Sarana Irigasi Santong Tidak Ideal, Petani Sering Cekcok Pembagian Air

Daerah Irigasi (DI) Santong, Lombok Utara, yang mengairi lebih 2 Ribu lahan pertanian butuh peningkatan, agar bisa memenuhi kebutuhan pengairan 10 desa

Pemborosan air juga diakibatkan saluran yang rusak

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Pengelolaan DI Santong yang masih di bawah pegelola sumberdaya air (PSDA) provinsi dinilai baik, setidaknya terbukti dalam Lomba Pengamat Pengairan Tingkat Provinsi NTB bulan Mei lalu, menyabet terbaik kedua. Padahal, sarana irigasi yang ada di daerah Santong jauh dari ideal.

Dalam lomba itu, terbaik satu disabet daerah Dompu. Tentu wajar, mengingat irigasi di Dompu sarananya jauh lebih baik, karena anggaran pengelolaannya langsung diperoleh dari pusat. Tapi DI Santong yang di bawah provinsi, terkesan kurang dapat perhatian.

Sakuran irigasi alam membuang air sampai 50 persen

“Kondisi irigasi Santong sangat tidak ideal, tapi kami berusaha terus membuat terobosan untuk memenuhi kebutuhan petani,” jelas pengamat DI Santong, Johan Asmadi, saat ditemui Lombok Journal di Santong, Selasa (27/6).

Menurut Johan, kalau petani kadang kurang dapat bagian air, bukan karena air yang berasal dari DAS (Daerah Aliran sungai) Sedutan tidak tersedia. Penyebabnya justru  banyak air terbuang sia-sia. Sedikitnya 50 persen air yang mestinya bisa bermanfaat mencupi kebutuhan pengairan lahan petani justru terbuang percuma.

“Potensi air ada tapi sayangnya jaringan irigasi tidak ideal,” kata Johan, yang harus memutar akal untuk mencukupi kebutuhan air di beberapa desa.

Pasalnya, sejak tahun 2006 waktu pengelolaannya masih di Kabupaten Lombok Barat, sama sekali tidak ada upaya peningkatan sarana irigasi.  Selain banyak sarana yang sudah rusak, juga banyak saluran alam yang jadi penyebab terbuangnya air.

Saat ini DI Santong mengairi lahan persawahan di wilayah Santong (1530 ha), Bagik kembar (550 ha) dan Lendang Jurang (166 ha). Lahan seluas itu menghidupi lebih 3 ribu petani di 10 desa di Kecamatan Kayangan (sebagian masuk Kecamatan Bayan).

“Kalau mulai masuk musim kemarau, produktivitas lahan petani merosot karena selalu kekurangan air pada musim tanam ketiga,” terang johan.

Beberapa petani yang sempatdijumpai Lombok Journal menjelaskan, dengan kondisi sarana irigasi yang ada saat ini, lahan persawahan sangat lambat menerima kiriman air.  Air yang mestinya untuk mengairi sawah pagi hari, baru nyampai bisa sampai sore hari.

“Memang kadang kami antar petani bisa cekcok soal pembagian air,” tutur seorang petani di Lendang Jurang. Itu terjadi, karena ada petani yang menginginkan lahannya harus segera mendapat air agar tidak gagal tanam.  Tapi akibatnya, kalau yang satu lebih dulu dapat air  petani lainnya justru yang mengalami kerugian.

Sekitar 16 km saluran sekunderdi hulu sangat mendesak dilakukan peningkatan untuk menaikkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Apalagi, menjelang musim panas dua-tiga bulan lagi, pasti petani menjerit karena kekurangan air.

Sebagai pengamat sekaligus penanggung jawab irigasi santong, Johan Asmadi sering mengajukan usulan penigkatan ke provinsi. Pihak kabupaten tidak berani masuk karena takut anggarannya tumpang tindih.

“Saya sudah beberapa kali mengajukan usulan. Tapi belum ditanggapi,” kata Johan.

