Muhaimin Desak KKP Tinjau Ulang Larangan Tangkap Benih Lobster

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mendesak agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI meninjau kembali larangan menangkap benih Lobster yang diatur dalam Peraturan Menteri KP No 1 Tahun 2015.

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Muhaimin menilai pemberlakukan Peraturan Menteri (Permen) KP No 1 Tahun 2015 tentang Pengaturan Penangkapan Benih Lobster, Kepiting dan Rajungan, membuat kaum nelayan semakin terpuruk dalam kesulitan dan kemiskinan.

“Permen ini harus ditinjau kembali,” seru Muhaimin, Minggu (14/5) saat berkunjung ke perkampungan nelayan di Desa Kuta II, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).  .

Ketua Pembina Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) itu minta Menteri Kelautan dan Perikanan mengerti, Permen ini hanya membuat kaum nelayan semakin sulit.

Menurut Muhaimin, Gerbang Tani akan memperjuangkan tinjau ulang Permen KP tersebut lantaran hingga kini pemerintah belum juga memberikan solusi bagi masyarakat neyalan seelah pemberlakukan larangan-larangan dalam Permen tersebut.

“Kementerian kelautan mengeluarkan permen tersebut tanpa dibarengi solusi konkret. Otomatis sangat memberatkan nelayan,” ujar Muhaimin.

Seperti diketahui, Permen KP No 1 Tahun 2015 mengatur  penangkapan lobster hanya boleh dilakukan dengan ukuran panjang karapas di atas 8 cm. Hal ini akan memberatkan bagi nelayan tradisional yang biasa mencari dan menemukan benih lobster di bawah ukuran 8 cm tersebut.

Akibatnya, sejak pemberlakukan Permen itu, banyak nelayan tradisional akhinya ditangkap dan diproses hukum karena ketahuan menangkap benih Lobster di bawah ukuran yang diatur pemerintah. Terkait maraknya kasus nelayan yang menjalani proses hukum uu, pihaknya akan minta kepada kepolisian mempertimbangkan kembali penangkapan nelayan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan harusnya memberikan solusi alternatif sehingga tidak menghancurkan mata pencaharian nelayan. Jika tidak ada solusi, jelas akan berdampak kepada perekonomian nelayan,” katanya

Ia meminta KKP segera merumuskan jalan keluar dari persoalan tersebut agar nelayan tidak kehilangan mata pencaharian, dan juga tidak tersangkut masalah hukum. Tanpa solusi, Permen tersebut akan makin menambah persoalan bagi masyarakat nelayan.

Menurut Muhaimin, sebelum pemberlakuan Permen tersebut KKP harus melakukan sosialisasi dan pembinaan pada nelayan. Misalnya,  membuat penangkaran benih lobster bagi nelayan tradisional.

“Gerbang Tani akan mendampingi nelayan yang ditangkap oleh aparat kepolisian. Gerbang Tani wilayah NTB juga akan membantu advokasi bagi para nelayan tersebut,”katanya.

Hingga saat ini, pemberlakukan Permen KP No 1 Tahun 2015 tentang penangkapan benih Lobster itu setidaknya berdampak pada ribuan nelayan di 9 Desa di kawasan pesisir Selatan Kabupaten Lombok Tengah. Salah seorang nelayan, Sabri mengatakan, sangat banyak nelayan yang menggantungkan hidup dari mencari benih lobster, kini terpaksa menganggur akibat Permen tersebut.

“Saya dan banyak nelayan yang menggantungkan hidup dari mencari benih Lobster ini jadi sangat menderita. Kita minta pemerintah bisa bijaksana lah,” katanya.

Dampak mata pencaharian yang terganggu juga membuat kesulitan ekonomi, dan bahkan banyak anak nelayan yang akhirnya harus putus sekolah karena tidak punya biaya.

“Kalau kita memaksakan diri tangkap benih sembunyi-sembunyi, resiko juga besar bisa ditangkap polisi,”katanya.

Hingga kini sedikitnya ada sembilan orang rekannya yang ditangkap polisi dan menjalani proses hukum lantaran menangkap benih Lobster.

