TGB Bicara Lugas Tentang Korupsi Di Yogyakarta, Ini Katanya

Masyarakat baik itu ada saat mainstreamingnya amal shalih (kebaikan), maka ketidakbaikan terpinggirkan. Sebaliknya, saat mainstream yang terbangun kebathilan, maka kebaikanlah yang terpinggirkan. Itu kata TGB

lombokjournal.com

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, saat ditanya bagaimana meminimalisir penyimpangan birokrasi di NTB punya jawaban lugas. Tuan Guru Bajang atau TGB sapaan akrab gubernur itu mencontohkan, sistem pengadaan barang dan jasa.

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di NTB menjadi salah satu percontohan di Indonesia. Akan tetapi, ia mengaku dengan sistem yang tegas dan rigid, tidak bisa memastikan 100 persen bebas dari penyimpangan.

Menurutnya, memastikan (tidak terjadi penyimpangan,red)itu tidak mungkin. Tapi menduga kuat bahwa prosesnya itu memang proses yang sudah transparan akuntabel, bisa dengan sistem.

“Tapi, memastikan dari A sampai Z bahwa tidak ada hanky panky atau tipu daya dari awal A-Z  kita tidak tahu. Kita bisa mengukur dari sistem itu selama sistem itu berjalan prosedurnya,” katanya dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (17/06) malam

Menurutnya, kalau sistem itu berjalan prosedurnya, terlihat tidak ada yang nyata menyimpang. Tapi kalau memang ada penyimpangan, prosesnya harus diaborsi, diulangi.

“Tapi sekali lagi ini kita terus berupaya,” beber TGB.

Sebelumnya dkatakan TGB, banyak kalangan menilai korupsi dan penyimpangan birokrasi pemerintahan masih menjadi persoalan Bangsa Indonesia yang sulit terpecahkan. Namun menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, MA, hal itu bisa diatasi dengan sederhana.

“Menurut saya sederhana. Tidak usah dilakukan. Tidak ada resep yang lebih baik selain meninggalkan dan jangan lakukan itu. Ini kalau pribadi bagaimana saya,” tegas TGB.

Ya, tentu setelah itu dibangun sistem disitu ada sinyal yang jelas, siapa pun yang melakukan suap menyuap atau tindak pidana korupsi dapat ganjaran atau punishment tegas. Bentuknya ada pakta integritas. “Begitu tersangka langsung jadi non aktif. Jadi, begitu tersangka selesai,” tuturnya.

Lebih jauh TGB mengatakan, tidak bisa menjamin tindakan korupsi dan kejahatan lainnya bisa hilang sama sekali. Bahkan, pada zaman Rosulullah, Muhammad Saw, masih ada kejahatan yang terjadi dalam masyarakat.

“Apa anda kira korupsi tidak ada zaman itu. Apakah anda kira bahwa pencurian tidak ada? Apakah anda kira Prostitusi tidak ada? Ada,” tukas TGB.

Menurutnya, bukan berarti 100 persen harus baik semua baru kemudian bisa lega. Cukuplah dengan pelajaran sejarah, ketika kita mampu me-mainstream-kan kebaikan maka mudah-mudahan itu suatu tanda baik.

“Tapi kalau yang menjadi mainstream itu tidak baik. Nah, itu warning buat kita untuk kita benahi,” tandas mantan anggota DPR RI Periode 2004-2009 ini.

TGB menegaskan, keteladanan seorang pemimpin menjadi penting untuk menerapkan sistem yang baik. Keteladanan adalah katup pengaman dalam kepemimpinan. Jika seorang pemimpin memberikan teladan yang baik dengan banyak memberikan maslahat kepada masyarakat, maka penyimpangan-penyimpangan birokrasi bisa ditekan.

“Itu sebabnya kan, kalau di dalam hadist Rasul, tujuh kelompok manusia yang akan dinaungi, itu yang pertama kan imamum adil, pemimpin yang adil. Bukan berarti pemimpin yang adil itu sepenuhnya dari A-Z  tenang-tenang saja. Tidak. Dia disebut adil ya karena ada proses itu terus untuk bagaimana maslahat itu lebih banyak dari mudharat,” tukasnya.

