Penghargaan “Governor of Good Governance” untuk Gubernur NTB

Bang Zul, sapaan Gubernur NTB menerima penghargaan sebagai Governor of Good Governance, karena keberhasilan Provinsi NTB bangkit dari dua bencana

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Penghargaan Governor of Good Governance diberikan pada Gubernur NTB Zulkieflimansyah dalam ajang Moeslim Choice Award tahun 2022. 

BACA JUGA: Fun NTB Thriatlon 2022, Perkuat Kebersamaan ASN NTB

Penghargaan diberikan untuk Gubernur NTB yang mempertahankan pertumbuhan ekonomi NTB
Baiq Nelly Yuniarti

Penganugerahan tersebut digelar di Hotel Ballroom 2nd Floor Hotel Park Hyatt, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (09/12/22). 

Penerimaan Award yang diadakan Jaringan media MoeslimChoice Network tersebut, diwakili KepaLa Dinas Kominfotik  Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. 

Sementara apresiasi diserahkan oleh CEO Moeslimchoice Network, Usman Rizal.

Bang Zul, sapaan Gubernur NTB, dinilai berdasarkan keberhasilan Provinsi NTB bangkit dari dua bencana. 

Meski mengalami Gempa Bumi dan Pandemi Covid-19, namun pertumbuhan perekonomian NTB dinilai baik. 

Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan III-2022 terhadap Triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 7,10 persen.

Selain itu, inflasi di NTB dinilai cukup terkendali  dan diprediksi masih akan positif hingga tahun depan.

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi NTB

“Gubernur NTB mendapatkan penghargaan sebagai Governor of Good Governance atas atas prestasinya memimpin NTB melewatu dua bencana, Gempa bumu dan Pandemi covid-12, serta mampu membawa pertumbuhan perekonomian ekonomi dengan baik,” tutur pembawa acara Moeslim Choice Award. ***

 




Fun ASN NTB Triathlon 2022, Perkuat Kebersamaan ASN NTB 

Gubernur NTB membuka Fun ASN NTB Triathlon untuk memperkuat kebersamaan dan kesatuan seluruh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menggelar lomba Fun ASN NTB Triathlon 2022 di Kawasan Taman Hiburan Rakyat, Loang Baloq Mataram, Sabtu (10/12/22). 

Kegiatan Fun ASN NTB Triathlon merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT NTB ke-64.

BACA JUGA: Bang Zul Buka Ebent Wingday IV HTCI 2022

Finalis lomba Fun ASN NTB Triathlon 2022

Triathlon adalah Kegiatan yang bernuansa Sport Tourism. Triathlon menggabungkan 3 cabang olahraga yaitu Renang, Sepeda dan Lari, sebagai bagian dari rangkaian HUT NTB ke-64 khusus ASN di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. 

Triathlon dilaksanakan untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar ASN di Provinsi NTB.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, kegiatan Fun ASN NTB Triatlon sebagai upaya untuk memperkuat kebersamaan dan kesatuan seluruh ASN di lingkup Pemerintah Provinsi NTB. 

“Insyaallah kebersamaan ASN lingkup Pemprov NTB makin erat. Semoga semuanya tetap happy,” harapnya saat membuka kegiatan lomba tersebut.

Bang Zul sapaan akrabnya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat kerjasama ASN NTB dalam membangun daerah yang lebih baik ke depannya. 

“Beberapa bulan yang lalu, kita sukses menyelenggarakan event Iron Man. Manusia terkuat mengikuti lomba lari, renang dan sepeda. Hari ini ASN NTB juga melakukan hal yang sama meski tak sehebat Iron Man tapi tetap happy,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Peresmian Mushollah HM Arifin Lingkungan Galangan Kapal Lobar

Kegiatan Fun ASN NTB Triathlon juga dihadiri Sekda NTB, H. Lalu. Gita Ariadi dan diikuti ribuan ASN serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB  yang ikut berpartisipasi memeriahkan lomba renang, sepeda dan lari. ***

 

 




Gubernur NTB Sampaikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi

Wagub NTB membacakan jawaban Gubernur NTB terkait tiga buah Raperda Prakarsa Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah membacakan jawaban Gubernur NTB atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap 3 (Tiga) Buah  Raperda Prakarsa Gubernur NTB

Jawaban Gubernur NTB itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 DPRD Prov. NTB Masa Persidangan III Tahun 2022, di ruang rapat Sidang Kantor DPRD NTB, Mataram (09/12/22).