AYA

 

 

 




BERAJAHAKSARA, Riset Kolektif Dan Pengarsipan Situasi Masyarakat

Lokakarya BerajahAksara diselenggarakan Yayasan Pasir Putih (Pemenang, Lombok Utara) bersama Komunitas Ampure (Sesela, Lombok barat) sejak tanggal 26 April lalu, di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Berbagai ‘temuan’ peristiwa, potensi atau persoalannya dibahas dan didiskusikan bersama masyarakat

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com

LOKAKARYA BERAJAHAKSARA. membaca ulang situasi masyarakat (foto: YP)

Apakah BerajahAksara?

Penggagas lokakarya itu, Yayasan Pasir Putih, menyebutnya sebagai gerakan riset kolektif. Dimaksudkan untuk melihat potensi ruang dan peristiwa massa-melalui pengarsipan dan pembacaan ulang terhadap kenyataan masyarakat.

“Pembacaan tersebut tertuang dalam bentuk tulisan, foto, video dan peristiwa budaya, yang dibingkai  melalui narasi-narasi kecil warga untuk menghasilkan kebaharuan gagasan dan bentuk,” tulis Yayasan Pasir Putih dalam rilis dikirimkan ke Lombok Journal, Jum’at (12/05) malam.

Minggu pertama lokakarya itu diisi pembekalan materi dari pegiat sosial Pasir Putih. Muhammad Ghozali (Ketua Pasir Putih) bicara bagaimana sebuah komunitas mampu bertahan dan konsisten, menciptakan kepercayaan diri dan kepercayaan warga serta peran komunitas ditengah warga.

Materi tentang sejarah, peran media di tengah warga dan bagaimana memberdayakannya agar bermanfaat bagi warga disampaikan Muhammad Sibawaihi (Direktur Program Pasirputih).

Sedang Muhammad Rusli O K A (Direktur Bangsal Menggawe 2017) memberikan materi tentang kamera, penggunaannya ‘dalam ideologi BerajahAksara’, dan bagaimana perlakuan yang baik dan benar tentang kamera.

Meriset dan membingkai temuan persoalan, potensi maupun peristiwa di Desa Sesela. (Foto: YP)

“Berbagai temuan dibahas, diskusikan dan dituang ke dalam Tulisan, Photo mapun Video  hasil bingkaian masing-masing. Hasilnya dipamerkan kepada warga Sesela, melalui acara presentasi publik,” tutur Sibawaihi.

Presentasi Riset

Presentasi publik hasil  lokakarya dilaksanakan hari Sabtu (13/05)  mulai pukul 16.00  higga pukul 23.00.  Tulisan partisipan – yang menjadi  medium latihan membaca dan menuangkan gagasan – ditampilkan agar dapat dibaca warga sebagai pengetahuan warga. Beberapa tulisan, antara lain ‘Aku Dan Desaku’, ‘Sejarah Masjid Nurussalam Sesela’, ‘Sejarah Pendidikan Islam Di Desa Sesela’, “Dia” Perempuan Sesela’..

Bukan hanya tulisan, para partisipan juga membuat beberapa film dokumenter yang berjudul “Cahaya Sesela”. Film itu menarasikan pengungkapan sejarah Sesela yang dikaitkan berberapa ikon sejarah lainnya seperti Makan Sesela, Sumur Masjid Nurusslam, Masjid Nururssalam hingga awal mula masulnya Islam ke Sesela.

Kemudian film “Warisan Sesela” tentang warisan leluhur Sesela yang nyaris terlupakan. Misalnya Seni Bela Diri Pencak Sesela dan Rudat Sesela.

Film ke- 3 merupakan narasi warga tentang  seorang pedagang lontong sayur. Dari film ini juga tergambar perekonomian warga Sesela yang diwakili Pasar Sesela sebagai sental pememenuhan kebutuhan sehari-hari warga.

Selanjutnya film dokumenter “Guratan Kisah Diatas Kayu” menuturkan seni ukir di Desa Sesela, potensi yang telah mengharumkan nama baik desa hingga manca negara. Pembingkaiannya pada penggiat seni ukir. Sejarah ukir Sesela dihadapkan realitas penurunan konsumen ukir sejak terjadinya Bom Bali I & II. film ini berjudul

Dan film yang terakhir “Warna-Warni Pemuda Sesela”,  film ini semacam testimoni 100 pemuda dengan pertanyaan yaitu “ngumbe menurut mek sesele neke?” Hasil pertanyaan ini dijahit menjadi satu kesatuan dan membentuk gagasan real tentang pandangan pemuda terhadap desanya.

