Mushola Mirip Wihara, Jadi Destinasi Wisata Andalan Desa Pakuan, Narmada

Mushola yang mempunyai gaya arsitektur Cina, sehingga banyak yang mengira itu sebagai wihara umat Budha

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Tidak seperti mushola pada umumnya, mushola di Dusun Jurang Malang, Desa Pakuan Kecamatan Narmada, Lombok Barat ini bangunan dan arsitekturnya unik nan cantik. Mushola ini memiliki gaya arsitektur menyerupai wihara Cina.

Berdasarkan cerita yang beredar di tempat ini, mushola ini dibangun oleh seorang muallaf keturunan Tionghoa bernama Ang Thian Kok alias H Maliki, yang dikenal dengan sifat dermawannya. Di dominasi warna merah yang mencolok, bangunan yang berdiri tahun 2010 ini, sangat mirip seperti wihara yang biasa digunakan ibadah umat Budha.

Mardan Haris, Kepala Desa Pakuan, menuturkan bahwa musholla ini semula dibangun berdasarkan kebutuhan ‘darurat’  masyarakat. Waktu itu sedang dilakukan pembangunan masjid, dan masyarakat membutuhkan tempat sementara untuk menunaikan ibadah sebagaimana biasa dilakkukan di masjid.

“Melihat kebutuhan masyarakat itu, maka Haji Malik membangun musholla ini untuk tempat ibadah sementara,” kata Mardan.

Dikatakan Mardan, selain sebagai tempat untuk beribadah, musholla ini juga digunakan untuk kegiatan keagamaan lainnya. “Musholla ini juga dipakai untuk kegiatan-kegiatan pendidikan seperti PAUD dan TPQ,” jelasnya.

Ada cerita unik terkait nama mushola. Ini diungkapkan Satral, yang sehar-hari bertindak sebagai pengelola musholla. Dijelaskannya, semula musholla unik ini dinamakan Al-Maliki, sesuai dengan nama pendirinya.

Namun sekarang musholla itu namanya diganti menjadi Ridwan. Tapi yang mengganti nama mushola itu justru Maliki, yang membangun mushola. Konon penggantian nama musholla ini berdasarkan mimpi yang dialami Mali, sang pemilik.

“Dulunya mushola ini bernama Al-Maliki, namun diganti menjadi Ridwan. Ini ada ceritanya. Suatu saat Haji Maliki bermimpi mengungpas sebuah kelapa. Nah pas kelapa itu berhasil dikupas, munculah tulisan Ridwan. Makanya, sejak saat itu musholla ini diganti namanya menjadi musholla Ridwan,” tutur Satral .

Keunikan arsitektur musholla ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun pernah datang untuk melihat mushola tersebut.

“Banyak wisatawan yang datang untuk melihat musholla ini, mereka datang dari Surabaya, Manado bahkan dari Malaysia juga pernah datang kesini,” jelas Satral.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 




Penumpang Terminal Mandalika Mataram Melonjak 50 Persen

Jelang lebaran idul fitri jumlah penumpang yang mudik melalui terminal Mandalika Mataram Melonjak. Lonjakan penumpang ini mencapai 50 persen lebih

Kepala Terminal Mandalika Mataram, Shaiful Jihad (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Terminal Mandalika Mataram, Shaiful Jihad mengatakan, lonjakan penumpang yang mudik di terminal ke berbagai tujuan di terminal Mandalika, sudah terlihat sejak pagi hari. Para penumpang yang hendak mudik ke kampung halaman sudah mulai memadati terminal.

“Sejak jam 6 pagi penumpang sudah mulai ramai,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (20/6).

Dikatakan Jihad, lonjakan penumpang melalui terminal Mandalika mencapai 50 perssen lebih.

“Jika pada hari biasa Bus Antar Kota Antar Provinsi beroperasi sebanyak 5 unit. Namun menjelang lebaran tahun ini mengalami peningkatan menjadi 17 bus, “ jelasnya.

Jihad memperkirakan, lonjakan penumpang lebih besar akan terjadi pada H-4 sebelum idul fitri. “Perkiraan saya lonjakannya besok atau lusa, H-3 atau H-4,” jelasnya.

