Pemanfaatan Hutan Jangan Berlebihan

Pemanfaatan hutan yang berlebihan akan berdampak buruk pada kehidupan. Sebaliknya, pemanfaatan hutan yang baik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BIMA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si mengatakan itu, usai bersama Walikota Bima, H. M. Quraish H. Abidin menandatangani MOU Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutan Kota Bima di Ruang Rapat Walikota Bima, Senin (05/06).

Acara di tengah rangkaian Safari Ramadhan di Kota Bima itu, Wagub mengajak  seluruh elemen masyarakat Kota bima menjaga kelestarian hutan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

“Setiap sumber daya yang kita miliki harus dimanfaatkan dengan baik,” pesan Wagub.

Ditegaskan Wagub, Pemerintah Provinsi NTB senantiasa membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Di era otonomi daerah saat ini, pemerintah pusat memberikan kesempatan pemerintah daerah berkreasi dan berinovasi.

Namun, seluruh program yang ada harus tersingkron mulai dari pusat hingga daerah.

“Begitu juga dengan regulasi,” ungkap Wagub di hadapan Walikota dan kepala SKPD Provinsi dan Kota Bima.

Dengan MoU tersebut menurut Wagub akan memberikan kemudahan pemberian izin, penanaman dan rehabilitasi hutan, pemeliharaan dan pengelolaan hutan oleh masyarakat.  Selain itu, Wagub meminta pemerintah daerah meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar seperti air, listrik dan jalan.

AYA




Kunjungi Asrama Mahasiswa di Bandung, TGB Motivasi Mahasiswa Asal NTB

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) memberi dorongan moril dan motivasi ratusan mahasiswa asal NTB, yang saat ini menimba ilmu di Kota Kembang ituBandung, agar kelak berkarya bagi bangsa dan daerahnya

BANDUNG.lombokjournal.com —   Dorongan moril itu disampaikan TGB pada para mahasiswa asal NTB, saat mengunjungi asrama mahasiswa NTB di jalan Jalak, Kota Bandung Jawa Barat, Minggu (4/6).  Para mahasiswa itu dimotivasi untuk mengembangkan potensi diri agar kelak bisa berkarya untuk bangsa, khususnya bagi daerah NTB.

Kunjungan TGB ke asrama mahasiswa NTB bertepatan dengan 10 Ramadhan 1438 Hijriyah, yang  dimanfaatkannya bersilaturahmi dan meotivasi mahasiswa sebagai generasi masa depan.

Lebih 400 orang mahasiwa dan mahasiswi asal NTB yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Sasambo Bandung (IMSB), sangat antusias mendapat kunjungan Gubernur NTB.

TGB melakukan kunjungan ke asrama mahasiswa NTB di Bandung, dalan rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Bandung, Jawa Barat, saat memenuhi undangan sebagai narasumber dalam acara Inspirasi Ramadhan di Masjid Salman ITB, Bandung, Jawa Barat.

AYA




Replika Piala Pariwisata Halal 2016 Diserbu Pengunjung

Pesona Khazanah Ramadhan Lombok yang dibuka sejak Kamis (25/5) langsung mengundang antusiasime warga.

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan masyarakat “mengepung” Islamic Center Mataram, sebagian besar menyerbu stand Media Centre yang memampang piala World Halal Tourism Award (WHTA) 2015 dan 2016 berukuran dua meter.

Desain trofi yang dikawal Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Lombok Sumbawa itu mirip seperti aslinya. Warna, bentuk hingga lekuk trofi, semua dibuat sangat mirip. Satu-satunya yang membedakan, trofi yang dipajang di Pesona Khazanah Ramadhan Lombok itu adalah ukuran super jumbonya dengan tinggi mencapai dua meter.

Koordinator Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa, Siti Chotijah mengatakan, Jumat (26/5) lalu, trofi World Halal Tourism (WHAT) Award ini sudah menambah kepercayaan diri Indonesia sebagai bangsa. Ini juga mengangkat kredibilitas sebagai negara.