Bazar Warga

Hari Jum’at (13/05) di tengah presentasi hasil riset itu akan ada Bazar Pedagang Rumahan. 50 pedagang rumahan (Pedagang Kecil) menjajakan dagangannya saat acara berlangsung.

“Ini  memberikan ruang para pedagang memanfaatkan lokasi acara presentasi publik sebagai ruang publik yang dapat diakses siapa pun,” kata Sibawaihi.

Selama berlangsungnya lokakarya menghasilkan buku berjudul “AKU SESELA (Sebuah Persembahan)”. Buku ini merupakan kumpulan tulisan para partisipan BerajahAksara,  sebagai pengungkapan sejarah, pembacaan realitas dan pengalaman melakukan kegiatan yang dirasakan partisipan. Buku ini didedikasikan kepada warga Sesela.

Pada acara presentasi publik itu ditampilkan beberapa jenis kesenian seperti Hadroh Banu Sanusi, Hadroh Rubath Darul Kholidin dan Sanggar Gitaria Sesela.  Lokakarya ini melibatkan anak-anak, pemuda, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya dan para penggitan kesenian seperti Rudat, seni ukir dan seni bela diri pencak.

Rr




Ratusan Koperasi di NTB Dibubarkan

Sedikitnya 149 lembaga Koperasi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibubarkan lantaran dinilai tidak aktif dan tidak beroperasi lagi. 

Kadiskop NTB, Budi Subagio.(Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Koperasi NTB Budi subagio mengatakan itu, Jumat (12/5) di Mataram.

Pembubaran koperasi itu dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM setelah melalui proses kajian dan konfirmasi terhadap koperasi bersangkutan dan Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia.

Banyak koperasi yang yang sudah tidak lagi aktif, membuat Kemenkop UKM mengambil langkah tegas melakukan pembubaran.

“Pembubaran itu berlaku bagi Koperasi yang keberadaan dan operasionalnya tidak jelas. Di NTB tahun ada ada 149 koperasi yang dibubarkan,” kata Budi,

ijelaskan, saat ini di NTB tercatat sekitar 4 ribu lembaga koperasi tersebar di 10 daerah Kabupaten dan Kota. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.700 lembaga koperasi dinilai tidak aktif dan harus mendapatkan pembinaan.

Namun, jika pembinaan pun tidak membuahkan hasil maksimal,maka koperasi ituakan diusulkan dibubarkan.

“Nah dari yang tidak aktif inilah kita katakan harus dibina. Kalau tidak bisa dibina ini terpaksa diusulkan untuk pembubaran,” katanya.

Menurut Budi, sebelum dibubarkan harus dipastikan bahwa koperasi itu sudah tidak bermasalah dalam hal keuangan dengan anggotanya, dan tidak tersangkut hutang piutang.

“Kalau sudah clear baru kita usulkan untuk pembubaran. Jadi tidak sembarangan, karena kalau masih ada piutang itu menjadi tanggung jawab pengurus untuk menyelesaikan. Beda dengan bank  kalau dibubarkan menjadi tanggungan Bank, sementara koperasi, anggota menjadi tanggung jawab pengurus untuk  menyelesaikan keuangannya,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini Dinas Koperasi NTB masih terus melakukan pendataan dan proses verifikasi terhadap keberadaan koperasi di NTB untuk memastikan mana koperasi yang memang pantas dipertahankan dan mana koperasi yang harus dibubarkan.

Kalau memang layak dan ada komitmen dari pengurus koperasi untuk menjalankan aktivitas akan dipertahankan.

“Ini bagian dari amanat Presiden Jokowi untuk melakukan reformasi total terhadap koperasi, supaya arah koperasi lebih pada kualitas, bukan pada kuantitas,”katanya.

AYA




Holding Company Untuk Menindaklanjuti Bandar Kayangan

Global Hub Bandar Kayangan di Lombok Utara mendapat “lampu hijau” Pemerintah Pusat. Menindaklanjuti progres itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara membentuk holding company PT Bandar Kayangan Internasional.

