Asosiasi General Manager Hotel Bertekad Tingkatkan SDM Pariwisata

Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Lombok, NTB, bertekad untuk memberikan sumbangsih terbaik demi kemajuan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Para GM dan Manager sejumlah hotel anggota IHGMA Lombok merayakan HULTAH Pertama (foto: AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Organisasi profesi bagi Manager dan General Manager hotel tersebut, juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata.

“Kami di IHGMA chapter Lombok, NTB, tentu akan terus bekerja keras membangun citra pariwisata NTB ini, dan pariwisata Indonesia secara umum. Itu tekad kami,”kata Ketua IHGMA Lombok, NTB, Erik Tumbelaka, Kamis malam (20/4), dalam perayaan Hultah pertama IHGMA Lombok di sebuah Villa di pantai Montong, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

IHGMA merupakan organisasi profesi yang memuliki struktur nasional. Sedikitnya saat ini tercatat ada 25 chapter atau perwakilan IHGMA secara nasional, termasuk di Lombok, NTB.

Erik memaparkan, selama setahun berdiri, IHGMA Lombok, NTB sudah memfasilitasi sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas SDM, berupa kegiatan seminar dan workshop manajerial hotelier dan sebagainya.

“Saat ini anggota IHGMA Lombok sudah ada 60 orang dan akan menyusul beberapa lagi yang masih dalam proses registrasi,” kata Erik yang juga GM Hotel Killa Senggigi.

Ia mengatakan kapasitas SDM yang memadai dan mumpuni serta terus bersaing dengan menerapkan standar-standar proporsional dan profesional akan sangat mendukung pembangunan sektor pariwisata secara menyeluruh.

Hultah pertama IHGMA Lombok, NTB, Kamis malam berlangsung sederhana namun penuh keakraban.

Sekretaris IHGMA Lombok, NTB, Wiwit Suprapti menjelaskan, Hultah dilakukan serentak di 25 chapter IHGMA se Indonesia dengan cara potong tumpeng.

“Ini kesepakatan nasional, perayaan Hultah sederhana dengan potong tumpeng dan silahturahmi antar anggota di setiap chapter, termasuk yang kami lakukan di Lombok,” kata Wiwit.

Wiwit yang juga GM Qunci Villa Senggigi, mengatakan chapter Lombok, NTB ini diakui secara nasional sebagai chapter IHGMA yang anggotanya paling kompak dan saling bersinergi.

“IHGMA Lombok juga merupakan chapter dengan anggota terbanyak kedua setelah Bali,” katanya.

Sementara itu, Ketua PHRI NTB, Lalu Hadi Faisal mengatakan, keberadaan IHGMA diharapkan bisa memperkokoh ikhtiar seluruh staeholders pariwisata di NTB untuk memajukan dunia pariwisata ke depan.

“Kita optimistik dengan koordinasi dan kerjasama serta sinergi yang baik antar semua stakeholders, maka pariwisata NTB akan lebih berkembang lagi,” katanya.

AYA




Ratusan KK di Pulau Bajo Merasa Merdeka, Bisa Nikmati Listrik

Lebih dari 120 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Bajo di utara pulau Sumbawa, merasa bahagia karena kini sudah bisa menikmati aliran listrik.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejak pertengahan April ,  PT PLN sudah berhasil membangun jaringan listrik menuju pulau Bajo yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Desa Kwangko, Syaiful mengatakan, ketersediaan listrik di pulau Bajo memang sangat dibutuhkan, apalagi dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

“Listrik sangat penting untuk meningkatkan perekonomian warga kami di Bajo. Kami sangat bersyukur dan masyarakat sangat bahagia sudah masuk listrik sekarang. Ya kami merasa merdeka, bukan hanya 100 persen, bahkan 1000 persen,” kata Saiful.