Jihad juga tidak menampik kalau ada bus yang tidak memenuhi persyaratan untuk layak jalan. Meski begitu, dirinya menindak tegas sopir bus yang tidak memiliki kelengkapan persyaratan untuk layak jalan.

“Kemarin ada yang saya tidak kasih berangkat karena syarat kelengkapan kendaraannya kurang,” tegasnya.

AYA

 




Akhirnya, Sekolah 5 Hari Dalam Seminggu Dibatalkan Presiden

Setelah mendapat penolakan banyak pihak, program 8 jam belajar atau sering disebut sekolah 5 hari dalam seminggu, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017, akhirnya dibatalkan Presiden Jokowi

lombokjournal.com —

Keputusan untuk membatalkan sekolah 5 hari dalam seminggu itu, diambil presiden setekah memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ma’ruf Amin ke istana,  Jakarta hari Senin (19/6)

Ma’ruf Amin yang didampingi Muhadjir Effendy kepada wartawan mengatakan, Presiden Jokowi merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat, dan memahami keinginan masyarakat dan ormas Islam.

“Oleh karena itu, presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata Ma’ruf Amin menjelaskan pembatalan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan diganti dengan peraturan presiden.

Dikatakan, ormas Islam seperti MUI, PBNU dan Muhammadiyah akan diundang untuk dimintai masukan dalam menyusun aturan. Masalah-masalah yang krusial di dalam masyarakat akan ditampung dalam aturan yang akan dibuat itu.

Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang mengubah waktu sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam per hari mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan, termasuk dari ormas PBNU.

Suara penolakan itu misalnya disuarakan kalangan pondok pesantren yang menilai kebijakan Menteri Muhadjir dinilai tidak cocok diterapkan di wilayah pedesaan. Kondisi di desa berbeda dengan di kota. Di desa, sepulang sekolah formal, anak- anak bisa langsung bertemu orang tuanya, dan melanjutkan pendidikan di madrasah diniyah.

Kalau di kota, kecendrungannya orang tua sibuk semua, sehingga anak-anak jarang bertemu usai pulang sekolah.

“Sehingga, wajar jika kebijakan itu didukung oleh orang tua di kota, karena mereka berpikir akan lebih baik, anaknya berada di sekolah dengan waktu yang lebih lama,” kata Ubaidillah Amin Mochammad, pengasuh Pondok Pesantren An Nuriyah di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Namun di wilayah pedesaan, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan berdagang. Waktu mereka cukup banyak untuk membimbing langsung anak-anaknya. Karena itu diharapkan kebijakan itu dikaji ulang.

Sebelumnya, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tegal menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perihal sekolah lima hari. Menurutnya, kebijakan itu akan mematikan pendidikan madrasah dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) karena siswa pulang sekolah lebih sore.

Terkait sikap penolakannya itu, Ki Enthus yang juga dikenal sebagai dalang kondang itu, mengaku siap mendapatkan hukuman apa pun kalau sikapnya dianggap salah.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi juga menyatakan sikapnnya untuk mengkaji terlebih dahulu kebijakan sekolah 5 hari itu.  Kepada wartawan, beberapa waktu lalu, gubernur mengingatkan Pemerintah Pusat hati-hati menerapkan aturan yang bisa menimbulkan kontradiksi di daerah.

“Peningkatan kualitas pendidikan lebih penting daripada memangkas hari,” katanya.

Rr

 




Antisipasi Lonjakan Penumpang, ASDP Lembar Siapkan Dua Lintasan

Mengantisipasi terjadinya lonjakan arus mudik melalui jalur laut, PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar siapkan dua lintasan. Dua lintasan tersebut meliputi Lembar-Padangbai dan Lembar Surabaya.

Anton Murdianto

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Persiapan ASDP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jelang  lebaran idhul Fitri itu disampaikan Anton Murdianto,  GM PT ASDP Cabang Lembar.

“Untuk lintasan Lembar-Surabaya kita gunakan Kapal Legundi yang dioperasikan setiap hari Senin dan Kamis,” kata anton.