Rr

 




Para Santri Diajak Perkuat Kerukunan

Wagub menyerahkan santunan kepada anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6) (foto: Dok Humas NTB)

Masyarakat dan para santri diajak terus bersatu menjaga kerukunan​ dan keamanan daerah, sehingga NTB yang beriman, berbudaya berdaya saing dan sejahtera benar benar dapat diwujudkan.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H.Muh Amin,SH.M.Si menegaskan itu pada acara silaturahmi di Ponpes AL-Kamal Narmada pimpinan TGH.Mahally Fikri. Silaturahmi dilanjutkan penyerahan santunan kepada 800 anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6).

Kemajuan dan perubahan NTB karena Masyarakat mendukung pemerintah daerah. Dengan dukungan keamanan dan kerja keras rakyat, tidak hanya kemajuan pembangunan fisik seperti infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah diwujudkan. Tapi juga kedamaian hidup dan  kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan.

Termasuk sejumlah penghargaan nasional dan internasional dapat diraih, karena dukungan masyarakat.

Indikator kinerja pembangunan NTB dibuktikan tiga parameter yaitu pertumbuhan ekonomi NTB 3 tahun terakhir berada di atas rata rata nasional. Disusul menurunnya jumlah penduduk miskin dan terbukanya lapangan kerja, diikuti berkurangnya jumlah pengangguran.

Namun wagubb juga mengakui, masih banyak kekurangan pembangunan yang perlu terus dilakukan perbaikan.

“Segala kekurangan itu akan terus kita akukan perbaikan secata bertahap dan seluruhnya,” ujar Hwagub. Harapannya semoga mendapat Rido Allah SWT dan dipermudah menyelesaikannya sampai akhir jabatan nanti, imbuhnya

Sebelumnya  Pimpinan Ponpes AL-Kamal Narmada TGH. Mahally Fikri menerangkan, sebayak 2000 orang akan menerima paket santunan. Dikatakannya, menyantuni anak yatim dan para jompo dan fakir merupakan kegiatan rutin yang tiap tahun dilakukannya.

Hadir dalam acara silaturahmi itu sejumlah Kepala OPD provinsi NTB, Tokoh Agama serta masyarakat setempat.

AYA

 




Di Sleman Yogyakarta, TGB Himbau Untuk Menebar Kebaikan Sebagai Pilihan Hidup

Di tengah banyaknya pilihan hidup, TGB ajak masyarakat dan jama’ah sholat subuh menebar sekaligus mengutamakan kebaikan.

MATARAM.lombokjournal.com — Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) saat memberikan tausyiah di hadapan jama’ah sholat subuh Masjid Jami’ At-Taqwa, Minomartani, Sleman Yogyakarta, Minggu (18/06).

Dalam usia kita yang sependek-pendek ini, atau bahkan sepanjang-panjangnya, banyak amal dan aktivitas yang menjadi pilihan hidup. “Manusia tinggal memilih mau jadi apa, “ tutur Gubernur alumni Mesir itu di hadapan ratusan jama’ah yang membludak tersebut.

TGB mengilustrasikan pilihan kebaikan itu dengan sebuah kisah. Ahli tafsir jebolan Al azhar Mesir itu mengisahkan  seorang pedagang besar yang juga mencintai keimanan dan kesholehan. Suatu hari, pedagang itu keluar rumah untuk pergi berniaga.

Di tengah jalan dia bertemu dengan seekor burung yang patah sayapnya. Burung itu mengalami kesulitan terbang bahkan untuk bergerak sedikit pun tidak bisa. Kemudian pedagang itu bertanya dalam hati, bagaimana burung ini bisa lepas dari kesulitan itu.

