Pesona Khazanah Ramadhan, Akan Dibuka Dengan Tabligh Akbar AA Gym,

Festival Pesona Khazanah Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB, pada 25 Mei mendatang, rencananya akan dimeriahkan Tabligh Akbar oleh Dai kondang asal Jawa Barat, Abdullah Gymnastiar (AA Gym).

Lalu Muhammad Faozal (foto: Ist)

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membuka resmi Festival Pesona Khazanah Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB, pada 25 Mei.

Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata sedang meyakinkan AA Gym untuk bisa memberikan tausiyah dalam tabligh akbar menyambut bulan suci ramadhan.

“Pada tanggal 25 Mei akan berlangsung opening ceremony untuk seluruh aktivitas Festival Pesona Khazanah Ramadhan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, Minggu (21/5) di Mataram.

Faozal menambahkan, peresmian Festival Pesona Khazanah Ramadhan akan ditandai dengan dibukanya sejumlah kegiatan seperti pameran foto, buku, kuliner, hingga seni budaya yang akan dipusatkan di Kompleks Islamic Center NTB.

Ia optimis suasana bulan suci ramadhan di Lombok nanti akan lebih semarak. Pasalnya, lokasi acara akan dipusatkan di Kompleks Islamic Center NTB yang menjadi ikon bagi umat Islam di NTB.

Pada bulan suci ramadhan sebelumnya, Kompleks Islamic Center NTB belum digunakan lantaran belum beroperasi.

Apalagi, kalau pembukaan Festival Pesona Khazanah Ramadhan betul-betul akan dimeriahkan Tabligh Akbar oleh Dai kondang asal Jawa Barat, Abdullah Gymnastiar (AA Gym).

AYA

 

 




Fun Run and Walk Sambut Ramadhan Diramaikan Ribuan Peserta

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Fun Run and Walk Pesona Khazanah Ramadhan hari Minggu (21/5), diramaikan oleh lebih dari 5 ribu peserta, yang mengambil start di depan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com — Para peserta sudah memadati area start sejak pukul 05.30 Wita. Tampak anak-anak, remaja, hingga orangtua berkumpul mengikuti Fun Run and Walk Pesona Khazanah Ramadhan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Fun Run and Walk sendiri menempuh rute sepanjang 5 kilometer dari depan Kantor Gubernur NTB menuju Islamic Center NTB.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin yang melepas peserta juga ikut jalan santai menuju bangunan yang menjadi ikon Pulau Lombok tersebut.

Amin mengapresiasi ajang Fun Run and Walk Pesona Khazanah Ramadhan. Menurut Amin, menyambut bulan suci ramadhan, warga harus mempersiapkan diri, baik mental maupun fisik. Amin menilai, olahraga lari dan jalan santai merupakan salah satu sarana untuk menjaga kebugaran diri memasuki bulan puasa.

Kita semua harus persiapan diri, baik fisik maupun mental karena bagi umat Islam ini penting karena ibadah puasa memerlukan keikhlasan dan memiliki fisik yang kuat,” kata Amin.

Amin menilai, Fun Run and Walk Pesona Khazanah Ramadhan sepanjang 5 km cukup menguji fisik. Amin menambahkan, branding halal tourism juga bukan sekadar jargon semata, melainkan harus diimplementasikan dalam sikap dan sejumlah kegiatan yang ada.

“Bumi seribu masjid, bukan sekadar ikon semata, tapi harus kita laksanakan secara konsisten dan aplikasikan dalam kegiatan ibadah,” ucap Amin.

Amin melanjutkan, keseimbangan duniawi dan spiritual merupakan poin penting yang ingin terus dikembangkan Pemprov NTB dalam membangun daerah.

“Kita imbau masyarakat memasuki bulan suci ramadhan mempersiapkan diri dan khusyuk dalam menjalani kewajiban bagi umat Islam. Tidak melakukan hal-hal yang kurangi kekhusyukan ibadah,” katanya.

AYA

 

Fun Run and Walk Memulai Rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan

Menyambut bulan suci Ramadhan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar Fun Run and Walk.

MATARAM.lombokjournal.com – Diperkirakan lima ribu warga Mataram, NTB, mengikuti acara yang memiliki rute sepanjang 5 kilometer dari depan Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, hingga finish di Islamic Center NTB.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, ajang Fun Run and Walk merupakan salah satu rangkaian pembuka Festival Pesona Khazanah Ramadhan yang akan digelar selama sebulan penuh di Pulau Seribu Masjid ini.