“Dua tahun kita menjadi nomor satu. Kebanggaan ini kami pamerkan ke semua pengunjung Pesona Khazanah Ramadhan Lombok,” ujarnya, Senin (5/6) di Mataram.

Itulah sebabnya GenPi Lombok Sumbawa ingin konsisten menggunakan desain ini di semua gelaran yang mempromosikan family friendly tourism mereka.

Dimulai dari Pesona Khazanah Ramadhan Lombok, di Media Center di halaman utama Islamic Center NTB yang disulap menjadi stand mereka. Stand dengan tema hutan dan wisata ini tak pernah sepi didatangi pengunjung.

Selain itu dari pusat informasi Pesona Khazanah Ramadhan hingga replika piala WHAT Award, menjadi menu wajib yang harus disambangi dan diabadikan pengunjung.

Koordinator Media Center, Ajie mengatakan acara yang buka dari jam 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, ini tidak pernah sepi. Terutama area replika piala Workd Halal Tourism Award 2015 dan 2016. Selalu saja ada yang berswa foto dan mengunggahnya ke dunia maya.

“Untuk teman teman yang akan mengupdate berita, ingin posting keseruan Pesona Khazanah Ramadhan Lombok, kami telah siapkan free wi-fi di Media Center,” ujar Ajie.

Salah seorang team leader GenPI Lombok Sumbawa, Arasy, menambahkan GenPI siap mengawal berbagai lomba. Dari mulai lomba foto, lomba blog, lomba vlog dan berbagai lomba lainnya, semua akan dikawal langsung oleh pasukan digital bentukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu.

AYA




Dana Kerohiman Tidak Terpat Sasaran, Warga Pujut Protes

Sekitar 200 orang warga sejumlah desa di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika, berunjukrasa di kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (5/6).

MATARAM.lombokjournal.com — Mereka memprotes penyaluran dana kerohiman, semacam dana tali asih dari pemerintah untuk eks penggarap lahan KEK Mandalika, yang dinilai tidak tepat sasaran.

Pengunjuk rasa mengklaim, banyak manipulasi data dana kerohiman.  Akibatnya, banyak oknum yang tidak punya tanah dan tidak berhak, justru menerima.

“Sedang   kami yang jelas sejak dulu memiliki lahan di sana tidak mendapat apa-apa,” kata M Athar, koordinator aksi  saat berorasi.

Aliansi minta pemerintah melakukan proses verifikasi ulang, siapa saja eks pemilik lahan di KEK Mandalika yang berhak mendapat dana kerohiman bisa.

Dalam aksinya mereka membawa spanduk bertuliskan “Kami pemilik sah lahan Mandalika Resort”, dan “Tolak Dana Kerohiman yang Diterima Pemilik Bodong”.

Delapan orang perwakilan warga diterima berdialog dengan Assisten I Bidang Pemerintahan Pemprov NTB, Agus Patria.

Salah seorang perwakilan warga, Edi Siswandi mengatakan, protes warga dilakukan lantaran dalam penyaluran dana kerohiman ternyata banyak oknum yang tidak pernah memiliki, menguasai, dan menggarap lahan di KEK Mandalika, justru mendapat dana kerohiman.

Sedang ratusan petani yang jelas-jelas memiliki dan menggarap lahan turun temurun tidak mendapatkan hak mereka.

“Ada banyak oknum, ada Kades, staf Desa dan pejabat pemerintah tiba-tiba punya tanah dan dapat kerohiman. Sementara kami yanh benar-benar punya lahan tidak dapat,” kata Edi.

Edi mengatakan, ia dan keluarganya memiliki lahan di kawasan bukit Merese KEK Mandalika seluas 1,9 hektare. Selain itu ada juga 11 warga yang memilikinya.

Tapi saat pencairan dana kerohiman, mereka jutru tidak memperoleh apa-apa. Sebaliknya, 14 orang yang sebagian besar tidak pernah memiliki lahan malah mendapat bagian.