Bagaimana burung ini mendapatkan makan untuk memperoleh kekuatan dalam dirinya. Sesaat kemudian, pedagang itu melihat seekor burung yang memiliki kepakan sayap besar yang membawa makanan. Dalam hati pedagang itu, ini rupanya mahluk utusan Allah yang mengantarkan rezeki Allah kepada burung pesakitan ini.

Pedagang itu pun pulang dan menemui gurunya, Ibrahim Bil Anam. Dan dia ceritakan peristiwa yang terjadi dengan burung tadi. Di hadapan gurunya ia menyampaikan bahwa dia tidak ingin lagi jauh-jauh berniaga. Dia hanya ingin beribadah, berdo’a dan melepaskan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi.

Karena Allah sudah menyediakan rezeki baginya, bahkan menurutnya burung yang sakit pun itu sudah mendapatkan rezeki dari Allah.

Namun, sang guru menjawab, “Kenapa kamu memilih menjadi burung yang patah sayapnya? Kenapa kamu tidak memilih menjadi burung yang kuat dan bisa membawa rezeki bagi burung yang lain,” cerita TGB.  Saat itu, sang pedagang tersungkur dan mencium tangan gurunya.

Kisah ini, walaupun sederhana menurut TGB, dapat memberi gambaran bahwa dalam hidup ini selalu ada banyak pilihan. Mau menjadi orang menerima kebaikan atau menjadi orang yang selalu memberi dan mendistribusikan kebaikan kepada banyak orang.

“Kuncinya adalah fastabiqul khairaat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” tutur TGB

Dalam konteks pilihan hidup, TGB menghimbau umat untuk selalu mengutamakan suatu pekerjaan, perbuatan yang banyak memberikan manfaat dan kebaikan pada banyak orang.

AYA

 




Hanya Di NTB, Tarawih Dengan Qira’at Imam Yang Berbeda-beda, Tapi Dapat Pujian Ahli Qira’at Libanon

Baru ditemui hanya di NTB, imam sholat tarawih diminta mengimami dengan qira’at berbeda-beda. Tapi itu justru membuat ahli qira’at asal Libanon jadi mengagumi NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Ahli qira’at asal Libanon itu adalah Prof. Dr. Khalid Barakat, yang mengungkapkan kekagumannya usai diterima Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi di Pendopo Gubernur, Jum’at (16/06).

“Ini merupakan kepeloporan yang bagus. Maksudnya adalah agar umat Islam itu mengapresiasi perbedaan,” kata Syaikh Khalid yang datang bersama Prof. Dr. Muhammad Nasir Allabba, usai  diterima Gubernur NTB.

Syaikh Khalid Barakat, seorang pemimpin para ahli qira’at  Libanon, mengagumi masyarakat NTB setelah menyaksikan pelaksanaan sholat tarawih yang berlangsung di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center selama bulan Ramadhan ini.

Syaikh  Khalid sendiri telah mengimami sholat tarawih di berbagai negara di dunia, seperti Amerika, Inggris, Australia, Perancis dan beberapa negara lainnya. Ia mengaku, selama  mengimami sholat tarawih di NTB, satu kesan yang sangat menarik dan belum pernah ditemukan di negara-negara lain  adalah ia diminta mengimani shalat Tarawih  dengan bacaan yang berbeda- beda.

“Itu hanya terjadi di NTB,” katanya.

Gubernur NTB yang akrab disapa TGB menceritakan kesan positif dan kekaguman Syaikh asal Libanon terhadap umat islam di NTB yang mampu mengapresiasi perbedaan. Artinya, pelaksaan sholat tarawih dengan qira’at imam yang berbeda-beda, mengisyaratkan pelaksanaan ibadah selama ini tidak satu cara yang memonopoli kebenaran.

Menurut TGB, banyak hal lain juga diamalkan dan berlaku di seluruh penjuru dunia Islam, yang juga merupakan praktek yang benar.

“Sehingga,  kita tidak mudah menyalahkan pihak lain, tidak mudah menganggap diri kita lebih baik dari yang lain dan kita lebih mengapresiasi perbedaan,” jelas TGB.