Tidak hanya menyiapkan Kapal Legundi, pihak ASDP juga telah menyiapakan sebanyak 32 kapal yang siap beroperasi setiap hari.

Dikatakan Anton, setelah beroperasinya lintasan Lembar-Surabaya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi melalui lintasan Padangbai-Lembar mulai berkurang.

“Untuk Padangbai-Lembar ini karena ada beroperasinya lintasan Lembar-Surabaya menggunakan Legundi maka agak berkurang untuk kendaraan pribadi,” jelasnya.

Anton menegaskan, meskipun jalur ini baru dibuka namun pengunjung jumlah pengunjung yang menggunakan jalur ini sangat banyak, bahkan mengalami kenaikan hingga 10 persen.

“Dari Bali ke Lombok mengalami kenaikan 10 persen,” jelasnya.

AYA

 




TGB Menguraikan Pesan Agama Tentang Keadilan

Agama diturunkan membawa pesan keadilan dan mencegah kedzoliman. Kalau ajaran agama masuk ke hati dan diamalkan,  segala kedzoliman dengan sendirinya bisa dicegah.

lombokjournal.com —

Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi yang akrab disapa TGB menguraikan ppesan agama itu dalam tausiyahnya di hadapan ratusan jama’ah civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (18/06) ba’da salat ashar di Masjid Al Mujahidin UNY.

“Suatu bangsa yang ingin menciptakan keadilan dan menjauhkan kezholiman, maka ajaran agama harus diamalkan dengan baik, dan rasionalitas kolektif harus ditumbuhkan,” kata TGB.

TGB menguraikan empat unsur penting untuk menghadirkan keadilan dan mencegah terjadinya kedzoliman. Pertama, adalah rasionalitas atau akal. Dengan akal budinya, manusia akan mampu mengolah dan membedakan hal-hal  mana tentang kebaikan dan hal-hal mana terkait dengan keburukan.

“Kalau suatu bangsa atau suatu masyarakat ingin menciptakan keadilan dan mencegah kedzoliman maka rasionalitas kolektif harus ditumbuhkan,” ujarnya.

Kedua, adalah religiusitas atau agama. Menurut TGB, agama selalu mengajarkan kebaikan atau rasionalitas. Ia menjadi penuntun umat manusia untuk berlaku adil dan bertindak di atas nilai-nilai moral yang baik atau berakhlakul karimah.  Kalau ajaran agama sudah betul-betul masuk dalam hati dan diamalkan maka segala kedzoliman itu dengan sendirinya akan mampu dicegah, terangnya.

Dan ketiga adalah adanya kekuasaan atau kepemimpinan yang efektif. Lalu kapan itu lahir? Kekuasaan atau kepemimpinan yang efektif akan lahir jika ada kepercayaan dari masyarakat. Keteladanan dalam kepemimpinan sangat diperlukan untuk menghadirkan keadilan.

“Dan yang keempat adalah ketidakmampuan berbuat dzolim,” imbuhnya.

Selain tentang spirit agama, dalam tausiyah Tuan Guru Bajang juga menyampaikan pentingnya ilmu atau pengetahuan. Dimana, ilmu pengetahuan itu juga menjadi parameter dan bagian dari ketaqwaan. Orang dihormati tidak semata-mata karena kekuasaan, tapi juga karena ilmu.

Cinta pada ilmu, kata TGB, adalah sesuatu yang sentral dan merupakan bagian dari membangun peradaban. Ia mengajak para jamaah yang hadir saat itu untuk mengapresiasi ilmu pengetahuan dan kebaikan-kebaikan.

BACA JUGA : Rektor UII Yoga Sebut TGB Sebagai Pemimpin Ideal

Para mahasiswa yang menjadi bagian civitas akademika diminta terus belajar dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

AYA




Rektor UII Yogyakarta Sebut TGB Sebagai Sosok Pemimpin Ideal

Safari Ramadhan Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi atau TGB di Yogyakarta memberi kesan mendalam kalangan Civitas Academika, khususnya di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

lombokjournal.com —

Rektor UII Yogyakarta, Nandang Sutrisno mengagumi keluasan ilmu agama TGB. karena itu, usai menyampaikan tausiyah di Masjid Al Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kembali didaulat memberikan tausiyah di Masjid Ulil Albab yang berada di komplek Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta,  Minggu (18/6).