BACA JUGA: Bang Zul Buka Event WINGDAY IV HTCI 2022

Membacakan jawaban Gubernur NTB, Wagub mengatakan Ekskutif menerima saran dan masukan dari legislatif
Wagub Sitti Rohmi

Tiga Buah  Raperda Prakarsa Gubernur NTB, diantaranya :

  1. Perubahan Raperda nomor 3 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB. 
  2. Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  3. Perubahan Raperda nomor 3 tahun 2015 tentang Penanaman Modal.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas saran, pendapat dan pernyataan yang telah disampaikan pada Rapat Paripurna sebelumnya,” ucapnya.

Umi Rohmi menjelaskan terkait perubahan Raperda nomor 3 tahun 2010 terkait Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB, dalam proses penyusunan revisi RTRW secara Teknokratis, Partisipatif dan Politis sudah dilakukan secara prosedur yang benar.

Terkait saran atas Perubahan Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup melalui payung regulasinya oleh karena itu sanksinya harus dipertegas. 

Termasuk animo masyarakat masih lemah terhadap program Zero Waste sehingga perlu diperkuat melalui regulasi. 

Sehubungan dengan itu perubahan terhadap Raperda RTRW juga mengatur tentang peruntukan lahan terbuka hijau dan batas wilayah.

Terkait Raperda Penanaman Modal, Wagub menjelaskan, hal ini merupakan penyempurnaan Raperda nomor 3 tentang penanaman tahun 2015. 

Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Wagub menekankan pula, Ekskutif menerima saran dan masukan dari legislatif untuk pembangunan ekonomi daerah.

Sehingga diharapkan mampu mewujudkan NTB yang Gemilang melalui penguatan regulasi. ***

 

 




Bang Zul Buka Event WINGDAY IV HTCI 2022

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul bersama Wali Kota Mataram membuka event empat tahunan Honda Tiger Club Indonesia (HTCI)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Touring WINGDAY IV besutan Honda Tiger Club Indonesia (HTCI) yang diikuti ribuan peserta, dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Kota Mataram, Sabtu (09/12/22). 

WINGDAY merupakan kegiatan resmi HTCI setiap 4 (empat) tahun, dengan agenda mengumpulkan semua anggota klub-klub yang tergabung di dalam organisasi HTCI dan melakukan touring gabung dengan rute, jarak, dan lokasi yang ditentukan.

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Bang Zul mengatakan, NTB makin menarik bagi komunitas motor
Peserta HCTI

Bang Zul sapaan Gubernur NTB yang didampingi Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana , menjelaskan, sejak hadirnya berbagai event dunia seperti MotoGP Mandalika, WSBK, MXGP, dan berbagai event global lainnya, Provinsi NTB seringkali dijadikan tuan rumah berbagai event nasional internasional lainnya. 

“Memang sejak hadirnya banyak Global Events seperti MotoGP, World Superbike, MXGP dan lain lain, daerah kita menjadi sangat seksi dan menarik untuk dikunjungi berbagai komunitas Motor di Indonesia,” kata Bang Zul.

Rute WINGDAY dimulai dari Kota Mataram menuju Mekaki Hill di Lombok Barat. 

Dilanjutkan perjalanan menuju Kuta Mandalika di Lombok Tengah, lanjut ke Sembalun RInjani di Lombok Timur, kemudian ke Lapangan Bupati di Lombok Utara serta finish di Senggigi, Lombok Barat untuk melakukan gala dinner dan ramah tamah dengan Gubernur NTB dan berbagai stakeholders terkait lainnya.

BACA JUGA: Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah

Selama di Lombok NTB, peserta Wingday IV akan melakukan berbagai kegiatan menarik mulai dari touring jelajah Lombok, menikmati keindahan alam Lombok serta kesenian tradisional Lombok hingga bakti sosial. ***

 

 




Peresmian Musholla HM. Arifin Lingkungan Galangan Kapal Lobar

Saat peresmian mushollah di lingkungan PT. Dukuh Raya Dockyard, Wagub NTB menyampaikan apresiasinya karena bisa dimanfaatkan warga sekitar

LOBAR.lombokbarat,com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan  apresiasi atas pembangunan Musholla dalam lingkungan  PT. Dukuh Raya Dockyard yang bisa dimanfaatkan oleh warga desa sekitar.