Rr

 

 




“Gema Takbir Malam 1000 Cahaya”, Takbir Keliling Peserta Terbanyak di Indonesia

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq dan mengumandangkan lantunan takbir,  setelah takbiran di Mataram tercatat rekor MURI sebagai takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh dan Kapolres Mataram jelang pawai takbiran di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam. (foto: IST)

MATARAM.lombokjournal.com – Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Awan Rahargo yang menyaksikan takbiran di Kota Mataram menaksir, lebih 29 ribu orang yang mengikuti takbir keliling Kota Mataram. Dengan peserta sebanyak itu, takbiran di mataram berhasil memecahkan rekor MURI.

“Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI,” jelas Awan saat pembukaan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam.

Dengan jumlah sebanyak itu, peserta takbiran keliling di Kota Mataram mencapai lebih dua kali dari target panitia sejumlah 13 ribu peserta. Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Mataram yang menjadi Panitia Takbiran Kota Mataram, menargetkan 13 ribu peserta untuk memecahkan rekor MURI.

Jumlah peserta itu berdasarkan taksiran, pawai takbiran 1 Syawal tahun 1438 Hijriah diikuti 65 kafilah, dengan target satu kafilah sekitar 200 orang.  Pesertanya berasal seluruh lingkungan dari 6 Kecamatan Kota Mataram.

Memang takbiran di Mataram tahun ini dengan tema ‘gema Takbir Malam 1.000 Cahaya’ lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.  Malam takbiran yang dimasukkan rangkaian Pesona Khazanah Ramadan 2017 itu,  finish di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.  Peserta diterima Wakil Gubernur NTB bersama Wakil Wali Kota Mataram.

Penyelenggaraan takbiran tahun ini merupakan pawai bersama oleh Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Kalau sebelumnya, biasanya pelepasan pawai dilakukan di lapangan umum Sangkareang atau depan Pendopo Kantor Walikota Mataram, kini pelepasannya pindah di Kantor Gubernur NTB.

Selain takbiran bersama, Pemprov NTB juga menjadwalkan kegiatan salat Idul Fitri 1438 Hijriah bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak ada lagi salat Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur, di Tugu Bumi Gora atau di Lombok Epicentrum Mall, tapi disatukan di Islamic Center.

Halaman Islamic Center NTB bisa menampung  sekitar 10.000 orang warga Mataram yang hendak menunaikan salat Idul Fitri.

Rr




Nasib Pengungsi Suriah, Merana Dimana-mana

Badan Pengungsi PBB atau UNHCR menyebut angka 5 juta pengungsi Suriah itu sebagai ‘tonggak sejarah penting’.  Ini jumlah terbanyak dalam sejarah pengungsian

lombokjournal.com –

UNHCR menyerukan komunitas internasional perlu berbuat lebih banyak untuk membantu mereka. Namun komunitas internasional telah gagal mengakhiri konflik Suriah. Situasi di dalam negara itu masih tidak aman bagi orang-orang untuk pulang.

”Kami melihat lebih banyak orang yang terbunuh setiap harinya,” sebut Alun McDonald dari organisasi kemanusiaan Save the Children.

Kebanyakan pengungsi Suriah ditampung di negara-negara kawasan seperti Turki, Libanon dan Yordania. Ada juga pengungsi Suriah yang ditampung di Irak dan Mesir. Ratusan ribu pengungsi Suriah juga melarikan diri ke Eropa, tidak sedikit yang jatuh ke tangan sindikat penyelundup manusia dan dieksploitasi.

Sejumlah kecil pengungsi Suriah yang kini bermukim secara resmi di Eropa, Kanada dan Amerika Serikat (AS). Kelompok pengungsi terbesar ada di Turki, jumlah yang terdaftar mencapai 2,9 juta orang.

Di Yordania, ada 657 ribu pengungsi Suriah yang terdaftar pada PBB, namun pemerintah setempat menyebut angka sesungguhnya mencapai 1,3 juta pengungsi Suriah. Sedangkan di Libanon, PBB menyebut ada sekitar 1 juta pengungsi Suriah yang tinggal dalam kondisi memprihatinkan di barak-barak tak resmi. Situasi semakin sulit karena pemerintah menolak membangun barak pengungsi yang resmi.

McDonald juga menyebut sebagian besar komunitas internasional juga gagal membantu pengungsi, dengan semakin banyak negara yang menutup perbatasan dan mengusir pengungsi.