“Kami tidak menentang pembangunan KEK Mandalika. Tapi pemerintah harus adil. Kalau memang itu lahan milik pemerintah ya silahkan dibangun, tidak usah ada dana kerohiman kalau akhirnya yang menerima bukan yang berhak,” katanya.

Warga yang memiliki lahan akan mempertahankan lahan mereka jika hak haknya diabaikan pemerintah.

Assisten I Bidang Pemerintahan Pemprov NTB, Agus Patria menjelaskan, proses pendataan penerima dana kerohiman sudah dilakukan oleh tim verifikasi yang dipimpin Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli. Tim verifikasi sudah bekerja sejak awal diketuai Kapolda.

“Hasil verifikasi juga sudah final dan diatur dengan SK Gubernur, sehingga jika ada komplain sebaiknya ditempuh jalur hukum,” kata Agus Patria.

Dana kerohiman merupakan bentuk penyelesaian sengketa lahan di KEK Mandalika, Lombok Tengah yang saat ini dikelola BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Dari total 1.174 hektare lahan KEK Mandalika, sebelumnya masih tersisa sekitar 109 hektare lahan yang diklaim warga.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman bersama Pemprov NTB menyelesaikan masalah itu dengan menyalurkan dana kerohiman bagi warga pengklaim. Syaratnya warga pengklaim harus bisa menunjukan bukti pembayaran pajak tanah, surat pipil, atau pun surat sporadik atas penguasaan lahannya.

Bagi warga yang lolos verifikasi akan mendapatkan Rp4,5 juta untuk tiap satu are tanah yang diklaim yang diserahkan oleh pihak ITDC.

AYA




TGB Bicara Kepemimpinan Di ITB, Ini Yang Diuraikan

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang sering disapa TGB (Tuan Guru Bajang) mengisi acara Inspirasi Ramadhan yang digelar mahasiswa. Dalam acara unggulan mahasiswa menyambut bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah itu, TGB menguraikan prinsip kepemimpinan

lombokjournal.com –

DI hadapan mahasiswa di Masjid Salman ITB, TGB menguraikan materi yang kontekstual ‘Melayani Rakyat dengan Berlandaskan Alquran’, hari Minggu Minggu (4/6) sore. Didampingi Rektor ITB, Prof. Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, TGB yang ahli Tafsir Alquran menguraikan 10 (sepuluh ) tugas pemimpin yang harus dijalankan secara amanah.

Menurut TGB, pemimpin harus merangkum dan meringkas semua dimilikinya. Dari kesepuluh tugas pemimpin itu, yang pertama adalah memelihara agama dan memelihara mahluk hidup di muka bumi.

“Mahluk hidup tidak boleh di eksploitasi  karena mereka mendukung keseluruhan semesta alam ini, sebagai hamba Allah,” ujar TGB.

Pemimpin tidak cukup hanya menggariskan kebijakan, dan cuma bisa memerintah bawahan. Itu berarti, menurutnya, seorang pemimpin harus mendatangi setiap ujung-ujung paling jauh wilayah yang di amanatkan oleh Allah.

“Untuk melihat keadaan rakyatnya,” tutur TGB di hadapan ribuan mahasiswa yang antusias mendengar tausiahnya.

Dikatakan TGB,  kepemimpinan yang terbaik bukanlah kepemimpinan yang strukturalistik  semata, tetapi juga  kepemimpinan yang fungsionaL. Pemimpin harus dapat merangkum dan meringkas keseluruhannya, tegasnya.

Pemimpin dalam Islam harus berkhidmat sebagai pemimpin, bukan sekedar aksesoris dan pencitraan, dan bukan pula hanya penyempurna pelipur lara.

Bagian utama dari tugas seorang pemimpin adalah melihat dinamika lapangan, sampai yang terjauh di tengah kehidupan masyarakat terbawah.” Begitulah seharusya pemimpin melayani rakyat, “ paparnya.