Menurut dia, dengan ketersedian listrik, maka para nelayan bisa menyimpan hasil tangkapannya di lemari pendingin, sebelum menjual ke pembeli. Ini akan membuat ikan hasil tangkapan lebih awet dan tidak rusak.

“Sekarang ikan hasil tangkapan yang tidak bisa langsung dijual, bisa disimpan di lemari es. Kemarin, tahu listrik akan dipasang, masyarakat sini langsung membeli lemari es,” ujar Syaiful.

Kebahagiaan dengan masuknya listrik PLN juga disampaikan Nabil (12), siswa kelas 5 SD Negeri 5 Manggalewa yang berlokasi di Pulau Bajo.

“Senang sekali, malam sudah tidak gelap lagi. Bisa belajar malam, nonton TV juga,” kata Nabil.

Dalam rilis yang diterima Lombok Journal, Kamis (20/4) di Mataram, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 120 KK di Pulau Bajo yang rumahnya teraliri listrik PLN.

“Saat ini sudah 120 KK, nanti secara bertahap semua KK di pulau Bajo pasti terlistriki, karena kapasitas yang kami sediakan bisa memenuhi semua keluarga di Bajo yag tercatat sekitar 450 KK,” kata Machnizon Masri.

Ia menjelaskan, melistriki Pulau Bajo merupakan program listrik desa yang mulai dikerjakan PLN sejak Oktober 2016.

PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kilovolt (kV) sepanjang 4,1 kilometer sirkuit (kms) untuk melistriki pulau tersebut, dimana 150 meter sirkuit (ms) diantaranya melintasi perairan Teluk Saleh yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Bajo.

“Ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Kami bertekad seluruh masyarakat harus kita listriki,” tegas Machnizon.

Berdasarkan data PLN Wilayah NTB, pada tahun 2016 rasio elektrifikasi di Provinsi NTB mencapai 77,68 persen dari target 75,90 persen. Saat ini rasio elektrifikasi telah mencapai 78,92 persen. PLN menargetkan pada tahun 2020 rasio elektrifikasi dapat mencapai 92,75 persen.

Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTB, dalam beberapa tahun ke depan PLN akan membangun beberapa pembangkit baru, antara lain PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bima 50 MW, PLTU Lombok dan PLTU Lombok 2 masing-masing berkapasitas 2×50 MW

Selain itu, pada tahun 2017, PLN juga akan membangun jaringan kabel bawah laut untuk melistriki Gili Gede, Lombok Barat. Pembangunan kabel laut ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.

“Harapannya pada tahun 2020 rasio elektrifikasi bahkan sudah di atas 95 persen,” kata Machnizon Masri.

GRA




Pap Smear Kanker Serviks, BPJS Kesehatan Lakukan Deteksi Dini

Jarang disadari, kanker leher rahim atau yang dikenal  sebagai kanker Serviks tergolong pembunuh wanita nomor satu. Untuk  merayakan hari Kartini dan sekaligus peduli kesehatan wanita, BPJS Kesehatan se Indonesia menyelenggarakan program Pap Smear mendeteksi dini kanker Serviks di seluruh kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com – Pencanangan program pemeriksaan atau mendeteksi dini kanker Serviks oleh BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dilakukan di Puskesmas Gunung Sari, Lombok Barat.  Kegiatan tersebut berlangsung sejak hari Kamis (20/4), dan dilanjutkan tepat saat perayaan Hari Kartini, hari Jum’at (21/4), yang sekaligus dilangsungkan Pencanangan Bulan Deteksi Dini Kanker Srviks.

Menurut Kepala Puskesmas Gunung Sari, Akmal Rosan, SKep,Ns, pada hari Kamis pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada hari Kamis. Dari 150 yang mendaftar, sampai  Kamis siang sudah diperiksa 84 orang pemegang kartus JKIN-KIS.

Pemeriksaan akan dilanjutkan pada hari Jum’at. Dari pemeriksaan hari pertama itu diperoleh keterangan, dua orang positif kena kanker serviks.