Beberapa negara menutup pintu bagi pengungsi, dengan berbagai alasan. Sebagian negara-negara Eropa belum terbiasa dengan kehidupan multibudaya. Negara-negara tersebut didominasi oleh orang Kristen dengan populasi muslim yang sangat sedikit, ditambah gerakan politik sayap kanan yang menimbulkan kebencian SARA di masyarakat.

Misalnya, Slovakia mengatakan akan menerima 200 pengungsi Suriah demi meringankan beban negara-negara sahabat Uni Eropa, karena sedang mengalir ratusan ribu migran ke dalam Uni Eropa. Namun syaratnya, semua 200 keluarga yang akan diterima haruslah orang Kristen.

Beberapa negara Eropa Tengah lainya, seperti Republik Ceko,  hanya mengambil pengungsi Suriah yang beragama Kristen.

Sebagian negara Eropa khawatir potensi penyusupan dari ISIS yang masuk lewat jalur pengungsi yang menimbulkan kewaspadaan tinggi terhadap pengungsi Suriah.

BACA JUGA : Ramadhan Penuh Derita Bagi Pengungsi Suriah

Ada yang menarik, para pengungsi tidak menjadikan negara-negara kaya di teluk arab sebagai tujuan. Mereka lebih memilih untuk pergi ke Eropa.

Misalnya, Qatar hanya tercatat menerima pengungsi maksimal 130 ditahun 2014. Arab Saudi hanya menerima hingga maksimal 600 pengungsi di tahun 2012 dan jumlahnya berkurang ditahun 2014. Uni Emirat Arab dan Kuwait mempunyai rekor yang tak berbeda jauh dengan Arab Saudi.

Rr

(Dari berbagai sumber)

 




Ramadhan Penuh Derita Bagi Pengungsi Suriah

Perang dan kerusuhan politik selalu penuh cerita derita. Saat pertikaian bersenjata antara pemerintah Suriah dan oposisi membara, paling menderita adalah jutaan warga sipil yang tak berdosa. Warga Suriah yang semula hidup damai bahagia, kini jadi pengungsi hina dan hidup dalam kemiskinan dan penderitaan.

lombokjournal.com —

Konflik dalam negeri Suriah yang berlangsung sejak Maret 2011, entah kapan akan berakhir.  Apa yang dihasilkan? Tercatat sekitar 320 ribu nyawa melayang sia-sia. Sekitar 5 juta warga Suriah atau sekitar seperempat populasi negara yang kekuatan militernya semula ditakuti Israel itu, menjadi pengungsi di tengah konflik yang masih membara.

Saat warga muslim di negara lainnya khusyu’ beribadah, dan tengah bersiap merayakan Idhul Fitri,  di barak-barak pengungsian pinggiran utara Aleppo dan Idlib lebih dari 900 ribu

dalam kecemasan serangan udara, pengepungan tentara pemerintah yang mengintai pejuang bersenjata dari kubu oposisi. Mereka hidup di bawah rasa lapar, kekurangan air bersih, dan kurangnya pasokan kebutuhan hidup sehari-hari.

Dan di akhir bulan Ramadan – dan itu terjadi sepanjang bulan Ramadhan — bom dan bentrokan bersenjata terjadi siang dan malam. Di tengan api pertempuran dasyat itu para pengungsi menjalani hidupnya sehari-hari.

Sebagian besar pengungsi merupakan keluarga pejuang oposisi bersenjata, yang dipaksa meninggalkan pinggiran kota Moadamiyah di Damaskus pada tanggal 19 Oktober 2016, menuju Idlib, di utara Suriah.

Bulan Desember 2016, pemerintah Suriah merebut kembali Aleppo dari pemberontak, dan kesepakatan evakuasi memberi tentara Suriah dan sekutunya menguasai kota setelah bertahun-tahun berperang.

Sejak tahun 2014, pemerintah Suriah maupun kelompok oposisi bersenjata mencapai serangkaian kesepakatan. Di sejumlah daerah yang terkepung, mengizinkan pejuang bersenjata untuk meninggalkan kota yang dikepung pemerintah ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi di utara Suriah, di dekat Berbatasan dengan Turki

Di bawah kesepakatan evakuasi tersebut, ribuan pemberontak, bersama keluarga mereka, dipaksa menyingkir dari kampung halamannya.