Peresmian musholla HM. Arifin beraada di lingkungan pembuatan galangan kapal Teluk Waru, Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (09/12/22)

BACA JUGA: Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah 

Wagub NTB mengapresiasi peresmian mushollah yang bisa dimanfaatkan masyarakat

“Alhamdulillah semoga ini menjadi awal yang baik. Sehingga kehadiran para investor di NTB dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Ummi Rohmi.

Dijelaskan, pemerintah NTB sangat welcome dengan para investor yang datang berinvestasi ke NTB. 

Namun, kesejahteraan dan keterlibatan masyarakat di sekitar harus benar-benar diutamakan.

“Kami juga tidak ingin masyarakat di sekitar menjadi penonton. Mereka harus mampu berkontribusi untuk ikut membangun daerahnya,” harap Ummi Rohmi.

Sementara itu, Direktur PT. Dukuh Raya Dockyard Ir. Agus Salim menjelaskan tentang perjalanan berdirinya galangan kapal di wilayah Nusa Tenggara yang didirikan tahun 1994 oleh H. Muhammad Arifin. 

Galangan kapal di NTB merupakan respon atas dibukanya jalur lalu lintas laut atau Tol Laut gagasan Presiden RI Jokowi di wilayah NTB.

“Pada tahun 1994, galangan kapal tidak ada di wilayah Nusa Tenggara, hanya ada di Surabaya. Untuk itu, (alm)  H. Muhammad Arifin bekerjasama dengan Pemerintah NTB untuk membangun galangan kapal di Lembar ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui Musholla tersebut diberi nama HM. Arifin untuk mengenang jasa almarhum yang menginisiasi pembangunan galangan kapal di NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Tim Pendamping Desa Berkontribusi Besar Bagi Pembangunan

Dalam acara tersebut hadir pula  pimpinan PT Dukuh Raya, Pimpinan Perindo dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB. ***

 

 




SMK Berpartisipasi Dalam Kebangkitan Industrialisasi NTB

Menghadiri “Expose SMK 2022” , Gubernur NTB memuji karena menyaksikan SMK berlomba-lomba menghasilkan karya inovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah bisa membuat mesin-mesin yang berpartisipasi dan membangkitkan industrialisasi di NTB.

Gubernur NTB memuji SMK yang bisa menghasilkan mesin-mesin industri
Gubernur NTB didamping Kadis Dikbud

“Saya berkeliling NTB menyaksikan SMK kita berlomba-lomba memberikan hasil karya, inovasi baru,” ungkap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kamis (08/12/22).

Hal itu dikatakannya saar memberikan sambutan pada kegiatan “Expose SMK 2022” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Barat yang ke-64 di Lombok Epicentrum Mall.

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh

Tantangan baru pun kini diberikan oleh Gubernur kepada Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian, Kepala Bidang SMK, serta para guru untuk bisa mencetak lulusan-lulusan eKSPOSE smkterbaik hingga mampu memegang serta memiliki perusahaan.

Dengan demikian, SMK luar daerah akan datang untuk belajar ke NTB.

“Jika ini terjadi, maka kita membawa perubahan yang luar biasa di tengah masyarakat kita. Karena bukan hanya seribu  bahkan puluhan ribu usahawan baru dihasilkan tiap tahunnya. Kalau semua lulusan SMK bisa jadi pengusaha, maka kita akan menuntaskan kemiskinan. Sehingga NTB walaupun provinsi kita kecil, cita-cita kita sangat besar untuk meletakkan dunia dalam genggaman kita,” harapnya.

NTB Mall juga diharapkan bisa menjadi outlet-outlet output SMK sehingga produk-produk SMK bisa dilihat oleh masyarakat luas seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia.

Pandemi covid-19 telah memberikan pelajaran berharga untuk masyarakat NTB dalam terus belajar membangun industrialisasi. 

Kini provinsi yang kecil ini tidak hanya bisa membuat masker, tiang infus, tetapi rapid antigen, sepeda listrik dan apapun bisa diciptakan di NTB.

“Selamat buat SMK, selamat buat Expo ini adalah langkah awal kita untuk perjalanan ribuan miles dimasa yang akan datang. Bangga salut pada SMK,” tutup Bang Zul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqan juga menjelaskan, kegiatan Expose SMK 2022 ini adalah sebagai wujud untuk menunjukkan, strategi belajar yang sudah dikembangkan dengan BJBL sejak tiga tahun lalu. 

Ini meripakan upaya mendukung industrialisasi dan mewujudkan visi misi NTB.

