Nahkoda KM Bunga Manis II Bersyukur Selamat

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Setelah berjam-jam hilang kontak dan terombang-ambing di tengah lautan, Nahkoda KM Bunga Manis II, Rahman (30), mengaku sangat bersyukur bisa selamat bersama lima anak buahnya.

KM Bunga Manis II, saat dievakuasi Basarnas ke pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Minggu sore (5/3).

“Kami mengalami masalah pada mesin saat tiba di perairan Bali, hilang kontak juga. Tapi syukur tim SAR berhasil menemukan posisi kami dan mengevakuasi kami,” kata Nurdin.

Ia menjelaskan, KM Bunga Manis II  bertolak dari Kalukalu Kuang – Sulawesi menuju Banyuwangi – Jawa Timur. Kapal barang sepanjang 20 meter itu bermuatan kelapa gelondongan, dengan jumlah awak kapal enam orang termasuk nahkoda.

Para ABK antara lain, Taufik (40), Jamaludin (40), Samsul (30), Slamet Riyadi (41 ), dan Sodikin (51), semuanya warga Pulau Kalu-Kalu Kuang, Sulawesi.

Basarnas Mataram berhasil menemukan dan mengevakuasi KM Bunga Manis II, ke pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, Minggu sore (5/3).

“Kapal ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di lautan. Kapal langsung dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan Rescue Boat 220 Mataram menuju Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara,” kata Humas Basarnas Mataram, I Putu Cakra Negara.

GRA




Basarnas Evakuasi KM Bunga Manis Yang Sempat Hilang Kontak

Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram, Minggu sore (5/3) berhasil menemukan dan mengevakuasi KM Bunga Manis II, ke pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —  KM Bunga Manis II yang bertolak dari Kalukalu Kuang – Sulawesi menuju Banyuwangi – Jawa Timur, dilaporkan hilang kontak pada Minggu pagi di sekitar perairan Bali. Kapal barang sepanjang 20 meter itu bermuatan kelapa gelondongan, dengan jumlah awak kapal enam orang termasuk nahkoda.

“Setelah tiga jam melakukan pencarian, Pukul 13.30 Wita kapal ditemukan di sekitar timur tenggara dari lokasi hilang kontak,” kata Humas Basarnas Mataram, I Putu Cakra Negara, Minggu sore (5/3).

Menurut Cakra, Basarnas Mataram menerima radiogram dari Kantor SAR Denpasar bahwa KM Bunga Manis II mengalami hilang kontak di sekitar perairan utara pulau Bali, Minggu pagi. Basarnas Mataram kemudian melakukan upaya pencarian menggunakan Kapal Rescue Boat 220 Mataram. Pencarian di fokuskan pada lokasi terakhirnya kapal hilang kontak.

Dijelaskan, kapal ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di lautan. Kapal langsung dievakuasi dengan cara ditarik menggunakan Rescue Boat 220 Mataram menuju Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.

“Kapal berhasil ditarik ke Pelabuhan Bangsal sekitar pukul 16.00 Wita. Semua ABK selamat,” katanya.

BACA : Nakhoda Kapal Bunga Manis II Bersyukur Seamat

GRA




Sembalun Didorong Kembali Jaya Seperti Era 1990-an

PT Pupuk Kaltim membantu kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, dengan menyalurkan 1,8 ton bibit bawang putih dan pupuk senilai total Rp150 Juta.

LOMBOKTIMUR.lombokjournal.com — Bantuan tersebut disalurkan sebagai stimulant, untuk mendorong Kecamatan Sembalun di Lombok Timur menjadi sentra produksi bawang putih. Diharapkan daerah ini meraih kembali kejayaannya seperti di era tahun 1990-an.

“Melalui bantuan ini Pupuk Kaltim ingin mendorong agar Sembalun bisa kembali jaya sebagai penghasil bawang putih, seperti dulu,” kata Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim, Gatoet Gembiro Noegroho, Kamis (2/3) saat menyerahkan bantuan di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Selain bantuan bibit bawang putih dan pupuk, PT Pupuk Kaltim juga membantu pembuatan demplot bawang putih dengan luas total dua hektare di Kecamatan Sembalun, dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp220 juta.

Gatoet mengatakan, bantuan untuk petani di Sembalun merupakan bagian dari upaya PT Pupuk Kaltim mendukung program ketahanan pangan pemerintah saat ini.

Ia menilai kawasan Sembalun yang terletak di kaki Gunung Rinjani bagian timur, sangat pantas dikembangkan sebagai daerah sentra bawang putih.

“Kalau bisa diproduksi di dalam negeri, kenapa tidak?, kenapa harus impor,” katanya.