Tugas pemimpin melakukan transpormasi, melakukan peroses perubahan  ke arah yang lebih baik. Dan tauladan kepemimpinan ideal banyak ditunjukkan Nabi Muhammad SAW, tandasnya.

Disambut Antusias

Kehadiran TGB di kampus terkemuka di Bandung tidak hanya di hadiri  mahsiswa dan civitas akademika ITB. Selain itu mahasiswa dan civitas akademika kampus-kampus lain seperti UPI , UNPAD, UNIKOM serta Para Guru Besar dan PNS lainnya, antusias menyambut kedatangan TGB..

Menurutnya, Masjid Salman ITB memiliki sejarah yang panjang. Ia bersyukur dapat  duduk  bersama di masjid yang bersejarah itu, bersama para mahasiswa dan kaum intelektual guna meletakkan satu bagian dalam proses pembangunann ummat di indonesia yang luar biasa.

Ia mengingatkan bahwa poros umat Islam adalah masjid,  kemudian menyebar kemana saja, dalam bentuk apa saja yang penting membawa kebaikan dan kemaslahatan.

“Tapi tetap diikat dalam satu proses mengingat dan menghambakan diri kepada Allah Swt,” katanya.

Diakhir acara Gubernur NTB berbuka bersama dan dilanjutkan sholat magrib berjamaah. Setelah itu, TGB bersama rombongan  melanjutkan Safari Ramadan ke PW Muhammadiyah Jawa Barat, dan memberikan kultum usai sholat Isya sebelum dimulainya sholat taraweh.

AYA

Sumber: Humas NTB




Safari di Kota Bima, Wagub Ingatkan Jaga Daerah Tetap Aman dan Kondusif

Mengawali kegiatan Safari Ramadhan 1438 H di Kota Biima, Wakil Gubernur, H Muhammad Amin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusifitas daerah

Wagub Muhammad Amin di hadapan jamaah tarawih masyarakat Kota Bima, Minggu (04/06)

MATARAM.lombokjournal.com –  Pembangunan tak bisa berjalan tanpa didukung keamanan dan kondusifitas daerah. Inti pesan itu disampaikan  Wagub, Muhammad Amin saat Safari Ramadhan  di masjid At-Taqwa Kelurahan Paruga Kecamatan Rasana’E Barat, Kota Bima, Minggu (04/06).

Di hadapan ratusan jama’ah tarawih, Wagub menghimbau masyarakat Kota Bima menegaskan, pentingnya menjaga keamanan dan kondusifitas daerah itu diperlukan untuk membangun daerah.

Keamanan dan kondusifitas daerah sebagai modal dasar mewujudkan pembangunan dapat berlangsung tertib dan sukses.

“Kita lihat negara negara lain, yang warganya tidak bisa melaksanakan aktifitas membangun, karena selalu dihantui perang saudara,” jelas Wagub.

Dalam Safari Ramadhan itu, Wagub Muhammad Amin yang hadir bersama istri, Hj. Syamsiah M.Amin menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani.

Bantuan yang diserahkan berupa pemenuhan kebutuhan dasar bagi 20 kelompok usaha bersama Fakir Miskin Perkotaan senilai 400 juta.  Selain itu juga diserahkan bantuan hibah lumbung pangan masyarakat berupa 2 ton beras dan uang tunai 20 juta. Diserahkan pula bantuan 3 unit mesin pemipil jagung dan 2 unit mesin penanam jagung dorong.

Selain bantuan untuk petani, wagub juga menyerahkan bantuan uang 15 juta dan kain sarung 100 buah untuk kaum duafah dari PKK dan pemerintah provinsi.

Wagub yang diterima Walikota Bisa, H. M. Quraish H. Abidin saat menilai Kota Bima telah kembali normal pasca banjir bandang Desember tahun lalu. Hal ini berkat kerja keras dan kebersamaan pemerintah kota dengan Pemerintah Provinsi NTB membangun kembali kota tepian air tersebut.