TGB menginginkan Islamic Center ini berfungsi sebagai salah satu kekayaan peradaban Islam untuk kemanusiaan. “Ini yang harus kita tunjukkan,” harap TGB.

AYA

 

 




Pemprov NTB Akan Bayar Rp116 Miliar Lebih Untuk TKD 13, Gaji 13 dan Gaji 14

Pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa tenggara Barat (NTB) segera terima TKD 13 dan Gaji 14 atau THR (Tunjangan Hari Raya)

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera menerima gaji 14 atau THR (tunjangan hari raya), yang akan dibayarkan Pemprov NTB tanggal 19 Juni 2017.

“Tunjangan Hari Raya (THR) akan segera keluar,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, H Supran, Di kantor Gubernur NTB, Jum’at (16/6)

Gaji 14 atau THR PNS dan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) 13 akan dibayarkan serentak tanggal 19 Juni. Pembayaran THR mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76 tahun 2017 tentang pembayaran THR atau Gaji 14 dan Nomor 74 tahun 2017 untuk pembayaran Gaji 13.

Karena untuk pembayaran itu disesuaikan dengan anggaran yang ada, maka yang akan didahulukan adalah pembayaran THR dan TKD. “Karena menjelang idul fitri pasti banyak kebutuhan yang harus dikelurkan oleh pegawai kita,” tutur Supran.

Sedang untuk Gaji 13 akan dibayarkan pada bulan Juli. Saat itu merupakan awal penerimaan siswa baru, jadi pengeluarannya anggaran itu disesuaikan kebutuhan biaya pendidikan untuk anak-Anak PNS.

Total anggaran yang disediakan Pemprov NTB untuk pembayaran THR, TKD 13 dan Gaji 13, serta Gaji 14 atau THR sebesar Rp 116,38 miliar. Dengan rincian untuk pembayaran gaji 13 atau THR Rp 48,63 miliar, TKD 13 sekitar Rp 9 miliar dan gaji 13 Rp 58,07.

“Sejumlah itu akan diterima sekitar 15 ribu lebih ASN di lingkup Pemprov NTB,” kata Supran.

AYA

 




Kepesertaan Mandiri BPJS Kesehatan Mataram Di Atas Angka Nasional

BPJS Kesehatan Cabang Mataram bergerak cepat untuk mencapai kepesertaan mandiri. Sampai Juni 2017  sudah mencapai 80 persen, berarti jumlah kepesertaannya di atas angka nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Mataram, Muhammad Ali, mensosialisasikan terkait kepesertaan mandiri (Foto: rR)

MATARAM.lombokjournal.com —   Direktur Kepesertaan dan Pemasaran Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari yang tiba di Mataram Kamis siang, mengungkapkan itu dalam acara Badan Usaha Gathering dan Buka Puasa di Ballroom Hotel Lombok Raya, Kamis (15/6).

“Saat ini kepesertaan mandiri di BPJS Cabang Mataram mencapai 80 persen, itu di atas angka nasional,” katanya.

Lebih lanjut Andayani mengatakan, awal Januari  Tahun 2019 menjadi target BPJS Kesehatan untuk mewujudkan universal health coverage.

“Target itu bisa terlaksana atas kerjasama seluruh stakeholder,” kata Andayani dalam sambutannya sebelum buka puasa.

Andayani saat itu menekankan, betapa pentingnya program jaminan kesehatan untuk rakyat Indonesia.

BPJS Kesehatan Kota Mataram juga menargetkan per 1 Januari 2019 ditargetkan seluruh penduduk NTB sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri.  Kalau angka kepesertaan mandiri hingga Mei lalu sudah mencapai lebih 70 persen, maka dengan inovasi dan terobosan unuk meningkatkan mutu layanan,  target  tersebut bisa dicapai tahun 2018.