Gatoet menjelaskan, secara teknis PT Pupuk Kaltim akan mendampingi kelompok tani yang ada di Sembalun melalui dua hektare demplot bawang putih yang dibangun.

Dengan bibit yang baik dan pupuk yang tepat serta sistem bertani yang intensif, Gatoet memperkirakan produktivitas bawang putih di Sembalun bisa mencapai 40 ton perhektare.

Hasil panen dari demplot nantinya, akan disalurkan kembali ke petani untuk pembibitan lanjutan.

“Jadi polanya nanti revolver, ada pertanian ada penangkaran bibit dan juga penyebarluasan bibit ke lebih banyak petani yang akhirnya bisa memperluas lahan tanam,” katanya.

Wakil Bupati Lombok Timur, Hairul Warisin mengatakan, Kecamatan Sembalun memiliki luas lahan pertanian produktif sekitar 1.200 hektare. Dalam kawasan potensi itu ada sekitar 400 hektare yang potensial bagi komoditas bawang putih dan bawang merah.

“Dulu di tahun 1990-an hingga 1997, Sembalun sangat terkenal sebagai sentra bawang putih. Potensi 400 hektare bisa ditanami semua, tapi sampai 1997 di saat pemerintahan Soeharto berakhir, kejayaan bawang putih Sembalun juga berakhir karena harga bawang dari China lebih murah,” kata Hairul.

Saat ini eksisting lahan yang ditanami bawah putih di Kecamatan Sembalun hanya sekitar 50 hektare. Petani di sana enggan menanam bawang putih lantaran ongkos produksi yang dinilai terlalu tinggi dan juga harga jual yang cenderung tidak stabil.

Menurut Hairul, Pemda Lombok Timur mulai mendorong para petani untuk kembali menanam bawang putih dan bawang merah di Sembalun, selain komoditi hortikultura lain yang memiliki nilai jual.

“Bantuan dan dukungan demplot dari Pupuk Kaltim ini, bisamenjadi stimulan bagi petani di sini untuk kembali menanam bawang putih dan meraih kejayaan seperti dulu lagi,” katanya.

Berdasarkan data Pemda Lombok Timur, Sembalun merupakan kecamatan dengan enam Desa di dalamnya yang memiliki total penduduk sekitar 23 ribu jiwa. Potensi pertanian pangan dan hortikultura di Sembalun membuat Kecamatan ini menjadi satu-satunya Kecamatan dengan penduduk miskin terendah di Kabupaten Lombok Timur.

“Saat ini Sembalun merupakan sentra untuk 16 jenis komoditi sayuran, dan dengan pertanian Sembalun yang merupakan Kecamatan dengan penduduk paling sedikit di Lombok TImur, juga bisa menjadi Kecamatan yang prosentase jumlah penduduk miskinnya paling sedikit di Lombok Timur,”kata Hairul Warisin.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Lendang Luar Sembalun, Risbaini (48) mengatakan, menanam bawang putih bagi petani Sembalun saat ini bukan hal yang mudah, jika tanpa pendampingan dan perhatian banyak pihak.

Ia menjelaskan, setidaknya dibutuhkan dana Rp100 juta sampai 110 juta untuk ongkos produksi menanam 1 hektare lahan bawang putih.

“Ongkosnya tinggi, untuk bibit pupuk dan juga operasional.Sementara produktivitas kita disini rata-rata hanya 25 ton sampai 30 ton perhektare. Tapi kalau ada bantuan bibit dan pupuk kami pikir petani bisa lebih tertarik,” katanya.

Risbaini menjelaskan, saat ini ada sekitar 79 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, dengan anggota total mencapai 800 orang. Namun yang masih aktif menanam bawang putih hanya 200 an orang.(GRA)

Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim, Gatoet Gembiro Noegroho, Kamis (2/3), saat menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

GRA




Rp1,1 T Dana Upsus SIWAB untuk Tingkatkan Populasi Sapi Nasional

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, I Ketut Diarmita mengatakan,  program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB) merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor peternakan untuk memacu tingkat kelahiran ternak Sapi nasional.

“Selama ini kontribusi populasi ternak lokal terhadap kebutuhan nasional relatif rendah. Program Upsus SIWAB ini merupakan bagian intervensi pemerintah untuk mendorong loncatan populasi ternak khususnya Sapi,” kata Ketut, Selasa (28/2) lokasi peluncuran Upsus SIWAB secara nasional yang dilakukan di Komplek Agro Eduwisata, Desa Lelede,Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Menurutnya, untuk program tersebut pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,1 Triliun untuk program ini untuk pelaksanaan di semua Provinsi,” kata Ketut.

