Upaya BKOW NTB Deteksi Dini Kanker Payudara

Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB sangat serius menyikapi tingginya angka perempuan penderita kanker payudara.

MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu program utama BKOW adalah sosialisasi deteksi dini kanker payudara. Ketua BKOW NTB,  Hj. Syamsiah M. Amin menekankan, pentingnya peran organisasi wanita dalam mensosialisasikan gejala, dan cara pengobatan kanker.

“Melalui sosialisasi perangkat organisasi BKOW, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, masyarakat lebih memiliki pemahaman yang baik tentang deteksi diri kanker payudara,” kata Hj. Syamsiah M. Amin saat bersilaturrahim bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram dan GOW Kabupaten Lombok Barat, di Pendopo Walikota Mataram, Rabu, (4/4/2017).

HjLanker payudara meru[akan penyakit berbahaya bagi kaum wanita. Tingginya jumlah penderita kanker ini seringkali diakibatkan lifestyle atau gaya hidup yang tidak sehat, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, perubahan gen, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, hingga minimnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penyakit ini.  Ia berharap dalam tiap pribadi perempuan harus ada kesadaran dan sikap awas serta tanggap, mendeteksi dini kanker payudara.

“Penyakit adalah sebuah ujian yang mungkin menimpa siapa saja. Namun, fakta yang ada menunjukkan kebanyakan masyarakat sekarang malu dan takut terhadap penyakit kanker, padahal jika dari awal sudah diketahui gejalanya maka penanganannya akan semakin baik,” jelasnya.

Hj, Syamsiah menghimbau kepada seluruh perempuan, untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara. Ia mengajak para ibu untuk memberikan pendidikan dari dalam rahim, begitupun saat anak lahir. Tumbuh kembang anak perlu diperhatikan, pendidikan anak juga harus diberikan sesuai dengan umurnya, demi mencetak generasi yang lebih baik.

Dalam rangkaian roadshow BKOW Provinsi NTB itu, Hj. Syamsiah juga menyerahkan bibit cabe kepada Ketua GOW Kota Mataram dan Ketua GOW Kabupaten Lombok Barat. Ia berharap tahun kedepannya bukan hanya cabai, tetapi sayur-sayuran serta unggas seperti ayam dan itik yang dapat diberikan pada masyarakat.

Rr




Wapres, “Maulana Syaikh, Layak Dihargai Sebagai Pahlawan Nasional”

Perjuangan (almarhum) TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau lebih dikenal Maulana Syaikh, sangatlah layak dihargai sebagai Pahlawan Nasional

lombokjournal.com

Seminar “Dari Nahdatul Wathan untuk Indonesia: Jejak Perjuangan Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid” yang dibuka Wapres Jusuf Kalla (foto Biro Humas NTB)

Wakil Presiden RI,H Jusuf Kala menegaskan hal itu saat membuka Seminar Nasional dengan tema “Dari Nahdatul Wathan untuk Indonesia: Jejak Perjuangan Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid” di Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta, Rabu (5/4)

Menurut Wapres, pahlawan bukan hanya berjuang secara fisik. Tapi, gelar pahlawan nasional diberikan kepada  yang bertindak heroik. “Perbuatan nyata yang dapat dikenang dan dilihat  sepanjang masa. Termasuk tidak pernah melakukan tindakan tercela, mampu berjuang menggerakkan masyarakat,  berdampak nasional dan menunjukkan konsistensi dan hal-hal prestise lainnya,” katanya.

Dalam seminar yang menghadirkan ahli sejarah sebagai narasumber dan dihadiri Gubernur NTB, Dr.TGH M. Zainul Majdi,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, DPD RI, Faroukh Muhammad, Suhaimi Ismi, Rektor UNJ, Keluarga TGKH Muhammad Zainuddin  Abdul Madjid, sertaa civitas akademika berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan NTB.

Wapres menegaskan, kita di sini menggambarkan apa yang dicapai Maulana Syaikh sepanjang hidupnya. Menggambarkan apa yang dicapai tidak jauh beda dengan apa yang diberikan pahlawan nasional sebelumnya. ”Wajar kita semua berdo’a, mengusahakan beliau  menjadi pahlawan Nasional,” ungkap wapres.

Dijelaskan wapres, dalam kurun 60 tahun ini tercatat sebanyak 169 tokoh diberikan gelar Pahlawan Nasional  pada Peringatan Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Provinsi Bali sudah memiliki 5 Pahlawan Nasional, Sedangkan NTT baru memiliki 1 orang pahlawan nasional. “NTB sebatas baru diusulkan,” ujarnya. Padahal, perjuangan para pejuang NTB tidak kurang heroik dari daerah lain.