Pemerintah memandang kesepakatan itu memberi kesempatan bagi warga sipil melarikan diri ke daerah aman. Tapi kelompok oposisi, aktivis, dan beberapa warga sipil menganggap itu bentuk pemindahan paksa. PBB mengatakan bahwa pemindahan paksa Aleppo timur merupakan “kejahatan perang”.

Keluarga pengungsi itu merindukan rumahnya, ingat bulan Ramadhan di rumah seperti biasa menyiapkan makanan berbuka puasa tiap hari, bersama keluarga, teman dan tetangganya, menikmatinya sebagai kesempatan bersuka cita.

Mereka merindukan rumah dan bau makanan yang khas.  Tapi saat ini semua berbeda. Mereka merindukan adzan untuk sholat dari masjid terdekat, suara “mosaharate” (sebutan orang yang berjalan dan memukul drum di daerah pemukiman) membangunkan orang untuk “sahur”.

Tapi mereka tidak tahu kapan harus pulang ke kampung halaman.

Rr




Usai Buka Transmart Carrefour Mataram, Walikota Bicara Pembatasan

Tambah lagi tempat belanja, rekreasi dan tempat nongkrong modern bagi warga Mataram.  Grand opening Transmart Carrefour Mataram dilakukan Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, bersama CEO PT Trans Retail Indonesia, Shafie Shamsuddin.

MATARAM.lombokjournal.com – 

Usai menggunting pita, walikota mengaku akan mengkaji keseimbangan jumlah pusat perbelanjaan jenis mall sehingga bisa diambil kebijakan melakukan pembatasan.

Pengkajian dan pembatasan yang dimaksud, bertujuan memberikan keyakinan pada investor. “Jadi perlu kajian,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, usai membuka secara resmi Transmart Carrefour Mataram, di Mataram, Jumat (23/6).

Kehadiran Transmart Carrefour Mataram menambah persaingan bisnis pasar modern di Kota Mataram.  Pusat perbelanjaan jenis mal yang sudah lebih dulu ada di Kota Mataram  adalah Mataram Mall, Lombok Epicentrium Mall, dan Giant.

Dikatakan, minat investor untuk menanamkan modalnya di Mataram cukup tinggi terutama di sektor jasa dan perdagangan. Meski pihaknya mendorong dan meyakinkan investor menanamkan modalnya di Mataram, bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan aspek persyaratan terutama yang berkaitan tata ruang dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kota Mataram memperketat pemberian izin bagi dunia usaha yang ingin berinvestasi di lokasi-lokasi tertentu karena Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah sudah direvisi.

“Jadi revisi tersebut salah satunya bertujuan untuk mempertahankan fungsi kelestarian lingkungan hidup dan ruang terbuka hijau,” katanya.

Ahyar menegaskan pihaknya melakukan pengkajian terlebih dahulu, sebelum keluarnya perizinan.  “Kita tetap terbuka terhadap investasi, tapi semua ada batasannya. Saya ini juga orang kampung,” tegasnya sambil bergurau.

Karena lokasi Transmart Carrefour Mataram di Jalan Selaparang No 60 Cakranegara di sebelah barat perempatan Sweta yang padat, tak heran saat pembukaan jalan sekitar transmart macet. Di di hari pertama ini parkiran basement belum dibuka, sehingga di sekitar bangunan transmart ini banyak dibuka parkiran darurat.

Transmart di mataram terdiri dari 1 Basement, 1 Ground Floor dan 3 Lantai di atasnya. Di Groundfloor, terdapat atrium yang luas, yang pada hari pertama diisi dealer  beberapa merek  kendaraan roda empat.

Di sekelilingnya terdapat beberapa gerai makanan, dan terdapat tangga menuju  CGV Cinemas. Sejak dibuka hingga hari Selasa (27 Juni), ada promo nonton gratis untuk film-film tertentu.  Dua lantai di atas Ground Floor merupakan tempat berbelanja, di lantai yang paling atas berisi Trans Studio Mini.