Sekda NTB, Rosiady H Sayuti (foto: GRA)

MATARAM.lombokjournal.com – Sekda Provinsi NTB, Rosiady Sayuti mengatakan, dengan terbitnya PP No 13 tahun 2017 ini, maka rencana pembangunan global hub di Bandar Kayangan ini sudah memiliki payung hukum yang kuat.

“Sehingga investasi yang ingin masuk pun tidak perlu ragu lagi,” kata  Rosiady Sayuti, usai mengadakan rapat koordinasi percepatan pembangunan Bandar Kayangan, Jumat (12/5) di kantor Gubernur NTB di Mataram.

Pemerintah RI melalui PP No 13 tahun 2017 tentang revisi rencana tata ruang tata wilayah nasional (RTRWN) menetapkan Bandar Kayangan di Lombok Utara, NTB sebagai kawasan andalan nasional.

Kawasan seluas 7000 hektare akan dikembangkan sebagai global hub dengan fasilitas pelabuhan laut internasional dan kilang minyak. Selanjutnya, holding company PT Bandar Kayangan Internasional bertugas mengembangkan kawasan tersebut.

Rapat  hari Jum’at kemarin melibatkan perwakilan Bappenas RI, Bappeda NTB, Dinas Perhubungan NTB, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB, dan anggota tim percepatan, serta PT Bandar Kayangan Internasional.

Rosiady mengatakan, pembangunan kawasan global hub Bandar Kayangan sepenuhnya akan dilakukan pihak swasta, investor atau full private sector investment. Pihak Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara membantu proses pembebasan lahan dan juga regulasi untuk kemudahan investasi dalam kawasan.

“Yang akan membangun adalah perusahaan-perusahaan kapal internasional yang memiliki kepentingan pelabuhan. Sudah ada beberapa investor yang berminat untuk pembangunan pelabuhan dan kilang minyak,” kata Rosiady.

Menurutnya, tahun 2017 ini Feasability Study (FS) dan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) mulai dilakukan.

Ketua Tim Percepatan Bandar Kayangan yang juga Direktur Utama PT Bandar Kayangan Internasional, Sondi Amar menjelaskan, Bandar Kayangan dengan kawasan seluas 7000 hektare akan dibangun pelabuhan laut berstandar internasional yang bisa menampung kapal berukuran panjang 500 meter, ada kilang minyak, dan juga pusat perkotaan modern.

“Bayangkan ini seperti kota modern Dubai, tapi berada di Lombok, Indonesia,” katanya.

Sondi yang pensiunan Bappenas RI ini menjelaskan, hingga saat ini sejumlah perusahaan dari Belanda dan Kroasia menyatakan minat membangun pelabuhan di Bandar Kayangan. Untuk kilang minyak, ada perusahaan dari China dan Rusia.

Tahap awal pembangunan pelabuhan diperkirakan membutuhkaninvestasi minimal Rp25-40 Triliun, sedang untuk kilang minyak diperkirakan mencapai Rp130 Triliun.

“Saat ini sudah masuk ke tahap negosiasi, kita harapkan tahun ini kontrak kerjasama sudah bisa dibuat dan diakhir tahun 2017 paling tidak ada groundbreaking lah,” kata Sondi.

Menurutnya, tim percepatan Bandar Kayangan  bersama Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, sudah menyampaikan ke presiden Jokowi.

“Pembangunan kawasan Bandar Kayangan ini tidak akan menggunakan APBN atau pun APBD, tapi murni swasta,” kata Sondi.

PT Bandar Kayangan sendiri merupakan perusahaan bersama antara investor, Pemda NTB, dan Pemda Lombok Utara. Pembagian sahamnya investor 60 persen, NTB 20 persen, dan Lombok Utara 20 persen.

“Tapi saham untuk masing-masing Pemda ini gratis atau merupakan hibah dari investor, jadi Pemda akan dapat profit untuk PAD,” kata Sondi.

Pemerintah RI melalui PP 13 Tahun 2017 itu, menetapkan Bandar Kayangan sebagai kawasan andalan nasional untuk industri, perdagangan, dan jasa pelabuhan,selain sektor kelautan lainnya.