Banyak pejuang muslim menjadi Pahlawan Nasional. Wapres yakin, Maulana Syaikh tidak kurang dari apa yang dilakukan ulama lain. “Saya secara pribadi akan memberikan dukungan,” pungkasnya.

Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi pada kesempatan yang sama menjelaskan setiap perjuangan Maulana Syaikh mencerminkan keyakinan beliau akan kesatuan antara  kesatuan nilai keislaman dan nilai kebangsaan untuk kita di Indonesia.

“Nama Nahdatul Wathan dipilih karena memiliki makna berjuang untuk bangsa, sekaligus berjuang untuk agama. Sedangkan berjuang untuk agama pasti akan memberikan kebaikan untuk bangsa. Melalui penamaan tersebut, Islam dan kebangsaan dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan,” jelas cucu dari TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid itu.

TGH M Zainul Majdi menambahkan, keharmonisan di daerah eks Sunda Kecil yakni Provinsi Bali, NTB dan NTT yang  berbeda mayoritas agama karena akrab dengan nilai-nilai kebangsaan. Maulana Syaikh adalah salah satu tokoh utama yang berkontribusi kokohnya nilai kebangsaan di NTB.

“Atas nama pemerintah dan segenap masyarakat Provinsi NTB berharap kiranya ikhtiar ini berujung pada  pengakuan pemerintah  yang memang sudah sepantasnya menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” papar tokoh muda yang prestisius ini.

Seminar nasional yang dimotori UNJ dan Organisasi Islam Nahdatul Wathan (NW)  diharapkan menjadi sinyal makin dekat terwujudnya ikhtiar perjuangan inisiatif pemerintah dan masyarakat NTB, menjadikan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri Organisasi Kemasyarakatan Islam Nahdatul Wathan (NW)  sebagai pahlawan nasional

Rr

 




IPEMI Diharapkan Menginspirasi Wirausaha Wanita Muslimah

Peningkatan kapasitas perempuan terus menjadi perhatian dan program TP. PKK Provinsi NTB, termasuk pengembangan wirausaha perempuan mendapat perhatian dan dukungan penuh.

Anggota IPEMI pose bersama HJ Erica

MATARAM.lombokjournal.com – Hal itu dikatakan TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi saat menerima Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) NTB, Dra.Hj. Bau Intan Sunardi Ayub dan jajarannya di PendopoGubernur NTB, Rabu (5/4/17). “Saya akan melakukan yang terbaik untuk mendukung ibu-ibu”, ujarnya.

Hj Erika menilai, kehadiran IPEMI menjadi salah satu energi baru bagi wanita muslimah NTB dalam mengembangkan kemandirian usaha dan jiwa wira usaha. IPEMI juga diktakan dapat menjadi inspirasi dan semangat bagi muslimah lainnya untuk mengembangkan usaha dalam pemberdayaan ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan.

Untuk penguatan organisasi, Hj. Erica menyarankan IPEMI membangun jaringan kerjasama dengani nstansi terkait serta organisasi-organisasi yang sejalan. IPEMI diharapkan mampu membangun serta mengembangkan potensi yang ada untuk berkreasi meningkatkan ekonomi anggota dan masyarakat luas.

“Membangun jaringan building networking harus diperkuat, kita yang harus proaktif. Ibu-ibu disini jauh lebih cerdas dan ikhlas daripada sekedar menjadi jembatan penyaluran program-program dari pusat ke daerah,” ujar Hj. Erica memberi semangat.

Hj Erica menegaskan, prinsip dari wira usaha mandiri adalah menciptakan usaha sendiri yang diharapkan akan mendatangkan bantuan-bantuan dari pihak lain. IPEMI diharapkan mampu menjalin pembinaan sampai ke tingkat bawah.

Silaturrahmi diawali dengan perkenalan IPEMI dan tujuan organisasinya. Menurut Hj Bau Intan, tujuan organisasi yang dipimpinnya mendukung penguatan usaha masyarakat yang memiliki potensi di bidang peningkatan usaha masyarakat. Visi dan misinya, berupaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi muslimah dan masyarakat secara luas menuju kemandirian yang berkepribadian dan berakhlaqul karimah.

Rr

IPEMI, INSPIRASI WIRAUSAHA WANITA MUSLIMAH

Peningkatan kapasitas perempuan terus menjadi perhaan dan program TP. PKK Provinsi NTB. Seluruh

upaya   dan   kegiatan   yang   mampu   meningkatkan   kesejahteraan   keluarga,   termasuk   pengembangan

wirausaha perempuan mendapatkan perhaan dan dukungan penuh.