Pada hari pertama dibuka,pengunjung yang datang penuh sesak. Pengunjung datang dari berbagai penjuru, bahkan banyak dari luar Mataram, sehingga untuk berjalan saja harus berdesak-desakan.

Rr




Kata Novel, Ada Oknum Jendral Diduga Terlibat Tapi Polisi Tak Tertarik Mengusut

Novel Baswedan mengaku sudah memberikan nama jendral polisi yang diduga terlibat, tapi polisi dikatakan tak tertarik mengusut.

lombokjournal.com —

Meskipun ada seseorang yang sempat diduga salah satu pelaku penyerangan ditangkap Polda Metro Jaya (kemudian dilepas karena tak ukup bukti). Sudah lebih dua bulan Novel Bswedan dirawat di Singapura, polisi belum berhasil mengungkap pelakunya.

Padahal Novel pernah bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian yang berjanji segera menemukan pelakunya.

Beberapa waktu lalu, media ramai memberitakan adanya keterlibatan oknum jenderal polisi. Novel sendiri sudah mendengar info itu tapi tidak mempercayainya. Tapi selang beberapa waktu setelah melihat fakta-fakta membuatnya berpikir, jangan-jangan info itu benar.

Saat diwawancarai TIME (10/6), Novel menyebut dalang nya adalah oknum jenderal polisi yang berpengaruh di Mabes Polri.

Memang ia tidak punya bukti, tapi ia berharap melihat bukti itu dari temuan Tim pencari Fakta yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Tentang identitas oknum jendral itu,Novel sudah menceritakan identitasnya itu sejak ia memberikan keterangan ke Kapolres, penyidik, meski keterangannya itu tidak dituangkan dalam BAP.  Menurutnya, polisi tidak tertarik mengusut dugaan keterlibatan oknum jendral itu.

“Perkara saya ini saksinya banyak. Kalau polisi mau, pasti akan cepat terungkap,” tegasnya.  (kepada kumparan.com Novel memberikan informasi, tapi sifatnya off the record).

Kalau kemudian Kepolisian balik memintanya membuktikan keterlibatan oknum jenderal itu, menurut Novel sebagai penegak hukum pernyataan itu menunjukkan tidak paham tugasnya.

Seperti diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengimbau kalau memang ada oknum jenderal polisi yang terlibat Novel diminta menyebut siapa namanya, buktinya apa. “Jangan cuma menyebar isu saja,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

Ketika ditanya kenapa bilang polisi tak tertarik menemukan pelakunya, Novel menegaskan ada saksi yang melihat pelaku memegang gelas itu tanpa memakai sarung tangan. Tapi polisi bilang tak menemukan sidik jari di gelas tersebut. Saksinya adalah tetangganya sendiri.

Rr (Sumber: kumparan.com)

 

 




Berbuat Baik Pun, Anda Bisa Dimusuhi, Kata Novel Baswedan

Ini keteguhan hati Novel Baswedan. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini masih dirawat di rumah sakit di Singapura setelah tragedi penyiraman air keras, yang menyebabkan matanya terancam buta permanen.

lombokjournal.com —

Meski beberapa kali menghadapi percobaan aksi yang mencelakakan dirinya, Novel Baswedan tak pernah jera. Berkali-kali mendapat ancaman, pernah nyaris ditabrak mobil, dan terakhir pagi usai menunaikan sholat subuh, Rabu (11/4), wajahnya disiram air keras oleh dua orang yang berboncengan kendaraan bermotor yang mukanya tertutup.

Kini Novel harus dirawat di Singapore General Hospital, untuk waktu yang tidak bisa ditentukan sampai kapan. Sementara mata kanannya belum normal, mata kirinya terancam buta permanen.

“Peristiwa ini tak bisa menghalangi kita yang berjuang. Kita enggak akan jera,” katanya saat wawancara melalui telpon internet dengan kumparan.com, hari Kamis (22/6) dini hari.

Kerusakan matanya mencapai 95 persen. Tanpa kecemasan Novel menjelaskan, ini bukan soal sudah bisa melihat sejauh mana, tapi masih bisa melihat lagi atau tidak. Memang ada resiko matanya tidak bisa melihat sama sekali.