Akmal Rosan menjelaskan, di Puskesmas Gunung Sari sendiri pemeriksaan IVA (Infeksi  Visual Asrtat) sudah berlangsung tiap hari. “Sasarannya terutama pasangan usia subur, yang lagi hamil, atau kelompok beresiko,” jelanya.

Tapi beda dengan pemeriksaan IVA yang menggunakan asam asetat untuk mengetahui hasilnya.

Pprogram Pap Smear yang diselenggarakan BPJS Kesehatan untuk kanker Serviks,  merupakan tes skrining mencari sel-sel prakanker di leher rahim wanita. Dokter atau perawat mengambil sampel dari leher rahim serviks, lalu ditaruh ke slide kaca dan slide tersebut dibawa ke laboratorium untuk dikaji dengan mikroskopis

Di Indonesia kanker serviks disebut sebagai penyebab kematian wanita nomor satu. Di dunia, tiap dua menit satu wanita meninggal karena kanker Serviks

Masyarakat pemegang kartu JKN-KIS, Jamkesmas, Askes TNI-Polri maupun BPJS Mandiri, dapat memeriksa tanpa dipungut biaya.

Rr




Gatot “Guru Spiritual” Brajamusti Diganjar 8 Tahun

Gatot Brajamusti (54), yang sebellumnnya dikenal sebagai “guru Spiritual” artis-artis papan atas, divonis dengan hukuman 8 tahun penjara. Bintang film yang juga mantan Ketua Umum Parfi itu, terjerat  kasus kepemilikan narkoba jenis Sabu-Sabu.

MATARAM.lombokjournal.com  — Gatot juga harus membayar denda Rp1 Miliar. Pembacaan putusan itu rlangsung di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (20/4) sore.

Majelis hakim yang dimpimpin Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, dengan anggota Didiek Jatmiko SH dan Yuli Atmaningsih SH, menilai Gatot Brajamusti telah bersalah memiliki, menguasai, dan menyimpan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu tanpa izin, seperti yang diatur dalam pasal 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Berdasarkan keterangan para saksi, terdakwa, dan alat bukti, maka majelis memutuskan pidana terhadap terdakwa Gatot Brajamusti, berupa delapan tahun penjara, denda Rp1 Miliar subsidair 3 bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, saat membacakan amar putusan.

Vonis hakim terhadap Gatot, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Ginung Pratidina yang menuntut Gatot dengan hukuman pidana 12 tahun penjara.

Ketua majelis hakim, Yapi menjelaskan, putusan delapan tahun penjara terhadap Gatot diberikan dengan pertimbangan yang memberatkan bahwa yang bersangkutan adalah publik figur sehingga tindakannya memiliki narkoba akan menjadi pelajaran buruk bagi masyarakat.

“Apalagi saat ini diketahui bersama bahwapemerintah sangat serius memerangi narkoba dan sudah menyatakan negara dalam keadaan darurat narkoba,” kata Yapi.

Terhadap vonis tersebut, Gatot Brajamusti yang hadir dalam persidangan didampingi tim penasehat hukum, menyatakan akan berpikir-pikir untuk menerima, atau melakukan banding.

Kepada wartawan usai sidang, Gatot menyatakan kecewa dengan putusan hakim. Ia menilai pidana penjara delapan tahun sangat berat untuk perbuatan yang dilakukannya.

“Ya jelas kecewa. Saya di Lapas Mataram satu ruangan dengan terdakwa narkoba dalam kasus lain, mereka ada yang dituntut 4 tahun dan vonis 2 tahun, padahal barang buktinya lebih banyak. Ini kan nggak adil juga, saya memang ngaku salah, tapi hukuman ini terlalu berat lah, ada delapan kalender lagi harus saya buka,” kata Gatot.

Namun Gatot mengatakan, akan menyerahkannya ke tim penasehat hukum apakah akan melakukan banding atau menerima putusan. Sebab hakim masih memberi kesempatan untuk mengambil keputusan hingga tujuh hari ke depan.