Rektor UII Yogyakarta, Nandang Sutrisno merasa beruntung dan mengucapkan terima kasih karena TGB bersedia berbagi ilmu dan pengalaman. Sebagai pujian, Nandang mengatakan bahwa Gubernur TGB saat ini adalah sosok pemimpin yang sangat ideal dan menjadi idola umat.

Baginya Gubernur TGB bukan hanya sosok pemimpin pemerintahan, tetapi juga ulama yang memiliki pengetahuan agama yang sangat baik.

“Inilah sosok pemimpin yang ideal. Mudahan kepemimpinan seperti ini menjadi satu model yang bisa ditiru oleh semua,” tegas Nandang Sutrisno

Ramadhan Bulan Al Qur’an

Usai shalat Isya’ dan taraweh berjamaah di Masjid Ulil Albab, dalam tausiyahnya TGB menguraikan. bahwa bulan Ramadhan merupakan bulannya Al-Qur’an.

Jika dilihat dalam Al-Quran, maka ada tiga hal mencolok terkait Ramadhan. Pertama, tentang perintah puasa. Kedua, tentang Al-Quran dan ketiga tentang Ramadhan yang merupakan waktu terbaik untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT.

TGB menguraikan bahwa untuk mengerti dan memahami Al-Quran, maka terlebih dahulu harus kenal dan cinta Al-Quran. Banyak pintu masuk untuk mengenal Al-Quran, bisa mulai dari definisinya, bisa mulai dari fungsinya dan bisa dimulai dari perspektif-perspektif yang lain.

TGB yang saat itu didampingi Rektor UII Yogyakarta Nandang Sutrisno, mengatakan, untuk berinteraksi atau memahami dan mengakrabi sesuatu maka cara paling sederhana adalah dengan mengenal nama sesuatu itu terlebih dahulu.

Demikian juga untuk mengerti dan memahami Al-Quran. Ia menjelaskan, nama Al-Quran sudah menjadi lahan penelitian, diskusi dan eksplorasi yang luar biasa dari para ulama terdahulu. Para Jama’ah dan mahasiswa diajaknya terus mendekatkan diri dengan Al-Quran sebagai pedoman hidup.

“Dekat dengan Al-Quran berarti juga dekat dengan Allah SWT,” kata TGB.

AYA

 




BERRYBENKA Store di Lombok, Hadirkan Koleksi Special Ramadhan

Sukses menghadirkan lebih 20 gerai offline di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari 1 tahun, kini untuk meriahkan Bulan Suci Ramadhan Berrybenka membuka Berrybenka Store– nya di Pulau Lombok.

MATARAM.lombokjournal.com —

Berrybenka, perusahaan retail fesyen berbasis teknologi dan pelopor pengalaman berbelanja Online-to-Offline (O2O) di Indonesia kini hadir di Lombok Epicentrum Mall, Ground Floor Unit 48. Di area seluas 96m2, Berrybenka hadirkan koleksi pilihan dari Berrybenka Label, Berrybenka Men, dan Hijabenka. Koleksinya diperbaharui tiap dua minggu.

Hadir di Lombok Epicentrum Mall, Ground Floor Unit 48.

Vina Rosta selaku Co Head of Online-to-Offline  PTBerrybenka menyampaikan, memeriahkan bulan suci Ramadhan, Berrybenka hadir di PulauSeribu Masjid bersama koleksi special Ramadhan.

“Kami mengharapkan kombinasi antara penjualan online (lewatwebsite, app) dan penjualan offline,  dapat memberikan pengalaman berbelanja lebih baik lagi kepada para pelanggan,” terangnya dalam siaran persnya, Minggu (18/6)

Berrybenka gencar membuka beberapa gerai offline sepanjang tahun ini untuk peningkatan penjualan dan jumlah pelanggan baru baik di ranah offline maupun online di kota tersebut setelah hadirnya gerai offline Berrybenka.

“Lombok dipilih sebagai destinasi dibukanya Pop Up Store Berrybenka karena kami melihat bahwa penjualan di Lombok selama satu tahun terakhir ini mengalami kenaikan sebesar 150%”, sambungVinaRosta.