“Alhamdulillah, kota Bima telah normal kembali. Mari kita jaga daerah kita agar terhindar dari berbagai bencana alam,” ungkap Wagub Muhammad Amin.

Bantuan Pemprov NTB untuk Pemkot Bima diberikan untuk pemulihan pasca bencana lalu. Menurut wagub merupakan kewajiban pemerintah provinsi membantu dan membangun daerah kabupaten/kota.

“Yang penting, pemerintah kabupaten/kota terus berkoordinasi dan bersinergi membangun daerah,” katanya.

Walikota Bima, H. M. Quraish H. Abidin mengakui, bantuan pemerintah provinsi telah memulihkan kota Bima.  Menurut walikota, saat ini Kota Bima telah pulih dan kembali normal.

Di depan ratusan jamaah tarawih walikota sempat mengingatkan masyarakat tidak membunyikan petasan selama bulan Ramadhan. Hal ini menjaga kekhususan bulan puasa.

“Kalau ada saudara saudara kita yang membunyikan petasan, datangi dan kasih tau baik baik. Tidak perlu datang dengan massa yang banyak,” ungkapnya.

AYA




Gubernur Batasi Jumlah Retail Modern, Ini Alasannya

Pasar tradisional harus dilindungi dari meluasnya retail moder (foto: Ist)

MATARAM.lombokjournal.com  — Banyaknya retail modern rupanya dinilai berpotensi mengancam kehiidupan pasar tradisional. Wakil Gubernur NTB, H  Muhammad Amin usai menghadiri seminar di Hotel Madani, Sabtu (03/6), menjelaskan bahwa Gubernur M Zainul Majdi telah menerbitkan surat yang mengendalikan  keberadaan retail modern.

“Gubernur mengeluarkan Surat Edaran guna membatasi dan mengendalikan jumlah retail modern yang makin banyak. Pertimbangan gubernur, jangan sampai  retail modern itu mematikan pasar- pasar tradisional ataupun toko- toko tradisional di kupaten kota,” ungkap wagub pada wartawan.

Diakuinya, pemerintah memang tidak bisa melarang karena masing masing mempunyai segmen.  Namun pembatasan meluasnya keberadaan retail modern harus dilakukan. Caranya dengan melakukan pembatasan atau pengendalian agar tak mematikan pasar tradisional.  Pembatasan itu juga dengan catatan retail bisa meneriman produk – produk para pengusaha lokal..

Keberadaan retail modern juga jangan terlalu dekat ataupun dibangun di  pusat pusat kegiatan sentra ekonomi tradisional .

“Saya pikir ini jalan keluarnya,  misalnya 30 persen isi retail, harus berasal atau menerima pasokan dan menjual produk- produk masyarakat lokal,” jelas wagub.

Tentu saja pematasan itu sekaligus membuka peluang masyarakat, agar menyiapkan diri agar bisa menghasilkan produk produk sesuai standar retail modern.

Pemerinta Daerah mencari solusinya. Jadi tidak menyetop tapi mengendalikan, ini  penting bagi bupati dan walikota karena mereka yang memberikan izin.  Kalau sudah terlalu banyak ya mereka stop . Kita tidak ragu ragu untuk menyetopnya .

“Perlu adanya MoU atau kesepakatan  dengan  pemerintah daerah setempat,” pungkas wagub.

AYA

 




Sepi Penumpang Angkutan Laut Dan Udara Bi Bulan April

Penumpang melalui angkutan laut dan angkutan udara, baik datang maupun  berangkat dari NTB, pada bulan April 2017 mengalami penurunan.

Mataram.lombokjournal.com —  Sepinya penumpang itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB,Ni Kadek Adi Mandri di Mataram, Jum’at (2/6).