Ia menjelaskan, dengan anggaran Rp1,1 Triliun itu program Upsus SIWAB akan dilakukan tahun ini di seluruh Provinsi termasuk NTB.

Dana tersebut untuk kebutuhan sarana dan prasarana seperti kontainer dan frozen semen atau semen beku, inseminasi KIT serta operasional di lapangan.

Dalam program Upsus SIWAB ini, pemerintah mewajibkan semua Sapi induk yang sudah masuk masa bunting, harus bunting melalui insemsinasi buatan (IB).

Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, data Kementan RI menunjukan raihan IB secara nasional kurang bagus, hanya berkisar 70-76 persen pertahun. Jadi belum semua Sapi induk yang masuk masa bunting, terlayani IB setiap tahun.

“Nah, Upsus SIWAB Ini bentuk intervensi pemerintah agar IB bisa 100 persen. Dengan program ini maka setiap peternak yang punya Sapi induk bisa dapat IB gratis, bahkan pemiliknya dapat insentif, dan Sapinya wajib bunting,” katanya.

Melalui program ini, papar Ketut, Kementan RI menargetkan melakukan IB terhadap sekitar 4 juta Sapi induk yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia,”Sehingga kita asumsikan pada 2018 itu akan bertambah sekitar 3 juta pedet Sapi hasil IB,” katanya.

NTB termasuk salah satu Provinsi penghasil ternak Sapi secara nasional, selain Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, dan Bali.

GRA




NTB Komitmen Dukung Upsus SIWAB

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Pemerintah NTB dan jajaran Pemda Kabupaten se-wilayah NTB berkomitmen mendukung peningkatan populasi ternak Sapi melalui pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB).

akil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengatakan, Pemprov NTB memberi apresiasi pada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang telah memilih NTB sebagai lokasi peluncuran Upsus SIWAB.

NTB yang memiliki jargon “Bumi Sejuta Sapi”, menurut Amin, juga akan siap melaksanakan program Upsus SIWAB di daerahnya.

“Kita berkomitmen mensukseskan Upsus SIWAB ini, karena di NTB ini sub sektor peternakan merupakan bagian strategis dalam pembangunan daerah terutama untuk pengentasan kemiskinan, selain sektor pertanian dan juga pariwisata,”kata Muhammad Amin, Selasa (28/2) di lokasi peluncuran Upsus SIWAB di Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Amin menjelaskan, saat ini di NTB tercatat populasi ternak Sapi mencapai 1,19 Juta ekor tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Dengan populasi tersebut, setiap tahun NTB mampu mengirimkan sekitar 10 ribu ekor bibit Sapi ke sejumlah Provinsi lain, dan sekitar 40 ribu ekor Sapi potong untuk kebutuhan daging nasional.

Menurut Amin, pemerintah NTB juga terus mendorong agar pola peternakan Sapi di NTB yang dilakukan petani tidak lagi menjadi usaha sambilan, tetapi digeluti secara serius sebagai bisnis yang mendatangkan keuntungan.

“Sapi dan Kerbau di NTB memiliki nilai ekonomis dan strategis, banyak masyarakat kami yang bisa menyekolahkan anak, bahkan naik haji dengan hasil ternak ini. Jadi pemerintah terus dorong agar peternakan Sapi ini jangan jadi usaha sampingan atau sambilan lagi,” katanya.

Dalam program Upsus SIWAB, Provinsi NTB mendapat dana sebesar Rp26 Miliar, dengan target melakukan IB terhadap sekitar 140 ribu ekor Sapi induk yang tersebar di 8 daerah Kabupaten sewilayah NTB di pulau Lombok dan Sumbawa.

GRA




NTB Kebagian Rp26 Miliar Pelaksanaan Sapi Wajib Bunting

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – – Kementerian Pertanian RI mengucurkan dana sebesar Rp26 Miliar untuk pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)tahun 2017 ini.

“Dana ini untuk pelaksanaan Upsus SIWAB di delapan Kabupaten di NTB tahun ini,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, I Ketut Diarmita saat membuka Gebyar Upsus SIWAB, Selasa (28/2), di kompleks Agro Eduwisata di Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Program Upsus SIWAB merupakan program pemerintah melalui Kementan RI yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak Sapi nasional, melalui peningkatan teknik inseminasi buatan (IB) terhadap Sapi betina induk.

Dengan alokasi dana Rp26 Miliar itu, papar Ketut, NTB ditargetkan bisa melakukan inseminasi buatan (IB) pada sekitar 140 ribu ekor Sapi induk sepanjang 2017 ini.