“Hari ini, Fun Run and Walk memulai Pesona Khazanah Ramadhan,” kata Faozal.

Faozal menjelaskan, penyelenggaraan Fun Run and Walk memiliki tujuan untuk mengenalkan masyarakat akan Festival Pesona Khazanah Ramadhan yang menjadi terobosan baru dalam mempromosikan NTB, terutama Pulau Lombok selama bulan suci ramadhan.

“Ini diikuti lima ribu, dari orangtua sampai anak-anak. Ini membuktikan kita siap menyambut Festival Pesona Khazanah Ramadhan,” kata Faozal menambahkan.

AYA




Elektabilitas Ali BD Tertinggi Versi Survei Median

Popularitas dan elektabilitas Bupati Lombok Timur, Mochammad Ali bin Dahlan atau populer disebut Ali BD, sangat patut diperhitungkan dalam konstalasi Pilgub NTB 2018.

MATARAM.lombokjournal.com — Dalam rilis hasil survei terbarunya, Media Survei Nasional (Median) menempatkan posisi Ali BD yang bersaing ketat dengan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, pada dua posisi teratas sebagai calon Gubernur NTB terpopuler saat ini.

“Kami melakukan survei sejak 27 April-5 Mei 2017. Survei dilakukan terhadap 800 warga Provinsi NTB yang memiliki hak pilih, dengan margin of error sebesar +/- 3,4 persen pada tingkat Kepercayaan 95 persen. Sampel diambil secara acak dari seluruh wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB,” kata Direktur Eksekutif Media, Rico Marbun, dalam rilis pers yang diterima Lombok Journal, Minggu (21/5) di Mataram.

Menurut Rico, berdasarkan hasil survei, ditemukan delapan nama tokoh yang paling populer di NTB dengan popularitas lebih dari 25 persen.

Delapan tokoh tersebut yaitu, Ali BD (39,5 persen), Suhaili FT (38,0 persen), Farouk Muhammad (37,7 persen), Muhammad Amin (37,5 persen),  Ahyar Abduh (37,0 persen), Lalu Gede Sakti (32,0 persen), Zulkiflimansyah (30,0 persen) dan KH Zulkifli Muhadli (27,5 persen).

Sedangkan sejumlah tokoh lainnya, seperti  Mori Hanafi, TGH Hasanain Djunaini, Johan Rosihan, Hj. Siti Romi Djalilah, Nurdin Ranggabarani, Lalu Ridu Irham Srigede, Syamsil Rizal dan H. Muazim Akbar, angka popularitasnya masih di bawah 17 persen.

“Dari segi elektabilitas, Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT unggul sementara di angka 15,0 persen, disusul Bupati Lombok Timur, H. Ali Bin Dahlan 11,0 persen, dan Anggota DPD RI Farouk Muhammad 9,7 persen,”kata Rico.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh hanya mengantongi elektabilitas 9,6 persen, sementara mantan Bupati Sumbawa Barat  KH Zulkifli Muhadli 5,5 persen, di susul anggota DPR RI Zulkiflimansah 5,0 persen.

Menurut Rico, hasil survei Median menunjukan  bahwa kontestasi antar kandidat dalam Pilgub NTB 2018 masih sangat terbuka.

Hal ini dikarenakan belum ada tokoh yang memiliki popularitas di atas 50 persen. Selain itu, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan kandidat khususnya untuk menaikkan popularitasnya mengingat popularitas merupakan modal paling dasar yang harus dimiliki oleh para kandidat guna meraih dukungan yang optimal.

Selain popularitas dan elektabilitas kandidat, Median juga menggali masalah prioritas yang menurut publik harus segera di selesaikan di NTB.

“Berdasarkan hasil survei yang kami dapatkan, masalah yang paling penting harus diselesaikan di Provinsi NTB adalah perbaikan dan pelebaran Jalan 20,3 persen,  pembangunan Infrastruktur dan fasilitas umum 9,0 persen, perbaikan gang 5,5 persen, masalah irigasi 5,5 persen, dan kebersihan lingkungan 4,5 persen,” katanya.

Rico mengatakan, pembangunan infrastruktur masih menjadi PR utama bagi Gubernur NTB ke depan.

Kandidat yang mampu memberikan tawaran solusi dan program pembangunan  dan perbaikan infrastruktur akan memiliki peluang untuk meraih simpati publik.