“Sebuah langkah berani kami lakukan sehingga anak-anak kita bersaing, sekolah-sekolah kita bisa menunjukkan hasil seperti yang bapak Gubernur saksikan beberapa tahun terkahir ini. Termasuk hari ini adalah expo yang kita laksanakan di tahun ke-3 dan wujud dari kerjasama kita dengan industri melalui strategi teaching factory yang sudah bapak presentasikan di Jakarta,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 78 SMK Negeri dan 5 SMK Swasta. Sinergi sekolah negeri dan swasta akan menampilkan 53 produk. 

Di antaranya ada olahan makanan, permesinan, komputer, batik busana, media tanam, bahan kecantikan, elektronika, brosur-brosur travel, kerajinan, jasa, souvernir, olahan bahan makanan ikan, olahan kimia, tanaman serta pupuk. 

Kegiatan ini juga dirangkaikan penandatanganan MOU dengan NTB Mall sebagai wujud hasil dari teaching factory sehingga produk-produk SMK nanti akan dipasarkan disana. Kegiatan ini juga di selenggarakan mulai hari ini hingga Sabtu. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Tim Pendamping Desa Berkontribusi Bagi Pembangunan

Dan pada hari Sabtu nanti akan laksanakan senam bersama sepuluh ribu siswa dan guru dengan masing-masing mereka membawa sebiji telur, untuk kita sumbangkan kepada anak-anak stunting. ***

 




Memahami Pengertian dan Tugas Pendampingan di Desa

Dalam upaya menggerakkan pembangunan di desa secara komprehensif, para pendamping desa penting memahami faktor-faktor untuk mensinergikan aktor pembangunan di desa   

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para Pendamping Desa di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB) diakui memberi kontribusi besar dalam pembangunan di NTB. 

Saat membuka pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) pada Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3OD), Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Jalillah menyampaikan apresiasinya pada seluruh pendamping desa, termasuk para pendamping lokal desa.

BACA jJUGA: Wagub NTB: Tim Pendaming Desa Berkontribusi Besar Bagi Pembangunan 

tIM PENDAMPING DESA HARUS MEMAHAMI ASPIRASI MASYARAKAT

Menurut Wagub Sitti Rohmi, kontribusi yang nyata ditunjukkan pada saat NTB dilanda bencana gempa 2018, termasuk saat pandemi awal tahun 2020.

“Besar peranan pendamping desa, sehingga desa dapat melalui bencana itu dengan baik,” katanya, Rabu (07/12/22).

Sebagian besar masyarakat belum tahu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pendampingan desa. Di bawah ini dijelskan tentang kegiatan pendampingan desa termasuk tugas yang dilakukan.

Apa itu Pendamping Desa? 

Memahami kegiatan pendampingan desa, harus merujuk ketentuan Pasal 131 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kemudian lahirlah Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 (Permendes 3/2015) tentang Pendampingan Desa.

Pendampingan Desa adalah kegiatan untuk melakukan tindakan pemberdayaan masyarakat melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan, dan fasilitasi Desa. Tujuan pendampingan desa secara rinci sebagai berikut:

  1. meningkatkan kapasitas, efektivitas, dan akuntabilitas Pemerintahan Desa dan pembangunan Desa;
  2. meningkatkan prakarsa, kesadaran, dan partisipasi masyarakat Desa dalam pembangunan desa yang partisipatif;
  3. meningkatkan sinergi program pembangunan Desa antarsektor; dan
  4. mengoptimalkan aset lokal Desa secara emansipatoris.

Ruang lingkup pendampingan Desa meliputi:

  1. Pendampingan masyarakat Desa dilaksanakan secara berjenjang untuk memberdayakan dan memperkuat Desa;
  2. Pendampingan masyarakat Desa sesuai dengan kebutuhan yang didasarkan pada kndisi geografis wilayah, nilai APB Desa, dan cakupan kegiatan yang didampingi; dan
  3. Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa melakukan upaya pemberdayaan masyarakat Desa melalui pendampingan masyarakat Desa yang berkelanjutan, termasuk dalam hal penyediaan sumber daya manusia dan manajemen.

Pelaksanaan pendampingan Desa dilakukan oleh 1) Tenaga Pendamping Profesional; 2) Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan/atau 3) Pihak Ketiga.