Selain akan dibangun pelabuhan laut internasional dan kilang minyak, di dalamkawasan juga akan dikembangkan pusat perkotaan di mana 25 lingkungan yang dihuni masyarakat setempat juga akan mendapatkan manfaat pembangunan.

“Estimasi pembangunan kawasan ini bisa mencapai tiga sampai empat tahun ke depan. Dan kawasan ini diperkirakan mampu menyerap hingga 200 ribu tenagakerja,” kata Sondi.

GRA

 




Megawati Tegaskan, Sekreatariat PDI-P NTB Jadi Rumah Pendidikan Politik

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarno Putri menegaskan, Sekretariat DPD PDI-P NTB harus jadi rumah pendidikan politik bagi masyarakat, terutama masyarakat di NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Salah satu putri Bung Karno mengatakan itu saat meresmikan kantor sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) jalan Dr Soejono, lingkar selatan, Kota Mataram, NTB, Rabu sore (10/5).

Peresmian kantor Sekretariat DPD PDI-P NTB yang dilakukan Megawati dan didampingi Ketua DPD PDI-P NTB, Rachmat Hidayat itu dihadiri ribuan kader PDI-P, termasuk para Ketua DPD PDP-P dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Gedung yang sudah bagus ini harus terpakai dan bermanfaat. Jadi rapat-rapat jangan lagi di rumah ketua DPD atau DPC. Selain untuk rapat pengurus, gedung sekretariat PDI-P juga harus bisa jadi rumah pendidikan politik untuk masyarakat, dan masyarakat yang datang harus diterima baik,” kata Megawati.

Peresmian kantor Sekretariat DPD PDI-P NTB secara simbolis ditandai dengan pemotongan pita, di susul dengan peninjauan ke sejumlah ruangan sekretariat.

Sebelumnya, dalam laporannya Rachmat Hidayat menjelaskan, Sekretariat PDI-P dengan luas total 30 are itu dibangun dengan dana bergotong royong. Ada sumbangsih dana dari para anggota DPRD asal PDI-P, ada dari para anggota dan pengurus DPD PDIP NTB, dan juga bantuan dari DPP.

“Seperti harapan ibu Mega, sekretariat ini juga akan menjadi sekolah politik untuk masyarakat. Kita akan mulai dari usia pra sekolah, mengenalkan anak-anak tentang Pancasila, dan NKRI,” kata Rachmat.

AYA

 




Cara Mengatasi Stres Dengan Latihan Sehari-hari

Stres itu merupakan tekanan mental, yang bila tidak segera diatasi bisa menimbukkan akibat buruk dalam kehidupan seseorang. Tapi jangan khawatir, sebenarnya ada latihan-latihan sederhana untuk mengatasi stres.

MATARAM.lombokjournal.com

Tentu kita sering mendengar agar kita fokus, memusatkan perhatian pikiran pada satu hal untuk relaksasi. Fokus pikiran termasuk cara  untuk meningkatkan kewaspadaan.

Praktek kewaspadaan dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan emosional dan fisik, juga hubungan dalam kehidupan kita. Memfokuskan perhatian merupakan alat menakjubkan untuk mengelola stres dan kesehatan secara keseluruhan, karena dapat digunakan hampir setiap saat dan dapat dengan cepat membawa hasil yang langgeng.

Bila perhatian itu sangat intens, menjadi semacam meditasi. Ini bisa melepaskan diri dan keluar dari banyak tekanan mental yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terlalu banyak suasana hati yang buruk.

Kita perlu melakukan latihan-latihan untuk meningkatkan ketahanan terhadap stres. Membantu kita untuk menghilangkan tekanan mental. Hal ini dapat mengubah kita untuk lebih menikmati hidup, dan meningkatkan kualitas hubungan keluarga.

Latihan-latihan sederhana dan mudah berikut bisa dipilih, agar bisa membawa kita ke pengalaman untuk lebih menikmati kehidupan sehari-hari.

Latihan Perhatian # 1: Meditasi

Meditasi membawa banyak manfaat, dan menjadi salah satu cara paling populer dan tradisional untuk melepaskan tekanan mental selama berabad-abad. Meditasi menjadi lebih mudah dengan latihan, tapi tidak perlu susah bagi pemula. Temukan tempat yang nyaman, bebas dari gangguan, dan tenangkan pikiran Anda. Berdiam diri sejenak, memfokuskan pikiran pada hal-hal yang indah.