Bagaimanapun pemimpin dipilih oleh publik untuk menyelesaikan masalah publik dan membangun NTB lebih baik lagi,” tukasnya.

GRA

 




Pamit-Kenal Danlanud Rembiga, “NTB Tempat Belajar.”

Komandan Pangkalan Udara (DanLanud) Rembiga,  Kolonel Pnb Bambang Gunarto, S.T.,M.M mengakhiri masa jabatannya, diganti pejabat baru, Kolonel Pnb Dodi Fernando,S.E,MSoc.Sc. Mantan Danlanud mengaku, banyak belajar di NTB.

Wagub H Muhammad Amin bersama Danlanud Rembiga (bersama isteri) yang baru mengakhiri masa jabatannya (foto: Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com — Dalam acara  pamit-kenal antara  pejabat lama dan baru yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H.Muh. Amin, SH, M Si dan anggota FKPD Provinsi NTB, di antaranya Kapolda NTB, di Hotel Lombok Raya, Minggu (21/5), Kolonel Pnb Bambang Gunarto, menyatakan kesan pribadinya.

Selama bertugas di NTB, ia mendapat tempat belajar  yang baik.

“Banyak tokoh tokoh seperti Gubernur NTB, Tuan Guru Bang (TGB) yang dapat dijadikan suritauladan dalam memimpin satuan Kerja,” kesan Bambang seraya menegaskan telah  berusaha semaksimal mungkin untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran membangun masyarakat  Bumi Gora.

Danlanud Rembiga yang baru, Kolonel PNB Dodi Fernando sebagai pejabat baru beharap apa yg diperoleh dahulu tetap dapat dilanjutkan, dan penempatannya bisa membantu masyarakat dan daerah di NTB.

Wagub NTB, Muhammad Amin  mengapresiasi apa yang dilakukan pejabat lama dan mengucapkan selamat datang pada pejabat baru. Dikatakan, semua adalah entitas pemerintah yang menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan.

“Ini momentum yang sangat baik untuk kita semua,” ujar wagub seraya menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi dan menciptakan kerja sama yang solid.

AYA

 




Islam Dan Demokrasi Tak Bertentangan

Islam dan demokrasi punya nilai-nilai dasar yang sama, seperti keadilan, persamaan, hak asasi manusia, proses politik yang akuntabel dan transparan, serta adanya konsep yang memperjuangkan keadilan sosial.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M Zainul Majdi, menegaskan itu saat menjadi nara sumber dalam Seminar Nasional dengan tema ‘Politik Dalam Islam, Membangun Ghirah Politik Umat Islam dalam rangka Memperteguh Persatuan Nasional’, di Universitas Paramadina Jakarta Selatan, Sabtu (20/05) siang.

“Islam dan demokrasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan secara diametral,” Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

Bahkan, NTB menggunakan islam dan demokrasi untuk menciptakan program pembangunan bertujuan memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya.

TGB mengungkapkan cita-cita membuat NTB yang beriman, berbudaya,  berdaya saing dan sejahtera. Untuk membuat NTB beriman, kita tidak masuk formalisasi, tapi kita melihat nilai-nilai dalam Islam yang dapat masuk di dalamnya.

“Misalnya dengan membuat Pergub Pemberian Asi Ekslusif dan Program Perlindungan Ibu dan Anak,” jelasnya.

Program tersebut sebenarnya didasarkan pada nilai-nilai Islam yang memiliki sifat universal yang sama dengan ide yang dibawa demokrasi.

“Siapa yang bisa mengatakan bahwa program perlindungan ibu dan anak itu bukan wujud dari politik demokrasi,” tegas Gubernur.

Islam memiliki dua dimensi, yakni dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan, sebagaimana konsep ini juga ada di dalam Pancasila.

“Pancasila adalah kemanusiaan dan berketuhanan,” sebutnya.

Ketuhanan batu ujiannya ada pada kemanusiaan. Jika ada umat Islam yang melaksanakan agama namun dengan menyakiti orang lain, maka pada dasarnya ia keluar dari nilai-nilai agama.

“Kita beragama di dunia ini untuk berkontribusi dan berbuat demi kebaikan,” pungkas Gubernur.