“Target untuk NTB itu sekitar 140 ribu tahun ini. Jadi kira-kira dalam itu harus ada 395 ekor Sapi induk yang di IB setiap hari. Ini perlu kerja keras,” katanya.

Ketut mengatakan, secara nasional Kementerian Pertanian RI mengucurkan anggaran sekitar Rp1,1 Triliun tahun ini, untuk meningkatkan jumlah populasi Sapi nasional dengan teknik inseminasi buatan (IB), melalui program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB).

BACA :

Peluncuran Upsus SIWAB secara nasional dilakukan di Komplek Agro Eduwisata, Desa Lelede,Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Selasa (28/2), dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, I Ketut Diarmita, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Surahman, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, jajaran Pemda Lombok Barat, dan Pemprov NTB, serta 500 peserta dari kelompok petani peternak Sapi di pulau Lombok.

GRA




PBHBMI Menduga Ada Intervensi dalam Kasus Rabitah

Diduga ada intervensi pihak tertentu dalam kasus Rabitah

Muhamad Saleh saat mendampingii Rabitah menghadap Bupati Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com – – Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia (PBHBMI) NTB menduga ada intervensi pihak tertentu dalam kasus Sri Rabitah, menyusul keterangan pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB Selasa (28/2) yang menyatakan organ ginjal di tubuh Sri Rabitah (25), mantan TKW warga Desa Sesait, Lombok Utara, masih lengkap.

Koordinator PBHBMI NTB, Muhammad Saleh mengatakan, ada kejanggalan dari keterangan pihak RSUP NTB. “RSUP NTB memberi keterangan pada Rabitah bahwa ginjalnya masih lengkap, tanpa melakukan pemeriksaan ulang,” katanya.

Menurut Saleh, pernyataan Rabitah bahwa ginjalnya diduga dicuri itu berdasarkan keterangan lisan dokter dan dokumentasi hasil rongten terhadap Rabitah.

“Dalam pertemuan dengan Bupati Lombok Utara juga dibacakan oleh dokter hasil rongtennya tidak nampak ginjal kanannya,” katanya.

Saleh mengatakan, pihaknya menduga ada tekanan dari pihak tertentu. Sebab dalam pertemuan dengan Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB, Agus Rusdi, tidak bersedia mempertemukan pihak Rabitah dengan beberapa dokter yang memeriksa Rabitah sebelumnya.

Apalagi, papar Saleh, tanpa melakukan pemeriksaan ulang tapi kemudian pihak RSUP NTB menganulir keterangan sebelumnya, itu juga salah. “Kalau tanpa pemeriksaan ulang dan menganulir bahwa ginjal Rabitah lengkap, itu patut saya curigai ada apa?,”tukasnya bertanya.

Ia menambahkan, kalau pun ginjalnya masih lengkap, lantas kenapa ada selang di tubuh Rabitah.

“Bagaimana pun melakukan operasi tanpa persetujuan yang bersangkutan adalah melanggar hak azasi,” tegas Saleh.

Menurut Saleh, PBHBMI NTB akan berupaya membawa Rabitah untuk diperiksa dan dirawat di Jakarta agar kasus yang menimpanya bisa dikawal pemerintah pusat.

“Rabitah sudah bersedia dan sudah minta izin keluarganya. Kami akan terus kawal, yang terpenting saat ini bagaimana kondisi kesehatan Rabitah pulih dulu,” katanya.

GRA




Ginjal Rabitah Masih Lengkap Kata RSUP NTB

Sri Rabitah yang semula ginjalnya dikabarkan sudah hilang, ternyata masih ada di tubuhnya

MATARAM.lombokjournal.com – –  Hal itu dikatakanPihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB bahwa organ ginjal di tubuh Sri Rabitah (25), mantan TKW warga Desa Sesait, Lombok Utara, masih lengkap. Namun tindakan medis tetap perlu dilakukan karena masih ada selang di tubuh Rabitah.

“Sejak awal, kami tidak pernah memberi keterangan bahwa ginjal yang bersangkutan tidak ada. Ginjalnya masih ada, tapi ada selang juga di dalamnya,” kata Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB, Agus Rusdi, kepada wartawan, Selasa (28/2) di RSUP NTB.

Sebelumnya Sri Rabitah diduga menjadi korban pencurian ginjal, saat bekerja di Doha, Qatar pada 2014 silam.

Menurut Agus, hasil pemeriksaan terhadap ginjal Rabitah dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan radiologi seperti rongten, city scan, dan juga potret USG.

Ia menjelaskan, Sri Rabitah merupakan pasien rujukan dari RSUD Tanjung, Lombok Utara, dengan keluhan penyakit dalam.