Latihan Perhatian # 2: Pernafasan

Memusatkan perhatian pikiran memang sesederhana bernafas!
Ini merupakan salah satu latihan paling sederhana, yang dapat dilakukan saat kita melakukan aktivitas sehari-hari (nyaman bagi mereka yang merasa tidak punya waktu untuk bermeditasi).Fokus pada pernapasan. Bernapaslah dari perut Anda dan bukan dari dada, dan cobalah bernafas melalui hidung dan keluar melalui mulut Anda.

Berfokus pada suara dan irama napas Anda, terutama saat Anda sedang marah, dapat memiliki efek menenangkan pikiran.

Latihan Perhatian # 3: Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik memiliki banyak manfaat. Nyatanya, musik digunakan terapi di cabang pengobatan menyeluruh baru yang dikenal sebagai terapi musik. Mendegarkan musik dengan sungguh-sungguh membuat fikiran kita fokus dan relaks.

Anda bisa mendengarkan yang menenangkan, musik klasik, atau jenis musik tempo slow lainnya untuk merasakan efek menenangkan. Latihan ini benar-benar memusatkan perhatian pada suara dan getaran tiap nada, pennuh perasaan menghayati irama musik.

Di dalam diri kita muncul sensasi lain saat mendengarkan musik. Jika pikiran lain menyelinap ke kepala Anda, ucapkan selamat untuk memerhatikan, dan perhatikan kembali dengan lembut dari musik yang masuk telinga kita.

Latihan Perhatian # 4: Membersihkan Rumah

Istilah “membersihkan rumah” memiliki arti harfiah (membersihkan rumah Anda yang sebenarnya), dan juga bangunan figuratif (menyingkirkan “beban emosional,” melepaskan hal-hal yang tidak lagi menyenangkan), dan keduanya dapat menjadi penghilang stres yang hebat!

Kekacauan atau kotornya keadaan rumah menjadi penyebab stres yang halus namun signifikan. Membersihkan rumah dapat memberi manfaat yang langgeng. Untuk fokus penuh membersihkan rumah, pertama kita harus melihatnya sebagai kegiatanpositif, menganggapnya sebagai latihan memahami diri dan menghilangkan stres, dan bukan sekadar sebagai tugas.

Saat membersihkan, fokuskan pada apa yang Anda lakukan dan tidak ada yang lain. Rasakan air sabun hangat di tangan Anda saat Anda mencuci piring; Mengalami getaran penyedot debu saat Anda menutupi area lantai; Nikmati kehangatan cucian saat melipatnya; Rasakan kebebasan untuk menyingkirkan benda-benda yang tidak dibutuhkan.

Ini terdengar seperti konyol, tapi jika kita menganggap membersihkan rumah sebagai latihan dengan perhatian penuh, itu bisa sangat membantu menghadapi tekanan sehai-hari.

Latihan Perhatian # 5: Mengamati Pikiran Anda

Banyak orang yang stres dan sulit memusatkan perhatian pada pemikiran yang galau. Mengamati pikiran, kita bisa duduk dan “mengamati” pikiran kita sendiri, daripada terlibat di dalamnya. Sewaktu mengamati pikiran, justru kita mendapatkan pikiran yang tenang, dan mengurangi stres.

Latihan Perhatian # 6: Buat Sendiri!

Anda mungkin sekarang mendapatkan gagasan, hampir semua aktivitas dapat menjadi latihan. Berjalan, mendengarkan musik, makan coklat, dan banyak kegiatan lainnya bisa menjadi “kegiatan kesadaran” jika Anda melakukannya dengan benar-benar fokus. Ini membantu berlatih meditasi atau latihan lain yang benar-benar membutuhkan fokus perhatian. Kita bisa membawa perhatian penuh terhadap apapun yang kita lakukan.

Elizabeth Scott, MS                                            

 




Cegah Korupsi, Perempuan Jadi Pelaku Utama

Soal pencegahan tindak pidana korupsi, perempuan memiliki peran penting dan strategis.

MATARAM.lombokjournal.com – Komitmen pencegahan praktik korupsi , kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB yang digalakkan Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Muh. Amin, SH., M.Si, ada pelaku penting di belakangnya, yaitu kaum perempuan.