Tugas Pendamping Desa

Pendamping Desa bertugas mendampingi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa, meliputi:

  1. mendampingi Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  2. mendampingi Desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi Desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  3. melakukan peningkatan kapasitas bagi Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan Desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  4. melakukan pengorganisasian di dalam kelompok-kelompok masyarakat Desa;
  5. melakukan peningkatan kapasitas bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan mendorong terciptanya kader-kader pembangunan Desa yang baru;
  6. mendampingi Desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif; dan
  7. melakukan koordinasi pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Tugas Pendamping Teknis

Pendamping Teknis bertugas mendampingi Desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral, meliputi:

  1. membantu Pemerintah Daerah dalam hal sinergitas perencanaan Pembangunan Desa;
  2. mendampingi Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perencanaan pembangunan daerah yang terkait dengan Desa; dan
  3. melakukan fasilitasi kerja sama Desa dan pihak ketiga terkait pembangunan Desa.

Tugas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Tugas utama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat mencakup bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi.

Tugas Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan, serta menggerakkan prakarsa, partisipasi, dan swadaya gotong-royong; dan
  2. Mendampingi Kepala Desa dalam hal pengorganisasian pembangunan Desa.

Menilik luasnya tugas dari pendampingan desa, maka Tim Pendampingan Desa sangat berperanan bukan saja mulai sejak  perencanaan, hingga pelaksanaan dan pemantauan berjalanannya pembangunan Desa.

Bukan hanya itu, tugas pemberdayaan masyarakat yang menggerakkan inisiatif (prakarsa) masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan desa, maka tugas pendampingan desa sangat menentukan keberhasilan pembangunan di desa.

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Desa, Ini Jasa Penyuluh

Dengan demikian, harapan dimulainya pembangunan dari pinggiran yakni dari desa juga sangat ditentukan keberhasilan Tim Pembangunan Desa dalam melaksanakan tugasnya. ****  

 

 




Wagub NTB: Tim Pendamping Desa Berkontribusi Besar Bagi Pembangunan

Berkat kontribusi dan sinergi tim pendamping desa, menurut Wagub NTB dapat melalui tantangan bencana gempa bumi tahun 2018 serta pandemi pada awal tahun 2020

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan apresiasinya kepada Tim Pendamping Desa Se-NTB, karena memberikan kontribusi bagi pembangunan di Provinsi NTB. 

Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengatakannya saat pembukaan acara Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) pada Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun Anggaran 2022.

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Berkat Jasa Penyuluh

Wagub NTB mengatakan, tim pendamping desa karena telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan di NTB
Wagub NTB buka Peningkatan Kapasitas TPP

Kegiatan diikuti seluruh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari  Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Bima di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (07/12/22).

“Saya apresiasi kepada seluruh tim pendamping desa karena telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan di NTB, terimakasih sekali lagi saya ucapkan,” ujarnya.

Wagub menjelaskan, kontribusi yang telah diberikan oleh tim pendamping desa sangatlah bermakna. Terlebih Provinsi NTB telah banyak mengalami berbagai bencana di antaranya gempa bumi pada tahun 2018 serta pandemi pada awal tahun 2020. 

Berkat kontribusi dan sinergi bersama hal ini dapat secara perlahan dapat dilalui dengan baik.

Mantan Ketua DPRD Lotim ini menyarankan dalam pelatihan kali ini untuk memasukan materi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs).

“Saya berharap dalam kegiatan ini enam kabupaten yang turut serta dapat memasukan materi mengenai SDGs. Pembangunan desa jangan hanya infrastruktur saja namun pembangunan juga harus bersifat holistik dan komperhensif yang diceriminkan oleh 17 tujuan SDGs,” harapnya.

Wagub juga menjelaskan, bagaimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) untuk terus dikawal dengan baik. 

Program-program seperti Revitalisasi Posyandu, Validasi Data Kemiskinan dan Sistem Informasi Desa untuk menjadi fokus serta atensi bersama agar bisa terus mendapat prioritas dalam hal anggaran.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) NTB,  Tauhid Rifa’i dalam laporannya menerangkan kegiatan Peningkatan Kapasitas TPP dimuali dari tanggal 6-10 Desember dengan jumlah peserta mencapai 340 peserta. 

Ia mengungkapkan, pihaknya akan siap menuntaskan desa tertinggal yang masih ada di Provinsi NTB.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Sambut HUT NTB, HBKN dan Nataru

“Pada tahun 2018 desa tertinggall sebanyak 208 desa namun saat ini tinggal 55 desa. 

Dan komitmen kami adalah berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemprov NTB untuk  menghempaskan desa tertinggal,” tegasnya.***

 

 




Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah

Gerakan pangan yang dilakukan Pemprov NTB salah satu tujuannya menekan inflasi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menekan laju  inflasi daerah sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke – 64.