Namun ia mengaku terus berpikir positif saja, menganggap peristiwa tragis yang menimpa dirinya tidak ada ruginya. Mungkin maksudnya, dengan niatnya memberantas korupsi resiko yang dihadapinya tak perlu dirisaukan.

Novel yang baru berulang tahun ke-40 mengatakan, usia bukan berapa yang sudah tercapai, tapi berapa sisanya. “Umur saya siapa yang tahu, mungkin lebih pendek dari anda. Akan sia-sia jika kita tidak berbuat baik,” tuturnya.

Itu sebabnya, ia terus fokus, mengoptimalkan diri untuk berbuat baik. Kalau tak menggunakan umur sebaik-baiknya untuk berbuat baik, akan rugi. Tapi berbuat baik itu pilihan.

“Berbuat baik pun, anda bisa dimusuhi,” katanya.

Tapi Novel meyakini, siapa pun yang ingin melakukan apapun (termasuk akan mencelakai) kepada kita, jika Allah tidak menghendaki, tidak akan terjadi. Semuanya atas izin Allah.

Dalam keadaan masih terbaring di rumah sakit, ia masih memonitor dari tim penyidikan tentang kasus korupsi e-KTP yang melibatkan “nama-nama besar.”  Tapi kepada tim ia minta laporan tidak disampaikan lewat telpon. Selain alasan kesehatan matanya yang bisa terpengaruh kondisi psikologisnya,  ia juga merasa telponnya disadap.

BACA JUGA : Ada Oknum Jendral Diduga Terlibat, Tapi Polisi Tak Tertarik Mengusut

Malam sebelum peristiwa penyiraman air keras itu, sebagai Ketua Satgas Penyidikan e-KTP ia memimpin rapat di ruang penyidik KPK, menyusun strategi untuk mengungkap tuntas kasus e-KTP. Salah satunya menjadikan Miryam S Haryani sebagai tersangka.

Sehari sebelumnya, KPK juga mengirimkan surat permintaan cegah kepada Dirjen Imigrasi atas nama Ketua DPR Setya Novanto, yang tersangkut kasus e-KTP.

Rr (sumber: kumparan.com)




PLN Jamin Pasokan Daya Listrik Aman, Selama Lebaran Idhul Fitri

Menjelang libur lebaran Idhul Fitri tahun ini, pasokan daya istrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dijamin aman

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepastian amannya pasokan daya listrik itu disampaikan General Manager PLN Wilayah NTB Mukhtar saat melakukan konferensi pers terkait kesiapan PLN  menghadapi lebaran Idhul Fitri 2017 di Mataram, Rabu (21/6)

“Saya rasa pasokan daya aman, cadangan daya di Lombok, Sumbawa dan Bima juga cukup,”  katanya.

Mukhtar menuturkan, wilayah  NTB terdiri atas tiga  sistem kelistrikan, yaitu sistem Lombok, sistem Sumbawa dan sistem Bima.  Untuk sistem Lombok memliki daya mampu pembangkit mencapai 260 Megawatt dengan beban puncak mencapai 220 MW, cadangan daya mencapai 40 MW.

Sistem Sumbawa daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 40 MW, cadangan daya mencapai 10 MW. Sementara untuk sistem Bima memiliki daya mampu mencapai 47 MW dengan beban puncak mencapai 42 MW.

Sedangkan  dari sisi jaringan, PLN telah melakukan permeliharaan  jaringan secara rutin sebelum libur lebaran. Diharapkan tidak  ada kendala jaringan yang terjadi   selama libur lebaran.

Meski demikian, pemadaman yang bersifat lokal masih bisa terjadi. “Biasanya pemadaman ini disebabkan adanya gangguan pada jaringan akibat cuaca atau hwan liar,” jelasnya

Selama lubur lebaran, lanjut Mokhtar,  PLN juga tetap menyiagakan personil baik di sisi pembangkitan, distribusi. hingga pelayanan  pelanggan. Ini dikatakan sebagai  bentuk tanggung jawab PLN.

“Personil tetap siaga, mulai dari piket  khusus bahkan petugas administrasi. Meskipun lebaran personil pun tetap on Call semua, demi pelayanan kepada masyarakat,” tegas Mukhtar.