Kepala Biro Humas Setda Pemprov NTB, Yusron Hadi

Kepala Biro Humas Pemprov NTB, Yusron Hadi melalui rilis pers, Selasa (28/2) menegaskan, bahwa ginjal Sri Rabitah masih lengkap.

“Sesuai hasil pemeriksaan dokter spesialis radiologi RSUP NTB, Dr Dewi Anjarwati, menyatakan bahwa kedua ginjal yg bersangkutan masih ada,” kata Yusron.

Adapun rasa sakit di bagian perut Rabitah, perlu tindakan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Menurut Yusron, perkembangan pemeriksaan dari RSUP NTB itu juga sudah dilaporkan ke pihak Kementerian Tenaga Kerja RI dan BP3TKI NTB di Mataram.

BACA : PBHBMI Menduga Intervensi Pihak Tertentu Dalam Kasus Rabitah

Sri Rabitah didampingi keluarga dan tim Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia (PBHBMI) NTB, Selasa (28/2) datang ke RSUP NTB untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan.

 GRA




BP3TKI Mataram Pastikan Tindak Lanjuti Kasus Rabitah

Pihak BP3TKI Mataram menyatakan akan menindaklanjuti dan menangani kasus dugaan pencurian ginjal  yang menimpa Sri Rabitah (25), mantan TKW warga Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – –   Hal itu dilakukan karena Sri Rabitah tercatat sebagai TKW yang berangkat secara legal dan terdata di BP3TKI.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pembinaan TKI BP3TKI Mataram, Noerman Adhiguna menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan berkas yang dilakukan pihaknya, Rabitah terdata dalam daftar TKW asal NTB yang bekerja di Qatar pada Juni 2014.

“Artinya keberangkatan dan penempatan Rabitah di Qatar ini resmi, sehingga apa yang menimpanya akan kami tangani,”kata Noerman, saat menghadiri pertemuan dengan Sri Rabitah dan Pemda KLU, Senin (27/2) di kantor Bupati setempat.

Noerman menjelaskan, pada 2014 belum ada larangan pengiriman TKI untuk 21 negara Timur Tengah, sebab larangan baru ada setelah tahun 2015.

Untuk kasus yang menimpa Rabitah, menurut Noerman, BP3TKI akan mengklarifikasi ke PPTKIS atau perusahaan pengerah TKI yang memberangkatkan Rabitah.

“Kami akan mendalami hasil pemeriksaan RSUD Provinsi NTB, dan dalam waktu dekat akan segera koordinasi dengan pihak Kemenlu dan perwakilan RI di Qatar,”katanya.

Dalam pertemuan tersebut pihak BP3TKI Mataram juga menyerahlan bantuan dana untuk Rabitah. Bantuan sebesar Rp1 juta diserahkan oleh Noerman kepada Rabitah.

Sementara, perwakilan Dinas Kesehatan Lombok Utara, Abdul Kadir, membenarkan hasil rongten terhadap Rabitah yang dilakukan di RSUP Provinsi NTB di Mataram menunjukan bahwa ginjal bagian kanan Rabitah hilang.

“Dari hasil rongten memang jelas terdeteksi bahwa organ ginjal kanannya tidak tervisualisasi, atau tidak ada lagi,”katanya, saat menunjukan hasil rongten Rabitah.

GRA




Bupati KLU Akan Surati Presiden

Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar menyikapi serius kasus yang dialami Sri Rabitah, TKW yang diduga jadi korban pencurian ginjal di Qatar.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – – Dalam pertemuan dengan Rabitah dan PBHBMI NTB, Senin (27/2), Bupati juga memanggil seluruh jajaran terkait seperti pihak RSUD Tanjung, Dinas Kesehatan Lombok Utara, dan juga pihak BP3TKI Mataram.

Pemkab Lommbok Utara  akan mendampingi seluruh proses operasi Rabitah hingga tuntas. “Untuk kasus kehilangan ginjal, kami akan menyuarakan ini secara nasional agar bisa ditelusuri,” kata Bupati Najmul Ahyar.

Menurut Najmul, pihaknya akan bersurat terkait apa yang dialami Rabitah ke Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Indonesia di Qatar, Komnas HAM di Jakarta.

“Kami juga akan bersurat ke Presiden. Ini harus jadi gerakan bersama harus disuarakan, karena kasus yang menimpa Rabitah ini pelanggaran azas kemanusiaan dan juga pelanggaran HAM,”kata Najmul.

Menurut Najmul, gerakan bersama secara nasional ini penting, sebab bisa jadi Rabitah hanyalah satu dari sekian banyak kasus yang menimpa TKI di luar negeri, namun tidak terungkap.

GRA