Perbankan Syariah Potensial Dikembangkan di NTB

Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan mayoritas penduduknya muslim, sangat potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah

MATARAM.lombokjournal.com —  Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri, saat menghadiri rapat koordinasi team project management bersama konsultan pendamping konversi PT Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, Rabu malam (5/4), di Mataram.

“NTB itu potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah, baik dari sisi ekonomi maupun masyarakat yang sebagian besar muslim,” jelas Yusri.

Menurut Yusri, potensi pangsa pasar perbankan syariah secara umum di Indonesia termasuk di dunia cukup bagus, karena prinsip yang dijalankan perbankan syariah menekankan pada keadilan.

“Mengharamkan riba dan itu bisa diterima semua kalangan masyarakat muslim maupun non muslim,” katanya.

Karena itulah, dirinya optimis dan mendukung penuh dengan kebijakan Pemda NTB yang hendak melakukan konversi Bank NTB dari konvensional menjadi Bank NTB Syariah

Meski demikian, Yusri menambahkan,  seperti halnya Bank Konvensional, maju tidak perbankan syariah juga akan bergantung pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, kemampuan melakukan analisis resiko dan membaca pasar, serta kemampuan menjual produknya.

Dalam kesmepatan sama, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, maju tidaknya Bank NTB setelah berubah status dari konvensional menjadi syariah akan tergantung pada kemampuan dan kreativitas direksi beserta tim yang bekerja di dalamnya.

Harus banyak melakukan inovasi dan terobosan, menjual produk yang bisa menarik perhatian masyarakat untuk mau menabung dan menggunakan produk bank NTB Syariah,” kata Amin.

AYA




Peserta BPJS Kesehatan, Melahirkan Melalui ‘Caesar’ pun Tak Perlu Bayar

 Biaya melahirkan melalui tindakan sectio caesaria (SC), bisa mencapai belasan juta rupiah. Banyak pasangan muda yang masih belum tahu dan paham, menjadi peserta BPJS Kesehatan biaya melahirkan sebesar itu tak perlu dibayar dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang mendesak.

MATARAM.lombokjournal.com —

Pasangan muda yang baru memperoleh momongan, matanya berbinar-binar. Putra pertama yang mereka nantikan lahir – meski melalui tindakan sectio caesaria (SC) atau yang dikenal umum dengan istilah ‘operasi sesar’ — selamat menghirup udara kehidupan. Meski harus mengeluarkan biaya di sebuah klinik persalinan swasta di Kota Mataram yang besarnya mencapai belasan juta rupiah, tak mengurangi kebahagiaan pasangan muda itu.

Natsir Al Ayubi, bapak muda yang berdomisili di Ampenan itu, ternyata belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. Meski program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah masuk tahun ke 4 yang dikelola, banyak pasangan muda yang belum paham pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan’.

Padahal menjadi peserta BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), jelas banyak manfaatnya. Setelah program ini memasuki tahun ke 4, BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.

Di seantero negeri sudah banyak yang merasakan manfaatnya, tentu termasuk ibu-ibu yang melahirkan anaknya pun sangat tertolong dengan program ini. Sebelum diluncurkannya program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, melahirkan tidak hanya jadi ‘derita’ bagi ibu melahirkan, tetapi juga menjadi ‘derita’ keluarga karena biaya yang harus dikeluarkan untuk persalinan tidak sedikit.

Menjadi peserta BPJS Kesehatan, tidak perlu kagi mencemaskan tingginya biaya persalinan baik itu persalinan normal atau caesar. Semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Tidak sulit mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Apalagi di era digital seperti sekarang, untuk mendaftar cukup melalui handphone.

Banyak yang sudah merasakan manfaat menggunakan kartu JKN-KIS atau yang lebih dikenal dengan kartu BPJS Kesehatan saat melahirkan normal ataupun caesar di fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Andai Natsir Al Ayubi yang akrab dipanggil Nanang bersama keluarganya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia tak perlu pusing memikirkan biaya melahirkan istrinya. Apalagi ketika anak pertamanya posisi bayinya melintang dalam kandungan, sehingga dokter harus memutuskan melakukan tindakan caesar.