Selain itu, kegiatan itu untuk pengamanan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yang berlangsung di Lapangan Karang Genteng Kelurahan Pagutan,  Jum’at (09/12).

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi NTB 

Masyarakat diharapkan memanfaatkan pasar murah yang diselenggarakan Pemprov NTB
Bantuan sembako

Asisten II Pemerintah Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi mengatakan, Gerakan Pangan Murah dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari.

“Kita harapkan mayarakat sekitar sini dapat memanfaatkan momen ini, karena harga – harga ini dibantu dengan susidi transportasi, Semoga gerakan ini bisa membantu bapak ibu semua,” ujar dokter Eka.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Bulog, Dinas Pertanian NTB, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Dinas Koperasi, Pengusaha Program Usaha Pangan Masyarakat dan Pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H. Abdul Azis, SH., MH menyampaikan, tujuan kegiatan ini diharapkan mampu menekan inflasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menekan inflasi, sehingga inflasi di NTB dan salah satu tolak ukurnya di Kota Mataram yang kita lakukan saat ini,” tuturnya.

Adapun bahan pokok yang tersedia, berupa beras, telur, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, cabe, tomat, mie instan, ikan segar, sayuran, dan lain sebagainya. 

Salah satu masyarakat, Nurhasinah begitu antusias dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB atas adanya Gerakan Pangan Murah ini.

BACA JUGA: Tim Pendamping Desa Berkontribusi Besar bagi Pembangunan

“Banyak sekali yang bahan pokok yang murah dan bisa kita beli dan sayurannya bisa diambil gratis juga, terima kasih Pemprov NTB,” tutur Nurhasinah. ***

 

 

 




Monev 3 Program Terpadu Pangan BPOM

Sekda NTB mengapresiasi penyelenggaraan monev, karena di tengah banyaknya perhelatan internasional, keamanan obat dan makanan menjadi prioritas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan Monev Program Nasional Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman Kegiatan monev itu diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, berlangsung di Hotel Lombok Astoria Mataram, Rabu (07/12/22).

Sekda NTB mengajak seluruh stakeholder mensukseskan acara ini
Lalu Gita Ariadi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang membuka kegiatan Monev tersebut mengajak seluruh stakeholders terkait untuk mensukseskan monev. 

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh 

Bahkan Miq Gita mengapresiasi BPOM yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini.

“Apresiasi kami berikan kepada BPOM beserta jajarannya yang berhasil menyelenggarakan kegiatan ini. Mari kita sukseskan bersama-sama monev ketiga program ini,” ujarnya.

Data tahun 2022 menyebut, Indeks Kesadaran Masyarakat NTB Terkait Kemanan Obat dan Makanan berdasarkan survei dari pusat kajian dan kebijakan obat dan makanan BPOM, berada di angka 72 naik dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 66,83.

Atas kenaikan ini Sekda mendorong agar Pemprov NTB bersama Kabupaten/Kota untuk terus berkolaborasi dan bersinergi guna meningkatkan indeks ini agar menjadi lebih baik.

“Saya minta hal ini untuk menjadi atensi bersama-sama. Kita bangun sebuah komitmen dengan BPOM. Tuntaskan apa saja yang menjadi masalah guna meningkatkan indeks ini sehingga indeks kita meningkat ke level menengah dan tidak berada di tingkat bawah secara nasional,” pintanya. 

Ia juga menandaskan, Provinsi NTB  akan menjadi tuan rumah berbagai perhelatan event berstandar nasional hingga internasional serta menjadi destinasi wisata halal, keamanan obat dan makanan menjadi prioritas yang tidak bisa di abaikan. 

Karenanya ia mengungkapkan, monev ini menjadi langkah awal yang baik demi terwujudnya kesadaran masyarakat NTB akan keamanan obat dan makanan.

Sementara itu, Kepala BPOM Mataram, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt mengatakan, kegiatan ini telah berlangsung selama 10 bulan dan monev ini menjadi program akhirnya. Ia menjelaskan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keamanan pangan menjadi tugas bersama-sama. Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh stakeholders terkait yang telah  meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan di NTB,” terangnya.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Sambut HUT NTB, HBKN, dan Nataru

Ia berharap agar seluruh peserta monev kali ini dapat memeberikan masukan-masukan agar program-program BPOM bekerja lebih optimal dan kedepannya dapat meningkatkan indeks kesadaran masyarakat NTB akan obat dan makanan. ***