Diperoleh informasi, lebih dari 2,6 juta penduduk NTB mendapatkan BPJS Kesehatan secara gratis. Iuran BPJS Kesehatan masyarakat tergolong kurang mampu itu ditanggulangi anggaran dari APBN dan APBD.  Saat ini pihak BPJS Kota Mataram terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki BPJS Kesehatan utamanya untuk peserta yang mandiri.

Menurut Andayani, dalam semangat gotong royong kita membutuhkan sekian orang sehat, untuk membantu mereka yang sakit.

“Kita harus bergandengan tangan, karena keterbatasan finansial pemerintah untuk membiayai program jaminan kesehatan itu,” katanya.

Santunan Panti Asuhan

Acara Badan Usaha Gathering dan Buka bersama yang juga dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XI dan ratusan peserta dari badan usaha itu, juga dilakukan santunan anak yatim pada panti asuhan yang dikelola Nahdlatul Wathan (NW) dan Muhammadiyah.

Penyerahan santunan itu dilakukan Kepala Cabang  BPJS Kesehatan Kota, dr Muhammad Ali, Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, andayani Budi Lestari, serta Asisten II Pemkot Mataram, Warthan.

Sebelumnya, dr Muhammad Ali mensosialisasikan terkait BPJS Kesehatanuntuk peserta mandiri.  Dan testimoni disampaikan dari Bagian HRD (Human Resources Development) dari Lombok Golf Kosaido Country Club di Lombok utara.

Rr.

 

 

 

 

Hingga Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS secara nasional mencapai 176.982.157 jiwa. Dan hingga kini BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes TP), terdiri dari 9.825 puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Praktik Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama.




Peringatan Nuzulul Qur’an; TGB dan Guru Besar Al Azhar Uraikan Kemuliaan Al Qur’an

Memperingati “Nuzulul Qur’an”  tiap tanggal 17 Ramadhan  merupakan  pengingat, sudahkah kita  mempelajari dan mengamalkan kandungan  Al Quran

MATARAM.lombokjournal.com —  Mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, menjadi pokok uraian Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi pada peringatan Nuzulul Qur’an di  Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Rabu (14/6).

Di hadapan Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani, yang menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an itu, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan, di dalam al Qur’an terkandung segala sumber apa pun yang diperlukan manusia.

“Mari kita jadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum mempelajari Al-Qur’an lebih baik lagi,” ajak TGB.

Menurutnya, firman Allah dalam Qur’an merupakan sumber yang sangat aplikatif, termasuk dalam hal berbangsa dan bernegara. Umat muslim penting mempelajari Al-Qur’an baik sebagai bangsa dengan keberagaman, baik sisi etnis, budaya, suku, dan agama.

Dalam Al-Qur’an telah diajarkan keberagaman sebagai potensi kekuatan bangsa untuk menjadi lebih kuat. Keberagam di dunia itu tidak boleh menjadi sebab menjauh satu sama lain.

“Keberagaman menjadi lahan yang sangat subur untuk saling mengisi dan belajar hal-hal yang baik satu sama lain,” jelas TGB.

Dalam kesempatan sama, Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani menegaskan hal senada. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dimuat dalam Al-Quran dan dapat menjadi solusi bagi setiap permasalahan umat manusia.

“Barang siapa yang berpegang teguh terhadap Al-Qur’an, maka akan diberikan petunjuk yang lurus,” paparnya dengan Bahasa Arab yang diterjemahkan.

Guru Besar Al Azhar itu mengaku beruntung dapat memperingati turunnya kitab suci umat islam bersama masyarakat pulau seribu masjid, Nusa Tenggara barat.

Peringatan Nuzulul Qur’an sebagai rangkaian dari Pesona Khazanah Ramadhan 1438 Hijriyah, juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik ibu kota, Bimbo dan Tausyiah dari Tuan Guru Fahrurrozi. Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH.,M.Si, Sekda NTB, Dr.H.Rosiady Sayuti bersama Forkopimda Provinsi NTB, serta Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roslikana.