Seminar tersebut dihadiri tokoh-tokoh naional seperti mantan Ketua PB HMI, Dr. Ferry Mursyidah Baldan, CEO Polmark Indonesia, Saefullah Fatah, dan Ketua MURI, Jaya Suprana,

AYA

Sumber : Humas NTB




Mobile Screening BPJS Kesehatan, Untuk Deteksi Resiko Penyakit kronis

Peserta BPJS Kesehatan diingatkan kembali gunakan Mobile Screening, salah satu fitur dalam aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang berguna mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.

MATARAM.lombokjournal.com — Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan.

Hal itu diingatkan kembali oleh Direktur Pelayanan kantor Pusat BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady melalui siaran pers BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Sabtu (20/05)

Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta.

Bila semua pertanyaan dijawab, peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu.

“Melalui aplikasi tersebut, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” jelas Maya.

Sampai dengan 12 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 177.400.222 jiwa. Dalam menyediakan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 20.772 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 4.502 Dokter Praktik Perorangan, 5.286 Klinik Pratama, 15 RS Tipe D Pratama, dan 1.144 Dokter Gigi Praktik Perorangan.

BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 5.344  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang di dalamnya mencakup 2.137 RS dan Klinik Utama, 2.219 Apotek, dan 988 Optik.

Rr

Sumber /BPJS Kesehatan Cabang Mataram

***

Informasi lebih lanjut hubungi: Departemen Komunikasi Eksternal dan Hubungan Masyaraka BPJS Kesehatan Kantor Pusat +62 21 424 6063 | humas@bpjs-kesehatan.go.id




Gebyar PROLANIS, Promosi BPJS Kesehatan Untuk Tingkatkan Pola Hidup Sehat

BPJS Kesehatan mengajak peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) se-Indonesia yang tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS)

PROLANIS, mencapai kualitas hidup optimal dengan biaya yang efektif dan efisien. (foto; BPJS Kesehatan)

JAKARTA.lombokjournal.com – “Melalui kegiatan Gebyar PROLANIS, kami promosikan murahnya dan mudahnya menerapkan pola hidup sehat,” jelas Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady melalui siaran pers BPJS Kesehatan yang dikirim ke Lombok Journal, Sabtu (20/05) siang.

Salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan peserta (JKN-KIS), BPJS Kesehatan gelar Gebyar PROLANIS. Program ini membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik dalam acara

PROLANIS merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif bagi peserta JKN-KIS penderita penyakit kronis, seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Program ini guna mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efektif dan efisien.

Dipaparkannya, dengan melakukan senam tiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun tubuh kita. Peningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku sehat sehari-hari, diharapkan penurunan peserta JKN-KIS yang sakit. Sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif agar masyarakat yang sehat tetap sehat.

Gebyar PROLANIS dimeriahkan sejumlah rangkaian kegiatan seperti senam PROLANIS, edukasi kesehatan pada masyarakat. Selain itu, ada pemeriksaan penunjang gratis bagi peserta PROLANIS, lomba cerdas cermat antar Klub PROLANIS, Best Practice Sharing, serta beragam kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA : Fitur Mobile Screening, Untuk Deteksi Resiko Penyakit kronis

Sasaran kegiatan tersebut meliputi 5.342 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 6.468 Klub PROLANIS, dan 101.486 peserta PROLANIS yang tersebar di 288 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hingga April 2017, tercatat ada 302.325 peserta PROLANIS Diabetes Mellitus dan 334.979 peserta PROLANIS Hipertensi.

Rr

(Sumber: BPJS Kesehatan Cabang Mataram)

 




Mujitahid, “Masyarakat Selain Memakmurkan Masjid Juga Dimakmurkan Masjid.”

Sangkep Beleq merupakan terobosan pemberdayaan Masyakat Adat Sasak (MAS) berbasis masjid. Diperlukan terobosan agar masjid juga menjadi pusat aktivitas ekonomi

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Pemucuk (sesepuh Majelis Adat Sasak) H.L Mujitahid mengatakan, Sangkep Beleq  mengharapkan, perlu inovasi agar masjid tidak semata-mata menjadi tempat iibadah.

“Perlu ada terobosan-terobosan inovatif untuk menjadikan masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat aktifitas ekonomi,” kata Mujitahid di tengah-tengah berlangsungnya Sangkep Beleq IV, Majelis Adat Sasak (MAS) di Sembalun, Lombok Timur, Jum’at (19/05) malam.

Mantan Bupati Lombok Barat itu berharap, masyarakat muslim selain memakmurkan masjid juga dimakmurkan masjid.

Sebelumnya, Ketua Harian MAS, L. Bayu Widia dalam laporannya mengatakan Sembalun dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Sangkep Beleq sebagai hadiah.