Berrybenka bertujuan memberikan pengalaman belanja Online-to-Offline (O2O) yang nyaman, mudah dan terpercaya bagi pelanggan; Berrybenka hadir dengan fitur-fitur yang belum ditemukan di took ritel lainnya yaitu, fitur ‘COD 2.0’ dan ‘Retur di Toko’.

Fitur ‘COD 2.0’ yang ditawarkan disini adalah pelanggan bias memesan produk-produk yang ada di website Berrybenka, lalu memilih salah satu toko yang terdekat sebagai tujuan pengiriman, misalnya toko di Lombok Epicentrum Mall ini. Setelah pesanan sampai di toko (kurang lebih 2-3hari), pelanggan akan mendapatkan SMS notifikasi bahwa barangnya sudah sampai.

Pelanggan dapat datang ke toko dan mencobanya terlebih dahulu, lalu melakukan pembayaran hanya untuk produk yang memang dirasa cocok. Layanan ini baru pertama kali dilakukan oleh perusahaan fesyen di Indonesia.

Untuk fitur yang kedua, “Retur di Toko”,pelanggan dapat mengembalikan barang yang telah mereka beli secara online denganhanya membawanya ke toko kita, tanpa perlu repot untuk membungkus dan membawanya ke perusahaan jasa logistik untuk dikirimkan kembali ke gudang di Jakarta.

Selama bulan suci Ramadhan ini, pelanggan dapat memiliki koleksi special Ramadhan dengan harga khusus, yakni potongan harga sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap minimum pembelianRp. 450.000,-

Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di www.berrybenka.com/popuplombok dan ikuti tagar #BBPopUpLombok di media sosial.

TentangBerrybenka

Berrybenka.com adalah situs belanja online  fesyen dan kecantikan ternama di Indonesia. Berrybenka menjual lebih dari 1500 merek lokal dan internasional, termasuk in-house label. Berrybenka menawarkan kombinasi produk fesyen dan kecantikan terkini untuk setiap gaya personal yang beragam untuk wanita dan pria, bervariasi dari pakaian, aksesori, sepatu, tas, produk olahraga dan kecantikan.

Komitmen kami adalah memberikan pengalaman belanja online yang menyenangkan, mudah, dan terpercaya untuk memuaskan pelanggan dengan koleksi baru dan penawaran special setiap harinya. Berrybenka menawarkan beragam keuntungan seperti retur produk gratis hingga 30 hari setelah barang diterima, gratis biaya pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia untuk semua pembelanjaan di atas Rp 200.000 serta Cash on Delivery (COD) di lebihdari 55 kota dan 2400 kecamatan di seluruh Indonesia.

Rr (Adv)




TGB Bicara Lugas Tentang Korupsi Di Yogyakarta, Ini Katanya

Masyarakat baik itu ada saat mainstreamingnya amal shalih (kebaikan), maka ketidakbaikan terpinggirkan. Sebaliknya, saat mainstream yang terbangun kebathilan, maka kebaikanlah yang terpinggirkan. Itu kata TGB

lombokjournal.com

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, saat ditanya bagaimana meminimalisir penyimpangan birokrasi di NTB punya jawaban lugas. Tuan Guru Bajang atau TGB sapaan akrab gubernur itu mencontohkan, sistem pengadaan barang dan jasa.

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di NTB menjadi salah satu percontohan di Indonesia. Akan tetapi, ia mengaku dengan sistem yang tegas dan rigid, tidak bisa memastikan 100 persen bebas dari penyimpangan.

Menurutnya, memastikan (tidak terjadi penyimpangan,red)itu tidak mungkin. Tapi menduga kuat bahwa prosesnya itu memang proses yang sudah transparan akuntabel, bisa dengan sistem.

“Tapi, memastikan dari A sampai Z bahwa tidak ada hanky panky atau tipu daya dari awal A-Z  kita tidak tahu. Kita bisa mengukur dari sistem itu selama sistem itu berjalan prosedurnya,” katanya dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (17/06) malam

Menurutnya, kalau sistem itu berjalan prosedurnya, terlihat tidak ada yang nyata menyimpang. Tapi kalau memang ada penyimpangan, prosesnya harus diaborsi, diulangi.