Posko Mudik

Tak hanya itu saja, untuk membantu para pemudik di perjalanan,  PLN  juga membuka posko untuk pemudik. PLN Wilayah NTB membuka Posko Mudik di kantor-kantor Pelayanan PLN sepanjang jalur mudik. Posko tersebut dibuka sejak H-3 hingga H+3 lebaran. Atau sejak tannggal 22 Juni hingga 29 Juni 2017.

Di setiap posko, PLN menyediakan makanan ringan dan tempat istirahat sementara yang bisa digunakan oleh para pemudik.

“Posko ini merupakan wujud kepedulian PLN bagi masyarakat . Kami ingin hadir di tengah masyarakat, BUMN harus hadir untuk negeri,” turur  Mukhtar

Berikut posko mudik PLN NTB yang tersebar di sepanjang jalur mudik. PLN Rayon Pringgabaya, PLN Rayon Empang, PLN Kantor Jaga Masbagik , PLN Rayon Dompu , PLN Rayon Taliwang, PLN Rayon Bima Kota , PLN Rayon Alas,  PLN Rayon Woha,  PLN Rayon Samawa Rea.

Mukhtar minta masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai pelayanan listrik dapat menghubungi Contact Center PLN 123  atau datang ke kantor PLN terdekat.

AYA




Mengapa Polisi Jadi Sasaran Aksi Terorisme?

Dua terduga teroris  sel jaringan Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di NTB, yang merencanakan beraksi di bulan Ramadhan, diringkus Densus 88 di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, sejak Jumat (16 /6) hingga Sabtu (17/6) pekan lalu. Mereka akan melakukan teror Ramadhan dengan menyasar Markas Polsek Woha Bima.

lombokjournal.com –

Seperti teror yang terjadi di beberapa tempat sebelumnya, pihak kepolisian menyebut mereka diperintahkan pimpinan ISIS untuk amaliyah di bulan puasa dan di daerah masing- masing. Tiap aksi untuk menunjukkan eksistensi ISIS.

Namun penangkapan dua warga Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima itu menggagalkan aksi teror yang targetnya anggota kepolisian. Semula yang ditangkap Kurniawan bin Hamzah, (23) pelaku utama perakit bom yang melakukan survey ke Mapolsek Woha, Bima.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menangkap Nasrul hidayat alias Dayat (21) mahasiswa yang bertugas membeli bahan pembuatan bom, di desa yang sama pada Sabtu (17/6) sekitar pukul 16.00 Wita.

Tersangka lainnya, Rasyid Ardisansyah, jaringan Penato’i Bima, sempat bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) melakukan perampokan di kantor Pos dan Giro Ciputat, Tangerang Selatan, Banten 2012.

Polisi Jadi Sasaran Teroris

Mengapa polisi menjadi sasaran teroris? Menurut polisi, para teroris mengarahkan serangan kepada anggota kepolisian. Saat ledakan terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) lalu, polisi yang tengah mengamankan pawai obor menyambut Ramadan juga jadi korban.

Ini tak lepas dari doktrin teroris yang disebut doktrin Takhfili, yakni ajaran yang menganggap segala sesuatu yang bukan dari Tuhan dinyatakan haram. Mereka menganggap Indonesia adalah negara yang “thoghut” atau menyembah selain Allah.

Doktrin yang dianut para teroris yang berkiblat ISIS adalah tauhid wal jihad, serta komponen eks militer Saddam Hussein yang dibubarkan. Ideologi yang dibawa mereka tauhid wal jihadnya adalah Takfiri. Kelompok aliran tauhid wal jihad ini dipimpin Aman Abdurrahman pada tahun 2003, yang saat itu juga terjadi ledakan di Cimanggis, Jawa Barat.

Siapa pun yang mengabdi pada negara adalah kafir. Polisi dianggap antek-antek negara, karena itu kafir.  Karena Indonesia dianggap negara thoghut, siapapun anteknya, dianggap sebagai iblis atau setan.

Pasca ledakan Kampung Melayu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan,  polisi yang jadi target tidak hanya berlaku bagi yang nonmuslim. Umat muslim yang dianggap tidak sepaham bisa disebut kafir atau keluar dari agama Islam.