Dipilihnya Sembalun sebagai lokasi sangkep, karena dinilai mampu melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi kearifan lokal, sehingga berhasil meraih prestasi dunia sebagai the best honeymoon halal tourist destination.

Kegiatan Didalam forum Sangkep adat ini dibahas pandangan kearifan lokal mengatasi permasalah  berbagai isu pembangunan terkini.

Hadir dalam acara tersebut selain tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, budayawan juga pelaku usaha wisata dari luar NTB.

AYA




Sangkep Beleq ke IV, Majelis Adat Sasak, Merawat Kearifan Lokal Memperkuat NKRI

Sangkep Beleq ke IV, Majelis Adat Sasak, yang berlangsung reguler tiap tahun merupakan tradisi menjaga dan merawat nilai nilai kearifan lokal,  guna merekatkan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Wagub NTB, H Muhammad Amin membuka Sangkep Beleq ke IV (foto: Humas NTB)

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Wagub NTB, H.Nuh Amin, SH.M.Si saat membuka Sangkep Beleq yang berlangsung di Sembalun  Lombok Timur, Jumat malam (19/05) berpesan, agar para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat untuk merawat kearifan budaya daerah demi kekuatan dan keutuhan NKRI.

Ditegaskannya, Pancasila menjadi komitmen bangsa sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila  terbukti mampu  mempersatukan Keberagaman budaya dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah agama masing-masing dengan baik dan tenang

“Dengan dasar Pancasila, negara menghormati dan mengedepankan pengamalan ajaran agama masing-masing dengan tenang,” kata Amin.

Negara yang berlandaskan salah satu agama saja, belum menjamin warganya menjalankan ibadah dengan tenang. Di Yaman dan Suriah yang merupakan negara agama, warganya terusir dari negaranya sendiri.

Wagub mengajak Para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat terus membimbing, mengarahkan dan  mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh paham-paham radikal, paham- paham yang bukan jatidiri bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Mujitahid, “Masyarakat Selain Memakmurkan Masjid Juga Dimakmurkan Masjid.”

“Untuk membangun perlu stabilitas keamanan, politik dan ekonomi,” tandas wagub.

Hadir pada pertemuan adat itu, Sesepuh Adat Sasak, H.L. Mujtahid, Ketua Harian Adat Sasak, L. Bayu Windia dan Sesepuh beserta Para Tokoh Adat Sasak lainnya.

AYA/Humas Pemprov NTB




Penjual Dan Produsen Minuman Beralkohol (minol) di Lobar Diminta Tutup Usahanya

Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol (Minol), 40 penjual dan produsen minuman beralkohol (minol) diminta menutup usahanya

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pemda Kabupaten Lombok Barat mensosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol (Minol), kepada 40 orang penjual dan produsen dari Desa Mambalan, Mekarsari dan Jeringo Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Jumat (19/5) di SKB Gunungsari.

Selain menyambut buan suci Ramadhan, sosialisasi itu dilakukan menjawab keresahan warga atas banyak beredarnya Minol Tradisional (Tuak) di warung-warung yang juga di tempat tertentu menyajikan hiburan karaoke dan partner song (PS) di tengah pemukiman warga.

Dalam sosialisasi tersebut, Asisten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan Drs H Halawi Mustafa mengingatkan para pelaku usaha untuk menutup usahanya.

Sebagai kompensasi, Pemda Lombok Barat melalui Dinas Perindag  Lobar melakukan  pembinaan untuk mengalihkan produksi air nira agar tidak menjadi tuak lagi, tapi menjadi gula merah dan produk bermanfaat lainnya.

Kepala Dinas Satpol PP Lobar,  Mahnan  S.STP, menyerukan hal serupa dan memberi tenggat waktu kepada para pengusaha hiburan dan warung untuk menutup usahanya.

“Jika tidak, maka Pol-PP bersama Polres, Polsek, Kodim dan unsur SKPD terkait akan turun menertibkan,” tegasnya.

Sosialisasi yang dipimpin H. Halawi Mustafa tersebut dihadiri Kepala Dinas Perijinan Terpadu H. Efendi,  SH, Kepala Dinas Perindag Drs.  Agus Gunawan dan jajaran, serta pihak Kepolisian tanpa kehadiran satu pun Kepala Desa dari desa-desa yang diundang.

GRA

Sumber: Humas Lobar