“Tapi sekali lagi ini kita terus berupaya,” beber TGB.

Sebelumnya dkatakan TGB, banyak kalangan menilai korupsi dan penyimpangan birokrasi pemerintahan masih menjadi persoalan Bangsa Indonesia yang sulit terpecahkan. Namun menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, MA, hal itu bisa diatasi dengan sederhana.

“Menurut saya sederhana. Tidak usah dilakukan. Tidak ada resep yang lebih baik selain meninggalkan dan jangan lakukan itu. Ini kalau pribadi bagaimana saya,” tegas TGB.

Ya, tentu setelah itu dibangun sistem disitu ada sinyal yang jelas, siapa pun yang melakukan suap menyuap atau tindak pidana korupsi dapat ganjaran atau punishment tegas. Bentuknya ada pakta integritas. “Begitu tersangka langsung jadi non aktif. Jadi, begitu tersangka selesai,” tuturnya.

Lebih jauh TGB mengatakan, tidak bisa menjamin tindakan korupsi dan kejahatan lainnya bisa hilang sama sekali. Bahkan, pada zaman Rosulullah, Muhammad Saw, masih ada kejahatan yang terjadi dalam masyarakat.

“Apa anda kira korupsi tidak ada zaman itu. Apakah anda kira bahwa pencurian tidak ada? Apakah anda kira Prostitusi tidak ada? Ada,” tukas TGB.

Menurutnya, bukan berarti 100 persen harus baik semua baru kemudian bisa lega. Cukuplah dengan pelajaran sejarah, ketika kita mampu me-mainstream-kan kebaikan maka mudah-mudahan itu suatu tanda baik.

“Tapi kalau yang menjadi mainstream itu tidak baik. Nah, itu warning buat kita untuk kita benahi,” tandas mantan anggota DPR RI Periode 2004-2009 ini.

TGB menegaskan, keteladanan seorang pemimpin menjadi penting untuk menerapkan sistem yang baik. Keteladanan adalah katup pengaman dalam kepemimpinan. Jika seorang pemimpin memberikan teladan yang baik dengan banyak memberikan maslahat kepada masyarakat, maka penyimpangan-penyimpangan birokrasi bisa ditekan.

“Itu sebabnya kan, kalau di dalam hadist Rasul, tujuh kelompok manusia yang akan dinaungi, itu yang pertama kan imamum adil, pemimpin yang adil. Bukan berarti pemimpin yang adil itu sepenuhnya dari A-Z  tenang-tenang saja. Tidak. Dia disebut adil ya karena ada proses itu terus untuk bagaimana maslahat itu lebih banyak dari mudharat,” tukasnya.

Rr

 




Para Santri Diajak Perkuat Kerukunan

Wagub menyerahkan santunan kepada anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6) (foto: Dok Humas NTB)

Masyarakat dan para santri diajak terus bersatu menjaga kerukunan​ dan keamanan daerah, sehingga NTB yang beriman, berbudaya berdaya saing dan sejahtera benar benar dapat diwujudkan.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H.Muh Amin,SH.M.Si menegaskan itu pada acara silaturahmi di Ponpes AL-Kamal Narmada pimpinan TGH.Mahally Fikri. Silaturahmi dilanjutkan penyerahan santunan kepada 800 anak yatim dan orang tua jompo, Minggu (18/6).

Kemajuan dan perubahan NTB karena Masyarakat mendukung pemerintah daerah. Dengan dukungan keamanan dan kerja keras rakyat, tidak hanya kemajuan pembangunan fisik seperti infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah diwujudkan. Tapi juga kedamaian hidup dan  kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan.

Termasuk sejumlah penghargaan nasional dan internasional dapat diraih, karena dukungan masyarakat.

Indikator kinerja pembangunan NTB dibuktikan tiga parameter yaitu pertumbuhan ekonomi NTB 3 tahun terakhir berada di atas rata rata nasional. Disusul menurunnya jumlah penduduk miskin dan terbukanya lapangan kerja, diikuti berkurangnya jumlah pengangguran.