Melahirkan dengan BPJS Kesehatan prosesnya makin dipermudah. Apalagi saat ini pihak BPJS juga terus mendorong peningkatan pelayaan Faskes (fasilitas kesehatan) lanjutan. Dari pengalaman ibu yang melahirkan caesar tidak perlu membawa rujukan dari Faskes tingkat pertama. Ia cukup membawa pengantar dari Dokter Spesialis ke ruang bersalin, maka waktu operasinya pun langsung dijadwalkan. Dan tidak ada perbedaan perlakukan antara peserta BPJS Kesehatan dengan pasien umum.

Untuk menjadi peserta JKN KIS Mandiri Kelas 1 tiap bulannya hanya membayar iuran Rp 80.000. Tentu kelas 2 atau kelas 3 bayar lebih murah lagi. Bahkan yang tidak mampu pun bisa tetap menjadi peserta, dengan prosedur sesuai aturan yang ditetapkan.

Pendeknya, kehadiran BPSJ Kesehatan sangat membantu saat orang menjalani proses persalinan atau membutuhkan pengobatan. Sekarang, sudah saat semua pasangan suami istri, baik pasangan tua atau muda, untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan

Rr




Korban Terseret Banjir Bandang di Dompu Ditemukan Tewas

Suhardono (28), karyawan PT Nindi Karya, korban terseret banjir di Dompu, NTB, berhasil ditemukan tyelah meninggal dunia.

MATARAM.lombokjournal.com — Tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian selama beberapa jam. “Akhirnya berhasil menemukan korban telah meninggal dunia,” kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Mataram, I Putu Cakranegara, Selasa sore (4/4).

Sebelumnya, Suhardono dilaporkan hilang terseret banjir bandang, Senin sore (3/4). Saat kejadian, korban yang merupakan operator alat berat excavator tengah mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sungai Mila di lokasi proyek pembangunan bendungan di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Dompu.

Namun banjir bandang yang tiba-tiba datang membuat korban bersama alat berat yang dioperasikan kemudian terseret arus yang melintasi sungai Mila.

Upaya pencarian sempat dilakukan pada Senin sore itu oleh rekan-rekan korban dan masyarakat setempat, namun pencarian terkendala cuaca dan hari yang sudah gelap sehingga pencarian dihentikan.

Cakra menjelaskan, pihak SAR menerima laporan hilangnya korban Selasa dini hari (4/4) dan langsung melakukan upaya pencarian bersama unsur SAR lainnya.

“Basarnas bersamaa potensi SAR dari Brimob Kompi B Dompu, Sabhara Polres Dompu, Babinsa Desa Saneo, Orari Bima dan sejumlah karyawan PT Nindi Karya langsung melakukan pencarian dengan menyisiri aliran sungai Mila,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, sekitar pukul 10.30 Wita, Selasa (4/4) tim SAR gabungan berhasil menemukan korban di Bendungan Sungai Mila berjarak sekitar 4 Km dari lokasi kejadian.

“Korban ditemukan terdampar di pinggir aliran Sungai dalam keadaan meninggal dunia,”katanya.

Proses evakuasi berlangsung selama 1 jam, dan selanjutnya jenazah Suhardono dibawa ke Rumah Sakit Dompu.

AYA




Diikuti 292 Peserta, UNBK di SMKN 1 Lingsar Lancar

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan lancar dan tertib di SMKN 1 Lingsar, Lombok Barat, memasuki hari kedua, Selasa (4/4).

Kasek SMKN 1 Lingsar, Ruju Rahmad. (foto: AYA)

LOMBOK BARAT .lombokjournal.com — “Sejak pertama hingga hari kedua saat ini UNBK berjalan lancar tanpa kendala,”kata Kepala Sekolah SMKN 1 Lingsar, Ruju Rahmad, di sela pelaksanaan UNBK.

Ia menjelaskan, UNBK di SMKN 1 LIngsar tahun ini diikuti oleh sebanyak 292 orang dan keseluruhannya hadir dalam UNBK hingga hari kedua.

Para siswa peserta UNBK terdiri dari beberapa jurusan antara lain, Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Multimedia, Akomodasi Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata ( UPW ), dan Jurusan Tata Busana.

Ruju Rahmad menjelaskan, tahun ini UNBK di SMKN 1 Lingsar dilakukandalam tiga sesi.

Sesi pertama dimulai pukul 07.30 Wita, sesi kedua pukul 10.00 Wita, dan sesi ketiga pada pukul 14.00 Wita.

“Kami harap dalam UNBK ini siswa agar selalu jujur, berintegritas agar mampu melatih diri dan  berdaya saing,” katanya.

AYA

 




Wagub Pantau Pelaksanaan UNBK Hari Kedua

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Selasa (4/4) turun memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMK di Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com — Di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Mataram, Wagub Amin menyaksikan langsung sejumlah siswa peserta UNBK yang mengikuti ujian didampingi  PLT Kepsek Sugiarta.