“Kita pelajari dulu sebelum menerima atau melakukan banding terhadap putusan pak Gatot,”kata penasehat hukum, Irfan Suryadinata.

Sementara itu, istri Gatot, Dewi Aminah (45) yang juga menjalani sidang putusan setelah sidang Gatot di Pengadilan Negeri Mataram.

Majelis hakim memutus Dewi Aminah dengan hukuman 1,5 tahun karena dinilai terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika sesuai pasal 127 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Anggota majelis hakim, Yuli Atmaningsih memaparkan, Dewi Aminah tidak terbukti memiliki dan menyimpan narkoba seperti dalam dakwaan primer jaksa.Namun Dewi terbukti menggunakan narkoba jenis Sabu-Sabu sesuai hasil pemeriksaan urinenya.

“Terdakwa Dewi terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkoba untuk dirinya sendiri, sehingga majelis hakim memutuskan hukuman 1 tahun enam bulan penjara untuk Dewi Aminah,”kata Yuli.

Gatot Brajamusti ditangkap polisi pada Minggu malam, 28 Agustus 2016, dalam sebuah penggerebekan di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip Mataram. Polisi menemukan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di saku celana Gatot.

Bersama Gatot, polisi juga menangkap istrinya, Dewi Aminah (45), karena kedapatan menimpan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di dalam dompetnya.

Penangkapan terjadi sehari setelah Gatot terpilih sebagai Ketua Umum Parfi dalam kongres organisasi artis itu di Lombok.

GRA




ITDC Serahkan Dana Kerohiman untuk 14 Penerima

ITDC sebagai pengelola KEK Mandalika, kembali menyalurkan dana kerohiman untuk 14 orang penggarap lahan milik negara, Kamis (20/4), di Gedung Sangkareang, kantor Gubernur NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Penyerahan uang kerohiman itu bagian dari tahap penyelesaian masalah lahan di KEK Mandalika yang sudah mencapai penyelesaian yang baik. Hal itu dikatakan Direktur Bidang Pengembangan ITDC, Edwin Darmasetyawan mengatakan, hari Kamis itu.

“Uang kerohiman sebesar Rp4,5 juta per are untuk penggarap lahan negara ini sudah melalui kesepakatan dan arahan dari Kementerian Perekonomian, dan Kemenko Kemaritiman yang ditindaklanjuti melalui SK Gubernur NTB,” jelas Edwin.

Menurutnya, SK Gubernur menunjukan pembayaran untuk 24 warga berhak menerima. Namun saat ini mpenyaluran baru dilakukan untuk 14 penerima itu.

Sementara 10 sisanya, akan disalurkan di tahap selanjutnya karena ada yang harus diselesaikan admistriasinya.

“Yang lain akan kita serahkan dalam tahap selanjutnya, karena masih ada yang dalam perbaikan syarat administrasi, dan ada juga yang sudah meninggal dunia sehingga harus diurus warisnya,” katanya.

Dijelaskan, untuk 24 penerima uang kerohiman itu jumlah keseluruhan dana yang sudah disiapkan mencapai Rp12,4 Miliar.

“Yang sudah dibayarkan hari ini 9, 7 miliar untuk 14 penerima,” katanya.

Dengan pembayaran dana kerohiman itu, diharapkan pembangunan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, bisa berjalan dengan baik dan lancar.

AYA




Kawan Nuri Serahkan Formulir Pendaftaran Bacagub ke DPD Hanura NTB

Tim pendukung bakal calon Gubernur (Bacagub) Subuhunuri yang menamakan “Kawan Nuri”, Rabu (19/4) mengembalikan formulir pendaftaran ke kantor DPD Partai Hanura NTB, di Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com – Namun saat mengembalikan formulir itu Subuhunuri tak tampak hadir.