Namun wagubb juga mengakui, masih banyak kekurangan pembangunan yang perlu terus dilakukan perbaikan.

“Segala kekurangan itu akan terus kita akukan perbaikan secata bertahap dan seluruhnya,” ujar Hwagub. Harapannya semoga mendapat Rido Allah SWT dan dipermudah menyelesaikannya sampai akhir jabatan nanti, imbuhnya

Sebelumnya  Pimpinan Ponpes AL-Kamal Narmada TGH. Mahally Fikri menerangkan, sebayak 2000 orang akan menerima paket santunan. Dikatakannya, menyantuni anak yatim dan para jompo dan fakir merupakan kegiatan rutin yang tiap tahun dilakukannya.

Hadir dalam acara silaturahmi itu sejumlah Kepala OPD provinsi NTB, Tokoh Agama serta masyarakat setempat.

AYA

 




Di Sleman Yogyakarta, TGB Himbau Untuk Menebar Kebaikan Sebagai Pilihan Hidup

Di tengah banyaknya pilihan hidup, TGB ajak masyarakat dan jama’ah sholat subuh menebar sekaligus mengutamakan kebaikan.

MATARAM.lombokjournal.com — Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) saat memberikan tausyiah di hadapan jama’ah sholat subuh Masjid Jami’ At-Taqwa, Minomartani, Sleman Yogyakarta, Minggu (18/06).

Dalam usia kita yang sependek-pendek ini, atau bahkan sepanjang-panjangnya, banyak amal dan aktivitas yang menjadi pilihan hidup. “Manusia tinggal memilih mau jadi apa, “ tutur Gubernur alumni Mesir itu di hadapan ratusan jama’ah yang membludak tersebut.

TGB mengilustrasikan pilihan kebaikan itu dengan sebuah kisah. Ahli tafsir jebolan Al azhar Mesir itu mengisahkan  seorang pedagang besar yang juga mencintai keimanan dan kesholehan. Suatu hari, pedagang itu keluar rumah untuk pergi berniaga.

Di tengah jalan dia bertemu dengan seekor burung yang patah sayapnya. Burung itu mengalami kesulitan terbang bahkan untuk bergerak sedikit pun tidak bisa. Kemudian pedagang itu bertanya dalam hati, bagaimana burung ini bisa lepas dari kesulitan itu.

Bagaimana burung ini mendapatkan makan untuk memperoleh kekuatan dalam dirinya. Sesaat kemudian, pedagang itu melihat seekor burung yang memiliki kepakan sayap besar yang membawa makanan. Dalam hati pedagang itu, ini rupanya mahluk utusan Allah yang mengantarkan rezeki Allah kepada burung pesakitan ini.

Pedagang itu pun pulang dan menemui gurunya, Ibrahim Bil Anam. Dan dia ceritakan peristiwa yang terjadi dengan burung tadi. Di hadapan gurunya ia menyampaikan bahwa dia tidak ingin lagi jauh-jauh berniaga. Dia hanya ingin beribadah, berdo’a dan melepaskan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi.

Karena Allah sudah menyediakan rezeki baginya, bahkan menurutnya burung yang sakit pun itu sudah mendapatkan rezeki dari Allah.

Namun, sang guru menjawab, “Kenapa kamu memilih menjadi burung yang patah sayapnya? Kenapa kamu tidak memilih menjadi burung yang kuat dan bisa membawa rezeki bagi burung yang lain,” cerita TGB.  Saat itu, sang pedagang tersungkur dan mencium tangan gurunya.

Kisah ini, walaupun sederhana menurut TGB, dapat memberi gambaran bahwa dalam hidup ini selalu ada banyak pilihan. Mau menjadi orang menerima kebaikan atau menjadi orang yang selalu memberi dan mendistribusikan kebaikan kepada banyak orang.

“Kuncinya adalah fastabiqul khairaat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” tutur TGB

Dalam konteks pilihan hidup, TGB menghimbau umat untuk selalu mengutamakan suatu pekerjaan, perbuatan yang banyak memberikan manfaat dan kebaikan pada banyak orang.

AYA