PLT Kepala SMK PP Mataram, Sugiharta. (foto: AYA)

“Wagub berharap agar pelaksanaan UNBK hari kedua ini berjalan dengan baik dan lancar hingga Ujian selesai agar bisa menghasilkan Lulusan yang berkualitas tiap tahunnya,” kata Wagub Amin.

Ia mengatakan, UNBK ini bisa melatih kejujuran siswa agar bisa bersaing ditingkat dan jenjang selanjutnya danjuga bisa bersaing dengan daerah – daerah yang lain.

UNBK Berjalan Lancar di SMK PP

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan lancar di SMK Pertanian Pembangunan (PP) Mataram, hingga hari kedua, Selasa (4/4).

Sekitar 101 orang peserta ujian berasal dari  enam jurusan yaitu jurusan Agribisnis Perikanan, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Perkebunan, Agribisnis Pembibitanan Kultur Jaringan dan Agribisnis Agraria mengikuti  UNBKtahun ini.

Menurut  PLT Kepala Sekolah SMK PP Mataram, Sugiarta Spi Mpd Msi,  semua sarana kelengkapan UNBK di SMK PP Mataram juga sangat siap, baik dari sisi ketersediaan komputer hingga sistem operasi dan pasokan kelistrikan.

“Semua berjalan lancar, seluruh siswa peserta UNBK juga hadir seluruhnya,” katanya.

Jadi listrik maupun komputer semua dalam posisi ON atau siap. Kalau pun terjadi pemadaman listrik pihak sekolah sudah menyiapkan Jenset.

“Kami berupaya agar siswa tidak terganggu dalam melaksanakan ujian,” tukasnya.

AYA




Banjir di Dompu, Satu Hilang Ratusan Keluarga Terdampak

Banjir melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Dompu, NTB, Senin malam (3/4), menyebabkan satu orang hilang terseret arus, dan ratusan keluarga terdampak.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat sejumlah wilayah terdampak banjir antara lain Kelurahan Potu, Kelurahan Bada, Kelurahan Karijawa, Desa Kareke di Kecamatan Dompu, Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai Dua, Desa Wawonduru, Kelurahan ontabaru. Desa Baka Jaya, Desa Saneo, di Kecamatan Woja, dan Desa Kramat di Kecamatan Kilo.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi di sekitar Dompu sejak Senin sore. Berdasarkan laporan,  ada satu korban banjir yang hilang dan masih dalam pencarian.

“Rumah yang terdampak banjir mencapai ratusan rumah,” kata Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum, Selasa (4/4) di Mataram.

Dijelaskan, korban hilang atas nama Suhardono, karyawan PT Nindia Karya. Korban yang sedang mengoperasikan alat berat eksavator di proyek Bendungan Raba Baka, Desa Saneo, Kecamatan Woja, terseret arus bersama alat beratnya.

“Hingga saat ini masih dilakukan upaya pencarian,” kata Rum.

Ia mengatakan, saat ini banjir di Dompu sudah mulai surut. BPBD NTBdan BPBD Dompu serta Pemkab Dompu sudah melakukan penyaluran bantuan tanggap darurat ke sejumlah wilayah terdampak.

AYA




Tomat Sayur Sumbang Deflasi di NTB

Ternyata hasil pertanian seperti tomat sayur menyumbang deflasi di Nusa Tenggara Barat selama bulan Maret

Ni Kadek Adri Madri (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Komoditas pertanian hortikultura seperti tomat sayur, menjadi komoditas yang menyumbang deflasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Senin (4/4) merilis bahwa pada bulan Maret NTB mengalami deflasi sebesar 0,68 %. Dimana indeks harga konsumen (IHK) pada Februari sebesar 127,42, turun menjadi 126,55 pada bulan Maret.

“Angka deflasi NTB pada Maret ini berada dibawah angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,02 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adri Madri, Senin (4/4) di Mataram.

Ia menjelaskan, komoditas terbesar penyumbang deflasi di NTB adalah beras, tomat sayur, daging, ayam ras, cabe rawit, tongkol , pindang dan tenggiri.

Menurut Kadek, deflasi di NTB didapat dari dua kota yang mengukur IHK yakni Kota Mataram dan Kota Bima.

Kota Mataram pada Maret mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,91 persen.

“Inflasi di NTB terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan dengan penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,66% dan kelompok kesehatan sebesar 0,2 % ,” katanya.

AYA