mengaku profesor dari Universitas Korea, tapi dalam pemeriksaan kami, dia melanggar aturan keimigrasian. Visa yang dia gunakan tidak sesuai dengan peruntukan,” kata Kepala Seksi Status Keimigrasian, Kantor Imigrasi Mataram, Rahmat Gunawan, Senin (13/2).

Rahmat menjelaskan, Choi masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan visa Wisata dan Kegiatan Non Komersial sesuai visa indeks B211, sekitar enam bulan lalu. Namun kenyataannya, Choi membuka usaha jasa pendidikan di Kota Mataram dengan bendera PT Elite Academy Korea, yang mengandung unsur komersil.

Menurut Rahmat, dalam pemeriksaan pihak Imigrasi juga menemukan bahwa dalam struktur perusahaan PT Elite Academy Korea, Chunghyun Choi ternyata menjabat sebagai Wakil Direktur yang bertugas mendukung kemajuan perusahaan.

“Mr Choi menggunakan Visa Wisata dan Kegiatan Non Komersil, tapi dalam struktur perusahaan dia menjabat Wakil Direktur.Artinya dia membuka usaha komersil, dan tidak membayar pajak,” kata Rahmat.

Keberadaan Chungyun Choi di Mataram, NTB, terendus pihak Imigrasi Mataram, saat yang bersangkutan hendak memperpanjang izin tinggal sementara di Kantor Imigrasi Mataram, sepekan lalu.

Menurut Rahmat, dari berkas permohonan perpanjangan itu pihak Imigrasi menjadi curiga dengan aktivitas Choi, sebab berkas juga mencantumkan profil PT Elite Academy Korea.

“Karena menilai ada yang janggal, tim kami langsung turun dan memverifikasi kegiatan Mr Choi ini. Dan ternyata memang benar dia terbukti melakukan kegiatan yang tidak didukung visa yang benar, sehingga kami deportasi kembali ke negara asalnya,” katanya.

Rahmat menambahkan, saat diperiksa dan dideportasi Mr Choi yang mengaku sebagai profesor di Universitas Korea ini, tidak memberikan argumentasi melawan dan mengakui kesalahan yang ia lakukan.

gra