AYA




Ekspor NTB Bulan Mei Turun Lagi

Kalau dibandingkan bulan April, nilai ekspor pada bulan Mei 2017 kembali merosot.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat nilai ekspor Provinsi NTB bulan Mei  2017 mengalami penurunan. Kepala Badan Pusat Statistik (NTB) Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, nilai ekspor NTB  selama bulan Mei  2017 sebesar US$ 42.890.168 Nilai tersebut menurun 63.42 persen dibandingkan dengan bulan April yang nilai ekspor mencapai US$ 117.236.839.

“Penurunan disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor barang tambang/galian non migas, yang memiliki kontribusi ekspor sangat dominan,” katanya di Mataram, Kamis (16/6).

Bulan Mei 2017, ekspor terbesar dengan tujuan Korea Selatan (Korsel) senilai 66.64 persen, Jepang 33,35  Persen, sisanya  Singapura, Hongkong dan itali  Senilai 0,01 Persen.

Jenis barang yang diekspor pada bulan Mei terdiri dari barang tambang/galian non migas senilai US$ 42.883.955 (99,986 Persen), Ikan dan Udang  US$ 2.602  (0,006 persen), dan Buah Sebesar US$ 611  (0,008 persen).

“Selebihnya adalah ikan/Udang,benda benda dari batu,Gips dan semen, jerami/bahan anyaman dan lain-lain,”Jelasnya.

Sedangkan Lanjut Endang, untuk  nilai Impor bulan Mei  2017 sebesar US$ 12,093.991 meningkat 357,75 persen dibandingkan bulan April  2017 yang bernilai US$ 2.642.032

Negara asal impor terbesar pada bulan Mei  2017 adalah Australia senilai US$ 4.157.562 (69.47 persen), Singapura senilai US$ 5.420.944 (44,82 persen) ,Singapura senilai US$ 1.703.639 (14,09 persen), Jepang Senilai US$ 1.690.877 (13,98 Persen) serta Amerika Serimat senilai US$ 899.838 (7,44 Persen).

“Jenis barang impor bulan Mei  2017 dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin / pesawat mekanik  70,73 persen , Bahan Kimia 14,42 Persen dan bahan bakar mineral 13,60  persen,” pungkasnya.

AYA




Ali BD Sambangi Gubernur, Katanya Cuma Silaturahmi

Bupati Lombok Timur, Ali Bin Dahlan yang mengaku akan maju dalam bursa Pilgub 2018 dari jalur idependen, tiba-tiba menemui Gubernur TGH M Zainul Majdi

MATARAM.lombokjournal.com — Ali Bin Dahlan menyambangi Gubernur NTB, TGB H Zainul Majdi di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis (15/6). Ditemui media usai menghadap gubernur NTB,  Ali BD enggan mengungkapkan maksudnya.

Namun dengan lugas Ali menegaskan, pertemuannya dengan gubernur sama sekali tak terkait dengan rencananya maju pada Pilgub mendatang. “Cuma silaturrahmi saja,” ujarnya.

Ali BD juga terang-terang mengaku tak akan berubah pikiran, dirinya tetap maju tanpa dukungan formal partai politik alias  jalur independen. Ia tak memungkiri ada partai besar yang menawarkannya, Ali BD mengaku tak menolak dukungan itu.

Namun ia tetap pada keyakinannya untuk memilih jalur independen.

“Kalaupun ada partai yang menawari tetap kita terima, tapi tetap independen yang kita pakai. Tetap kita masukan bahwa partai ini mendukung kita,” bebernya.

Lebih jauh, bupati yang dikenal sering membuat pernyataan kontroversial itu mengutarakan pemikirannya, untuk memajukan suatu daerah memerlukan waktu yang cukup panjang. Pembangunan NTB dinilainya sudah berjalan bagus, namun menjadikan daerah menjadi hebat tak hanya cukup hanya dengan memerintah 10 tahun lamanya.