“Perempuan memiliki peran yang penting dan strategis dalam memerangi tindak pidana korupsi,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi pada acara Sosialisasi Anti Korupsi bagi anggota organisasi wanita se-Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (9/5).

Erica mengatakan, sosialisasi ini kesempatan berharga bagi ibu-ibu untuk menambah pengetahuan terkait korupsi. “Salah satu filter anti korupsi adalah memastikan sumber rezeki yang di berikan oleh suami adalah halal,” ujar Ketua TP. PKK Provinsi NTB ini.

Sebelum berangkat kerja ibu-ibu dapat mengingatkan suami agar mencari rezeki halal demi kesehatan dan kecerdasan anak-anak. Termasuk prinsip memilih hidup sederhana daripada hidup berlebih namun dari sumber yang tidak baik.

“Ketiga hal tersebut adalah filter sederhana yang bisa dilakukan oleh istri agar menjauhkan suami dari tindak pidana korupsi,” ajaknya.

Erica Zainul Majdi yang didampingi Ketua BKOW Prov. NTB Hj. Syamsiah M. Amin mengajak ibu-ibu menjadi garda terdepan mencegah terjadinya korupsi, serta menyiapkan generasi masa depan anti korupsi.

Dalam acara sosialisasi itu, komisioner KPK, Basaria Pandjaitan mengingatkan tugas utama ASN adalah melayani masyarakat. “Jadi, penggunaan fasilitas kantor untuk urusan pribadi adalah salah satu tindak korupsi,” ujarnya.

Modus operandi pencucian uang yang sering dilakukan adalah menyimpan uang di tempat lain. Karena itu, memberantas tindak pidana korupsi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Kaum perempuan memiliki peran penting menjadi agen perubahan untuk memberantas tindak pidana korupsi.

“Saya harap, ibu-ibu bisa menolak rezeki dari suami yang sumbernya tidak jelas dan melaporkan tindakan korupsi yang terjadi di sekitar kita,” himbau Basaria.

Jumlah penduduk Indonesia hampir separuhnya adalah perempuan. KPK memandang strategis kerjasama dengan TP. PKK untuk memotivasi agar ibu-ibu dapat mengajarkan perilaku anti korupsi kepada keluarga dan anak-anaknya.

Perilaku anti korupsi sesungguhnya dekat dengan pola hidup yang baik. Mengajarkan secara sederhana kepada anggota keluarga tentang sikap jujur, disiplin dan bertanggung jawab, serta berani menyatakan hal yang benar dan salah, peduli terhadap sesama, adil, mandiri, hidup sederhana, bekerja sama, dan sabar adalah langkah membangun pola hidup yang baik tersebut.

“Apa yang saya sampaikan hari ini agar disebarkan oleh ibu-ibu kepada seluruh perempuan yang ada di NTB,” tegas Basaria

Rr/Humas NTB.

 




Megawati Bertandang ke NTB

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hj. Megawati Soekarno Putri bertandang ke Provinsi NTB.

MATARAM.lombokjurnal.com — Mantan Presiden Republik Indonesia ke 5 itu disambut penuh hangat oleh Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB dan seluruh jajaran dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Provinsi NTB, di Ruang VIP Lombok Internasional Airpot (LIA), Rabu, (10/5).

Putri Bung Karno tersebut tiba di BIL pukul 12.30 dengan menumpangi pesawat khusus milik maskapai Lion Air. Kunjungan Megawati menambah maraknya kunjungan mantan presiden ke daerah yang dijuluki Bumi Seribu Masjid ini. Kedatangan Megawati tepat saat mantan Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakiri kunjungannya di NTB.

Kunjungan Megawati untuk kepentingan internal PDI Perjuangan. Selama di Mataram, Megawati  dijadwalkan meresmikan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP NTB, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Megawati direncankan berada di NTB selama dua hari untuk kegiatan internal PDIP.

Rr/Humas NTB

 




SBY Bangga Disambut Hangat Masyarakat NTB

Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku senang dan berbangga hati karena disambut hangat masyarakat NTB. Mantan Presiden  ke 6 itu menyebut kunjungannya merupakan pelepas rindu

MATARAM.lombokjournal.com –  Mengakhiri kunjungannya di Provinsi NTB, bersilaturrahim dengan para tokoh masyarakat NTB di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (09/05) malam .