Kafir pun terbagi menjadi dua, yakni kafir Harbi dan Dzimmi. Kafir Harbi merupakan kelompok yang memerangi kaum mereka. Sedangkan kafir dzimmi yang tidak memerangi mereka tapi harus tunduk pada mereka.

“Nah Polri karena tugasnya, sesuai undang-undang, kita melakukan penegakan hukum terhadap terorisme, sering tangkap, upaya paksa dan lain-lain, bagi mereka (Polri) kafir harbi,” kata Tito usai meninjau lokasi bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (26/5) lalu.

Para teroris ini terindikasi kuat berafiliasi ISIS. Komando pergerakan kelompok ini ada di bawah Bahrun Naim, anggota ISIS asal Indonesia yang berada di Raka, Suriah. Serangan ini fenomena global, setelah ISIS di negara asalnya Suriah tertekan serangan dari negara Adidaya seperti Rusia dan Amerika Serikat.

Mereka mendapat perintah melakukan perintah desentralisasi, membuat kelompok kecil di berbagai negara dan melakukan serangan untuk menunjukkan eksistensinya. Makanya terjadilah  serangan di berbagai tempat termasuk di Indonesia.

“Di sini adalah sel yang terkait Bahrun Naim, orang Indonesia di Suriah,” kata Tito.

Rr

 




Cuaca Berubah-ubah, Penyakit Infeksi Pernafasan Paling Tinggi Di NTB

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menduduki rangking pertama penyakit terbanyak di NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr Nurhandini Eka Dewi (foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Peyebab tingginya penyakit saluran pernafasan itu karena kondisi cuaca yang masih berubah-ubah.  Terutama bagi anak-anak, ISPA terbilang mengkhawatirkan karena bisa jadi penyebab kematian.

“Perubahan cuaca sangat berpengaruh,”  ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr Nurhandini Eka Dewi.

Menurut Nurhandini, penyakit ini cenderung naik ketika terjadi perubahan cuaca. Namun hingga saat ini kenaikannya masih dalam batas satu persen, dan belum menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Karenanya belum dinyatakan darurat ISPA tersebut, belum sampai menjadi ISPA berat atau pneumonia.

“Ini (penyakit ISPA,red) banyak menyebabkan kematian, terutama pada anka-anak,” Katanya.

ISPA bisa menimpa siapa saja. Namun penyakit ini lebih banyak terjadi pada anak-anak. khususnya balita yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Meski demikia, menurut Nurhandiri, perlu dilakukan sosialisasi pada masyarakat. Khususnya pada kedua orang tua. Mereka harus berhati-hati ketika anak menderita batuk pilek. Orang tua harus memperhatikan laju nafas anak.

“Jika nafasnya cepat harus segera diperiksa ke rumah sakit,” kata Eka.

Ketika nafas anak menjadi cepat merupakan tanda menuju ISPA Pneumonia. Ini merupakan jenis ISPA berat yang bisa menimbulkan kematian. Sebab itu sangat perlu memantau kondisi anak ketika terserang flu untuk menghindarkan menjadi ISPA berat ini.

ISPA menular melalui udara. Sebab itu sangat dianjurkan untuk menghindarinya dengan menggunakan masker. Terutama saat berada didekat orang yang menderita flu.

Sementara pada anak, ia menyarankan menjauhkan anak dari orang tersebut. ISPA ringan pada anak sangat cepat berubah menjadi ISPA Pneumonia.

“Segera konsultasikan sebelum menjadi pneumonia,” ucapnya

ISPA perlahan mulai cenderung turun, dikeranakan mulai dikejar penyakit lainnya seperti Diabetes, sakit jantung, hypertensi, dan lainnya. Diakuinya kesadaran masyarakat untuk berobat cepat mulai meningkat.

Meski sebagai rangking tertinggi, namun ISPA di NTB dalam kategori ISPA ringan. Namun ada beberapa kasus yang ditemukan di rumah sakit terinndikasi pneumonia. Hal tersebut terjadi karena keterlambatan orang tua memeriksa kondisi anak.

“Hingga sekarang masih rangking pertama, namun belum menjadi KLB. Bukan hanya di NTB saja tapi juga di Indonesia,” pungkasnya.

AYA