“Kalau mau hebat perlu kerja panjang. Presiden menjabat 10 tahun saja belum cukup untuk bisa memajukan negeri,” ujarnya

Program kerja yang mumpuni merupakan syarat mutlak untuk memajukan daerah. Sayangnya, Ali BD belum mau membeberkan rencana programnya untuk meraih simpati masyarakat. Setengah bergurau dikatakannya, tidak ingin programnya ditiru kandidat lain maka ia pun masih merahasiakannya.

“Tentu punya program tapi saya tidak bisa menyebutkan prorgam saya,” kata Ali.

Tiap kandidat, menurutnya, pasti punya punya program berbeda. Namun sangat rentan ditiru pesaing politiknya bila dibocorkan visi dan misinya ke depan. Kalau bocor, bisa menjadi bumerang yang tidak menguntungkannya.

“Bahaya nanti itu hak paten saya. Nanti kalau udah pasarnya pilkada, baru kita berargumen,” kilahnya.

Ali BD mengaku sudah memiliki persiapan yang cukup mantap untuk maju di jalur independen.  Segala sesuatu sudah dipersiapkannya. Termasuk prosentase jumlah KTP yang diperlukan sebagai persyaratan maju di jalur independen.

“Saya sudah siapkan semuanya,” tandas Ali.

AYA




Mudik Nyaman Tahun Ini, BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Kesehatan

Para pemudik jelang Hari Raya Idul Fitri 2017, terutama yang masih aktif jadi peserta JKN-KIS, mendapat kemudahan layanan kesehatan perjalanan mudik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali (foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com – Peserta JKN yang mudik bisa berobat di luar wilayah, tanpa harus melaporke Kantor BPJS setempat. Ini memudahkan prosedur, baik darurat maupun non darurat dapat langsung berobat rumah sakit terdekat.

“Ini bagi peserta JKN-KIS yang masih aktif,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali pada wartawan, Kamis (15/06). dalam jumpa pers bertema “Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan” di aula BPJS Kesehatan Mataram.

Kebijakan penyederhanaan prosedur pelayanan itu sejak 19 Juni 2017 sampai dengan 2 Juli 2017. Dengan kebijakan tersebut, peserta JKN-KIS yang sakit saat perjalanan mudik atau telah sampai ke tempat tinggalnya, tidak harus melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat.

MuhammadAli menjelaskan, peserta JKN-KIS yang mudik diimbau membawa kartu kepesertaan JKNi. Maksudnya, kartu kepesertaan itu meliputi Kartu Indonesia Sehat/KIS, Kartu BPJS Kesehatan, Kartu Askes, Kartu Jakarta Sehat/KJS, dan Kartu Jamkesmas.

“Rumah Sakit atau Fasles yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan tidak diperkenankan memungut biaya,” kata Muhammad Ali.

Pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang mudik dan status Kepesertaan aktif.  Karena itu, peserta diminta memastikan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya aktif.  Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi BPJS Kesehatan Mobile pada Menu Cek Iuran.

Sedangkan untuk daftar fasilitas kesehatan dapat dilihat di website BPJS Kesehatan, Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, atau melalui Care Center BPJS Kesehatan 1500400, “Untuk iurn bisa di cek lansung di aplikasi BPJS,” tutur Ali,

BPJS Kesehatan telah menciptakan Apilikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Selama libur lebaran 2017, masyarakat tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500400, yang hadir 7 x 24 jam. Baik untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

Posko Mudik

Saat musim mudik, BPJS Kesehatan juga membuka Posko Mudik di delapan titik padat pemudik yakni, Terminal Pulo Gebang Jakarta, Stasiun Bandung, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekamo Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk serta Pelabuhan Merak Banten.

“Posko Mudik BPJS Kesehatan yang digelar pada 21 hingga 24 Juni 2017 ,dan sudah di sediakan lansung fasilitas Obat obatan pelayanan kesehatan serta sosialisai program BPJS,” sebut Ali

Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta.

“Tidak ada penarikan biaya sedikitpun, jadi tinggal tunjukan kartu JKN-KIS saja,” tegas Muhammad Aii.

AYA