“Kami mewakili pak Nuri (Sapaan akrab Subuhunuri, Red), untuk mengembalikan formulir pendaftaran, sebab saat ini pak Nuri sedang menjalankan ibadah Umroh,” kata Ketua Tim Kawan Nuri, Sigap SPd MPd, kepada wartawan.

Kedatangan Kawan Nuri di DPD Partai Hanura NTB diterima langsung oleh Ketua Tim Pilkada Partai Hanura NTB, Yeyen Seprian Rahmat SE.

Sigap mengatakan, selain mendaftar sebagai Bacagub melalui Hanura, Subuhunuri juga mendaftar sebagai Bacagub ke partai lain antara lain, PKB, PPP, dan PAN.

“Kami juga akan melakukan pengembalian formulir pendaftaran ke PKB, PPP, dan PAN,” kata Sigap.

Ia mengatakan, komunikasi politik juga terus dibangun dengan partai politik lainnya termasuk Partai Gerindra.

Rencananya, Subuhunuri juga akan mendaftar di Partai Gerindra pada bulan Mei mendatang.

Sementara itu, Ketua Tim Pilkada Partai Hanura NTB, Yeyen Seprian Rahmat mengatakan, saat ini sudah tercatat tujuh bakal calon yang mendaftar untuk mendapat dukungan Partai Hanura.

“Ada tujuh orang yang sudah mendaftar. Tapi untuk menentukan, nantinya tim pilkada kami akan melakukan proses seleksi sesuai dengan mekanisme yang telah diatur oleh partai,” katanya.

AYA

 

 

 




Generasi Emas, Generasi Bebas Narkoba

Penyuluhan bahaya narkoba bagi pemuda sangat penting dalam upaya mencapai salah satu program Generasi Emas NTB (GEN) 2025, yaitu generasi yang terbebas dari narkoba

MATARAM.lombokjournal.com – Wagub NTB, H Muh Amin mengatakan saat membuka acara Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 di Hotel Aston Inn, Rabu (19/4).

Program Generasi Emas NTB (GEN) tahun 2025 merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB. Tujuannya membangun generasi muda yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Untuk mewujudkan program ini, sosialisasi pun terus dikampanyekan secara masif oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB,” ujar Wakil Muh Amin.

Pemerintah memberikan perhatian besar akan penyalahgunaan narkoba. Pemuda diharapkan menjaga diri dari bahaya barang haram tersebut. Kalau dulu perang menggunakan senjata, saat ini perang dilakukan dengan menghancurkan generasi muda, salah satunya dengan narkoba.

“Narkoba menyerang siapa saja, tidak pandang bulu mulai dari politisi, public figure, orang tua, bahkan sampai anak-anak,” ujarnya.

Produsen narkoba makin kreatif dalam membuat varian narkoba, seperti permen dan brownies. Pengedar narkoba banyak menyasar generasi muda, karena jumlahnya cukup besar, yaitu lebih dari 65% dari jumlah penduduk.

Wagub berpesan, peserta penyuluhan harus berani melaporkan pengguna narkoba kepada kepala sekolah dan orang tua, sehingga temannya tersebut mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang sehat fisik dan mental, dan di mulai dengan remaja yang bebas dari narkoba,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Husnanidiaty Nurdin menyampaikan permasalahan narkoba sudah dalam fase mengkhawatirkan. Data dari BNN tahun 2015, Pengguna narkoba di Provinsi NTB berjumlah 56.000 orang (dewasa dan remaja).

“Kami ingin mensosialisasikan bahaya narkoba di level remaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan penyuluhan adalah memperkuat  siswa/siswi di dalam melakukan penyuluhan, pembinaan, dan pencegahan, serta penanggulangan terhadap bahaya narkoba bagi generasi muda bangsa.

Peserta penyuluhan berjumlah 80 orang dari SMA/SMK, MA sederajat di 10 kabupaten/kota se-provinsi NTB. Ia berharap penyuluhan ini menjadikan remaja sebagai duta anti narkoba di kalangannya.