Jumlah penumpang yang datang ke NTB melalui angkutan laut di bulan April 2017 sebanyak 2,457 orang. Jumlah itu turun 29,74 persen dibanding bulan sebelumnya, Maret 2017. Demikian halnya jumlah penumpang yang berangkat menurun sebesar 48,90 persen.

Kalau jumlah kumulatifnya, penumpang yang datang pada bulan Januari-April 2017 turun 19,09 persendi bandingkan Januari -April 2016.

“Sebaliknya , jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Januari-April 2017 naik 0,11 persen di bandingkan periode yang sama di tahun 2016,” ujarnya

Dikatakan, penumpang yang datang melalui pemerbangan domestik pada bulan April  2017 sebanyak 148.089 orang naik 7,43 persen dibandingkan bulan Maret 2017. Sedangkan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional   sebanyak 12.582 orang mengalami penurunan 10,48 persen ,  dibandingkan bulan maret 2017.

” Kalau untuk jumlah kumulatif , penumpang yang  datang serta berangkat      2017  dari Januari- April baik penerbangan domistik dan internasional alami kenaikan,” Katanya.

Sedangkan untuk jumlah barang yang di bongkar pada pelabuhan laut bulan April 2017 sebanyak 116,218 ton,turun 3,45 persen dari bulan Maret 2017.

“Untuk barang yang di muat angkutan udara bulan April mengalami peningkatan sebesar 421,01 persen di bandinglan bulan Maret 2017,”  kata Kadek.

Untuk angkutan barang, lLanjut Kadek, yang di muat melalui penerbangan domestik pada bulan Januari hingga April 2017 mengalami kenaikan 6,9 persen di bandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2016.

“Kalau untuk barang yang di muat di penerbangan internasional dari bulan Januari –  April 2017 mengalami penurunan 63,09 persen di bandingkan dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama,” kata Kadek.

AYA




Sepanjang April, 6.400 Wisatawan Malaysia Berwisata ke Lombok

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi destinasi wisata paling diminati wisatawan dari negeri Jiran, Malaysia.

MATARAM.lombokjournal.com — Sepanjang April 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat sekitar 6.431 orang wisatawan asal Malaysia yang datang ke Lombok.

“Dalam bulan April lalu, wisatawan Malaysia menjadi kelompok terbanyak untuk wisatawan mancanegara, dari sisi kewarganegaraan. Tercatat sebanyak 6.431 orang,”  kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Ni Kadek Adi Madri, Jumat (2/6) di Mataram.

Menurut Kadek, peningkatan jumlah wisatawan negeri Jiran itu didukung oleh ketersediaan akses penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok melalui Lombok International Airport (LIA).

Maskapai penerbangan Air Asia, saat ini melayani rute KL – Lombok sebanyak tiga kali dalam sehari.

Selain wisatawan asal Malaysia, pada April lalu BPS NTB juga mencatat sebanyak 672 orang wisatawan Inggris, 643 orang wisatawan China, 504 orang wisatawan Singapura, dan 359 orang wisatawan Jerman.

Wisatawan mancanegara dari negara-negara lainnya juga tercatat, namun dengan jumlah yang tidak banyak.

AYA




Remitansi TKI NTB Terbanyak, Dari Arab Saudi

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB yang bekerja di Arab Saudi paling banyak masukkan remitansi ke daerah asalnya.

MATARAM,lombokjournal.com —  Remitansi TKI yang masuk ke NTB paling banyak dari Arab Saudi. “Kemudian disusul yang bekerja di Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA),” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Ni Kadek Adi Madri, Jumat (2/6) di Mataram.

Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga April 2017, remitansi TKI yang masuk ke NTB sebesar Rp458 Miliar. Remitansi tersebut dikirim melalui Bank Nasional dan juga PT Pos Indonesia.

Dari jumlah itu, lebih dari 56 persen merupakan kiriman dari Arab Saudi.

Data BPS NTB menyebutkan, pada 2016 lalu, jumlah remitansi TKI yang masuk ke NTB sepanjang tahun mencapai Rp1,78 Triliun.

AYA