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mendampingi SBY dalam acara silaturahmi dengan jajaran pemerintahan, eksekutif, legislatif, yudikatif serta TNI dan Polri, yang juga dihadiri para ulama, pemuda, wanita dan para  tokoh dari lintas agama.

Selama menjadi presiden, SBY sering berkunjung NTB karena NTB disebutnya memiliki keunggulan besar, khususnya di bidang pariwisata. SBY beserta jajaran pemerintahannya saat itu merasa memiliki kewajiban mendukung pembangunan NTB

Bagi  masyarakat NTB, selama menjabat presiden selama dua periode, SBY memiliki kenangan tersendiri, karena selama 10 tahun kepemimpinannya banyak pembangunan monumental yang dirasakan NTB. Misalnya, pembangunan Bendungan Pandanduri, DAM Pela Parado, Bandara Internasional Lombok dan sejumlah infrastruktur wilayah lainnya.

Karena itulah, masyarakat NTB menyambut presiden ke-6 tersebut dengan hangat. Berbalut batik elegan, SBY menyapa dan memberi salam kepada segenap tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang hadir.

“Dan yang lebih penting adalah masyarakatnya religious,” kata SBY yang hadir bersama Ibu Ani Yudhoyono.

SBY menyampaikan penghargaan kepada masyarakat NTB yang mendukung dengan tulus serta menjaga pembangunan negara dan daerah selama dia menjabat presiden. Menurutnya, dukungan masyarakat NTB bagi pembangunan sangat penting, agar visi dan misi pembangunan dapat tercapai dengan baik.

Rr/Humas NTB

 




KPK dan Kepala Daerah di NTB Tandatangani MoU, Mencegah Praktik Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama seluruh Kepala Daerah dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) di NTB, menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pemberantasan korupsi terintegrasi, Selasa (9/5), di Gedung Graha Bhakti Praja, kompleks Kantor Gubernur NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Penandatanganan MoU dirangkai dengan rapat koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi yang dipimpin Komisioner KPK, Basariah Panjaitan.  Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, Wagub NTB Muhammad Amin hadir bersama seluruh Bupati dan Walikota di 10 daerah Kabupaten dan Kota di NTB, serta jajaran Forkopinda di NTB.

Basariah Panjaitan mengatakan, komitmen pemberantasan korupsi terintegritasi itu penting dilakukan, terutama dalam upaya pencegahan praktik korupsi di daerah.

“Hari ini nota kesepahaman sudah ditandatangai oleh kami dari KPK dan semua Kepala Daerah di NTB, Gubernur, Bupati dan Walikota. Ada komitment bersama untuk pemeberantasan korupsi, dan kita utamakan adalah pencegahan,” kata Basariah.

Dijelaskan, upaya pencegahan korupsi terintegrasi akan dilakukan dengan cara melakukan transparansi kinerja pembangunan pemerintahan di tiap tingkatan dengan menggunakan aplikasi IT, mulai dari perencanaan (E-Planning), penganggaran (E-Budgeting),dan tata laksana pemerintahan (E-Governance).

“Dengan adanya aplikasi tersebut sistem ini akan berjalan dengan baik, dimotori dengan orang- orang yang baik yang mempunyai integritas, karena kita tahu kalau sebaik apapun sistemnya kalau orang dibelakangnya tidak baik maka tetap saja sistem ini tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap, acara sosialisasi ini tidak hanya seremonial.  Tapi harus benar-benar diimplementaaikan dengan harapan semua dana yang dikelola oleh pemerintah dan sumbernya bisa diterima oleh masyarakat, tersalur dengan baik agar semua masyarakat NTB bisa sejahtera.

“Jadi tujuan utama hari ini adalah membuat semua transparan dan meminta kepada seluruh Kepala Daerah, agar dana yang diberikan pemerintah dikelola dengan baik serta terbuka,” katanya.

Basariah mengatakan, KPK akan mengawasi paling lama tiga bulan setelah penandatanganan dilakukan. KPK akan turun lagi untuk memeriksa sampai dimana perkembangannya.

AYA