Rr.




Halal Tourism, Jadi Magnit Kota Banda Aceh

Halal tourism sebagai branding pengembangan pariwisata NTB, menjadi magnet bagi Kota Banda Aceh untuk belajar mengembangkan potensi pariwisatanya.

MATARAM.lombokjournal.c om – Kota Banda Aceh sebagai daerah yang menerapkan hukum syariah Islam, dalam hal pengembangan halal tourism harus belajar dari NTB.

“Kami kalah start dengan Provinsi NTB dalam hal pengembangan wisata konsep Halal Taurism”, ujar  Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin  pada penerimaan  peserta Benchmarking To Best Practice DiklatPim III angkatan II Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun 2017, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (19/4).

NTB akan menjadi studi strategis dalam pengembangan halal tourism di bumi serambi makkah itu, tuturnya.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH,.M.Si menyambut hangat  kunjungan Walikota yang memimpin kegiatan study lapangan peserta Diklatpim bagi pejabat setingkat administrator itu.

Ditegaskannya, setelah tiga tahun Halal Tourism di NTB, angka kunjungan wisatawan terus meningkat. Baik wisatawan domestik maupun manca negara.

“Kami bangga atas kedatangan Kota Banda Aceh dari 0 kilometer ke NTB untuk belajar pengembangan Halal Tourism. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami,”, ungkap Wagub.

Wagub menyinggung, kalau Kota Banda Aceh belajar Halal Tourism dari NTB,  sebaliknya Provinsi NTB bisa belajar pengembangan Bank Syariah dari Provinsi Aceh.

“Karena kami ingin mengkonversi Bank NTB ke Bank Syariah,” tuturnya Wagub.

Ditambahkannya, momen ini sebagai pertukaran studi sangat strategis. Diharapkan semangat belajar yang luar biasa ini akan dapat diterjemahkan dalam proses pembangunan di Kota Banda Aceh dan NTB.

“Nantinya akan memberikan efek terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah kita,” kata Wagub pada tamunya.

Rr




Siang Hari di Mataram, Lobar, KLU Aktivitas Petir Meningkat

MATARAM.lombokjournal.com — Aktivitas petir tercatat meningkat signifikan selama hujan, Rabu siang (19/4), di sejumlah wilayah di Lombok, NTB.

BMKG NTB mencatat aktivitas petir terjadi di sebagian wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara sejak pukul 14.00 Wita.

“Masyarakat kita imbau waspada,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Mataram, Semwilar, Rabu siang.

BMKG memperkirakan petir masih akan terjadi hingga usai hujan di Lombok Rabu malam.

AYA




Snorkling di Gili Air, Mahasiswa Ditemukan Tewas

Hilmy Andalan Syafriansyah, mahasiswa asal Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan tewas, Selasa siang (18/4) di perairan Gili Air, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

MATARAM.lombokjournal.com — Korban diduga kehabisan oksigen saat melakukan snorkling di kawasan wisata tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal Selasa siang di perairan Gili Air,” kata Humas Basarnas Mataram, I Putu Cakra Negara, Rabu (19/4) di Mataram.

Berdasarkan laporan yang diterima, kronologis kejadian bermula Selasa pagi sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama temannya Anika Kristin dan Frida Vhile (Warga Negara Asing) yang menginap di hotel Osion Vive berangkat menuju perairan Gili Air untuk snorkling.

“Saat snorkling sekitar pukul 12.00 Wita, korban tidak muncul lagi ke permukaan,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan berada di dalam air dengan kondisi telungkup dan sudah tidak bernyawa.

“Korban dinyatakan meninggal dunia berdasar pemeriksaan Puskesmas Pembantu di Gili Air, dan jenazahnya langsung dibawa ke RS Kemala Hikmah di Mataram,” kata Cakra.

AYA